Brigadir Rizal yang Dipukul Bandar Sabu Dioperasi di RS Polri

Brigadir Rizal yang Dipukul Bandar Sabu Dioperasi di RS Polri

Anggota Polres Metro Jakarta Barat, Brigadir Rizal Taufik menjalani operasi di RS Polri. Brigadir Rizal mengalami luka di kepala karena pukulan benda tumpul yang dilakukan bandar sabu saat operasi penangkapan. “Sekarang lagi operasi, sedang dalam penanganan medis. Rizal dioperasi akibat pendarahan dalam di bagian otak,” ujar Kanit II Narkoba Jakarta Barat AKP Achmad Ardy di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (6/1/2018). Menurut Ardy, kondisi Rizal saat penanganan medis, stabil. Rizal mengalami luka saat operasi penangkapan terkait peredaran sabu pada Jumat (5/1) malam. Rizal, anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Jakbar ini bersama rekannya menemui bandar sabu berinisial AS alias E dan istrinya SA. Saat itu Rizal menyamar sebagai pembeli. Sementara itu sisa personel tim yang lain menunggu aba-aba Brigadir Rizal Taufik di seberang rel kereta untuk melakukan penindakan. Setelah itu, terdengar letusan tembakan satu kali. Anggota tim lain pun langsung masuk ke lokasi transaksi. Rizal sudah tergeletak ditemukan sudah tergeletak di salah satu rumah. Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis rencananya menjenguk Rizal.

Baca juga : 2018 01 06

Kasat Narkoba Polres Jakbar, AKBP Suhermanto (kedua kiri) saat mengunjungi anggotanya, Brigadir Rizal Taufik terluka akibat dipukul di bagian kepala oleh Bandar narkoba di Tambora Jakbar—MI/Akmal Fauzi RIZAL Taufik, anggota polisi Satuan Reserse Narkoba Polres Jakarta Barat harus dirawat di rumah sakit akibat luka di kepalanya usai mengejar seorang bandar di Kampung Janis, Tambora, Jakarta Barat. Polisi berpangkat Brigadir itu dipukul mengenakan benda tumpul hingga menyebabkan retak di kepala bagian depan dan pendarahan di otak bagian belakang. Awalnya Rizal bersama rekannya dari tim Subnit Dua Unit Dua Sat Narkoba Polres Jakarta Barat menuju lokasi kampung Janis, tepatnya di pinggir rel kereta api untuk menangkap seorang bandar narkoba berinisial AS. “Kami akan melakukan penangkapan terhadap bandar yang sudah kami ikuti pergerakannya dengan melakukan metode undercover buy . Rizal menuju lokasi untuk menemui pelaku,” ujar Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Jakarta Barat, Ajun Komisaris Besar Suhermanto, Sabtu (6/1). Sisa personel yang lain menunggu aba-aba Rizal Taufik di seberang rel kereta untuk melakukan penindakan. Beberapa saat kemudian terdengar tembakan peringatan sebanyak satu kali dari Rizal, kemudian tim menuju lokasi. “Sesampainya di lokasi anggota sudah menemukan saudara Rizal tergelak bawah tangga salah satu rumah di kawasan tersebut,” ujarnya. Rizal pun dibawa ke rumah sakit terdekat di Rumah Sakit Pluit. Dia mengalami retak di kepala bagian depan, dan pendarahan di otak bagian belakang. “Setelah itu, Rizal dirujuk ke RS Polri Kramat Jati untuk penanganan lebih lanjut. Dia pun telah menjalani operasi,” kata Suhermanto. Saat ini, kata Suhermanto, pihaknya masih mengejar AS yang kabur bersama istrinya, SA. Mereka merupakan bandar yang diduga mengedarkan narkoba ke beberapa wilayah di Jakarta. “Kami akan kejar sampai dapat. Lalu kami minta doa untuk Brigadir Rizal yang saat ini dirawat agar cepat pulih,” kata Suhermanto (OL-6)


Baca juga : baru saja ungkap kasus besar polisi luka parah diserang bandar 1515236815

JAKARTA – Seorang anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Metro Jakarta Barat, Brigadir Rizal Taufik, diserang oleh bandar narkoba saat hendak ditangkap. Akibat penyerangan itu membuat Rizal harus menjalani operasi lantaran mengalami luka serius pada bagian kepala karena dipukul dengan benda tumpul. Kejadian ini hanya berselang dua hari setelah Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Barat berhasil mengungkap penyelundupan ganja asal Aceh ke Jakarta sebanyak 1,3 ton. (Baca:Ini Daftar Pengendali Ganja 1,3 Ton yang Jadi Buruan Polisi) “Kepalanya mengalami retak di kepala bagian depan dan dahi hingga membuat otak belakang mengalami pendarahan,” ujar Kasat Resnarkoba Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Suhermanto, kepada wartawan, Sabtu (6/1/2017). Suhermanto menyebutkan, penyerangan terhadap Rizal terjadi saat tim Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Barat di bawah pimpinan Iptu Anggoro Winardi hendak menangkap SA di kawasan rel kereta api Kampung Janis, Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat (5/1/2018) malam. Malam itu Rizal bertemu dengan AS alias E dan Istrinya SA. Pasutri ini dikenal sebagai bandar narkoba. Di sisi lain personel lain menunggu aba-aba Brigadir Rizal Taufik diseberang rel kereta untuk melakukan penindakan. (Baca: Sita 1,3 Ton Ganja, Polisi Bekuk 6 Tersangka di Tempat Berbeda) Tak lama kemudian terdengar letusan tembakan satu kali. Anggota tim lain yang mendengar letusan itu langsung masuk ke lokasi transaksi. “Sesampainya di TKP anggota menemukan saudara Rizal tergelak di bawah tangga salah satu rumah di kawasan itu,” ujar Suhermanto. Akibat kondisi Rizal cukup parah, dimana mengalami retak di bagian kepala bagian depan dan pendarahan di otak bagian belakang, rekan-rekannya langsung membawanya ke Rumah Sakit Pluit. “Setelah itu Rizal dirujuk ke RS Polri Kramat Jati untuk penanganan lebih lanjut. Diapun telah menjalani operasi,” kata Suhermanto. (Baca: Sepanjang 2017, Polda Metro Jaya Tembak Mati 21 Pelaku Narkoba) Kini, pihaknya tengah memburu AS dan istrinya SA yang telah menyebabkan Rizal terluka. Sejumlah anggotanya telah dikerahkan untuk menangkap bandar yang meresahkan itu. (thm)


Baca juga :

Rabu, 20 April 2011 – 19:15 WIB LAMPUNG (Pos Kota) – Akibat cemburu rebutan seorang biduan orgen tunggal, Sahab, 34, tewas ditembak polisi di arena pesta pernikahan di Kampung Gunungmenanti, Tumijajar, Tulangbawang Barat, Lampung Utara, Selasa (19/4) malam. Mendengar ada yang tewas ditembak seorang polisi, warga setempat marah. Ratusan orang kemudian menyerang kantor polsek. Sehingga terjadi bentrokan dan baku tembak antara polisi dengan warga. Akibatnya, seorang warga lagi, Anton, 27, seorang PNS di Metro, tewas tertembak. Sahab, warga Gunungbatin Udik, Kecamatan Terusan Nunyai, Lampung Tengah meninggal dalam perjalanan menuju ke Rumah Sakit Islam (RSI) Bandarjaya, Terbanggibesar, Lampung Tengah. Anton, warga Gunungbatin Udik, Terusan Nunyai, Lampung Tengah, tewas tertembak saat baku tembak dengan polisi. Menurut , Pusat, 30, adik sepupu Sahab, Aiptu David menembak Sahab karena cemburu. Di tengah pesta, Sahab menuju panggung dan bersalaman dengan seorang biduan. Tita-tiba Aiptu David menegur dan memarahi korban. “Ketika itulah sempat cekcok mulut di atas panggung. Sahab kemudian turun dari panggung disusul Aiptu David yang mengarahkan pistol ke dada korban. Saat itu juga terdengar suara tembakan. Tembakan itu mengenai dada dan perut. Akibat banyak kehilangan darah, korban meninggal saat dibawa ke rumah rumah sakit,” kata Pusat, Rabu (20/4). MENYULUT KEMARAHAN Kematian Sahab menyulut kemarahan warga Gunungbatin Udik, Lampung Tengah. Malam hari itu, sekitar pukul 22:30, massa di antaranya menggunakan 4 truk, sebuah minibus, puluhan sepeda motor berusaha mendatangi Polsek Tulangbawang Udik yang berada di Pasar Dayamurni. Ratusan petugas kepolisian sudah berjaga-jagar 20 meter dari kantor polsek, karena sebelumnya telah mendengar kabar warga bakal mendatangi polsek. Massa yang datang langsung dihadang polisi. Mobil Suzuki Escudo BE 1085 T warna hitam yang berada paling depan mendekati polisi. Dari dalam mobil terdengar teriakan: Serang…! Dan, terdengar suara tembakan dari dalam mobil, sehingga terjadi baku tembak dengan polisi. Mobil berusaha kabur tetapi gagal, karena ban pecah akibat ditembak polisi. Penumpangnya turun dan kabur. Massa yang di atas truk dan sepeda motor pun kabur menjauhi petugas.Saat itulah, petugas menemukan Anton tewas dekat mobil Escudo miliknya. Dalam mobil, petugas juga menemukan sebuah senjata api rakitan. Polisi juga menangkap dua warga berikut sebuah sepeda motor dan mobil Escuda. Di polsek, juga tampak sebuah mobil milik wartawan yang kacanya dipecahkan massa. POS LANTAS DIBAKAR Tidak lama setelah massa mundur, polisi juga mendapat kabar bahwa Pos Lantas Kalimiring di Kampung Murnijaya, Kecamatan Tumijajar, sekitar 10 km dari Polsek Tulangbawang Udik, dibakar massa. Kapolres Tulangbawang, AKBP Dwi Iriyanto dan Pejabat Bupati Tulangbawang Barat, Bachtiar Basri masih berada di Polsek Tulangbawang Udik. Tetapi, keduanya enggan berkomentar. “Saya belum bisa berkomentar,” ujar kapolres, Sementara Bachtiar Basri masih berusaha meredam massa dengan menghubungi sejumlah tokoh masyarakat. Untuk mengantisipasi massa yang bakal berdatangan, petugas dari Polres Lampung Utara sejak dinihari dikerahkan membantu aparat yang telah berjaga-jaga di sekitar Polsek Tulangbawang Udik. Sodikin, 42, salah satu kerabat Anton yang ditemui saat dilakukan otopsi mengatakan, ada 3 peluru bersarang di kepala Anton hasil otopsi RSUD Abdul Moeloek Bandar Lampung, Rabu (20/4) petang. Penembakan tersebut, kata Sodikin, menurut keluarga besar harus diproses, pihaknya sudah menyiapkan pengacara. Satu anggota Samapta Polres Tulangbawang juga dikabarkan luka pada bagian paha kiri, karena terserempet peluru. Bahkan mobil Yusuf, wartawan Radar Lampung dirusak massa. BANDAR NARKOBA Sementara Kabidhumas Polda Lampung, AKBP Sulistiyaningsih mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan, ternyata korban Sahab merupakan bandar narkoba di wilayah Tulangbawang dan masuk DPO. Sementara Aiptu David yang menembak, saat ini sedang menjalani pemeriksaan terkait keberadaannya di organ tunggal tersebut. “Masalah penyerangan yang dilakukan 250 warga yang kemudian terjadi baku tembak, apa yang dilakukan polisi sudah melalui prosedur karena massa merangsek mau menyerang polsek,” katanya, kemarin. Sementara keluarga Anton, meminta polisi menegakkan hukum seadil-adilnya. “Kami mohon jangan ada rekayasa. Soal senjata yang ada di dalam mobil, itu sama sekali tidak benar. Saat penyerbuan warga hanya membawa botol dan kayu. Kami sama sekali tidak membawa senjata api. Saya harap hukum dapat ditegakkan,” kata Lukman, perwakilan keluarga korban. Lukman juga mempertanyakan keberadaan uang Rp7,4 juta yang dibawa Anton. Dia mengaku, saat berada di Rumah Sakit Ryacudu Kotabumi, perawat mengatakan jika uang yang dibawa Anton telah diserahkan ke polisi. “Kami ingin tahu uang ke mana sekarang? Selain uang, ada juga dua buah handphone. Itu juga tidak jelas ada di mana sekarang. Kami menuntut keterbukaan, keadilan, dan kejujuran polisi,” lanjut Lukman. (koesma/B)


Baca juga :

Kamis, 22 April 2010 11:22 Muslim (35) tahanan kasus kepemilikan senjata tajam meninggal. Tiga butir timah panas bersarang di tubuhnya. Warga Jl Ki Rangga Wirasantika, Lr Jambi, RT 03/02, Kelurahan 29 Ilir, Kecamatan Ilir Barat II (IB II) itu, tewas setelah ditembak Deki Yarta (23), sipir Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I, Jl Merdeka, Palembang. Setidaknya, peluru kaliber colt 32 yang dilesakkan pelaku bersarang di tiga bagian tubuh korban. Perut kanan, dada kanan dan ketiak kiri hingga tembus ke bahu kiri. Kejadiannya sekitar pukul 17.30 WIB di halaman Rutan Kelas I Merdeka. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit AK Gani, namun nyawa Muslim tak tertolong. Yuliawati (29) istri korban melaporkan kejadian penembakan itu, ke Poltabes Palembang. Saat bersamaan, tersangka Deki diamankan petugas Unit Pidum Poltabes Palembang untuk dimintai keterangan. Kepada petugas unit pidum Poltabes, tersangka mengaku insiden tersebut lantaran korban mencoba melarikan diri dan hendak merebut senjata api miliknya. Diceritakannya, sekitar pukul 16.30 Wib, ia sedang bertugas menjaga pintu Rutan. Di ruang Portir, antara pintu utama dan pintu kedua, ia bersama Dodi sopir dari pegawai Rutan Merdeka sedang menonton televisi. “Sambil jaga, waktu itu lagi nonton bola samo Dodi sopir,” ujar tersangka ditemani pengacaranya, H. Bunyamin SH ketika diperiksa oleh penyidik di unit pidum Poltabes. Selang beberapa menit, datang seorang wanita yang hendak menjenguk tahanan dan memberikan bekal. Usai menjalani pemeriksaan, pembesuk diantar oleh narapidana bernama Yahya. Begitu lewat pintu ketiga, korban mencoba keluar. Saat berada di ruang antara pintu ketiga dan kedua, korban sempat dicegat dan dipegang oleh tersangka, tapi terlepas. Korban berhasil menembus pintu utama dan sudah berada di halaman luar rutan. Tersangka berteriak dan minta korban tidak melarikan diri. Sempat menembakkan pistol ke atas satu kali, sebagai tanda peringatan. Nah, saat itulah korban mencoba memberikan perlawanan dengan mendekati tersangka. Mungkin, khawatir diserang, tersangka menembak korban sebanyak satu kali. Korban belum nyerah dan terus berusaha mendekati tersangka. Jarak keduanya cukup dekat 1-1,5 meter. Takut terjepit, lagi-lagi tersangka melesakkan peluru ke arah tubuh tersangka. “Aku la teriak jangan berlari, terus aku nembak ke atas. Dia berbalik nak mendekatai aku, terus aku tembak satu kali di badannya. Karena masih bereaksi, aku tembak lagi. Tapi dia masih bereaksi dan aku tembak lagi badannya, terus baru dia roboh dan pegawai datang mendekat semua karena dengar suara tembakan,” ujarnya lagi. Korban yang telah roboh dilarikan para pegawai rutan yang lain ke rumah sakit AK Gani Palembang. Namun, nyawanya tak terselamatkan lagi. Jenazah dititipkan ke kamar jenazah RSMH dan hari ini baru akan divisum et repertum. Yuliawati mengaku mendapat kabar bahwa suaminya tertembak sekitar pukul 17.30 Wib. Setelah dijenguk ke rumah sakit AK Gani Palembang, ternyata suaminya telah tewas. Atas kejadian ini, Yuliawati langsung melapor ke Poltabes. Firman kakak korban shock. Ia sempat ribut dengan petugas rutan yang mengantar jenazah adiknya itu. Yuliawati sendiri mengecam keras tindakan tersangka yang telah menembak mati suaminya. “Ngapo nak di badan niam, kalu memang dio nak lari ngapo idak di kaki di tembak. Aku dak terima ngapo suami aku pacak ditembak,” ujarnya. Sebelum kejadian, Yuliawati, pukul 15.00 Wib sempat membesuk suaminya. “Setelah aku balek, sekitar pukul lima (17.00 WIB) suami aku sempat nelpon dan ribut-ribut kecil. Dia nanyo aku ada dimana dan dia kelihatan cemas dan percaya kalau aku ado di rumah,” ujarnya. Bagi keluarga, korban dikenal pendiam dan baik. Mereka juga menyesalkan penangkapan suaminya yang terkait atas kasus sajam. “Suami aku ditangkap sekitar 14 hari yang lalu. Dia ditangkap oleh Polsek IB II karena bawa sajam yang disimpannya di dalam jok. Padahal dia bukan nyelipkan pisau di pinggang, dia juga jujur waktu mau ditangkap.” Kapoltabes Palembang, Lucky Hermawan MSi melalui Wakasat Reskrim Poltabes Palembang, AKP Hans Rahmatullah Irawan mengatakan, tersangka DK masih dalam proses pemeriksaan. Dari informasi yang didapat luka tembak yang diterima korban sebanyak tiga lubang. “Saat ini masih dalam tahap pemeriksaan, luka tembak sebanyak tiga lubang nanti baru bisa diketahui setelah dilakuka visum,” pungkasnya. (mg37/mg44)

Anggota Polres Metro Jakarta Barat, Brigadir Rizal Taufik menjalani operasi di RS Polri. Brigadir Rizal mengalami luka di kepala karena pukulan benda tumpul yang dilakukan bandar sabu saat operasi penangkapan. “Sekarang lagi operasi, sedang dalam penanganan medis. Rizal dioperasi akibat pendarahan dalam di bagian otak,” ujar Kanit II Narkoba Jakarta Barat AKP Achmad Ardy di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (6/1/2018). Menurut Ardy, kondisi Rizal saat penanganan medis, stabil. Rizal mengalami luka saat operasi penangkapan terkait peredaran sabu pada Jumat (5/1) malam. Rizal, anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Jakbar ini bersama rekannya menemui bandar sabu berinisial AS alias E dan istrinya SA. Saat itu Rizal menyamar sebagai pembeli. Sementara itu sisa personel tim yang lain menunggu aba-aba Brigadir Rizal Taufik di seberang rel kereta untuk melakukan penindakan. Setelah itu, terdengar letusan tembakan satu kali. Anggota tim lain pun langsung masuk ke lokasi transaksi. Rizal sudah tergeletak ditemukan sudah tergeletak di salah satu rumah. Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis rencananya menjenguk Rizal.

Anggota Polres Metro Jakarta Barat, Brigadir Rizal Taufik menjalani operasi di RS Polri. Brigadir Rizal mengalami luka di kepala karena pukulan benda tumpul yang dilakukan bandar sabu saat operasi penangkapan. “Sekarang lagi operasi, sedang dalam penanganan medis. Rizal dioperasi akibat pendarahan dalam di bagian otak,” ujar Kanit II Narkoba Jakarta Barat AKP Achmad Ardy di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (6/1/2018). Menurut Ardy, kondisi Rizal saat penanganan medis, stabil. Rizal mengalami luka saat operasi penangkapan terkait peredaran sabu pada Jumat (5/1) malam. Rizal, anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Jakbar ini bersama rekannya menemui bandar sabu berinisial AS alias E dan istrinya SA. Saat itu Rizal menyamar sebagai pembeli. Sementara itu sisa personel tim yang lain menunggu aba-aba Brigadir Rizal Taufik di seberang rel kereta untuk melakukan penindakan. Setelah itu, terdengar letusan tembakan satu kali. Anggota tim lain pun langsung masuk ke lokasi transaksi. Rizal sudah tergeletak ditemukan sudah tergeletak di salah satu rumah. Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis rencananya menjenguk Rizal.

Kasat Narkoba Polres Jakbar, AKBP Suhermanto (kedua kiri) saat mengunjungi anggotanya, Brigadir Rizal Taufik terluka akibat dipukul di bagian kepala oleh Bandar narkoba di Tambora Jakbar—MI/Akmal Fauzi RIZAL Taufik, anggota polisi Satuan Reserse Narkoba Polres Jakarta Barat harus dirawat di rumah sakit akibat luka di kepalanya usai mengejar seorang bandar di Kampung Janis, Tambora, Jakarta Barat. Polisi berpangkat Brigadir itu dipukul mengenakan benda tumpul hingga menyebabkan retak di kepala bagian depan dan pendarahan di otak bagian belakang. Awalnya Rizal bersama rekannya dari tim Subnit Dua Unit Dua Sat Narkoba Polres Jakarta Barat menuju lokasi kampung Janis, tepatnya di pinggir rel kereta api untuk menangkap seorang bandar narkoba berinisial AS. “Kami akan melakukan penangkapan terhadap bandar yang sudah kami ikuti pergerakannya dengan melakukan metode undercover buy . Rizal menuju lokasi untuk menemui pelaku,” ujar Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Jakarta Barat, Ajun Komisaris Besar Suhermanto, Sabtu (6/1). Sisa personel yang lain menunggu aba-aba Rizal Taufik di seberang rel kereta untuk melakukan penindakan. Beberapa saat kemudian terdengar tembakan peringatan sebanyak satu kali dari Rizal, kemudian tim menuju lokasi. “Sesampainya di lokasi anggota sudah menemukan saudara Rizal tergelak bawah tangga salah satu rumah di kawasan tersebut,” ujarnya. Rizal pun dibawa ke rumah sakit terdekat di Rumah Sakit Pluit. Dia mengalami retak di kepala bagian depan, dan pendarahan di otak bagian belakang. “Setelah itu, Rizal dirujuk ke RS Polri Kramat Jati untuk penanganan lebih lanjut. Dia pun telah menjalani operasi,” kata Suhermanto. Saat ini, kata Suhermanto, pihaknya masih mengejar AS yang kabur bersama istrinya, SA. Mereka merupakan bandar yang diduga mengedarkan narkoba ke beberapa wilayah di Jakarta. “Kami akan kejar sampai dapat. Lalu kami minta doa untuk Brigadir Rizal yang saat ini dirawat agar cepat pulih,” kata Suhermanto (OL-6)

Dokter menunjukkan hasil rotgen (Foto: Istimewa) Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Barat melakukan upaya penangkapan salah satu bandar narkoba Jumat (5/1) lalu. Penggerebekan sendiri dilakukan di sekitar kawasan rel kereta api Kampung Janis, kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara pada malam hari sekitar pukul 19.00 WIB. Salah satu petugas polisi Brigadir Rizal Taufik ditunjuk melakukan penyamaran dengan melakukan transaksi dengan pelaku. Tanpa menunggu lama, Rizal dan rekannya langsung menuju lokasi transaksi. Sementara itu sisa personel lainnya menunggu tanda Brigadir Rizal Taufik di seberang rel kereta untuk melakukan penyergapan. Selang beberapa menit secara tiba-tiba terdengar suara tembakan peringatan sebanyak satu kali dari Rizal. Namun nahas tim yang sebelumnya menunggu aba-aba, malah sudah menemukan Rizal tergelak di bawah tangga salah satu rumah di kawasan itu. Tim kemudian membawa Rizal ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama. Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter RS Pluit Jakarta, telah ditemukan luka retak di kepala bagian depan (dahi) serta pendarahan di otak bagian belakang. Luka tersebut diduga akibat pukulan benda tumpul. Perkembangan terakhir Kasat narkoba AKBP Suhermanto telah membawa korban untuk dirujuk ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk dilakukan pertolongan dan dirawat oleh tim dokter. Hingga pukul 00.00 WIB dini hari tadi, Brigadir Rizal telah melalui penanganan berupa operasi di bagian kepala yang terluka. Korban saat ini tengah menjalani perawatan intensif dari tim dokter.

JAKARTA – Seorang anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Metro Jakarta Barat, Brigadir Rizal Taufik, diserang oleh bandar narkoba saat hendak ditangkap. Akibat penyerangan itu membuat Rizal harus menjalani operasi lantaran mengalami luka serius pada bagian kepala karena dipukul dengan benda tumpul. Kejadian ini hanya berselang dua hari setelah Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Barat berhasil mengungkap penyelundupan ganja asal Aceh ke Jakarta sebanyak 1,3 ton. (Baca:Ini Daftar Pengendali Ganja 1,3 Ton yang Jadi Buruan Polisi) “Kepalanya mengalami retak di kepala bagian depan dan dahi hingga membuat otak belakang mengalami pendarahan,” ujar Kasat Resnarkoba Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Suhermanto, kepada wartawan, Sabtu (6/1/2017). Suhermanto menyebutkan, penyerangan terhadap Rizal terjadi saat tim Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Barat di bawah pimpinan Iptu Anggoro Winardi hendak menangkap SA di kawasan rel kereta api Kampung Janis, Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat (5/1/2018) malam. Malam itu Rizal bertemu dengan AS alias E dan Istrinya SA. Pasutri ini dikenal sebagai bandar narkoba. Di sisi lain personel lain menunggu aba-aba Brigadir Rizal Taufik diseberang rel kereta untuk melakukan penindakan. (Baca: Sita 1,3 Ton Ganja, Polisi Bekuk 6 Tersangka di Tempat Berbeda) Tak lama kemudian terdengar letusan tembakan satu kali. Anggota tim lain yang mendengar letusan itu langsung masuk ke lokasi transaksi. “Sesampainya di TKP anggota menemukan saudara Rizal tergelak di bawah tangga salah satu rumah di kawasan itu,” ujar Suhermanto. Akibat kondisi Rizal cukup parah, dimana mengalami retak di bagian kepala bagian depan dan pendarahan di otak bagian belakang, rekan-rekannya langsung membawanya ke Rumah Sakit Pluit. “Setelah itu Rizal dirujuk ke RS Polri Kramat Jati untuk penanganan lebih lanjut. Diapun telah menjalani operasi,” kata Suhermanto. (Baca: Sepanjang 2017, Polda Metro Jaya Tembak Mati 21 Pelaku Narkoba) Kini, pihaknya tengah memburu AS dan istrinya SA yang telah menyebabkan Rizal terluka. Sejumlah anggotanya telah dikerahkan untuk menangkap bandar yang meresahkan itu. (thm)

Related Posts

Comments are closed.