Beton Proyek LRT Roboh, Polisi Periksa 4 Saksi

Beton Proyek LRT Roboh, Polisi Periksa 4 Saksi

Polisi memeriksa empat orang saksi terkait robohnya beton proyek LRT di Jl Kayu Putih, Pulogadung, Jakarta Timur. Pemeriksaan saksi dilakukan untuk mengetahui dugaan penyebab robohnya beton LRT tersebut. “Yang sudah diperiksa sampai saat ini sudah empat (saksi),” kata Kapolsek Pulogadung Kompol Sukadi saat ditemui di lokasi, Senin (22/1/2018). Sukadi tidak menyebutkan identitas keempat orang tersebut. Namun pemeriksaan masih berlangsung di Polsek Pulogadung. “Masih dalam tahap pemeriksaan terus dan sampai sekarang belum selesai,” imbuhnya. Selain keempat saksi tersebut, Sukadi menyebut pihaknya akan memanggil saksi-saksi lain. Mulai kelima korban hingga pengawas konstruksi proyek. “Kita panggil juga saksi lain, di antaranya saksi korban karena memang lima korban belum kita mintai keterangan. Termasuk saksi pengawas manajemen konstruksi itu juga akan kita panggil,” ujarnya. Beton konstruksi LRT roboh pada sekitar pukul 00.10 WIB, Senin (22/1) dan membuat lima orang terluka. Polisi menyebut konstruksi LRT roboh saat dilakukan pemasangan box girder .

Polisi memeriksa empat orang saksi terkait robohnya beton proyek LRT di Jl Kayu Putih, Pulogadung, Jakarta Timur. Pemeriksaan saksi dilakukan untuk mengetahui dugaan penyebab robohnya beton LRT tersebut. “Yang sudah diperiksa sampai saat ini sudah empat (saksi),” kata Kapolsek Pulogadung Kompol Sukadi saat ditemui di lokasi, Senin (22/1/2018). Sukadi tidak menyebutkan identitas keempat orang tersebut. Namun pemeriksaan masih berlangsung di Polsek Pulogadung. “Masih dalam tahap pemeriksaan terus dan sampai sekarang belum selesai,” imbuhnya. Selain keempat saksi tersebut, Sukadi menyebut pihaknya akan memanggil saksi-saksi lain. Mulai kelima korban hingga pengawas konstruksi proyek. “Kita panggil juga saksi lain, di antaranya saksi korban karena memang lima korban belum kita mintai keterangan. Termasuk saksi pengawas manajemen konstruksi itu juga akan kita panggil,” ujarnya. Beton konstruksi LRT roboh pada sekitar pukul 00.10 WIB, Senin (22/1) dan membuat lima orang terluka. Polisi menyebut konstruksi LRT roboh saat dilakukan pemasangan box girder .

Konstruksi proyek Light Rapid Transit (LRT) yang menghubungkan Kelapa Gading-Velodrome yang roboh dini hari kini ditutupi terpal warna biru. Garis polisi terpasang di lokasi. Pantauan detikcom sekitar pukul 08.33 WIB di Jalan Kayu Putih Raya, Pulogadung Jakarta Timur, Senin (22/1/2018), terlihat girder box proyek LRT roboh. Lokasinya tepat di depan sebuah supermarket di jalan tersebut. Girder box tersebut ditutup dengan terpal warna biru. Girder box yang roboh itu bagian nomor P28-P29. Garis polisi terlihat membentang di area girder tersebut. Arus lalu lintas terlihat lancar. Beton proyek LRT Roboh pada Senin (22/1) sekitar pukul 00.10 WIB dan mengakibatkan lima orang menjadi korban luka. Para korban luka telah dirawat di rumah sakit. Direktur Utama Jakarta Propertindo (JakPro) Satya Heragandhi yang menangani proyek tersebut tengah menelusuri penyebab robohnya beton untuk LRT itu. “Iya ini kejadiannya di P21, lagi ditelusuri (penyebabnya), lagi dikumpulkan datanya. Kami sedang mendekati ke area lokasi,” kata Satya kepada detikcom, Senin (22/1).

Tiang beton proyek Light Rapid Transit (LRT) yang menghubungkan Kelapa Gading-Velodrome di Jalan Kayu Putih, Pulo Gadung, Jakarta Timur roboh. PT Jakarta Propertindo (Jakpro) sebagai yang bertanggung jawab atas proyek tersebut memastikan tidak ada korban jiwa akibat tiang beton yang roboh tersebut. “Tidak ada korban jiwa. Korban luka 2-4 orang,” kata Humas Jakpro Harto Pratama melalui pesan singkat kepada detikcom, Senin (22/1/2018). Harto membenarkan terdapat tiang beton yang roboh pada proyek yang ditargetkan selesai pada Juli tahun ini. Pihaknya masih menyelidiki penyebab detail robohnya tiang tersebut. “Untuk laporan sementara kecelakaan pada tiang P28-29. Terjadi SBG collapse. Kondisi sudah stressing (penegangan), penyebab detail masih diinvestigasi,” sebutnya. Sebelumnya, Direktur Utama Jakarta Propertindo (Jakpro) Satya Heragandhi telah menginstruksikan kepada jajarannya untuk memberi perhatian kepada para korban robohnya LRT tersebut. Dia berjanji para korban dapat tertangani dengan baik. “Saya sudah instruksikan (beri perhatian) kalau ada korban. Korbannya mendapatkan perhatian dan take care dengan baik,” terangnya. Proyek LRT Roboh pada Senin (22/1) sekitar pukul 00.10 WIB. Lokasi kejadian berada di sekitar Jalan Kayu Putih Raya,Pulo Gadung, Jakarta Timur.

PT Wijaya Karya (WIKA) Beton selaku kontraktor proyek masih melakukan investigasi terkait robohnya box girder atau beton Light Rapid Transit (LRT) di Pulogadung. Direktur PT WIKA Beton Hadian Pramudita mengatakan tim masih mengumpulkan data-data untuk memastikan penyebab robohnya beton tersebut. “Semua kita lagi menyajikan data-data dulu. Baik sistem pengerjaan maupun kualitas beton, kita serahkan ke konsultan,” kata Hardian di lokasi, Jalan Kayu Putih Raya, Pulogadung, Jakarta Timur, Senin (22/1/2018). Dia mengatakan secara prosedur pengerjaan dan kualitas beton tersebut seharusnya sama dengan proyek-proyek yang lain. Meski begitu, dia akan melakukan pengecekan dan investigasi. “Harusnya sama (kualitas beton), kan bukan berarti dari kualitas beton juga, maka dicek dulu. Harusnya kualitas itu dari mutu beton dan pengerjaan semua,” ungkapnya. Menurut dia, hasil investigasi akan segera diketahui dalam waktu dekat. Dia juga menampik anggapan bahwa robohnya beton tersebut akibat pengerjaan yang terburu-buru. “Nggak ada (akibat terburu-buru), semua prosesnya sudah selesai semua. Nggak ada,” ungkapnya. Sementara itu, teknisi Perencanaan PT WIKA Beton, Jodi Firmansyah, mengatakan proses pengerjaan pressing (pengencangan) proyek LRT itu sudah baik. Hanya, dia tidak mengetahui kenapa beton itu bisa roboh. “Sudah, report- nya sudah. Kalau tidak, ya nggak duduk. Jadi bebannya sendiri sudah bisa dipikul sebetulnya, tapi tiba-tiba tentunya ada penyebab yang lain yang kita harus cari pastikan,” Jodi menambahkan. Proyek LRT yang menghubungkan Kelapa Gading-veledrom di Pulogadung itu roboh sekitar pukul 00.10 WIB. Lima orang terluka akibat kejadian itu.

Tiga dari lima korban akibat tiang beton LRT yang roboh di Kayu Putih, Pulo Gadung, Jakarta Timur dipulangkan dari Rumah Sakit Columbia. Korban lainnya masih dirawat di RS tersebut. “Korban dirawat di RS Columbia. Tiga orang sudah dipulangkan,” kata Humas PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Harto Pratama kepada detikcom, Senin (22/1/2018). Harto mengatakan semua korban tidak mengalami luka serius. Kelima korba tersebut berasal dari pekerja sub kontraktor LRT, PT Wijaya Karya. “Korban luka ada 5 orang. Semua karyawan VSL (subcontractor launching gantry dari WIKA),” jelas Harto. Sebelumnya, Kapolsek Pulo Gadung, Kompol Sukadi mengatakan kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 00.10 WIB. Sukadi mengatakan kelima korban tersebut mengalami luka ringan. “Memang standart operasionalnya sudah bagus jadi korban tidak terlalu parah hanya lecet dan ada yang satu harus dironsen. Kita belum tahu hasilmya,” ungkap Sukadi. Polisi masih melakukan penyelidikan penyebab robohnya kontruksi LRT tersebut. Saksi-saksi akan dipanggil untuk dimintai keterangan. “Sementara murni kecelakaan, kan pihak pihak terkait belum dimintai keterangan kita akan panggil tadi kita sudah sampaikan,” tambahnya.

Beton dari pembangunan proyek LRT jatuh ke Jalan Cikopo Timur, Tebet, Jakarta Selatan. Diduga beton tersebut terlepas dari crane . “Beton lepas dari crane ,” kata petugas keamanan gedung, Nanang, saat ditemui di Jalan Cikopo Timur, Rabu (15/11/2017). Beton pembangunan proyek LRT jatuh ke Jl Cikopo Timur, Tebet, Jakarta Selatan. (Ibnu/detikcom) Nanang menjelaskan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 18.15 WIB. Akibatnya, beton tersebut menimpa sebuah mobil dan pagar gedung. “Ada mobil satu tadi, sedan putih, cuma rusak bagian belakang sama pagar kita itu. (Mobil) langsung dievakuasi,” ujarnya. Dia menambahkan, selama proses evakuasi, lalu lintas di Jalan Cikopo Timur dialihkan masuk ke gedung KAO. Dia menyebut evakuasi beton maupun mobil yang tertimpa selesai sekitar pukul 19.00 WIB. Beton pembangunan proyek LRT jatuh ke Jl Cikopo Timur, Tebet, Jakarta Selatan. (Ibnu/detikcom) “Nggak ada korban. Saya nggak tahu kendaraan dievakuasi ke mana, tapi tadi selesai semua pukul 19.00 WIB,” imbuhnya. Pantauan di lokasi sekitar pukul 20.50 WIB, arus lalu lintas sudah kembali normal. Namun terlihat ada pagar gedung yang berlubang terhantam beton. Sementara itu, petugas proyek di sekitar lokasi enggan memberikan komentar terkait peristiwa tersebut.

PT Wijaya Karya (WIKA) Beton selaku kontraktor proyek masih melakukan investigasi terkait robohnya box girder atau beton Light Rapid Transit (LRT) di Pulogadung. Direktur PT WIKA Beton Hadian Pramudita mengatakan tim masih mengumpulkan data-data untuk memastikan penyebab robohnya beton tersebut. “Semua kita lagi menyajikan data-data dulu. Baik sistem pengerjaan maupun kualitas beton, kita serahkan ke konsultan,” kata Hardian di lokasi, Jalan Kayu Putih Raya, Pulogadung, Jakarta Timur, Senin (22/1/2018). Dia mengatakan secara prosedur pengerjaan dan kualitas beton tersebut seharusnya sama dengan proyek-proyek yang lain. Meski begitu, dia akan melakukan pengecekan dan investigasi. “Harusnya sama (kualitas beton), kan bukan berarti dari kualitas beton juga, maka dicek dulu. Harusnya kualitas itu dari mutu beton dan pengerjaan semua,” ungkapnya. Menurut dia, hasil investigasi akan segera diketahui dalam waktu dekat. Dia juga menampik anggapan bahwa robohnya beton tersebut akibat pengerjaan yang terburu-buru. “Nggak ada (akibat terburu-buru), semua prosesnya sudah selesai semua. Nggak ada,” ungkapnya. Sementara itu, teknisi Perencanaan PT WIKA Beton, Jodi Firmansyah, mengatakan proses pengerjaan pressing (pengencangan) proyek LRT itu sudah baik. Hanya, dia tidak mengetahui kenapa beton itu bisa roboh. “Sudah, report- nya sudah. Kalau tidak, ya nggak duduk. Jadi bebannya sendiri sudah bisa dipikul sebetulnya, tapi tiba-tiba tentunya ada penyebab yang lain yang kita harus cari pastikan,” Jodi menambahkan. Proyek LRT yang menghubungkan Kelapa Gading-veledrom di Pulogadung itu roboh sekitar pukul 00.10 WIB. Lima orang terluka akibat kejadian itu.

Related Posts

Comments are closed.