Benarkah PLN Disjaya Batalkan Ceramah Ustaz Somad? Ini Jawabannya

Benarkah PLN Disjaya Batalkan Ceramah Ustaz Somad? Ini Jawabannya

Ceramah Ustaz Abdul Somad di PLN Disjaya, Gambir mendadak batal. Benarkah PLN yang membatalkan acara itu? PLN Disjaya menyatakan pengajian itu ditunda. “Acara ditunda mengingat jumlah jemaah sangat banyak yang hadir perlu persiapan lebih matang demikian,” kata Manajer Komunikasi, Hukum dan Administrasi PLN Disjaya Aris Dwianto lewat pesan singkat, Kamis (28/12/2017). Belum diketahui kapan pengajian Ustad Somad tersebut akan dilakukan. Belum diketahui juga bagaimana persiapan matang yang akan dilakukan PLN Disjaya tersebut. Pengajian itu sedianya sekitaran sehabis salat zuhur, hari ini. Tenda-tenda sudah disiapkan untuk pengajian ini. Namun mendadak ceramah tersebut dibatalkan. Para jamaah yang sudah hadir di kompleks PLN Disjaya pun kecewa. Setelah kepastian ceramah batal, tenda-tenda yang sudah disiapkan langsung dibongkar. Vendor yang mengurusi tenda mengaku mendapatkan perintah pembongkaran dari PLN sejak semalam. “Udah siap pakai tapi saya juga nggak tahu jadi katanya disuruh bongkar sama orang PLN. Masang dari Selasa sama Rabu, sekarang malah dibongkar. Padahal tadi banyak yang datang,” kata Kosasih, petugas vendor yang mengurusi tenda. “Nyuruh bongkarnya dari kemarin. Ada telepon jam 9 malam bahwa acara dibatalkan,” kata Kosasih. Tenda baru dibongkar hari ini karena tidak memungkinkan membongkar di malam hari.

Ceramah Ustaz Abdul Somad di PLN Disjaya, Gambir mendadak batal. Benarkah PLN yang membatalkan acara itu? PLN Disjaya menyatakan pengajian itu ditunda. “Acara ditunda mengingat jumlah jemaah sangat banyak yang hadir perlu persiapan lebih matang demikian,” kata Manajer Komunikasi, Hukum dan Administrasi PLN Disjaya Aris Dwianto lewat pesan singkat, Kamis (28/12/2017). Belum diketahui kapan pengajian Ustad Somad tersebut akan dilakukan. Belum diketahui juga bagaimana persiapan matang yang akan dilakukan PLN Disjaya tersebut. Pengajian itu sedianya sekitaran sehabis salat zuhur, hari ini. Tenda-tenda sudah disiapkan untuk pengajian ini. Namun mendadak ceramah tersebut dibatalkan. Para jamaah yang sudah hadir di kompleks PLN Disjaya pun kecewa. Setelah kepastian ceramah batal, tenda-tenda yang sudah disiapkan langsung dibongkar. Vendor yang mengurusi tenda mengaku mendapatkan perintah pembongkaran dari PLN sejak semalam. “Udah siap pakai tapi saya juga nggak tahu jadi katanya disuruh bongkar sama orang PLN. Masang dari Selasa sama Rabu, sekarang malah dibongkar. Padahal tadi banyak yang datang,” kata Kosasih, petugas vendor yang mengurusi tenda. “Nyuruh bongkarnya dari kemarin. Ada telepon jam 9 malam bahwa acara dibatalkan,” kata Kosasih. Tenda baru dibongkar hari ini karena tidak memungkinkan membongkar di malam hari.

Ustad Abdul Somad sedianya berceramah di Masjid Nurul Falah, PLN Disjaya, Gambir siang ini. Namun pengajian mendadak batal. Jamaah pun kecewa. Pengajian itu sedianya sekitaran sehabis salat zuhur, Kamis (28/12/2017) hari ini. Tenda-tenda sudah disiapkan untuk pengajian ini. Namun mendadak ceramah tersebut dibatalkan. Para jamaah yang sudah hadir di kompleks PLN Disjaya pun kecewa. “Iya (kecewa). Ya kan orang datang mau ceramah kok dibatalin, kok dibubarin. Ibu saya emang niatnya mau lihat Ustad sebenarnya. Dia kan bada zuhur setelah itu tapi dibatain. Kecewa ya pasti, tapi gimana,” kata seorang jamaah yang datang bersama ibunya. Foto: Masjid Nurul Falah di Kompleks PLN Disjaya/Indra Komara Jamaah tersebut mengatakan dia datang ibu yang datang bersamanya sempat menangis. “Menangis karena mendadak dibatalin. Kecewa ya pasti, tapi gimana,” ujar jamaah itu. Belum diketahui apa penyebab dan siapa pihak yang membatalkan ceramah Ustad Somad. Setelah kepastian ceramah batal, tenda-tenda yang sudah disiapkan langsung dibongkar. Vendor yang mengurusi tenda mengaku mendapatkan perintah pembongkaran dari PLN. “Udah siap pakai tapi saya juga nggak tahu jadi katanya disuruh bongkar sama orang PLN. Masang dari Selasa sama Rabu, sekarang malah dibongkar. Padahal tadi banyak yang datang,” kata Kosasih, petugas vendor yang mengurusi tenda. Foto: Masjid Nurul Falah di Kompleks PLN Disjaya/Indra Komara Petugas vendor tenda itu menyatakan dia mendapatkan perintah untuk membongkar tenda sejak semalam. “Nyuruh bongkarnya dari kemarin. Ada telepon jam 9 malam bahwa acara dibatalkan,” kata petugas itu. Tenda baru dibongkar hari ini karena tidak memungkinkan membongkar di malam hari.

TEMPO.CO , Jakarta – Pengacara Ustad Abdul Somad , Kapitra Ampera, mengatakan, hingga saat ini masih menunggu jawaban dan klarifikasi Kementerian Luar Negeri (Kemlu) perihal pemulangan kliennya oleh Imigrasi Hong Kong. “Belum ada jawaban yang spesifik, normatif saja (jawabannya),” ujarnya melalui pesan elektronik saat dihubungi Tempo , Senin, 25 Desember 2017. Menurut Kapitra, Kementerian menyatakan negara tujuan mempunyai otoritas untuk menolak orang yang datang. Ia pun belum mengetahui alasan pasti yang mendasari penolakan itu. Baca: Lewat Facebook, Ustad Abdul Somad Cerita Ditolak Masuk Hong Kong Kemlu Diminta Klarifikasi Soal Penolakan Abdul … “Kami menunggu pemberitahuan resmi Kemlu,” ucapnya. Sebelum ada pemberitahuan resmi dari Kementerian, kliennya hanya bisa “meraba-raba” alasan penolakan tersebut.

Jakarta, CNN Indonesia — Ustaz Abdul Somad  ditolak masuk Hong Kong oleh otoritas setempat setibanya di bandara, Sabtu (23/12) sore. Abdul Somad sedianya dijadwalkan memberikan ceramah setelah mendapat undangan dari Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang berada di Hong Kong. “Dia tidak bisa masuk di sana, jadi dia diperiksa dompetnya semua, habis itu disuruh pulang,” kata kuasa hukum Abdul Somad, Kapitra Ampera kepada CNNIndonesia.com, Minggu (24/12). Kapitra mengatakan, Abdul Somad bersama dua rekannya, yakni Ustaz Hidayat dan Nawir saat ditolak masuk Hong Kong. Setelah diperiksa pihak imigrasi setempat, hari itu juga Abdul Somad diminta meninggalkan Hong Kong. Kapitra mengungkapkan, tak ada alasan jelas yang disampaikan pihak imigrasi soal penolakan terhadap Abdul Somad. Menurut dia, mereka hanya meminta Abdul Somad untuk segera meninggalkan Hong Kong hari itu juga. “Tidak ada alasan, dua orang itu masih di sana, asisten Ustaz Somad dan rekannya. Tapi nanti sore mereka berdua sudah bisa pulang,” tuturnya. Kapitra merasa heran dengan penolakan otoritas Hong Kong terhadap kliennya. Dia akan meminta penjelasan dari Kementerian Luar Negeri terkait penolakan otoritas Hong Kong. “Kami segera akan melakukan konfirmasi dan klarifikasi terhadap pemerintah, melalui Kementerian Luar Negeri, untuk mengetahui duduk persoalannya,” kata dia.

seperti di kutip dari https://www.cnnindonesia.com

Tak hanya itu, Kapitra juga akan mengadukan tindakan penolakan ini kepada DPR dan sejumlah instansi lainnya agar pemerintah serius melindungi warga negaranya yang berpergian ke luar negeri. “Kami akan melaporkan hal ini kepada DPR dan instansi lainnya agar pemerintah Indonesia serius melindungi warganya yang melalukan kunjungan ke luar negeri,” tuturnya. Abdul Somad melalui akun Facebook menjelaskan kronologi penolakan otoritas Hong Kong. Somad mengaku ditarik dari rombongan penumpang oleh sejumlah orang tak berseragam. Somad lantas diminta menunjukkan dompet beserta identitas di dalamnya. “Di antara yang lama mereka tanya adalah kartu nama Rabithah Alawiyah (Ikatan Habaib). Saya jelaskan. Di sana saya menduga mereka tertelan isu terorisme. Karena ada logo bintang dan tulisan Arab,” kata Abdul Somad.

Related Posts

Comments are closed.