Cabut Izin Hujan Uang di Kuningan, Polisi: Tak Sesuai Konsep Awal

Cabut Izin Hujan Uang di Kuningan, Polisi: Tak Sesuai Konsep Awal

Acara ‘hujan duit’ di depan Pasar Festival, Jakarta Selatan, dicabut polisi. Kegiatan ini dibubarkan karena tidak sesuai konsep awal. Kapolsek Setiabudi AKBP Irwan Zaini Adib menjelaskan, awalnya mereka mengeluarkan izin keramaian untuk kegiatan di depan Pasar Festival tersebut. Pihak penyelenggara menyebut kegiatan itu dalam rangka promosi aplikasi. Kapolsek Setiabudi AKBP Irwan Zaini Adib bicara soal pencabutan izin hujan uang di Kuningan Foto: Zhacky/detikcom Polisi pun kemudian mengeluarkan izin selama 3 hari sejak kemarin, Rabu (28/2) hingga besok Jumat (2/3). Namun menurut AKBP Irwan, kejadian di lapangan tidak sesuai dengan konsep awal yang mereka terima. “Karena di luar konsep awal yang disampaikan ke kita. Ya awalnya iklan biasa,” kata Irwan di depan Pasar Festival, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (1/3/2018). Izin kegiatan acara ini dicabut karena mengganggu ketertiban umum. Warga memadati lokasi ‘hujan uang’sehingga membuat lalu lintas di kawasan tersebut jadi macet.

Baca juga : dulu juga ada yang bikin hujan duit pakai pesawat

Jakarta – Promosi dengan cara hujan duit nyatanya pernah dilakukan oleh Motivator Marketing bernama Tung Desem Waringin. Pada 1 Juni 2008 lalu Tung Desem dengan menggunakan pesawat kecil pernah menebar uang receh dari langit. Duit yang disebar tersebut merupakan pecahan Rp 1.000 dengan total 100 juta sebagai langkah promosi bukunya berjudul Marketing Revolution. Motivator Marketing Tung Desem Waringin menjelaskan, dalam biaya marketing ada sebuah pengeluaran yang harus diukur, termasuk biaya publikasi. Hal tersebut dilakukan sebagai cara publikasi yang paling efektif dan murah. “Banyak yang ingin tahu, orang sebar-sebar duit, orang yang butuh branding atau ingin terkenal ini lho caranya, yaitu itu publisitas. Jadi kalaupun sama-sama uangnya dibuat dan dimasukkan untuk iklan dan tidak bermanfaat ya saya saja lah contoh hujan uang ini saja, langsung terkenal,” paparnya kepada detikFinance , Kamis (1/3/2018). Pada tahun 2008 lalu Tung Desem berusaha mempraktikkan tentang apa yang dirinya ajarkan ke dalam sebuah aksi yang menarik perhatian. Dirinya menjelaskan, dalam marketing, publikasi merupakan sebuah cara yang paling murah untuk dilakukan. Namun jika hanya sekadar publikasi hal tersebut tidak cukup dilakukan jika tidak ada penawaran yang menarik. “Misalnya, buku yang saya launching tadi bukan hanya untuk branding tapi ada penawarannya. Jadi pada waktu saya launching buku tadi saya tambahin hadiah voucher seminar 3 hari di 10 kota kemudian dikasih 5 CD audio nah buku itu mengalahkan Harry Potter. Dapat rekor muri dalam 1 hari berhasil terjual 38.878 buku, terkenal tidak kalau tidak ada penawaran,” jelasnya. VIDEO Dirinya menjelaskan, kunci marketing itu bukan hanya soal branding. Namun juga penawaran menarik yang tidak bisa ditolak oleh masyarakat. “Branding kalau anda lihat baliho-baliho ya yang branding-branding tapi tidak ada penawarannya, waktu selesai branding begitu masuk ke koran nggak karu-karuan. Kalau dulu setelah saya melakukan aksi itu (hujan uang) saya baru buat ikan ‘awas ada hujan uang kedua’ dan banyak yang baca, jadi harus lihat permintaan baru ada penawaran,” paparnya. Sebagai informasi, peristiwa hujan duit di Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, kemarin masih ramai menjadi perbincangan. Fenomena tersebut nyatanya merupakan sebuah kegiatan dalam rangka promosi. (dna/dna)


Baca juga : dokumen digital amp saksi ahli jadi senjata kpk lawan setnov cxgn

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan melengkapi dokumen terkait sidang praperadilan yang diajukan Setya Novanto (Setnov), Senin (25/9/2017). Mereka akan memberikan bukti dalam format digital. Dalam sidang praperadilan yang beragendakan pengumpulan dokumen bukti dari kedua belah pihak ini, KPK menyerahkan 193 dokumen yang terdiri dari akta perjanjian, surat tentang pembayaran, termin-termin pembayaran, dan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) saksi-saksi. “Siang sampai sore fokus di [penyerahan] dokumen dan surat. Tadi pagi, setelah kami cek ada alat dan bukti elektronik juga, ada komunikasi antara berbagai pihak dengan pemohon (Setnov). Ada foto dari HP, email, yang sudah kami kumpulkan dalam CD,” kata Kepala Biro Hukum KPK Setiadi kepada sejumlah wartawan. Bukti tambahan ini akan mereka berikan pada sidang lanjutan yang akan digelar kembali di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan pada dua hari ke depan, Rabu (27/9). Setiadi menegaskan, KPK tidak semata menekankan pada banyaknya bukti-bukti, tetapi juga kualitas dari tiap-tiap dokumen. Selain dokumen digital, KPK juga akan mendatangkan saksi ahli untuk memperkuat argumen terkait dengan proses penetapan Setnov sebagai tersangka, aspek yang dianggap ilegal oleh kuasa hukum Setnov. “Dari kami rencananya tiga atau empat orang ahli pidana dan hukum acara pidana,” ujar Setiadi. Namun, demi menyiapkan strategi pengadilan, mereka masih merahasiakan siapa ahli yang dimaksud. Jalannya Sidang Praperadilan Sidang praperadilan atas tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi e-KTP tahun 2011-2012 Setnov dimulai terlambat, yang sedianya digelar pukul 09.00 WIB menjadi 10.30 WIB. Sidang ini dipimpin hakim tunggal Cepi Iskandar. Tim kuasa hukum Ketua DPR Setya Novanto membeberkan mekanisme dalam memperoleh dokumen bukti-bukti kesalahan KPK dalam menetapkan Setnov sebagai tersangka, termasuk bukti P06, yakni Laporan Hasil Pemeriksaan Kinerja Atas Fungsi Penindakan Tindak Pidana Korupsi pada KPK Nomor 115/HP/XIV/12/2013 tanggal 23 Desember 2013 yang kemudian disebut LHP KPK 115. Dalam bukti itu tertulis semua kewenangan KPK seperti standar prosedur dalam mengusut kasus korupsi, dari mulai tahap penyelidikan sampai penetapan tersangka tidak sesuai dengan SOP KPK. Ketut Mulya Arsana, salah satu pengacara Setnov, mengatakan bahwa pihaknya memperoleh dokumen itu melalui prosedur resmi seperti yang ditetapkan dalam UU No 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP). Pasalnya, laporan kinerja KPK dari tahun 2009-2011 itu sudah merupakan domain publik. “Mengacu kepada UU 14/2008 tentang KIP, Kami datang ke BPK untuk minta informasi. Tujuan penggunaan informasi jelas kami sebutkan sebagai alat bukti perkara pidana. Tanggal pengeluaran informasi 19 September 2017. Setelah melalui proses, kami diberikan soft copy ,” kata Ketut kepada wartawan. Namun, Ketut mengatakan bahwa dokumen yang diberikan kepada pihaknya itu masih berupa draf, atau konsep yang menurut KPK tidak bisa dijadikan bukti persidangan. Tetapi, Ketut bersikukuh bahwa dokumen berupa draf itu tetap bisa digunakan. “Di [soft copy] yang kami dapat di Flashdisk dari BPK itu memang masih konsep. Kami mengakui itu. Tapi itu tetap sah karena di dokumen itu sudah ditanda tangani. Konsep itu sebetulnya sudah final karena sudah dipublikasikan ke masyarakat. Oleh karena itu kami tetap tidak akan mengubahnya,” ungkap Ketut. Sementara itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengatakan bahwa dokumen itu ilegal sehingga tidak bisa dipakai dalam proses pengadilan. Menurut KPK, proses mendapatkan dokumen tetap mencurigakan. “Permasalahannya dalam hal mendapatkannya. [Dokumen] itu kan didapatkan tanggal 12 September (versi pengacara Setnov 19 September). Sementara sidang kan sudah dimulai seminggu sebelumnya, ketika kami mengajukan penundaan. Dan tanggal 20 September mulai pembacaan pemohon. Jadi rekan-rekan bisa menyimpulkan sendiri,” kata Setiadi. Setelah dokumen diterima, hakim Cepi kembali menanyakan beberapa hal ke pihak KPK dan pengacara Setnov. Ketika hakim bertanya apakah ada bukti tambahan dari kedua belah pihak, baik KPK dan pengacara Setnov sama-sama mengiyakan. Hal yang sama juga terjadi ketika hakim bertanya soal saksi. “Rencana empat orang. Malam ini kami pastikan. Bisa hadir besok,” kata Ketut. Besok memang giliran pihak Setnov yang mendatangkan saksi ahli. Baru sehari setelahnya giliran pihak KPK. “Kalau bisa besok kita on time jam 9. Dengan ini sidang ditunda,” kata hakim Cepi, diikuti oleh ketukan palu tiga kali.


Baca juga : ini penampakan pencakar langit tertinggi pertamina energy tower

Jika tak ada aral melintang, kemegahan menara kembar Petronas yang selama ini menjadi pencakar langit tertinggi di ASEAN bakal segera meredup. Munculnya ide pembangunan menara Pertamina Energy Tower menjadi pemicunya. Menggandeng konsultan arsitektur ternama dunia, Skidmore, Owing & Merrill (SOM) LLP, Pertamina bakal mewujudkan sebuah gedung pencakar langit dengan tinggi 530 meter. Ketinggian yang cukup untuk menumbangkan dominasi Petronas. Berlokasi di kawasan Kuningan, Jakarta, Pertamina Energy Tower akan menjadi markas baru bagi perusahaan minyak terbesar milik pemerintah tersebut. Lebih dari 23 ribu pegawai Pertamina dan anak usahanya akan boyongan ke gedung terbaru tersebut. Berikut adalah penampakan dari Pertamina Energy Tower yang digadang menjadi gedung pencakar langit tertinggi ketiga dunia: 1. Pertamina Energy dibangun setinggi 530 meter. Gedung ini akan menjadi yang tertinggi di Indonesia dan tertinggi ke-3 di dunia. 2. Pembangunan Pertamina Energy Tower menggandeng arsitek pembuat gedung tertinggi dunia Burj al Khalifa, Skidmore, Owing & Merrill (SOM) LLP. 3. Tak hanya tinggi dan megah, Pertamina Energy juga digadang menjadi green building dengan sertifikat berlevel platinum. 4. Sekilas, rupa gedung Pertamina Energy seolah berupa menara kembar dengan garis pembelah dua bangunan. Petronas sendiri dibangun dengan konsep menara kembar yang terhubungkan oleh jembatan di lantai teratasnya. 5. Pertamina akan membangun gedung penunjang dengan dana Rp 200 miliar. 6. Pembangunan menara inti Pertamina Energy akan melalui proses lelang internasional ( international bidding). 7. Sebagai markas baru, Pertamina akan menyerahkan gedung lama kepada pemerintah. Kemungkinan kantor pusat Pertamina yang lama akan digunakan Kementerian ESDM. (Pew/Shd) Baca Juga: 1. Pertamina Energi Tower Kalahkan Tinggi Menara Kembar Petronas 2. Karen Ingin Pertamina Energy Tower Jadi Ikon Jakarta 3. Pertamina Sewa Konsultan Langganan Gedung Gedung Tertinggi Dunia 4. Apa Saja Keistimewaan Menara Tertinggi Pertamina Tower 5. Kantor Pusat Pertamina Pindah ke Pertamina Energy Tower 6. Dana Awal Bangun Menara Tertinggi, Pertamina Rogoh Rp 200 Miliar

Lalu lintas Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, tersendat. Sebabnya, warga berkumpul menunggu aksi ‘hujan duit’ (seperti yang terjadi pada Rabu kemarin) di depan pintu masuk Pasar Festival. Padahal polisi sudah menarik izin keramaian aksi hujan duit tersebut. Pantauan di Pasar Festival, Jalan HT Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (1/3/2018), sekitar pukul 13.00 WIB, puluhan warga tampak berkumpul di trotoar. Ada juga motor ojek online yang diparkir di pinggir jalur lambat depan Pasar Festival. Lalu lintas di depan sepanjang Pasar Festival tersendat. Baik mobil maupun motor kesulitan melintasi jalan tersebut karena banyak motor yang diparkir di pinggir jalan. Menurut salah satu pengendara ojek online yang kerap mangkal di Pasar Festival, ‘hujan duit’ akan kembali terjadi hari ini. Informasi yang mereka terima menyebutkan ‘hujan duit’ akan digelar pada pukul 12.30 WIB, hari ini. “Ya kan kemarin ada tuh ‘hujan duit’, mungkin warga dengar jadi pada ke sini. Kemarin tuh ada yang bilang 3 hari sampe besok, jam setengah 1,” kata salah satu pengemudi ojek online yang enggan disebutkan identitasnya di lokasi. Namun, hingga pukul 13.00 WIB, ‘hujan duit’ tidak juga terjadi. Saran si pengemudi ojek online , seharusnya panitia memberi tahu warga ada-tidaknya ‘hujan duit’. “Kalau begini kan kasihan warga, panas-panasan. Harusnya panitia ngasih tahu nih, nggak jadi ‘hujan duitnya’,” terang si pengemudi ojek online . Hujan duit di depan Pasar Festival pertama kali terjadi kemarin. Menurut Kapolsek Setiabudi AKBP Irwan Zaini Adib, hujan duit di Pasar Festival dalam rangka promosi. “Info sementara, dalam rangka promosi aplikasi kuis di internet,” jelas Irwan saat dimintai konfirmasi kemarin.

Irjen Heru Winarko resmi menjabat Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) menggantikan Komjen Budi Waseso (Buwas). Pengangkatan Heru, yang berasal dari luar BNN, turut ditanggapi Buwas. Buwas mengatakan ada kemiripan antara pengangkatan dirinya dan Heru, yakni soal penugasan di bidang narkotika. Keduanya sama-sama belum memenuhi syarat 2 tahun bertugas di bidang tersebut. “Seperti halnya saya pada saat itu adalah Kabareskrim, lalu ditunjuk jadi Kepala BNN, memenuhi persyaratan sebenarnya tidak karena UU mengatur pejabat BNN persyaratan mutlak adalah 2 tahun berturut-turut bertugas di bidang narkotika, 5 tahun sebagai penyidik,” kata Buwas di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (1/3/2018). Buwas mengatakan persyaratan tentang masa tugas itu tak jadi persoalan. Asalkan selama menjabat Kepala BNN memiliki komitmen penuh memberantas peredaran narkoba di Indonesia. “Kalau nanti mau benar-benar mengetahui permasalahan narkotika, sepanjang dia punya komitmen yang kuat bisa, itu bisa, karena masalah narkotika tidak mudah. Saya selama 2,5 tahun mengabdi di BNN dan pekerjaan itu pekerjaan yang sangat sulit. Selama saya menjadi polisi, dari letnan 2 sampai hari ini Komjen dan hari ini saya sudah menyelesaikan pengabdian saya ke BNN,” ujar Buwas. Heru Winarko resmi dilantik Presiden Joko Widodo sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN). Pengangkatan tersebut dilandasi Keputusan Presiden RI Nomor 14 Tahun 2018 tentang pemberhentian dan pengangkatan Kepala BNN. Sebelumnya, Heru menjabat Deputi Penindakan KPK sejak 2015.

Rahmat Apandi (30) tidak mempelajari secara khusus seni ‘Rock Balancing’ atau menyusun batu di Sungai Cidahu, Kampung Pasirdoton, Desa Jayabakti, Kecamatan Cidahu, Sukabumi, Jabar. Ada pesan yang sengaja dia sembunyikan di balik 99 tumpukan batu di tempat tersebut, apa itu? “Sungai ini adalah jalur dia mencari rongsokan sampah, dia kumpulkan, dimasukkan ke karung kemudian dia jual. Disela-sela mengumpulkan sampah plastik dia menyusun batu, dia buat sebagai penanda sekaligus sampah yang tersangkut akan dia bersihkan. Yang bernilai dia ambil, yang tidak bernilai dia tumpuk di pinggir, kemudian dibakar,” ujar Indra, di Sungai Cidahu, Kamis (1/3/2018). Foto: Syahdan Alamsyah Indra, paman Rahmat menyebut jika keponakannya itu tidak mempelajari secara khusus cara menyusun tumpukan batu itu. Rahmat bahkan tidak mengetahui soal Youtube, keramaian di medsos tentang susunan batu buatannya Rahmat dengar dari warga yang sempat geger dengan kemunculan tumpukan batu buatannya. “Ketika tumpukan batunya ramai di medsos Rahmat enggak tahu, dia baru tahu ketika warga sini juga ramai mencari. Saat itu Rahmat sempat berbisik ke ibu saya, kata dia batu-batu itu buatan dia. Tapi enggak ada yang percaya termasuk saya,” lanjutnya. Detikcom mencoba menanyai Rahmat soal tumpukan batu-batu buatannya, meski irit menjawab Rahmat akhirnya mau bercerita. Kalimat awalnya dia berharap agar batu-batu itu tidak dirusak kembali. “Jangan dirusak, biar rusak sendiri aja. Tapi kalau memang meresahkan mah gimana aja maunya,” ujarnya. Rahmat mengaku kaget, ketika tumpukan batu buatannya menjadi ramai. Terlebih setelah warga dan kepolisian memanggilanya. “Ini juga saya kaget jadi ramai begini,” singkatnya. Dia mengaku sejak kecil memang menyenangi suasana sungai, banyaknya sampah membuat Rahmat yang kesehariannya memulung mengaku banyak mendapatkan sampah untuk dia kumpulkan di sungai. “Saya mulung aja, yang kira-kira bisa dijual saya ambil dan kebanyakan sampahnya nyelip di batu-batu. Saya enggak suka sungai kotor makanya saya bersihkan, saya memang sudah dari kecil senang diam di sungai. Menumpuk batu begini enggak belajar dari siapa-siapa, sudah dari kecil jadi gampang,” bebernya.

Sasaran prioritas Operasi Keselamatan Jaya lebih menekankan pada pelanggaran lalu lintas yang berpotensi menimbulkan kecelakaan. Merokok jadi salah satu sasaran operasi karena dinilai dapat mengurangi konsentrasi saat berkendara. “Sasaran operasi kan melawan arus, berboncengan lebih dari dua orang (di motor), tidak cukup umur, menggunakan HP, termasuk merokok dan mendengarkan musik juga,” kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto kepada detikcom , Kamis (1/3/2018). Budiyanto mengatakan merokok dan mendengarkan musik (pakai headset ) sambil berkendara berpotensi mengurangi konsentrasi dalam berkendara. Kurangnya konsentrasi pengemudi dalam berkendara ini menjadi salah satu faktor kecelakaan yang sering dijumpai polisi. “Hilang konsentrasi saat berkendara itu tidak hanya dalam kondisi mabuk, tetapi juga merokok dan mendengarkan musik pakai headset juga bisa mengurangi konsentrasi berkendara,” tuturnya. Di samping itu, merokok tidak baik untuk kesehatan, baik perokok pasif maupun aktif. Pengendara lain di jalan mungkin tidak nyaman ketika terkena asap rokok di jalan. Budiyanto mengatakan merokok menjadi salah satu pelanggaran dalam berlalu lintas sesuai dengan Pasal 106 ayat (1) UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pelanggaran atas pasal tersebut bisa dipidana 3 bulan penjara atau denda maksimal Rp 750 ribu.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini resmi melantik Irjen Heru Winarko sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN). Apa alasannya menunjuk mantan Deputi Penindakan KPK itu? “Kita ingin nantinya agar BNN memiliki standar-standar yang baik seperti yang Pak Heru sudah terapkan di KPK. Ada standar-standar yang dibawa dari KPK ke BNN,” kata Jokowi kepada wartawan di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (1/3/2018). Jokowi mengatakan dirinya ingin Irjen Heru membenahi tata kelola organisasi di BNN. Satu hal yang terpenting dibenahi adalah standar integritas di BNN. “Dan yang terpenting sisi integritas karena di situ peredaran narkoba duit yang gede sekali, omzet gede, gampang menggoda orang berbuat tidak baik,” ujar Jokowi. Pelantikan Irjen Heru berlangsung di Istana Negara, Kamis (1/3/2018) pukul 09.00 WIB. Turut hadir sejumlah menteri Kabinet Kerja Jokowi dan pejabat negara, di antaranya Ketua KPK Agus Rahardjo, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala BIN Jenderal Budi Gunawan, Ketua DPR Bambang Soesatyo, Wakil Ketua DPR Fadli Zon, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Ketua DPD Oesman Sapta Odang, dan mantan Kepala BNN Komjen Budi Waseso. Pengambilan sumpah dilakukan langsung oleh Jokowi. “Demi Allah saya bersumpah akan setia dan taat kepada UUD RI 1945 serta akan menjalankan peraturan perundang-undangan dengan sebaik-baiknya serta akan menjalan peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara,” ucap Heru. [Gambas:Video 20detik]

Terpidana terorisme Abu Bakar Ba’asyir (ABB), disarankan untuk mengajukan grasi ke Presiden Joko Widodo (Jokowi). Namun, ada juga sebagian pihak yang menyarankan supaya Ba’asyir diberikan pengampunan atau amnesti. Langkah-langkah seperti grasi, amnesti, dan abolisi merupakan langkah hukum baik yang diajukan atau tidak. Untuk itu mari kita mengenal istilah-istilah grasi, amnesti, dan abolisi. 1. Grasi Menurut pasal 1 angka 1 UU No. 22 Tahun 2002 tentang Grasi, grasi adalah pengampunan berupa perubahan, peringanan, pengurangan, atau penghapusan pelaksanaan pidana kepada terpidana yang diberikan oleh Presiden. Sedangkan untuk rehabilitasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 ayat (1) UUD 1945, dilakukan pemulihan dalam kemampuan, kedudukan dan harkat serta martabatnya, dan dikembalikan kepada kedudukannya. Dengan kata lain, seseorang yang mendapatkan grasi dari presiden ialah orang yang bersalah namun memohon pengampunan kepada kepala negara. Tindak pidana atau kesahalahan orang itu tidak hilang tetapi pelaksanaan pidana seperti hukuman penjaranya saja yang diampuni. Grasi haruslah dimohonkan seseorang atau terpidana kepada presiden. 2. Amnesti Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, amnesti merupakan pengampunan atau penghapusan hukuman yang diberikan kepala negara kepada seseorang atau sekelompok orang yang telah melakukan tindak pidana tertentu. Sedangkan dalam UU Darurat No 11/1954 tentang Amnesti dan Abolisi, menyebutkan bahwa akibat dari pemberian amnesti adalah semua akibat hukum pidana terhadap orang-orang yang diberikan amnesti dihapuskan. Amnesti juga bisa diberikan presiden kepada seseorang tanpa harus pengajuan terlebih dahulu. 3. Abolisi Dalam UU Darurat No 11/1954 tentang Amnesti dan Abolisi, memberikan arti bahwa abolisi merupakan penghapusan proses hukum seseorang yang sedang berjalan. Dalam UU tersebut, dikatakan untuk pemberian abolisi, penuntutan terhadap orang-orang yang diberikan abolisi ditiadakan. Dalam pemberian Anesti dan abolisi, presiden juga harus memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Rakyat (Pasal 14 ayat [2] UUD 1945). Pemberian abolisi dan amnesti juga pernah diatur dalam UUD Sementara RI Tahun 1950. Amnesti dan abolisi hanya dapat diberikan dengan undang-undang ataupun atas kuasa undang-undang, oleh Presiden sesudah meminta nasehat dari Mahkamah Agung.

Eks Pabrik Gula (PG) Colomadu mulai dikenalkan dengan nama baru De Tjolomadoe. Tak lagi memproduksi gula, De Tjolomadoe disiapkan menjadi pusat hiburan sekaligus pendidikan (edutainment) bertaraf internasional. Bangunan cagar budaya yang didirikan Sri Mangkunegoro IV pada 1861 ini mulai direvitalisasi sejak tahun 2017 lalu. Saat ini pembangunan tahap I sudah hampir selesai. Pembangunan tahap I ini meliputi pembenahan kawasan seluas 6,4 hektare. Fokus utamanya ialah merevitalisasi bangunan PG Colomadu yang luasnya 1,3 hektare. (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom) De Tjolomadoe kini dikelola oleh PT Sinergi Colomadu yang merupakan konsorsium bebeapa BUMN, antara lain PT Pembangunan Perumahan (PP), PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IX, PT Taman Wisata Candi (TWC) Prambanan, Borobudur dan Ratu Boko, serta PT Jasa Marga Properti. “Konsepnya edutainment. Nanti ada concert hall berkapasitas 3.000 orang. Ada museum yang menjelaskan sejarah PG Colomadu. Ada tempat untuk food and beverage. Semua akan dibuka 24 Maret 2018 nanti,” kata Direktur PT Sinergi Colomadu, Wahyono Hidayat, saat berbincang dengan detikcom , Kamis (1/3/2018). (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom) Sedangkan di bagian luar akan digunakan sebagai lokasi parkir, taman dan arena pementasan outdoor. Arena outdoor diperkirakan dapat menampung hingga 6.000 orang. “Setiap bulan kami akan adakan acara. Kami bagi antara acara internasional hingga lokal. Intinya untuk mendatangkan wisatawan ke kawasan Joglosemar (Jogja/Yogyakarta-Solo-Semarang),” ujarnya. (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom) Tahap pembangunan selanjutnya masih dalam perencanaan. Total lahan 20 hektare akan digarap bertahap dalam jangka waktu sampai 10 tahun. “Nanti di depan ada vila. Di sebelah ada mal dengan luas 15 ribuan meter persegi. Ada juga hotel bintang 4 di depan dan bintang 3 di belakang. Tentu semuanya dibangun bertahap, karena luasnya yang sangat besar,” katanya. (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom) Sementara itu, Direktur Utama PT PP, Tumiyana, memastikan pembangunan PG Colomadu tidak melanggar aturan cagar budaya. Bangunan itu hanya diperkuat dan dicat ulang. “Lantainya utuh, atapnya hanya diperkuat, mesin giling dan dinding hanya dicat ulang. Memang ada beberapa bangunan yang dibongkar. Seperti gudang itu bangunan baru. Sudah kita konsultasikan dan boleh dibongkar,” tandasnya.

Rahmat Apandi (30) sempat membuat geger warganet setelah aksinya membuat batu bersusun di Sungai Cidahu, Kampung Pasirdoton, Desa Jayabakti, Kecamatan Cidahu, Sukabumi viral di media sosial pada awal Februari lalu. Saat itu, warga bahkan sempat mengadakan ronda malam demi mengungkap siapa penyusun tumpukan batu sepanjang ratusan meter tersebut. Misteri itu akhirnya terungkap, tidak ada yang menyangka jika pembuatnya adalah Rahmat pria yang sehari-harinya bekerja sebagai pemulung sampah di Sungai Cidahu. Baca Juga: Hanya Dalam Satu Menit, Rahmat Susun Batu di Sungai Cidahu Detikcom menemui Rahmat, Kamis (1/3/2018). Masih seperti saat pertama bertemu, pria berambut gondrong itu masih irit berbicara, dia hanya menjawab iya dan tidak ketika ditanya oleh awak media. Seluruh pertanyaan dijawab oleh Indra pamannya. “Dia sehari-harinya memulung rongsokan sampah, di jalanan kadang dia ke sungai. Sudah empat tahun dia memulung seperti itu, sejak kepulangannya dari daerah Jawa,” kata Indra paman Rahmat kepada detikcom di lokasi Sungai Cidahu, Kamis (1/3/2018). Dalam satu hari Rahmat bisa mengumpulkan uang rata-rata Rp 20 ribu, uang itu dia simpan untuk keperluannya sendiri bila sewaktu-waktu membutuhkan. Indra memastikan jika keponakannya itu tidak mempelajari secara khusus bagaimana cara dia menyusun batu. Awalnya warga maupun keluarga tidak ada yang mempercayai jika Rahmat adalah orang misterius penyusun batu di sungai. “Akhirnya kan kemarin dia diminta untuk menunjukkan keahliannya, ternyata betul yang menyusun batu di sungai itu dia. Dia dapat dari mana keahliannya itu saya juga enggak tahu, jangankan nonton Youtube, handphone aja dia enggak punya,” lanjut Indra. Tidak seperti tumpukan pertama yang dibumbui isu mistis di media sosial, yang berujung pada perusakan tumpukan batu. Kali ini 99 tumpukan batu dijaga oleh warga setempat. Bersama warga Indra sendiri bahkan menginisiasi untuk membuat kesepakatan jika batu tidak akan dihancurkan, bahkan memasang tali pembatas di jalan masuk menuju sungai. Hal ini dilakukan agar siapapun yang datang melihat tidak menginjak area pesawahan milik warga.

Related Posts

Comments are closed.