Bupati Jombang yang Kena OTT KPK Telah Daftar untuk Pilkada 2018

Bupati Jombang yang Kena OTT KPK Telah Daftar untuk Pilkada 2018

Partai Golkar menunggu penjelasan resmi dari KPK soal operasi tangkap tangan (OTT) KPK terhadap Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko. Jika terbukti, Golkar akan memberi sanksi terhadap Nyono sebagai kader Golkar. “Kita menunggu penjelasan resmi KPK atas peristiwa OTT itu. Bagaimana kejadiannya dan dalam kasus apa,” Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily melalui pesan WhatsApp kepada detikcom, Sabtu (3/2/2018). Jika OTT tersebut benar adanya, Ace mengatakan Partai Golkar mengaku prihatin. Sebelumnya Golkar telah menginstruksikan seluruh kadernya di daerah untuk menjauhi tindakan tidak terpuji seperti korupsi. “Jika benar informasi soal OTT terhadap Pak Nyono, tentu Partai Golkar sangat prihatin terhadap peristiwa tersebut. Padahal, Partai Golkar telah menginstruksikan kepada seluruh kader di semua daerah untuk tidak melakukan tindakan yang terpuji tersebut,” ucap Ace. Golkar pun akan memberi sanksi tegas jika Nyono terbukri bersalah dalam OTT KPK tersebut. “Jika terbukti benar OTT itu, Partai Golkar akan memberikan sanksi tegas,” ujarnya. Sebelumnya, Nyono dibawa penyidik ke Kantor KPK. Nyono yang menggunakan sweater biru tua sempat berkata ini bukan penangkapan. “Ini bukan penangkapan,” kata Nyono saat tiba di kantor KPK Jalan Kuningan Persada, Jakarta. Sementara itu Kabiro Humas KPK Febri Diansyah membenarkan OTT terhadap Nyono. “Iya,” ujar Febri ketika dimintai konfirmasi detikcom, Sabtu (3/2). [Gambas:Video 20detik]

Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko terkena operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Nyono menjabat sebagai bupati sejak 24 September 2013 lalu. Pria ini lahir di Jombang, Jawa Timur, pada 8 November 1962 lalu. Sebelum menjadi Bupati Jombang, Nyono merupakan Wakil Ketua DPRD Jombang dari Fraksi Partai Golkar. Nyono menjadi bupati ke-19 Jombang setelah dilantik Gubernur Jawa Timur Soekarwo. Berpasangan dengan Mundjidah Wahab, Nyono memenangi Pilkada Jombang 2013. Masa pemerintahannya sebagai bupati akan berakhir pada tahun ini. Nyono pun berniat kembali maju berkontestasi di Pilbup Jombang. [Gambas:Video 20detik] Menggandeng politisi PKB Subaidi Muchtar, Nyono sudah mendaftar ke KPU. Bakal calon bupati petahana ini diusung Partai Golkar, PKB, PKS, NasDem, dan PAN. Nyono terkena OTT KPK pada hari ini, Sabtu (3/2/2018). Dia langsung dibawa ke KPK untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Dalam OTT tersebut, KPK menyita sejumlah uang. Selain Nyono, KPK juga menangkap ajudannya. Golkar mengaku prihatin atas penangkapan terhadap kadernya tersebut. Sebelumnya Golkar sudah menginstruksikan seluruh kadernya untuk menjauhi tindakan tidak terpuji seperti korupsi. Meski begitu, Golkar menunggu penjelasan resmi dari KPK soal OTT ini. Jika terbukti, Golkar akan memberi sanksi terhadap Nyono sebagai kader Golkar. “Kita menunggu penjelasan resmi KPK atas peristiwa OTT itu. Bagaimana kejadiannya dan dalam kasus apa,” Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily melalui pesan WhatsApp kepada detikcom, Sabtu (3/2/2018).

Kepala daerah yang ditangkap KPK yaitu Bupati Jombang, Jawa Timur, Nyono Suharli Wihandoko. Kabiro Humas KPK Febri Diansyah membenarkan hal itu. “Iya,” ujar Febri ketika dimintai konfirmasi detikcom, Sabtu (3/2/2018). Hingga saat ini, belum diketahui OTT itu terkait kasus apa. Ada sejumlah uang yang diamankan dalam OTT tersebut dan tim KPK masih terus bergerak di lapangan. “Anak-anak di lapangan kan masih bergerak terus, belum tuntas. Tunggu konpers besok,” kata Ketua KPK Agus Rahardjo saat dikonfirmasi terpisah. KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status Nyono, apakah akan menjadi tersangka atau tidak.

Partai Golkar menunggu penjelasan resmi dari KPK soal operasi tangkap tangan (OTT) KPK terhadap Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko. Jika terbukti, Golkar akan memberi sanksi terhadap Nyono sebagai kader Golkar. “Kita menunggu penjelasan resmi KPK atas peristiwa OTT itu. Bagaimana kejadiannya dan dalam kasus apa,” Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily melalui pesan WhatsApp kepada detikcom, Sabtu (3/2/2018). Jika OTT tersebut benar adanya, Ace mengatakan Partai Golkar mengaku prihatin. Sebelumnya Golkar telah menginstruksikan seluruh kadernya di daerah untuk menjauhi tindakan tidak terpuji seperti korupsi. “Jika benar informasi soal OTT terhadap Pak Nyono, tentu Partai Golkar sangat prihatin terhadap peristiwa tersebut. Padahal, Partai Golkar telah menginstruksikan kepada seluruh kader di semua daerah untuk tidak melakukan tindakan yang terpuji tersebut,” ucap Ace. Golkar pun akan memberi sanksi tegas jika Nyono terbukri bersalah dalam OTT KPK tersebut. “Jika terbukti benar OTT itu, Partai Golkar akan memberikan sanksi tegas,” ujarnya. Sebelumnya, Nyono dibawa penyidik ke Kantor KPK. Nyono yang menggunakan sweater biru tua sempat berkata ini bukan penangkapan. “Ini bukan penangkapan,” kata Nyono saat tiba di kantor KPK Jalan Kuningan Persada, Jakarta. Sementara itu Kabiro Humas KPK Febri Diansyah membenarkan OTT terhadap Nyono. “Iya,” ujar Febri ketika dimintai konfirmasi detikcom, Sabtu (3/2). [Gambas:Video 20detik]

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Kepala daerah yang ditangkap KPK yaitu Bupati Jombang, Jawa Timur, Nyono Suharli Wihandoko. Kabiro Humas KPK Febri Diansyah membenarkan hal itu. “Iya,” ujar Febri ketika dimintai konfirmasi detikcom, Sabtu (3/2/2018). Hingga saat ini, belum diketahui OTT itu terkait kasus apa. Ada sejumlah uang yang diamankan dalam OTT tersebut dan tim KPK masih terus bergerak di lapangan. “Anak-anak di lapangan kan masih bergerak terus, belum tuntas. Tunggu konpers besok,” kata Ketua KPK Agus Rahardjo saat dikonfirmasi terpisah. KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status Nyono, apakah akan menjadi tersangka atau tidak.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

KPK mengamankan Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko dalam sebuah operasi tangkap tangan (OTT). Selain Nyono, KPK juga mengamankan seorang ajudan. “Tim membawa 2 orang. Kepala daerah dan 1 ajudan,” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Sabtu (3/2/2018). Febri mengatakan Nyono dan ajudannya sedang diperiksa oleh penyidik KPK. Status hukum keduanya akan ditentukan setelah pemeriksaan penyidik. “Nanti maksimal dalam waktu 24 jam akan diinformasikan statusnya,” ucap Febri. Nyono tiba di Kantor KPK di Jalan Kuningan Persada, Jakarta, sekitar pukul 21.15 WIB tadi. Nyono langsung diarahkan penyidik KPK ke lantai 2 gedung KPK. Febri menyebut ada dugaan penerimaan uang oleh Nyono terkait jabatannya sebagai Bupati Jombang. KPK akan menggelar konfrensi pers mengenai OTT tersebut pada Minggu (4/2/2018) besok. [Gambas:Video 20detik]

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Penyidik KPK melakukan penggeledahan di rumah dinas (rumdin) Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko di Jalan RA Soeroadiningrat, Jombang. Penyidik berjumlah 4 orang ini keluar hanya membawa sebuah map. Anggota Satpol PP penjaga Rumdin Bupati Jombang Hendra Setya mengatakan, tim dari KPK yang mengendarai mobil silver nopol L 1658 AB tiba di rumdin Bupati Jombang sekitar pukul 21.30 WIB. “Jumlahnya berapa orang saya kurang tahu,” ujarnya kepada detikcom di lokasi, Sabtu (3/2/2018). Penggeledahan di rumdin Nyono ini tak berlangsung lama. Pukul 22.07 WIB, penyidik berjumlah 4 orang ini keluar dari rumdin. Dengan wajah tertutup masker, penyidik lembaga antirasuah ini masuk ke dalam mobil tersebut. Penyidik meninggalkan rumdin Bupati Jombang dengan hanya membawa sebuah map. Penggeledahan ini diduga terkait kabar penangkapan Nyono oleh KPK. KPK menduga ada penerimaan sejumlah uang oleh Nyono. “Ada dugaan penerimaan sejumlah uang,” ujar Febri kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (3/2/2018). Namun, Febri belum merinci berapa jumlah uang yang diduga diterima oleh Nyono dan terkait apa. Febri juga mengatakan saat ini Nyono sedang diperiksa penyidik KPK. “Nanti maksimal dalam waktu 24 jam akan diinformasikan statusnya,” ucap Febri.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

KPK melakukan operasi tangkap tangan terhadap salah satu bupati di Jawa Timur. Pasca OTT tersebut, Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko tampak tiba di kantor KPK. Pantauan detikcom, Nyono tiba di Kantor KPK di Jalan Kuningan Persada, Jakarta, Sabtu (3/2/2018) sekitar pukul 21.15 WIB. Nyono yang mengenakan kemeja biru langsung diarahkan penyidik KPK ke lantai 2 gedung KPK. Foto: Nur Indah Fatmawati/detikcom Nyono dibawa menggunakan mobil tahanan KPK dan dikawal satu mobil berwarna hitam. Selain itu penyidik KPK juga membawa 2 koper. Sebelumnya, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap seorang kepala daerah di Jawa Timur. “Iya. Tadi ada info kepala daerah yang diamankan,” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada detikcom, Sabtu (3/2/2018). Video Nyono saat tiba di KPK bisa disaksikan di 20detik.com . [Gambas:Video 20detik]

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Kepala daerah kembali terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Kali ini diduga Bupati Jombang Nyono Suharli yang dicokok. Tim di lapangan tiba di KPK, Jalan Kuningan Pwrsada, Jakarta Selatan, Sabtu (3/2/2018) sekitar pukul 21.20 WIB. Saat tiba, ada 2 orang yang diamankan. Salah satunya diduga adalah Bupati Jombang Nyono Suharli. Nyono yang menggunakan sweater biru tua sempat berkata ini bukan penangkapan. “Ini bukan penangkapan,” kata dia. [Gambas:Video 20detik] Namun, saat ditanya kembali, dia tidak menjawab apa pun. Dia langsung diarahkan masuk ke KPK kemudian naik ke ruang pemeriksaan. Di belakangnya ada seorang lelaki memakai baju coklat yang juga diarahkan masuk. Dia tampak membawa ransel hitam. Sebelumnya KPK sempat memberi konfirmasi adanya OTT terhadap kepala daerah di Jawa Timur. “Ya benar, ada kegiatan tim di lapangan sore dan malam ini. Kami amankan unsur kepala daerah di Jawa Timur,” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Sabtu (3/2/2018). Dari OTT itu KPK menduga ada penerimaan uang. Namun, belum diketahui apakah ada uang yang turut diamankan dalam operasi senyap itu. “Ada dugaan penerimaan sejumlah uang,” imbuh Febri.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko terkena operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Nyono menjabat sebagai bupati sejak 24 September 2013 lalu. Pria ini lahir di Jombang, Jawa Timur, pada 8 November 1962 lalu. Sebelum menjadi Bupati Jombang, Nyono merupakan Wakil Ketua DPRD Jombang dari Fraksi Partai Golkar. Nyono menjadi bupati ke-19 Jombang setelah dilantik Gubernur Jawa Timur Soekarwo. Berpasangan dengan Mundjidah Wahab, Nyono memenangi Pilkada Jombang 2013. Masa pemerintahannya sebagai bupati akan berakhir pada tahun ini. Nyono pun berniat kembali maju berkontestasi di Pilbup Jombang. Menggandeng politisi PKB Subaidi Muchtar, Nyono sudah mendaftar ke KPU. Bakal calon bupati petahana ini diusung Partai Golkar, PKB, PKS, NasDem, dan PAN. Nyono terkena OTT KPK pada hari ini, Sabtu (3/2/2018). Dia langsung dibawa ke KPK untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Dalam OTT tersebut, KPK menyita sejumlah uang. Selain Nyono, KPK juga menangkap ajudannya. Golkar mengaku prihatin atas penangkapan terhadap kadernya tersebut. Sebelumnya Golkar sudah menginstruksikan seluruh kadernya untuk menjauhi tindakan tidak terpuji seperti korupsi. Meski begitu, Golkar menunggu penjelasan resmi dari KPK soal OTT ini. Jika terbukti, Golkar akan memberi sanksi terhadap Nyono sebagai kader Golkar. “Kita menunggu penjelasan resmi KPK atas peristiwa OTT itu. Bagaimana kejadiannya dan dalam kasus apa,” Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily melalui pesan WhatsApp kepada detikcom, Sabtu (3/2/2018).

Related Posts

Comments are closed.