Buka Sidang Tahunan, Ketua MA Ingatkan Hakim Jaga Integritas

Buka Sidang Tahunan, Ketua MA Ingatkan Hakim Jaga Integritas

Mahkamah Agung (MA) menggelar sidang istimewa Laporan Tahunan MA 2017. Ketua MA Hatta Ali mengingatkan soal pentingnya integritas hakim. “Sidang istimewa laporan tahunan Mahkamah Agung RI tahun 2017 pada hari ini, Kamis 1 Maret 2018 dinyatakan dibuka dan terbuka untuk umum,” kata Hatta membuka sidang istimewa yang digelar di JCC, Senayan, Jakarta, Kamis (1/3/2018). Dia menyatakan MA berupaya meningkatkan integritas dan juga kualitas pelayanan publik bagi para pencari keadilan. Masyarakat saat ini menurutnya tidak hanya melihat putusan pengadilan, namun juga melihat siapa hakim yang mengadili. “Masyarakat semakin tanggap informasi, tidak hanya akan melihat isi putusan yang dijatuhkan, tapi melihat siapa hakim yang memutus. Karena reputasi dan integritas seseorang akan merepresentasikan orang itu sendiri,” ujarnya. Hatta berharap MA menjadi rumah yang ramah bagi para pencari keadilan. Hatta juga menyatakan MA telah menyiapkan regulasi untuk mendukung kelancaran penyelenggaraan pemilu 2019. “Rumah yang ramah bagi pencari keadilan. Harus menjadi tempat yang aman dan nyaman selayaknya rumah bagi penghuninya,” kata Hatta. “Dalam rangka mendukung pemilu, Mahkamah Agung telah menyiapkan regulasi dalam menangani perkara terkait proses pemilhan umum,” pungkasnya.

Baca juga : kemenag bertanggung jawab penulisan bahan ajar keagamaan mulai tahun ini

Presiden Joko Widodo (tengah) bersama Gubernur NTB TGB Zainul Majdi (kanan), Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (kedua kanan), Ketua PBNU KH Said Agil Siradj (kiri) dan Ketua MUI KH Ma’ruf Amin (kedua kiri) memukul Gendang Beleq saat membuka Munas Alim Ulama dan Konbes Nahdlatul Ulama di Mataram, Kamis (23/11). – ANTARA/Ahmad Subaidi Kabar24.com, JAKARTA — Mulai 2018, Kementerian Agama (Kemenag) mengemban tanggung jawab baru yakni penulisan bahan ajar atau buku teks pembelajaran keagamaan. Kewenangan Kemenag melakukan penyusunan buku agama ini berdasarkan UU. No. 3 Tahun 2017 tentang Sistem Perbukuan. Pasal 6 ayat 3 UU ini menyebutkan bahwa muatan keagamaan dalam buku pendidikan menjadi tanggung jawab menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang agama.  Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin mengatakan penulisan buku pembelajaran harus merujuk pada pedoman yang telah disusun dan disiapkan Kemenag. Pedoman itu harus dijadikan sebagai rambu-rambu penyusunan buku keagamaan  di sekolah dan perguruan tinggi.  UU Nomor 3 Tahun 2017 tentang Sistem Perbukuan juga menyebutkan perlunya pembinaan dan pengawasan terhadap buku pendidikan, buku teks, non teks dan buku umum. “Maka, buku-buku tersebut perlu dibina, dikembangkan, diawasi dan dikontrol sehingga Kementerian Agama terlibat dan bertanggung jawab terhadapa buku yang dipakai di sekolah,” ujarnya. Sementara itu, Direktur Pendidikan Agama Islam Imam Safei juga mengaku sudah menyiapkan pedoman penulisan buku PAI dan Budi Pekerti. “Pedoman ini akan digunakan sebagai  langkah awal dalam penulisan buku, sekaligus rambu-rambu penulisan materi pembelajaran agama,” ucapnya. Imam menambahkan Kemenag juga terlibat dalam menilai kelayakan dan kesesuaian materi buku dengan standar kompetensi. Tanggung jawab sistem perbukuan  ini meliputi semua buku pendidikan agama, baik itu Islam, Kristen, Hindu, Buddha, Katolik, dan Konghucu, semua harus dilakukan pengawasan, pembinaan dan penilaian.

Mahkamah Agung (MA) menggelar sidang istimewa Laporan Tahunan MA 2017. Ketua MA Hatta Ali mengingatkan soal pentingnya integritas hakim. “Sidang istimewa laporan tahunan Mahkamah Agung RI tahun 2017 pada hari ini, Kamis 1 Maret 2018 dinyatakan dibuka dan terbuka untuk umum,” kata Hatta membuka sidang istimewa yang digelar di JCC, Senayan, Jakarta, Kamis (1/3/2018). Dia menyatakan MA berupaya meningkatkan integritas dan juga kualitas pelayanan publik bagi para pencari keadilan. Masyarakat saat ini menurutnya tidak hanya melihat putusan pengadilan, namun juga melihat siapa hakim yang mengadili. “Masyarakat semakin tanggap informasi, tidak hanya akan melihat isi putusan yang dijatuhkan, tapi melihat siapa hakim yang memutus. Karena reputasi dan integritas seseorang akan merepresentasikan orang itu sendiri,” ujarnya. Hatta berharap MA menjadi rumah yang ramah bagi para pencari keadilan. Hatta juga menyatakan MA telah menyiapkan regulasi untuk mendukung kelancaran penyelenggaraan pemilu 2019. “Rumah yang ramah bagi pencari keadilan. Harus menjadi tempat yang aman dan nyaman selayaknya rumah bagi penghuninya,” kata Hatta. “Dalam rangka mendukung pemilu, Mahkamah Agung telah menyiapkan regulasi dalam menangani perkara terkait proses pemilhan umum,” pungkasnya.

Orang kepercayaan Rita Widyasari, Ibrahim, mengaku pernah membeli sebuah rumah seharga Rp 1,5 miliar di kawasan Tenggarong, Kutai Kartanegara. Saat itu Ibrahim diminta Bupati Kukar nonaktif itu untuk membeli rumah.. “Seingat saya, pernah disuruh membeli satu buah rumah,” ujar Ibrahim dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta, Rabu (28/2/2018). Ibrahim mengatakan saat itu membeli rumah dengan uang muka atau DP Rp 500 juta. Namun, setelah melunasi pembayaran, rumah telah dibalik nama kepemilikan. Rumah itu sebelumnya milik seorang bernama Chairil Anwar. “Pertama bayar uang muka dulu, seingat saya kalau nggak Rp 500 juta atau Rp 1 miliar dulu, tapi setelah balik nama baru lunas,” ucap Ibrahim. “Atas perintah siapa? Atas nama siapa?” ucap hakim ketua Sugiyanto. “Beliau memerintahkan saya membalik atas nama Roni Fauzan,” jawab Ibrahim. Tim kuasa hukum Rita Widyasari menyatakan Roni Fauzan merupakan sepupu Rita Widyasari. Namun Ibrahim mengaku tidak tahu mengenai hal itu. “Saya ingin coba mengingatkan bahwa uang yang Saudara belikan rumah atas nama Chairil Anwar diatasnamakan Roni Fauzan, Saudara jelaskan, itu sepupu Bu Rita, kapan itu?” tanya kuasa hukum. “Nggak tahu,” jawab Ibrahim. Kepada Ibrahim, kuasa hukum menyebutkan alasan kliennya membeli rumah itu untuk tempat istirahat klub sepakbola Mitra Kukar. Sebab, Roni Fauzan adalah manajer klub Mitra Kukar. “Saudara tahu nggak bahwa rumah itu dibeli Ibu untuk tempat peristirahatan atau rumah singgah klub bola Mitra Kukar? Karena manajer Mitra Kukar itu adalah Roni Fauzan? Apakah kenal?” tanya kuasa hukum. “Lupa, Pak,” jawab Ibrahim. Rita Widyasari juga didakwa menerima uang gratifikasi Rp 469.465.440.000 terkait perizinan proyek pada dinas Pemkab Kukar. Gratifikasi itu diterima melalui Komisaris PT Media Bangun Bersama (MBB) Khairudin, yang juga anggota Tim 11 pemenangan Bupati Rita. Khairudin disebut jaksa awalnya anggota DPRD Kukar saat Rita Widyasari mencalonkan diri sebagai Bupati Kukar periode 2010-2015. Namun, saat Rita dilantik menjadi Bupati Kukar, Khairudin diminta Rita mengkondisikan izin proyek-proyek di Kukar. Oleh sebab itu, Khairudin mengundurkan diri dari anggota DPRD Kukar.

Hujan duit di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan pada Rabu (29/2) kemarin bikin heboh. Polisi menarik izin keramaian untuk acara itu karena menimbulkan kemacetan. “Itu memang awalnya ada izin, cuma rundownnya tidak ada. Sama kita, apa yang kita tanyakan, (katanya) iklan biasa-biasa saja. Ternyata kegiatannya begitu,” ujar Kapolsek Setiabudi AKBP Irwan Zaini Adib dalam perbincangan, Kamis (1/9/2018). Irwan mengatakan acara tersebut merupakan promosi aplikasi kuis di internet. Penarikan izin itu dilakukan karena acara tersebut berlangsung begitu heboh, tidak seperti yang disampaikan dalam proposal pengajuan izin. Acara tersebut menganggu lalu lintas di Jl Rasuna Said. “Kita tarik izin keramainnya. Karena dasar kita menggangu Lantas sama Kamtibmas. Di luar prediksi apa yang disampaikan,” ujar Irwan. Berdasarkan keterangan saksi-saksi di acara kemarin, salah seorang yang membagikan uang mengatakan acara akan berlangsung selama 3 hari. Namun seperti disampaikan di atas, polisi menarik izin acara ini. [Gambas:Video 20detik]

Setelah melantik Kepala BNN Heru Winarko, Presiden Joko Widodo (Jokowi) langsung menuju JCC, Senayan. Jokowi menghadiri Laporan Tahunan Mahkamah Agung (MA). Pantauan detikcom di JCC, Senayan, Jakarta, Kamis (1/3/2018), Jokowi hadir sekitar pukul 10.27 WIB. Jokowi masuk ke ruangan didampingi ketua MA Hatta Ali. Jokowi langsung menuju kursi bagian depan. Sebelumnya, di lokasi yang sama digelar acara Kampung Hukum. Dalam pembukaan, Ketua MA Hatta Ali mengingatkan soal pentingnya etika dalam menggunakan media sosial. “Namun, pemanfaatan media sosial saat ini telah berkembang pada hal-hal yang cenderung menggiring ke sisi negatif dari perkembangan teknologi. Perkembangan demikian telah memanggil filsuf teknologi untuk beretika di media sosial,” kata Hatta di JCC, Senayan, Jakarta.

Proses sidang vonis ujaran kebencian melalui medsos di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, diwarnai empat kali tembakan peringatan di sekitar lokasi. Tembakan itu dikeluarkan petugas kepolisian untuk menghalau mundur massa pesilat Setia Hati yang berusaha mengejar suporter bonek, di Jalan Widodaren. Beruntung aksi pengejaran itu tidak berlanjut. Baca Juga: Pesilat dan Suporter Bola Deklarasi Damai di Polrestabes Surabaya “Mundur semua,” kata petugas berpakaian sipil sambil mengacungkan pistol ke udara di Jalan Widodaren, Kamis (1/3/2018). Hingga pukul 11.00 WIB, sidang pembacaan vonis yang disiarkan melalui pengeras suara masih berlangsung. Baca Juga: Sidang Ujaran Kebencian, Bonek dan Pendekar Silat Berhadapan di PN Dari pantauan detikcom, ratusan bonek yang membawa atribut bendera raksasa dan berkaos hijau sudah berada di Jalan Arjuno. Mereka dipisahkan dengan jarak 100 meter dari ribuan pesilat yang posisinya di arah utara Jalan Arjuno, menuju Jalan Semarang. Jumlah massa pesilat lebih banyak dibanding bonek. Bentrokan antara suporter bola dan pesilat, terjadi Oktober 2017 karena dipicu salah satunya ujaran kebencian. Ujaran kebencian itu ditulis orang-orang yang tidak bertanggung jawab dalam menggunakan medsos. Akibatnya, sempat terjadi gesekan antara pesilat dan suporter. Polisi dan Pemkot Surabaya pun menggelar deklarasi damai. Ini dilakukan untuk mewujudkan situasi Kamtibmas yang kondusif. Selain itu, untuk menjalin silaturahmi antara pesilat dengan para suporter di wilayah Kota Surabaya dan sekitarnya.

Resmi dilantik sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Irjen Heru Winarko mengaku mendapatkan pesan khusus dari Komjen Budi Waseso (Buwas). Apa isi pesan khusus itu? “Tentu ada pesan khusus dari Pak Budi Waseso,” kata Heru di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (1/3/2018). Sebelumnya Heru dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara. Heru mengaku telah lama mengenal Buwas sebagai seniornya. “Saya sudah lama kenal beliau dari tahun 1981. Beliau adalah senior saya dan sama-sama di anggota senat taruna. Banyak yang saya dapat dari bimbingan Pak Buwas,” imbuh Heru yang sebelumnya menjabat sebagai Deputi Penindakan di KPK tersebut. Usai pelantikan, Heru dan Buwas saling bersalaman. Senyum terkembang dari keduanya. Buwas sendiri, sebelum pelantikan, sempat menitipkan sejumlah program di BNN untuk dilanjutkan Heru. “Banyak, nanti mungkin banyak hal yang harus saya sampaikan ke pengganti saya karena itu harus ada yang dilanjutkan, ditingkatkan. Kita banyak hal yang harus dibenahi termasuk kemampuan kita tingkatkan,” ujar Buwas. “Kemarin kita berhasil membuat laboratorium internasional Indonesia, tarafnya internasional karena nanti persyaratan KPU juga setiap Pilkada, Pilpres harus ada pemeriksaan lab bebas penyalahgunaan narkotika, itu ada keterangan dari BNN karena lab khusus masalah narkotika,” imbuh Buwas.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berbagi cerita saat dirinya dibopong petugas damkar dalam HUT ke-99 Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta. Anies salut dengan stamina tinggi para petugas itu. “Saya tadi waktu saat saya menyaksikan petugasnya naik ke atas menggendong korban turun tangga kebetulan mereka itu kuat, tapi itu saya lihat dari jauh. Terus giliran saya digendong, saya pegang pundak mereka pundaknya keras-keras semua. kalau dilihat itu kuat-kuat,” ujar Anies di halaman kantor Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta, Jl KH Zainul Arifin No 71 Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (1/3/2018). Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menilai petugas pemadam kebakaran merupakan salah satu sosok yang dibutuhkan untuk membantu mengamankan Jakarta. Dia berharap para petugas bisa bekerja maksimal dan selalu menjaga stamina. “Saya bilang inilah yang dibutuhkan, orang-orang yang kuat, orang-orang yang staminanya tinggi ikut memastikan bahwa Jakarta aman. Saya salut. Staminanya dijaga, latihannya jangan berkurang dan semangatnya terus tinggi,” katanya. Dalam HUT tersebut, para petugas pemadam kebakaran juga unjuk kebolehan memamerkan aksi penyelamatan korban kebakaran. Para petugas mulai unjuk kebolehan dengan senam perahu karet, aksi penyelamatan korban kecelakaan kendaraan, sampai penyelamatan korban kebakaran yang terjadi di dalam gedung. Pada saat aksi penyelamatan korban kebakaran pada gedung bertingkat, empat petugas damkar menuruni gedung menggunakan tali. Setelah itu, empat petugas tersebut menyerahkan fire jacket dan kampak rescue kepada Anies.

Related Posts

Comments are closed.