Bursa Ketua DPR, Novanto Sorongkan Bamsoet dan Aziz

Bursa Ketua DPR, Novanto Sorongkan Bamsoet dan Aziz

Terdakwa kasus dugaan korupsi e-KTP Setya Novanto menyebut ada dua nama yang layak jadi ketua DPR pengganti dirinya. Kedua nama itu adalah Bambang Soesatyo (Bamsoet) dan Aziz Syamsuddin. “Ada Bambang, ada Aziz,” kata Novanto usai menjalani sidang putusan sela di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar, Jakarta Pusat, Kamis (4/1/2018). Saat ditanyakan apakah ada nama lain, Novanto tetap menjawab kedua nama tersebut. Meski menjawab soal nama yang menurutnya layak jadi ketua DPR, Novanto hanya diam saat ditanyai soal kasusnya dan memilih masuk ke mobil tahanan. Saat ini, posisi ketua DPR masih diisi oleh pelaksana tugas, yaitu Wakil Ketua DPR Fadli Zon. Fraksi Golkar belum menentukan siapa yang akan menjadi ketua DPR pengganti Novanto. Sejumlah nama politisi Golkar pun disebut-sebut akan menjadi ketua DPR. Selain Bamsoet dan Aziz, nama lain yang dipertimbangkan oleh Ketum Golkar Airlangga Hartarto adalah Agus Gumiwang Kartasasmita.

Terdakwa kasus dugaan korupsi e-KTP Setya Novanto menyebut ada dua nama yang layak jadi ketua DPR pengganti dirinya. Kedua nama itu adalah Bambang Soesatyo (Bamsoet) dan Aziz Syamsuddin. “Ada Bambang, ada Aziz,” kata Novanto usai menjalani sidang putusan sela di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar, Jakarta Pusat, Kamis (4/1/2018). Saat ditanyakan apakah ada nama lain, Novanto tetap menjawab kedua nama tersebut. Meski menjawab soal nama yang menurutnya layak jadi ketua DPR, Novanto hanya diam saat ditanyai soal kasusnya dan memilih masuk ke mobil tahanan. Saat ini, posisi ketua DPR masih diisi oleh pelaksana tugas, yaitu Wakil Ketua DPR Fadli Zon. Fraksi Golkar belum menentukan siapa yang akan menjadi ketua DPR pengganti Novanto. Sejumlah nama politisi Golkar pun disebut-sebut akan menjadi ketua DPR. Selain Bamsoet dan Aziz, nama lain yang dipertimbangkan oleh Ketum Golkar Airlangga Hartarto adalah Agus Gumiwang Kartasasmita.

Kursi Ketua DPR lowong setelah Setya Novanto mengundurkan diri dari posisi tersebut. Elite-elite Golkar mulai menyorongkan jagoan masing-masing. Sekjen Golkar Idrus Marham menyebut posisi tersebut akan diisi Aziz Syamsuddin. Menurut Idrus, Aziz akan dipilih karena sebelumnya ditunjuk oleh ketum terdahulu, Setya Novanto. “Sepanjang belum ada keputusan lain, belum ada keputusan lain dari pimpinan baru, putusan yang lama berlaku,” ujar Idrus di sela rapimnas Golkar di JCC Senayan, Jakarta, Senin (18/12/2017). Menurut Idrus, keputusan Novanto masih berlaku. Selama belum ada keputusan baru, keputusan Novanto masih berlaku. “Iya, dong. Selama belum ada yang lain, putusan lama berlaku. Kalau ada putusan baru, ditetapkan melalui mekanisme yang ada,” terang Idrus. Aziz sempat ditolak oleh mayoritas Fraksi Golkar. Apa kata Idrus? “Ini kan dunia politik, hari ini mempermasalahkan besok mendukung. Kan itu. Tak usah kaget, kalau ada yang mendukung, besok memusuhi, itulah realitas politik. Dalam politik praktis, dukungan itu sangat cair. Sangat dinamis,” papar Idrus. Sementara itu, mantan Ketua DPR Ade Komarudin (Akom) menyorongkan nama lain. Akom menyorongkan koleganya, Bambang Soesatyo (Bamsoet). “Teman-teman eksekutif, legislatif, pilihlah yang terbaik. Saya dengar ada beberapa nama, ada Bamsoet, ya saya pikir cukup baik,” ujar Akom.

JAKARTA, KOMPAS.com – Ketua DPR Setya Novanto mulai kembali bekerja, Selasa (10/10/2017). Berdasarkan informasi yang dihimpun, Novanto tiba di Gedung DPR RI sekitar pukul 11.00 WIB. Namun, Novanto tidak masuk melalui pintu Nusantara III, pintu yang biasa dilalui Pimpinan DPR, MPR dan DPD. Beberapa pimpinan Partai Golkar berkumpul di Ruangan Novanto yang terletak di Lantai III, Gedung Nusantara III DPR. Namun, pertemuan berlangsung tertutup. Adapun beberapa petinggi Golkar yang terlihat antara lain Bendahara Umum Partai Golkar Robert Kardinal, serta beberapa pengurus DPP Partai Golkar seperti Yahya Zaini, Bambang Soesatyo, Aziz Syamsuddin, Nurul Arifin, Meutya Hafidz, dan Satya Widya Yudha. Baca:  Vertigo, Jantung, hingga Tumor, Ini Penyakit yang Diidap Setya Novanto Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono juga terlihat mendatangi Gedung DPR. “Ya, hari pertama kerja ya,” ujar Kabid Kerjasama Ormas dan Lembaga Kepartaian Rambe Kamarul Zaman saat ditemui di Lantai Dasar Gedung Nusantara III DPR, Selasa. Rambe enggan menyampaikan lebih lanjut soal pertemuan tersebut. Menurut dia, satu hal yang disampaikan adalah pendaftaran partai politik di Komisi Pemilihan Umum (KPU). “Banyak cerita aja lah,” ujar Anggota Komisi II DPR itu. Kehadiran Novanto juga dikonfirmasi oleh Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar Ace Hasan Syadzily. Namun, ia belum sempat bertemu dengan Novanto. Novanto, kata dia, akan langsung memimpin rapat pleno partai pada Rabu (11/10/2017). Baca:  Pulang dari Rumah Sakit, Setya Novanto Langsung Aktif di Partai “Besok juga sudah confirm memimpin rapat pleno. Agendanya menyampaikan dan melaporkan persiapan HUT dan Rakernas,” kata Ace. Novanto sudah keluar dari Rumah Sakit Premier, Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (2/10/2017), setelah menjalani perawatan atas sejumlah penyakit yang dideritanya. Ia keluar dari rumah sakit tiga hari setelah memenangi gugatan praperadilan yang diajukannya.  Novanto kini terbebas dari status tersangka kasus dugaan korupsi proyek e-KTP setelah hakim Cepi Iskandar menerima gugatan praperadilannya.

Related Posts

Comments are closed.