Bertemu Jokowi-JK-Megawati-Puan, Airlangga: Bercanda Aja

Bertemu Jokowi-JK-Megawati-Puan, Airlangga: Bercanda Aja

Ketua Umum Partai Golkar terpilih Airlangga Hartarto hadir di acara Rakornas Tiga Pilar PDIP. Dalam kesempatan itu, dia sempat berbincang hangat dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Wapres Jusuf Kalla (JK), dan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri plus Puan Maharani. Airlangga datang ke lokasi Rakornas Tiga Pilar PDIP di ICE BSD, Tangerang, Sabtu (16/12/2017). Dia sempat ikut saat Jokowi dan Megawati meninjau pameran di Rakornas PDIP. Tampak pula Presiden RI ke-3 BJ Habibie, Wapres JK, Mendagri Tjahjo Kumolo, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, serta Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto ikut dalam peninjauan pameran. Dalam suatu kesempatan, Airlangga tampak berada pada satu ruangan dengan Presiden Jokowi, Megawati, dan Puan. Airlangga duduk di samping Wapres JK. Puan juga berada pada ruangan yang sama. Airlangga tak berbicara banyak soal pertemuan dirinya dengan Presiden Jokowi, Wapres JK, dan Megawati. Menurut Menteri Perindustrian ini, itu hanya pertemuan biasa. “Kita biasa aja , bercanda aja , bicara-bicara biasa aja , casual discussion ,” ujar Airlangga setelah membuka open lab AMPI (Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia) Golkar di Mal fX Sudirman, Jakarta, Sabtu (16/12). Foto: dok. Istimewa Airlangga tidak menjelaskan lebih rinci soal pertemuannya dengan Presiden dan Megawati. Jokowi sendiri belum mau berbicara banyak soal status Airlangga yang saat ini menjadi Ketum Golkar. “(Kelanjutannya) nanti,” ucap Joko Widodo di sela acara Rakornas 3 Pilar PDIP di ICE-BSD City, Tangerang, Sabtu (16/12). Jokowi saat awal menjabat presiden tidak ingin ada menterinya yang merangkap jabatan di partai. Airlagga dipilih sebagai Ketua Umum Golkar menggantikan Setya Novanto, yang menjadi terdakwa kasus korupsi e-KTP. Golkar akan menggelar munaslub untuk mengukuhkan Airlangga sebagai ketum. Rencananya, Presiden Jokowi akan hadir di Munaslub Golkar.

Baca juga : gol bunuh diri di detik detik akhir pilpres 2014

Isak tangis pecah. Sambil berlinang air mata, Puan Maharani memeluk erat sang ibunda, Megawati Soekarnoputri. Keduanya menangis. Dua perempuan dari klan Sukarno itu tak kuasa menahan emosi ketika hasil hitung cepat ( quick count ) yang terpampang di layar besar di rumah Mega, memperlihatkan pasangan capres dan cawapres Joko Widodo-Jusuf Kalla memperoleh hasil pemilu presiden 9 Juli 2014, sebesar 52,72 persen. Sementara lawan mereka, pasangan capres dan cawapres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa mendapatkan 47,28 persen. Meski penghitungan belum 100 persen, namun hasil quick count lembaga survei Indikator Politik Indonesia yang ditayangkan MetroTV itu kontan membuat suasana di rumah Mega di Kebagusan, Jakarta Selatan, diliputi keharuan. Terlihat wajah cawapres Jusuf Kalla, yang juga hadir di rumah itu, diliputi suka cita. Mega dan JK bersalaman. Bersama tim pemenangan, keduanya berjalan beriringan menuju meja panjang untuk segera mengumumkan kemenangan itu. “Alhamdulillah setelah melakukan kewajiban selama 5 tahun memberikan hak pilih kita, pada Rabu 9 Juli 2014, kita saksikan suatu proses penghitungan bahwa yang namanya pasangan Ir Joko Widodo bersama Bapak H Jusuf Kalla telah dapat dinyatakan sebagai presiden RI versi quick count,” kata Mega di hadapan media dan pendukungnya, Rabu 9 Juli 2014.

seperti di kutip dari http://news.liputan6.com

Di hari yang sama, keharuan juga meliputi kediaman mendiang ayahanda capres Prabowo Subianto, Sumitro Djojohadikusumo. Usai menyaksikan hasil quick count dan melihat perolehan suaranya — versi sejumlah pollster lebih tinggi dari rivalnya, Jokowi-JK, Prabowo spontan sujud syukur di lantai rumah di kawasan kebayoran Baru, Jakarta Selatan itu. Aksi ini diikuti Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie, Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon, dan politisi PPP Ahmad Yani. Dibelakangnya, para pendukung ramai meneriakkan asma Allah. “Allahu Akbar, Allahu Akbar, Prabowo-Hatta menang,” teriak mereka. “Kami bersyukur, kami pasangan nomor urut satu, Prabowo-Hatta, mendapat dukungan dan mandat dari rakyat Indonesia,” kata Prabowo mengumumkan kemenangannya.

seperti di kutip dari http://news.liputan6.com

Kedua kubu saling klaim memenangkan pilpres. Kubu Prabowo-Hatta mengklaim menang berdasarkan quick count 4 lembaga survei, yakni Lembaga Survei Nasional (LSN), Indonesia Research Center (IRC), Puskaptis, dan Jaringan Suara Indonesia (JSI).   Sementara kubu Jokowi-JK mengklaim menang berdasarkan hasil quick count 7 lembaga survei yakni CSIS Cyrus Network, Litbang Kompas, Radio Republik Indonesia (RRI), Saiful Mujani Research Center (SMRC), Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Indikator Politik Indonesia, dan Populi Center. Baca selengkapnya di INFOGRAFIS Kondisi ini membuat masyarakat bingung sekaligus resah. Di satu sisi masyarakat bingung hendak mempercayai siapa, di sisi lain pubik resah, takut perbedaan ini bisa menimbulkan gesekan atau benturan antara pendukung dua kubu capres. Menebar Fitnah, Mengoyak Lawan

seperti di kutip dari http://news.liputan6.com

Pemilihan presiden (pilpres) tahun ini memang beda dibandingkan pilpres-pilpres sebelumnya. Sedikitnya jumlah yang bertarung, hanya dua pasang, membuat kompetisi berlangsung sengit. Masyarakat pun langsung terpecah ke dalam dua kubu: pendukung Prabowo-Hatta dan pendukung Jokowi-JK. Sengitnya pertarungan tidak hanya terlihat dari perang spanduk dua kubu di seluruh Indonesia. Tapi juga melalui pernyataan-pernytaan yang muncul di media dan juga saat debat capres dan cawapres. Perang antara dua kubu pendukung tak kalah panas di media social seperti Facebook dan Twitter. Tim pemenangan Prabowo-Hatta pernah melaporkan spanduk gara-gara tulisan di spanduk itu menyingkat nama Prabowo-Hatta menjadi Prahara. Partai Prabowo, Partai Gerindra, juga melaporkan iklan ‘Jokowi Adalah Kita’ yang muncul di beberapa televisi karena dinilai mencuri start kampanye. Di kubu Jokowi-JK, laporan tak kalah banyak. Selama kampanye resmi yang berlangsung 4 Juni sampai 5 Juli 2014, kubu Jokowi-JK beberapa kali melaporkan serangan kampanye hitam ke kepolisian. Berdasarkan hasil pemetaan lembaga pemerhati media sosial Politicawave, kampanye hitam cenderung fitnah memang paling banyak menyerang Jokowi. Jumlahnya 94,9 persen. Sedangkan serangan kampanye negatif 5,1 persen. Jumlah ini jauh lebih banyak dibandingkan serangan ke Prabowo-Hatta. Pasangan yang diusung Partai Gerindra, PAN, PPP, PKS, PBB, Partai Golkar, dan Partai Demokrat ini diserang kampanye hitam hanya 13,5 persen dan kampanye negatif 86,5 persen. Kampanye hitam gencar menyerang Jokowi sejak pekan pertama dimulai kampanye resmi. Fitnah disebarkan antara lain melalui Tabloid Obor Rakyat dan Martabat. Macam-macam rupa kampanye hitam itu. Mulai dari memfinah Jokowi sebagi keturunan non-pribumi, non-muslim, antek asing, antek Tionghoa, capres boneka, hingga menyebut partainya, PDI Perjuangan, sebagai sarang komunis. Prabowo sendiri mendapat serangan kampanye hitam dan negatif mulai dari masalah pelanggaran HAM, pemecatannya dari dinas kemiliteran yang diketahui melalui dokumen Dewan Kehormatan Perwira, beredarnya uang berstempel Prabowo, hingga statusnya yang jomblo . Kampanye hitam dan negatif ini nyatanya banyak mempengaruhi pilihan pemilih. Elektabilitas Prabowo-Hatta yang semula jauh dari Jokowi-JK, terus merangkak naik menyaingi rivalnya. Dari survei Indo Barometer, dukungan untuk Prabowo-Hatta pada Juni 2014 naik menjadi 42,6%. Sedangkan elektabilitas Jokowi-JK pada Juni 2014 turun menjadi 46,0%.

seperti di kutip dari http://news.liputan6.com

‘Gol Bunuh Diri’ Menyadari hal ini, Jokowi-JK berusaha menarik kembali dukungan pemilih dengan menggelar kampanye marathon terutama di basis suara lawan, dan memberikan penampilan yang memukau di setiap debat capres dan cawapes yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Terbukti, pada debat terakhir yang berlangsung Sabtu 5 Juli 2014 di Hotel Bidakara, Jakarta, Jokowi-JK berhasil menunjukkan kelasnya sebagai calon pemimpin negara yang patut dipilih. Tak hanya berhasil meyakinkan pemilih lama, debat terakhir itu juga disebut-sebut berhasil membuat pemilih pemula dan swing voter (pemilih galau) menjatuhkan pilihannya pada mantan walikota Solo itu. Survei Politicawave yang dilakukan sehari sebelum pencoblosan, memperlihatkan pemilih yang belum menentukan pilihannya ( undecided voters ) berlabuh ke Jokowi-JK. “Terdapat 91% netizen yang menyatakan tidak jadi golput dan memilih Jokowi-JK dan hanya 9% netizen yang menyatakan tidak jadi golput dan memilih Prabowo-Hatta,” kata pendiri Politicawave Yose Rizal, Selasa (8/7/2014). Sumber Liputan6.com yang dekat dengan cawapres Jusuf Kalla mengungkapkan, kampanye negatif memang sangat membantu melonjakkan elektabilitas Prabowo menjelang hari pencoblosan. Namun, ada 4 hal yang membuat peningkatan elektabilitas Prabowo-Hatta tidak bergerak naik atau bahkan turun. Keempat hal itu, pertama , 9 program kerja yang diumumkan Jokowi-JK di Bandung. Di antaranya menganggarkan 1 juta/bulan untuk keluarga pra sejahtera dan menyejahterakan desa dengan mengalokasikan rata-rata Rp 1,4 miliar per desa.

seperti di kutip dari http://news.liputan6.com

“ Ketiga dan keempat adalah gol bunuh diri dari kubu Prabowo-Hatta di hari-hari menjelang pencoblosan, antara lain ucapan politisi PKS Fahri Hamzah yang menyebut Jokowi ‘sinting’ karena menyetujui 1 Muharram sebagai hari santri dan pertanyaan yang dilontarkan Hatta tentang Kalpataru yang ternyata keliru .” “Dua gol bunuh diri itu menghasilkan 20 juta pemilih atau 1 gol 10 juta pemilih,” kata sumber. Data memang menunjukkan elektabilitas Jokowi-JK terdongkrak pada jam-jam terakhir sebelum pencoblosan. Menurut peneliti LSI Ardian Sopa, ini terjadi karena 3 hal. “Keberadaan swing voters , hari tenang, dan golput.” Berdasarkan survei LSI 2-5 Juli 2014, sebelum memasuki masa tenang Jokowi-JK sudah unggul 3,6% atas Prabowo-Hatta. Namun, setelah pencoblosan, margin kemenangan Jokowi-JK kian membesar. “Jokowi-JK mendapatkan swing voters lebih banyak,” jelas Ardian. Berdasarkan hasil quick count RRI terhadap 97% suara yang masuk, Jokowi-JK unggul dengan memperoleh 52,60% suara. Sedangkan lawannya, Prabowo-Hatta memperoleh 47,40% suara.

seperti di kutip dari http://news.liputan6.com

Kemenangan Jokowi-JK juga terlihat dari hasil quick count Litbang Kompas terhadap 100% suara yang masuk, Jokowi-JK memperoleh 52,34% suara. Sedangkan Prabowo-Hatta 47,66% suara. Keunggulan pasangan yang diusung PDIP, Partai Nasdem, PKB, Partai Hanura, dan PKPI ini  juga terlihat dari hasil quick count 6 lembaga survei lainnya, yakni CSIS Cyrus Network, SMRC, LSI, Indikator Politik Indonesia, Populi Center, dan Poltracking. Kendati demikian, kubu Prabowo-Hatta belum mau menerima kemenangan lawannya. Dengan merujuk pada hasil quick count  LSN, IRC, Puskaptis, dan JSI, mereka juga mengklaim menang. Dalam wawancara khusus dengan BBC pada Jumat malam, 11 Juli 2014, Prabowo menegaskan keyakinannya memenangkan pilpres. Alasannya, “semua survei menunjukkan saya unggul dan saya yakin akan mendapat mandat dari rakyat Indonesia,” tegasnya. Jokowi sendiri mengumumkan kemenangannya dua kali. Setelah di rumah Mega, gubernur nonaktif DKI Jakarta itu kembali menegaskan kemenangannya versi quick count di Tugu Proklamasi, Jakarta.


Baca juga :

TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Perikanan dan Kelautan Susi Pudjiastuti mengancam akan menindak tegas kapal-kapal dari negara tetangga–seperti Malaysia, Vietnam, Thailand, dan Filipina–yang menolak bekerja sama menghentikan praktek pencurian ikan di wilayah Indonesia. Boikot dinilai bisa menghentikan praktek penangkapan ikan yang tidak sah, tidak dilaporkan, dan tak sesuai dengan aturan (illegal, unreported and unregulated fishing/IUU). “Tidak mau ikuti aturan, maka tidak bisa menangkap ikan di perairan Indonesia,” kata Susi dalam keterangan kepada wartawan, Jumat, 31 Oktober 2014.

seperti di kutip dari https://jurnaltoddoppuli.wordpress.com

Selain itu, tutur Susi, dirinya akan mengoptimalkan sumber daya perikanan dan kelautan untuk menunjang pertumbuhan ekonomi. Sebab, potensi sektor perikanan di Indonesia sangat besar, mengingat 70 persen wilayahnya adalah laut. Bahkan, kata Susi, luas perairan di Indonesia lima kali lebih besar daripada luas negara tetangga seperti Thailand. “Tapi angka ekspor perikanan kita lebih rendah daripada Thailand dan Malaysia. Ini menjadi hal yang harus dibenahi,” katanya. Baca: Susi Berkeras, Pilot Memelas).

seperti di kutip dari https://jurnaltoddoppuli.wordpress.com

Kisah ini berasal dari pantai Pangandaran. Bahkan mungkin juga akan berakhir di Pangandaran. Seorang anak kecil suka berdiri di sana. Matanya memandang lepas ke lautan. Membayangkan dirinya menjadi seorang ahli kelautan suatu saat. Memiliki kapal selam agar bisa menyelidiki sendiri rahasia di kedalaman. Kini perempuan itu sudah dewasa. Ia tumbuh dalam terpaan angin dan udara lautan. Itu yang membuatnya terlihat lebih matang dan perkasa. Meski demikian, tak ada yang berubah dari penampilannya. Masih tetap dengan rambut ikal yang kadang membuatnya terlihat sensual. Masih suka memandang lautan. Tapi ia bukanlah ahli kelautan seperti cita-citanya. Ia lah penguasa hasil laut dengan teknologi termodern di Indonesia yang kini beranjak ingin menguasai udara. Perempuan yang sudah berdaya itu bernama Susi Pudjiastuti.

seperti di kutip dari https://jurnaltoddoppuli.wordpress.com

Penghargaan Inspiring Woman 2005 dan Eagle Award 2006 dari Metro TV, Young Entrepreneur of The Year 2005 dari lembaga keuangan Ernst Young, Penghargaan Primaniarta sebagai UKM ekspor terbaik tahun 2005 dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, serta Indonesia Berprestasi Award 2009 dari PT Exelcomindo yang diterima kian memperpanjang jadwal pekerjaannya. Kali ini sebagai pembicara untuk bidang motivasi dan kepemimpinan. Apalagi ia juga Ketua Umum bidang Unit Kerja Masyarakat Kecil (UMKM) di Kamar Dagang (Kadin) Indonesia.

seperti di kutip dari https://jurnaltoddoppuli.wordpress.com

“Saya merasa nggak happy saja. Untuk apa saya lanjutkan? Ini hidup saya. Saya ingin memutuskan sendiri hidup saya,” sulung dari tiga bersaudara ini menjelaskan alasannya. Usianya 17 tahun ketika itu. Masih muda. ia kembali ke rumahnya. Ayahnya yang selama ini memanjakannya dan membebaskannya membeli buku-buku menjadi amat marah. Hampir dua tahun, keduanya tak saling bertegur sapa. “Jadi saya kerja saja, biar nggak jenuh di rumah,”katanya ringan. Pekerjaan awalnya: menjual bed cover dari pintu ke pintu. “Saya bersyukur dibesarkan kedua orang tua yang sangat democrat. Mereka tidak menanamkan rasa malu bila melakukan suatu pekerjaan yang memang halal,” ujarnya.

seperti di kutip dari https://jurnaltoddoppuli.wordpress.com

TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Perikanan dan Kelautan Susi Pudjiastuti mengancam akan menindak tegas kapal-kapal dari negara tetangga–seperti Malaysia, Vietnam, Thailand, dan Filipina–yang menolak bekerja sama menghentikan praktek pencurian ikan di wilayah Indonesia. Boikot dinilai bisa menghentikan praktek penangkapan ikan yang tidak sah, tidak dilaporkan, dan tak sesuai dengan aturan (illegal, unreported and unregulated fishing/IUU). “Tidak mau ikuti aturan, maka tidak bisa menangkap ikan di perairan Indonesia,” kata Susi dalam keterangan kepada wartawan, Jumat, 31 Oktober 2014.

seperti di kutip dari https://jurnaltoddoppuli.wordpress.com

Kemudian saya akui pernah ke kantor kementerian ini 15 tahun yang lalu. Sudah lama saya tidak pernah ke kantor ini dan sudah banyak berubah. Namun sekarang kita harus masukan komersialisasi untuk mensejahterakan nelayan. Jadi jika itu ada, maka ada development-nya sustain. Saya mau terus bekerja keras di awal untuk membangun sistem itu agar ke depan terpikirkan komersialisasi akan menciptakan business sense, sehingga akan ada buying commercial untuk mendapatkan profit. Kalau sudah ada profit maka bisa berkelanjutan, dan bisa merambah ke hal yang lain.

seperti di kutip dari https://jurnaltoddoppuli.wordpress.com

Pak Cicip yang saya hormati, saya mengambil pekerjaan ini tidak untuk kaya dan menjadi saya hebat, saya terima pekerjaan ini karena pengalaman 33 tahun saya di sektor perikanan dan 10 tahun di penerbangan bisa membantu Indonesia menjadi lebih baik. Menjadi tuan rumah di negeri sendiri, membangun ekonomi mandiri, membangun kebanggaan diri sendiri. Kangan sampai laut kita yang besarnya 70% atau 5 kali lebih besar laut kita dari Thailand, dan beribu-ribu kali lipat dengan Malaysia tetapi angka ekspor kita kalah jauh dibandingkan Malaysia dan Thailand. Ini jadi target kita semua.


Baca juga :

TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Perikanan dan Kelautan Susi Pudjiastuti mengancam akan menindak tegas kapal-kapal dari negara tetangga–seperti Malaysia, Vietnam, Thailand, dan Filipina–yang menolak bekerja sama menghentikan praktek pencurian ikan di wilayah Indonesia. Boikot dinilai bisa menghentikan praktek penangkapan ikan yang tidak sah, tidak dilaporkan, dan tak sesuai dengan aturan (illegal, unreported and unregulated fishing/IUU). “Tidak mau ikuti aturan, maka tidak bisa menangkap ikan di perairan Indonesia,” kata Susi dalam keterangan kepada wartawan, Jumat, 31 Oktober 2014.

seperti di kutip dari https://jurnaltoddoppuli.wordpress.com

Selain itu, tutur Susi, dirinya akan mengoptimalkan sumber daya perikanan dan kelautan untuk menunjang pertumbuhan ekonomi. Sebab, potensi sektor perikanan di Indonesia sangat besar, mengingat 70 persen wilayahnya adalah laut. Bahkan, kata Susi, luas perairan di Indonesia lima kali lebih besar daripada luas negara tetangga seperti Thailand. “Tapi angka ekspor perikanan kita lebih rendah daripada Thailand dan Malaysia. Ini menjadi hal yang harus dibenahi,” katanya. Baca: Susi Berkeras, Pilot Memelas).

seperti di kutip dari https://jurnaltoddoppuli.wordpress.com

Kisah ini berasal dari pantai Pangandaran. Bahkan mungkin juga akan berakhir di Pangandaran. Seorang anak kecil suka berdiri di sana. Matanya memandang lepas ke lautan. Membayangkan dirinya menjadi seorang ahli kelautan suatu saat. Memiliki kapal selam agar bisa menyelidiki sendiri rahasia di kedalaman. Kini perempuan itu sudah dewasa. Ia tumbuh dalam terpaan angin dan udara lautan. Itu yang membuatnya terlihat lebih matang dan perkasa. Meski demikian, tak ada yang berubah dari penampilannya. Masih tetap dengan rambut ikal yang kadang membuatnya terlihat sensual. Masih suka memandang lautan. Tapi ia bukanlah ahli kelautan seperti cita-citanya. Ia lah penguasa hasil laut dengan teknologi termodern di Indonesia yang kini beranjak ingin menguasai udara. Perempuan yang sudah berdaya itu bernama Susi Pudjiastuti.

seperti di kutip dari https://jurnaltoddoppuli.wordpress.com

Penghargaan Inspiring Woman 2005 dan Eagle Award 2006 dari Metro TV, Young Entrepreneur of The Year 2005 dari lembaga keuangan Ernst Young, Penghargaan Primaniarta sebagai UKM ekspor terbaik tahun 2005 dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, serta Indonesia Berprestasi Award 2009 dari PT Exelcomindo yang diterima kian memperpanjang jadwal pekerjaannya. Kali ini sebagai pembicara untuk bidang motivasi dan kepemimpinan. Apalagi ia juga Ketua Umum bidang Unit Kerja Masyarakat Kecil (UMKM) di Kamar Dagang (Kadin) Indonesia.

seperti di kutip dari https://jurnaltoddoppuli.wordpress.com

“Saya merasa nggak happy saja. Untuk apa saya lanjutkan? Ini hidup saya. Saya ingin memutuskan sendiri hidup saya,” sulung dari tiga bersaudara ini menjelaskan alasannya. Usianya 17 tahun ketika itu. Masih muda. ia kembali ke rumahnya. Ayahnya yang selama ini memanjakannya dan membebaskannya membeli buku-buku menjadi amat marah. Hampir dua tahun, keduanya tak saling bertegur sapa. “Jadi saya kerja saja, biar nggak jenuh di rumah,”katanya ringan. Pekerjaan awalnya: menjual bed cover dari pintu ke pintu. “Saya bersyukur dibesarkan kedua orang tua yang sangat democrat. Mereka tidak menanamkan rasa malu bila melakukan suatu pekerjaan yang memang halal,” ujarnya.

seperti di kutip dari https://jurnaltoddoppuli.wordpress.com

TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Perikanan dan Kelautan Susi Pudjiastuti mengancam akan menindak tegas kapal-kapal dari negara tetangga–seperti Malaysia, Vietnam, Thailand, dan Filipina–yang menolak bekerja sama menghentikan praktek pencurian ikan di wilayah Indonesia. Boikot dinilai bisa menghentikan praktek penangkapan ikan yang tidak sah, tidak dilaporkan, dan tak sesuai dengan aturan (illegal, unreported and unregulated fishing/IUU). “Tidak mau ikuti aturan, maka tidak bisa menangkap ikan di perairan Indonesia,” kata Susi dalam keterangan kepada wartawan, Jumat, 31 Oktober 2014.

seperti di kutip dari https://jurnaltoddoppuli.wordpress.com

Kemudian saya akui pernah ke kantor kementerian ini 15 tahun yang lalu. Sudah lama saya tidak pernah ke kantor ini dan sudah banyak berubah. Namun sekarang kita harus masukan komersialisasi untuk mensejahterakan nelayan. Jadi jika itu ada, maka ada development-nya sustain. Saya mau terus bekerja keras di awal untuk membangun sistem itu agar ke depan terpikirkan komersialisasi akan menciptakan business sense, sehingga akan ada buying commercial untuk mendapatkan profit. Kalau sudah ada profit maka bisa berkelanjutan, dan bisa merambah ke hal yang lain.

seperti di kutip dari https://jurnaltoddoppuli.wordpress.com

Pak Cicip yang saya hormati, saya mengambil pekerjaan ini tidak untuk kaya dan menjadi saya hebat, saya terima pekerjaan ini karena pengalaman 33 tahun saya di sektor perikanan dan 10 tahun di penerbangan bisa membantu Indonesia menjadi lebih baik. Menjadi tuan rumah di negeri sendiri, membangun ekonomi mandiri, membangun kebanggaan diri sendiri. Kangan sampai laut kita yang besarnya 70% atau 5 kali lebih besar laut kita dari Thailand, dan beribu-ribu kali lipat dengan Malaysia tetapi angka ekspor kita kalah jauh dibandingkan Malaysia dan Thailand. Ini jadi target kita semua.

Ketua Umum Partai Golkar terpilih Airlangga Hartarto hadir di acara Rakornas Tiga Pilar PDIP. Dalam kesempatan itu, dia sempat berbincang hangat dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Wapres Jusuf Kalla (JK), dan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri plus Puan Maharani. Airlangga datang ke lokasi Rakornas Tiga Pilar PDIP di ICE BSD, Tangerang, Sabtu (16/12/2017). Dia sempat ikut saat Jokowi dan Megawati meninjau pameran di Rakornas PDIP. Tampak pula Presiden RI ke-3 BJ Habibie, Wapres JK, Mendagri Tjahjo Kumolo, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, serta Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto ikut dalam peninjauan pameran. Dalam suatu kesempatan, Airlangga tampak berada pada satu ruangan dengan Presiden Jokowi, Megawati, dan Puan. Airlangga duduk di samping Wapres JK. Puan juga berada pada ruangan yang sama. Airlangga tak berbicara banyak soal pertemuan dirinya dengan Presiden Jokowi, Wapres JK, dan Megawati. Menurut Menteri Perindustrian ini, itu hanya pertemuan biasa. “Kita biasa aja , bercanda aja , bicara-bicara biasa aja , casual discussion ,” ujar Airlangga setelah membuka open lab AMPI (Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia) Golkar di Mal fX Sudirman, Jakarta, Sabtu (16/12). Foto: dok. Istimewa Airlangga tidak menjelaskan lebih rinci soal pertemuannya dengan Presiden dan Megawati. Jokowi sendiri belum mau berbicara banyak soal status Airlangga yang saat ini menjadi Ketum Golkar. “(Kelanjutannya) nanti,” ucap Joko Widodo di sela acara Rakornas 3 Pilar PDIP di ICE-BSD City, Tangerang, Sabtu (16/12). Jokowi saat awal menjabat presiden tidak ingin ada menterinya yang merangkap jabatan di partai. Airlagga dipilih sebagai Ketua Umum Golkar menggantikan Setya Novanto, yang menjadi terdakwa kasus korupsi e-KTP. Golkar akan menggelar munaslub untuk mengukuhkan Airlangga sebagai ketum. Rencananya, Presiden Jokowi akan hadir di Munaslub Golkar.

Related Posts

Comments are closed.