Cegah Difteri, Keluarga Sandiaga akan Imunisasi Difteri Besok

Cegah Difteri, Keluarga Sandiaga akan Imunisasi Difteri Besok

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno berencana mengikuti imunisasi difteri bersama seluruh anggota keluarga. Ia ingin memantik warga untuk ikut serta dalam imunisasi tersebut. “Saya baru saja mendapat kabar di rumah besok rencananya seluruh anggota keluarga akan disuntik imunisasi dan ini rencananya bisa memberikan motivasi kepada warga Jakarta untuk melakukan imunisasi,” kata Sandiaga di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (21/12/2017). Sandiaga mengaku terus memantau program imunisasi untuk mencegah difteri. “Difteri kami pantau terus,” sebutnya. Sandiaga menjamin pelayanan kesehatan di Jakarta akan lebih baik. Dia mendapatkan laporan hampir seluruh warga Jakarta sudah terjamin kesehatannya. “Bagi kami, akan menjadikan layanan kesehatan lebih baik ke depan. Juga kita sudah hampir mencapai universal health coverage . Hampir semua warga Jakarta sudah ter- cover jaminan kesehatan,” terangnya. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan sepanjang Oktober-November 2017, tercatat ada 11 provinsi yang melaporkan terjadinya KLB difteri di wilayah kabupaten/kota. Sebelas provinsi itu adalah Sumatera Barat, Jawa Tengah, Aceh, Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Riau, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Puluhan orang meninggal dunia akibat terserang penyakit itu. Masyarakat pun diimbau tidak takut disuntik imunisasi difteri untuk mencegah penularan.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno berencana mengikuti imunisasi difteri bersama seluruh anggota keluarga. Ia ingin memantik warga untuk ikut serta dalam imunisasi tersebut. “Saya baru saja mendapat kabar di rumah besok rencananya seluruh anggota keluarga akan disuntik imunisasi dan ini rencananya bisa memberikan motivasi kepada warga Jakarta untuk melakukan imunisasi,” kata Sandiaga di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (21/12/2017). Sandiaga mengaku terus memantau program imunisasi untuk mencegah difteri. “Difteri kami pantau terus,” sebutnya. Sandiaga menjamin pelayanan kesehatan di Jakarta akan lebih baik. Dia mendapatkan laporan hampir seluruh warga Jakarta sudah terjamin kesehatannya. “Bagi kami, akan menjadikan layanan kesehatan lebih baik ke depan. Juga kita sudah hampir mencapai universal health coverage . Hampir semua warga Jakarta sudah ter- cover jaminan kesehatan,” terangnya. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan sepanjang Oktober-November 2017, tercatat ada 11 provinsi yang melaporkan terjadinya KLB difteri di wilayah kabupaten/kota. Sebelas provinsi itu adalah Sumatera Barat, Jawa Tengah, Aceh, Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Riau, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Puluhan orang meninggal dunia akibat terserang penyakit itu. Masyarakat pun diimbau tidak takut disuntik imunisasi difteri untuk mencegah penularan.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mendapatkan suntik vaksin difteri. Sandiaga ingin terhindar dari difteri karena sering bertemu dengan banyak warga selama ini. Sandiaga melakukan suntik vaksin tersebut di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (15/12/2017) usai salat Jumat. Sebelum disuntik Sandiaga diperiksa tekanan darahnya terlebih dahulu. “Ini tensinya normal 110/80 (mmHg),” kata salah satu dokter, Anisa. Foto: “Kami harus memberi contoh sebagai pimpinan di sini untuk menggalakkan imunisasi difteri karena berkaitan dengan KLB,” kata Sandiaga. Fotografer: Muhammad Fida Ul Haq Sandiaga kemudian disuntik dengan vaksin TD yang diberikan pada orang dewasa. Vaksin tersebut biasanya diberikan pada petugas kesehatan yang sering terpapar dengan pasien difteri. “Kalau pasiennya itu di atas 19 tahun dengan vaksin TD. Kalau untuk anak-anak kurang 19 tahun vaksin DT, kalau DT itu kadar difetri lebih banyak. Kalau yang TD itu vaksin difterinya lebih rendah karena imun orang dewasa lebih baik ya,” terang Anisa. Sandiaga menyebut vaksin yang diberikan itu untuk menghindarkan dirinya dari kemungkinan terjangkit difteri. Dia mengatakan ingin memberi contoh pada warga Jakarta untuk ikut serta dalam vaksin difteri ini. “Sebagai pimpinan itu, to lead is to give examples. Kami harus memberi contoh sebagai pimpinan di sini untuk menggalakkan imunisasi difteri karena berkaitan dengan KLB. Walaupun saya di Jakarta Selatan, saya sering kali berinteraksi di Jakarta Barat,” tutur Sandiaga. Beberapa wilayah di Indonesia menjadi daerah KLB difteri. Pemerintah saat ini sedang melakukan pengadaan 3,5 vial vaksin difteri yang tersedia saat ini. Jumlah vaksin dinilai cukup banyak untuk masyarakat karena satu vial vaksin dapat diberikan kepada 8-10 orang. “(Persediaan vaksin) cukup banyak, jutaan vaksin. Karena satu vial itu kira-kira untuk 8 sampai 10 orang. (Pemerintah) ada sekitar 3,5 juta vial,” jelas Menteri Kesehatan Nila Moeloek setelah mendapat tanda kehormatan Bintang Bhayangkara Utama di Auditorium STIK/PTIK, Jl Tirtayasa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (13/12).

Jakarta – Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno berencana mengikuti imunisasi difteri bersama seluruh anggota keluarga. Ia ingin memantik warga untuk ikut serta dalam imunisasi tersebut. “Saya baru saja mendapat kabar di rumah besok rencananya seluruh anggota keluarga akan disuntik imunisasi dan ini rencananya bisa memberikan motivasi kepada warga Jakarta untuk melakukan imunisasi,” kata Sandiaga di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (21/12/2017). Sandiaga mengaku terus memantau program imunisasi untuk mencegah difteri. “Difteri kami pantau terus,” sebutnya. Sandiaga menjamin pelayanan kesehatan di Jakarta akan lebih baik. Dia mendapatkan laporan hampir seluruh warga Jakarta sudah terjamin kesehatannya. “Bagi kami, akan menjadikan layanan kesehatan lebih baik ke depan. Juga kita sudah hampir mencapai universal health coverage . Hampir semua warga Jakarta sudah ter- cover jaminan kesehatan,” terangnya. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan sepanjang Oktober-November 2017, tercatat ada 11 provinsi yang melaporkan terjadinya KLB difteri di wilayah kabupaten/kota. Sebelas provinsi itu adalah Sumatera Barat, Jawa Tengah, Aceh, Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Riau, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Puluhan orang meninggal dunia akibat terserang penyakit itu. Masyarakat pun diimbau tidak takut disuntik imunisasi difteri untuk mencegah penularan. (fdu/ams)

TEMPO.CO , Jakarta – Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Dirjen P2P) Kementerian Kesehatan, H.M. Subuh mengatakan pihaknya akan menggelar outbreak response immunization (ORI) di tiga provinsi terkait dengan kejadian luar biasa difteri , yang kini sedang meresahkan masyarakat. ORI merupakan imunisasi yang dilakukan tiga kali dengan rumus 016, yakni imunisasi pertama, lalu bulan depan dan enam bulan kemudian diimunisasi kembali. “Dari hasil penyelidikan epidimologi, ada tiga kriteria yang terkena difteri , yaitu 66 persen tidak imunisasi sama sekali, 31 persen tapi tidak lengkap imunisasinya, dan 3 persen imunisasi lengkap,” ujar Subuh. Baca: Dinas Kesehatan DKI Heran Difteri Juga Serang Orang Dewasa Artinya, menurut Subuh, kebanyakan orang yang terkena difteri adalah mereka yang tidak diimunisasi sama sekali. Adapun yang melakukan imunisasi lengkap, tapi tetap terjangkit, diakibatkan daya tahan tubuh menurun.

seperti di kutip dari https://metro.tempo.co

ORI akan digelar di tiga provinsi, yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Menurut Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Koesmedi Priharto, dinasnya akan berkoordinasi dengan semua pihak. “Semoga hari Senin, 11 Desember 2017, bisa mulai,” ucapnya. Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat dan Banten Yus Ruseno dan Rostina menyatakan akan berkoordinasi dengan gubernur masing-masing untuk menggelar ORI. “Berharap semua masyarakat ikut terlibat imunisasi difteri . Kepada awak media juga mohon diinformasikan karena kesuksesan imunisasi ini bukan dari kita, tapi semua masyarakat,” kata Yus. MOH. KHORY ALFARIZI | DA

Jakarta, CNN Indonesia — Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno ikut berpartisipasi dalam kampanye melawan wabah difteri dengan disuntik vaksin.   Sandiaga disuntik vaksin di Balai Kota, Jumat (15/12). Sebelum disuntik, dokter mengecek tekanan darah Sandiaga. “Ini tensinya normal 110/80 (mmHg),” kata dokter yang bertugas menangani Sandi untuk disuntik virus difteri. Setelah dipastikan tekanan darahnya normal, Sandi langsung disuntik dengan vaksin TD yang khusus diberikan pada orang dewasa.

seperti di kutip dari https://www.cnnindonesia.com

Vaksin TD juga merupakan vaksin yang biasa diberikan pada petugas kesehatan yang rentan terpapar dengan pasien difteri. Sandi mengatakan suntik itu atas keinginan sendiri. Dia ingin menghindari sebaran penyakit difteri yang bisa saja menyerang dirinya, sekaligus memberikan contoh agar warga Jakarta ikut serta dalam kampanye suntik vaksin difteri. “Sebagai pimpinan itu, to lead is to give examples . Kami harus memberi contoh sebagai pimpinan di sini untuk menggalakkan imunisasi difteri karena berkaitan dengan KLB (kejadian luar biasa),” kata Sandi.

seperti di kutip dari https://www.cnnindonesia.com

Kementerian Kesehatan diketahui telah menyiapkan sebanyak 3,5 juta vial (botol) vaksin difteri. Setiap vial cukup untuk digunakan 8-10 orang. Kemenkes juga telah menyusun program Outbreak Response Imunisasion (ORI) atau imunisasi massal sebagai langkah lain untuk mengatasi penyebaran wabah difteri. Program tersebut diprioritaskan berjalan di Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. Wabah difteri menjadi perhatian serius pemerintah karena dianggap sebagai kejadian luar biasa. Difteri sejauh ini telah menjangkiti sejumlah warga, terutama di Pulau Jawa. (gil)

Related Posts

Comments are closed.