Beraksi di 3 Provinsi, Pembobol ATM Ditembak di Makassar

Beraksi di 3 Provinsi, Pembobol ATM Ditembak di Makassar

Setelah keluar dari penjara, Randi (24) kembali dibekuk polisi. Dia ditangkap basah hendak melakukan aksi pembobolan kartu ATM di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Pelaku terpaksa dilumpuhkan polisi dengan timah panas di kedua kakinya. Sebab, saat hendak dibawa, Randi melakukan perlawanan dengan mendorong anggota. “Dia melakukan perlawanan hingga anggota melepaskan tembakan peringatan sebanyak tiga kali. Tapi tetap tidak dihiraukan. Hingga terpaksa dilumpuhkan dengan mengarahkan tembakan ke kaki pelaku dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk dilakukan tindakan medis,” ujar AKP Edy Sabhara kepada wartawan, pada Kamis (22/2/2018) Sore. Randi diamankan oleh Tim Resmob Polda Sulsel bersama Patmor Polda Sulsel, saat pelaku baru saja hendak melakukan aksi kejahatannya di sebuah ATM BCA di Jalan Andi Pettarani, Makassar, pada Rabu (21/2) kemarin. Dari hasil pemeriksaan Tim Resmob Polda Sulsel, pelaku mengakui melakukan telah melakukan aksi pembobolan kartu ATM bersama seorang rekannya berinisial AR sebanyak 21 kali di berbagai wilayah di Sulsel dan dua provinsi lainnya, yakni Sulawesi Utara dan Bali. “Sudah 21 kali melakukan pembobolan kartu ATM, seperti di Makassar, Bantaeng, Gowa, Maros, dan Palopo. Dia juga beraksi di Sulawesi Utara dan Bali. Masih ada satu rekannya dalam beraksi, yakni AR yang masih dalam pengejaran anggota,” sebut Edy. Sementara itu, dalam beraksi, modus pelaku adalah mengganjal mulut mesin ATM dengan double tip , lalu mengganti nomor call center bank dengan nomor pribadinya. “Nasabah yang memasukkan kartu ATM-nya panik karena dipikir kartunya tertelan. Kemudian korban menelepon nomor pelaku yang dikira petugas bank dan memberitahukan PIN kartu ATM-nya. Pelaku pun kembali dan mengambil kartu ATM korban yang terganjal dan menggasak uang di dalam rekening tabungan,” kata AKP Edy Sabhara. Selain mengamankan pelaku, Tim Resmob Polda Sulsel berhasil menyita sejumlah barang bukti yang digunakan pelaku saat beraksi, seperti linggis kecil, stiker call center palsu, gunting, obeng, gergaji, plester double tip , dan sepuluh kartu ATM yang diduga hasil kejahatannya. Untuk mempertanggunjawabkan perbuatannya, pelaku langsung diserahkan oleh Tim Resmob Polda Sulsel ke Polrestabes Makassar untuk diproses hukum lebih lanjut.

Baca juga : polisi tembak 2 pembobol atm bni di palopo 1445430781

loading… PALOPO – Dua dari empat pembobol ATM BNI ditembak polisi pada betisnya masing-masing, di Kota Palopo, Sulsel, tadi siang. Kedua pelaku diketahui bernama Andika dan Irham. Sementara pelaku lainnya Alimuddin dan Andi berhasil meloloskan diri dari sergapan aparat Polres Palopo di tempat kejadian perkara (TKP), Jalan Dr Ratulangi Kota Palopo, sekira pukul 14.00 Wita. Menurut Kasat Reskrim Polres Palopo AKP Awaluddin, pelaku Irham dan Andi mendapat timah panas pada betis karena berusaha kabur dari polisi sekitar pukul 16.00 Wita. “Dia antar anggota ke lokasi yang dia sebut sebagai tempat pelarian kawannya yang sempat kabur bernama Ari di daerah Penggoli, namun keduanya ternyata ingin mengelabui anggota dan berupaya melarikan diri,” katanya, Rabu (21/10/2015). Tidak ingin tangkapannya kabur, petugas mengambil tindakan prefentif dengan melumpuhkan keduanya dengan timah panas. Hasil pemeriksaan polisi, sebelum memasuki Kota Palopo, ke empat pelaku sempat beraksi di Kabupaten Tana Toraja. “Di Toraja, mereka berhasil membobol ATM BNI dan menarik uang nasabah di ATM sebesar Rp4.750.000,” terang Awaluddin.  Dari Toraja, ke empat pelaku berangkat menuju Kota Palopo dengan menggunakan mobil Terios merah DD 1449 AG. “Koordinasi dari Polres Toraja kemudian kami lakukan pemantauan di lapangan hingga berhasil menemukan ke empat pelaku saat beraksi,” pungkasnya. (san)


Baca juga : berkali kali bobol atm di sulsel 2 pelaku akhirnya ditembak polisi

Berkali-kali Bobol ATM di Sulsel, 2 Pelaku Akhirnya Ditembak Polisi 01 January 2018 – Kategori Blog Makassar  – Dua buron kasus pembobolan sejumlah ATM di Sulawesi Selatan (Sulsel) ditangkap Tim Khusus (Timsus) Polda Sulawesi Selatan (Sulsel). Kedua pelaku terpaksa dilumpuhkan polisi dengan timah panas lantaran berusaha melarikan diri saat dilakukan pengembangan kasusnya. Kedua pelaku itu adalah Hadi Susilo alias Towi (38) dan Muhammad Budi Kamal alias Budi (32). Keduanya langsung dilarikan Timsus Polda Sulsel ke RS Bhayangkara Makassar, usai dihadiahi dua butir timah panas polisi di kaki mereka, pada hari Rabu (27/12/2017) pukul 23.00 Wita. Menurut Panit I Timsus Polda Sulsel, Ipda Arten mengatakan, kedua pelaku ini ditangkap di Bogor, Jawa Barat, pada Hari Rabu (27/12/2017) pukul 01.30 Wita. “Saat kami bawa ke Makassar dan pengembbangan ke TKP nya, mereka berusaha melarikan diri, kami beri tembakan ke udara tak diindahkan maka kami lakukan tindakan terukur, dengan melumpuhkan kaki kedua pelaku,” ujar Panit I Timsus Polda Sulsel Ipda Arthen kepada detikcom, pada Kamis (28/12/2017) dinihari. Ipda Arthen menegaskan kedua pelaku ini merupakan jaringan pembobol puluhan ATM di sejumlah provisi di Indonesia, khususnya di beberapa Kabupaten di Provisi Sulawesi Selatan. “Mereka melakukan aksinya hampir di seluruh di wilayah Sulawesi Selatan, seperti Makassar, Takalar, Barru, Palopo, dan Maros. Selain itu, jaringannya juga melakukan pembobolan ATM di beberapa provinsi lainnya,” lanjutnya. Sementara itu, tertangkapnya Towi dan Budi ini berkat penyelidikan dan pengembangan kasus terhadap dua rekan pelaku lainnya bernama Rosikin dan Erwan yang telah lebih dahulu tertangkap polisi di bulan Maret 2017, bahkan kini telah menjalani vonis hukuman di Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Barru. Dalam beraksi jaringan pembobol ATM ini berjumlah sekitar enam orang, dan mempunyai peranan dan tugas masing masing. Saat ditangkap, polisi pun menyita puluhan barang bukti handphone yang diduga hasil kejahatan para pelaku. “Empat orang sudah diamankan. Sementara beberapa pelaku dengan inisial RO dan RU masih menjadi DPO kami. Modusnya dalam beraksi itu, yakni menganjal mesin ATM dengan alat yang telah disediakan, hingga seluruh uang di dalamnya keluar,” beber Arten. Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, kedua pelaku pembobol ATM tersebut langsung diserahkan ke pihak berwajib tempat pelaku melakukan aksi kejahatannya, yakni ke Polres Takalar, untuk proses hukum lebih lanjutnya. (asp/asp) Baca Juga Artikel terkait: Hal-Hal yang Harus Dipertimbangkan Saat Memilih Brankas Mengapa memilih Solingen Dazzle? Membeli Brankas Merupakan Investasi Jangka Panjang, Benarkah? Brankas CV Subur Kebakaran Isi Masih Utuh   Memperkenalkan Alat Pemadam Api Solingen Mengenal Brankas Solingen Tipe Bernstein Sumber Berita:


Baca juga : empat pembobol atm lintas provinsi ditembak 1429001122

Empat Pembobol ATM Lintas Provinsi Ditembak Selasa, 14 April 2015 – 17:03 WIB loading… Empat anggota komplotan pembobol anjungan tunai mandiri (ATM) lintas provinsi ditembak jajaran Polres Salatiga karena melawan saat akan ditangkap. (Ilustrasi Sindonews) SALATIGA – Empat anggota komplotan pembobol anjungan tunai mandiri (ATM) lintas provinsi ditembak  jajaran Polres Salatiga karena melawan saat akan ditangkap. Selain keempat pelaku yang ditembak, petugas juga berhasil menangkap dua orang lainnya saat mengerebek sebuah warung di daerah Klero, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang Senin malam 13 April. Dari lokasi penggerebekan Polisi juga berhasil mengamankan dua unit mobil, yakni Honda Jazz B 1370 NMJ dan Honda Stream D 26 RD serta sejumlah kartu ATM yang digunakan sebagai sarana para tersangka melakukan aksi kejahatan tersebut.  Para tersangka adalah M Sri (47) warga Sumberahayu, Sidomulyo, Sumberejo, Tanggamus, Lampung; Hendri Yanto (38) warga Pardasuka, Banding Agung, Talang Padang, Tanggamus; Meryzal (31) warga Banding Agung, Talang Padang, Tanggamus; Budi Ariyan (40) warga Pekon Banding Agung, Talang Padang, Tanggamus; Iman Adi Amawi (36) warga Jalan Karimun Jawa, Sukarame, Bandar Lampung dan Ahmad Yani (44) warga Pabuaran, Serang, Banten. Wakapolres Salatiga Kompol Iwan Irmawan menjelaskan, kasus ini terungkap setelah para tersangka melancarkan aksinya di ATM sebuah bank di SPBU Patimura Salatiga, pekan lalu. Para tersangka membobol ATM milik Asti Silvia (18) warga Susukan, Kabupaten Semarang. Setelah dilakukan penyelidikan, akhirnya polisi mengetahui keberadaan para tersangka di daerah Tengaran. “Anggota (polisi) langsung menggerebek para tersangka yang saat itu sedang makan di sebuah warung di daerah Klero. Enam orang berhasil ditangkap sedang tiga orang lainnya berhasil meloloskan diri. Anggota terpaksa menembak empat orang tersangka karena melawan saat hendak ditangkap,” katanya kepada wartawan saat gelar perkara kasus tersebut di Mapolres Salatiga, Selasa (14/4/2015). Berdasarkan hasil pemeriksaan, komplotan pembobol ATM ini telah membobol ATM 34 nasabah sejumlah bank. Aksi itu, dilakukan di sejumlah daerah di kawasan pantai utara (pantura) dan terakhir di Salatiga. Para tersangka melancarkan aksinya sejak 30 Maret lalu. “Mereka berangkat dari Lampung 30 Maret. Setibanya di Jakarta, mereka langsung melancarkan aksinya. Selanjutnya mereka beraksi lagi di Tegal, Semarang dan daerah lainnya di sepanjang pantura. Terakhir mereka beraksi di Salatiga dan berhasil kami tangkap enam orang. Tiga orang tersangka lainnya, masih dalam pengejaran,” paparnya. Kasatreskrim Polres Salatiga AKP M Zazid menjelaskan, modus yang digunakan kelompok Lampung ini dalam melancarkan aksinya, yakni dengan cara mengganjal mesin ATM dengan batang korek api yang telah didesain sedemikian rupa. Selanjutnya, mereka menunggu calon korban di sekitar lokasi ATM. Saat calon korban kesulitan menggunakan mesin ATM, dua orang pelaku mendatanginya dan berpura-pura menolong. Kemudian tersangka meminta korban untuk mengulangi memencet nomor pin ATM-nya. Karena belum bisa, lantas tersangka meminta korban menghubungi kontak layanan pengaduan. Saat itu, salah satu tersangka mengambil ATM korban dan menggantinya dengan ATM lain. halaman ke-1 dari 2

Setelah keluar dari penjara, Randi (24) kembali dibekuk polisi. Dia ditangkap basah hendak melakukan aksi pembobolan kartu ATM di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Pelaku terpaksa dilumpuhkan polisi dengan timah panas di kedua kakinya. Sebab, saat hendak dibawa, Randi melakukan perlawanan dengan mendorong anggota. “Dia melakukan perlawanan hingga anggota melepaskan tembakan peringatan sebanyak tiga kali. Tapi tetap tidak dihiraukan. Hingga terpaksa dilumpuhkan dengan mengarahkan tembakan ke kaki pelaku dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk dilakukan tindakan medis,” ujar AKP Edy Sabhara kepada wartawan, pada Kamis (22/2/2018) Sore. Randi diamankan oleh Tim Resmob Polda Sulsel bersama Patmor Polda Sulsel, saat pelaku baru saja hendak melakukan aksi kejahatannya di sebuah ATM BCA di Jalan Andi Pettarani, Makassar, pada Rabu (21/2) kemarin. Dari hasil pemeriksaan Tim Resmob Polda Sulsel, pelaku mengakui melakukan telah melakukan aksi pembobolan kartu ATM bersama seorang rekannya berinisial AR sebanyak 21 kali di berbagai wilayah di Sulsel dan dua provinsi lainnya, yakni Sulawesi Utara dan Bali. “Sudah 21 kali melakukan pembobolan kartu ATM, seperti di Makassar, Bantaeng, Gowa, Maros, dan Palopo. Dia juga beraksi di Sulawesi Utara dan Bali. Masih ada satu rekannya dalam beraksi, yakni AR yang masih dalam pengejaran anggota,” sebut Edy. Sementara itu, dalam beraksi, modus pelaku adalah mengganjal mulut mesin ATM dengan double tip , lalu mengganti nomor call center bank dengan nomor pribadinya. “Nasabah yang memasukkan kartu ATM-nya panik karena dipikir kartunya tertelan. Kemudian korban menelepon nomor pelaku yang dikira petugas bank dan memberitahukan PIN kartu ATM-nya. Pelaku pun kembali dan mengambil kartu ATM korban yang terganjal dan menggasak uang di dalam rekening tabungan,” kata AKP Edy Sabhara. Selain mengamankan pelaku, Tim Resmob Polda Sulsel berhasil menyita sejumlah barang bukti yang digunakan pelaku saat beraksi, seperti linggis kecil, stiker call center palsu, gunting, obeng, gergaji, plester double tip , dan sepuluh kartu ATM yang diduga hasil kejahatannya. Untuk mempertanggunjawabkan perbuatannya, pelaku langsung diserahkan oleh Tim Resmob Polda Sulsel ke Polrestabes Makassar untuk diproses hukum lebih lanjut.

Dua buron kasus pembobolan sejumlah ATM di Sulawesi Selatan (Sulsel) ditangkap Tim Khusus (Timsus) Polda Sulawesi Selatan (Sulsel). Kedua pelaku terpaksa dilumpuhkan polisi dengan timah panas lantaran berusaha melarikan diri saat dilakukan pengembangan kasusnya. Kedua pelaku itu adalah Hadi Susilo alias Towi (38) dan Muhammad Budi Kamal alias Budi (32). Keduanya langsung dilarikan Timsus Polda Sulsel ke RS Bhayangkara Makassar, usai dihadiahi dua butir timah panas polisi di kaki mereka, pada hari Rabu (27/12/2017) pukul 23.00 Wita. Menurut Panit I Timsus Polda Sulsel, Ipda Arten mengatakan, kedua pelaku ini ditangkap di Bogor, Jawa Barat, pada Hari Rabu (27/12/2017) pukul 01.30 Wita. “Saat kami bawa ke Makassar dan pengembbangan ke TKP nya, mereka berusaha melarikan diri, kami beri tembakan ke udara tak diindahkan maka kami lakukan tindakan terukur, dengan melumpuhkan kaki kedua pelaku,” ujar Panit I Timsus Polda Sulsel Ipda Arthen kepada detikcom, pada Kamis (28/12/2017) dinihari. Ipda Arthen menegaskan kedua pelaku ini merupakan jaringan pembobol puluhan ATM di sejumlah provisi di Indonesia, khususnya di beberapa Kabupaten di Provisi Sulawesi Selatan. “Mereka melakukan aksinya hampir di seluruh di wilayah Sulawesi Selatan, seperti Makassar, Takalar, Barru, Palopo, dan Maros. Selain itu, jaringannya juga melakukan pembobolan ATM di beberapa provinsi lainnya,” lanjutnya. Sementara itu, tertangkapnya Towi dan Budi ini berkat penyelidikan dan pengembangan kasus terhadap dua rekan pelaku lainnya bernama Rosikin dan Erwan yang telah lebih dahulu tertangkap polisi di bulan Maret 2017, bahkan kini telah menjalani vonis hukuman di Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Barru. Dalam beraksi jaringan pembobol ATM ini berjumlah sekitar enam orang, dan mempunyai peranan dan tugas masing masing. Saat ditangkap, polisi pun menyita puluhan barang bukti handphone yang diduga hasil kejahatan para pelaku. “Empat orang sudah diamankan. Sementara beberapa pelaku dengan inisial RO dan RU masih menjadi DPO kami. Modusnya dalam beraksi itu, yakni menganjal mesin ATM dengan alat yang telah disediakan, hingga seluruh uang di dalamnya keluar,” beber Arten. Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, kedua pelaku pembobol ATM tersebut langsung diserahkan ke pihak berwajib tempat pelaku melakukan aksi kejahatannya, yakni ke Polres Takalar, untuk proses hukum lebih lanjutnya.

“Penangkapan ini merupakan backup Polda Sumut dari pengembangan pengungkapan kasus 365 KUHP pembobolan mesin ATM dan brangkas lintas provinsi,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kepri Kombes Lutfi Martadian, Jumat (25/8/2017). Dia mengatakan, berdasarkan informasi dari Polda Sumut, para pelaku kerap beraksi di tiga provinsi yaitu di provinsi Kepri, Sumatera Utara, dan Papua. Bahkan disinyalir para pelaku juga kerap beraksi di dua negara tetangga yaitu Malaysia dan Singapura. “Tapi ini masih dalam pengembangan,” kata dia. Pengungkapan dan penangkapan dua pelaku di Batam oleh Polda Sumut, dipimpin langsung oleh Kasubdit III Ditreskrimum Polda Kepri AKBP Aris Rusdiyanto. Pelaku atas nama Rampudu Togatorop ditangkap di rumahnya Kavling Sei Tering Blok C 1 No 54 RT/03 RW 019, Tanjung Sengkuang, Batuampar berdasarkan pengembangan dari tersangka Tunggul Hatigor Sihombing.

Merdeka.com – Polda Sulsel mengejar empat orang rekan Rosikin (27) dan Herwansyah (28), komplotan pembobol ATM. Direktur Reserse Kriminal Polda Sulsel Kombes Polisi Erwin Zadma menjelaskan, dalam aksinya Rosikin dibantu lima rekannya. “Setelah Rosikin dan Herwansyah, ada empat orang pelaku lagi masuk DPO. Mereka sementara dalam pengejaran kita,” kata Erwin Zadma di Makassar , Selasa (4/4). Keenamnya merupakan komplotan asal Lampung yang beraksi lintas provinsi. Di Sulsel, ada sembilan TKP dua di antaranya Kabupaten Barru dan Takalar. Total uang curian Rp 159 juta. Pelaku membobol ATM bermodal uang Rp 250 ribu yang terdapa dalam rekening. Seperti yang dilakukan di mesin ATM yang ada di Kabupaten Barru, mereka membobol dengan cara memasukkan kartu ATM untuk menarik uang. Kemudian lubang ATM atau exit shuttle diganjal pakai tangan. Pelaku kemudian mencabut uang tunai yang tersimpan dalam brangkas itu melalui lubang tadi sehingga data transaksinya tidak tercatat. Hal seperti ini dilakukan berulang-ulang hingga akhirnya mereka bisa mencuri uang tunai di ATM hingga ratusan juta nilainya. [cob]

TOPMETRO.NEWS – Tim gabungan Jahtanras Polda Sumut dan Polda kepulauan Riau kembali mengamankan dua anggota sindikat pembobol mesin anjungan tunai mandiri (ATM) di Kota Batam. Kedua tersangka berinisial R alias S dan J alias Metal terpaksa ditembak karena melakukan perlawanan ketika dibekuk petugas pada Minggu, (27/8/2017). Sebelum ditangkap, komplotan ini telah sukses menggondol uang miliaran rupiah dari hasil membobol ATM di berbagai provinsi di Indonesia. Kasubdit III Jahtanras Ditkrimum Polda Sumut, AKBP Faisal Napitupulu mengatakan kedua pelaku merupakan jaringan Regar Botak yang lebih dulu ditangkap. “Ya, mereka ini bagian dari komplotan yang sebelumnya ditangkap,” ujar Faisal Napitupulu, Senin, (28/8/2017). Dijelaskan Faisal, sebelum beraksi, komplotan ini terlebih dahulu merancanakan perampokan sedemikian rupa. “Siregar Botak merupakan sosok penjahat yang memiliki keahlian membaca situasi saat melakukan aksinya,” jelas Faisal. Selain itu, ia menambahakan, Siregar Botak juga disebut-sebut memiliki kemampuan untuk menerawang. “Jadi, berdasarkan penerawangan itu, para tersangka selanjutnya merencanakan perampokan,” tambahnya. Tidak hanya itu, diungkapkan Faisal, para pelaku ini sempat menantang polisi dengan memplototi kamera pengawas di ATM saat terakhir kali beraksi. “Sewaktu beraksi di Tanjungbalai, komplotan ini bahkan berani menantang polisi untuk memburu mereka dengan cara memplototi kamera pengawas,” ungkap alumnus Akpol tahun 1999 ini. Informasi sebelumnya, penangkapan pelaku ini berdasarkan tindak lanjut dari aksi perampokan mesin ATM Bank BRI Syariah yang terjadi di Jalan Sudirman, Tebingtinggi pada Senin, (16/6/2017) lalu. Menyelidiki kasus tersebut, akhirnya polisi berhasil menangkap Tunggul Sihombing (43) pada, Kamis (17/8/2017) di Desa Panombeaian, Kecamatan Panei, Simalungun. Polisi yang melakukan pengembangan akhirnya menangkap 5 tersangka dari Kota Makassar Provinsi Sulawasi Selatan pada Minggu, (20/8/2017) pekan lalu.(TM/RIJAM) 2 kali dibaca

17MERDEKA, MEDAN – Personel Subdit III/Jahtanras Ditreskrimum Polda Sumut kembali berhasil menangkap lima anggota sindikat pembobol mesin ATM jaringan antarprovinsi.   Kelima tersangka yang sempat buron itu diamankan petugas dari lokasi terpisah berdasarkan pengembangam penangkapan tersangka Tunggul Sihombing yang lebih dulu diringkus. Kasubdit III/Jahtanras Ditreskrimum Polda Sumut,  AKBP Faisal Napitupulu, Senin (21/8), menyampaikan, kelima tersangka diamankan berdasarkan penyelidikan atas laporan LP / 370 / V / 2015 / SU / Resta / Sek Patumbak, tanggal 10 Mei 2015 mengenai aksi perampokan brankas Kopesi CU Mandiri di Jalan Dame No 12-A Kelurahan Timbang Deli Kecamatan Medan Amplas. Kelima tersangka yang berhasil diamankan setelah sempat DPO itu adalah, Burhanudin alias Burhan alias Regar Botak (66), warga Perumnas Perbaungan, Blok B, Kelurahan Melati II,  Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Sergai. Dia ditangkap di kota Makassar Provinsi Sulawasi Selatan (Sulsel).   Kemudian, Arifin Siregar alias Siregar alias Ardiansyah (42), warga Jalan Kedondong II,  Kelurahan Situlasari, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, Pirman Siregar (36), warga Jalan Kijang Lama, Kelurahan Melayu Kota Piring, Kecamatan Tanjung Pinang Timur Kota Tanjung Pinang Provinsi Kepri. Armen Sinaga (54), warga Pulo Gebang Permai Blok H, RT 01/13 Pulo Gebang Jakarta Timur dan Alidin (38), warga Disun IV, Desa Bola Bulu, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidendreng Rappang, Provinsi Sulawesi Selatan. Kata Faisal, kelima tersangka berhasil ditangkap pihaknya setelah melakukan pengembangan dari penangkapan sebelumnya terhadap tersangka, Tunggul Sihombing (43) pada Kamis (17/8) lalu. “Hasil pengembangan dari penangkapan tersangka sebelumnya, kita mendapatkan infotmasi tersangka Regar Botak yang merupakan salah satu anggota komplotan ini ternyata berada di Sulawesi Selatan. Kita langsung bergerak ke Sulawesi untuk melakukan penyelidikan dan upaya penangkapan terhadap tersangka,” kata Faisal, Senin (21/8). Dari penyidikan tersebut, lanjut Faisal,  pihaknya dibantu personel Resmob Polda Sulsel dipimpin AKP Edi Sabara langsung menuju lokasi persembunyian tersangka yang diketahui berada di Kota Palopo melalui perjalanan kurang lebih 9 jam dari Kota Makasar. Minggu (20/8) sekitar pukul 07.30 WITA, tim gabungan Subdit III/ Jahtanras Polda Sumut dan Resmob Polda Sulsel dipimpin Kanit Ops Jahtanras, Kompol Syafrizal Asru berhasil meringkus tersangka di salah satu kamar No 106 dan 107 Wisma Paldar kawasan Jalan Tandipau No. 29 Kelurahan Tomarundung Kecamatan Wara Bar, Kota Palopo, Provinsi Sulawesi Selatan. “Tersangka kita tangkap sewaktu berada di salah satu kamar di sebuah wisma di sana. Jadi hasil lidik kita, tersangka ini sesuai rencananya akan melakukan pencurian dengan kekerasan (curas) di salah satu Koperasi di Kota Palopo itu malamnya. Selain mengamankan tersangka tim gabungan secara otomatis menggagalkan rencana aksi tersangka yang memang komplotan pembobol ATM antarprovinsi,” sebut Faisal.   Dari penangkapan tersangka Burhanudin Siregar tersebut, ditambahkan Faisal,  pihaknya juga berhasil mengamankan empat tersangka lain, yakni Arifin Siregar (42), Armen Sinaga (52), Pirman Siregar (36) dan Alidin (38) dari sejumlah daerah terpisah dalam upaya pengembangan. Faisal menyatakan, hingga saat ini pihaknya masih melakukan pengembangan ke beberapa kota lain yang diduga sempat menjadi lokasi beraksinya komplotan tersebut.  Pihaknya juga masih mendalami keterlibatan tersangka lain maupun dugaan komplotan serupa lainnya dalam serangkaian aksi pembobolan ATM di beberapa Kota.   Berdasarkan hasil interogasi, tersangka dan komplotannya telah melakukan curas di beberapa TKP dan kota, di antaranya, Batam (KEPRI), Nagoya kota, tahun 2013 terhadap nasabah Bank melibatkan lima tersangka, yakni Tunggul Sihombing, Burhanuddin alias Regar Botak, Tarigan, Manurung, dan satu orang warga Flores (DPO). Dari aksi tersebut komplotan itu berhasil menggasak Rp 2 miliar. Kemudian, Medan, di PT Indako dealer Honda Jalan SM Raja, tahun 2014 melibatkan 7 orang pelaku, di antaranya, Tunggul Sihombing, Regar Botak, Ritik Aritonang dan 4 lainya teman Ritik Aritonang, berhasil menggasak uang Rp 85 juta. Lalu, ATM Bank Muamalat Al Azhar Padang Bulan, tahun 2014 melibatkan tujuh orang pelaku diantaranya Tunggul Sihombing, Siregar Botak, Ritik Aritonang dan 4 orang lainya yang merupakan teman Ritik Aritonang dengan hasil kejahatan Rp 100 juta. Selanjutnya, Koperasi CU Mandiri Jalan Dame Kecamatan Medan Amplas tahun 2014, melibatkan 7 pelaku diantaranya Tunggul Sihombing, Siregar, Ritik Aritonang, Barnes, Siburian, Siregar Botak dan seorang sopir kenderaaan Avanza hitam dengan hasil Rp 1,6 miliar. Kalimantan Timur (Kaltim), Showroom Honda (brankas) tahun 2015 melibatkan 6 pelaku, Tunggul, Saragih, Azis, Zakaria, Zailani dan sopir kenderaaan Avanza putih dengan hasil Rp 80 juta. Tebing Tinggi, sasaran Koperasi CU, pada Juni 2017, para pelaku beraksi tanpa mendapatkan hasil. Lalu, Tebing Tinggi, ATM Bank BRI, pada Juni 2017 melibatkan 8 orang, yakni Tunggul Sihombing, Burhanuddin alias Regar Botak, Batubara dan 4 lainnya yang merupakan teman Tunggul Sihombing menggunakan  mobil Innova silver dengan hasil Rp 100 juta. Kendari, Sulawesi Tengah (Sulteng) Showroom Motor, Mei 2016 melibatkan tiga orang pelaku, Alidin, Romi dan Jangkung dengan hasil Rp 30 juta. Bulu Kumba, Sulawesi Barat (Sulbar) Gudang Rokok, pada Februari 2017 melibatkan 4 orang pelaku, Pirman Siregar, Alidin, Romi (DPO) dan Jangkung dengan hasilnya Rp 300 juta. Sulawesi Barat, Koperasi Berkah pada 18 Agustus 2017 melibatkan 5 orang pelaku, yakni Burhanuddin alias Regar Botak, Arifin Siregar aliass Ardiansyah Siregar, Pirman Siregar, Armen Sinaga dan Alidin dengan hasil Rp 6 juta. (17M/07)

Related Posts

Comments are closed.