Bikin Macet, Izin Keramaian Hujan Duit di Kuningan Dicabut

Bikin Macet, Izin Keramaian Hujan Duit di Kuningan Dicabut

Hujan duit di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan pada Rabu (29/2) kemarin bikin heboh. Polisi menarik izin keramaian untuk acara itu karena menimbulkan kemacetan. “Itu memang awalnya ada izin, cuma rundownnya tidak ada. Sama kita, apa yang kita tanyakan, (katanya) iklan biasa-biasa saja. Ternyata kegiatannya begitu,” ujar Kapolsek Setiabudi AKBP Irwan Zaini Adib dalam perbincangan, Kamis (1/9/2018). Irwan mengatakan acara tersebut merupakan promosi aplikasi kuis di internet. Penarikan izin itu dilakukan karena acara tersebut berlangsung begitu heboh, tidak seperti yang disampaikan dalam proposal pengajuan izin. Acara tersebut menganggu lalu lintas di Jl Rasuna Said. “Kita tarik izin keramainnya. Karena dasar kita menggangu Lantas sama Kamtibmas. Di luar prediksi apa yang disampaikan,” ujar Irwan. Berdasarkan keterangan saksi-saksi di acara kemarin, salah seorang yang membagikan uang mengatakan acara akan berlangsung selama 3 hari. Namun seperti disampaikan di atas, polisi menarik izin acara ini.

Baca juga :

adi : cantik, indah; ngadi-adi : rewel, nakal, banyak tingkah; adibusana : pakaian yang indah; adidaya : lebih berkuasa; adigang : menyombongkan kekuatan; adiguna : menyombongkan kepandaian; adigung : menyombongkan kebesaran; adikara : berwibawa, berkuasa; adilaga : perang; adiluhung : agung, anggun, bernilai lebih; adiluwih : lebih; adimuka : penguasa, pembesar; adinegara : negara yang lebih baik; adipati : bupati, vatsal; adiraga : bersolek, berhias; adiraja : pemaaf, pemurah; adiwarna : jenis yang lebih baik; adiwignya : orang pandai

seperti di kutip dari https://kepalsemesta.wordpress.com

kala : 1 waktu, zaman; 2 kala (binatang); 3 nama dewa (Batara Kala); kala bénjing : besuk pagi; kala jengking : kalajengking; kalabendu : jaman yang buruk; kalabusana : seperangkat pakaian kebesaran; kalacakra : jenis jimat; kaladésa : perangkat desa; kaladuta : alamat buruk; kalakatha : ketam, kepiting; kalamangga : laba-laba; kala mangsa : kadang-kadang; kalamenjé : sejenis kala; kalamenjing : jakun; kalamenta : nama rumput; kalamudheng : nama perhitungan pencuri; kalanjana : nama rumput; kalan-kalan : kadang-kadang; kalandara : matahari; kalantara : sejenis buah petai; kalasangka : terompet sangkakala; kalawasana: akhir zaman; kalawija : abdi di istana; kalayuga, kaliyuga : zaman kaliyuga, zaman kesengsaraan

seperti di kutip dari https://kepalsemesta.wordpress.com

kami : kami; kamibocahen : kekanak-kanakan; kamigilan : sangat jijik; kamijara : serai; kamijijèn : jijik sekali; kamikakon : kejang, kaku; kamikekelen : tertawa terpingkal-pingkal; kamilurusen : bertambah sedih lalu mati; kamipurun : sangat mau; kamirahan : kemurahan; kamirurusen : bertambah sedih lalu mati; kamisandhanen : sakit pada payudara; kamisasaten : terbeliak matanya; kamisepuh : kepala desa; kamisesegan : tersedan-sedan (menangis); kamitégan : tega, sampai hati; kamitenggengen : melihat tertegun; kamitigan : masak belum waktunya; kamitontonen : tertegun, heran melihat; kamituwa : kepala dusun; kamiwelasen : kasih sayang, perhatian

seperti di kutip dari https://kepalsemesta.wordpress.com

maha : maha, tinggi; maha agung : maha agung; maha bala : kuat, perkasa sekali; maha bara : tidak lazim, mustahil; mahabaya : bahaya besar; mahaguru : mahaguru, guru besar; maha kuwasa : maha kuasa; maha luhur : maha luhur; maha mulya : maha mulia; mahamuni : pendita; maha pawitra: suci, luhur; maha prana : huruf besar pada huruf Jawa; maharaja: raja besar; maharatna : manikam; maharesmi : bulan; maharja : selamat; maharsi : maharesi; mahasiswa : siswa di perguruan tinggi; maha suci: maha suci; mahasura: pemberani,

seperti di kutip dari https://kepalsemesta.wordpress.com

pari : 1 padi; 2 hal, mengenai; paribasan : peribahasa; paribawa : wibawa, pengaruh; paributa : dihina, dihinakan; paricara : abdi, hamba (laki-laki); paricari : abdi perempuan; parigraha : 1 rumah; 2 istri, suami; 3 menyentuh; parihasa : penghinaan, celaan; parikena : cocok, berkenan; parikrama : sambutan, penghormatan; parikudu : mau sekali, seharusnya; parimaha : besar; parimarma, parimirma : kemurahan, belas kasih; paripadu : seharusnya, mau sekali; paripaos: peribahasa, ungkapan; paripeksa : terpaksa, seharusnya; paripolah : bertingkah polah; paripuja: penghormatan; paripurna : paripurna, sempurna, pensiun; paritrana : pertolongan, perlindungan; paritustha : senang, girang, puas; pariwanda : penghinaan, celaan; pariwara : berita, warta; paripasa : paksa

seperti di kutip dari https://kepalsemesta.wordpress.com

pasang : 1 pasang, memasang; 2 pasang surut; pasang aliman tabé : mohon ijin, permisi; pasangan : 1 pasangan, jodoh; 2 pasangan dalam huruf Jawa untuk mematikan huruf di depannya; pasang angkuh : sombong, congkak; pasang gendéra : mengibarkan bendera ; pasang giri : sayembara; pasangliring : mengerling, menjeling; pasang grahita (-cipta) : menggunakan indra; pasang rakit : susunan, struktur, pengaturan; pasang ulat : menggunakan bahasa simbol; pasang semu : menggunakan bahasa simbol; pasang walat : mengenakan tulaknya

seperti di kutip dari https://kepalsemesta.wordpress.com

salah : salah; salah cipta : salah cipta; salah deleng : salah lihat; salah éndah : salah tingkah, berbuat yang tidak perlu; salah gawé : salah kerja; salah gemèn : suka mencampuri urusan orang lain; salah graita : salah rasa; salah ilik: salah lihat; salah kapti : salah niat, salah tujuan; salah kardi : salah kerja; salah karya : salah kerja; salah kedadèn : salah kejadian, keliru; salah mangsa : salah iklim, salah musim; salah pandeleng : salah lihat; salah siji : salah satu; salah surup : salah tahu; salah tampa : salah terima, salah paham; salah ton(en) : salah lihat; salah urat : salah urat, kesleo; salah wèwèng : menyeleweng

seperti di kutip dari https://kepalsemesta.wordpress.com

upa : sebutir nasi; upaboga : mencari makan, kelezatan, kenikmatan; upadamel: pekerjaan, kegiatan; upadana: pemberian; upadrawa: kesusahan kesengsaraan; upagawé : pekerjaan, kegiatan; upajati : nama tembang gedhe; upajiwa: penghasilan, penghidupan, nafkah, rezeki; upajiwana : nafkah, rezeki; upakara : merawat, memelihara; upakarti : 1 hasil kerja, karya; 2 penghargaan; upakarya : hasil kerja, karya; upakawis (dipun-) : (ing.) dipelihara, dirawat; upaksama: ampun, maaf; upalabi: pendapat, pengertian, pemilikan; upalamba : pendapat, pengertian, pemilikan; uparengga: perhiasan, hiasan; uparukti: pasang rakit, merakit; upasadana : penghormatan, penghargaan; upasaka: calon pendita; upasama : sabar, rendah hati; upasanta: sabar, rendah hati; upasantwa: penghibur; upasraya: minta pertolongan, bantuan; upasuba: hiasan untuk penghormatan; upawada: kemarahan, celaan

Hujan duit di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan pada Rabu (29/2) kemarin bikin heboh. Polisi menarik izin keramaian untuk acara itu karena menimbulkan kemacetan. “Itu memang awalnya ada izin, cuma rundownnya tidak ada. Sama kita, apa yang kita tanyakan, (katanya) iklan biasa-biasa saja. Ternyata kegiatannya begitu,” ujar Kapolsek Setiabudi AKBP Irwan Zaini Adib dalam perbincangan, Kamis (1/9/2018). Irwan mengatakan acara tersebut merupakan promosi aplikasi kuis di internet. Penarikan izin itu dilakukan karena acara tersebut berlangsung begitu heboh, tidak seperti yang disampaikan dalam proposal pengajuan izin. Acara tersebut menganggu lalu lintas di Jl Rasuna Said. “Kita tarik izin keramainnya. Karena dasar kita menggangu Lantas sama Kamtibmas. Di luar prediksi apa yang disampaikan,” ujar Irwan. Berdasarkan keterangan saksi-saksi di acara kemarin, salah seorang yang membagikan uang mengatakan acara akan berlangsung selama 3 hari. Namun seperti disampaikan di atas, polisi menarik izin acara ini. [Gambas:Video 20detik]

Trisna Septiaman (22) ditangkap polisi karena membunuh karyawan PT Ohsung, Matias Kurniwan (20) di Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Pelaku membunuh temannya itu karena sakit hati lantaran tak kunjung bekerja. “Pelaku kesal dengan korban karena pelaku sudah membayar uang sejumlah Rp 1 juta kepada korban dan dijanjikan masuk kerja (oleh korban),” kata Kapolrestro Bekasi Kombes Candra Kumara kepada detikcom, Kamis (1/3/2018). Namun, setelah enam bulan berlalu, pelaku tidak juga dimasukan kerja oleh korban. Pelaku yang merupakan teman satu kampungnya itu pun nekat membunuh korban. Hingga pada Rabu (28/2) kemarin, pelaku mendatangi kontrakan korban dan menumpang tidur. Ketika korban sedang tertidur lelap, pelaku menusuk korban di bagian leher. “Sehingga mengakibatkan korban meninggal dunia,” cetusnya. Tidak sampai 24 jam, pelaku akhirnya diringkus Tim Cobra. Pelaku ditangkap di warung ramen di Ruko Lima Kalimaya Raya, Metland, Tambun, Bekasi pada Rabu (28/2) sekitar pukul 21.30 WIB. Matias ditemukan tewas berlumuran darah di kontrakannya di Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Rabu (28/2). Matias tewas dengan luka tusuk di bagian leher.

Proses sidang vonis ujaran kebencian melalui medsos di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, diwarnai empat kali tembakan peringatan di sekitar lokasi. Tembakan itu dikeluarkan petugas kepolisian untuk menghalau mundur massa pesilat Setia Hati yang berusaha mengejar suporter bonek, di Jalan Widodaren. Beruntung aksi pengejaran itu tidak berlanjut. Baca Juga: Pesilat dan Suporter Bola Deklarasi Damai di Polrestabes Surabaya “Mundur semua,” kata petugas berpakaian sipil sambil mengacungkan pistol ke udara di Jalan Widodaren, Kamis (1/3/2018). Hingga pukul 11.00 WIB, sidang pembacaan vonis yang disiarkan melalui pengeras suara masih berlangsung. Baca Juga: Sidang Ujaran Kebencian, Bonek dan Pendekar Silat Berhadapan di PN Dari pantauan detikcom, ratusan bonek yang membawa atribut bendera raksasa dan berkaos hijau sudah berada di Jalan Arjuno. Mereka dipisahkan dengan jarak 100 meter dari ribuan pesilat yang posisinya di arah utara Jalan Arjuno, menuju Jalan Semarang. Jumlah massa pesilat lebih banyak dibanding bonek. Bentrokan antara suporter bola dan pesilat, terjadi Oktober 2017 karena dipicu salah satunya ujaran kebencian. Ujaran kebencian itu ditulis orang-orang yang tidak bertanggung jawab dalam menggunakan medsos. Akibatnya, sempat terjadi gesekan antara pesilat dan suporter. Polisi dan Pemkot Surabaya pun menggelar deklarasi damai. Ini dilakukan untuk mewujudkan situasi Kamtibmas yang kondusif. Selain itu, untuk menjalin silaturahmi antara pesilat dengan para suporter di wilayah Kota Surabaya dan sekitarnya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi melantik Irjen Heru Winarko sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN). Irjen Heru menggantikan Komjen Budi Waseso (Buwas), yang memasuki masa pensiun mulai Maret 2018. Pelantikan Heru berlangsung di Istana Negara pada Kamis (1/3/2018) pukul 09.00 WIB. Turut hadir sejumlah menteri Kabinet Kerja Jokowi dan pejabat negara, di antaranya Ketua KPK Agus Rahardjo, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala BIN Jenderal (Purn) Budi Gunawan, Ketua DPR Bambang Soesatyo, Wakil Ketua DPR Fadli Zon, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Ketua DPD Oesman Sapta Odang, dan mantan Kepala BNN Komjen Budi Waseso. Pengambilan sumpah dilakukan langsung oleh Presiden Jokowi. “Demi Allah saya bersumpah akan setia dan taat kepada UUD RI 1945 serta akan menjalankan peraturan perundang-undangan dengan sebaik-baiknya serta akan menjalan peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara,” ucap Heru. Seusai pengucapan sumpah jabatan, Irjen Heru menandatangani sumpah jabatan di hadapan Presiden Jokowi. Sesaat kemudian, giliran Jokowi membubuhkan tanda tangan di dokumen tersebut.

Ulah oknum polisi diduga melakukan pungli terhadap pengendara mobil truk di Palembang, Sumatera Selatan terekam video dan menjadi viral. Dalam rekaman video berdurasi sekitar 60 detik, terlihat seorang sopir lintas provinsi dihadang oleh mobil polisi. Sang sopir kemudian turun dan memberikan sesuatu kepada polisi yang ada didalam mobil tersebut. Tak berapa lama turun dan memberikan sesuatu di mobil patroli diduga milik Polsek Kertapatih, Polresta Palembang. Sang sopir mobil truk langsung kembali ke mobilnya. Namun polisi berpangkat Aipda itu tidak terima dan mendatangi sopir truk. “Tadi sudah Pak,” kata sopir. “Jangan kayak itulah mas, lain lah ini Polresta Palembang ini, tadi itu OI (Polres Ogan Ilir),” kata polisi yang belum diketahui namanya tersebut. Saat ditelusuri, sopir yang protes itu bernama Didik. Ia mengaku merekam video itu setelah beberapa kali dihadang oleh oknum polisi. Kejadian ini terjadi pada 25 Februari 2018 saat melintas di pintu masuk Tol Palindra dan fly over simpang baru Ketapatih. “Saya dari Jawa Tengah bawa cabai merah mau dibawa ke Medan. Sebelum saya video ini, saya sudah kena polisi dua kali dan pertama di dekat pintu masuk tol Indralaya Rp 50 ribu menggunakan motor,” kata pria asal Kendal, Jawa Tengah ini saat dikonfirmasi melalui sambungan seluler, Kamis (1/3/2018). Tidak berhenti di situ, saat tiba di fly over simpang Kertapatih dirinya pun kembali dimintai setoran oleh oknum polisi dan sempat direkam. Kesal dengan ulah oknum polisi itu, Didik pun langsung memposting ke media sosial Facebook melalui akun @Sindu Alvredo dan sudah dibagikan lebih dari 6 ribuan. Kapolresta Palembang, Kombes Wahyu Bintono HB saat dikonfirmasi masih belum mau berkomentar banyak. Namun dirinya akan mendalami dugaan pungli jika benar dilakukan oleh anggotanya. Apalagi dalam video tersebut tak terlihat adanya pemberian uang secara langsung. “Kalau terbukti ya kita proses, tapi kan itu harus dibuktikan dulu. Nanti akan kita cek dan seharusnya sopir itu melapor ke Propam kalau memang ada bukti pungli, jangan sampai buat fitnah. Itu juga kasih apa kan kita tidak tahu,” kata Wahyu.

Narapidana terorisme Abu Bakar Ba’asyir menjalani perawatan di RSCM pagi ini. Ba’asyir akan dijaga ketat polisi selama menjalani perawatan di rumah sakit. “Pasti ada pengamanan dari Densus dan Brimob,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat dihubungi detikcom, Kamis (1/3/2018). Menurut Argo, pemindahan Ba’asyir menjadi kewenangan dari pihak LP Gunung Sindur. Polisi hanya akan menyiapkan pengamanan apabila ada permintaan dari pihak Lapas. “Dia (Ba’asyir) kan sudah wewenang Lapas, kalau dibawa ke rumah sakit minta bantuan ke polisi,” tuturnya. Selain dari polisi, pengamanan Ba’asyir di RSCM juga akan dilakukan oleh pihak Lapas. “Lapas juga kan punya Pamdalnya,” sebutnya. Dalam pengamanan Ba’asyir ini, polisi mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Salah satunya dengan melakukan penjagaan di depan ruang perawatan. “Semua kita antisipasi oleh pihak kepolisian,” ujarnya.

Semakin mendekati tahun politik, survei elektabilitas calon presiden semakin banyak. Tetapi rupanya, sejak 2015 nama yang selalu muncul hanya dua: Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto. Jokowi dan Prabowo pernah bertanding dalam Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) 2014. Saat itu pemenangnya adalah Jokowi yang kini menjadi Presiden ke-7 RI. Pilpres 2019 diprediksi bakal menghadapkan kedua figur itu lagi. Tapi bukan tak mungkin muncul poros lain yang juga akan berlaga. detikcom merangkum sederet survei elektabilitas capres dari tahun 2015 hingga yang terkini di tahun 2018. Memang ada nama-nama lagi selain Jokowi dan Prabowo, namun tak selalu muncul di setiap survei. Berikut hasil survei ‘ head to head ‘ antara Jokowi dengan Prabowo dalam survei sejak tahun 2015 hingga awal 2018: 2015 1. Survei Indo Barometer Waktu: 15-25 Maret 2015 Metode: multistage random sampling Responden: 1.200 Margin of Error: 3% Hasil: Joko Widodo: 45,8% Prabowo Subianto: 30% 2. Survei CSIS Waktu: 14-21 Oktober 2015 Metode: multistage random sampling Responden: 1.183 di 34 provinsi Margin of Error: 2,85% Hasil: Joko Widodo: 36,1% Prabowo Subianto: 28% 3. Survei Populi Waktu: 15-22 Oktober 2015 Metode: wawancara tatap muka Responden: 1.200 Margin of Error: 2,9% Hasil: Joko Widodo: 36,6% Prabowo Subianto: 24,3% 2016

Ketua KPK Agus Rahardjo mengungkapkan dukungannya terhadap penunjukan Deputi Penindakan KPK Irjen Heru Winarko sebagai kandidat Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN). Agus juga berharap Heru benar-benar bisa menjadi menduduki jabatan itu. “Saya berharap Pak Heru jadi (Kepala BNN). Saya sangat berharap Pak Heru jadi. Dan mudah-mudahan ada kabar yang baik tidak lama lagi. Mudah-mudahan, saya sangat berharap itu,” ungkap Agus kepada wartawan di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (28/2/2018). Dengan dipilihnya Heru, Agus mengharapkan standar etika norma yang berlaku di KPK bisa dibawa ke BNN. Misalnya saja, Agus menyebut soal komitmen. “Di KPK juga dalam ‘gajinya lebih tinggi daripada temen-temen yang lain’, standar itu perlu dibawa ke sana. Dan kita nanti kalau Pak Heru di sana bisa berkolaborasi. Jadi banyak hal-hal yang bisa kita kerja samakan supaya BNN jauh lebih efektif,” tuturnya. Terkait promosi anak buahnya ini, Agus mengaku sangat senang karena ini penghargaan terhadap prestasi Heru. Menurutnya, ini merupakan kejadian pertama seorang deputi di KPK mendapat promosi semacam itu. “Iya mendukung. Dari bintang 2 ke bintang 3 masa nggak didukung? Ya kan. Jadi itu. Mungkin anda tak lama lagi akan mendengar kabar yang lebih baik dari itu,” kata Agus memberi isyarat. Dia pun sempat menceritakan pendapatnya soal sosok Heru. Agus mengaku bekerja sama sudah selama 2 tahun ini. “Pak Heru menurut pengalaman saya, selama saya bekerja dengan Heru selama 2 tahun sangat bagus. Jadi Pak Heru sangat bagus. Tidak banyak bicara ya, pendapatnya tapi sangat tajam dan sangat membantu penuntasan tugas-tugas pimpinan,” tuturnya. Soal kemungkinan penunjukan Heru sebagai Kepala BNN pengganti Budi Waseso, KPK juga diakui Agus telah berkoordinasi dengan Kapolri Jenderal Tito Karnavian. KPK juga disebutnya akan segera mempersiapkan pengganti Heru. “Kami diskusi sudah lama. Bukan hanya kemarin. Kami diskusinya sudah lama, dan kalau nanti Pak Heru mendapat pengangkatan, KPK juga segera akan melakukan kompetisi terbuka untuk memilih deputi KPK,” kata Agus. Sebelumnya, kabar mengenai pergantian Kepala BNN disampaikan oleh juru bicara Presiden, Johan Budi SP. Ada 3 nama yang diisukan menjadi Kepala BNN, antara lain Kalemdikpol Polri Komjen Moechgiyarto, Kabareskrim Polri Komjen Ari Dono Sukmanto, dan Deputi Penindakan KPK Irjen Heru Winarko. Jokowi sudah menerima masukan dari pihak terkait, seperti Kapolri Jenderal Tito Karnavian, soal pengganti Buwas. Informasi yang didapat detikcom , dari tiga nama itu, Jokowi memilih Deputi Penindakan KPK Irjen Heru Winarko sebagai Kepala BNN yang baru menggantikan Budi Waseso. Namun belum diketahui apa yang menjadi landasan Jokowi memilih Heru. Berdasarkan informasi yang disampaikan Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, pelantikan akan dilakukan di Istana Negara, Jakarta, pukul 09.00 WIB. Kepala BNN yang dilantik akan menggantikan Komjen Budi Waseso, yang akan masuk masa pensiun pada Maret tahun ini.

Related Posts

Comments are closed.