Cerita Lurah Kesulitan Cari Peserta Nikah Massal Padahal Gratis

Cerita Lurah Kesulitan Cari Peserta Nikah Massal Padahal Gratis

Pemprov DKI Jakarta menggelar nikah massal sebagai salah satu rangkaian acara menyambut tahun baru. Walau acara ini dibiayai sepenuhnya oleh Pemprov, rupanya sempat sepi peminat. Sebut saja Kelurahan Sukabumi Selatan, Kecamatan Kebon Jeruk, hanya satu pasang pengantin saja yang ikut serta. Menurut staf kelurahan, ini disebabkan masyarakat beranggapan acara akan sangat padat. “Tiga minggu dari sekarang (informasinya). Awalnya nggak ada yang mau. Karena nikah massal kan rame ya,” ungkap Kasi Kesra Kelurahan Sukabumi Selatan, Ully di Park and Ride Thamrin 10, Jakarta Pusat, Minggu (31/12/2017). Hal ini juga dibenarkan lurahnya. Namun, belakangan rupanya ada yang menyesal karena tidak mendaftar. “Pengantar nikah kita terus melayani selama 3 minggu ini. Tapi banyak yang nggak mau karena sudah ada rencana sendiri, mau di mana, itu sudah merencanakan. Tapi ada juga yang akhirnya setelah tahu ini bilang, ‘Kalo tau gitu mau,'” kata Lurah Sukabumi Selatan, Maiyanti. Akibatnya, hanya sepasang calon pengantin saja yang akhirnya mengajukan diri. Padahal nikah massal ini gratis dibiayai Pemprov DKI Jakata. Setiap kelurahan disebut Maiyanti mendapat kuota 2 pasang pengantin. “Ini seharusnya 2 pasang tiap kelurahan, tapi kita nggak ada. Dapatnya satu pasang,” ujarnya lagi. Dia lalu menilai, kegiatan ini cukup bagus. Sepengetahuannya selama ini, nikah massal jarang sekali digelar. “Kalo Provinsi sih nikah massal kayaknya baru tahun ini, Pemda DKI. Biasanya sunatan massal yang sering,” imbuh Maiyanti. Malam ini Pemrov DKI mengadakan rangkaian acara menyambut tahun baru. Nikah massal adalah salah satunya. Acara ini diikuti oleh 430 pasangan. Pemprov DKI menggratiskan mahar yang berisi seperangkat alat salat, Alquran, serta sertifikat 1 gram emas.

Baca juga : bacaan dzikir yang sesat dan menyesatkan.html

Berdzikir mengingat Allah adalah kegiatan yang banyak diperintahkan Allah  dalam Al Qur’an, bahkan dalam surat An Nisa ayat 103 kita diperintahkan agar ingat pada Allah ketika berdiri, duduk dan berbaring. Namun demikian dalam pelaksanaan dzikir ini kita harus berhati hati, lakukanlah dzikir sesuai dengan tuntunan Rasulullah dan al Qur’an.  Pada kenyataannya dewasa ini masih banyak ditemukan amalan dzikir sesat dan menyesatkan. Bacaannya betul menyebut nama Allah, namun niatnya salah dan keliru. Mereka mencampur aduk nama Allah dengan nama selain Allah. Mereka menyebut nama Allah bukan untuk mengabdi atau menganggungkan Allah.  Mereka menyebut nama Allah untuk menghadirkan dan  meminta bantuan khodam Jin.

seperti di kutip dari http://www.fadhilza.com

Sebenarnya orng ini pernah diruqyah pada waktu anaknya terus menerus mengalami sakit. Sembuh sebentar kemudian sakit lagi, itu terjadi terus menerus. Istrinya curiga hal ini disebabkan oleh suaminya yang ikut ajaran toriqot. Karena suaminya sering skali ketika wiridan ajaran toriqot (Naqsyabandiyah) mengalami kesurupan (trance) dan dalam kesurupan itu sering menggambar wajah orang. Anaknya tidak mau bila digendong oleh ayahnya seperti ketakutan, bahkan anaknya tidak mau masuk kerumahnya sendiri shingga sampai sekrang menginap dirumah kakak istrinya.

seperti di kutip dari http://www.fadhilza.com

Ketika pertama saya remah orang ini, saya ajak diskusi singkatnya saya tanya dia tentang amalan yang dia lakukan? Dia menjawab yaitu mengucapkan ya Allah sebanyak-banyaknya tetapi supaya khusu’ dia disuruh gurunya utuk membayangkan wajah gurunya ketika berdzikir. Kemudian saya bertanya kepadnya apa artinya dzikir? Dia menjawab dzikir artinya ingat atau mengingat. saya tanggapi nah loh dzikir artinya mengingat, mengapa lisan anda mengucapkn ya Allah sedangkn hati anda mengingat wajah guru anda, bukankah ini bentuk kesyirikan yang mana dalam ibadah anda menyertakan selain Allah SWT.?

seperti di kutip dari http://www.fadhilza.com

Setelah selesai ruqyah orang ini saya tanya, apa yang dirasa? Dia mengatakan badan terasa ringan, dada terasa plong, dan kepala terasa ringan tanpa beban. Setelah itu saya nasehati agar tidak lagi mengamalkan amalan-analan yang tidak ada tuntunan dari Rasulullah SAW. Apalagi amalan yang mendekati kemusyrikan. Boleh kita berdzikir sebanyak-banyaknya dengan cara yang syar’i dan niatkan hanya sebagai pengabdian kita kepada Allah SWT. Dia menjawb” insya Allah mulai detik ini saya tidak mengamalkan amalan-amalan yang tidak syar’i. Alhamdulillah. Inilah ucapan terahir kami pada ruqyah pertama itu. Dan Alhamdulillah anaknya segera sembuh sampai sekarang, dan tedak takut lagi masuk kerumahnya sndiri.

seperti di kutip dari http://www.fadhilza.com

Berikut adalah Amalan Dzikir yang diwiridkan sejumlah 10.000/perhari oleh mantan pemilik ilmu hitam yang sulit di dilucuti ini. Orang bodoh menyembutnya sakti, ia bisa mengendalikan lawan bicara dengan matanya (termasuk para ahwat lugu), plus keahlian lain seperti memberi konsultasi, pijat refleksi, ruqyah, bahkan kebal digigit nyamuk selama 8 tahun. Mas Hengki mengaku sudah mendatangi lebih dari 5 kota untuk mencari paranormal yang bisa melepas ilmunya yang telah ia genggam selama 8 tahun terakhir ini.

seperti di kutip dari http://www.fadhilza.com

SAYA MULAI belajar ilmu-ilmu perdukunan sejak masih Tsanawiyah. Tawuran yang menjadi tren ketika itu, membuat tekad saya untuk mempelajari ilmu klenik semakin kuat. Di sebuah pesantren, saya memulai belajar dengan puasa patigeni dan selametan pakai ayam jago. Hatinya saya yang makan, dagingnya yang makan kyainya. Wah, saya diakali thok …Kalau gitu ya nayamul (Bahasa Arema: lumayan) buat kyainya (Tertawa). Kemudian disuruh puasa 40 hari. Setelah itu, untuk mengetahui sah tidaknya puasa dites. Tesnya dengan cara membaca wirid dulu. Salah satu wiridnya adalah: Ya maliki ya maliku, iyyaka nakbudu waiyyaka nastain. Jarum ditusukkan dan kulit saya disilet. Aneh, tidak ada darah yang keluar sedikitpun, walaupun ada bekasnya. Pertanda puasa saya sah. Saya lulus.

seperti di kutip dari http://www.fadhilza.com

Padahal saya melanggar aturan guru. Karena saya hanya sanggup puasa selama 7 hari. Baru dapat beberapa hari, BAB saya berwarna putih. “Waduh, bisa bisa mati saya,” pikir saya. Saya memang berbakat untuk urusan ilmu-ilmu seperti ini. Kata orang, saya ini keturunan Joko Tingkir, jadi dzikirnya bisa pamungkasan (ampuh). Cirinya adalah panjang depa kedua tangan saya lebih panjang dari panjang badannya. Sementara teman-teman yang puasa genap 40 hari lengkap ada yang disuruh mengulang karena tidak lulus.

seperti di kutip dari http://www.fadhilza.com

Belajar ilmu seperti itu ada urutannya. Pertama, ilmu Karamah.Selanjutnya, ilmu tenaga dalam. Kalau orang cuma belajar tenaga dalam tanpa karamah biasanya tidak kuat. Ilmu tenaga dalam itu mudah. Beli juga bisa. Diisi langsung bisa di tempat. Nah, di tenaga dalam inilah nanti setiap dukun itu mempunyai spesialisasi sendiri-sendiri. Ada ilmu kebal, pelet, santet dan sebagainya. Tanpa dua ilmu ini, berarti itu dukun bohongan. Setelah kedua ilmu tersebut berikutnya adalah lelakon yang berfungsi untuk mempertahankan dan meningkatkan.

seperti di kutip dari http://www.fadhilza.com

Tidak puas sampai di situ, saya mengejar ilmu yang lebih tinggi dari Cor Wojo yaitu ilmu Sungai Raja. Madura tujuan saya. Termasuk di dalamnya ada pembelajaran jurus Wali Songo. Mewiridkan sembilan asmaul husna, tetapi sebenarnya salah satunya bukan nama Allah: Ya hayyu, ya ali, ya mali, ya wafi, ya waqi , ya qowi, ya ghoni, ya wall, ya baqi (Mali bukan nama Allah). Dibaca sembilan kali tanpa nafas. Tapi nampaknya saya kurang sukses. Selanjutnya, saya lebih banyak mengembangkan sendiri dengan membaca dari buku-buku dan diskusi.

seperti di kutip dari http://www.fadhilza.com

Tahun 1986 saya sudah mulai praktik setamat dari Aliyah. Hanya dari mulut ke mulut, saya semakin dikenal banyak orang. Puncaknya tahun 1988 waktu saya di semester satu IAIN. Pelanggan saya orang-orang besar. Di antara mereka ada para dosen saya sendiri. Belum lagi para dosen itu membawa teman-temannya lagi. Makanya mereka semua sangat sangat hormat kepada saya. Sampai pernah, ketika saya mbisu (puasa bicara) saat diskusi kelas. Para dosen tidak ada yang menegur, yang ada malah semakin hormat. Mereka hanya bilang, “Gus Wachid lagi mbisu.”

seperti di kutip dari http://www.fadhilza.com

Beberapa nama besar bahkan para akademisi agama pernah saya mandikan. Pernah suatu saat datang seorang profesor kepada saya karena kasus anaknya yang nakal, kurang wibawa dalam memimpin, anak buahnya mulai ada yang berontak dan mulai adanya saingan. Saya mandikan, mandi taubat, kata saya. Sebelum mandi, saya si ram sebanyak 3 kali. Saya siramkan air di kepalanya yang botak sambil saya katakan, “Istighfar ya pak. Istighfar ya pak!” Sebenarnya saya ingin tertawa dengan apa yang saya lakukan itu. Karena saya sendiri tidak yakin dengan apa yang saya lakukan. Kok yo goblok temen (kok ya bodoh sekali). Kalau angin duduk bisa mati nih orang, kata hati saya. Jadi, kayak saya jadikan hiburan saja.

seperti di kutip dari http://www.fadhilza.com

Selain Abdul Qowi, ada satu jin lainnya yang beberapa kali datang membantu saya. Kalau jin-jin yang lainnya banyak yang datang kemudian pergi. Jin yang beberapa kali datang itu namanya Sumo. Awal saya kenal Sumo adalah saat saya mengobati orang yang kesurupan. Melalui lisan orang itu, Sumo berkata, “Kulo tumut dadi santri jenengan (Saya iku jadi santri Anda).” Setelah itu, dia datang berkali-kali waktu saya mengobati orang kesurupan. Saya suruh dia masuk ke tubuh orang yang kesurupan itu dan keluarlah suara Sumo yang pernah saya kenal dulu.

seperti di kutip dari http://www.fadhilza.com

Tapi, tidak semua pengalaman perdukunan itu menyenangkan. Saya pernah dikerjai oleh Abdul Qowi. Malam itu jam menunjukkan pukul 22.00. Saat saya mulai mewiridkan sesuatu. Mencoba ilmu supaya bisa pergi ke Mekah dalam waktu sejenak. Abdul Qowi datang dan mengajak saya pergi ke suatu tempat dalam keadaan saya seperti tidak sadarkan diri. Dalam pekatnya malam, saya terus berjalan hingga saya sadar Abdul Qowi telah meninggalkan saya. Gelap sekali. Saya tidak tahu di mana. Saya coba tenangkan diri. Lihat kanan-kiri dan barulah saya tahu bahwa saya sedang ada di suatu candi di Batu Malang. Waktu itu Batu malang masih belum banyak penduduknya. Pagi harinya, kaki saya penuh duri dan celana saya kotor oleh rumput dan duri.

seperti di kutip dari http://www.fadhilza.com

Malam semakin larut. Malam itu adalah malam ketiga kami mengadakan tirakatan di tempat itu. Tiba-tiba sebongkah batu besar menggelinding begitu saja. Merah menyala. Kedua orang yang bersama saya, justru lari. Katanya mereka melihat ular besar sekali. Tetapi saya tidak melihatnya. Yang saya lihat hanya batu mirah saja. Saya ambil batu mirah itu dan langsung saya bungkus dengan lawon (kain kafan yang belum dipakai). Dan kami bawa pulang. Barang ghaib seperti itu tidak boleh langsung dimanfaatkan sebelum diselameti terlebih dahulu. Batu mirah yang terbungkus kain kafan itu saya masukkan ke peti dan  diselameti dengan ayam putih. Peti terkunci rapat. Saya sendiri yang menjaganya. Jika malam tiba, saya tidur di atas peti itu. Tetapi anehnya, ketika tirakatannya selesai dan peti kami buka ternyata batu mirah berubah menjadi tanah.

seperti di kutip dari http://www.fadhilza.com

Pernah juga saya dapat uang satu peti dalam pecahan sepuluh ribuan. Kalau yang ini perlu waktu lima malam untuk mengambilnya. Hanya, saya ikut malam yang terakhir saja. Tempat mengambilnya di pembakaran batu bata yang kata orang angker. Di kampung itu ada orangtua yang diimpeni (mendapat mimpi) bahwa batu batanya tidak boleh diambil, karena disenangi oleh makhluk halus untuk membangun istananya. Sudah bertahun-tahun batu bata itu tidak ada yang berani mengambilnya. Katanya itu istana jin. Dan katanya lagi, tempat itu bisa memberi uang. Maka, kami kembali mengadakan lelaku dengan tirakatan dan mengadakan selametan dengan penduduk sekitar. Pada malam ke lima. Kedua teman saya tidur, sementara saya masih terus melek. Dan tiba-tiba peti itu muncul. Saya bangunkan mereka dan saya suruh mereka yang mengambil, karena saya tidak berani mengambilnya. Dibuka, isinya uang. Untuk meyakinkan keaslian uang itu, diambillah satu lembar. Esoknya dibelanjakan oleh salah satu santri dan laku. Tetapi uang tetap harus diselameti dulu sebelum dimanfaatkan. Kembali saya yang menjaganya. Pada hari terakhir tirakatan dan selametan, kita buka petinya dan semua uangnya telah berubah menjadi kertas.

seperti di kutip dari http://www.fadhilza.com

Tahun 1991 saya masih kuliah di IAIN. Waktu itu saya sudah mulai kenal agama. Saya mulai kenal Darul Arqom, Jamaah Tabligh, senang baca kitab sendiri. Keraguan saya terhadap dunia yang selama ini saya geluti semakin kuat. Apalagi saya kecewa berat terhadap dunia perdukunan ini. Niat besar saya bukan harta. Tetapi berdakwah kepada masyarakat dengan ilmu-ilmu tersebut. Anak-anak muda yang senang mabuk dan tawuran mau kumpul kepada saya karena saya punyai ilmu perdukunan. Kemudian saya nasehati. Benar, mereka mau berhenti sesaat. Tetapi setelah itu balik lagi. Bahkan ada dua murid saya yang saling bacok-bacokan. Saya gagal dalam berdakwah dengan cara seperti itu. Tidak ada hasilnya.

seperti di kutip dari http://www.fadhilza.com

Sampai akhirnya saya menikah tahun 1995. Allah menganugerahi saya istri yang sangat shalehah. Dialah orang yang sangat besar jasanya mengembalikan saya ke jalan yang benar. Tanpa menggurui dan dengan sabar, istri terus mengingatkan saya, “Sampeyan itu mas, begini ini apa dasarnya?” Saya pun segan. Ritual perdukunan saya lakukan diam-diam. Hingga suatu hari saya katakan bahwa saya mau taubat, istri saya gembira luar biasa. Setelah itu setiap ada pasien yang menelepon, istri saya langsung memarahinya.

seperti di kutip dari http://www.fadhilza.com

Bukan hanya sekali itu saya merasakan gangguan jin. Suatu saat ada orang gila datang ke tempat saya sambil membawa pedang berteriak-teriak. Katanya dia seperti itu gara-gara dulu disusuk oleh Gus Wachid. Tetangga-tetangga semua dengar. Mungkin jin bermaksud agar saya minta bantuan mereka lagi. Tetapi tidak. Saya ambil wudhu baca al-Qur’an, saya baca: lailaha illallah wahdahu la syarikalah lahul mulku walahul hamdu wahuwa ala kulli syaiin qodir. Saya keluar membawa tongkat. Dan alhamdulillah saya bisa menaklukkannya kemudian disuntik dokter dengan obat penenang.

seperti di kutip dari http://www.fadhilza.com

Adapun untuk berani menyatakan bahwa semua ini adalah haram belum lama. Yaitu setelah saya kenal dengan kawan-kawan dari Ghoib Ruqyah Syar’iyyah. Saya jadi sering menangis kalau memikirkan kesalahan di masa lalu. Sangat menyesal. Saya pernah menebus kesalahan itu dengan puasa Dawud dalam rentang waktu yang sangat lama. Sebagai bentuk pernyataan taubat, sekarang ini di mana-mana, di pengajian umum, di pertemuan ribuan orang yang banyak~dihadiri para kyai dalam sebuah acara saya bicara lantang, “Saya dulu tidak mengajak dakwah kepada Allah. Dakwah saya dulu adalah dakwah untuk fanatik kepada saya. Saya dulu pernah mengisi susuk, ternyata itu haram. Saya dulu pernah memandikan orang malam-malam, ternyata itu salah. Saya bertaubat kepada Allah.”

seperti di kutip dari http://www.fadhilza.com

Sesuai dengan pengalaman saya dulu, ternyata rajah-rajah dalam kitab Syamsul Ma’arif Kubra itu gedabrus kabeh (omong kosong semua). Saya pernah mempraktikkan macam-macam petunjuknya, tetapi tidak ada yang bisa. Bukan cuma saya, banyak orang yang telah mencobanya dan gagal. Saya pikir rajah-rajah itu hanyalah bisikan jin yang ngarang saja. Mungkin ampuh buat pengarang buku itu atau yang serius banget. Sebenarnya rajah-rajah itu berfungis agar ada ain (benda nyatanya) saja. Intinya adalah mengisinya dengan tenaga dalam.

seperti di kutip dari http://www.fadhilza.com

Saya sendiri pernah datang ke seorang ahli rajah paling terkenal di Malang sini. Pelanggannya datang dari berbagai tempat sampai dari Jakarta pun ada, termasuk para pejabat tinggi negara. Dia punya majlis setiap malam Jumat Legi. Dengan menyembelih sapi. Pengajian itu diisi oleh 40 kyai gantian. Saya rutin datang waktu itu. Saya pernah cek dia dengan ilmu karamah saya, ternyata dia itu tidak ada isinya. Menjelang saya taubat, saya pernah kerjain dia. Saya berteriak-teriak pura-pura kemasukan roh memanggil nama dia di depan rumahnya. Kemudian saya diajak masuk, didudukkan di tempat duduknya sambil ketakutan. Jadi gak ada apa-apanya, dia gak tahu kalau saya bohongi.

seperti di kutip dari http://www.fadhilza.com

Sekarang ini, yang saya incar adalah dukun-dukun yang berbuat kriminal. Kalau ada yang begitu, di mana saja tak parani (saya datangi) langsung tapi prosedural. Seperti belum lama ini saya sendirian, sebenarnya saya sudah mengajak teman-teman tetapi berhalangan. Saya mendatangi perguruan di Ngawi yang menawarkan ilmu menghilang. Caranya dengan menyembelih kucing, kemudian dikubur di tempat yang tidak terkena sinar matahari dan setelah empat puluh satu hari diambil dengan puasa selama itu. Ada sebelas tulang yang harus diambil. Sebelum mencoba ilmu itu, ada mandi dan ritual lainnya. Diusahakan dipaskan ritual hari terakhir itu pada malam bulan purnama. Terus ambil cermin. Sambil melihat cermin, disuruh untuk menggigit satu persatu 11 tulang itu. Mana tulang yang digigit dan wajahnya tidak terlihat di kaca, maka tulang itulah yang dibawa dan digunakan untuk menghilang kapan dia mau.

seperti di kutip dari http://www.fadhilza.com

Ada tetangga saya yang ikut perguruan itu dan jadi gila. Bapaknya datang ke saya. Dan saya datang langsung ke Ngawi. Saya bawa polisi dan ikut menggerebeknya. Dia pun dipenjara. Sayangnya, bapaknya takut waktu digertak dukun itu. Akhirnya dia mencabut laporannya dari polisi dan dia dikeluarkan lagi dari penjara. Yang paling seru, pengejaran dukun dua tahun lalu. Adik kawan saya ditipu dalam bisnisnya 200 juta. Akhirnya dia datang ke dukun-dukun top untuk menggandakan uang. Dia datang ke Situbondo. Sebelum meminta uang dalam jumlah besar para dukun itu menyihirnya terlebih dahulu dengan air minum atau cara lainnya.

seperti di kutip dari http://www.fadhilza.com

Dan akhirnya ke Madura. Dukun paling top itu tidak bisa ditangkap. Pasalnya yang tahu tentang dukun ini adalah yang di Situbondo. Sementara dukun Situbondo tidak bisa tertangkap. Jadi, tidak ada bukti yang kuat untuk menangkapnya. Masyarakat kita punya masalah yang komplek. Saya pernah menulis bahwa di negeri ini ada tiga permasalahan penting yang harus segera diatasi. Pertama, tidak ada standarisasi ulama. Kedua, ketidakjelasan kurikulum pesantren. Ketiga, tidak ada editing syariat untuk buku dan tayangan televisi. Semoga Allah menjadikan kita hamba-Nya yang bertaqwa.

seperti di kutip dari http://www.fadhilza.com

Demikianlah beberapa contoh aliran tarekat yang mengajarkan dzikir sesat, bahkan mereka lebih mengutamakan membaca  dzikir , tasbih, shalawat  daripada mengerjakan shalat.  Berdzikirlah dengan menyebut asmaulhusna, tasbih, hamdalah, tahlil dan lain sebagainya dengan suara lembut dan merendahkan diri  semata mata ikhlas untuk beribadah dan mendekatkan diri pada Allah . Luruskan niat, Allah menilai amalan tergantung niat seseorang. Berdzikirlah dengan cara dan niat sesuai yang diajarkan Rasulullah. Jangan berdzikir dengan cara berlebih lebihan, dan niat yang keliru. Berdzikirlah dengan niat untuk mendekatkan diri pada Allah bukan untuk mendapat kesaktian atau bantuan khodam jin.

Pemprov DKI Jakarta menggelar nikah massal sebagai salah satu rangkaian acara menyambut tahun baru. Walau acara ini dibiayai sepenuhnya oleh Pemprov, rupanya sempat sepi peminat. Sebut saja Kelurahan Sukabumi Selatan, Kecamatan Kebon Jeruk, hanya satu pasang pengantin saja yang ikut serta. Menurut staf kelurahan, ini disebabkan masyarakat beranggapan acara akan sangat padat. “Tiga minggu dari sekarang (informasinya). Awalnya nggak ada yang mau. Karena nikah massal kan rame ya,” ungkap Kasi Kesra Kelurahan Sukabumi Selatan, Ully di Park and Ride Thamrin 10, Jakarta Pusat, Minggu (31/12/2017). Hal ini juga dibenarkan lurahnya. Namun, belakangan rupanya ada yang menyesal karena tidak mendaftar. “Pengantar nikah kita terus melayani selama 3 minggu ini. Tapi banyak yang nggak mau karena sudah ada rencana sendiri, mau di mana, itu sudah merencanakan. Tapi ada juga yang akhirnya setelah tahu ini bilang, ‘Kalo tau gitu mau,'” kata Lurah Sukabumi Selatan, Maiyanti. Akibatnya, hanya sepasang calon pengantin saja yang akhirnya mengajukan diri. Padahal nikah massal ini gratis dibiayai Pemprov DKI Jakata. Setiap kelurahan disebut Maiyanti mendapat kuota 2 pasang pengantin. “Ini seharusnya 2 pasang tiap kelurahan, tapi kita nggak ada. Dapatnya satu pasang,” ujarnya lagi. Dia lalu menilai, kegiatan ini cukup bagus. Sepengetahuannya selama ini, nikah massal jarang sekali digelar. “Kalo Provinsi sih nikah massal kayaknya baru tahun ini, Pemda DKI. Biasanya sunatan massal yang sering,” imbuh Maiyanti. Malam ini Pemrov DKI mengadakan rangkaian acara menyambut tahun baru. Nikah massal adalah salah satunya. Acara ini diikuti oleh 430 pasangan. Pemprov DKI menggratiskan mahar yang berisi seperangkat alat salat, Alquran, serta sertifikat 1 gram emas.

Acara nikah massal yang diadakan Pemprov DKI Jakarta di malam tahun baru diikuti oleh warga berusia muda hingga tua. Boman (65) mengaku sempat minder untuk ikut acara ini bersama istrinya, Entur (43). Boman mengaku sudah menikah secara agama namun memiliki surat nikah sehingga akhirnya dia ikut acara ini. Dia awalnya ragu untuk mengikuti acara nikah massal ini dikarenakan sudah lanjut usia dan takut dilihat orang banyak. “Awalnya itu takut, tapi pihak Kelurahan memberikan motivasi supaya nggak takut dan minder, tadi pagi istri saya sempat ragu dan tidak pede tapi kelurahan terus memberikan motivasi,” ucap Boman di lokasi nikahan massal, Park and Ride Thamrin 10, Jakarta Pusat, Minggu (31/12/2017). Bahkan, Boman awalnya datang ke Kelurahan Kelapa Dua Wetan hanya mengenakan baju koko. “Tapi disuruh ganti baju sama Ibu Lurah,” ucapnya. Kini, Boman dan Entur sudah memakai busana pengantin serba putih. Boman memakai peci putih sementara sang istri memakai kebaya dan kerudung putih. Lurah Kelapa Dua Wetan Budi Hartati, membenarkan jika Boman hanya ingin datang secara sederhana saja, namun pihak Kelurahan berhasil membujuk Boman agar mengenakan busana dan riasan pengantin. “Mereka maunya sesederhana mungkin nggak ada uang sewa pengantin, padahal nggak usah khawatir Bapak datang ke sini, Kelurahan yang kami siapkan semua. Kalau untuk riasan semuanya ini dari ibu PKK Kelurahan kan sudah ada biayanya,” jelas dia. Kendaraan yang membawa iringan pengantin juga sudah disediakan masing-masing Kelurahan. “Dari Kelurahan disediakan 2 kendaraan dinas, isinya 2 wali dari masing-masing dan 4 orang saksi,” tambah Budi. Sementara itu, calon pengantin yang berasal dari Kelurahan Bangka Syamsudin (28) dan Maisaroh (24) juga mengatakan busana dan riasan disiapkan oleh kelurahan. “Saya datang ke kelurahan saja, semuanya yang nyiapin dari kelurahannya, baju, riasan isteri saya semuanya dari kelurahan,” kata Syamsudin. Sekretaris Kelurahan Bangka Yeni Anwar juga mengatakan hal serupa. “Pengantinnya cuma duduk manis aja Syamsudin sama Amaisaroh. Mereka dandan dari jam 12.00 WIB. Riasan semua dari Kelurahan dan baju juga jadi dia tinggal duduk aja,” imbuh dia.

Liputan6.com, Jakarta  : Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta akan menutup sejumlah ruas jalan selama pelaksanaan Jakarta Night Festival (JNF) atau Malam Muda-Mudi. Acara itu akan digelar tepat pada perayaan Ulang Tahun Jakarta ke-486 pada Sabtu (22/6/2013). “Terkait dengan penyelenggaraan malam muda-mudi besok, Dinas Perhubungan DKI bekerja sama dengan Ditlantas Polda Metro Jaya akan melakukan penutupan jalan,” kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono di Jakarta, Jumat (21/6/2013).

seperti di kutip dari https://islamislami.com

Jakarta (SI Online)  – “Entah Ahok ini mengidap penyakit apa sehingga begitu nekad hanya gara-gara membela lurah Susan yang ditolak masyarakat Lenteng Agung dia begitu lancang dan berani ngelunjak kepada pejabat yang seharusnya dipandang atasannya yaitu menteri dalam negeri Gamawan Fauzi, padahal Gamawan tidak menyerang Ahok hanya memberikan saran yang normatif saja sebagai pejabat tinggi dalam pemerintahan yaitu memberikan saran agar pemda DKI mengevaluasi kembali kebijakan penempatan lurah Susan yang ditolak warga Lenteng Agung, namun Ahok dengn sengit menyerangnya dengan kalimat : Mendagri agar belajar konstitusi,” demikian dikatakan Sekjen Forum Umat Islam (FUI) KH Muhammad al Khaththat kepada  Suara Islam Online , Kamis (3/10/2013).

seperti di kutip dari https://islamislami.com

Keresahan warga masyarakat Kelurahan Lenteng Agung yang 99,99 persen muslim karena selama puluhan bahkan ratusan tahun warga Lenteng Agung tidak pernah dipimpin lurah yang non muslim. Memang secara sosio kultural akan kerepotan siapapun pemimpin non muslim di Lenteng Agung yang punya 22 Masjid, 58 Musholla dan ratusan majelis taklim. Dan tradisi Betawi yang kental dengan ajaran Islam yang sudah jadi budaya masyarakat. Dalam even apapun masyarakat Betawi tidak akan lepas dengan ratiban, maulid, burdah, dan tahlil. Dan itu biasanya lurah menjadi tamu kehormatan.

seperti di kutip dari https://islamislami.com

Baru didukung media (yang bisa jadi dibayar) serta fans fanatik di internet (yang mungkin anggota dari buzzer bayarannya),  sudah merasa sebagai penguasa dunia yang tak terkalahkan.  Dia lupa kali kalau jabatannya itu milik rakyat dan bisa ditarik kapan saja rakyat mau kalau dia tidak menghormati rakyatnya. Demokrasi itu “dari, oleh, dan untuk rakyat” bukan “dari rakyat, oleh saya, untuk golongan saya”. Ingat, lo, kesombongan itu tidak ada yang bertahan lama! Atau jangan-jangan ada yang terselubung di balik kengototannya ini?

seperti di kutip dari https://islamislami.com

Jakarta (SI Online)  – Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI), dan Forum Musyawarah Guru Jakarta (FMGJ) menduga ada kebocoran soal tes lelang jabatan Kepsek soal yang diujikan pada 13-14 Desember 2013.Dugaan organisasi-organisasi guru disampaikan setelah mereka menerima aduan dari para pelapor bahwa telah terjadi pelatihan di Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP). “Oknum pejabat LPMP diduga membekali dan melatih soal terkait lelang jabatan kepada 180 kepala sekolah yang sedang menjabat. Diduga kuat, soal yang dilatihkan juga dibekali dengan jawaban yang benar dan diindikasi bahwa soal yang dilatih sama dengan soal yang diujikan saat tes berlangsung pada 13-14 Desember 2013,” kata Sekjen FSGI Retno Listyarti usai bertemu Gubernur DKI Jakarta di Balaikota, Senin (16/12/2013).

seperti di kutip dari https://islamislami.com

“Alhamdulillah, pada tgl 15 Mei 2012 Masjid Al Ikhlas yang dirobohkan pada 4 Mei 2011, dibangun kembali. Peletakan batu pertama dilakukan oleh Pangdam I/BB Mayjend Lodwijk F. Paulus (muallaf). Bahwa Masjid adalah Rumah Ibadah dan simbol bagi umat Islam, dilindungi oleh UUD 1945 yang dituangkan di dalam UU No. 41 Tahun 2004 Tentang Wakaf. Di mana  prosedur pembongkaran Masjid harus mendapat persetujuan (izin) dari Menteri Agama. Kenapa Mesjid Al Barokah dibongkar umat Islam Jakarta diam saja?” Demikian dikatakan FUI – SU, Ustadz Sudirman Timsar Zubir prihatin. [desastian]

seperti di kutip dari https://islamislami.com

“Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus dali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman. Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas oran-orang yang mukmin,” (an-Nuur: 2-3)

seperti di kutip dari https://islamislami.com

Apa artinya ini? Tak lain tak bukan adalah umat yang agamanya sama pada umumnya saling membantu satu sama lain. SARA itu masih relevan, hanya saja di media-media mainstream peranannya dikerdilkan KHUSUS  bagi umat Islam agar pemeluk agama lain dapat berkesempatan untuk menjadi pemimpin. Biasanya umat Islam hanya dijadikan “batu pijakan” saja untuk meraih tampuk kekuasaan dan setelah terpilih, maka  mereka tidak lagi diindahkan karena pemimpin nonmuslim tersebut biasanya memiliki agenda tersendiri dalam pemerintahan.

seperti di kutip dari https://islamislami.com

Dari uraian di atas, bisa diketahui bahwa semua peminggiran nilai-nilai keislaman yang terjadi di “Jakarta Baru” adalah akibat dari tidak didengarkannya saran alim-ulama dan pengabaian ayat-ayat Al-Quran. Hanya demi menjadi manusia “modern” yang berkiblat pada media mainstream (yang kabarnya sudah dibayar buat pencitraan jokohok), sekarang umat Islam Jakarta sendiri yang kena getahnya saat sedikit demi sedikit mulai dibatasi ruang geraknya dan nilai-nilai keislaman mulai dikesampingkan dengan sejuta alasan berbelit-belit.

seperti di kutip dari https://islamislami.com

Ternyata sejak Tahun 1970 mata pelajaran agama yang diberikan adalah Katolik, tak peduli apapun agamanya, yang jelas setiap siswa wajib mengikuti pelajaran ini, termasuk ujian praktik dan ujian tulis bahkan acara doa bersama tiap pagi yang dilaksanakan dalam tata cara Katolik. Padahal menurut pengakuan 2 orang siswa muslim di SMK ini, Ade Rahmat dan Puguh, dari total 315 siswa hanya 95 orang yang beragama Katolik, sementara 220 lainnya adalah muslim. Saat Puguh dan kawan lainnya sesama muslim meminta waktu lain pada pihak sekolah untuk disediakan waktu belajar agama islam, sekolah menolak dengan tegas. Kepala SMK Grafika, Mateus Sumadiyono berkelit ketika diwawancarai mengenai tindak diskriminasi dan pemaksaan sistematik ada di sekolahnya.

seperti di kutip dari https://islamislami.com

Tidak berhenti di sini, tumpukan fakta diskriminasi dan intimidasi mayoritas muslim oleh minoritas banyak ditemui di Indonesia. Di Cirebon misalnya, Geeta School melarang siswinya mengenakan kerudung, padahal sekolah tersebut adalah sekolah umum. Bahkan ketika ada seorang siswi yang bersikeras memakai kerudung, pihak sekolah memisahkan dan mengisolirnya seorang diri di ruang BK selama 13 hari (6-18 Januari 2012). Warsono, Ketua Serikat Buruh Sejahtera Indonesia juga menegaskan bahwa sebuah perusahaan besi baja di Surabaya sama sekali tidak memberi kesempatan bagi buruh yang beragama islam untuk melaksanakan ibadah shalat Jum’at.

seperti di kutip dari https://islamislami.com

“Kami staf Kemenkes tidak setuju dengan kebijakan kemenkes dengan pekan kondom nasional. Saya sangat malu punya Menteri kesehatan yang Pro Terhadap Seks Bebas. Visi Utamanya mengkondomisasi Indonesia. Anda bisa bayangkan Mahasiswa atau anak muda yang Nikah muda justru di Hujat bahkan BKKBN mengkampanyekan Gerakan KB dan anti nikah muda wanita min 21 dan pria 25 thn. Sedangkan bus kondom kini sudah masuk ke kampus UGM mereka hendak membagikan kondom gratis dan mensosialisasikan kondom dan parahnya lagi ini semua dibiayai negara. Bukan itu cara untuk mengurangi HIV tapi dengan Pembinaan moral untuk membentuk generasi yang mulia.” Demikian isi pesan tersebut.

seperti di kutip dari https://islamislami.com

Itu bukan kata-kata buatan manusia atau sengaja disusupkan, tapi sudah ada dalam Al-Quran sejak 1400 tahun yang lalu. Dan bukan hanya satu-dua ayat yang melarangnya, tapi banyak ayat, jadi memang sudah pasti benar. Jangan menelan mentah-mentah semua alasan MANUSIA yang dibuat-buat untuk membikin kalian melenceng dari Al-Quran. Apa kalian bangga disebut “cerdas” oleh MANUSIA namun tidak menaati hukum Allah yang notabene adalah TUHAN dalam Al-Quran? Buktikan bahwa kalian cerdas dengan mengetahui siapa yang kalian prioritaskan dalam hidup. Kalau kalian muslim yang baik, maka Allah dan Al-Quran adalah jawabannya.

seperti di kutip dari https://islamislami.com

“DAN BERPEGANGLAH KALIAN SEMUANYA KEPADA TALI (AGAMA) ALLAH, DAN JANGANLAH BERCERAI-BERAI. DAN INGATLAH AKAN NIKMAT ALLAH KEPADA KALIAN KETIKA KALIAN DAHULU (MASA JAHILIYAH) BERMUSUH-MUSUHAN, MAKA ALLAH MEMPERSATUKAN HATI KALIAN, LALU JADILAH KALIAN KARENA NIKMAT ALLAH ORANG-ORANG YANG BERSAUDARA. DAN KALIAN TELAH BERADA DI TEPI JURANG NERAKA, LALU ALLAH MENYELAMATKAN KALIAN DARIPADANYA. DEMIKIANLAH ALLAH MENERANGKAN AYAT-AYAT-NYA KEPADA KALIAN, AGAR KALIAN MENDAPAT PETUNJUK.”. (QS. ALI IMRAN: 103)

Related Posts

Comments are closed.