Cerita Jokowi Dititipi Pesan Presiden Afghanistan Jaga Persatuan RI

Cerita Jokowi Dititipi Pesan Presiden Afghanistan Jaga Persatuan RI

Presiden Jokowi mendapat titipan pesan dari Presiden Afghanistan Ashraf Ghani untuk menjaga persatuan di Indonesia. Sebab, RI merupakan bangsa yang majemuk. “Apa yang disampaikan Presiden Ashraf Ghani? Hati-hati Presiden Jokowi, negaramu negara besar, 260 juta penduduk adalah negara besar. Tetapi beragam, 714 suku yang ada di Indonesia sangat besar sekali. Di Afghanistan hanya ada 7 suku,” ujar Jokowi di Sentul International Convention Center, Bogor, Jabar, Sabtu (24/2/2018). Pesan yang disampaikan Ghani kepada Jokowi, jika terjadi konflik, segera selesaikan. Kerukunan antar sesama rakyat harus dijaga. “Oleh sebab itu, dijaga yang namanya kerukunan antar tetangga, dijaga kerukunan persaudaraan antar kampung, dijaga persaudaraan antar suku. Dan pesan yang paling tegas, kalau ada pertikaian antar tetangga, segera selesaikan, ada ada pertikaian antar kampung segera selesaikan. Kalau ada perang antar suku, cepat-cepat selesaikan jangan sampai seperti di Afghanistan,” paparnya. Jokowi juga menceritakan kunjungan kerjanya ke Afghanistan. Ia sempat meminta naik mobil panser menuju Istana Kepresidenan Afghanistan, tetapi ditolak. Selain itu, Indonesia juga diminta membantu menyelesaikan konflik di Afghanistan. “Empat puluh tahun sampai sekarang belum selesai-selesai. Presiden Ashraf Ghani meminta Indonesia memediasi terhadap kelompok yang bertikai. Jadi kita ke sana dalam rangka ikut mendamaikan,” ujarnya. Jokowi juga cerita bahwa ia mendapat jaminan keamanan dari Presiden Afghanistan. Sebab, saat itu Afghanistan baru saja dilanda teror bom. “Ada yang bertanya ke saya ‘Pak Jokowi ke Afghanistan takut nggak?’. Saya sampaikan apa adanya, tidak. Saya sudah memasrahkan kepada Allah dan hidup, mati itu sudah ada yang menentukan,” bebernya.

Sentul – Presiden Jokowi mendapat titipan pesan dari Presiden Afghanistan Ashraf Ghani untuk menjaga persatuan di Indonesia. Sebab, RI merupakan bangsa yang majemuk. “Apa yang disampaikan Presiden Ashraf Ghani? Hati-hati Presiden Jokowi, negaramu negara besar, 260 juta penduduk adalah negara besar. Tetapi beragam, 714 suku yang ada di Indonesia sangat besar sekali. Di Afghanistan hanya ada 7 suku,” ujar Jokowi di Sentul International Convention Center, Bogor, Jabar, Sabtu (24/2/2018). Pesan yang disampaikan Ghani kepada Jokowi, jika terjadi konflik, segera selesaikan. Kerukunan antar sesama rakyat harus dijaga. “Oleh sebab itu, dijaga yang namanya kerukunan antar tetangga, dijaga kerukunan persaudaraan antar kampung, dijaga persaudaraan antar suku. Dan pesan yang paling tegas, kalau ada pertikaian antar tetangga, segera selesaikan, ada ada pertikaian antar kampung segera selesaikan. Kalau ada perang antar suku, cepat-cepat selesaikan jangan sampai seperti di Afghanistan,” paparnya. Jokowi juga menceritakan kunjungan kerjanya ke Afghanistan. Ia sempat meminta naik mobil panser menuju Istana Kepresidenan Afghanistan, tetapi ditolak. Selain itu, Indonesia juga diminta membantu menyelesaikan konflik di Afghanistan. “Empat puluh tahun sampai sekarang belum selesai-selesai. Presiden Ashraf Ghani meminta Indonesia memediasi terhadap kelompok yang bertikai. Jadi kita ke sana dalam rangka ikut mendamaikan,” ujarnya. Jokowi juga cerita bahwa ia mendapat jaminan keamanan dari Presiden Afghanistan. Sebab, saat itu Afghanistan baru saja dilanda teror bom. “Ada yang bertanya ke saya ‘Pak Jokowi ke Afghanistan takut nggak?’. Saya sampaikan apa adanya, tidak. Saya sudah memasrahkan kepada Allah dan hidup, mati itu sudah ada yang menentukan,” bebernya. (dkp/nkn)

Presiden Jokowi mendapat titipan pesan dari Presiden Afghanistan Ashraf Ghani untuk menjaga persatuan di Indonesia. Sebab, RI merupakan bangsa yang majemuk. “Apa yang disampaikan Presiden Ashraf Ghani? Hati-hati Presiden Jokowi, negaramu negara besar, 260 juta penduduk adalah negara besar. Tetapi beragam, 714 suku yang ada di Indonesia sangat besar sekali. Di Afghanistan hanya ada 7 suku,” ujar Jokowi di Sentul International Convention Center, Bogor, Jabar, Sabtu (24/2/2018). Pesan yang disampaikan Ghani kepada Jokowi, jika terjadi konflik, segera selesaikan. Kerukunan antar sesama rakyat harus dijaga. “Oleh sebab itu, dijaga yang namanya kerukunan antar tetangga, dijaga kerukunan persaudaraan antar kampung, dijaga persaudaraan antar suku. Dan pesan yang paling tegas, kalau ada pertikaian antar tetangga, segera selesaikan, ada ada pertikaian antar kampung segera selesaikan. Kalau ada perang antar suku, cepat-cepat selesaikan jangan sampai seperti di Afghanistan,” paparnya. Jokowi juga menceritakan kunjungan kerjanya ke Afghanistan. Ia sempat meminta naik mobil panser menuju Istana Kepresidenan Afghanistan, tetapi ditolak. Selain itu, Indonesia juga diminta membantu menyelesaikan konflik di Afghanistan. “Empat puluh tahun sampai sekarang belum selesai-selesai. Presiden Ashraf Ghani meminta Indonesia memediasi terhadap kelompok yang bertikai. Jadi kita ke sana dalam rangka ikut mendamaikan,” ujarnya. Jokowi juga cerita bahwa ia mendapat jaminan keamanan dari Presiden Afghanistan. Sebab, saat itu Afghanistan baru saja dilanda teror bom. “Ada yang bertanya ke saya ‘Pak Jokowi ke Afghanistan takut nggak?’. Saya sampaikan apa adanya, tidak. Saya sudah memasrahkan kepada Allah dan hidup, mati itu sudah ada yang menentukan,” bebernya.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Presiden Jokowi mendapat titipan pesan dari Presiden Afghanistan Ashraf Ghani untuk menjaga persatuan di Indonesia. Sebab, RI merupakan bangsa yang majemuk. “Apa yang disampaikan Presiden Ashraf Ghani? Hati-hati Presiden Jokowi, negaramu negara besar, 260 juta penduduk adalah negara besar. Tetapi beragam, 714 suku yang ada di Indonesia sangat besar sekali. Di Afghanistan hanya ada 7 suku,” ujar Jokowi di Sentul International Convention Center, Bogor, Jabar, Sabtu (24/2/2018). Pesan yang disampaikan Ghani kepada Jokowi, jika terjadi konflik, segera selesaikan. Kerukunan antar sesama rakyat harus dijaga. “Oleh sebab itu, dijaga yang namanya kerukunan antar tetangga, dijaga kerukunan persaudaraan antar kampung, dijaga persaudaraan antar suku. Dan pesan yang paling tegas, kalau ada pertikaian antar tetangga, segera selesaikan, ada ada pertikaian antar kampung segera selesaikan. Kalau ada perang antar suku, cepat-cepat selesaikan jangan sampai seperti di Afghanistan,” paparnya. Jokowi juga menceritakan kunjungan kerjanya ke Afghanistan. Ia sempat meminta naik mobil panser menuju Istana Kepresidenan Afghanistan, tetapi ditolak. Selain itu, Indonesia juga diminta membantu menyelesaikan konflik di Afghanistan. “Empat puluh tahun sampai sekarang belum selesai-selesai. Presiden Ashraf Ghani meminta Indonesia memediasi terhadap kelompok yang bertikai. Jadi kita ke sana dalam rangka ikut mendamaikan,” ujarnya. Jokowi juga cerita bahwa ia mendapat jaminan keamanan dari Presiden Afghanistan. Sebab, saat itu Afghanistan baru saja dilanda teror bom. “Ada yang bertanya ke saya ‘Pak Jokowi ke Afghanistan takut nggak?’. Saya sampaikan apa adanya, tidak. Saya sudah memasrahkan kepada Allah dan hidup, mati itu sudah ada yang menentukan,” bebernya.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Presiden Jokowi berpesan silaturahmi antara ulama dengan umara (pemerintah) harus selalu dijaga. Menurutnya, ulama berperan besar di bangsa ini. “Marilah kita jaga ukhuwah islamiyah kita, ukhuwah wataniah kita, ukhuwah basariah kita. Silaturahmi antara ulama dan umara (pemimpin pemerintahan-red) harus selalu kita tingkatkan karena selain ilmu agama yang memandu kita dalam bekerja,” ujar Jokowi. Hal ini disampaikan saat memberikan pidato di acara Festival Sholawat Nusantara Piala Presiden di Sentul International Convention Center, Bogor, Jabar, Sabtu (24/2/2018). “Bagi kita pemerintah, ulama penyalur suara masyarakat, penyalur suara rakyat, penyalur suara umat, dan sebagai umara saya juga berkepentingan memperoleh saran, wejangan, dan tausiah dari para ulama yang hadir pada acara malam ini,” tambahnya. Jokowi juga menitipkan pesan kepada masyarakat supaya menjaga persatuan di tahun politik. Terutama saat Pilkada 2018 berjalan. “Silakan dipilih pemimpin yang paling baik. Berbeda pilihan boleh-boleh saja, silakan. Tetapi setelah pilihan, beda pilihan nggak apa-apa antar tetangga, beda pilihan nggak apa-apa antar keluarga, setelah itu marilah kita rukun kembali, bersatu kembali sebagai saudara sebangsa dan setanah air,” kata Jokowi. Untuk menjaga persatuan, Jokowi mengimbau agar tak ada lagi saling memusuhi. Jokowi juga mengajak supaya tak ada lagi upaya saling fitnah satu dengan lainnya. “Jangan lagi kita berburuk sangka terhadap saudara kita, jangan lagi kita saling menjelek-jelekkan saudara kita, jangan lagi kita mencemooh di antara kita sebagai bangsa. Jangan lagi kita berprasangka buruk, suuzan satu sama lain. Jangan lagi kita saling mencela dan memfitnah di antara kita. Setuju nggak?” paparnya.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Maulana Al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya unjuk kebolehan memainkan piano di depan Presiden Jokowi. Ia membawakan lagu Padang Bulan. Lagu ini dinyanyikan di Sentul International Convention Center, Bogor, Jabar, Sabtu (24/2/2018) saat Festival Sholawat Nusantara Piala Presiden. Lagu ini merupakan ciptaan Habib Luthfi yang dinyanyikan oleh Sharla Martiza. Sementara itu, Addie MS bertindak sebagai dirijen. Para peserta ikut menyanyikan lagu ini. Sebelumnya, penyanyi Haddad Alwi dan Sulis juga mendapat kesempatan bernyanyi pada Festival Sholawat Nusantara Piala Presiden. Mereka membawakan lagu Cinta Rasul. Di tengah lagu, Haddad mengajak peserta untuk mengangkat tangannya. Para peserta, termasuk Jokowi, mengangkat tangannya. “Siapa yang cinta Rasulullah, angkat tangannya, sama-sama” kata Haddad.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dan kedua anaknya, Puan Maharani dan Prananda Prabowo, berpenampilan berbeda saat pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III PDIP di Bali. Ketiganya memakai baju berwarna hitam saat para peserta Rakernas lainnya memakai baju merah. Kenapa? “Hitam kan kerja keras. Itu kan diferensiasi juga, tapi hitam itu kan semangat bekerja keras. Juga menunjukkan pantang menyerah. Kami 2 dresscode , yang pertama merah dan yang kedua hitam. Ini adalah dresscode dari PDIP,” kata Sekjen PDIP Hasto Kriatiyanto di Prime Plaza Hotel, Denpasar, Bali, Sabtu (24/2/2018). Hasto membantah jika penampilan berbeda itu dikatakan untuk menunjukkan keturunan Sukarno. Menurutnya, ada juga kader lain yang hadir menggunakan baju berwarna hitam. “Oh nggak, kan yang lain pakai hitam juga ada,” ujarnya. Sebelumnya, dalam pembukaan Rakernas III PDIP, di Hotel Grand Inna Bali Beach, Denpasar, Bali, Jumat (23/2) lalu, Megawati mengumumkan dukungan terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai capres di Pilpres 2019. Saat pembukaan itu pula ada foto bersama antara Jokowi, Megawati, Puan, dan Prananda di depan para peserta rakernas. Terlihat para peserta menggunakan baju berwarna merah mendominasi ruangan, termasuk Jokowi. Namun Megawati, Puan, dan Prananda menggunakan baju serba hitam.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Sekjen Forum Umat Islam (FUI) Al-Khaththath menyerukan massa berkumpul untuk menolak sidang peninjauan kembali (PK) Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Diperkirakan, 5.000 massa akan hadir. “Saya dengar-dengar 5.000 (massa akan hadir),” ungkap Al-Khaththath di Gedung Joang ’45, Jl Menteng Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (24/2/2018). Demo itu rencananya dilakukan pada Senin (26/2), bersamaan dengan sidang PK Ahok, yang digelar di Pengadilan Tinggi Jakarta Utara (PN Jakut). Pengerahan massa itu, disebut Al Khaththath, diinisiasi oleh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama dan Persaudaraan Alumni (PA) 212. “Tolong diinfokan kepada umat, masyarakat, bahwa GNPF ulama dan Persaudaraan Alumni 212 mengundang seluruh masyarakat Indonesia, khususnya Jakarta, baik muslim maupun nonmuslim, untuk mengawal sidang dalam rangka menolak PK Ahok. Kita support hakim untuk menolak PK Ahok,” seru Al Khaththath sebelumnya.. Rencananya, lanjut Al Khaththath, massa akan berkumpul di ruas Jalan Gajah Mada. “Jadi tolong semua disampaikan ke saudara-saudara, kita hadir memenuhi Jalan Gajah Mada,” kata dia. Pihak Ahok mendaftarkan PK pada 2 Februari 2018. PK diajukan dengan membandingkan putusan Buni Yani. Sidang PK Ahok akan dipimpin 3 hakim, yakni Mulyadi, Salman Alfaris, dan Tugianto. Sedangkan pihak kejaksaan kemungkinan menunjuk jaksa Ali Mukartono, yang merupakan ketua tim jaksa penuntut umum (JPU) kasus Ahok dalam perkara penodaan agama.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Mediasi pertama antara Partai Idaman dan KPU gagal. Sekjen Partai Idaman Ramdansyah menyebut partainya akan membawa gugatan ke pengadilan. “Hasil mediasi tadi tentu saja sudah disampaikan bahwa kami berlanjut ke ajudikasi. Sangat ringkas karena setelah membaca pokok-pokok permohonan, kami menyatakan bahwa keputusan rapat Partai Idaman itu kami tetap pada sikap kami. Kemudian KPU juga tetap pada sikapnya, maka lanjut ke ajudikasi,” kata Ramdansyah di kantor Bawaslu, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (24/2/2018). Ramdansyah menjelaskan gugatan yang dilakukan partainya dilayangkan lantaran KPU telah melakukan pelanggaran kode etik dalam memverifikasi parpol. Partai Idaman, kata dia, diverifikasi sebelum ada putusan MK terhadap Pasal 173 ayat 1 dan 3 UU No 7/2017 tentang Pemilu. Ia menilai penerapan proses verifikasi dengan peraturan KPU (PKPU) yang berbeda tidak dapat diterima. Saat itu, ia menyebut Partai Idaman diverifikasi berdasarkan PKPU No 7 dan No 11 Tahun 2017. Sedangkan pasca-putusan MK, KPU merevisi PKPU tersebut dan membuat PKPU No 6/2018. “Artinya, perubahan substansi ini tentunya berbeda, sehingga kami menyatakan keberadaan kami ini sebenarnya harus ada dalam PKPU 6 Tahun 18. Tidak boleh kemudian diabaikan dan ditinggalkan begitu saja. Tiba-tiba muncul bagaikan roh hantu 17 Februari muncul Partai Idaman dinyatakan tidak lolos,” urainya. Partai Idaman adalah satu dari tujuh parpol yang kembali mengajukan gugatan setelah dinyatakan tidak lolos saat proses administrasi calon peserta Pemilu 2019. Keenam partai lain yang kembali mengajukan sengketa adalah Partai Bhinneka Indonesia, Partai Indonesia Kerja, Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia (PPPI), Partai Rakyat, Partai Republik, serta Partai Swara Rakyat Indonesia. Mereka mengajukan gugatan dengan objek sengketa Surat Keputusan KPU Nomor 58/ PL.01.1-Kpt/03/KPU/II/2018 tentang Penetapan Partai Politik Peserta Pemilu 2019. KPU sebelumnya memutuskan ketujuh partai ini dinyatakan tidak lolos dalam proses administrasi. Karena itu, parpol tersebut tidak berlanjut ke tahapan proses verifikasi dan dinyatakan tidak lolos menjadi peserta Pemilu 2019.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Seorang pria yang mengaku sebagai anggota TNI AD berpangkat letkol (inf) ditangkap di wilayah Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi. Dia ditangkap karena meresahkan warga. “Betul, itu TNI gadungan,” kata Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi saat dimintai konfirmasi detikcom lewat telepon, Sabtu (24/2/2018). Hasil interogasi sementara, tersangka datang ke wilayah tersebut untuk mencari pesugihan dan menemui ‘orang pintar’. Pria bernama Fredi FA ini ditangkap di sebuah kamar homestay di Kampung Balekambang RT 01 RW 09, Desa Ciwaru, Ciemas, Jumat (23/2) sekitar pukul 14.00 WIB. Penangkapan dilakukan oleh jajaran Polsek Ciemas, unit Intedim 0622/Kabupaten Sukabumi, dan Koramil 2215/Ciemas. AKBP Nasriadi mengatakan saat ini pelaku sudah dibawa ke Polsek Ciemas untuk diperiksa. Dari tangan pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti, termasuk sebuah pen gun , senjata berbentuk pulpen. Selain itu, polisi menyita barang bukti lain berupa 2 buah kartu tanda anggota (KTA) berpangkat letkol infanteri, 2 buah HP merek Oppo F1, 2 buah SIM A militer dan 1 buah SIM C militer, 3 buah KTP, 6 lembar foto Fredi berukuran 3R berpakaian dinas TNI AD, dan lainnya. “Tersangka kita tahan,” jelas AKBP Nasriadi.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Gempa bumi berkekuatan 5,3 skala Richter (SR) mengguncang wilayah Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut gempa ini tidak berpotensi tsunami. Informasi tersebut disampaikan BMKG dalam keterangan yang diterima detikcom , Sabtu (24/2/2018). Gempa 5,3 SR ini terjadi pada pukul 17.02. Pusat gempa berada di darat, 16 km barat daya Tapanuli Utara. Gempa tercatat berkedalaman 10 km. “Tidak berpotensi Tsunami,” tulis BMKG. Gempa dirasakan (MMI) II-3 atau lemah di wilayah Siborongborong. Belum ada informasi lebih lanjut dari BMKG soal dampak gempa ini. Salah seorang warga bernama Martha mengatakan gempa dirasakan keluarganya di wilayah Tarutung. “Tadi saya bertelepon ke orang tua saya di sana, mereka sempat panik berlarian ke luar rumah. Sekarang masih di luar, masih takut,” ujarnya saat dihubungi detikcom lewat telepon.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Dua pria tak dikenal melempar bus Mira nopol S 7312 US yang sedang sarat penumpang dengan batu. Akibat pelemparan ini, dua penumpang terluka di bagian kepala akibat terkena batu dan pecahan kaca bus. Insiden ini terjadi di By Pass Mojokerto, Lingkungan Sekarputih, Kelurahan Kedundung, Magersari, Kota Mojokerto. Lokasi pelemparan bus hanya berjarak sekitar 200 meter di sisi selatan pos polisi Sekarputih, serta di seberang Mapolsek Magersari. Kernet bus Dimas Setyo (21) mengatakan, saat kejadian bus melaju pelan dari arah Surabaya menuju Yogyakarta lantaran usai menaikkan penumpang. Selain itu, arus lalu lintas di jalur ini sedang padat. Sementara di dalam bus terdapat 90 orang penumpang. “Ada seorang pria berdiri di tepi jalan membawa batu besar, saat bus lewat, pria itu langsung melemparkan batu besar ke arah bus,” kata Dimas kepada detikcom di lokasi kejadian, Sabtu (24/2/2018). Aksi pelemparan ini, lanjut Dimas, terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Batu yang dilemparkan pria tak dikenal ini mengenai kaca depan sisi kiri bus tersebut hingga pecah. Akibatnya, kaca bus berlubang sekitar 80×80 cm persegi. Batu juga masuk ke dalam bus mengenai penumpang. Batu dan pecahan kaca bus melukai 2 penumpang yang sedang duduk di kap mesin sebelah kiri sopir. Kedua korban adalah Inna Khoriyati (21), warga Desa Keraswetan, Geneng, Ngawi dan Susi Ernawati (23), asal Desa Mabung, Baron, Nganjuk. korban Inna usai menjalani perawatan di Puskesmas Kedundung/Foto: Enggran Eko Budianto “Pelaku langsung kabur dibonceng temannya yang sudah menunggu di atas sepeda motor (Honda) Vario warna putih,” ujar Dimas. Dimas menjelaskan, pelaku pelemparan bus memakai kaus hitam dan celana jeans tiga perempat. Pelaku berambut gondrong. Sementara temannya memakai kaus dengan warna kombinasi kuning dan abu-abu, serta celana jeans tiga perempat. “Mereka kabur masuk perkampungan, sempat saya kejar bersama penumpang lainnya, tapi kalah cepat karena kami kejar sambil berlari,” cetusnya. Kedua korban luka menjalani perawatan di Puskesmas Kedundung. Inna mengalami luka memar di kening sebelah kiri akibat terkena batu yang dilempar pelaku. Sedangkan Susi terkena pecahan kaca di kening sebelah kanan sehingga harus mendapatkan 5 jahitan. “Orang itu (pelaku) berdiri sendirian di pinggir jalan bawa batu besar, kemudian melempar ke arah kaca kernet bus (kaca depan disi kiri),” terang korban pelemparan bus Inna di Puskesmas Kedundung. Inna mengaku masih syok pasca pelemparan ini. Dia tak mengira bus yang dia tumpangi bakal diserang orang tak dikenal. Apalagi sejak dari Surabaya, bus tak mengalami masalah apapun di jalan. Setelah batu mengenai kening kirinya, Inna tak lagi bisa melihat arah kaburnya pelaku. “Ciri-cirinya kayak orang berandalan, rambutnya acak-acakan. Kalau tak salah kausnya warna cokelat, celana jeans tiga perempat. Setelah itu saya tak tahu,” tandasnya. Hingga pukul 18.00 WIB, bus Mira tersebut masih berada di lokasi. Puluhan penumpang dipindahkan ke bus lain untuk melanjutkan perjalanan. Kedua korban pelemparan ini juga melanjutkan perjalanan dengan bus lain usai menjalani perawatan di Puskesmas Kedundung. Hanya saja, tak nampak seorang pun anggota polisi di lokasi pelemparan bus tersebut.

Related Posts

Comments are closed.