Bus Mogok di Tol Dawuan Arah Jakarta, Lalin Macet 4 Km

Bus Mogok di Tol Dawuan Arah Jakarta, Lalin Macet 4 Km

Baca juga : bayar pakai uang elektronik keluar masuk tol kok malah macet

Jakarta – Pemerintah mewajibkan transaksi non tunai di jalan tol per tanggal 31 Oktober 2017 mendatang. Ketentuan ini diatur lewat Peraturan Menteri PUPR Nomor 16/PRT/M/2017. Peraturan Menteri ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada pengguna tol sehingga transaksi tol menjadi lebih efektif, efisien, aman dan nyaman. Menjelang tanggal tersebut, PT Jasa Marga sudah memberlakukan transaksi non tunai 100% di sejumlah gerbang tol sejak awal September lalu. Kebijakan ini sendiri diyakini dapat mengurangi kepadatan di gerbang tol yang selama ini dibuat lebih lama lantaran transaksi dilakukan secara tunai. Penggunaan uang elektronik diyakini lebih cepat dan membantu lebih banyak efisiensi untuk operasional jalan tol. Namun ternyata, kebijakan tersebut membawa dampak kurang mengenakkan bagi masyarakat pengguna tol. Penerapan 100% transaksi non tunai di gerbang tol malah membuat penumpukan kendaraan cukup panjang sebelum gerbang tol. Hal tersebut dapat dilihat pada GT Cengkareng 2 di Jalan Tol Prof. Dr. Ir. Soedijatmo. Jasa Marga selaku pengelola tol tersebut memaparkan, adanya penumpukan kendaraan sebenarnya lebih dipicu adanya pekerjaan pelebaran jalan dan penyempitan bahu jalan, imbas dari pertemuan dari jalur elevated dan jalur bawah dari masing-masing dua lajur menjadi tiga lajur di KM 28, diyakini menjadi penyebabnya. “Dampaknya, kepadatan kendaraan menjelang lokasi pekerjaan,” kata Dirut Jasa Marga, Desi Ariyani dalam keterangannya seperti ditulis Selasa (10/10/2017). Pantauan di lapangan juga memperlihatkan adanya penumpukan kendaraan menuju GT Cengkareng 2 arah Bandara Soekarno Hatta. Sejumlah pengguna tol tampak memperlihatkan kekesalannya di media sosial lantaran adanya kemacetan di saat ingin ke bandara. “@lewatmana Semenjak pemberlakuan full etoll, macet tol bandara 2 x lipat , dan tidak ada tindakan dari jasamarga,” tulis akun @dadancop seperti dikutip dari Twitter. “Pak @jokowi, skrg tol ke bandara soetta mnjd sgt macet krn aturan mggunakan e-toll, sudah 1 mggu lebih & setiap hari sprti ini @kemenhub151,” ungkap akun @evansoesanto. “Tol bandara macet parah gara2 e-toll, bukannya mempercepat malah menambah kemacetan @RadioElshinta @TMCPoldaMetro @YLKI_ID @kemenhub151,” ujar akun @dydy660099. Namun belum diketahui, penumpukan kendaraan tersebut sebenarnya terjadi lantaran banyaknya pengguna jalan yang belum menggunakan uang elektronik, atau proses pembayaran non tunai yang kurang lancar di gerbang tol. Pihak Jasa Marga sendiri belum mengonfirmasi hingga berita ini diturunkan. Sebelumnya, kejadian serupa juga sempat terjadi di GT Cibubur 2 yang pada tanggal 18 September 2017 hanya melayani transaksi non tunai. GT yang berada pada ruas tol Jagorawi tersebut juga sempat macet parah hingga 2 km saat awal pemberlakuan pembayaran uang elektronik. (eds/dna)

Bus antarkota mengalami patah baut roda belakang di KM 41 ruas Jalan Tol Dawuan arah Jakarta. Akibatnya, lalu lintas di lokasi mengalami kemacetan hingga 4 kilometer. Petugas operator Jasa Marga, Aji, saat dihubungi detikcom , Jumat (22/12/2017), mengatakan kemacetan terjadi hingga KM 37. Saat ini petugas di lokasi masih melakukan penanganan. “Betul ada bus Maya Raya patah baut roda belakang di KM 41. Sedang dalam penangan,” kata Aji. Menurut Aji, lalu lintas terpantau padat akibat bus tersebut. Lalu lintas padat dari KM 41 hingga KM 37 Jalan Tol Dawuan. “Kepadatan lalu lintas dari KM 41 hingga KM 37,” ujarnya. Hingga saat ini petugas masih melakukan penanganan di lokasi. Belum diketahui kondisi penumpang bus tersebut. “Posisi (kondisi bus) tepatnya kami belum dapat informasi. Belum ada informasi lebih lanjut terkait kondisi penumpang,” imbuhnya.

Arus lalu lintas terpantau padat di sepanjang Tol Cikampek. Pagi pertama di libur panjang akhir pekan ini, kemacetan di Tol Cikampek mencapai hingga 20 km. “Iya ada kepadatan mulai KM 4 hingga KM 24, dari Cikampek ke Tambun,” kata Petugas Jasa Marga Naji saat dihubungi detikcom, Jumat (1/12/2017) sekitar pukul 06.00 WIB. Naji mengatakan kecepatan kendaraan yang melaju rata-rata hanya bisa 30 km/jam. Ramainya rest area juga menyebabkan kepadatan terjadi. “Kecepatan rata-rata 30 km/jam, imbas padatnya beberapa rest area,” terangnya. Selain itu, terjadi pula kecelakaan truk di KM 53 yang menyebabkan penutupan dua lajur. “Selepas KM 24 lancar tapi harap barhati-hati karena ada kecelakaan truk di KM 53,” tutur Naji.

Di hari ketiga Lebaran, ruas Tol Jakarta mengarah ke Cikampek terpantau lancar. Kemacetan hanya terjadi 500 meter menjelang Gerbang Tol (GT) Cikarang Utama (Cikarut). “Gerbang Tol Cikarang Utama hanya terjadi kemacetan sekitar 500 meter,” ujar petugas call center PT Jasa Marga, Ani, saat dihubungi, Selasa (27/6/2017) pukul 06.15 WIB. Tidak hanya ke Cikampek, arus lalu lintas di Tol Cipularang terpantau lancar. Tidak ada lonjakan volume kendaraan sejauh ini. “Arus lalu lintas Cipularang lancar,” imbuh Ani. Sementara itu, arus lalu lintas ke Jakarta juga lancar. “Arah Jakarta lancar,” tutup Ani.

Jakarta – Bus antarkota mengalami patah baut roda belakang di KM 41 ruas Jalan Tol Dawuan arah Jakarta. Akibatnya, lalu lintas di lokasi mengalami kemacetan hingga 4 kilometer. Petugas operator Jasa Marga, Aji, saat dihubungi detikcom , Jumat (22/12/2017), mengatakan kemacetan terjadi hingga KM 37. Saat ini petugas di lokasi masih melakukan penanganan. “Betul ada bus Maya Raya patah baut roda belakang di KM 41. Sedang dalam penangan,” kata Aji. Menurut Aji, lalu lintas terpantau padat akibat bus tersebut. Lalu lintas padat dari KM 41 hingga KM 37 Jalan Tol Dawuan. “Kepadatan lalu lintas dari KM 41 hingga KM 37,” ujarnya. Hingga saat ini petugas masih melakukan penanganan di lokasi. Belum diketahui kondisi penumpang bus tersebut. “Posisi (kondisi bus) tepatnya kami belum dapat informasi. Belum ada informasi lebih lanjut terkait kondisi penumpang,” imbuhnya. (yas/nvl)

Foto: Andhika Akbarayansyah/detikcom Jakarta – Bus antarkota mengalami patah baut roda belakang di KM 41 ruas Jalan Tol Dawuan arah Jakarta. Akibatnya, lalu lintas di lokasi mengalami kemacetan hingga 4 kilometer. Petugas operator Jasa Marga, Aji, saat dihubungi detikcom , Jumat (22/12/2017), mengatakan kemacetan terjadi hingga KM 37. Saat ini petugas di lokasi masih melakukan penanganan. “Betul ada bus Maya Raya patah baut roda belakang di KM 41. Sedang dalam penangan,” kata Aji. Menurut Aji, lalu lintas terpantau padat akibat bus tersebut. Lalu lintas padat dari KM 41 hingga KM 37 Jalan Tol Dawuan. “Kepadatan lalu lintas dari KM 41 hingga KM 37,” ujarnya. Hingga saat ini petugas masih melakukan penanganan di lokasi. Belum diketahui kondisi penumpang bus tersebut. “Posisi (kondisi bus) tepatnya kami belum dapat informasi. Belum ada informasi lebih lanjut terkait kondisi penumpang,” imbuhnya. (yas/nvl) lalin macet macet tol

Related Posts

Comments are closed.