Bertemu Menhan AS, Menlu Retno Ungkap Kekecewaan RI soal Palestina

Bertemu Menhan AS, Menlu Retno Ungkap Kekecewaan RI soal Palestina

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengungkapkan kekecewaaannya kepada Menteri Pertahanan (Menhan) AS James Mattis terkait Palestina. Ini menyangkut pengakuan AS terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Hal itu disampaikan Retno dalam pertemuan dengan Mattis tadi di kantornya, Jl Taman Pejambon, Jakarta Pusat, Senin (22/1/2018) malam. Ada beberapa poin yang menjadi pembicaraan keduanya, di antaranya mencakup soal Palestina, yang merupakan salah satu isu sensitif di Indonesia. “Satu yang saya sampaikan bahwa isu Palestina ‘In the heart of mine of The Indonesian people’. Jadi isu ini sangat mendapatkan perhatian dari masyarakat Indonesia,” ucap Retno seusai pertemuan. “Nah, kita sangat menyesalkan adanya announcement tersebut dan saya sampaikan mengenai posisi Indonesia mengenai two state position , di mana isu Yerusalem menjadi capital (ibu kota) dari Palestina,” imbuhnya. Tak hanya itu, Retno juga meminta agar rencana Amerika mengurangi bantuan untuk United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East (UNRWA) atau Badan Kesejahteraan dan Pemulihan PBB untuk Palestina bisa dipertimbangkan kembali. Mattis rupanya menanggapi positif permintaan itu. “Untuk bantuan UN ke UNRWA disampaikan bahwa fokus untuk pendidikan dan kesehatan dan juga untuk keperluan wanita dan anak-anak itu akan tetap dipelihara. Jadi tidak akan terdampak rencana pemotongan tersebut,” kata Retno. Retno juga menyampaikan kepada Mattis soal kerja sama Indonesia dengan Afganistan. Indonesia juga akan mengunjungi negara yang berkonflik dengan Amerika itu. “Saya hanya sampaikan Presiden akan melakukan kunjungan ke 5 negara. Kita bersama dengan Afganistan sedang mencoba bekerja sama di dalam konteks peace building ,” ucap Retno lagi. Terakhir soal konsep Regional Architecture Indopacific. Indonesia, yang sebelumnya telah mendengar konsep tersebut dari Australia, Jepang, dan India, kini bertukar pikiran dengan Amerika mengenai konsep masing-masing. “Saya sebutkan kembali bahwa Arsitektur Regional Indo-Pasifik hendaknya dibentuk berdasarkan asas keterbukaan, transparansi, inclusiveness , dan didasarkan kepada spirit kerja sama dan menyuburkan habit of dialogue ,” urai Retno. Dengan konsep itu, Retno meyakini Indo-Pasifik akan menjadi kawasan yang damai, stabil, dan sejahtera. Yang terpenting, Retno menambahkan, Indonesia siap berbicara dengan negara mana pun untuk membangun dialog. “Dan tadi saya juga sampaikan bahwa akan baik jika pendekatannya juga dilakukan melalui building blocks . Jadi kerja sama-kerja sama yang ada harus kita perkuat. Kemudian di -link satu sama lain,” pungkasnya.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengungkapkan kekecewaaannya kepada Menteri Pertahanan (Menhan) AS James Mattis terkait Palestina. Ini menyangkut pengakuan AS terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Hal itu disampaikan Retno dalam pertemuan dengan Mattis tadi di kantornya, Jl Taman Pejambon, Jakarta Pusat, Senin (22/1/2018) malam. Ada beberapa poin yang menjadi pembicaraan keduanya, di antaranya mencakup soal Palestina, yang merupakan salah satu isu sensitif di Indonesia. “Satu yang saya sampaikan bahwa isu Palestina ‘In the heart of mine of The Indonesian people’. Jadi isu ini sangat mendapatkan perhatian dari masyarakat Indonesia,” ucap Retno seusai pertemuan. “Nah, kita sangat menyesalkan adanya announcement tersebut dan saya sampaikan mengenai posisi Indonesia mengenai two state position , di mana isu Yerusalem menjadi capital (ibu kota) dari Palestina,” imbuhnya. Tak hanya itu, Retno juga meminta agar rencana Amerika mengurangi bantuan untuk United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East (UNRWA) atau Badan Kesejahteraan dan Pemulihan PBB untuk Palestina bisa dipertimbangkan kembali. Mattis rupanya menanggapi positif permintaan itu. “Untuk bantuan UN ke UNRWA disampaikan bahwa fokus untuk pendidikan dan kesehatan dan juga untuk keperluan wanita dan anak-anak itu akan tetap dipelihara. Jadi tidak akan terdampak rencana pemotongan tersebut,” kata Retno. Retno juga menyampaikan kepada Mattis soal kerja sama Indonesia dengan Afganistan. Indonesia juga akan mengunjungi negara yang berkonflik dengan Amerika itu. “Saya hanya sampaikan Presiden akan melakukan kunjungan ke 5 negara. Kita bersama dengan Afganistan sedang mencoba bekerja sama di dalam konteks peace building ,” ucap Retno lagi. Terakhir soal konsep Regional Architecture Indopacific. Indonesia, yang sebelumnya telah mendengar konsep tersebut dari Australia, Jepang, dan India, kini bertukar pikiran dengan Amerika mengenai konsep masing-masing. “Saya sebutkan kembali bahwa Arsitektur Regional Indo-Pasifik hendaknya dibentuk berdasarkan asas keterbukaan, transparansi, inclusiveness , dan didasarkan kepada spirit kerja sama dan menyuburkan habit of dialogue ,” urai Retno. Dengan konsep itu, Retno meyakini Indo-Pasifik akan menjadi kawasan yang damai, stabil, dan sejahtera. Yang terpenting, Retno menambahkan, Indonesia siap berbicara dengan negara mana pun untuk membangun dialog. “Dan tadi saya juga sampaikan bahwa akan baik jika pendekatannya juga dilakukan melalui building blocks . Jadi kerja sama-kerja sama yang ada harus kita perkuat. Kemudian di -link satu sama lain,” pungkasnya.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengungkapkan kekecewaaannya kepada Menteri Pertahanan (Menhan) AS James Mattis terkait Palestina. Ini menyangkut pengakuan AS terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Hal itu disampaikan Retno dalam pertemuan dengan Mattis tadi di kantornya, Jl Taman Pejambon, Jakarta Pusat, Senin (22/1/2018) malam. Ada beberapa poin yang menjadi pembicaraan keduanya, di antaranya mencakup soal Palestina yang merupakan salah satu isu sensitif di Indonesia. “Satu yang saya sampaikan bahwa isu Palestina ‘In the heart of mine of The Indonesian People’. Jadi isu ini sangat mendapatkan perhatian dari masyarakat Indonesia,” ucap Retno Marsudi usai pertemuan. “Nah, kita sangat menyesalkan adanya announcement tersebut dan saya sampaikan mengenai posisi Indonesia mengenai two state position, di mana isu Yerusalem menjadi capital (ibu kota) dari Palestina,” imbuhnya. Tak hanya itu, Retno juga meminta agar rencana Amerika mengurangi bantuan untuk United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East (UNRWA) atau Badan Kesejahteraan dan Pemulihan PBB untuk Palestina, bisa dipertimbangkan kembali. Mattis rupanya menanggapi positif permintaan itu. “Untuk bantuan UN ke UNRWA disampaikan bahwa fokus untuk pendidikan dan kesehatan dan juga untuk keperluan wanita dan anak-anak itu akan tetap dipelihara. Jadi tidak akan terdampak rencana pemotongan tersebut,” kata Retno. Retno juga menyampaikan kepada Mattis soal kerja sama Indonesia dengan Afghanistan. Indonesia juga akan mengunjungi negara yang berkonflik dengan Amerika itu. “Saya hanya sampaikan Presiden akan melakukan kunjungan ke 5 negara. Kita bersama dengan Afghanistan sedang mencoba bekerja sama di dalam konteks peace building,” ucap Retno lagi. Terakhir, soal konsep Regional Architecture Indopacific. Indonesia yang sebelumnya telah mendengar konsep tersebut dari Australia, Jepang, dan India, kini bertukar pikiran dengan Amerika mengenai konsep masing-masing. “Saya sebutkan kembali bahwa Arsitektur Regional Indopasifik hendaknya dibentuk berdasarkan asas keterbukaan, transparansi, inclusiveness, dan didasarkan kepada spirit kerja sama dan menyuburkan habit of dialogue,” urai Retno. Dengan konsep itu, Retno meyakini Indopasifik akan menjadi kawasan yang damai, stabil, dan sejahtera. Yang terpenting, Retno menambahkan, Indonesia siap berbicara dengan negara mana pun untuk membangun dialog. “Dan tadi saya juga sampaikan bahwa akan baik jika pendekatannya juga dilakukan melalui building blocks. Jadi kerja sama-kerja sama yang ada harus kita perkuat. Kemudian di-link satu sama lain,” pungkasnya.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengungkapkan kekecewaaannya kepada Menteri Pertahanan (Menhan) AS James Mattis terkait Palestina. Ini menyangkut pengakuan AS terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Hal itu disampaikan Retno dalam pertemuan dengan Mattis tadi di kantornya, Jl Taman Pejambon, Jakarta Pusat, Senin (22/1/2018) malam. Ada beberapa poin yang menjadi pembicaraan keduanya, di antaranya mencakup soal Palestina yang merupakan salah satu isu sensitif di Indonesia. “Satu yang saya sampaikan bahwa isu Palestina ‘In the heart of mine of The Indonesian People’. Jadi isu ini sangat mendapatkan perhatian dari masyarakat Indonesia,” ucap Retno Marsudi usai pertemuan. “Nah, kita sangat menyesalkan adanya announcement tersebut dan saya sampaikan mengenai posisi Indonesia mengenai two state position, di mana isu Yerusalem menjadi capital (ibu kota) dari Palestina,” imbuhnya. Tak hanya itu, Retno juga meminta agar rencana Amerika mengurangi bantuan untuk United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East (UNRWA) atau Badan Kesejahteraan dan Pemulihan PBB untuk Palestina, bisa dipertimbangkan kembali. Mattis rupanya menanggapi positif permintaan itu. “Untuk bantuan UN ke UNRWA disampaikan bahwa fokus untuk pendidikan dan kesehatan dan juga untuk keperluan wanita dan anak-anak itu akan tetap dipelihara. Jadi tidak akan terdampak rencana pemotongan tersebut,” kata Retno. Retno juga menyampaikan kepada Mattis soal kerja sama Indonesia dengan Afghanistan. Indonesia juga akan mengunjungi negara yang berkonflik dengan Amerika itu. “Saya hanya sampaikan Presiden akan melakukan kunjungan ke 5 negara. Kita bersama dengan Afghanistan sedang mencoba bekerja sama di dalam konteks peace building,” ucap Retno lagi. Terakhir, soal konsep Regional Architecture Indopacific. Indonesia yang sebelumnya telah mendengar konsep tersebut dari Australia, Jepang, dan India, kini bertukar pikiran dengan Amerika mengenai konsep masing-masing. “Saya sebutkan kembali bahwa Arsitektur Regional Indopasifik hendaknya dibentuk berdasarkan asas keterbukaan, transparansi, inclusiveness, dan didasarkan kepada spirit kerja sama dan menyuburkan habit of dialogue,” urai Retno. Dengan konsep itu, Retno meyakini Indopasifik akan menjadi kawasan yang damai, stabil, dan sejahtera. Yang terpenting, Retno menambahkan, Indonesia siap berbicara dengan negara mana pun untuk membangun dialog. “Dan tadi saya juga sampaikan bahwa akan baik jika pendekatannya juga dilakukan melalui building blocks. Jadi kerja sama-kerja sama yang ada harus kita perkuat. Kemudian di-link satu sama lain,” pungkasnya.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Fredrich Yunadi meminta polisi menjadi saksi meringankan dalam kasus hilangnya Setya Novanto. Namun permintaan itu ditolak. “Dia diminta juga (untuk menghadirkan saksi) bahwa kita sebagai saksi meringankan dari pada Friedrich, kita buat surat bahwa tidak perlu kita dihadirkan,” ujar Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Halim Pagarra kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (22/1/2018). Halim mengatakan permintaan Fredrich itu disampaikan oleh pihak KPK melalui surat. Dalam surat tersebut, KPK meminta Kasat Laka bersaksi untuk Fredrich. “KPK membuat surat kepada kami untuk menghadirkan Kasat Laka, nomenklatur Kasat Laka di kita tidak ada sehingga kita tidak izinkan (untuk mendatangkan saksi tersebut),” sambung Halim. Di sisi lain, polisi juga merasa tidak perlu menjadi saksi meringankan dalam kasus Fredrich, karena Fredrich sendiri tidak ada ada sangkut pautnya dengan peristiwa kecelakaan lalu lintas yang melibatkan Novanto itu. “Kedua, bahwa selama proses penyidikan (kecelakaan lalu lintas) tidak pernah libatkan Friedrich,” lanjutnya. Untuk diketahui, Fredirch turut ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK karena diduga menghalang-halangi penyidikan terhadap Setya Novanto. Penetapan tersangka itu berkaitan dengan keterangan Fredrich dan juga dr Bimanesh soal kondisi luka Novanto ketika mengalami kecelakaan di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Sebuah video pria meloncat dari jalan layang ( flyover ) di Jakarta beredar di media sosial. Begini cerita mengenai peristiwa tersebut. Video berdurasi 27 detik itu menyebar di grup WhatsApp mulai Senin (22/1/2018) hari ini. Video yang sama juga diunggah di YouTube. Dalam video itu, tampak ada seorang pria berdiri di jalan layang. Pria ini berdiri menghadap ke jalan raya yang ada di bawahnya. Terdengar suara-suara ‘jangan lompat’ dari arah bawah. Namun suara warga yang meminta si pria tak melompat itu tak digubris. Pria tersebut tetap melompat. Usut punya usut, peristiwa itu terjadi di jalan layang Jembatan Lima, Tambora, Jakarta Barat. Peristiwa itu terjadi sekitar sepekan lalu. Taufik Ismail (50), seorang petugas keamanan di sekitar lokasi, jadi saksi mata atas kejadian tersebut. Warga di sekitar lokasi sudah mencegah pria itu meloncat. “Iya, benar, lokasinya di sini. Pas saya kebetulan lokasinya sedang jaga di sini. Jadi dia dari tengah sudah diteriakin , kan di situ banyak pedagang, itu sudah mau loncat dari sana, tapi nggak jadi loncat di sana. Jadinya dia lari ke arah sini, terus loncat,” kata Taufik saat ditemui di Jalan Asemka Raya, Jakbar, Senin (22/1). Saat hendak menolong, Taufik mendapati pria tersebut sudah dalam kondisi duduk dan kesakitan. Pria tersebut juga terluka karena meloncat dari jalan layang yang tingginya sekitar 10 meter. “Memang saya yang nolong , saya yang bawa ke pos sini. Posisinya dia masih sadar, terus orang PMI datang. Mau saya bawa ke rumah sakit tapi pendarahannya kan harus diobati dulu. Selanjutnya baru dibawa ke rumah sakit,” tuturnya. Taufik memastikan pria tersebut masih hidup meski kondisinya terluka. Taufik memperkirakan pria tersebut berumur 25 tahun. Taufik menduga pria tersebut meloncat dari jalan layang karena mengalami stres. “Dia stres nggak ada kerjaan, mau pulang nggak punya duit. Saya tanya, ‘Kenapa kamu nekat kayak gitu.’ Dijawab, ‘Pusing, nggak ada kerjaan, mau pulang nggak punya ongkos,’” ucap Taufik. Senada dengan Taufik, warga lain yang jadi saksi, Mulyani (28), mengatakan pria tersebut sempat dicegah untuk meloncat. Banyak warga yang meneriaki pria berkaus dan celana panjang hitam itu. “Awalnya dia di sana diteriakin. Terus dia lari ke sini, terus diteriakin ‘weh, weh, jangan loncat’, gitu . Terus di sini dia sempat duduk dulu, baru loncat,” ujar Mulyani. Dia mengatakan pria tersebut membawa sebuah kantong plastik berwarna hitam. Di dalamnya terdapat baju, sabun mandi, korek api, dan ponsel. Setelah jatuh, pria tersebut dibawa ke pos Koramil oleh pekerja proyek. ” Nunggu polisi datang dulu terus diangkat ke pos Koramil. Sama orang yang kerja proyekan diangkat, dibawa ke pos Koramil, tapi masih sadar waktu di pos, cuma lemas, kesakitan,” tutur Mulyani. Peristiwa ini dibenarkan oleh Kapolsek Tambora Kompol Slamet Riyadi. Petugas Polsek Tambora menangani hal ini karena lebih dekat dengan lokasi kejadian. Slamet mengatakan pria tersebut masih hidup, hanya mengalami luka-luka. “Itu sudah lama. Itu sudah seminggu yang lalu. Orangnya nggak meninggal, orangnya sempat dirawat di puskesmas. Ada luka-lukanya. Itu perbatasan Tamansari-Tambora, flyover Jembatan Lima,” kata Slamet.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Massa sopir angkot trayek Tanah Abang siang tadi berdemonstrasi menuntut Jalan Jatibaru Raya, yang diperuntukkan bagi PKL, dibuka lagi. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berjanji akan berdiskusi dengan massa menuntaskan persoalan itu. ” Diobrolin, diobrolin . Nanti diobrolin , kita bicarakan baik-baik sama mereka,” kata Anies saat dimintai tanggapan di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (22/1/2018). “Ya kita harus ngeliatnya besar. Tapi kita paham aspirasinya dan nanti kita coba bicarakan,” sambung Anies merespons pertanyaan soal para sopir angkot yang juga menuntut TransJakarta Tanah Abang Explorer dihilangkan. Anies menuturkan saat ini merupakan masa transisi dari kebijakan lama ke kebijakan baru. Dia menilai para sopir angkot trayek Tanah Abang membutuhkan penyesuaian terhadap kebijakan penutupan jalan tersebut. Spanduk Protes Sopir Angkot Trayek Tanah Abang di Balai Kota DKI Jakarta (Zhacky/detikcom) “Yang penting adalah ini masa transisi. Kalau masa transisi, ekuilibrium baru, keseimbangan baru, selalu ada penyesuaian-penyesuaian. Ini fase penyesuaian, jangan buru-buru,” ujar Anies. Ratusan sopir angkot siang tadi berunjuk rasa di depan Balai Kota. Mereka menuntut kebijakan penutupan jalan di depan Stasiun Tanah Abang dicabut dan meminta bus TransJakarta yang mengitari kawasan Tanah Abang tidak lagi dioperasikan. Mereka mengeluh karena pendapatannya turun drastis.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengajak sopir angkot jurusan Tanah Abang ikut program OK Otrip. Kata dia, Pemprov DKI ingin angkot bergabung dalam sistem transportasi yang terintegrasi. “Ya kita ingin mereka (sopir angkot) bergabung di OK Otrip. Jadi kita ingin rangkul mereka,” kata Sandiaga saat dimintai tanggapan soal aksi protes sopir Mikrolet soal penutupan jalan di depan Stasiun Tanah Abang di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (22/1/2018). Untuk merealisasi ajakan tersebut, Sandiaga mengaku sudah berbicara dengan Direktur Utama PT TransJakarta Budi Kaliwono. Pihak TransJ memastikan sistem OK Otrip sudah tersedia untuk angkot. “Tadi TransJakarta memberikan klarifikasi bahwa kesiapannya, nanti mereka secara terintegrasi bisa bergabung dalam sistem transportasi yang berbasis One Karcis One Trip. Itu yang kita ajak mereka,” ujar dia. Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra itu sudah mengetahui aspirasi para sopir Mikrolet yang siang tadi berunjuk rasa di depan Balai Kota. Salah satu solusi yang ditawarkan adalah perpanjangan rute. “Mungkin perlu penyesuaiannya dan kita menerima tampungan dari keinginan mereka. Salah satunya adalah memberikan solusi dengan memperpanjang rute, itu semua kita tampung,” terang Sandiaga. Ratusan sopir Mikrolet siang tadi berunjuk rasa di depan Balai Kota. Mereka menuntut kebijakan penuturan jalan di depan Stasiun Tanah Abang dicabut dan meminta bus TransJakarta yang mengitari kawasan Tanah Abang tak dioperasikan. Sebab, karena kebijakan itu, pendapatan mereka semakin menurun. Para sopir juga mengeluh karena sering ditilang polisi.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Menteri Pertahanan (Menhan) AS James Mattis, Selasa (23/1/2018) besok, dijadwalkan bertemu dengan Menko Polhukam Wiranto, Menhan Ryamizard Ryacudu, dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. Rencana pertemuan ini disampaikan Menlu Retno Marsudi setelah melakukan pertemuan dengan James Mattis. “Pertemuan untuk besok akan dilakukan dengan Pak Menko Polhukam (Wiranto), dengan Menteri Pertahanan (Ryamizard Ryacudu), dan juga dengan Panglima TNI (Marsekal Hadi Tjahjanto),” ucap Retno setelah menyelesaikan dialog dengan Mattis di Kemenlu, Jl Taman Pejambon, Jakarta Pusat, Senin (22/1). Retno sendiri berkesempatan menjadi yang pertama menyambut Mattis, yang baru menginjakkan kaki di Jakarta petang tadi. Retno berkata ada beberapa hal yang disampaikannya kepada Mattis. “Beberapa isu yang disampaikan adalah, pertama, Amerika sangat mengapresiasi peranan yang selama ini dilakukan oleh Indonesia. Peran Indonesia di kawasan. Dan Amerika ingin meningkatkan hubungannya dengan Indonesia,” ungkap Retno. Retno juga menyampaikan telah menjalin komunikasi intensif dengan banyak pejabat Negeri Paman Sam. Misalnya, Retno menyebut dengan Menlu AS Rex Tillerson serta advisor Presiden Donald Trump. “Dan pada hari besok akan ada satu senior officer dari Kementerian Luar Negeri Amerika yang juga akan tiba ke Indonesia,” kata Retno, merujuk kepada Susan Thornton. “Intinya, ketibaan besok Susan adalah untuk mengimplementasikan partnership strategic antara Indonesia dengan Amerika. Jadi habit of dialogue , komunikasi terus kita lakukan,” imbuh Retno. Inti dari pertemuan itu nantinya perbandingan mengenai isu strategis di antara kedua negara. Sebab, posisi Indonesia dengan Amerika Serikat tentu berbeda. “Tetapi at least , dia paham posisi kita. Kita mencoba cari tahu posisi dia seperti apa dan kita berusaha untuk mendekatkan posisi masing-masing, kalau masih dimungkinkan,” tuturnya. Selain itu, Retno menyampaikan isu ‘Palestina can Afghanistan’ serta konsep arsitektur regional Indo-Pasifik. Retno juga terkesan atas pertemuannya dengan Mattis. Pasalnya, pertemuan itu berjalan terbuka dan saling jujur mengenai posisi masing-masing. “Dan kunjungan Mattis tadi disampaikan juga sebagai salah satu perwujudan komitmen Amerika untuk mewujudkan hubungan dengan Indonesia dalam konsep strategic partnership ,” tutupnya.

Kemenlu Minta Malaysia Buka Akses Konsuler RI Soal WNI Diduga ISIS . Selamat menyaksikan! Jika anda berkenan silahkan klik SUBSCRIBE, like dan komen di video ini yah… Subscribe : Jakarta – Kementerian Luar Negeri RI menyayangkan kepolisian malaysia (Polis Diraja Malaysia) yang merilis kasus penangkapan seorang diduga WNI terlibat dalam ISIS. Kepolisian Malaysia tidak memberitahu terlebih dahulu kepada KBRI Kuala Lumpur. “Dalam kasus ini kami sangat menyayangkan bahwa unit E8 PDRM sudah merilis kasus ini dan identitas WNI yang dituduh terlibat ke publik/media, sebelum memberikan notifikasi kekonsuleran kepada KBRI Kuala Lumpur,” ujar Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI, Lalu Muhammad Iqbal dalam keterangannya, Senin (22/1/2018). Iqbal mengatakan, tindakan tersebut bukan hanya sekali dilakukan oleh Kepolisian Malaysia. Seharusnya pihak kepolisian dapat memberitahu kepada konsuler Indonesia untuk menangani bersama-sama. “Tindakan ini juga bertentangan dengan semangat kerjasama yang ditunjukkan Delegasi Malaysia dalam Joint Comittee on Bilateral Cooperation Indonesia-Malaysia bulan Agustus 2017 lalu yang dalam dalam satu butir Record of Discussion-nya menyepakati kerjasama Mandatory Consular Notification on Serious Crime,” kata Iqbal. “Kami meminta agar KBRI Kuala Lumpur segera diberi akses kekonsuleran untuk mengklarifikasi status kewarganegaraan yang bersangkutan dan untuk mengetahui kasus ini secara lebih jelas,” imbuhnya. Sebelumnya, Kepolisian Malaysia menangkap dua pria yang diduga terkait dengan kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Salah satu pria yang ditangkap merupakan seorang pekerja konstruksi asal Indonesia. Keduanya dicurigai merencanakan serangan teror dan mempromosikan ideologi ISIS di wilayah Malaysia. Sementara itu, Polri mengatakan tidak akan ikut campur dalam proses hukum yang dilakukan PDRM terhadap WNI yang tak disebutkan namanya itu.”Itu kewenangan Malaysia. Kami tidak ikut campur. Sama kaya warga negara Malaysia di Indo terlibat ISIS, kami tangkap,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (22/1/2017). (nkn/nvl) pdrm fa wni wni isis

Menlu RI kembali dikirim Presiden Jokowi pada 4 September 2017 lalu, untuk bertemu otoritas Myanmar dengan seruan penghentian pertikaian di Rakhine dengan usulan Formula 4+1, yakni (1) mengembalikan stabilitas dan keamanan, (2) menahan diri secara maksimal dan tidak menggunakan kekerasan, (3) perlindungan kepada semua orang yang berada di Rakhine tanpa memandang suku dan agama, dan (4) pentingnya segera dibuka akses untuk bantuan kemanusiaan. Elemen +1 yang diajukan Indonesia adalah pentingnya implementasi rekomendasi dari laporan Komisi Penasihat untuk Rakhine yang dipimpin mantan Sekretaris Jenderal PBB Kofi Annan.

seperti di kutip dari https://www.antaranews.com

Tuntutan suku Karen, yang meminta otonomi selama 60 tahun belakangan, yang belum dikabulkan, makin berpeluang menjadi perlawanan, karena hilangnya kepercayaan pada perlindungan pemerintah bagi semua orang, meskipun sikap Karen masih dapat dikatakan lebih baik karena kelompok itu terdiri atas pemeluk Buddha, Kristen atau keduanya. Sementara itu, yang terjadi di Rakhine sebagian besar dipengaruhi sentimen agama antara Rohingya dan Buddha, meskipun suku Arakan di sana juga ada yang beragam Islam.

Related Posts

Comments are closed.