Buka Rapimnas Institut Lembang 9, JK Bicara Tahun Politik

Buka Rapimnas Institut Lembang 9, JK Bicara Tahun Politik

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) membuka rapat pimpinan nasional (rapimnas) Institut Lembang Sembilan. JK berbicara tentang tahun politik. Rapimnas digelar di Hotel Aryaduta, Jalan Prajurit KKO Usman, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (26/2/2018). JK mengulas tentang politik yang sering dikaitkan dengan agama. “Mengenai politik, itu akan datang tahun politik, buat saya tiap tahun adalah tahun politik. Pengalaman kita 3 kali pilkada serentak, tidak ada apa-apa,” papar JK JK menyoroti perbedaan agama antar pasangan calon dalam pilkada. Menurutnya, tidak ada masalah dengan perbedaan tersebut. “Di daerah yang agama sama itu selalu yang menang yang punya harmoni. Di Maluku pemimpin Islam wakilnya non-Islam,” kata JK “Begitu juga semua partai tak ada lagi pola ideologi nasional. Coba lihat Jawa Timur, semua calon NU nomor satu, wakilnya nasional. Jateng calon pertama nasional, di Jakarta juga dulu begitu,” ujarnya JK juga berpendapat tidak ada permasalahan agama dalam pilkada DKI Jakarta. Sebab, menurutnya, umat Islam juga ada yang mendukung Ahok. “Banyak orang kira DKI pecah karena agama. Saya bilang tak ada masalah agama dalam hal memilih. Di Jakarta Islamnya 80 persen. Anies tak didukung 80 persen hanya 53 persen. Ahok non-Islam didukung 43 persen. Non-Islam di Jakarta sekitar 20%,” papar JK Karena itu, menurut JK, tidak ada peranan mutlak faktor agama dalam pilihan di pilkada. “Tidak ada suatu peranan agama mutlak. Dari sisi itu insyaallah tak seperti negara lain ada pola nasional. Tapi akhirnya polanya siapa yang lebih pantas elektabilitas tinggi,” sambungnya.

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) membuka rapat pimpinan nasional (rapimnas) Institut Lembang Sembilan. JK berbicara tentang tahun politik. Rapimnas digelar di Hotel Aryaduta, Jalan Prajurit KKO Usman, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (26/2/2018). JK mengulas tentang politik yang sering dikaitkan dengan agama. “Mengenai politik, itu akan datang tahun politik, buat saya tiap tahun adalah tahun politik. Pengalaman kita 3 kali pilkada serentak, tidak ada apa-apa,” papar JK JK menyoroti perbedaan agama antar pasangan calon dalam pilkada. Menurutnya, tidak ada masalah dengan perbedaan tersebut. “Di daerah yang agama sama itu selalu yang menang yang punya harmoni. Di Maluku pemimpin Islam wakilnya non-Islam,” kata JK “Begitu juga semua partai tak ada lagi pola ideologi nasional. Coba lihat Jawa Timur, semua calon NU nomor satu, wakilnya nasional. Jateng calon pertama nasional, di Jakarta juga dulu begitu,” ujarnya JK juga berpendapat tidak ada permasalahan agama dalam pilkada DKI Jakarta. Sebab, menurutnya, umat Islam juga ada yang mendukung Ahok. “Banyak orang kira DKI pecah karena agama. Saya bilang tak ada masalah agama dalam hal memilih. Di Jakarta Islamnya 80 persen. Anies tak didukung 80 persen hanya 53 persen. Ahok non-Islam didukung 43 persen. Non-Islam di Jakarta sekitar 20%,” papar JK Karena itu, menurut JK, tidak ada peranan mutlak faktor agama dalam pilihan di pilkada. “Tidak ada suatu peranan agama mutlak. Dari sisi itu insyaallah tak seperti negara lain ada pola nasional. Tapi akhirnya polanya siapa yang lebih pantas elektabilitas tinggi,” sambungnya.

Sejumlah pengurus Institut Lembang Sembilan menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk meminta arahan terkait rencana rapat pimpinan nasional (rapimnas) yang akan diselenggarakan. Dalam pertemuan itu Wapres JK berpesan agar isu pertumbuhan ekonomi khususnya di tahun politik menjadi pembahasan rampinas. Hal ini disampaikan Sekretaris Jenderal DPP Institut Lembang Sembilan Eva Kusuma Sundari usai menemui JK di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Kamis (8/2/2018). Eva dan sejumlah pengurus melaporkan persiapan rapimnas yang akan diselenggarakan pada 25-27 Februari mendatang. “Jadi kami melaporkan kegiatan selama 4 tahun terakhir ini dan meminta arahan beliau untuk yang akan datang terutama ketika masuk kepada tahun politik. Kita minta arahan seperti apa sebaiknya untuk tahun yang penting ini. Beliau menyampaikan dan mengingatkan supaya tema dalam rapimnas ini fokus kepada menumbuhkan ekonomi di tahun politik, karena kecenderungannya di tahun politik orang banyak ngomong, lupa kerja,” ujar Eva. Menurut Eva, JK memandang kampanye politik di tahun politik akan efektif apabila mampu menunjukkan kinerja ekonomi khususnya pertumbuhan ekonomi. Terutama apabila pertumbuhan ekonomi tersebut dapat melampaui target yang sudah ditetapkan. “Syukur-syukur bisa melampaui target yang sudah ditetapkan saat ini 5,3%, 5,4%, bahkan wapres konfiden kalau kita konvergen dan tidak jalan sendiri-sendiri, seharusnya bisa sampai 6%. Dan itu yang diingatkan dan mungkin pesan yang disampaikan kepada banyak pihak bahwa tahun politik harusnya fokus kepada pencapaian ekonomi,” kata Eva. Dalam pertemuan tersebut, JK juga menyebut pertumbuhan ekspor yang lambat jika dibanding dengan negara lain, khususnya ASEAN. JK mengingatkan adanya kesempatan yang hilang dalam ekonomi akibat adanya kesibukan politik yang kurang cerdas. Contohnya banyak yang hanya berbicara, namun lupa untuk bekerja. “Tadi dicontohkan beliau bagaimana kita shock, bagaimana pertumbuhan ekspor kita itu lambat dibanding negara yang lain terutama Thailand dan Vietnam. Dan ternyata karena kelambanan kita untuk mempunyai FTA dengan negara target ekspor kita sehingga kita nebeng. Jadi untuk beberapa komoditi, karena FTA kita ndak punya, Thailand punya jadi kita kerja sama dengan Thailand sehingga mengeluarkan biaya-biaya yang tidak perlu sekaligus tidak cepat,” ucap Eva menjelaskan isi pertemuannya dengan JK.

RMOL. Pemerintahan Jokowi dianggap hanya melakukan refor­ma agraria di kulit-kulit ari, agar seolah dianggap telah bekerja. Padahal reforma agraria dikatakan berhasil bila kesejahteraan petani terpenuhi dan kedaulatan pangan sungguh terjadi. Hal ini dinyatakan Direktur Eksekutif Nasional Rumah Tani Indonesia (RTI) Jones Batara Manurung. Menurutnya, selain perlu membangun organisasi tani yang kuat, harus juga ada peran aktif masyarakat dan pemerintah dalam perjuangan pembaruan agraria atau reform Baca tapak asal هذه الصفحة هي مجرد قاریء تلقائي للأخبار باستخدام خدمة الـ RSS و بأن نشر هذه الأخبار هنا لاتعني تأییدها علی الإطلاق.

Related Posts

Comments are closed.