BPBD Tasikmalaya Kekurangan Makanan untuk Dibagikan ke Korban Gempa

BPBD Tasikmalaya Kekurangan Makanan untuk Dibagikan ke Korban Gempa

BPBD Kabupaten Tasikmalaya hingga kini masih melakukan verifikasi terhadap korban dan kerusakan akibat gempa 6,9 SR kemarin. Saat ini warga membutuhkan bantuan logistik terutama makanan. “Dari verifikasi terakhir ada enam korban yang mengalami luka ringan, dan 141 rumah yang mengalami kerusakan,” ujar Kepala Bidang Darurat dan Logistik BPBD Kabupaten Tasikmalaya Ria Supriana kepada detikcom di ruang kerjanya, Sabtu (16/12/2017). Menurut Ria saat ini pihaknya membutuhkan bantuan logistik terutama makanan. Sebab stok yang ada sudah menipis, lantaran beberapa bulan terakhir Kabupaten Tasikmalaya juga dilanda longsor dan angin puting beliung. “Kemarin kita ada pergerakan tanah dua desa masih mengungsi kemudian ada longsor dan angin puting beliung. Jadi stok kita sangat terbatas, terutama makanan,” katanya. Ria mengatakan dengan menipisnya stok makanan tersebut maka pihaknya belum bisa membagikan pada para korban. “Kalau kita bagikan hanya ke beberapa orang dikhawatirkan malah kenapa-kenapa. Jadi kita tahan dulu sampai ada bantuan tambahan,” ujarnya. Dia mempersilakan bagi warga untuk memberikan bantuan berupa makanan atau lainnya. Ria mengatakan para donatur bisa langsung mengantarnya ke Kantor BPBD Kabupaten Tasikmalaya di Jalan Oto Iskandardinata, Kota Tasikmalaya.

Baca juga :

Pukul 14.55 sebuah balok memukul jam dinding hingga mati. Disusul kematian 82 orang di 10 kabupaten/ kota di Jawa Barat. Rinciannya ; kabupaten Tasikmalaya ( tewas 5 org, luka 108 org, mengungsi 142.577 org ), kota Tasikmalaya ( tewas 5 org, luka 22 org, mengungsi 3.387 org ), kabupaten Garut ( tewas 8 org, luka 164 org, mengungsi 13.928 org ), kabupaten Cianjur ( tewas 31 org, luka 22 org, hilang 21 org, mengungsi 17.555 org ), kabupaten Kuningan ( mengungsi 1.937 org ), kabupaten Sukabumi ( tewas 2 org, luka 20 org ), kabupaten Subang ( 1 org luka2 ), kabupaten Bogor ( tewas 2 org, luka 9 org, mengungsi 663 org ), kabupaten Ciamis ( tewas 7 org, luka 207 org, mengungsi 24.584 org ) dan kabupaten Bandung ( tewas 22 org, luka 681 org, mengungsi 5.661 org ), kabupaten Bandung Barat ( luka 18 org ).

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Rabu ( 2/9/2009 ) siang itu, saya melihat bangunan 2 lantai di depan saya bergoyang, mobil yang di parkir bergeser ganjil. “GEMPA !!”, teriak saya pada orang sekitar juga supir angkot yang lewat. Orang2 berhamburan keluar dari bangunan2 itu menuju tepi jalan, juga di dekat saya berdiri. Terlihat wajah2 bingung, terpana juga senyum terheran melihat orang sudah berkumpul di tepi jalan. Tidak untuk menyetop angkutan umum, tapi melihat mereka yang baru keluar bangunan. Saling menonton, atau menilik perasaan. Ada kebersamaan yang mendadak tercipta, meski kami tidak saling kenal. Ada perasaan bersama, kami akan aman di sini.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Gempa yang terasa sekitar 3 menit itu mematikan juga sinyal ponsel dan aliran listrik. Melihat tak ada bangunan yang rusak di sekitar saya, feeling saya mengatakan ibu baik2 saja. Sebelum keluar rumah, saya sudah menitipkan keselamatan dan kesehatan ibu pada Allah Swt. Agustus 2007 pernah terjadi gempa di kota saya, cukup kuat, dan ibu pun selamat sentosa. Saya cek mesin ATM di supermarket sebelah, keduanya out of order . Saya dengar suara gemuruh mesin genset dinyalakan. Supermarket beroperasi kembali. Daripada bengong cukup lama di bangunan2 lain yang masih belum menyala penerangannya, saya dan beberapa penunggu masuk ke supermarket, mencari bahan yang bisa dijadikan hidangan berbuka 3 jam lagi. Pramuniaga menjadi lebih ramah dari biasanya. Peristiwa gempa seolah mendekatkan kami. Sama2 baru keluar dari lubang kematian. Lega.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Di tayangan teve, saya lihat seorang saksi mengatakan, dirinya berada di perbatasan desa Pamoyanan dan Cikangkareng ketika gempa terjadi. Sejak pukul 3 kurang 20 menit, ia merasakan tanah yang diinjaknya bergetar. Ia menunjukkan arah di mana terlihat anak2 masih ceria menghabiskan waktu ngabuburitnya di sebuah lapangan. Dalam hitungan detik, pemandangan gembira itu seketika tersapu gemuruh longsoran tanah dari bukit Urug Hanafi. 15 KK dan 57 orang menjadi korban. 21 jasad terkubur itu belum berhasil dikeluarkan hingga hari ini. Pencarian korban dibatasi hingga Kamis ( 10/9/2009 ). Seorang pria pingsan kehilangan 11 anggota keluarganya sekaligus ; istri, anak, mertua dan 6 keponakannya. Pengalaman traumatik.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Gunung Krakatau yang meletus tahun 1883 menimbulkan tsunami setinggi 100 kaki, indeks letusan 6. Gunung Tambora di Papua meletus tahun 1915, melepaskan gelombang panas dan debu ke stratosfir hingga terjadi musim dingin setahun penuh di Rusia dan Eropa, menewaskan 10.000 penduduk Tambora. Indeks 7, setara dengan gunung Thera di laut Aegean, Yunani. Gunung di Eropa itu meletus tahun 1864, juga 640 ribu tahun yang lalu. Gelombang panas dan tsunami yang ditimbulkan menewaskan seluruh penduduk Pompey dan pulau Kreta. Banyak korban ditemukan tengah berpelukan erat, telanjang, sesama pria, sudah membatu. Menurut sebuah situs, itu azab yang ditimpakan pada pelaku sodomi, yang bersikeras mempertahankan kebiasaan leluhurnya di wilayah Sodom, yang di kitab suci dikenal sebagai bangsa yang musnah.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Letusan Toba memusnahkan banyak spesies hewan dan menenggelamkan benua Atlantis. Danau Toba yang seluas itu adalah kawahnya. Lumpur Lapindo di Porong, Jawa Timur yang diprediksi para ahli baru mencapai keseimbangan hidrostatis setelah 31 tahun, salah satu bukti tenggelam benua tsb. Lumpur Porong yang berasal dari gunung raksasa lumpur yang bercampur air laut, dulunya gunung besar di benua Atlantis. Bangsa Atlantis adalah bangsa dengan peradaban termaju pada masanya. Serial “Man from Atlantis” di TVRI, “Deni Manusia Ikan” di majalah remaja, terinsipirasi kisah benua yang hilang ini. Dan kita, bangsa Indonesia, hari ini, mendiami pucuk2 daratan Atlantis ini. Can you believe this ?

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Kesimpulannya, Indonesia adalah wilayah yang sangat rawan bencana. Ironisnya, kita belum punya sistem penanggulangan bencana alam nasional. Kita belum punya mindset yang sama tentang penanganan bencana. Guyonnya, seperti rokok, bencana alam ini digunakan untuk mengurangi kepadatan penduduk, jika program KB tidak jalan seperti yang diharapkan, jika melihat penanganan dan pencegahan bencana kesekian kalinya terkesan lamban. Fakta, bahwa hanya 20 % dampak bencana yang sanggup ditangani pemerintah. Sisanya diurus masyarakat, dunia usaha dan internasional. Aturan manajemen bencana internasional menghendaki adanya satu komando, satu pedoman dan satu kesatuan. Tiga hal itu belum ada di Indonesia, setiap wilayah menangani dengan cara masing2.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

UU no.24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, belum tuntas dijabarkan dalam Peraturan Pemerintah. Korps Penanggulangan Bencana Indonesia baru mulai dibentuk di tingkat kabupaten/ kota. Pemerintah juga perlu segera menetapkan tata ruang yang aman dari serangan gempa dan tsunami. Bencana yang tidak bisa diprediksi sebelumnya dan baru diketahui setelah terjadi. Berbeda dengan angin topan atau banjir. Kita bisa mengolah data kumpulan awan dari satelit yang diluncurkan manusia ke luar angkasa untuk memperkirakan waktu terjadinya. Setahu saya, manusia belum mampu meluncur ke perut bumi yang panas bagai neraka, untuk membaca gejolak magma.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Sementara menunggu korps dan sistem tsb berproses menjadi seperti harapan semua pihak, kita perlu melatih diri sendiri untuk survive dari tragedi gempa. Saya sendiri sudah menyiapkan 2 tas di tempat yang mudah dijangkau dalam keadaan genting. Tas pertama berisi dokumen penting hidup saya, diantaranya akte kelahiran, sertifikat keahlian, dokumentasi karya berupa foto/ flash disk/ netbook, buku organizer, uang cash 500 ribu rupiah, kartu ATM, SIM dan terutama KTP ( untuk antre mendapat makanan, obat2an atau bantuan lain dari pemerintah atau masyarakat jika saya terpaksa tidur di tenda2 pengungsian ), tersimpan di kotak anti kebakaran.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Tas kedua berisi 1 stel baju ganti, jaket, jas hujan/ poncho ( bisa untuk tukar darurat ) sabun, sikat gigi, odol, sandal, handuk, selimut, botol minum, pisau lipat/ serbaguna, gulungan tali, kawat, sendok, garpu dan mangkuk stainless steel ( bisa jadi pengganti panci untuk menggayung air, memasak air atau mi/ super bubur ). Juga kotak P3K. Saya tak ingin merepotkan orang. Ingin jadi pengungsi yang manis. 2 tas ini bisa saya sambar jika ada kebakaran, banjir, tsunami ( perlu 8 – 20 menit untuk kabur sejak early warning ) atau bencana lain. Juga menghindari keponakan yang ramai atau tamu keluarga yang datang menginap, sementara saya dikejar deadline atau inspirasi menulis/ melukis dan perlu menginap di hotel atau travel/ camping.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Jika kita ada di suatu tempat, kenali lingkungan di sekitar kita. Berada di lantai berapakah kita ? Di mana tangga kebakaran dan firehose-nya ( alat pemadam dalam gedung ). Apakah di belakang kita ada tebing yang rawan longsor, dengan kolam ikan atau kolam renang ? ( beban air akibat curah hujan yang tinggi melebihi normal akibat climate change , sering melebihi kekuatan struktur penopang tebing atau kolam hingga tebing itu ambrol atau tanah longsor ). Gambarkan di otak, jika ada bencana, skenario terburuk, apa yang harus kita lakukan, lewat jalan mana ?

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Jika kita berteduh di pondok di tanah lapang atau persawahan pada musim hujan, jika tak ada penangkal petir, kita buat sendiri dengan 2 buah garpu. Satu ditaruh di ujung bambu setinggi minimal 2,5 meter, satu lagi ditancapkan ke tanah untuk pentanahan ( grounded/ mengalirkan arus petir ke bumi ), hubungkan keduanya dengan kawat tembaga. Duduklah di jarak aman darinya ( sekitar 2 meter ), jangan berteduh persis di bawah pohon besar atau di ketinggian ( saya pernah membaca beberapa korban petir yang tewas berada di dalam langgar/ mushola di sebuah bukit, petir masuk lewat jendela.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Jika ada badai angin sebesar tornado, carilah tempat relatif aman di sudut ruangan/ dekat kolom/ tiang utama penopang bangunan atau di bawah jembatan fly over/ jembatan layang ( dekat struktur pendukungnya ). Jika di tepi pantai, ketika melihat air surut begitu jauh sehingga ikan2 bergelimpangan menggoda untuk ditangkap, atau melihat hewan2 bertingkah tak biasanya/ terlihat linglung/ lari ke ketinggian, segera berbalik dan cari tempat yang tinggi di atas bukit, kalau tak sempat segera panjat pohon kelapa yang tinggi. Berpeganglah erat dan berdoalah yang intens memohon keselamatan dari-Nya.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Menghadapi gempa, anda harus tenang, matikan lampu dan kompor, sambarlah kedua tas, berlindunglah di dekat kaki meja, kaki sofa, kaki ranjang atau sudut ruangan/ dekat tiang bangunan ( jangan di dekat daun pintu ), setelah hiruk pikuk/ jejalan orang yang menyelamatkan diri sudah berkurang, turunlah lewat tangga darurat ( jika tangga biasa berhati-hatilah, tangga termasuk bagian bangunan yang mudah ambruk digoyang gempa ). Carilah tanah lapang yang terhindari dari hempasan gedung, tiang listrik, papan reklame, dsb. Jika, anda di dekat mobil, meringkuklah di samping mobil, jangan masuk ke dalamnya. Pastikan ada ruang untuk anda jika tiang tiba2 roboh di atas plafon mobil.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Setelah itu hubungi posko2 bencana atau tim SAR jika anda kehilangan sanak saudara. Sebelumnya, hubungi dulu anggota keluarga anda ( bisa via ponsel ) atau cari tahu keberadaan mereka pada orang2 yang mungkin mengetahuinya. Siapkan nomor darurat di phone book anda, seperti polisi, dinas kebakaran, dinas sosial, tim SAR dan ketua lingkungan anda. Bersyukur pada Allah anda masih bernyawa dan tetap optimis menghadapi tantangan hidup di depan, sekelam apapun itu. Buktikan, diri anda orang Indonesia yang beriman. Survive ! ***

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Katanya, bantuan sudah banyak mengalir ke daerah2 gempa di Jawa Barat. Namun, korban di kabupaten Bandung mengeluh distribusi bantuan, lambat dan tidak merata. Seperti warga di Pengalengan, yang hanya menyantap mi instan untuk sahur. Warga kecamatan Kertasari, kampung Sukamenak ( 60 pengungsi ) – desa Margamukti – kecamatan Pangalengan, kabupaten Bandung dan desa Baranangsiang ( menurut kepala desa, Heri Puryanto, ada sekitar 270 warga ) – kecamatan Cipongkor, Ngamprah, kabupaten Bandung Barat, kedinginan dan kurang makan. Mereka masih mengharapkan selimut, pakaian dan makanan segera datang. Jumlah warga yang terkena gempa tersebar di 26 kecamatan dan baru 10 kecamatan yang mendapat distribusi bantuan dari posko utama. Bantuan tsb berupa beras, mi instan dan air mineral.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Mengenai banyaknya warga yang mendirikan posko di sepanjang Jalan Raya Pangalengan, bupati Bandung, H.Obar Sobarna, mengatakan pemkab sudah menertibkan. Tinggal 4- 5 posko lagi. Sebelumnya setiap 100 meter ada warga yang meminta bantuan. Deden Usman, warga desa Tribakti Mulya, kecamatan Pangalengan, mengatakan banyaknya warga yang meminta bantuan di pinggir jalan karena bantuan yang diterima amat minim. Ada yang hanya sekali menerima 4 bungkus mi instan untuk satu keluarga. Sejumlah spanduk dibentangkan warga di jalan tertulis “Bapak Perhatikan Nasib Kami”, atau “Bantuan Kok Lewat Saja.”

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Wabup Bandung Barat, Ernawan Natasaputra, Ernawan Natasaputra, saat ditemui usai rapat koordinasi bersama seluruh SKPD serta camat di Kantor Dinas Sosial Kab.Bandung Barat, Senin ( 7/9/2009 ), mengatakan KBB memerlukan sekitar 60 ton beras untuk memenuhi kebutuhan warga korban gempa. Pemkab Bandung Barat berupaya melakukan segala cara untuk menyediakan, meski harus berhutang pada pihak ketiga.”Hingga saat ini, kami telah menyalurkan 56 ton beras untuk 5.960 kepala keluarga ( KK ) atau sekitar 23.840 jiwa yang mengungsi.” Dengan asumsi kebutuhan beras sebanyak 6 ton setiap hari, maka dibutuhkan 60 ton beras untuk bertahan hingga waktu tanggap darurat ( dialokasikan 14 hari ).

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Kerusakan akibat gempa di Majalengka dan Kuningan mencapai 1.700 rumah, musala dan gedung sekolah. Bakorwil Cirebon menyerahkan bantuan bagi ribuan korban bencana alam yang ada di 8 kecamatan di kabupaten Majalengka, Minggu ( 6/9/2009 ) di pendopo Gedung Negara Majalengka. Bantuan berupa bahan kebutuhan pokok seperti beras, mi instan dan minyak goreng. Bakorwil menghimbau agar pemkab Majalengka berupaya mencari donatur untuk membangun perumahan penduduk yang terkena gempa, seperti pada perusahaan swasta. Bupati H.Sutrisno didamping wabup Majalengka, H.Karna Sobahi, menjelaskan sebagian korban bencana alam masih tinggal di tenda2 darurat seperti di desa Wangkelang, kecamatan Cingambul. Pemkab Majalengka yang akan segera mendistribusikan bantuan Bakorwil hari Senin. Sebelumnya, pemkab Majalengka telah mendistribusikan beras ke Cikijing dan dan Wangkelang sebanyak satu ton.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Presiden SBY datang ke lokasi bencana dan menyumbang Rp.5 milyar, gubernur Aceh, Irwandi Yusuf datang ke lokasi bencana dan menyumbang Rp.500 juta. Pembaca melalui Dompet Gempa yang digalang harian PR, menyumbang Rp.370 juta lebih, juga makanan, minuman dan pakaian. Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang kab. Bandung Barat akan mendirikan 5 penampungan air bersih. Menurut kepalanya, Asep Sodikin, Bandung Barat mendapat pinjaman 2 unit kendaraan tangki air berkapasitas 4.000 liter, 10 unit hydrant umum, unit sarana mandi cuci kakus ( MCK ) dan 75 jeriken pengangkut air ke tenda. Ia menegaskan, peralatan tsb merupakan pinjaman, bukan untuk dibagikan cuma2.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Dwiki Darmawan menggelar konser amal yang bertajuk “Jazz for West Java”, di Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Minggu ( 13/9/2009 ). Konser amal ini dihadiri Adang Daradjatun selaku ketua umum Simpay Wargi Urang dan ketua pimpinan pusat Muhammadiyah, Din Syamsudin serta pengusaha dan kelompok pengajian orbit. Ide konser amal ini pertama datang dari Dwiki bersama Farabi Musik dan Krakatau. Setelah melihat gempa bumi di Bandung, Tasik, Sukabumi dan Cilacap, Jawa Tengah, tiba2 Dwiki menemukan ide, sebagaimana ia juga membuat konser saat Aceh dilanda tsunami 2004.”Saat Aceh terkena tsunami kita membuat konser, kenapa saat Jawa diguncang gempa kita tidak membuat juga ?” ( PR, 15/9/2009 )

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Universitas Padjajaran mengirimkan tim relawan dan bantuan ke sejumlah daerah di Jawa Barat. Bantuan berupa 7 ton beras sumbangan mahasiswa baru Unpad 2009, juga teknologi pembuatan rumah tahan gempa. Kepala Biro Administrasi Umum, Lili Permadi, mengatakan, bantuan akan disebarkan di 4 lokasi ; di Pengalengan, Cikelet, Cigalontang dan Pameungpeuk.”Empat truk telah disiapkan untuk mengangkut beras yang telah dikemas per 5 kg dan juga pakaian layak pakai. Dikirim juga tim pelayanan kesehatan dari Fakultas Kedokteran Unpad,” katanya, Jumat ( 4/9/2009 ).

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Sehari setelah gempa mengguncang, relawan dan mahasiswa Unpad dikirim ke lokasi gempa di desa Margamukti, Pangalengan. Mereka adalah mahasiswa yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa dan juga Badan Eksekutif Mahasiswa ( BEM ). Sumbangan pemikiran juga dilakukan Pusat Inkubator Bisnis ( PIB ) Unpad. Sumbangan berupa teknologi pembuatan rumah tahan gempa.”Teknologinya sederhana, bahan bakunya juga berasal dari kearifan lokal yang banyak terdapat di sekitar lokasi kejadian,” kata Sekretaris PIB Unpad, Marleen Herudiyanto.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Sekitar 500 ton sayuran senilai Rp.1,5 milyar dari kecamatan Pangalengan, kabupaten Bandung tertunda masa panennya akibat musibah gempa. Tambahan pasokan sayur ke kota Bandung dari Pangalengan diperkirakan akan terlambat sampai 10 hari. Pasokan air terganggu, banyak irigasi rusak. Cadangan air yang tersedia difokuskan untuk memenuhi kebutuhan utama para korban gempa, baik di penampungan maupun tempat tinggalnya. Penundaan terparah menimpa komoditas kentang. Tomat, kol, bawang daun, wortel, lobak, selada, dll , juga terganggu. Selama 3 hari pascagempa, aktivitas bertani terhenti sama sekali.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Para pengungsi tinggal di tenda2 di darurat yang jika malam kedinginan dan siang begitu panas plus terpaksa menghirup udara berdebu. Mereka stres dengan keadaan serba minim, berbagai penyakit mulai menyerang ( infeksi saluran pernafasan, batuk, pilek, pusing kepala, sesak nafas, gastritis, gatal2, pegal2, maag, diare, demam dan penyakit mata ), ditambah mendengar isu gempa susulan dan tsunami. Gangguan kesehatan menurut sejumlah warga disebabkan kurangnya penyediaan air bersih dan buruknya sanitasi pasca gempa. Warga saat ini hanya berkonsentrasi untuk bertahan hidup, tanpa berpikir membersihkan lingkungan. Para pengungsi yang berada di Sukamukti, Cisayong, Tasikmalaya, mulai sering masuk puskesmas karena batuk dan flu. Menurut data di posko Cisayong, setiap harinya tercatat 10 hingga 17 orang terserang penyakit.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Dinas Kesehatan kabupaten Bandung Barat, menurut kepalanya, dr.Pupu Sari Rohayati, telah menerjunkan seluruh personelnya hingga tingkat bidan desa untuk siaga melayani kesehatan warga korban gembpa sampai seminggu setelah bencana. Puskesmas Cipongkor dan Sindangkerta menjadi penanggungjawab penanggulangan penyakit di wilayah tsb. Pupu berharap warga tidak tidur di tenda2 yang rentan terkena penyakit, tapi pindah menempati kembali rumahnya yang masih layak huni atau mencari rumah lainnya. Ia menghimbau masyarakat luas agar berpartisipasi membantu korban bencana, terutama makanan. Pupu dan stafnya rutin setiap mengadakan pemeriksaan pada warga yang mengungsi untuk mengantisipasi masalah kesehatan. Semoga bantuan makin banyak serta terdistribusi lebih cepat dan merata.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Wabup Bandung Barat, Ernawan Natasaputra, menghimbau korban gempa di wilayahnya agar sesegera mungkin meninggalkan tenda pengungsian.”Selain tidak layak huni, berlama-lama di tenda pengungsian akan mempercepat kerentanan terhadap penyakit serta menimbulkan gejala sosial baru.” Ia memahami jika banyak warga yang kehilangan tempat tinggal atau sudah tidak memiliki sanak saudara lagi. Ia akan secepatnya mengupayakan agar warga bisa menempati lokasi layak huni.”Bisa berupa bangsal atau menumpang sementara di tempat lain, seperti kantor2 yayasan, atau tempat lainnya. Berdasarkan data terakhir, sekitar 90 rumah hancur ( 2.528 rusak berat, 3.342 rusak ringan ). Jumlah ini belum ditambah dengan rumah permanen yang retak atau dindingnya hancur.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Wabah diare di desa Caringin, kabupaten Caringin, kabupaten Sukabumi menewaskan 3 warga. Sedangkan 70 warga lainnya terpaksa dilarikan ke RSUD Sekarwangi, Cibadak. Hingga Minggu kemarin ( 6/9/2009 ) sebagian besar warga saat dibawa ke rumah sakit dalam kondisi lemas. Wabah serupa terjadi di Singaparna kabupaten Tasikmalaya. Sekitar 50 pasien diare masuk puskesmas Tinewati, Singaparna. Di Sukabumi, warga mengeluh sakit melilit pada perut dan muntah2 sesaat setelah sahur. Warga lain mengungkapkan rasa sakit perut disertai buang air besar secara terus menerus. Setelah tiba di rumah sakit, seluruh pasien langsung dibawa ke UGD dan diberi infus untuk mengantisipasi dehidrasi/ kekurangan cairan. Warga yang meninggal dunia rata2 berusia 60 tahun ke atas. Mereka terlambat dibawa ke rumah sakit oleh keluarganya, kata Dadang Sucipta, Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan ( P2MPL ) Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi. Sebagian besar penderita diare adalah anak2 dan orang tua yang berasal dari Cigalontang, yang merupakan daerah terparah diterjang gempa bumi. Mereka sudah 4 malam berada di tenda.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

“Jangan lupakan pula kebutuhan ketenangan jiwa agar mereka bisa tabah dalam menghadapi semua cobaan maupun peringatan dari Allah Swt. Kalau kita tetap berbaik sangka pada Allah, hati dan pikiran menjadi tenang sehingga dampak gempa tidak terlalu mengkhawatirkan. Sikap ini yang harus ditumbuhkan,” tutur Anwar. Rencananya, Selasa dan Rabu ini ( 8-9/9/2009 ), pengurus MUI kab.Bandung bersama MUI kecamatan dan MUI desa/ kelurahan akan bertemu di Wisma Haji Soreang.”Selain mencairkan bantuan operasional MUI, kami juga akan membahas pengiriman dai untuk menenangkan korban gempa. Minimal korban bisa berkeluh kesah, lalu kita arahkan agar bersikap sabar dan tawakal dalam menerima cobaan ini”, jelas Anwar.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Sedikitnya 800 sekolah hancur dan rusak berat akibat gempa di Tasikmalaya. Jumlah itu kemungkinan akan bertambah mengingat belum semua sekolah yang rusak terdata. Pemerintah pusat melalui Depdiknas berjanji menanggung biaya rehabilitasi bangunan sekolah yang rusak berat dan hancur, tutur Bambang Sudibyo, menteri pendidikan nasional saat meninjau sejumlah lokasi bencana gempa bumi di Jawa Barat, Minggu ( 6/9/2009 ). Sekolah dengan kerusakan sedang dan ringan ditangani Pemprov Jabar dan pemkab/ pemkot masing2 daerah bencana. Sekolah2 yang rusak itu akan diinventarisasi secepatnya hingga bisa segera direncanakan dan direalisasikan.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Di Ciamis, Bambang mengatakan, sebagian besar bangunan sekolah di Indonesia belum tahan gempa. Ia meminta mulai tahun ini, sekolah yang dibangun harus menahan guncangan gempa hingga kekuatan 7 skala Richter ( SR ). Namun, ada beberapa yang sudah dirancang tahan gempa, diantaranya di provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, kabupaten Bantul DIY, dan kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Wilayah tsb sebelumnya juga korban bencana gempa bumi. Sekolah seharusnya menjadi tempat perlindungan yang aman, bukan sebaliknya menelan korban jiwa.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Mendiknas mengatakan, kegiatan belajar mengajar harus berjalan kembali secepatnya. Jangan sampai anak menjadi malas belajar. Pengalaman di Aceh dan Yogyakarta ketika ada gempa, proses belajar mengajar tetap berlangsung, bahkan ujian nasional bisa diselenggarakan. Begitu juga di Jawa Barat, harus diusahakan solusinya. Menurut Oslan Khaerul Falah, sekretaris Disdik kota Tasikmalaya, mengatakan,”Kegiatan belajar tetap jalan, apalagi sebentar lagi libur Lebaran. Beberapa sekolah bahkan sudah ada yang menghentikan kegiatan belajar dan menggantinya dengan kegiatan pesantren kilat.” ( PR, 7/9/2009 )

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Hingga kemarin ( 8/9/2009 ) menurut Satkorlak PB Provinsi Jabar, tercatat 64.413 rumah rusak berat, 134.294 rumah rusak ringan dan 7.068 masjid, sekolah, madrasah, kantor dan pesantren rusak. Pemerintah mengalokasikan dana Rp.1,4 – Rp.1,5 trilyun untuk merehabilitasi dan merekonstruksi pascagempa bumi di Jawa Barat. Pemprov Jabar menganggarkan Rp.90 milyar untuk penanganan pascagempa tsb, ungkap Menko Kesra, Aburizal Bakrie, didampingi Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan, usai rapat kabinet terbatas ( rakortas ) di Istana Bogor yang dipimpin presiden SBY. Besarnya dana sedang diverifikasi dan diharapkan dapat selesai pada pertengahan Oktober 2009. Model rehabilitasi dan rekonstruksi akan mencontoh model penanganan gempa Yogya. Pelaksanaan diharapkan selesai pada Februari 2010.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

SBY membantah bahwa ia menolak bantuan asing atas terjadinya gempa tsb. Saat ini baik pemerintah pusat maupun daerah masih dapat mengatasi dampak bencana alam tsb dan memiliki kemampuan untuk memobilisasi sumber daya yang ada. Pemerintah Indonesia tengah melakukan kegiatan tanggap darurat, operasi kemanusiaan dan melakukan langkah2 yang berkaitan. ( saya setuju, kita harus mandiri, meminimalkan intervensi asing, agar urusan dalam negeri kita tak dicekoki kepentingan asing, mereka bermuka manis di depan kita, dibelakang, mereka sedang mengoyak-ngoyak bangsa kita dan terus menyedot kekayaan alam negeri ini_ vitri )

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Dinas Perumahan, Penataan Ruang dan Kebersihan ( Dipertasih ) Kab.Bandung memperkirakan jumlah kerugian akibat rusaknya bangunan di wilayahnya mencapai sekitar Rp.1,4 trilyun. Bangunan yang rusak meliputi sekolah, rumah, tempat ibadah dan perkantoran. Berdasarkan data terakhir, Senin ( 7/9/2009 ) sebanyak 47.422 rumah rusak ( 15.086 rusak berat, 6.627 rusak sedang, 25.709 rusak ringan ), 97 sekolah rusak berat, 40 sekolah rusak sedang, 46 sekolah rusak ringan, 20 madrasah Ibtidaiah ( MI ), Tsanawiah ( MTs ), Aliah ( MA ) rusak, 344 tempat ibadah rusak dan 46 kantor dan sarana pemerintah juga rusak.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Hingga Senin ( 7/9/2009 ) di kabupaten Cianjur terdapat 140 gedung SD rusak, 29 gedung SMP rusak dan 3 gedung SMA rusak. Gedung sekolah dibagi dalam 2 kategori, yakni 735 ruang kelas rusak berat dan 125 ruang kelas rusak ringan, kata H.Agus S.Melani, sekretaris Dinas Pendidikan kab.Cianjur. Ia maklum bila para kepala sekolah yang bertugas di daerah rawan gempa meliburkan kegiatan belajar karena kondisinya masih belum stabil.”Masalah utamanya adalah keadaan trauma pascagempa yang dialami guru dan siswa sehingga tidak memungkinkan untuk menggelar kegiatan belajar-mengajar.” ( PR, 8/9/2009 ).

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Pemerintah sebaiknya melakukan perkuatan ( retrofit ) semua bangunan sekolah. Pasalnya, semua bangunan sekolah di Indonesia tidak memenuhi standar keamanan dan kualitas minimal. Konsultan Mitigasi Bencana, Teddy Boen memaparkan, dokumentasinya tentang kerusakan2 sekolah oleh bencana alam di Indonesia yang diamatinya selama 40 tahun menyimpulkan, perencanaan bangunan sekolah di Indonesia masih lemah. Hal tsb ditunjukkan dari gambar perencanaan yang tidak memenuhi syarat pelaksanaan, kualitas material yang rendah, dan kualitas insinyur dan arsiteknya yang masih perlu di up-grade .

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

“Oleh karena itu, dengan rusaknya bangunan sekolah sekarang, merupakan kesempatan untuk membangun lebih baik. Hanya, libatkan orang2 yang memang paham dan ahli gempa. Tidak semua insinyur paham tentang gempa,” kata Krishna. Dua SD yang dibangun ITB dengan struktur tahan gempa, yaitu SD Negeri Padasuka 2 Soreang da SDN di Cirateun Bandung, keretakannya hanya berupa retak halus, sementara banyak bangunan sekolah lain rusak berat bahkan ambruk. Sebenarnya, jika saat itu pemerintah menindaklanjuti hasil kajian Pusat Mitigasi, tak akan terlalu banyak mengeluarkan dana.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Ambruknya Bukit Urug Hanafi di Kampung Babakan Caringin, Desa Cikangkareng, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Cianjur, Rabu ( 2/9/2009 ) mengundang perhatian warga di beberapa daerah. Begitu mereka mendengar ada kejadian, banyak warga berdatangan ke lokasi kejadian. Kedatangan warga yang ingin menyaksikan langsung tempat kejadian dan proses evakuasi menjadi tak terbendung. Aktivitas tim SAR gabungan yang bekerja keras melakukan pencarian puluhan korban yang tertimbun longsor menjadi tontonan warga.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Kehadiran warga sering merepotkan dan mengganggu kerja petugas yang melakukan proses evakuasi. Petugas dibuat kewalahan mengaturnya. Berkali-kali berupaya menyingkirkan warga, namun upaya itu hanya berhasil sesaat. Warga kembali ke lokasi seperti main kucing-kucingan dengan petugas.”Kami bukan hanya menghimbau, tetapi sudah beberapa kali melarang warga mendekat ke lokasi. Susah, mereka dilarang di sebelah sini, bukannya pulang, eh malah pindah ke tempat lain,”ujar Ketua Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ) Kab.Cianjur, Darojat Ali, Senin ( 7/9/2009 ).

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Padahal lokasi masih cukup rawan, beberapa kali terdengar suara gerakan tanah dari bukit tak membuat khawatir warga. Mereka berlarian ketika mendengar suara gemuruh berasal dari gerakan tanah di atas bukit. Namun tidak kapok. Begitu situasi mereda, mereka perlahan kembali mendekat ke lokasi. Beberapa warga yang ditemui di lokasi, mengaku sengaja datang untuk menyaksikan proses pencarian korban.”Ya, ingin tahu saja, melihat sendiri lokasi kejadian dan proses pencarian. Jadi tidak hanya dari informasi,” kata Neneng, warga Tanggeung yang datang ke lokasi beramai-ramai. ( PR, 8/9/2009 ).

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

“Waktu gempa kemarin, gentingnya juga tidak jatuh satu pun, tidak ada yang rusak,”ucap Iin Dasyah ( 74 ), sesepuh kampung adat Cikondang. Kalimat Iin memang beralasan, bentuk rumah panggung yang diusung, memang menjadikan konstruksinya fleksibel sehingga tahan gempa.”Keistimewaan rumah panggung memang anti gempa. Kalau orang dulu itu kan tidak mewah, jadi waktu itu ada pantangan, jangan membuat rumah dari batu, karena berbahaya kalau ada gempa,” tutur Iin. Penggunaan genting juga dinilai tabu oleh Iin.”Genting kan terbuat dari tanah. Kalau orang dulu punya pemikiran, masih hidup kok dikubur di bawah tanah,” ucap Iin sambil tersenyum.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Bisakah tukang2 “tradisional” membuat bangunan tahan gempa ? Bisa ! Itu ditegaskan Suwandojo Siddiq, professor riset ahli bidang struktur bangunan dan teknologi gempa dari Puslitbang Permukiman. Dalam mengantisipasi gempa bumi, bangunan yang sudah ada maupun yang belum, harus disiasati agar menjadi tahan gempa. Bagi bangunan baru, harus didesain menggunakan bahan2 yang daktail atau ulet. Daktail adalah istilah dalam dunia pergempaan, yaitu kemampuan menahan daya berulang-ulang tanpa rusak. Hindari menggunakan bahan2 yang berat dan tidak daktail.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Pasangan bata sangat tidak daktail. Dari seluruh bahan bangunan, yang paling tidak tahan gempa adalah pasangan bata. Sedangkan yang paling bagus ( tahan gempa ) adalah beton bertulang. Kemudian, diantara keduanya ada kayu. Namun, pasangan bata dan juga conblock , yang perilakunya sangat jelek terhadap gempa ( gampang roboh ), jika dikawinkan dengan besi atau beton tulangan ( bisa tulangan dari kayu ) jadi bagus juga. Itu yang disebut reinforce masonry. Seperti kaca yang tidak mudah pecah karena diberi bingkai.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Jelas peneliti senior yang punya inisial resmi Swd ini, prinsipnya ; gaya yang menarik ditahan oleh besi, yang menekan ditahan pasangan bata. Sebab, pasangan bata kuat tekan, tidak kuat tarik. Besi kuat tarik, tidak kuat tekan. NES ( non engineer structure ) adalah bangunan rakyat yang dikerjakan tukang2 biasa. Kalau terpaksa menggunakan pasangan bata, pada pojok-pojoknya dipasang besi. Idealnya, setiap 8 m2 ada kolom. Misal, dinding setinggi 3 meter dipasang kolom tiap 2,5 meter. Dengan begitu, kalau terjadi gempa tidak roboh. Gempa itu sendiri tidak membunuh. Bangunan robohlah yang banyak menewaskan manusia. Kalau kolomnya kayu, antara kayu dengan pasangan bata dipasang angker, dengan besi 6 mm dan panjang ½ meter.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Gempa di Yogyakarta waktu itu sekitar 150 gal. Ukuran gempa dalam kaitannya dengan bangunan memakai Gal, yaitu percepatan dalam satuan cm/ detik2. Ukuran Skala Richter adalah energi yang dilepas di sumber gempa, sedang getarannya yang sampai ke lokasi dihitung dengan satuan Gal. Kekuatan gempa di Padang, Sumatera Barat, beberapa waktu lalu, sekitar 200 gal. Hendaknya bangunan2 yang ada di mana saja saat ini dicek, bagian mana yang belum sempurna disempurnakan, mengingat wilayah Indonesia sangat rawan gempa.


Baca juga :

Pukul 14.55 sebuah balok memukul jam dinding hingga mati. Disusul kematian 82 orang di 10 kabupaten/ kota di Jawa Barat. Rinciannya ; kabupaten Tasikmalaya ( tewas 5 org, luka 108 org, mengungsi 142.577 org ), kota Tasikmalaya ( tewas 5 org, luka 22 org, mengungsi 3.387 org ), kabupaten Garut ( tewas 8 org, luka 164 org, mengungsi 13.928 org ), kabupaten Cianjur ( tewas 31 org, luka 22 org, hilang 21 org, mengungsi 17.555 org ), kabupaten Kuningan ( mengungsi 1.937 org ), kabupaten Sukabumi ( tewas 2 org, luka 20 org ), kabupaten Subang ( 1 org luka2 ), kabupaten Bogor ( tewas 2 org, luka 9 org, mengungsi 663 org ), kabupaten Ciamis ( tewas 7 org, luka 207 org, mengungsi 24.584 org ) dan kabupaten Bandung ( tewas 22 org, luka 681 org, mengungsi 5.661 org ), kabupaten Bandung Barat ( luka 18 org ).

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Rabu ( 2/9/2009 ) siang itu, saya melihat bangunan 2 lantai di depan saya bergoyang, mobil yang di parkir bergeser ganjil. “GEMPA !!”, teriak saya pada orang sekitar juga supir angkot yang lewat. Orang2 berhamburan keluar dari bangunan2 itu menuju tepi jalan, juga di dekat saya berdiri. Terlihat wajah2 bingung, terpana juga senyum terheran melihat orang sudah berkumpul di tepi jalan. Tidak untuk menyetop angkutan umum, tapi melihat mereka yang baru keluar bangunan. Saling menonton, atau menilik perasaan. Ada kebersamaan yang mendadak tercipta, meski kami tidak saling kenal. Ada perasaan bersama, kami akan aman di sini.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Gempa yang terasa sekitar 3 menit itu mematikan juga sinyal ponsel dan aliran listrik. Melihat tak ada bangunan yang rusak di sekitar saya, feeling saya mengatakan ibu baik2 saja. Sebelum keluar rumah, saya sudah menitipkan keselamatan dan kesehatan ibu pada Allah Swt. Agustus 2007 pernah terjadi gempa di kota saya, cukup kuat, dan ibu pun selamat sentosa. Saya cek mesin ATM di supermarket sebelah, keduanya out of order . Saya dengar suara gemuruh mesin genset dinyalakan. Supermarket beroperasi kembali. Daripada bengong cukup lama di bangunan2 lain yang masih belum menyala penerangannya, saya dan beberapa penunggu masuk ke supermarket, mencari bahan yang bisa dijadikan hidangan berbuka 3 jam lagi. Pramuniaga menjadi lebih ramah dari biasanya. Peristiwa gempa seolah mendekatkan kami. Sama2 baru keluar dari lubang kematian. Lega.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Di tayangan teve, saya lihat seorang saksi mengatakan, dirinya berada di perbatasan desa Pamoyanan dan Cikangkareng ketika gempa terjadi. Sejak pukul 3 kurang 20 menit, ia merasakan tanah yang diinjaknya bergetar. Ia menunjukkan arah di mana terlihat anak2 masih ceria menghabiskan waktu ngabuburitnya di sebuah lapangan. Dalam hitungan detik, pemandangan gembira itu seketika tersapu gemuruh longsoran tanah dari bukit Urug Hanafi. 15 KK dan 57 orang menjadi korban. 21 jasad terkubur itu belum berhasil dikeluarkan hingga hari ini. Pencarian korban dibatasi hingga Kamis ( 10/9/2009 ). Seorang pria pingsan kehilangan 11 anggota keluarganya sekaligus ; istri, anak, mertua dan 6 keponakannya. Pengalaman traumatik.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Gunung Krakatau yang meletus tahun 1883 menimbulkan tsunami setinggi 100 kaki, indeks letusan 6. Gunung Tambora di Papua meletus tahun 1915, melepaskan gelombang panas dan debu ke stratosfir hingga terjadi musim dingin setahun penuh di Rusia dan Eropa, menewaskan 10.000 penduduk Tambora. Indeks 7, setara dengan gunung Thera di laut Aegean, Yunani. Gunung di Eropa itu meletus tahun 1864, juga 640 ribu tahun yang lalu. Gelombang panas dan tsunami yang ditimbulkan menewaskan seluruh penduduk Pompey dan pulau Kreta. Banyak korban ditemukan tengah berpelukan erat, telanjang, sesama pria, sudah membatu. Menurut sebuah situs, itu azab yang ditimpakan pada pelaku sodomi, yang bersikeras mempertahankan kebiasaan leluhurnya di wilayah Sodom, yang di kitab suci dikenal sebagai bangsa yang musnah.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Letusan Toba memusnahkan banyak spesies hewan dan menenggelamkan benua Atlantis. Danau Toba yang seluas itu adalah kawahnya. Lumpur Lapindo di Porong, Jawa Timur yang diprediksi para ahli baru mencapai keseimbangan hidrostatis setelah 31 tahun, salah satu bukti tenggelam benua tsb. Lumpur Porong yang berasal dari gunung raksasa lumpur yang bercampur air laut, dulunya gunung besar di benua Atlantis. Bangsa Atlantis adalah bangsa dengan peradaban termaju pada masanya. Serial “Man from Atlantis” di TVRI, “Deni Manusia Ikan” di majalah remaja, terinsipirasi kisah benua yang hilang ini. Dan kita, bangsa Indonesia, hari ini, mendiami pucuk2 daratan Atlantis ini. Can you believe this ?

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Kesimpulannya, Indonesia adalah wilayah yang sangat rawan bencana. Ironisnya, kita belum punya sistem penanggulangan bencana alam nasional. Kita belum punya mindset yang sama tentang penanganan bencana. Guyonnya, seperti rokok, bencana alam ini digunakan untuk mengurangi kepadatan penduduk, jika program KB tidak jalan seperti yang diharapkan, jika melihat penanganan dan pencegahan bencana kesekian kalinya terkesan lamban. Fakta, bahwa hanya 20 % dampak bencana yang sanggup ditangani pemerintah. Sisanya diurus masyarakat, dunia usaha dan internasional. Aturan manajemen bencana internasional menghendaki adanya satu komando, satu pedoman dan satu kesatuan. Tiga hal itu belum ada di Indonesia, setiap wilayah menangani dengan cara masing2.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

UU no.24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, belum tuntas dijabarkan dalam Peraturan Pemerintah. Korps Penanggulangan Bencana Indonesia baru mulai dibentuk di tingkat kabupaten/ kota. Pemerintah juga perlu segera menetapkan tata ruang yang aman dari serangan gempa dan tsunami. Bencana yang tidak bisa diprediksi sebelumnya dan baru diketahui setelah terjadi. Berbeda dengan angin topan atau banjir. Kita bisa mengolah data kumpulan awan dari satelit yang diluncurkan manusia ke luar angkasa untuk memperkirakan waktu terjadinya. Setahu saya, manusia belum mampu meluncur ke perut bumi yang panas bagai neraka, untuk membaca gejolak magma.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Sementara menunggu korps dan sistem tsb berproses menjadi seperti harapan semua pihak, kita perlu melatih diri sendiri untuk survive dari tragedi gempa. Saya sendiri sudah menyiapkan 2 tas di tempat yang mudah dijangkau dalam keadaan genting. Tas pertama berisi dokumen penting hidup saya, diantaranya akte kelahiran, sertifikat keahlian, dokumentasi karya berupa foto/ flash disk/ netbook, buku organizer, uang cash 500 ribu rupiah, kartu ATM, SIM dan terutama KTP ( untuk antre mendapat makanan, obat2an atau bantuan lain dari pemerintah atau masyarakat jika saya terpaksa tidur di tenda2 pengungsian ), tersimpan di kotak anti kebakaran.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Tas kedua berisi 1 stel baju ganti, jaket, jas hujan/ poncho ( bisa untuk tukar darurat ) sabun, sikat gigi, odol, sandal, handuk, selimut, botol minum, pisau lipat/ serbaguna, gulungan tali, kawat, sendok, garpu dan mangkuk stainless steel ( bisa jadi pengganti panci untuk menggayung air, memasak air atau mi/ super bubur ). Juga kotak P3K. Saya tak ingin merepotkan orang. Ingin jadi pengungsi yang manis. 2 tas ini bisa saya sambar jika ada kebakaran, banjir, tsunami ( perlu 8 – 20 menit untuk kabur sejak early warning ) atau bencana lain. Juga menghindari keponakan yang ramai atau tamu keluarga yang datang menginap, sementara saya dikejar deadline atau inspirasi menulis/ melukis dan perlu menginap di hotel atau travel/ camping.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Jika kita ada di suatu tempat, kenali lingkungan di sekitar kita. Berada di lantai berapakah kita ? Di mana tangga kebakaran dan firehose-nya ( alat pemadam dalam gedung ). Apakah di belakang kita ada tebing yang rawan longsor, dengan kolam ikan atau kolam renang ? ( beban air akibat curah hujan yang tinggi melebihi normal akibat climate change , sering melebihi kekuatan struktur penopang tebing atau kolam hingga tebing itu ambrol atau tanah longsor ). Gambarkan di otak, jika ada bencana, skenario terburuk, apa yang harus kita lakukan, lewat jalan mana ?

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Jika kita berteduh di pondok di tanah lapang atau persawahan pada musim hujan, jika tak ada penangkal petir, kita buat sendiri dengan 2 buah garpu. Satu ditaruh di ujung bambu setinggi minimal 2,5 meter, satu lagi ditancapkan ke tanah untuk pentanahan ( grounded/ mengalirkan arus petir ke bumi ), hubungkan keduanya dengan kawat tembaga. Duduklah di jarak aman darinya ( sekitar 2 meter ), jangan berteduh persis di bawah pohon besar atau di ketinggian ( saya pernah membaca beberapa korban petir yang tewas berada di dalam langgar/ mushola di sebuah bukit, petir masuk lewat jendela.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Jika ada badai angin sebesar tornado, carilah tempat relatif aman di sudut ruangan/ dekat kolom/ tiang utama penopang bangunan atau di bawah jembatan fly over/ jembatan layang ( dekat struktur pendukungnya ). Jika di tepi pantai, ketika melihat air surut begitu jauh sehingga ikan2 bergelimpangan menggoda untuk ditangkap, atau melihat hewan2 bertingkah tak biasanya/ terlihat linglung/ lari ke ketinggian, segera berbalik dan cari tempat yang tinggi di atas bukit, kalau tak sempat segera panjat pohon kelapa yang tinggi. Berpeganglah erat dan berdoalah yang intens memohon keselamatan dari-Nya.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Menghadapi gempa, anda harus tenang, matikan lampu dan kompor, sambarlah kedua tas, berlindunglah di dekat kaki meja, kaki sofa, kaki ranjang atau sudut ruangan/ dekat tiang bangunan ( jangan di dekat daun pintu ), setelah hiruk pikuk/ jejalan orang yang menyelamatkan diri sudah berkurang, turunlah lewat tangga darurat ( jika tangga biasa berhati-hatilah, tangga termasuk bagian bangunan yang mudah ambruk digoyang gempa ). Carilah tanah lapang yang terhindari dari hempasan gedung, tiang listrik, papan reklame, dsb. Jika, anda di dekat mobil, meringkuklah di samping mobil, jangan masuk ke dalamnya. Pastikan ada ruang untuk anda jika tiang tiba2 roboh di atas plafon mobil.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Setelah itu hubungi posko2 bencana atau tim SAR jika anda kehilangan sanak saudara. Sebelumnya, hubungi dulu anggota keluarga anda ( bisa via ponsel ) atau cari tahu keberadaan mereka pada orang2 yang mungkin mengetahuinya. Siapkan nomor darurat di phone book anda, seperti polisi, dinas kebakaran, dinas sosial, tim SAR dan ketua lingkungan anda. Bersyukur pada Allah anda masih bernyawa dan tetap optimis menghadapi tantangan hidup di depan, sekelam apapun itu. Buktikan, diri anda orang Indonesia yang beriman. Survive ! ***

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Katanya, bantuan sudah banyak mengalir ke daerah2 gempa di Jawa Barat. Namun, korban di kabupaten Bandung mengeluh distribusi bantuan, lambat dan tidak merata. Seperti warga di Pengalengan, yang hanya menyantap mi instan untuk sahur. Warga kecamatan Kertasari, kampung Sukamenak ( 60 pengungsi ) – desa Margamukti – kecamatan Pangalengan, kabupaten Bandung dan desa Baranangsiang ( menurut kepala desa, Heri Puryanto, ada sekitar 270 warga ) – kecamatan Cipongkor, Ngamprah, kabupaten Bandung Barat, kedinginan dan kurang makan. Mereka masih mengharapkan selimut, pakaian dan makanan segera datang. Jumlah warga yang terkena gempa tersebar di 26 kecamatan dan baru 10 kecamatan yang mendapat distribusi bantuan dari posko utama. Bantuan tsb berupa beras, mi instan dan air mineral.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Mengenai banyaknya warga yang mendirikan posko di sepanjang Jalan Raya Pangalengan, bupati Bandung, H.Obar Sobarna, mengatakan pemkab sudah menertibkan. Tinggal 4- 5 posko lagi. Sebelumnya setiap 100 meter ada warga yang meminta bantuan. Deden Usman, warga desa Tribakti Mulya, kecamatan Pangalengan, mengatakan banyaknya warga yang meminta bantuan di pinggir jalan karena bantuan yang diterima amat minim. Ada yang hanya sekali menerima 4 bungkus mi instan untuk satu keluarga. Sejumlah spanduk dibentangkan warga di jalan tertulis “Bapak Perhatikan Nasib Kami”, atau “Bantuan Kok Lewat Saja.”

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Wabup Bandung Barat, Ernawan Natasaputra, Ernawan Natasaputra, saat ditemui usai rapat koordinasi bersama seluruh SKPD serta camat di Kantor Dinas Sosial Kab.Bandung Barat, Senin ( 7/9/2009 ), mengatakan KBB memerlukan sekitar 60 ton beras untuk memenuhi kebutuhan warga korban gempa. Pemkab Bandung Barat berupaya melakukan segala cara untuk menyediakan, meski harus berhutang pada pihak ketiga.”Hingga saat ini, kami telah menyalurkan 56 ton beras untuk 5.960 kepala keluarga ( KK ) atau sekitar 23.840 jiwa yang mengungsi.” Dengan asumsi kebutuhan beras sebanyak 6 ton setiap hari, maka dibutuhkan 60 ton beras untuk bertahan hingga waktu tanggap darurat ( dialokasikan 14 hari ).

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Kerusakan akibat gempa di Majalengka dan Kuningan mencapai 1.700 rumah, musala dan gedung sekolah. Bakorwil Cirebon menyerahkan bantuan bagi ribuan korban bencana alam yang ada di 8 kecamatan di kabupaten Majalengka, Minggu ( 6/9/2009 ) di pendopo Gedung Negara Majalengka. Bantuan berupa bahan kebutuhan pokok seperti beras, mi instan dan minyak goreng. Bakorwil menghimbau agar pemkab Majalengka berupaya mencari donatur untuk membangun perumahan penduduk yang terkena gempa, seperti pada perusahaan swasta. Bupati H.Sutrisno didamping wabup Majalengka, H.Karna Sobahi, menjelaskan sebagian korban bencana alam masih tinggal di tenda2 darurat seperti di desa Wangkelang, kecamatan Cingambul. Pemkab Majalengka yang akan segera mendistribusikan bantuan Bakorwil hari Senin. Sebelumnya, pemkab Majalengka telah mendistribusikan beras ke Cikijing dan dan Wangkelang sebanyak satu ton.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Presiden SBY datang ke lokasi bencana dan menyumbang Rp.5 milyar, gubernur Aceh, Irwandi Yusuf datang ke lokasi bencana dan menyumbang Rp.500 juta. Pembaca melalui Dompet Gempa yang digalang harian PR, menyumbang Rp.370 juta lebih, juga makanan, minuman dan pakaian. Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang kab. Bandung Barat akan mendirikan 5 penampungan air bersih. Menurut kepalanya, Asep Sodikin, Bandung Barat mendapat pinjaman 2 unit kendaraan tangki air berkapasitas 4.000 liter, 10 unit hydrant umum, unit sarana mandi cuci kakus ( MCK ) dan 75 jeriken pengangkut air ke tenda. Ia menegaskan, peralatan tsb merupakan pinjaman, bukan untuk dibagikan cuma2.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Dwiki Darmawan menggelar konser amal yang bertajuk “Jazz for West Java”, di Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Minggu ( 13/9/2009 ). Konser amal ini dihadiri Adang Daradjatun selaku ketua umum Simpay Wargi Urang dan ketua pimpinan pusat Muhammadiyah, Din Syamsudin serta pengusaha dan kelompok pengajian orbit. Ide konser amal ini pertama datang dari Dwiki bersama Farabi Musik dan Krakatau. Setelah melihat gempa bumi di Bandung, Tasik, Sukabumi dan Cilacap, Jawa Tengah, tiba2 Dwiki menemukan ide, sebagaimana ia juga membuat konser saat Aceh dilanda tsunami 2004.”Saat Aceh terkena tsunami kita membuat konser, kenapa saat Jawa diguncang gempa kita tidak membuat juga ?” ( PR, 15/9/2009 )

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Universitas Padjajaran mengirimkan tim relawan dan bantuan ke sejumlah daerah di Jawa Barat. Bantuan berupa 7 ton beras sumbangan mahasiswa baru Unpad 2009, juga teknologi pembuatan rumah tahan gempa. Kepala Biro Administrasi Umum, Lili Permadi, mengatakan, bantuan akan disebarkan di 4 lokasi ; di Pengalengan, Cikelet, Cigalontang dan Pameungpeuk.”Empat truk telah disiapkan untuk mengangkut beras yang telah dikemas per 5 kg dan juga pakaian layak pakai. Dikirim juga tim pelayanan kesehatan dari Fakultas Kedokteran Unpad,” katanya, Jumat ( 4/9/2009 ).

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Sehari setelah gempa mengguncang, relawan dan mahasiswa Unpad dikirim ke lokasi gempa di desa Margamukti, Pangalengan. Mereka adalah mahasiswa yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa dan juga Badan Eksekutif Mahasiswa ( BEM ). Sumbangan pemikiran juga dilakukan Pusat Inkubator Bisnis ( PIB ) Unpad. Sumbangan berupa teknologi pembuatan rumah tahan gempa.”Teknologinya sederhana, bahan bakunya juga berasal dari kearifan lokal yang banyak terdapat di sekitar lokasi kejadian,” kata Sekretaris PIB Unpad, Marleen Herudiyanto.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Sekitar 500 ton sayuran senilai Rp.1,5 milyar dari kecamatan Pangalengan, kabupaten Bandung tertunda masa panennya akibat musibah gempa. Tambahan pasokan sayur ke kota Bandung dari Pangalengan diperkirakan akan terlambat sampai 10 hari. Pasokan air terganggu, banyak irigasi rusak. Cadangan air yang tersedia difokuskan untuk memenuhi kebutuhan utama para korban gempa, baik di penampungan maupun tempat tinggalnya. Penundaan terparah menimpa komoditas kentang. Tomat, kol, bawang daun, wortel, lobak, selada, dll , juga terganggu. Selama 3 hari pascagempa, aktivitas bertani terhenti sama sekali.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Para pengungsi tinggal di tenda2 di darurat yang jika malam kedinginan dan siang begitu panas plus terpaksa menghirup udara berdebu. Mereka stres dengan keadaan serba minim, berbagai penyakit mulai menyerang ( infeksi saluran pernafasan, batuk, pilek, pusing kepala, sesak nafas, gastritis, gatal2, pegal2, maag, diare, demam dan penyakit mata ), ditambah mendengar isu gempa susulan dan tsunami. Gangguan kesehatan menurut sejumlah warga disebabkan kurangnya penyediaan air bersih dan buruknya sanitasi pasca gempa. Warga saat ini hanya berkonsentrasi untuk bertahan hidup, tanpa berpikir membersihkan lingkungan. Para pengungsi yang berada di Sukamukti, Cisayong, Tasikmalaya, mulai sering masuk puskesmas karena batuk dan flu. Menurut data di posko Cisayong, setiap harinya tercatat 10 hingga 17 orang terserang penyakit.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Dinas Kesehatan kabupaten Bandung Barat, menurut kepalanya, dr.Pupu Sari Rohayati, telah menerjunkan seluruh personelnya hingga tingkat bidan desa untuk siaga melayani kesehatan warga korban gembpa sampai seminggu setelah bencana. Puskesmas Cipongkor dan Sindangkerta menjadi penanggungjawab penanggulangan penyakit di wilayah tsb. Pupu berharap warga tidak tidur di tenda2 yang rentan terkena penyakit, tapi pindah menempati kembali rumahnya yang masih layak huni atau mencari rumah lainnya. Ia menghimbau masyarakat luas agar berpartisipasi membantu korban bencana, terutama makanan. Pupu dan stafnya rutin setiap mengadakan pemeriksaan pada warga yang mengungsi untuk mengantisipasi masalah kesehatan. Semoga bantuan makin banyak serta terdistribusi lebih cepat dan merata.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Wabup Bandung Barat, Ernawan Natasaputra, menghimbau korban gempa di wilayahnya agar sesegera mungkin meninggalkan tenda pengungsian.”Selain tidak layak huni, berlama-lama di tenda pengungsian akan mempercepat kerentanan terhadap penyakit serta menimbulkan gejala sosial baru.” Ia memahami jika banyak warga yang kehilangan tempat tinggal atau sudah tidak memiliki sanak saudara lagi. Ia akan secepatnya mengupayakan agar warga bisa menempati lokasi layak huni.”Bisa berupa bangsal atau menumpang sementara di tempat lain, seperti kantor2 yayasan, atau tempat lainnya. Berdasarkan data terakhir, sekitar 90 rumah hancur ( 2.528 rusak berat, 3.342 rusak ringan ). Jumlah ini belum ditambah dengan rumah permanen yang retak atau dindingnya hancur.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Wabah diare di desa Caringin, kabupaten Caringin, kabupaten Sukabumi menewaskan 3 warga. Sedangkan 70 warga lainnya terpaksa dilarikan ke RSUD Sekarwangi, Cibadak. Hingga Minggu kemarin ( 6/9/2009 ) sebagian besar warga saat dibawa ke rumah sakit dalam kondisi lemas. Wabah serupa terjadi di Singaparna kabupaten Tasikmalaya. Sekitar 50 pasien diare masuk puskesmas Tinewati, Singaparna. Di Sukabumi, warga mengeluh sakit melilit pada perut dan muntah2 sesaat setelah sahur. Warga lain mengungkapkan rasa sakit perut disertai buang air besar secara terus menerus. Setelah tiba di rumah sakit, seluruh pasien langsung dibawa ke UGD dan diberi infus untuk mengantisipasi dehidrasi/ kekurangan cairan. Warga yang meninggal dunia rata2 berusia 60 tahun ke atas. Mereka terlambat dibawa ke rumah sakit oleh keluarganya, kata Dadang Sucipta, Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan ( P2MPL ) Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi. Sebagian besar penderita diare adalah anak2 dan orang tua yang berasal dari Cigalontang, yang merupakan daerah terparah diterjang gempa bumi. Mereka sudah 4 malam berada di tenda.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

“Jangan lupakan pula kebutuhan ketenangan jiwa agar mereka bisa tabah dalam menghadapi semua cobaan maupun peringatan dari Allah Swt. Kalau kita tetap berbaik sangka pada Allah, hati dan pikiran menjadi tenang sehingga dampak gempa tidak terlalu mengkhawatirkan. Sikap ini yang harus ditumbuhkan,” tutur Anwar. Rencananya, Selasa dan Rabu ini ( 8-9/9/2009 ), pengurus MUI kab.Bandung bersama MUI kecamatan dan MUI desa/ kelurahan akan bertemu di Wisma Haji Soreang.”Selain mencairkan bantuan operasional MUI, kami juga akan membahas pengiriman dai untuk menenangkan korban gempa. Minimal korban bisa berkeluh kesah, lalu kita arahkan agar bersikap sabar dan tawakal dalam menerima cobaan ini”, jelas Anwar.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Sedikitnya 800 sekolah hancur dan rusak berat akibat gempa di Tasikmalaya. Jumlah itu kemungkinan akan bertambah mengingat belum semua sekolah yang rusak terdata. Pemerintah pusat melalui Depdiknas berjanji menanggung biaya rehabilitasi bangunan sekolah yang rusak berat dan hancur, tutur Bambang Sudibyo, menteri pendidikan nasional saat meninjau sejumlah lokasi bencana gempa bumi di Jawa Barat, Minggu ( 6/9/2009 ). Sekolah dengan kerusakan sedang dan ringan ditangani Pemprov Jabar dan pemkab/ pemkot masing2 daerah bencana. Sekolah2 yang rusak itu akan diinventarisasi secepatnya hingga bisa segera direncanakan dan direalisasikan.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Di Ciamis, Bambang mengatakan, sebagian besar bangunan sekolah di Indonesia belum tahan gempa. Ia meminta mulai tahun ini, sekolah yang dibangun harus menahan guncangan gempa hingga kekuatan 7 skala Richter ( SR ). Namun, ada beberapa yang sudah dirancang tahan gempa, diantaranya di provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, kabupaten Bantul DIY, dan kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Wilayah tsb sebelumnya juga korban bencana gempa bumi. Sekolah seharusnya menjadi tempat perlindungan yang aman, bukan sebaliknya menelan korban jiwa.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Mendiknas mengatakan, kegiatan belajar mengajar harus berjalan kembali secepatnya. Jangan sampai anak menjadi malas belajar. Pengalaman di Aceh dan Yogyakarta ketika ada gempa, proses belajar mengajar tetap berlangsung, bahkan ujian nasional bisa diselenggarakan. Begitu juga di Jawa Barat, harus diusahakan solusinya. Menurut Oslan Khaerul Falah, sekretaris Disdik kota Tasikmalaya, mengatakan,”Kegiatan belajar tetap jalan, apalagi sebentar lagi libur Lebaran. Beberapa sekolah bahkan sudah ada yang menghentikan kegiatan belajar dan menggantinya dengan kegiatan pesantren kilat.” ( PR, 7/9/2009 )

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Hingga kemarin ( 8/9/2009 ) menurut Satkorlak PB Provinsi Jabar, tercatat 64.413 rumah rusak berat, 134.294 rumah rusak ringan dan 7.068 masjid, sekolah, madrasah, kantor dan pesantren rusak. Pemerintah mengalokasikan dana Rp.1,4 – Rp.1,5 trilyun untuk merehabilitasi dan merekonstruksi pascagempa bumi di Jawa Barat. Pemprov Jabar menganggarkan Rp.90 milyar untuk penanganan pascagempa tsb, ungkap Menko Kesra, Aburizal Bakrie, didampingi Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan, usai rapat kabinet terbatas ( rakortas ) di Istana Bogor yang dipimpin presiden SBY. Besarnya dana sedang diverifikasi dan diharapkan dapat selesai pada pertengahan Oktober 2009. Model rehabilitasi dan rekonstruksi akan mencontoh model penanganan gempa Yogya. Pelaksanaan diharapkan selesai pada Februari 2010.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

SBY membantah bahwa ia menolak bantuan asing atas terjadinya gempa tsb. Saat ini baik pemerintah pusat maupun daerah masih dapat mengatasi dampak bencana alam tsb dan memiliki kemampuan untuk memobilisasi sumber daya yang ada. Pemerintah Indonesia tengah melakukan kegiatan tanggap darurat, operasi kemanusiaan dan melakukan langkah2 yang berkaitan. ( saya setuju, kita harus mandiri, meminimalkan intervensi asing, agar urusan dalam negeri kita tak dicekoki kepentingan asing, mereka bermuka manis di depan kita, dibelakang, mereka sedang mengoyak-ngoyak bangsa kita dan terus menyedot kekayaan alam negeri ini_ vitri )

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Dinas Perumahan, Penataan Ruang dan Kebersihan ( Dipertasih ) Kab.Bandung memperkirakan jumlah kerugian akibat rusaknya bangunan di wilayahnya mencapai sekitar Rp.1,4 trilyun. Bangunan yang rusak meliputi sekolah, rumah, tempat ibadah dan perkantoran. Berdasarkan data terakhir, Senin ( 7/9/2009 ) sebanyak 47.422 rumah rusak ( 15.086 rusak berat, 6.627 rusak sedang, 25.709 rusak ringan ), 97 sekolah rusak berat, 40 sekolah rusak sedang, 46 sekolah rusak ringan, 20 madrasah Ibtidaiah ( MI ), Tsanawiah ( MTs ), Aliah ( MA ) rusak, 344 tempat ibadah rusak dan 46 kantor dan sarana pemerintah juga rusak.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Hingga Senin ( 7/9/2009 ) di kabupaten Cianjur terdapat 140 gedung SD rusak, 29 gedung SMP rusak dan 3 gedung SMA rusak. Gedung sekolah dibagi dalam 2 kategori, yakni 735 ruang kelas rusak berat dan 125 ruang kelas rusak ringan, kata H.Agus S.Melani, sekretaris Dinas Pendidikan kab.Cianjur. Ia maklum bila para kepala sekolah yang bertugas di daerah rawan gempa meliburkan kegiatan belajar karena kondisinya masih belum stabil.”Masalah utamanya adalah keadaan trauma pascagempa yang dialami guru dan siswa sehingga tidak memungkinkan untuk menggelar kegiatan belajar-mengajar.” ( PR, 8/9/2009 ).

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Pemerintah sebaiknya melakukan perkuatan ( retrofit ) semua bangunan sekolah. Pasalnya, semua bangunan sekolah di Indonesia tidak memenuhi standar keamanan dan kualitas minimal. Konsultan Mitigasi Bencana, Teddy Boen memaparkan, dokumentasinya tentang kerusakan2 sekolah oleh bencana alam di Indonesia yang diamatinya selama 40 tahun menyimpulkan, perencanaan bangunan sekolah di Indonesia masih lemah. Hal tsb ditunjukkan dari gambar perencanaan yang tidak memenuhi syarat pelaksanaan, kualitas material yang rendah, dan kualitas insinyur dan arsiteknya yang masih perlu di up-grade .

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

“Oleh karena itu, dengan rusaknya bangunan sekolah sekarang, merupakan kesempatan untuk membangun lebih baik. Hanya, libatkan orang2 yang memang paham dan ahli gempa. Tidak semua insinyur paham tentang gempa,” kata Krishna. Dua SD yang dibangun ITB dengan struktur tahan gempa, yaitu SD Negeri Padasuka 2 Soreang da SDN di Cirateun Bandung, keretakannya hanya berupa retak halus, sementara banyak bangunan sekolah lain rusak berat bahkan ambruk. Sebenarnya, jika saat itu pemerintah menindaklanjuti hasil kajian Pusat Mitigasi, tak akan terlalu banyak mengeluarkan dana.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Ambruknya Bukit Urug Hanafi di Kampung Babakan Caringin, Desa Cikangkareng, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Cianjur, Rabu ( 2/9/2009 ) mengundang perhatian warga di beberapa daerah. Begitu mereka mendengar ada kejadian, banyak warga berdatangan ke lokasi kejadian. Kedatangan warga yang ingin menyaksikan langsung tempat kejadian dan proses evakuasi menjadi tak terbendung. Aktivitas tim SAR gabungan yang bekerja keras melakukan pencarian puluhan korban yang tertimbun longsor menjadi tontonan warga.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Kehadiran warga sering merepotkan dan mengganggu kerja petugas yang melakukan proses evakuasi. Petugas dibuat kewalahan mengaturnya. Berkali-kali berupaya menyingkirkan warga, namun upaya itu hanya berhasil sesaat. Warga kembali ke lokasi seperti main kucing-kucingan dengan petugas.”Kami bukan hanya menghimbau, tetapi sudah beberapa kali melarang warga mendekat ke lokasi. Susah, mereka dilarang di sebelah sini, bukannya pulang, eh malah pindah ke tempat lain,”ujar Ketua Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ) Kab.Cianjur, Darojat Ali, Senin ( 7/9/2009 ).

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Padahal lokasi masih cukup rawan, beberapa kali terdengar suara gerakan tanah dari bukit tak membuat khawatir warga. Mereka berlarian ketika mendengar suara gemuruh berasal dari gerakan tanah di atas bukit. Namun tidak kapok. Begitu situasi mereda, mereka perlahan kembali mendekat ke lokasi. Beberapa warga yang ditemui di lokasi, mengaku sengaja datang untuk menyaksikan proses pencarian korban.”Ya, ingin tahu saja, melihat sendiri lokasi kejadian dan proses pencarian. Jadi tidak hanya dari informasi,” kata Neneng, warga Tanggeung yang datang ke lokasi beramai-ramai. ( PR, 8/9/2009 ).

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

“Waktu gempa kemarin, gentingnya juga tidak jatuh satu pun, tidak ada yang rusak,”ucap Iin Dasyah ( 74 ), sesepuh kampung adat Cikondang. Kalimat Iin memang beralasan, bentuk rumah panggung yang diusung, memang menjadikan konstruksinya fleksibel sehingga tahan gempa.”Keistimewaan rumah panggung memang anti gempa. Kalau orang dulu itu kan tidak mewah, jadi waktu itu ada pantangan, jangan membuat rumah dari batu, karena berbahaya kalau ada gempa,” tutur Iin. Penggunaan genting juga dinilai tabu oleh Iin.”Genting kan terbuat dari tanah. Kalau orang dulu punya pemikiran, masih hidup kok dikubur di bawah tanah,” ucap Iin sambil tersenyum.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Bisakah tukang2 “tradisional” membuat bangunan tahan gempa ? Bisa ! Itu ditegaskan Suwandojo Siddiq, professor riset ahli bidang struktur bangunan dan teknologi gempa dari Puslitbang Permukiman. Dalam mengantisipasi gempa bumi, bangunan yang sudah ada maupun yang belum, harus disiasati agar menjadi tahan gempa. Bagi bangunan baru, harus didesain menggunakan bahan2 yang daktail atau ulet. Daktail adalah istilah dalam dunia pergempaan, yaitu kemampuan menahan daya berulang-ulang tanpa rusak. Hindari menggunakan bahan2 yang berat dan tidak daktail.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Pasangan bata sangat tidak daktail. Dari seluruh bahan bangunan, yang paling tidak tahan gempa adalah pasangan bata. Sedangkan yang paling bagus ( tahan gempa ) adalah beton bertulang. Kemudian, diantara keduanya ada kayu. Namun, pasangan bata dan juga conblock , yang perilakunya sangat jelek terhadap gempa ( gampang roboh ), jika dikawinkan dengan besi atau beton tulangan ( bisa tulangan dari kayu ) jadi bagus juga. Itu yang disebut reinforce masonry. Seperti kaca yang tidak mudah pecah karena diberi bingkai.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Jelas peneliti senior yang punya inisial resmi Swd ini, prinsipnya ; gaya yang menarik ditahan oleh besi, yang menekan ditahan pasangan bata. Sebab, pasangan bata kuat tekan, tidak kuat tarik. Besi kuat tarik, tidak kuat tekan. NES ( non engineer structure ) adalah bangunan rakyat yang dikerjakan tukang2 biasa. Kalau terpaksa menggunakan pasangan bata, pada pojok-pojoknya dipasang besi. Idealnya, setiap 8 m2 ada kolom. Misal, dinding setinggi 3 meter dipasang kolom tiap 2,5 meter. Dengan begitu, kalau terjadi gempa tidak roboh. Gempa itu sendiri tidak membunuh. Bangunan robohlah yang banyak menewaskan manusia. Kalau kolomnya kayu, antara kayu dengan pasangan bata dipasang angker, dengan besi 6 mm dan panjang ½ meter.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Gempa di Yogyakarta waktu itu sekitar 150 gal. Ukuran gempa dalam kaitannya dengan bangunan memakai Gal, yaitu percepatan dalam satuan cm/ detik2. Ukuran Skala Richter adalah energi yang dilepas di sumber gempa, sedang getarannya yang sampai ke lokasi dihitung dengan satuan Gal. Kekuatan gempa di Padang, Sumatera Barat, beberapa waktu lalu, sekitar 200 gal. Hendaknya bangunan2 yang ada di mana saja saat ini dicek, bagian mana yang belum sempurna disempurnakan, mengingat wilayah Indonesia sangat rawan gempa.


Baca juga : bencana_yang_terjadi.html

MAGMA Indonesia lahir karena tingginya potensi ancaman bencana geologi di Indonesia. Dengan 127 gunung api aktif yang bisa meletus kapan saja, dampak yang ditimbulkan tentunya bukanlah sesuatu yang bisa dihindari begitu saja. Belum lagi, Indonesia memiliki tiga lempeng tektonik dan sesar di darat yang bisa mengakibatkan gempa bumi maupun tsunami terjadi seketika. Selain itu, topografi berupa lereng dan tingginya curah hujan pun ikut berpengaruh pada gerakan tanah yang secara terus menerus bisa menimbulkan bencana.

seperti di kutip dari https://mulpix.com

Kasbani, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi KEmenterian ESDM menyatakan bahwa aplikasi ini memiliki keunggulan yang cukup bagus, bahkan telah masuk ke dalam top 99 pelayanan publik terbaik di Indonesia pada tahun 2017 ini. Lewat aplikasi ini, masyarakat bisa mengakses informasi serta bisa berkontribusi untuk menyampaikan informasi terkait gejala bencana yang terjadi di wilayah gunung api di sekitar mereka. Aplikasi ini bisa dengan mudah diakses melalui komputer serta ponsel berbasis android. “Disajikan pula informasi dan rekomendasi mengenai kebencanaan geologi lainnya untuk membantu penerbangan,” ungkapnya.

seperti di kutip dari https://mulpix.com

POSBELITUNGCOM, BELITUNG – Siang itu, pukul 12:30 terlihat relawan bencana banjir Belitung berkumpul di wilayah studio radio di Tanjungpandan mengangkut sejumlah makanan dan pakaian ke atas truk. Disela kesibukan relawan menyiapkan bantuan, mereka kedatangan Artis Ibu KotaDewi Sandra, Selasa (18/7). Hujan yang saat itu mengguyuri Kecamatan Tanjungpandan tidak menghalangi langkah artis tersebut. Ia terus berjalan menelusuri posko bantuan sambil becengkrama dengan para relawan. “Ini pertama kali, sebelumnya kami tidak pernah terkena musibah banjir seperti sekarang. Wilayah terparah itu terletak desa-desa terpencil dan sulit dijangkau. Sementara, Kabupaten Belitung Timur ada sejumlah desa yang rumahnya habis terendam,” curahan Firman.

seperti di kutip dari https://mulpix.com

Artis keturunan Brazil itu memegang pundaknya dan menutup mulutnya sesaat karena tidak menyangka musibah banjir di Belitung terjadi separah itu. Ia berusaha menguatkan masyarakat dengan memberikan semangat dan motivasi melalui siaran langsung di radio tersebut. Dipandu oleh penyiar Pablo, selama lima belas menit sang Artis berupaya meringankan beban korban banjir. Setelah Dewi Sandra menyelesaikan siarannya, ia mengaku mulanya akan menjalankan proses syuting Diary Dewi Sandra dan tidak mengetahui kabar tentang bencana yang terjadi. “Sesampai di Belitung, saya baru mendengar kabar di radio tentang banjir yang menimpa,” kata Dewi Sandra.

seperti di kutip dari https://mulpix.com

Telah terjadi musibah bencana Banjir Bandang (Selasa, 20 September 2016) yang menimpa saudara-saudara kita di Garut, Jawa Barat dan sekitarnya. Bencana yang terjadi di malam hari dengan meluapnya sungai Cimanuk membuat warga tidak siap akan datangnya banjir. Banjir menimpa pemukiman warga dan juga RSUD dr. Slamet Garut. Korban meninggal 23 orang (per 21 September 2016 dari keterangan POLDA Jabar) dan yang belum ditemukan juga banyak akibat dari banjir ini. Tak hanya itu, rumah-rumah warga rusak, fasilitas umum seperti rumah sakit, jalan raya dan lain-lainnya tidak berfungsi dengan layak.

seperti di kutip dari https://mulpix.com

Salah satu kegiatan yang baru saja diikuti Ikrom ialah menjadi penyaji makalah dalam Seminar Nasional Meteorologi dan Geofisika Hari Meteorologi Dunia 2015 yang diselenggarakan oleh Akademi Geofisika dan Meteorologi bersama BMKG secara nasional. Ikrom juga mengikuti kegiatan yang sama pada tahun sebelumnya. Pada tahun 2014 Ikrom juga menjadi delegasi terpilih IPB untuk The 4th Asia Pacific Climate Change Adaptation Forum 2014 di Kuala Lumpur, Malaysia yang diselenggarakan oleh Asia Pacific Adaptation Network.

seperti di kutip dari https://mulpix.com

Prestasi tersebut hanya sekian dari sederet prestasi yang telah diraih Ikrom, di antaranya terdapat satu prestasi yang kemudian dikembangkan menjadi ide dan gagasan yang diusung Ikrom untuk seleksi Mahasiswa Berprestasi Tingkat Nasional yakni Pendidikan untuk Generasi Cerdas Iklim. “Aplikasi Pendidikan Cerdas Iklim ini diciptakan karena kini efek perubahan iklim berdampak sangat besar terutama kepada anak-anak. Bencana yang terjadi memang akibat perubahan iklim itu tersendiri, tapi ada peran manusia yang tidak selaras dengan alam yang juga menjadi penyebab terjadinya bencana tersebut,” ujar lelaki kelahiran Kampar Riau, 6 Oktober 1993 itu.

seperti di kutip dari https://mulpix.com

Sejumlah warga menjadikan lokasi longsor di desa Sindang Mandi Kecamatan Anyer Serang ini sebagai obyek foto. Mushola ini selamat dari terjangan longsor yang terjadi beberapa waktu lalu di desa ini. Jalan sebagai akses utama bantuan sudah dapat digunakan setelah sebelumnya tertutup tanah akibat longsor paling besar sepanjang tahun 2016. #photographer #disaster #bencana #selfie #mushola #mosque #landslide #journalist #journalistonduty #documentary #indonesia #anyer #serang #banten #longsor #longsoranyer

seperti di kutip dari https://mulpix.com

Pekalongan – Fenomena alam yang luar biasa, yakni ombak yang tinggi dan sangat kuat yang terjadi sejak Jumat dini hari pukul 01.00 WIB, mengakibatkan jebolnya tanggul di beberapa lokasi, dan menjadikan meningkat dan meluasnya banjir rob di wilayah Kecamatan Utara dan beberapa kelurahan di Kecamatan Pekalongan Barat. “Data sementara wilayah tergenang akibat bencana banjir yang masuk adalah 7 kelurahan di Kecamatan Pekalongan Utara dan 2 Kelurahan di Kecamatan Pekalongan Barat. Ini memang wilayah-wilayah yang sering terdampak banjir,” terang Walikota H.M. Saelany Machfudz di hadapan awak media, di Kantor PMI Kota Pekalongan, Jum’at (1/12).

seperti di kutip dari https://mulpix.com

Semalam Pak SBY , Ibu @aniyudhoyono , Mas @agusyudhoyono dan Mas @ibasyudhoyono berdiskusi usai mengunjungi lokasi terparah di Teleng Ria Pacitan dan Pengungsi di Alun Alun Pacitan. Selain membaca laporan tentang jumlah pengungsi dan kerusakan yang terjadi di Pacitan. Pak SBY juga secara serius memperhatikan dan menghimpun informasi dari wilayah lainnya di Jateng dan DIY yang juga terkena bencana tanah longsor dan banjir. Bantuan sembako yang diturunkan sejak kemarin oleh Pak SBY dan keluarga ada 10.000 paket sembako untuk Pacitan, Jawa Tengah dan DIY. Malam itu kami berdiskusi tentang prosedur penanganan bencana, juga belajar dari pengalaman penanganan tsunami di Aceh tahun 2004 dan gempa di Yogya akibat letusan Merapi tahun 2010. Semoga banjir segera surut dan warga bisa kembali ke rumah dan Pemerintah bisa segera melakukan proses rehabilitasi bencana dengan cepat. Catatan di Pacitan 30 November 2017. By Imelda Sari #Demokratpedulibencana

seperti di kutip dari https://mulpix.com

Ia juga mengaku sudah mulai bersiaga untuk menghadapi cuaca ekstrem yang melanda diawal musim penghujan ini. Yakni dengan menyiapkan posko pengaduan bencana alam di setiap Kecamatan. Sehingga apabila terjadi bencana, dapat segera diatasi. “Sudah ada posko di setiap Kecamatan. Kami juga sudah memasang dua alat pendeteksi banjir di Dam sungai Ngirmbi, Bareng dan Dan Sungai Rejoagung, Ngoro. Apabila debit air naik kami alat tersebut akan mengirimkan pesan ke ponsel saya dan beberapa petugas, sehingga bisa lakukan persiapan,” pungkasnya. (rom)

seperti di kutip dari https://mulpix.com

Akibat dari bencana embun ini, masyarakat setempat dipastikan tidak memiliki persediaan makanan selama satu tahun ke depan. Karena lahan pertanian mereka rusak. “Saat ini, di wilayah pegunungan tengah Papua sudah terjadi kemarau yang telah berlangsung sekitar satu bulan lebih. Saya mengundang semua peneliti melakukan kajian ilmiah terhadap bencana embun beku yang terjadi di Lanny Jaya,” jelas Befa, Kamis (16/7/2015). “Di saat musim embun beku ini tiba, air yang biasa dikonsumsi juga berubah menjadi seperti minyak dan tak bisa lagi dikonsumsi. Apalagi bencana ini hanya tejadi di 3 distrik tersebut.” “Akibat dari bencana ini, 11 orang dinyatakan meninggal dunia, 5 di antaranya adalah anak-anak yang kedinginan dan kelaparan,” tambah dia.

seperti di kutip dari https://mulpix.com

Kejadian buruk tersebut dapat terjadi lantaran dilihat dari posisi planet-planet dan bintang-bintang ketika gerhana matahari berlangsung. “Yupiter adalah planet yang berkuasa dalam gerhana kali ini. Pada waktu gerhana, Ia akan berada di posisi Virgo, posisi yang tak menguntungkan. Dia juga berjalan mundur, yang menambah tingkat kelemahannya. Yupiter pun berkonjungsi dengan North Lunar Node yakni bintang yang tetap berkonjungsi dengan bintang Denebola.” ucap Peter dikutip dari situs cnnindonesia.

seperti di kutip dari https://mulpix.com

Berangkat dari kondisi tersebut dan dalam rangka menyambut HUT radio Sindotrijaya FM, diadakan dialog interaktif dengan tema “Indonesia Darurat Bencana”. Acara tersebut diadakan pada Senin (26/9) yang lalu bertempat di Teras Studio Sindotrijaya FM. Narasumber pada dialog interaktif itu antara lain Oscar Primadi (Kepala Puskom Kemenkes), Bambang Triyono (Manager Media Development ACT), Aulia Ibnu (relawan Siaga Bencana), dan tak ketinggalan Dompet Dhuafa pun turut serta dalam dialog tersebut, diwakili oleh Iskandar Darusalam (Disaster Risk Reduction Manager Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa)

seperti di kutip dari https://mulpix.com

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON — Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, mencatat selama musim hujan tahun ini, sudah terjadi lebih dari 60 kali longsor dan pergerakan tanah di daerah itu. “Kurang lebih sekitar 60 kali terjadi longsor di Kuningan selama musim hujan kali ini,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Agus Mauludin, Jumat (20/5). Menurutnya longsor dan pergerakan tanah di Kuningan terjadi hampir tiap tahun selama memasuki musim hujan. Karena kata Agus letak geografis daerah tersebut yang disekitar lereng gunung Ciremai dan juga tanah tersebut mudah terkikis.

seperti di kutip dari https://mulpix.com

Thofik juga mengatakan Di Kabupaten Batang dalam kegiatan penanggulangan bencana sudah secara terpadu antara PMI dan BPBD selaku lembaga yang secara langsung terkait dengan pencanangan HKBN akan melaksanakan 2 agenda yaitu Simulasi bencana Banjir di Desa Klidang Lor dan Kelurahan Karangasem Utara, serta penyelamatan korban dari gedung bertingkat diarea Pemkab Batang. “Kegiatan simulasi bencana banjir, terkoneksi secara langsung dengan Program Pengurangan Risiko Bencana Berbasis Masyarakat (Pratama) Wilayah  Pesisir PMI Kabupaten Batang, sehingga peran desa dan kelurahan menjadi aktor utama sebagai pelaku simulasi dengan tujuan terciptanya masyarakat yang siaga dan tanggap pada bencana yang memang biasa terjadi di wilayah simulasi,” beber Thofik.

seperti di kutip dari https://mulpix.com

Field Trip Project Asia berangkat dari kepedulian Daisuke Takeya terhadap bencana alam di Jepang. Gempa besar yang terjadi pada 2011 telah menimbulkan bencana kebocoran nuklir yang dampaknya masih dirasakan hingga kini. Isu ini mengemuka dan membawa pertanyaan baru mengenai dampak bencana alam yang sesungguhnya. Apakah alam benar-benar membawa bencana bagi kita atau manusialah yang sebetulnya memicu masalah tersebut? Isu ini merupakan hal yang krusial untuk dibicarakan dalam konteks Jakarta, yang secara umum jarang sekali terkena bencana alam. Dalam konteks yang lebih kecil, bagaimana kita melihat persoalan bencana seperti banjir, kemacetan, dan juga berbagai macam implikasi bencana lain sebetulnya berkaitan erat dengan rancangan sebuah kota. Billboard yang roboh, Jembatan Penyeberangan Orang yang ambruk, banjir lokal pada sebuah daerah elite, kemacetan di jalan raya hingga berjam-jam lamanya, hingga penanganan sampah lokal adalah sederet persoalan yang muncul akibat perilaku manusia. Di sisi lain, ada praktik-praktik yang secara langsung menyasar untuk memecahkan persoalan ini dan dilakukan melalui kerja bersama antar warga. Situasi inilah yang akan kita bicarakan bersama-sama dalam panel diskusi pameran kali ini.

seperti di kutip dari https://mulpix.com

PalestineUpdate.com – Profesor Ventabar, ahli vulkanologi dan erosi tanah Universitas Haifa, memberi peringatan keras akan adanya ancaman banjir bandang yang akan menimpa Israel dalam waktu dekat akibat bencana kebakaran yang terjadi beberapa waktu terakhir. “Gelombang air hitam bercampur dengan air hujan akan memicu banjir bandang yang akan menggenangi kota Tel Aviv. Pergeseran air dan tanah menyebabkan ketidakstabilan kondisi air di dalam bumi sehingga diprediksi hari Rabu besok Israel akan terkena bencana banjir besar.

seperti di kutip dari https://mulpix.com

Salah satu desa yang terendam di Benjeng adalah dusun Lumpang, desa Sedapurklagen. Menurut info Mbak @asihbudiarti ketinggian banjir mencapai 50 cm, makin meninggi dan meluas. Sekolah juga terpaksa diliburkan. Siang nanti diperkirakan mulai menggenangi jalan raya. Sementara untuk wilayah Balongpanggang yang terendam, info dari akun twitter ponkesdesjatim1 ada di desa Wotansari, Sekarputih, Karangsemanding, dan Banjaragung. Foto di atas adalah kondisi desa Banjaragung yang diambil sekitar pukul 06.00 pagi ini.

seperti di kutip dari https://mulpix.com

Rabu (4/10), tim SIGAB PPPA Daarul Qur’an telah menyalurkan bantuan berupa 300 selimut, 50 kerudung, 10 matras, 50 buku Iqra’, dan sejumlah Alqur’an ke posko Ponpes Diponegoro. Nantinya, bantuan akan didistribusikan ke posko-posko lainnya agar merata dan sesuai kebutuhan. “Untuk logistik insyaAllah bantuan yang masuk masih mencukupi korban Gunung Agung yang mayoritas menginap di rumah warga sekitar posko. Yang paling dibutuhkan pengungsi adalah selimut untuk tidur dan pendidikan untuk anak-anak yang sekolahnya diliburkan akibat bencana ini,” ujar Bendahara Crisis Center MUI, Suryansyah.

seperti di kutip dari https://mulpix.com

Untuk membantu pembangunan infrastruktur, RZ bersama mitra memberikan bantuan berupa 1700 sak semen bagi warga yang rumahnya rusak di 3 desa, yaitu desa Mee Peduek, desa Deah Teumanah dan desa Cot Maksoe. Selain itu, RZ juga membantu renovasi MCK di Masjid Baiturahman Gampong Masjid Peudeuk dan di Meunasah Balek, membantu pembangunan kembali Masjid Darul Ihsan Gampong Deah Teumanah serta pemasangan filtrasi air bersih di Meunasah Balek. “RZ bersama mitra pun telah mendirikan 3 ruang belajar di 2 sekolah darurat, di SDN Peudeuk Tunong dan SDN 1 Trienggadeng, dan menyalurkan 366 paket perlengkapan sekolah,” tambah Yazid.

seperti di kutip dari https://mulpix.com

Dikarenakan cuaca dan bencana banjir di Belitung Timur yang terjadi dari kemarin 15 Juli 2017 hingga hari ini 16 Juli 2017. Maka kegiatan #nikkiautonation Bikers Land di Pantai Nyiur Melambai, Manggar – Belitung Timur, hari ini 16 Juli 2017 DITIADAKAN sebagai bentuk keprihatinan kami dikarenakan kondisi cuaca dan alam seperti yang dijelaskan sebelumnya. Kami pihak Autonation turut prihatin atas bencana banjir yang terjadi di Belitung Timur dan meminta maaf kepada peserta dan masyarakat. Kami mendoakan agar bencana banjir ini segera dapat reda dan teratasi sehingga aktivitas warga masyarakat bisa kembali normal. Terimakasih untuk semua pihak yang telah berkontribusi. #prayforbelitung


Baca juga : bencana_daerah_indonesia.html

Penelitian ini merupakan tugas akhir Ridho sebagai mahasiswa D-3 Jurusan Teknik Komputer IBI Darmajaya. “Alat pendeteksi tanah longsor ini dapat dipasang pada titik lokasi rawan longsor. Setiap pergeseran tanah akan segera terdeteksi, sehingga masyarakat dapat mengetahui lebih awal kemungkinan bahaya tanah longsor, dan kerugian terutama korban jiwa bisa diminimalkan,” ujarnya kepada Antara, di Bandarlampung, Rabu (2/9). Pemuda kelahiran 10 Juni 1994 ini menjelaskan, alat tersebut dilengkapi sirine dan lampu tanda bahaya.

seperti di kutip dari https://mulpix.com

Berbeda dengan alat serupa yang telah ada sebelumnya, pendeteksi tanah longsong karya Ridho ini dilengkapi modem wavecom untuk mengirim short message service (SMS) gateway berupa peringatan kepada masyarakat apabila terjadi pergeseran tanah yang dapat memicu terjadi tanah longsor. “SMS akan terkirim secara otomatis ke nomor-nomor yang masuk dalam database, seperti nomor kepala desa, Ketua RT, Ketua RW, dan tokoh masyarakat sekitar lokasi tersebut, sehingga masyarakat segera menjauhi daerah longsor dan menghubungi Badan Penanggulangan Bencana Daerah,” ucapnya.

seperti di kutip dari https://mulpix.com

Berangkat dari kondisi tersebut dan dalam rangka menyambut HUT radio Sindotrijaya FM, diadakan dialog interaktif dengan tema “Indonesia Darurat Bencana”. Acara tersebut diadakan pada Senin (26/9) yang lalu bertempat di Teras Studio Sindotrijaya FM. Narasumber pada dialog interaktif itu antara lain Oscar Primadi (Kepala Puskom Kemenkes), Bambang Triyono (Manager Media Development ACT), Aulia Ibnu (relawan Siaga Bencana), dan tak ketinggalan Dompet Dhuafa pun turut serta dalam dialog tersebut, diwakili oleh Iskandar Darusalam (Disaster Risk Reduction Manager Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa)

seperti di kutip dari https://mulpix.com

Masyarakat Jombang masih harus bersabar dengan kondisi kemarau. Hal itu dipengaruhi tanda – tanda akan datangnya musim hujan masih belum terlihat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jombang berencana akan memperpanjang status bencana kekeringan yang melanda Kabupaten Jombang menjadi per 1 Desember 2015. “Hingga sampai dengan saat ini, pihak BPBD masih memetakan wilayah kekeringan yang terjadi di Kabupaten Jombang. Dan BPBD akan terus melakukan kegiatan droping air bersih ke beberapa wilayah terdampak kekeringan. Dalam satu minggu kita droping bisa sampai tiga kali ke daerah rawan kekeringan, dan masih terus dilakukan sampai dengan batas

seperti di kutip dari https://mulpix.com

Saat ini lokasi MGM terletak di kawasan lereng Merapi, tepatnya di Jalan Boyong, Dusun Banteng, Desa Hargobinangun Kecamatan Pakem Kabupaten Sleman, sekitar lima kilometer dari kawasan obyek wisata Kaliurang. Musuem ini dibangun dengan luas sekitar 4,470 m2 yang berdiri di atas tanah seluas 3,5 hektar. Museum ini direncanakan akan terus menambah banyak fasilitas pendukung sejak diresmikan pada tanggal 1 Oktober 2009 oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Purnomo Yusgiantoro. Museum ini bervisi untuk dikenal sebagai ‘Museum Gunungapi Merapi, Merapi Jendela Bumi’. MGM saat ini telah dimanfaatkan sebagai sarana pendidikan, penyebarluasan informasi tentang geologi khususnya tentang Gunung Api dan penanggulangan bencana terkait dengan aktifitas geologi lainnya dengan cara-cara penyampaian yang lebih rekreatif dan edukatif. 

seperti di kutip dari https://mulpix.com

Museum yang memiliki bangunan berbentuk limas dengan atap tumpang dan dinding dari bebatuan ini dibuka untuk masyarakat luas dengan tujuan untuk memberikan wawasan dan pemahaman tentang kajian ilmiah, sosial-budaya maupun ekonomi yang berkaitan dengan Gunung Api dan sumber bencana geologi lainnya. Oleh karena itu MGM diharapkan dapat menjadi solusi alternatif sebagai sarana yang sangat penting dan potensial sebagai pusat layanan informasi kegunungapian dalam upaya mencerdaskan kehidupan masyarakat, serta sebagai media dalam meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat tentang manfaat dan ancaman bahaya letusan gunungapi serta bencana geologi lainnya.

seperti di kutip dari https://mulpix.com

Indonesia terletak di daerah dengan tingkat aktivitas gempabumi tinggi, hal tersebut sebagai akibat bertemunya tiga lempeng tektonik utama dunia yakni : Samudera India – Australia di sebelah selatan, Samudera Pasifik di sebelah Timur dan Eurasia, dimana sebagian besar wilayah Indonesia berada di dalamnya. Pergerakan relatif ketiga lempeng tektonik tersebut dan dua lempeng lainnya, yakni laut Philipina dan Carolina mengakibatkan terjadinya gempa-gempa bumi di daerah perbatasan pertemuan antar lempeng dan juga menimbulkan terjadinya sesar-sesar regional yang selanjutnya menjadi daerah pusat sumber gempa juga.

seperti di kutip dari https://mulpix.com

Dihadapan ratusan pengungsi Ny. Tri Tito Karnavian mengaku turut merasakan beban dari masyarakat yang mengalami dampak bencana peningkatan aktifitas Gunung Agung. Kehadirannya di pengungsian adalah untuk memberikan dukungan moril dan menyampaikan pesan agar para pengungsi tidak panik dalam menghadapi situasi seperti saat ini. “Pada kesempatan ini, kami menyerahkan tali asih guna meringankan dan membantu saudara-saudara sekalian yang berada dalam pengungsian. Semoga sedikit tali asih dari kami dapat bermanfaat bagi saudara-saudara,” kata Ny. Tri Tito Karnavian.

seperti di kutip dari https://mulpix.com

Thofik juga mengatakan Di Kabupaten Batang dalam kegiatan penanggulangan bencana sudah secara terpadu antara PMI dan BPBD selaku lembaga yang secara langsung terkait dengan pencanangan HKBN akan melaksanakan 2 agenda yaitu Simulasi bencana Banjir di Desa Klidang Lor dan Kelurahan Karangasem Utara, serta penyelamatan korban dari gedung bertingkat diarea Pemkab Batang. “Kegiatan simulasi bencana banjir, terkoneksi secara langsung dengan Program Pengurangan Risiko Bencana Berbasis Masyarakat (Pratama) Wilayah  Pesisir PMI Kabupaten Batang, sehingga peran desa dan kelurahan menjadi aktor utama sebagai pelaku simulasi dengan tujuan terciptanya masyarakat yang siaga dan tanggap pada bencana yang memang biasa terjadi di wilayah simulasi,” beber Thofik.

seperti di kutip dari https://mulpix.com

Sabtu (12/12) bertempat di Stasiun Pasar Senen, Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro secara resmi meluncurkan Rail Clinic. Kereta kesehatan pertama dan satu-satunya di Indonesia tersebut mendapat piagam penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) yang diserahkan secara langsung oleh Pendiri MURI, Jaya Suprana. Dengan memanfaatkan jalur KA, keberadaan Rail Clinic tersebut sebagai salah satu program CSR KAI untuk membantu masyarakat, khususnya yang berada di daerah terpencil sehingga sulit dilalui kendaraan bermotor. “Dengan adanya Rail Clinic ini, kami berharap dapat membantu pemerintah untuk memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat di daerah bencana atau daerah-daerah yang tak terjangkau oleh kendaraan bermotor. Ini adalah salah satu bentuk komitmen PT KAI sebagai organisasi perusahaan yang dapat memberikan nilai tambah yang tinggi bagi masyarakat,” ujar Edi Sukmoro.

seperti di kutip dari https://mulpix.com

Batas kota bagian utara dan selatan yang harus dikosongkan adalah rel kereta api yang melintasi Kota Bandung. Para pejuang Republik Indonesia tidak mau mengindahkan ultimatum Sekutu tersebut. Sejak saat itu, sering terjadi insiden antara pasukan sekutu dan pejuang Republik. Insiden tersebut seperti sebuah rangkaian peristiwa pertempuran Bandung Lautan Api yang jauh lebih dahsyat. Beberapa hari sebelumnya, tepatnya pada 25 November 1945, rakyat Bandung ditimpa musibah, yakni banjir besar akibat meluapnya Sungai Cikapundung. Bencana alam tersebut menelan ratusan korban yang dihanyutkan derasnya arus sungai. Ribuan penduduk Bandung juga kehilangan tempat tinggal.

seperti di kutip dari https://mulpix.com

Keadaan tersebut justru dimanfaatkan tentara sekutu dan Belanda atau NICA (Netherland Indies Civil Administration). Mereka menyerang rakyat yang sedang tertimpa musibah. Pada 5 Desember 1945, pesawat-pesawat tempur Inggris mengebom daerah Lengkong Besar. Pada 21 November 1945 tentara Sekutu kembali menjatuhkan bom di kota Bandung, tepatnya di daerah Cicadas. Dengan segala kelebihan yang dimiliki oleh para tentara sekutu, persenjataan lengkap, semuanya serba terbaru, mereka menyerang warga Bandung yang saat itu tengah dilanda musibah banjir.

seperti di kutip dari https://mulpix.com

Menurut juru kunci jawatan yang bernama Bapak Iwan (55 th), jawatan didirikan mulai tahun 1951-1962, yang dahulunya adalah tempat penimbunan kayu dari hutan produksi milik perhutani dan tempat sumber ekonomi masyarakat sekitar yaitu sebagai tempat mencari kayu bakar dari ranting – ranting pohon yang jatuh untuk dijual, mencari ikan, dan sebagainya. Namun telah terjadi penjarahan besar-besaran saat itu. Menurut wikipedia, Penjarahan adalah pengambilan barang secara sembarangan ketika kemenangan militer dan politik, atau ketika terjadi bencana atau kerusuhan, seperti perang, bencana alam, atau kerusuhan. Penjarahan adalah salah satu bagian dari pencurian. Sekarang fungsi sebagai sumber ekonomi masyarakat tidak berkembang lagi dan hanya menjadi tempat penimbunan kayu dan tempat wisata atau tempat sekedar mencari suasana alam yang indah. Memang pemandangan alam dan pohon-pohon rindang yang disajikan jawatan ini sangat diminati pengunjung yang berwisata disini. Selanjutnya menurut sesepuh atau orang yang di tuakan di suatu wilayah tertentu yang bernama Bapak Suhardjono (70 th), dahulu jawatan berdiri sekitar tahun 1951 kemudian menjadi tempat penimbunan kayu jati berkualitas dan bendungan untuk tenaga listrik daerah sekitar. Tetapi setelah terjadi penjarahan besar-besaran, surut lah kejayaannya pada tahun 1970 an dan akhirnya tidak difungsikan lagi (wikipedia & berbagai sumber) | Diseleksi dari (@ferdiozom) | Location: Jawatan Perhutani, Benculuk, Banyuwangi – Jawa Timur, Indonesia 🇮🇩 | #indoflashlight #indoexplore #jawatan #indonesia

seperti di kutip dari https://mulpix.com

hidup itu hanya sementara. ya, hanya sementara. salah satu sd yang lokasinya tidak jauh dari bibir pantai sorake nias dan adik-adik disana bilang bahwa mereka tidak takut terhadap gempa dan tsunami jika hal itu terjadi kembali seperti 10 tahun silam. mereka banyak yang kehilangan orang tua mereka, sanak saudara mereka dan harta benda mereka. setiap bencana dan musibah itu tidak bisa dihindari ka tapi kita yang harus mempersiapkan diri. siap menerima dan siap untuk bangkit kembali. hal ini bisa dilihat dari senyum dan tawa mereka yang tulus walaupun sebenarnya mereka telah mengalami rasa kehilangan yang mendalam. nias sendiri merupakan wilayah yang bisa dikatakan rawan terhadap bencana gempa dan tsunami dan bahkan di salah satu daerah nias di bagian utara hampir merasakan gempa di setiap beberapa minggu sekali dengan skala yang kecil. semangat terus dik, kami disini selalu mendoakanmu. sedikit renungan kecil bagi kita untuk selalu bersyukur atas apapun yang ada dan terjadi dalam hidup kita 😊🙏. #hellofriday #happyfriday #exploreindonesia #explorenias #10tahungempanias #niasbangkit #moveandlearn #people #potretkehidupan #begrateful #indonesia

seperti di kutip dari https://mulpix.com

Kawasan Gunung Batur terkenal sebagai obyek wisata andalan Kabupaten Bangli. Konon menurut cerita dalam Lontar Susana Bali, Gunung Batur merupakan puncak dari Gunung Mahameru yang dipindahkan Batara Pasupati untuik dijadikan Sthana Betari Danuh (istana Dewi Danu). Pada waktu tertentu, seluruh umat Hindu dari berbagai daerah di Bali datang ke Batur menghaturkan Suwinih untuk mengusir bencana hama yang menimpa ladang mereka. Dengan menghantarkan suminih ini maka kawasan gunung Batur menjadi daerah yang subur.

seperti di kutip dari https://mulpix.com

Berabad-abad yang lalu proses mengawetkan ikan di temukan oleh bangsa Cina. Pada saat itu ikan tidak boleh busuk selama dalam pelayaran. Pengawetan ikan pun di lakukan dengan cara ikan di bersihkan, di potong fillet, ditaburi garam, dilapisi kain lalu di tiban beberapa batu agar jumlah udara di dalam nya mengurang. Lalu selang beberapa lama ditemukan cara yang baru yaitu dengan cara ikan di gulung bersama nasi dan di rendam di air cuka. Saat ikan siap di konsumsi balutan nasi dan cuka dibersihkan. tapi pada saat itu sempat terjadi bencana sehingga kekurangan panganan dan para konsumen pun memakan ikan bersama dengan nasi dan cuka nya. itulah salah satu versi cerita asal mula sushi dari Cina.

seperti di kutip dari https://mulpix.com

Versi yang lain mengatakan bahwa sushi berasal dari jepang. Awal mula nya di tahun 1800-an seorang koki besar bernama Yohei membuat pesta besar dan ternyata ia hanya mempunyai cadangan ikan yang sedikit. Yohei pun mempunyai akal dengan menyajikan potongan ikan tipis-tipis dari ikan beku. Setelah di cicipi oleh Yohei sendiri ternyata ikan beku menjaga rasa gurih ikan dan membunuh bakteri. Sejak saat itu sushi digemari di seluruh jepang dan Yohei pun membuat dua macam sushi yaitu “Edo” dan “Osaka”. Dalam perkembangannya sushi banyak dimodifikasi di daerah-daerah jepang hingga saat ini di modifikasi di seluruh dunia.

seperti di kutip dari https://mulpix.com

Kedua PKR Jenis Frigate Class 10514 akan bergabung dalam armada kapal tempur pemukul (striking Force) dalam armada tempur, yang mempunyai fungsi asasi mampu hadir di segala mandala operasi dan segala cuaca, dapat mengimbangi dan mengungguli kemampuan tempur Angkatan Laut Negara lain serta mampu melaksanakan fungsi tambahan yakni melaksanakan peperangan 3D (3 dimensi) yaitu, peperangan anti udara, anti kapal permukaan dan anti kapal selam. Dalam pelaksanaan tugasnya, PKR mampu dioperasikan di medan pertahanan utama dan di daerah-daerah perlawanan serta tugas tambahan dalam penanggulangan bencana di laut (SAR). #tni #tnial #pkr10514 #warship #kapalperang #indonavy #jalesvevajayamahe #indonesia

seperti di kutip dari https://mulpix.com

Bagi kalian yang berminat mengunjungi tempat ini, Menara “View Tower” berada di Jalan Ahmad Yani Kota Bengkulu. Song by Aaron Krause – Love Alive | Shot by @dimas262626 #sunset #afterjog #goldensky #lifeisabeach #beach #ocean #sea #holiday #getaway #trip #travel #roadtrip #beautiful #bengkulu #pantaipanjang #pantai #visitbengkulu #bengkulutuindah #photography #indonesia #dji #aerial #viewtower #viewtowerbengkulu #birdview #phantom4 #menara #landmark #droneheroes #djiphantomindonesia

seperti di kutip dari https://mulpix.com

Bagi kalian yang berminat mengunjungi tempat ini, Menara “View Tower” berada di Jalan Ahmad Yani Kota Bengkulu. Song by Aaron Krause – Love Alive | Video by @aidygoena sunset #afterjog #goldensky #lifeisabeach #beach #ocean #sea #holiday #getaway #trip #travel #roadtrip #beautiful #bengkulu #pantaipanjang #pantai #visitbengkulu #bengkulutuindah #photography #indonesia #dji #aerial #viewtower #viewtowerbengkulu #birdview #phantom4 #menara #landmark #droneheroes #djiphantomindonesia

seperti di kutip dari https://mulpix.com

pada sepenggal perjalanan mengitari Gunung Merapi,saat melintas di daerah Boyolali Jateng,kami melihat papan petunjuk arah menuju situs Candi Lawang dan Candi Sari. walau sudah hampir maghrib tapi tdk menyurutkan niat kami utk mengunjungi situs masa klasik hindu ini. Sekitar 3KM dari Pesanggrahan Pracimoharjo milik Kasunanan Surakarta,akhirnya sampailah kami disini. Yang dinamakan Watu Lawang adalah masih berdirinya ambang pintu masuk candi utama yang kini masih digunakan sebagai ritual penyembahan.batu2 besar ber ukir maupun polos banyak tersebar. dikelilingi oleh pagar berduri dan papan ttg pasal dalam UU Cagar Budaya.Candi ini unik,karena tidak semua batu sudah ter ukir,bahkan di bangunan utama ini makara dan kala nya saja masih polos.sementara bangunan di depan candi utama nya yang juga tinggal berdiri pondasi saja lebih banyak meninggalkan batu berukir di sekitarnya.analisis kami,bisa jadi candi ini blm selesai pembangunannya,mungkin krna faktor bencana atau lain hal.

seperti di kutip dari https://mulpix.com

SELAMAT HUT BHAYANGKARA KE-69.. foto bersama anak sekolah di SDN GIRI ASIH BHAYANGKARA yang dimana sekolah mereka dibangun bersama sama setelah kejadian bencana longsor di daerah Cikadu cisaranten kab cianjur. Bersama anggota POLRI,TNI dan Masyarakat sekitar akhirnya sekolah yg berada di pelosok pedalaman cikadu ini bisa dibangun dan anak anak didaerah disana bisa sekolah. Wajah yang polos dan sikap malu malu mereka lah yg selalu menjadi ciri khas anak anak disana. #polisi #polisi_indonesia #polisiindonesia #polrescianjur #poldajabar #th38rothers

seperti di kutip dari https://mulpix.com

Sebut saja namanya “Bunga”, dan memang dengan nama itulah ia didaftarkan sebagai salah seorang pasien di RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya. Sejak hari Senin, 9 Mei 2016 “Bunga” dirawat di sana, di Ruang I Isolasi. Warga Cipatujah, daerah di wilayah Selatan Kabupaten Tasikmalaya, menemukan Bunga dalam keadaan hamil besar dan kondisi yang tidak terurus. Ketika warga menanyakan jati dirinya, tak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulutnya, sepertinya Bunga menderita depresi berat. Khawatir dengan keselamatan Bunga dan bayi yang dikandungnya, warga pun membawa Bunga ke Bidan terdekat, karena Bunga sudah menunjukkan tanda-tanda akan melahirkan. Bidan kemudian merujuknya ke Puskesmas terdekat, yang kemudian juga merujuknya ke RSUD SMC Kabupaten Tasikmalaya. Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi yang mendapatkan informasi tentang Bunga segera bergerak cepat dengan meminta relawan TAGANA (Taruna Siaga Bencana) untuk mendampingi Bunga yang karena belum diketahui jati dirinya, untuk sementara ia digolongkan ke dalam kategori OT (Orang Terlantar). #SedekahRombongan yang mendapatkan informasi tentang keberadaan Bunga, segera mendatangi ruangan tempat ia dirawat.

seperti di kutip dari https://mulpix.com

RSUD SMC Kabupaten Tasikmalaya kemudian merujuk Bunga ke RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya, dan setelah mendapatkan pemeriksaan serta perawatan di sana, akhirnya Bunga dapat melahirkan bayi laki-laki sehat, tampan, lucu, dan bersih, melalui operasi caesar. Selama dirawat di RSUD dr. Soekardjo, seorang Ibu tua yang berprofesi sebagai “paraji” mengurus Bunga dengan sabar dan telaten seperti kepada anak sendiri. Para relawan TAGANA dan #SedekahRombongan juga bergantian menjaganya siang dan malam.

seperti di kutip dari https://mulpix.com

Bertahan di tenda-tenda darurat, halaman rumah hingga tenda pengungsian dilakukan oleh warga. Selepas sepekan gempa mengguncang Aceh, pemerintah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah membangun sekolah darurat. Ruang sekolah darurat itu terbuat dari tenda zom yang dibangun oleh relawan. Direncanakan sekolah yang dipilih mendirikan tenda zom ini, sekolah-sekolah yang tidak lagi bisa digunakan. Meskipun bangunan tidak roboh, tetapi tidak lagi layak huni atau dipergunakan. Tenda tersebut berukuran 12×6 meter, diperkirakan sekitar 50 orang lebih bisa melakukan aktivitas belajar mengajar disana. Di lokasi itu, sekolah yang rusak menjadi tempat siswa belajar sementara.

seperti di kutip dari https://mulpix.com

Membahas temuan penelitian team geologi LIPI dan Brigham Young University, tentang informasi bahwa di Bali pernah terjadi tsunami beberapa ratus tahun silam dari sampel lapisan pasir bawah tanah yg diambil dari beberapa tempat seperti Pantai Purnama, Gianyar dan sekitarnya. Tidak mengherankan karena adanya paparan pertemuan dua lempeng raksasa di sepanjang pesisir selatan pulau Bali dan Jawa yg rentan gempa dan berisiko menimbulkan tsunami. Penelitian ini digagas oleh Professor Ron Harris , yang telah 30 tahun mengabdikan diri utk penelitian dan mengumpulkan catatan tentang gempa dan tsunami di Indonesia. Penemuan ini segera dibeberkan ke Kantor BPBD ( Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Bali di Renon, kemarin sore. Menarik jg mengikuti rapat mengenai temuan baru ini, dan mempelajari bahwa ancaman ini bisa menerpa pulau tercinta ini kapan saja. Tema peringatan 20:20:20 juga cukup menarik. Ada yg tau apa maksud peringatan 20:20:20? #gempa #tsunami #bali #bpbd #bpbdkotadenpasar

seperti di kutip dari https://mulpix.com

Bencana alam merupakan suatu kondisi yang tidak dapat di hindari. Hujan lebat menyebabkan banjir beberapa daerah di Indonesia termasuk Banda Aceh sehingga melumpuhkan transportasi dan kiriman barang. Bapak Hasrudin yang bertugas sebagai Rider Ksatria JNE di Area tersebut menjadi saksi dari bencana banjir yang melanda Banda Aceh. Namun menghantarkan amanah kiriman pelanggan merupakan kewajiban para Ksatria JNE, dan Bapak Hasrudin berhasil menyampaikan paket di tengah kondisi banjir yg melanda Kecamatan Baiturrahman. Semoga musibah di berbagai daerah khususnya di Banda Aceh dapat segera berlalu.

seperti di kutip dari https://mulpix.com

Pk @hary.tanoesoedibjo selalu meminta agar generasi muda Indonesia produktif, kenapa ? karena bila semua generasi muda produktif dan dapat menciptakan lapangan pekerjaan, maka tak hanya angka penganguran di Indonesia bisa berkurang.Indonesia saat ini membutuhkan lebih banyak pengusaha produktif untuk memajukan perekonomian nasional. Jumlah pengusaha produktif di Tanah Air baru sekitar 1 juta orang. Padahal,suatu negara bisa maju jika memiliki pengusaha produktif minimal 2 persen dari jumlah penduduknya. Artinya, Indonesia membutuhkan 5 juta pengusaha produktif.Produktif artinya mampu menciptakan lapangan pekerjaan dan mampu membayar pajak, sehingga orang pembayar pajak Indonesia lebih besar. Seandainya Kalau di tiap daerah tumbuh pengusaha-pengusaha produktif, maka tiap daerah akan berkembang. Kalau 514 kabupaten/kota berkembang, Indonesia akan menjadi negara yang besar dan kuat.Ternyata pemikiran pk Hary Tanoe ada benarnya, memang saat ini angka pengangguran di Indonesia jumlah sangat luar biasa, apalagi didaerah jumlah lapangan pekerjaannya terlalusempit sehingga banyak orang-orang daerah yang banyak yang mencoba keberuntungan ke kota besar. Apabila mereka tak memiliki kemampuan mereka akan kalah bersaing.Seorang pemuda dituntut untuk tidak apatis (masa bodoh) atas segala masalah yang menimpa bangsa dan negara. Baik itu masalah bencana alamsampai bencana sosial ekonomi dan politik yang di mana alam bernegara dirusak oleh kebanyakan generasi tua yang haus akan kekuasaan. Pemuda sebagai generasi penerus pemegang talikekuasaan nantinya harus melawan segala kebobrokan yang ada di depannya, baik itu di area sosial, ataupun politik.

seperti di kutip dari https://mulpix.com

Turut prihatin atas segala bencana di berbagai daerah di Indonesia, terutama di Kabupaten tercinta Pacitan. Semoga segenap keluarga diberikan kesabaran, ketabahan, Kekuatan dan InsyaAllah kami semua akan berada bersama untuk membantu.. “Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang sabar (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan ‘Inna lillahi wa inna ilaihi rajiuun’. Mereka itulah yang mendapat keberkahan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk” (QS. Al Baqarah 153 – 154)

seperti di kutip dari https://mulpix.com

Mungkin beberapa dari kalian sudah banyak yang pernah membaca tentang program bulanan ini. Bagi temen-temen yang baru “berkenalan” dengan Portblue, berikut kami sampaikan salah satu program bulanan kami. Setiap bulannya, Portblue menyisihkan profit untuk disalurkan kepada panti asuhan, YPAC, atau daerah lain di Indonesia yang sedang tertimpa bencana. Bukan tentang jumlah atau nominalnya, tapi tentang keikhlasan dan manfaat yang bisa kita berikan bersama untuk mereka yang membutuhkan. Terima kasih untuk kepercayaan kalian kepada produk lokal bro 🙏

seperti di kutip dari https://mulpix.com

Bencana hidrometeorologi, seperti banjir, longsor dan puting beliung masih terus mengancam hingga musim penghujan berakhir. Berdasarkan data sementara yang dihimpun Pusdalops BNPB selama 2017, tercatat kejadian bencana sebanyak 654 bencana. Dampak yang ditimbulkan 61 jiwa meninggal dan hilang, 174 orang luka dan 584.173 jiwa menderita dan mengungsi. Bencana juga telah menyebabkan 5.534 rumah rusak, dimana 1.192 rumah rusak berat, 990 rumah rusak sedang, 3.352 rumah rusak ringan, dan 87.234 rumah terendam banjir. Bencana juga menyebabkan kerusakan fasilitas publik seperti, 108 unit sekolah, 85 unit fasilitas peribadatan dan 12 unit fasilitas kesehatan rusak.

seperti di kutip dari https://mulpix.com

Pasca diguncang oleh gempa dan tsunami pada akhir tahun 2004 silam, Aceh mengakhiri masa konflik dengan anugrah perdamaian melalui perundingan MoU Helsinki antara pemerintah Republik Indonesia (RI) dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Bencana alam dan bencana sosial tersebut telah mengantarkan Aceh menjadi daerah yang tertinggal, baik dari akses infrastuktur maupun akses ekonomi-sosial. Setelah kedua bencana tersebut rmelanda bumi seuramoe mekah, pintu keistimewa Aceh kembali terbuka lebar, terutama pasca MoU yang mewariskan UUPA. Pembangunan, rehabilitasi dan rekonstruksi akibat gempa dan tsunami sudah berjalan dengan maksimal berkat dukungan masyarakat internasional dan pemerintah pusat yang berpusat di bawah pengelolaan Badan Rehabilitasi dan Rekontruksi (BRR) Aceh-Nias.

seperti di kutip dari https://mulpix.com

Kondisi tersebut di atas juga berimplikasi pada dunia politik Aceh yang semakin dinamis. Diawali dengan kesuksesan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) perdana pasca konflik pada tahun 2006, Aceh serasa telah mengirup nafas segar semisal memiliki harapan baru. Sehingga banyak program-program pembangunan telah dilaksanakan selama satu periode pemerintahan Irwandi-Nazar, baik pembangunan infrastruktur maupun pembangunan sosial. Mestinya pembangunan tersebut menjadi warisan dan tentunya butuh perbaikan ke arah peningkatan oleh pemimpin berikutnya.

seperti di kutip dari https://mulpix.com

@Regranned from @ibasyudhoyono – Turut prihatin atas segala bencana di berbagai daerah di Indonesia, terutama di Kabupaten tercinta Pacitan. Semoga segenap keluarga diberikan kesabaran, ketabahan, Kekuatan dan InsyaAllah kami semua akan berada bersama untuk membantu.. “Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang sabar (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan ‘Inna lillahi wa inna ilaihi rajiuun’. Mereka itulah yang mendapat keberkahan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk” (QS. Al Baqarah 153 – 154)

seperti di kutip dari https://mulpix.com

Lalu, seperti apa hunian sementara yang layak? Kini, Indonesia sudah memiliki iGLOSS. Berawal dari gagasan Universitas Prasetiya Mulya untuk terlibat aktif dalam bidang kemanusiaan, mahasiswa Prasetiya Mulya memunculkan ide hunian sementara bernama iGLOSS. Ide ini didukung penuh oleh Kedutaan Besar Finlandia melalui program Local Cooperative Fund (LCF). Bentuknya yang unik—mirip drum—membuat iGLOSS menjadi salah satu solusi hunian sementara multifungsi yang nyaman, ringkas, serta mudah dipindahkan dan didirikan. Konstruksi yang kokoh diharapkan bisa lebih memberikan perasaan aman dan nyaman bagi korban bencana. Bahkan, iGLOOS juga dapat dibongkar pasang untuk dipindahkan ke daerah lain yang membutuhkan.

BPBD Kabupaten Tasikmalaya hingga kini masih melakukan verifikasi terhadap korban dan kerusakan akibat gempa 6,9 SR kemarin. Saat ini warga membutuhkan bantuan logistik terutama makanan. “Dari verifikasi terakhir ada enam korban yang mengalami luka ringan, dan 141 rumah yang mengalami kerusakan,” ujar Kepala Bidang Darurat dan Logistik BPBD Kabupaten Tasikmalaya Ria Supriana kepada detikcom di ruang kerjanya, Sabtu (16/12/2017). Menurut Ria saat ini pihaknya membutuhkan bantuan logistik terutama makanan. Sebab stok yang ada sudah menipis, lantaran beberapa bulan terakhir Kabupaten Tasikmalaya juga dilanda longsor dan angin puting beliung. “Kemarin kita ada pergerakan tanah dua desa masih mengungsi kemudian ada longsor dan angin puting beliung. Jadi stok kita sangat terbatas, terutama makanan,” katanya. Ria mengatakan dengan menipisnya stok makanan tersebut maka pihaknya belum bisa membagikan pada para korban. “Kalau kita bagikan hanya ke beberapa orang dikhawatirkan malah kenapa-kenapa. Jadi kita tahan dulu sampai ada bantuan tambahan,” ujarnya. Dia mempersilakan bagi warga untuk memberikan bantuan berupa makanan atau lainnya. Ria mengatakan para donatur bisa langsung mengantarnya ke Kantor BPBD Kabupaten Tasikmalaya di Jalan Oto Iskandardinata, Kota Tasikmalaya.

Pengacara Setya Novanto memastikan proses praperadilan kliennya gugur. Sebab, surat dakwaan Novanto dalam perkara korupsi e-KTP dibacakan jaksa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi. “Saya kira secara hukum, dengan surat dakwaan telah dibaca, berarti (praperadilan) gugur. Saya kira pembacaan surat dakwaan untuk menggugurkan praperadilan,” ujar Maqdir Ismail di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar, Jakarta Pusat, Rabu (13/12/2017). Maqdir menganggap pembacaan surat dakwaan terlalu dipaksakan. Dia menuding jaksa telah memprediksi Novanto akan sakit sehingga mempersiapkan kehadiran dokter. “Coba lihat dari pagi. Surat yang ditunjukkan itu tadi adalah surat permohonan kepada RS IDI dan RSCM itu tanggal 11 (Desember) untuk menghadirkan dokter-dokter ke sini. Apa urusannya, artinya kan mereka sudah mempersiapkan, paling tidak memprovokasi, bahwa Pak Novanto ini akan sakit atau apa,” jelasnya. Sebelumnya, sidang perdana sempat diskors empat jam karena Novanto mengaku sakit. Hakim pun memerintahkan jaksa serta penasihat hukum menghadirkan dokter untuk memeriksa Novanto. Hasilnya, Novanto dianggap sehat dan persidangan terus dilanjutkan. Surat dakwaan pun dibacakan oleh jaksa penuntut umum. Novanto didakwa melakukan intervensi dalam proses penganggaran dan pengadaan barang jasa paket pekerjaan penerapan KTP berbasis nomor induk kependudukan (NIK) secara nasional.

Gempa bumi berkekuatan 6,9 SR yang mengguncang Tasikmalaya mengakibatkan kerusakan bangunan. Dari laporan sementara, SMK 3 Kota Tasikmalaya mengalami kerusakan. “SMK 3 Kota Tasikmalaya bangunan rusak,” ujar kata juru bicara Basarnas Jawa Barat, Joshua Banjarnahor, dalam keterangannya, Sabtu (16/12/2017) dini hari. Guncangan gempa yang mengguncang Tasikmalaya terasa di sejumlah wilayah, seperti Jakarta, Sukabumi, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur. Sebelumnya sempat dilaporkan kondisi air di Pantai Pangandaran, Jabar. Warga sudah diminta menjauh dari pantai setelah gempa mengguncang pada pukul 23.47 WIB, Jumat (15/12). “Info kondisi pantai kembali normal,” sebutnya. [Gambas:Video 20detik]

Tanggul Kali Pulo di Jati Padang, Jakarta Selatan, lagi-lagi jebol. Puluhan rumah warga langsung kebanjiran. “Tanggul kembali jebol pukul 18.00 WIB,” kata Ketua RW 06 Jati Padang Arief Syarifuddin kepada detikcom, Sabtu (16/12/2017). Arief menjelaskan, air deras masuk dari sela-sela tanggul yang baru saja selesai diperbaiki pada Rabu (13/12) lalu. Gubernur DKI Jakarta Anies baswedan juga saat itu ikut memantau pengerjaan perbaikan tanggul ini. Tanggul Kali Pulo di wilayah Jatipadang jebol Lagi Foto: Arief Syarifuddin Tidak lama, tanggul Kali Pulo jebol pukul 18.05 WIB. Jebolnya persis di sebelah tanggung yang baru saja diperbaiki itu. “Yang kemarin sudah dikunjungi Pak Anies tanggul bocor dan di sebelahnya jebol. Ketinggian banjir 50-120 cm,” jelas Arief. Dari foto dan video yang dikirim Arief, terlihat air deras masuk dari sela-sela tanggul yang belum lama diperbaiki. Air berwarna kehitaman juga masuk dari sisi tanggul yang jebol. Aliran air deras menghantam rumah-rumah warga. Menurut Arief, di lokasi sudah ada petugas PPSU dan Dinas SDA yang melakukan penanganan. Hingga pukul 18.47 WIB air masih tinggi membanjiri rumah warga.

Polisi memastikan Muhamad Kholili beraksi sendirian saat membunuh dan memutilasi istrinya. Wakapolres Karawang, Komisaris Rano Hadiyanto mengatakan, tak ada tersangka lain dalam kasus ini. “Tersangka adalah pelaku tunggal. Dia tak dibantu siapapun dalam kasus ini,” ujar Rano saat ekspos di Mapolres Karawang, Kamis (14/12/2017). Sebetulnya, MK meminjam motor terangganya untuk membawa potongan tubuh korban ke hutan di sekitar Curug Cigentis pada Selasa (5/12). Namun tetangganya tidak tahu jika motor Scoopy miliknya digunakan untuk membawa potongan mayat. “Pelaku sudah biasa pinjam tukar motor dengan tetangganya. Tetangganya dipastikan tidak terlibat dalam kasus ini,” ujar Kasatreskrim Polres Karawang, AKP Maradona Armin Mappaseng, saat ekspos kasus tersebut di Mapolres Karawang, Kamis (14/12/2017). Foto: lutfiana Saat ini, polisi akan melakukan tes kejiwaan kepada Muhamad Kholili. “Kita akan lakukan tes kejiwaan untuk memastikan apakah pelaku mengidap kelainan atau tidak,” kata Maradona. Sementara ini, kata Maradona, motif pelaku memutilasi jenazah istrinya untuk memudahkan menyembunyikan jenazah. “Karena dia takut setelah membunuh korban,” ungkap Maradona.

Bentrokan 2 kelompok ormas terjadi di depan Perum Tytyan Indah, Kota Bekasi, pada Sabtu dini hari tadi. Satu orang tewas dalam peristiwa ini. “Iya,” kata Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Indarto membenarkan saat dihubungi detikcom , Sabtu (16/12/2017). Sejumlah orang juga dilaporkan luka-luka dalam peristiwa ini. Saat ditanya lebih jauh, Kombes Indarto mengatakan pihaknya masih mengumpulkan bukti-bukti. Informasi yang dihimpun detikcom , bentrokan ini terjadi di antara 2 kelompok ormas pada Sabtu dini hari sekitar pukul 02.30 WIB. Bentrokan dipicu adanya pihak yang tidak terima ditegur karena mabuk. Pagi tadi, sekitar pukul 10.25 WIB, Kombes Indarto dan jajarannya datang ke Perum Tytyan Indah. Dia mengajak warga berbincang terkait perselisihan 2 kelompok ormas ini. Dia ingin memastikan kasus ini tak terulang. Situasi di lokasi saat ini sudah kondusif.

Golkar secara resmi menjatuhkan dukungan terhadap Wali Kota Bandung Ridwan Kamil sebagai cagub Jabar 2018. Surat keputusan (SK) dukungan sudah diteken Ketum Golkar Setya Novanto. “SK sudah ditandatangani oleh ketua umum dan oleh sekjen sudah resmi. Masalah penyerahannya kita akan mengatur pada waktu yang tepat,” ujar Sekjen Golkar Idrus Marham di kantornya, Jl Anggrek Neli, Jakbar, Jumat (27/10/2017). Tak hanya Ridwan Kamil, Golkar juga mengusulkan kadernya, Daniel Muttaqien, maju sebagai cawagub. Apa alasan Golkar menduetkan Ridwan Kamil dengan Daniel Mutaqien? “Pertama, adalah kita adalah hasil dari komunikasi kita dengan Pak Ridwan dan juga dengan partai yang ada ya itu NasDem. Kemudian, kedua, memang Daniel Muttaqien adalah seorang kader dari anak muda dengan juga punya prestasi ya,” ucap dia. Terkait keputusan ini, Golkar sudah berbicara dengan Dedi Mulyadi, yang sebelumnya digadang sebagai cagub Jabar oleh Golkar. Ketua Harian DPP Golkar Nurdin Halid sudah menyampaikan hal tersebut kepada Dedi. “Ini ketua harian sudah melakukan komunikasi dengan Dedi untuk berikan penjelasan segera setelah kita lakukan komunikasi ke ketum. Saya kira ini semua langkah sudah kita lakukan, harmonisasi kepentingan sudah kita lakukan, maka Golkar sudah mengambil keputusan sekali lagi mencalonkan Ridwan Kamil berpasangan dengan Daniel Muttaqien,” jelas Idrus.

Ketua Umum Partai Golkar terpilih Airlangga Hartarto hadir di acara Rakornas Tiga Pilar PDIP. Dalam kesempatan itu, dia sempat berbincang hangat dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Wapres Jusuf Kalla (JK), dan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri plus Puan Maharani. Airlangga datang ke lokasi Rakornas Tiga Pilar PDIP di ICE BSD, Tangerang, Sabtu (16/12/2017). Dia sempat ikut saat Jokowi dan Megawati meninjau pameran di Rakornas PDIP. Tampak pula Presiden RI ke-3 BJ Habibie, Wapres JK, Mendagri Tjahjo Kumolo, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, serta Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto ikut dalam peninjauan pameran. Dalam suatu kesempatan, Airlangga tampak berada pada satu ruangan dengan Presiden Jokowi, Megawati, dan Puan. Airlangga duduk di samping Wapres JK. Puan juga berada pada ruangan yang sama. Airlangga tak berbicara banyak soal pertemuan dirinya dengan Presiden Jokowi, Wapres JK, dan Megawati. Menurut Menteri Perindustrian ini, itu hanya pertemuan biasa. “Kita biasa aja , bercanda aja , bicara-bicara biasa aja , casual discussion ,” ujar Airlangga setelah membuka open lab AMPI (Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia) Golkar di Mal fX Sudirman, Jakarta, Sabtu (16/12). Foto: dok. Istimewa Airlangga tidak menjelaskan lebih rinci soal pertemuannya dengan Presiden dan Megawati. Jokowi sendiri belum mau berbicara banyak soal status Airlangga yang saat ini menjadi Ketum Golkar. “(Kelanjutannya) nanti,” ucap Joko Widodo di sela acara Rakornas 3 Pilar PDIP di ICE-BSD City, Tangerang, Sabtu (16/12). Jokowi saat awal menjabat presiden tidak ingin ada menterinya yang merangkap jabatan di partai. Airlagga dipilih sebagai Ketua Umum Golkar menggantikan Setya Novanto, yang menjadi terdakwa kasus korupsi e-KTP. Golkar akan menggelar munaslub untuk mengukuhkan Airlangga sebagai ketum. Rencananya, Presiden Jokowi akan hadir di Munaslub Golkar.

PLN Area Pekanbaru melakukan pemutusan arus listrik ke Kantor Satpol PP Pemkab Kampar, Riau. Hal itu dilakukan karena kantor milik pemerintah daerah itu menunggak bayar listrik. “Iya pihak PLN Pekanbaru telah memutuskan arus listrik ke kantor tersebut. Karena kantor itu nunggak bayar listrik lebih dari dua bulan,” kata Manajer SDM dan Umum, PLN Wilayah Riau-Kepri, Dwi Surya Abdullah kepada detikcom, Sabtu (16/12/2017). Menurut Dwi, pemutusan tersebut di lakukan PLN Area Pekanbaru yang melingkupi wilayah Kabupaten Kampar. Pemutusan arus listrik ke Kantor Satpol PP Kampar ini sebagai sikap tegas terhadap pelanggan yang menunggak bayar tagihan. “Kan sama-sama pelanggan, jadi ya harus diberlakukan yang sama. Kalau menunggak ya diputus sementara,” kata Dwi. Soal pemutusan arus listrik ini, pihak PLN Wilayah Riau-Kepri juga saat ini memutus arus listrik untuk Penerangan Jalan Umum (PJU) di Bagansiapiapi Ibu Kota Kab Rokan Hilir (Rohil). Pemutusan lampu jalan ini sudah dilakukan sejak November 2017. Alasannya juga sama. Pemkab Rohil nunggak bayar listrik PJU selama 16 bulan dengan total nilai Rp 12,6 miliar. Padahal setiap bulannya, pihak PLN yang memungut dana PJU Rp 1,2 miliar telah disetorkan ke Pemkab Rohil. Dari dana sebanyak itu, mestinya Pemda Rohil membayar biaya tagihan listrik ke PLN sebesar Rp 750 juta. Sisanya sekitar Rp 400 juta merupakan pajak yang didapat Pemkab Rohil. Anehnya Pemkab Rohil saat ini terjadi kekosongan kas sehingga listrik juga nunggak.

Related Posts

Comments are closed.