Buka Rakornas, Ketum PPP: Mari Evaluasi untuk Rebut Simpati Publik

Buka Rakornas, Ketum PPP: Mari Evaluasi untuk Rebut Simpati Publik

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan PPP Romahurmuziy membuka Rakornas di Hotel Millenium, Jakarta Pusat. Romi memberikan pengarahan kepada kader PPP yang hadir menjelang verifikasi faktual KPU. Acara pembukaan disimbolkan dengan pemukulan gong sebanyak tiga kali sebagai tanda dibukanya Rakornas yang akan diselenggarakan selama 2 hari ke depan, hingga esok hari (25/1). “Alhamdulillah partai kita 45 tahun kita sudah mengikuti pemilu 9 kali. Ini adalah patut kita syukuri dengan terus berevaluasi sehingga nantinya kita mampu untuk merebut simpati publik untuk memilih PPP dan bekerja untuk membuat rakyat sejahtera,” lanjut dia. Foto: Rakornas PPP (Zunita-detikcom) Romi mengatakan Rakornas dilakukan selain mempersiapkan verifikasi faktual ini juga membahas kemenangan para kadernya yang maju di Pilkada 2018 nanti. “Rakornas ini dilakukan dalam rangka pemenangan setelah kita mampu menangani kader kita maka kita harus bekerja keras agar kader kita memenangkan. Pilkada, ini harus total. Kita harus membuktikan kader PPP itu lebih banyak pokja (kelompok kerja) dibandingkan pokra (kelompok bicara), Karena itu DPP Partai memberikan perhatian khusus dimana beberapa wilayah yang mencalonkan di beberapa daerah,” terang dia. Selain itu, Romi memaparkan rencana ke depan PPP mengenai Pileg dan Pilpres nanti. “Sebagai Partai Politik ada gawe besar yang kita lakukan yaitu kita harus menjaring kader partai untuk persiapan Caleg 2019 nanti, Lalu gawe kita yang lebih besar lagi adalah Pilpres yang waktunya akan berdekatan dengan Pileg, dalam Pilpres nanti kita telah sepakat mengusung kembali Pak Jokowi untuk 2019 mendatang,” papar dia. “Ke depan yang paling ideal untuk Pilpres mendatang adalah koalisi semangka (merah-hijau), tentu ini adalah yang ideal,” tutur Romi.

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan PPP Romahurmuziy membuka Rakornas di Hotel Millenium, Jakarta Pusat. Romi memberikan pengarahan kepada kader PPP yang hadir menjelang verifikasi faktual KPU. Acara pembukaan disimbolkan dengan pemukulan gong sebanyak tiga kali sebagai tanda dibukanya Rakornas yang akan diselenggarakan selama 2 hari ke depan, hingga esok hari (25/1). “Alhamdulillah partai kita 45 tahun kita sudah mengikuti pemilu 9 kali. Ini adalah patut kita syukuri dengan terus berevaluasi sehingga nantinya kita mampu untuk merebut simpati publik untuk memilih PPP dan bekerja untuk membuat rakyat sejahtera,” lanjut dia. Foto: Rakornas PPP (Zunita-detikcom) Romi mengatakan Rakornas dilakukan selain mempersiapkan verifikasi faktual ini juga membahas kemenangan para kadernya yang maju di Pilkada 2018 nanti. “Rakornas ini dilakukan dalam rangka pemenangan setelah kita mampu menangani kader kita maka kita harus bekerja keras agar kader kita memenangkan. Pilkada, ini harus total. Kita harus membuktikan kader PPP itu lebih banyak pokja (kelompok kerja) dibandingkan pokra (kelompok bicara), Karena itu DPP Partai memberikan perhatian khusus dimana beberapa wilayah yang mencalonkan di beberapa daerah,” terang dia. Selain itu, Romi memaparkan rencana ke depan PPP mengenai Pileg dan Pilpres nanti. “Sebagai Partai Politik ada gawe besar yang kita lakukan yaitu kita harus menjaring kader partai untuk persiapan Caleg 2019 nanti, Lalu gawe kita yang lebih besar lagi adalah Pilpres yang waktunya akan berdekatan dengan Pileg, dalam Pilpres nanti kita telah sepakat mengusung kembali Pak Jokowi untuk 2019 mendatang,” papar dia. “Ke depan yang paling ideal untuk Pilpres mendatang adalah koalisi semangka (merah-hijau), tentu ini adalah yang ideal,” tutur Romi.

Masih ingat Bripka Yumanto, anggota Polantas Polda Sulsel yang menyuapi seorang kakek dan fotonya jadi viral di media sosial? Akhirnya Bripka Yumanto bertemu dengan Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Bripka Yomanto memenuhi undangan khusus Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk jamuan makan bersama di ruang kerja Kapolri di Mabes Polri. Bripka Yomanto tampak semringah duduk berdampingan dengan Kapolri, bersama Kapolda Sulsel Irjen Umar Septono dan Dirlantas Polda Sulsel Kombes Agus Wijayanto. “Alhamdulillah suatu kesyukuran sebagai anggota Polri bisa diundang langsung oleh Pak Kapolri. Apa yang saya lakukan ikhlas dan tanpa ada sedikit meminta imbalan, apalagi mencari perhatian,” kata Yumanto, Rabu (24/1/2018). Sementara itu, Dirlantas Polda Sulsel Kombes Agus Wijayanto mengatakan bangga dan hormat atas aksi anggotanya yang peduli terhadap masyarakat. Hal itu dinilai memberi citra yang baik kepada polisi lalu lintas. “Selaku Dirlantas, saya turut bangga dan hormat selaku pribadi kepada Bripka Yumanto. Saking bangganya setelah dapat info dari Bapak Kakorlantas karena respons positif masyarakat begitu tinggi sampai dipanggil Kapolri,” ucap Agus melalui WhatsApp. Agus menambahkan aksi Bripka Yumanto ini meningkatkan rasa kepercayaan masyarakat kepada kepolisian yang begitu peduli kepada masyarakat, sesuai dengan pesan Kapolri dan Kapolda untuk profesional dan meningkatkan kinerja. “Berbuat kebaikan ini selalu diingatkan oleh Kapolri dan Kapolda. Tentunya akan meningkatkan terus kepercayaan dari masyarakat, bagian dari visi Kapolri,” jelasnya. Bripka Yumanto sendiri dikenal sebagai polisi yang baik, jujur, ringan tangan. Ia dikenal sebagai polisi yang tak senang melihat orang susah dan kerap membantu sesama.

Tessa Granitsa Satari (34) mengaku panik saat ditilang karena menerobos busway hingga menyeret polantas. Dia mengaku khilaf. “Saya khilaf. Alasannya saya panik, tidak punya SIM, dan itu mobil pinjeman,” kata Tessa saat rilis di Mapolres Jakarta Timur, Rabu (24/1/2018). Karena diseret oleh Tessa, polantas bernama Bripda Dimas Prianggoro terluka di bagian tangan dan harus dirawat rumah sakit. Tessa lalu minta maaf. “Saya belum ketemu korban, saya minta maaf kepada korban dan seluruh institusi Polri,” ucapnya. Tessa ditangkap di Hotel Crown, Taman Sari, Jakarta Barat, Senin (21/1) sekitar pukul 21.00 WIB. Setelah dilakukan pemeriksaan, pelaku positif menggunakan narkoba jenis sabu dan ekstasi. Akibat perbuatannya polisi menerapkan Pasal 351 KUHP atau Pasal 212 KUHP dan Pasal 213 KUHP tentang penganiayaan. Sementara polisi masih mengembangkan keterlibatan tersangka terkait positif tes urin yang positif narkoba. Mobil berwarna putih Cadillac Escalade bernopol B 19 SNC yamg dikendarai oleh pelaku merupakan mobil pinjaman. Saat ini, mobil tersebut disita sebagai barang bukti.

Sekelompok warga Afghanistan yang permohonan suakanya telah ditolak pemerintah Jemarn, hari ini mendarat di Kabul, Afghanistan. Jumlah mereka 19 orang. Juru bicara Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) menyatakan seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (24/1/2018), para pencari suaka yang diusir Jerman itu terdiri dari para pria, yang kebanyakan adalah pemuda, yang beberapa di antaranya telah menghabiskan sebagian besar hidup mereka dengan tinggal di luar Afghanistan sebelum dideportasi. Mereka tiba di Bandara Internasional Kabul dengan menaiki pesawat carter. Menurut stasiun televisi regional Jerman, WDR, penerbangan tersebut bertolak dari kota Düsseldorf, Jerman pada Selasa (23/1) malam waktu setempat. Awalnya, 80 pencari suaka asal Afghanistan seharusnya ada dalam penerbangan tersebut. Namun jumlah tersebut berkurang setelah adanya klaim-klaim di menit-menit terakhir dan adanya pencari suaka yang jatuh sakit. Pemerintah Berlin menyatakan, mereka yang dideportasi ke Afghanistan tersebut adalah para kriminal yang telah menjalani masa tahanan mereka ataupun orang-orang yang dianggap berbahaya karena mereka diduga terkait radikalisme. Pemerintah Berlin menegaskan, Afghanistan cukup aman bagi para pencari suaka yang ditolak tersebut. Namun pengusiran ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di Afghanistan, dengan tingginya jumlah korban jiwa warga sipil dan meningkatnya ancaman serangan dalam beberapa hari terakhir. Akhir pekan lalu, sebuah hotel mewah di ibu kota Kabul diserang sekelompok pria bersenjata. Sedikitnya 22 orang tewas dalam serangan yang diklaim oleh kelompok militan Taliban itu. Sebagian besar korban tewas adalah warga asing.

Related Posts

Comments are closed.