Bursa Cawapres 2019, Tokoh Berbasis Keumatan Lebih Diuntungkan

Bursa Cawapres 2019, Tokoh Berbasis Keumatan Lebih Diuntungkan

Bursa cawapres 2019 bisa dibilang lebih ramai dibanding bursa calon RI-1. Tokoh yang berbasis umat dinilai memiliki keuntungan lebih dibanding tokoh lain. Survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA terbaru menyebut sejumlah tokoh yang masuk bursa cawapres 2019. Para tokoh ini datang dari berbagai latar belakang, yaitu militer, Islam, partai politik, pemimpin daerah, dan profesional. Dari kalangan berlatar militer, muncul nama Moeldoko, Gatot Nurmantyo dan Agus Harimurti Yudhoyono. Dari kalangan berbasis umat atau ke-Islam-an, muncul nama Ketum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dan Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi atau yang lebih dikenal dengan panggilan Tuan Guru Bajang. Tokoh berlatar parpol yang masuk bursa versi LSI yaitu Ketum Golkar Airlangga Hartarto dan Kepala BIN Jenderal Budi Gunawan, yang dianggap simbol PDIP. Untuk tokoh yang berasal dari kalangan kepala daerah muncul Gubernur DKI Anies Baswedan. Dari kalangan profesional muncul Menteri KKP Susi Pudjiastuti dan Menkeu Sri Mulyani. Dari daftar tersebut, Direktur Eksekutif Lembaga Media Survei Nasional (Median) Rico Marbun menilai tokoh dari kalangan Islam, atau yang berbasis keumatan memiliki peluang besar mendapat tiket ke Pilpres 2019. “Menurut saya, melihat semakin naiknya relevansi politik keumatan dalam pertarungan pilpres ke depan, tokoh yang mewakili basis keumatan menjadi figur yang menarik,” ujar Rico kepada wartawan, Senin (5/2/2018). Rico mengambil contoh Cak Imin, yang dinilainya memiliki jumlah basis massa besar karena diasosiasikan sebagai representasi basis Nahdlatul Ulama (NU). Dia menilai peluang Cak Imin digandeng sebagai kandidat RI-2 sangat besar. “Selain basis keumatan, Cak Imin juga memiliki track record sebagai politisi dan menteri sekaligus, artinya, modal persepsi atas kompetensi kepemimpinan beliau sudah ada,” ulas Rico. “Basis keumatan plus track record kepemimpinan ini bisa jadi modal Cak Imin jadi penantang kuat di 2019 nanti,” pungkasnya.

Bursa cawapres 2019 bisa dibilang lebih ramai dibanding bursa calon RI-1. Tokoh yang berbasis umat dinilai memiliki keuntungan lebih dibanding tokoh lain. Survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA terbaru menyebut sejumlah tokoh yang masuk bursa cawapres 2019. Para tokoh ini datang dari berbagai latar belakang, yaitu militer, Islam, partai politik, pemimpin daerah, dan profesional. Dari kalangan berlatar militer, muncul nama Moeldoko, Gatot Nurmantyo dan Agus Harimurti Yudhoyono. Dari kalangan berbasis umat atau ke-Islam-an, muncul nama Ketum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dan Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi atau yang lebih dikenal dengan panggilan Tuan Guru Bajang. Tokoh berlatar parpol yang masuk bursa versi LSI yaitu Ketum Golkar Airlangga Hartarto dan Kepala BIN Jenderal Budi Gunawan, yang dianggap simbol PDIP. Untuk tokoh yang berasal dari kalangan kepala daerah muncul Gubernur DKI Anies Baswedan. Dari kalangan profesional muncul Menteri KKP Susi Pudjiastuti dan Menkeu Sri Mulyani. Dari daftar tersebut, Direktur Eksekutif Lembaga Media Survei Nasional (Median) Rico Marbun menilai tokoh dari kalangan Islam, atau yang berbasis keumatan memiliki peluang besar mendapat tiket ke Pilpres 2019. “Menurut saya, melihat semakin naiknya relevansi politik keumatan dalam pertarungan pilpres ke depan, tokoh yang mewakili basis keumatan menjadi figur yang menarik,” ujar Rico kepada wartawan, Senin (5/2/2018). Rico mengambil contoh Cak Imin, yang dinilainya memiliki jumlah basis massa besar karena diasosiasikan sebagai representasi basis Nahdlatul Ulama (NU). Dia menilai peluang Cak Imin digandeng sebagai kandidat RI-2 sangat besar. “Selain basis keumatan, Cak Imin juga memiliki track record sebagai politisi dan menteri sekaligus, artinya, modal persepsi atas kompetensi kepemimpinan beliau sudah ada,” ulas Rico. “Basis keumatan plus track record kepemimpinan ini bisa jadi modal Cak Imin jadi penantang kuat di 2019 nanti,” pungkasnya.

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno akhirnya merealisasikan salah satu janji kampanyenya yang paling banyak ditunggu orang, yaitu DP Rp 0. Program penyediaan rumah tanpa DP itu menimbulkan kontroversi dan tanda tanya karena berani memasang target yang begitu tinggi untuk membangun rumah di Jakarta dengan harga murah. Namun meski program DP Rp 0 akhirnya direalisasikan pada tanggal 18 Januari 2018 lalu, sejumlah pertanyaan masih tersisa akan program ini karena dianggap masih belum jelas bagaimana skema pembiayaannya, cara mendapatkannya hingga bagaimana akhirnya program ini bisa disebut tanpa DP atau uang muka. Belum lagi laporan mengenai lahan lokasi program DP Rp 0 pertama yang beralamat di Pondok Klapa Village, Jakarta Timur dianggap merupakan bekas lahan proyek apartemen yang mangkrak. Apa alasan Anies memilih lokasi tersebut? Bagaimana sebenarnya program ini bisa terealisasi? Bagaimana rencana pembangunan rusunawa untuk masyarakat berpenghasilan rendah lainnya? Dan mungkinkah program DP Rp 0 dibangun dalam bentuk rumah tapak? Ingin tahu seperti apa penjelasan langsung dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, jangan lupa saksikan kupas tuntas program DP Rp 0 Anies Baswedan dalam program blak-blakan yang akan tayang pada Kamis 1 Februari 2018 pukul 13.00 WIB di detik.com . (eds/dna)

Depok – Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati hari ini mengisi kuliah perdana untuk mata kuliah Pengantar Teori Ekonomi Makro di Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia. Di sela penjelasan mata kuliah Sri Mulyani menyindir soal kartu kuning yang diberikan ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI Zaadit Taqwa pada acara Dies Natalis ke 68 UI pada Jumat lalu. “Jadi mahasiswa UI yang mau kasih kartu kuning atau demo, harus sudah dapat kuliah Pengantar Teori Ekonomi Makro,” kata Sri Mulyani di Auditorium FEB UI, Depok, Senin (5/2/2018). Menurut Sri Mulyani jika mahasiswa tersebut sudah mendapatkan kuliah ekonomi makro dapat mengetahui soal kondisi ekonomi. “Kalau sudah dapat pengantar makro ekonomi baru demo ya. Kalau belum terus demonya salah itu malu-maluin, jangan bilang pernah diajar saya,” imbuh Sri Mulyani. Aksi ‘kartu kuning’ ini dilakukan setelah Jokowi menyampaikan orasi ilmiahnya pada acara Dies Natalis ke-68 UI di Balairung, Depok, Jabar, Jumat (2/2). Zaadit langsung dihalau Paspampres yang berada di lokasi. (eds/eds)

Jasad Sumini tetap utuh meski terkubur selama 10 tahun, menjadi perbincangan tetangga. Mereka mengaku teringat perilaku Sumini semasa hidup. “Kami jadi teringat semasa beliau masih hidup. Rasanya masih baru kemarin. Apalagi ibu saya itu baik sekali orangnya, terutama ke anak-anaknya, juga ke tetangga,” kata salah seorang anak Sumini, Hasan, dengan mata berkaca-kaca, Senin (5/2/2018). Hasan berharap, ibunya yang berperilaku baik meninggal dalam keadaan khusnul khotimah. Baca Juga: Heboh, Jasad Perempuan di Jember Terkubur 10 Tahun Masih Utuh “Bukan kami saja yang berpendapat seperti itu. Tapi warga juga mengatakan ibu saya meninggal dengan baik atau Khusnul Khatimah. Salah satu tanda-tandanya ya jenazahnya masih utuh itu tadi. Mudah-mudahan saja memang demikian. Karena memang beliau orang baik,” jelas Hasan. Jasad Sumini yang ditemukan utuh/ Foto: Yakub Mulyono Hal senada diungkapkan Haki, tetangga Sumini. Dia membenarkan Sumini wanita yang sabar dan baik dengan siapapun. “Dia gampang sekali membantu warga. Yah ikut senang dan terharu dengan jasadnya yang ditemukan utuh,” tambah Haki. 10 Tahun jasad Sumini terkubur di pemakaman umum Dusun Krajan, Desa Sukorejo, Kecamatan Bangsalsari. Kendati demikian, jasad wanita itu ternyata masih utuh. Hal ini diketahui setelah pagar pemakaman ambrol akibat banjir, yang ikut menggerus tempat Sumini dimakamkan 10 tahun silam. Warga setempat menemukan jasad Sumini yang terkubur selama 10 tahun terbungkus kain kafan dalam keadaan utuh.

Badan Meteorologi, Klimatologi, Geofisika (BMKG) merilis peta sebaran hujan di kawasan Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek). Peta sebaran hujan ini merupakan hasil pantauan BMKG pada Minggu (4/2) hingga Senin (5/2) pukul 07.00 WIB. Terpantau hujan merata di wilayah Jabodetabek. “Wilayah Jabodetabek umumnya hujan ringan hingga hujan lebat,” demikian keterangan BMKG, Senin (5/2/2018). Kondisi hujan sangat lebat terjadi kawasan Bogor, Jawa Barat. Kawasan Citeko, Bogor, sempat terjadi hujan dengan intensitas ektrem. “Konsentrasi hujan merata di wilayah Jabodetabek dengan intensitas tertinggi terjadi di Stasiun Meteorologi Citeko, Bogor, yaitu sebesar 152,0 mm,” terang BMKG. Hujan ini menyebabkan tinggi muka air di Bendung Katulampa masuk dalam status Siaga 1. Beberapa wilayah di Jakarta terdampak banjir karena Sungai Ciliwung meluap seperti di Cakung Timur dan Kampung Melayu, Jaktim.

Depok – Direktorat Jenderal Pengelolaan pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan mencatat, jumlah utang pemerintah pusat hingga akhir 2017 mendekati Rp 4.000 triliun, tepatnya Rp 3.938 triliun atau 29,2% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Jumlah utang ini ramai dibicarakan di media sosial. Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati menjelaskan bahwa jumlah utang tersebut masih aman. “Kalau di media sosial ada yang ngomongin utang, saya yakin dia mau melintir kalau kita sekarang sedang kriris utang. Dia pasti ada motif politik,” kata Sri Mulyani dalam kuliah perdana di Auditorium FEB UI, Depok, Senin (5/2/2018). Dia menjelaskan, dalam menerbitkan dan mengelola utang banyak pihak yang mengawasi Kementerian Keuangan. Menurut dia dalam mengelola utang yang memelototi banyak sekali, seperti Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengaudit, investor di luar negeri mengaudit hingga rating agency. Sri Mulyani mengungkapkan, dirinya di Kementerian Keuangan juga tidak mungkin menutup-nutupi kondisi utang negara, jika baik akan dia bilang baik. “Kita mengelola utang yang pelototin banyak. Jadi nggak mungkin saya tutup-tutupi. Karena utangnya masih aman sesuai dengan indikator dan kemampuan membayarnya kita masih bisa,” imbuh dia. Mantan Direktur Bank Dunia ini menjelaskan, dirinya pantang untuk menutupi kondisi yang sebenarnya atau berpura-pura ada dalam kondisi yang baik, “Sama seperti dokter, saya tidak boleh berpura-pura bilang kesehatan orang lain. Pasti saya kan tahu dan sudah periksa, berat badan, tinggi badan, detak jantung, otaknya, hatinya sehat atau tidak. Semua indikatornya akan dilihat dan disesuaikan,” ujarnya. Jumlah utang pemerintah pusat Rp 3.938,7 triliun ini terdiri dari instrumen pinjaman sebesar Rp 744,0 triliun atau 18,9% dari total, dan Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp 3.194,7 triliun atau 81,1%. Adapun, jumlah outstanding SBN tersebut belum termasuk prefundung yang dilakukan di akhir 2017 sebesar US$ 4 miliar yang akan dicatatkan di tahun 2018. Dari total instrumen yang sebesar Rp 744,0 triliun, komposisi pinjaman luar negeri mencapai Rp 738,4 truliun di mna dari total tersebut terbagi lahi berdasarkan pemberi pinjaman seperti bilateral sebesar Rp 313,7 triliun, multilateral sebesar Rp 381,2 triliun, komersial sebesar Rp 42,6 triliun, dan pinjaman kredit ekspor (suppliers) sebesar Rp 1,0 triliun. Sedangkan untuk pinjaman dalam negeri sebesar Rp 5,5 triliun. Dalam portfolio SBN, porsi SBN berdenominasi valas lebih kecil dibandingkan SBN rupiah, masing-masing 21,7% atau Rp 853,6 triliun untuk SBN valas, dan 59,4% atau Rp 2.341,1 triliun untuk SBN rupiah. Hal ini menunjukkan cukup rendah dan masih terjaganya risiko nilai tukar dari portofolio utang pemerintah. (ang/ang)

Related Posts

Comments are closed.