Bisa Komunikasi, 1 Korban Longsor di Bandara Soetta Diberi Oksigen

Bisa Komunikasi, 1 Korban Longsor di Bandara Soetta Diberi Oksigen

Proses evakuasi longsor yang menimpa mobil di Jalan Bandara Soekarno-Hatta masih berlangsung. Salah seorang korban yang ada di mobil bisa diajak komunikasi. Kepala Kantor SAR Jakarta Hendra Sudirman mengatakan salah satu upaya evakuasi yang dilakukan adalah dengan cara manual. Petugas membuka gap meterial yang rubuh. “Dengan manual kita buka gap antara konkrit yang rubuh dengan korban sudah kita tahan dengan hidrolik kita yang sebenarnya kapasitasnya terbatas. Kita sudah berkoodinasi dengan tim pembangunan jalan ini, bahwa beratnya ini 50 sampai 60 ton,” kata Hendra di lokasi, Senin (5/2/2018). Cara lain yang dilakukan yaitu mendekati korban. Korban yang bisa diajak komunikasi juga sudah diberikan infus dan oksigen. “Upaya lain kita mendekati korban, salah satu korban kita ajak bicara, kita koordinasi dengan tim medis, sudah memberikan bantuan infus dan oksigen,” ujarnya. Hendra mengatakan ada korban yang tertimpa longsor. Namun, hanya pengemudi mobil yang bisa merespons. “Komunikasi ada dua korban, yang satu yang saat ini masih bisa merespon itu yang pengemudi,” tuturnya. “(Satu) Perempuan, yang satu belum kita lihat,” imbuhnya. Sebelumnya, petugas gabungan dari Basarnas, Polri, TNI dan pihak Bandara Soekarno-Hatta masih berada di lokasi membantu upaya evakuasi. Satu ambulans berada di jarak 30 meter dari titik longsor. Sedangkan satu ambulans lainnya berjarak sekitar 100 meter dari lokasi. Tembok longsor ini berada di sisi kiri underpass atau terowongan rel KA Bandara. Pihak PT KAI akan melakukan pengecekan jalur kereta bandara yang disetop setelah kejadian.

Proses evakuasi longsor yang menimpa mobil di Jalan Bandara Soekarno-Hatta masih berlangsung. Salah seorang korban yang ada di mobil bisa diajak komunikasi. Kepala Kantor SAR Jakarta Hendra Sudirman mengatakan salah satu upaya evakuasi yang dilakukan adalah dengan cara manual. Petugas membuka gap meterial yang rubuh. “Dengan manual kita buka gap antara konkrit yang rubuh dengan korban sudah kita tahan dengan hidrolik kita yang sebenarnya kapasitasnya terbatas. Kita sudah berkoodinasi dengan tim pembangunan jalan ini, bahwa beratnya ini 50 sampai 60 ton,” kata Hendra di lokasi, Senin (5/2/2018). Cara lain yang dilakukan yaitu mendekati korban. Korban yang bisa diajak komunikasi juga sudah diberikan infus dan oksigen. “Upaya lain kita mendekati korban, salah satu korban kita ajak bicara, kita koordinasi dengan tim medis, sudah memberikan bantuan infus dan oksigen,” ujarnya. Hendra mengatakan ada korban yang tertimpa longsor. Namun, hanya pengemudi mobil yang bisa merespons. “Komunikasi ada dua korban, yang satu yang saat ini masih bisa merespon itu yang pengemudi,” tuturnya. “(Satu) Perempuan, yang satu belum kita lihat,” imbuhnya. Sebelumnya, petugas gabungan dari Basarnas, Polri, TNI dan pihak Bandara Soekarno-Hatta masih berada di lokasi membantu upaya evakuasi. Satu ambulans berada di jarak 30 meter dari titik longsor. Sedangkan satu ambulans lainnya berjarak sekitar 100 meter dari lokasi. Tembok longsor ini berada di sisi kiri underpass atau terowongan rel KA Bandara. Pihak PT KAI akan melakukan pengecekan jalur kereta bandara yang disetop setelah kejadian.

Petugas masih berupaya menyingkirkan reruntuhan tembok di lokasi longsoran jalan perimeter Bandara Soekarno-Hatta. Petugas menggunakan hidrolik menahan reruntuhan tembok agar tidak menimpa mobil yang berisi dua orang. “Sudah kita tahan dengan hidrolik,” ujar Kepala Kantor SAR Jakarta, Hendra Sudirman di lokasi, Senin (5/2/2018) malam. Dari koordinasi dengan tim pembangun jalan, tembok jalan perimeter yang ambrol beratnya sekitar 50-60 ton. Nantinya petugas akan mengangkat material beton dengan alat berat. “Timbunan tanah sudah kita kais (keruk), (kalau) beton sudah rada ringan baru kita masukkan sling, coba kita angkat,” papar Hendra. Menurut Hendra, ada dua orang yang berada di dalam mobil, salah satunya masih bisa berkomunikasi. Petugas sudah memberikan bantuan dengan oksigen “Kita koordinasi dengan tim medis, sudah memberikan bantuan infus dan oksigen,” sambung Hendra. Di lokasi, masih ada 3 ekskavator yang bekerja mengeruk longsoran material berupa tanah. Mobil ambulans juga sudah disiagakan.

Polisi naik ke rumah majikan tapi majikan tetap tidak mau memberikan paspor malah mengusir wati saat itu juga masalah paspor dan pembayaran di janjikan akan di kasih melalui agen, karena majikan kekeh tidak mau memberikan saat itu juga dan wati sudah mempunyai bukti kuat bahwa majikanlah yg mengusir wati, bukan wati yg kabur. akhirnya wati mengalah mengemasi barang dan pergi dari rumah majikan, bukan ke agen tapi ke shelter sesuai arahan Sahlan langkah ini lebih aman karena wati akan dapat pendampingan langsung oleh Mission For Migrant Workers.

Related Posts

Comments are closed.