Bertemu Habaib dan Ulama, Bamsoet Sampaikan Sikap Tolak LGBT

Bertemu Habaib dan Ulama, Bamsoet Sampaikan Sikap Tolak LGBT

Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyampaikan komitmen untuk menolak perilaku Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT). Bamsoet meminta dukungan supaya tak ada legalisasi LGBT. “Allah SWT telah menciptakan makhluknya berpasang-pasangan. Ada laki-laki dan wanita. Ada jantan dan betina,” ujar Bamsoet kepada wartawan, Senin (29/1/2018). Hal ini ia sampaikan saat menghadiri Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan Majelis Bin Yahya pimpinan Habib Usman bin Yahya di Cisarua, Bogor, Minggu (28/1). Bamsoet memaparkan, pengaruh LGBT merupakan ancaman serius bangsa. “Dan ini menjadi tanggung jawab bersama (menolak LGBT),” tuturnya. Foto: Ketua DPR Bambang Soesatyo bertemu habaib dan ulama (Dok. Istimewa) Selain itu, Bamsoet mengajak para hadirin menyuarakan pesan damai pada tahun politik ini. Terlebih, Indonesia akan menghadapi Pilkada 2018 dan Pemilu 2019. “Saya meminta seluruh jemaah Majelis Bin Yahya mengambil peran untuk menciptakan dan menjaga suasana pesta demokrasi menjadi pesta rakyat yang menggembirakan,” kata politikus asal Golkar ini. Lebih lanjut Bamsoet mengatakan, kontestasi politik tak perlu disertai kegaduhan. Ia meminta semua pihak termasuk elite politik untuk memberi contoh. “Jangan ada kegaduhan yang tak perlu agar pemerintah bisa bekerja dengan baik dalam memberikan sebesar-besarnya kesejahteraan pada masyarakat,” ujarnya.

Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyampaikan komitmen untuk menolak perilaku Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT). Bamsoet meminta dukungan supaya tak ada legalisasi LGBT. “Allah SWT telah menciptakan makhluknya berpasang-pasangan. Ada laki-laki dan wanita. Ada jantan dan betina,” ujar Bamsoet kepada wartawan, Senin (29/1/2018). Hal ini ia sampaikan saat menghadiri Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan Majelis Bin Yahya pimpinan Habib Usman bin Yahya di Cisarua, Bogor, Minggu (28/1). Bamsoet memaparkan, pengaruh LGBT merupakan ancaman serius bangsa. “Dan ini menjadi tanggung jawab bersama (menolak LGBT),” tuturnya. Foto: Ketua DPR Bambang Soesatyo bertemu habaib dan ulama (Dok. Istimewa) Selain itu, Bamsoet mengajak para hadirin menyuarakan pesan damai pada tahun politik ini. Terlebih, Indonesia akan menghadapi Pilkada 2018 dan Pemilu 2019. “Saya meminta seluruh jemaah Majelis Bin Yahya mengambil peran untuk menciptakan dan menjaga suasana pesta demokrasi menjadi pesta rakyat yang menggembirakan,” kata politikus asal Golkar ini. Lebih lanjut Bamsoet mengatakan, kontestasi politik tak perlu disertai kegaduhan. Ia meminta semua pihak termasuk elite politik untuk memberi contoh. “Jangan ada kegaduhan yang tak perlu agar pemerintah bisa bekerja dengan baik dalam memberikan sebesar-besarnya kesejahteraan pada masyarakat,” ujarnya.

Masa Depan Palestina di Tangan Kuartet Rabu, 20 Desember 2017 – 08:02 WIB Dinna Wisnu PhD. Foto/Istimewa Dinna Wisnu PhD Pengamat Hubungan Internasional @dinnawisnu   BADAI diplomasi yang disebabkan oleh deklarasi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait penetapan Yerusalem sebagai ibu kota Israel sedikit demi sedikit mulai mereda. Beberapa aksi unjuk rasa dari para penduduk, khususnya yang berasal dari negara-negara berpenduduk muslim, masih berlangsung meskipun massa kritis dan ekspresi untuk menunjukkan perlawanan atas keputusan AS itu telah disalurkan lewat Deklarasi “Freedom for Jerusalem” dari negara-negara anggota OKI (Organisasi Kerja Sama Islam). Deklarasi OKI ini memuat sejumlah sikap negara-negara berpenduduk muslim antara lain menolak dan menuntut pencabutan pernyataan sepihak Trump terkait Yerusalem sebagai ibu kota Israel, mengakui Yerusalem Timur sebagai ibu kota negara Palestina, meminta PBB, Uni Eropa, dan masyarakat internasional untuk menjaga Resolusi PBB soal status Yerusalem dan beberapa pokok penting lainnya. Saya sendiri melihat bahwa deklarasi “Pembebasan Palestina” itu masih jauh dari harapan akan adanya aliansi strategis baru yang dapat memberikan dampak jangka pendek dan jangka panjang untuk proses perdamaian di Palestina. Dunia berharap keputusan sepihak Trump dapat menjadi pemicu langkah persatuan, khususnya di kawasan negara-negara di kawasan Timur Tengah, untuk mengesampingkan perbedaan dan mendahulukan kepentingan Palestina. Nyatanya, pertemuan OKI itu sendiri di satu sisi justru mengonfirmasi masih besarnya perpecahan di antara negara-negara pendukung Palestina merdeka. Pertemuan OKI di Turki hanya dihadiri oleh 20 kepala negara dari 57 negara anggotanya, dan selebihnya hanya diikuti pejabat setingkat menteri luar negeri seperti yang dilakukan oleh Arab Saudi sebagai salah satu kekuatan utama di kawasan Timur Tengah serta Mesir yang berbatasan langsung dengan Israel. Lemahnya persatuan negara-negara berpenduduk muslim untuk bersatu memberi tekanan kepada Israel dan AS mengondisikan sebuah fakta bahwa masa depan Palestina tidak bisa lagi dilakukan dengan cara-cara kekerasan atau militer. Situasi telah berubah di Timur Tengah. Kekerasan justru akan melemahkan perjuangan Palestina Merdeka karena memberikan ruang legitimasi bagi Israel yang memiliki kekuatan dan perlengkapan militer yang jauh lebih baik dari yang miliki oleh para pejuang Palestina untuk melakukan kekerasan tanpa ada bantuan dari negara-negara Arab lainnya. Iran sebagai salah satu negara yang mampu menandingi militer Israel, khususnya dari sisi perlengkapan dan militansi, sudah menjadi musuh bersama bagi Arab Saudi dan negara lain yang berkumpul di GCC (Gulf Cooperation Council). Siapa pun dalam tubuh gerakan perjuangan Palestina yang berhubungan dengan Iran (baik Hamas, Fatah dll) harus siap-siap untuk tidak mendapat dukungan baik politik maupun keuangan dari negara GCC. Oleh sebab itu, kecil kemungkinan perlawanan bersenjata akan mampu bertahan ( endure ) dengan lama.   Jalan yang tersedia akhirnya hanyalah melalui perjuangan diplomasi dan dalam perjuangan ini keterlibatan negara-negara lain dan badan internasional yang memiliki pengaruh besar terutama kepada Israel dan AS menjadi sangat mutlak. Beberapa negara yang selama ini aktif antara lain Uni Eropa, Rusia, dan akhir-akhir ini adalah China. Sementara PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) adalah salah badan internasional, juga selama ini memfasilitasi perdamaian Palestina dan Israel. Keterlibatan negara-negara tersebut menjadi signifikan saat ini, yakni pascadeklarasi Trump. Uni Eropa, Rusia, AS, dan PBB sudah lama bergabung dalam sebuah kelompok yang biasa disebut Quartet for Middle East yang mendorong proses perdamaian Palestina-Israel. Kelompok kuartet ini berdiri untuk mencari jalan damai dalam menanggapi gerakan Intifada kedua pada 2000. Saat serangan Israel ke wilayah Palestina pada April 2002, kelompok kuartet ini bertemu di Madrid dan kembali menyerukan pelaksanaan perjanjian gencatan senjata yang ditengahi oleh pemerintah AS. Mereka juga sepakat untuk mengubah kerja sama Quadripartite mereka menjadi sebuah forum permanen untuk menindaklanjuti proses perdamaian Israel-Palestina. Kelompok kuartet selama ini tidak terlalu menonjol peranannya walaupun tetap aktif memfasilitasi perdamaian baik melalui bantuan keuangan dan pelatihan di Palestina dan Israel. Alasannya karena AS, terutama para presiden sebelum Trump, mendominasi proses diplomasi tingkat tinggi. Dengan hilangnya kredibilitas AS, “tanggung jawab” proses perdamaian jatuh ke tangan Uni Eropa, karena posisi Uni Eropa yang terdiri atas 28 negara adalah mitra dagang utama bagi Israel dan bantuan keuangan terbesar juga bagi otoritas Palestina. Menurut Dana Moneter Internasional, bantuan keuangan internasional adalah motor utama penggerak pertumbuhan ekonomi di Palestina. Tingkat pengangguran telah turun saat ekonomi Gaza tumbuh 16% pada paruh pertama tahun 2010, hampir dua kali lebih cepat dari ekonomi Tepi Barat.   Rusia sendiri awalnya lebih diharapkan sebagai pihak penyeimbang AS dalam kelompok kuartet ini, karena sejak masih menjadi bergabung di Uni Soviet yang komunis, dalam sejarahnya mereka lebih berpihak kepada negara-negara Arab dan Palestina. Posisi itu sendiri tampaknya telah bergeser dengan kemenangan melawan ISIS di Suriah dan semakin menguatnya pengaruh di Timur Tengah akhir-akhir ini yang membuat Rusia semakin penting terlibat. Negara lain yang mulai aktif terlibat dalam proses perdamaian di Palestina adalah China. Jauh sebelum deklarasi Trump, China menawarkan beberapa proposal perdamaian kepada Palestina dan Israel. Usulan proposal perdamaian China mulai dirintis terutama bersamaan dengan diproklamasikannya OBOR (One Belt One Road) alias strategi pengembangan infrastruktur China pada 2013. Presiden China Xi Jinping mengajukan proposal empat poin perdamaian Palestina-Israel ketika Presiden Palestina Mahmoud Abbas berkunjung ke Beijing. China bahkan mengimbau masyarakat internasional pada Juni lalu untuk mengadopsi proposal tersebut dan bersedia untuk memfasilitasi perundingan segitiga Palestina-China-Israel.   halaman ke-1 dari 2

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjukkan penampilan berbeda saat meresmikan kereta Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa 2 Januari 2018. Jauh dari kesan formal, mantan Wali Kota Solo itu terlihat santai mengenakan kaus merah dengan lengan digulung, celana hitam dan sepatu kets merah. Penampilan Jokowi terlihat kontras dibandingkan gaya berpakaian para pejabat yang hadir acara tersebut yang kebanyakan mengenakan kemeja batik. Kira-kira apa yang ingin ditunjukan Jokowi dengan penampilan seperti itu? Pskikolog dari Universitas Pancasila, Aully Grashinta menilai Jokowi ingin menunjukkan ciri kepribadiannya dengan cara-cara yang bagi sebagian orang dianggap nyeleneh. Menurut Shinta, penampilan Jokowi yang mengenakan kaus jangan diartikan salah kostum. “Tapi apa yang dikerjakannya selalu memiliki makna dibanding apa yang terlihat,” kata Shinta, Rabu 3 Januari 2018. Melalui penampilannya saat itu, kata dia, Jokowi sepertinya ingin menunjukkan konsep hidup harus berwarna dan tidak perlu sesuai dengan protokoler. “Dengan berpakaian ‘berbeda’ ini seolah beliau ingin menunjukkan terobosan yang dilakukan melalui kesederhanaan. Beliau menempatkan diri sebagai rakyat biasa yang ingin mencicipi fasilitas atas pajak pembangunan yang digunakan secara tepat,” tutur Shinta. Dengan cara ini beliau juga menyampaikan pesan don’t judge the book by its cover atau jangan menilai orang dari penampilannya. Shinta juga mengamati gaya berpakaian Jokowi dalam berbagai momentum yang sering mengenakan kemeja putih dengan lengan digulung. Gaya berpakaian seperti itu dinilainya menunjukkan kesan kesederhanaan, bersih,  tidak ‘ribet’ sekaligus menunjukkan seorang pekerja. Gaya kasual Jokowi menjadi perhatian wartawan yang meliput acara peresmian kereta bandara. “Masak mau naik kereta api ke stasiun pakai jas,” jawab Jokowi saat itu. (dam)

JAKARTA – Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini akan bertemu dengan pengurus DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Ada empat hal yang menjadi tema bahasan, pertama terkait pengelolaan keuangan atau dana partai politik (parpol). Dana parpol yang mengedepankan akuntabilitas dan transparansi. “Dari KPK akan bergabung pimpinan Laode M Syarif, Deputi Bidang Pencegahan Pahala Nainggolan dan tim,” ujar juru bicara KPK Febri Diansyah, Rabu (20/9/2017). Hal kedua kata Febri, membahas tentang sistem rekrutmen pejabat publik melalui parpol. Kemudian tentang kaderisasi yang terstruktur dan berjenjang di parpol. Serta yang terakhir tentang pengaturan dan penegakan kode etik. KPK menyebut keempat hal itu sebagai empat item integritas. “KPK akan diterima oleh Presiden PKS, bendahara umum dan sejumlah pengurus inti lainya,” terang Febri. Sesuai rencana pertemuan berlangsung pukul 14.00 WIB. Pertemuan berlokasi di Kantor DPP PKS, Simatupang, Jakarta Selatan. Sebelum bertemu dengan PKS, KPK sudah lebih dulu road show menemui 11 pimpinan parpol lain. Menurut Febri, institusinya berharap masa depan politik dan demokrasi di Indonesia ke depan akan jauh lebih baik dan bersih dari korupsi. KPK optimistis, pertemuan ini akan berimplikasi logis pada banyak kebijakan yang akan diambil nantinya. “Dalam kepemimpinannya akan amanah, tidak korupsi dan berorientasi pada kesejahteraan, kemaslahatan masyarakat,” pungkasnya. (maf)

BOGOR – Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi menegaskan, pihaknya telah memanggil Duta Besar (Dubes) Amerika Serikat (AS) untuk menyampaikan penolakannya klaim Presiden AS, Donald Trump atas Yerusalem Ibu Kota Israel. Dalam pertemuan dengan Dubes AS yang berlangsung kemarin, Retno mengaku menyampaikan kembali sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) terhadap klaim sepihak yang disampaikan Trump. “Jadi posisinya jelas tegas kita sampaikan dan pihak Amerika menyampaikan kembali isi dari pidato Presiden Trump,” ujar Retno di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (8/12/2017). Menurut Retno, dalam kesempatan itu, Dubes AS berjanji akan menyampaikan hal tersebut kepada otoritas yang berwenang di AS. Selain itu, pemerinta juga aktif menggalang komunikasi dan dukungan internasional dalam menyikapi hal tersebut. Prinsipnya kata Retno, komunikasi dilakukan untuk membuka peluang agar pengakuan sepihak tersebut bisa ditolak. Hal ini dianggapnya sesuai dengan posisi Indonesia yang memperjuangkan kemerdekaan Palestina. “Itu artinya sampai jam terakhir diplomasi kita masih berusaha keras dan tentunya tidaknya Indonesia tetapi juga kita dengan negara-negara Muslim lainnya yang kita berusaha untuk terus berusaha,” tandasnya. (maf)

JAKARTA – Kecelakaan lalu lintas yang terjadi pada Ketua DPR Setya Novanto (Setnov), membuat dirinya harus dirawat di Rumah Sakit (RS) Medika Permata Hijau, Jakarta. Seperti diberitakan sebelumnya, Kamis (16/11/2017), Ketua Umum Partai Golkar mengalami kecelakaan setelah mobil yang ditumpanginya menabrak tiang listik di daerah Permata Hijau, Jakarta. Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menerbitkan surat perintah penangkapan terhadap Ketua DPR RI Setya Novanto (Setnov) dalam kasus korupsi pengadaan e-KTP. Penyidik telah menyambangi kediaman Setnov di Jalan Wijaya, Jakarta Selatan. Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengungkapkan bahwa Ketua Umum Partai Golkar itu tidak berada di rumahnya. Bahkan, saat ini, KPK tengah memburu Setnov lantaran hingga saat ini belum diketahui keberadaannya. “Saat tim masih melakukan tugas tersebut untuk melakukan pencarian terhadap SN (Setyo Novanto). Tim masih di lapangan, belum bisa sampaikan yang ada di lapangan tersebut. Tapi semaksimal mungkin kami lakukan,” kata Febri di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis malam. Sampai dini hari, Febri menyebut penyidik masih berada dilapangan dalam proses pencarian Setnov. Dalam penjemputan paksa ini sendiri, Febri menyatakan telah melakukan koordinasi dengan Kapolri Jenderal Tito Karnavian beserta dengan jajarannya. Lebih dalam, Febri mempertimbangkan bahwa KPK akan meminta kepada Polri untuk menerbitkan surat Daftar Pencarian Orang (DPO). “Kami akan pertimbangkan lebih lanjut dan koordinasi dengan Polri untuk menerbitkan surat DPO karena proses penegakan hukum upaya pemberantasan korupsi harus dilakukan semaksimal mungkin dan prinsip semua orang sama di mata hukum perlu kami lakukan sesuai aturan yang berlaku,” pungkasnya. (maf)

JAKARTA – Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Michael Richard Pence menyampaikan sikap pemerintahan yang dipimpin Donald Trump‎ kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengenai kemelut Laut China Selatan. ‎”AS akan menegakkan kebebasan dasar dalam (kemelut) Laut China Selatan dan Asia secara keseluruhan,” ujar Pence di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (20/4/2017). Menurut Pence dalam kemelut itu, AS memilih untuk mempromosikan jalan dialog dan diplomatik untuk menyelesaikan masalah yang menjadi perhatian regional dan internasional. Selain memilih jalan dialog dan diplomatik, lanjut dia, Presiden Trump dalam menyikapi perdamaian dunia menyatakan diri ingin mempelajari kultur di Indonesia. “Nanti, saya dengan‎ rendah hati memiliki kesempatan untuk mengunjungi masjid nasional‎ Indonesia (Istiqlal). Saya tidak sabar menantikan momen tersebut,” ucapnya. Ia meyakini, meski Indonesia memiliki penduduk dengan mayoritas muslim terbesar, namun perbedaan keragaman dan toleransi tetap terjaga secara berdampingan. “Kami sangat berterima kasih kepada Indonesia yang memberikan inspirasi tersebut kepada dunia,” pungkasnya. (kri)

Related Posts

Comments are closed.