Belalai Air yang Menjulang di Danau Tempe Akibat Awan di Pancaroba

Belalai Air yang Menjulang di Danau Tempe Akibat Awan di Pancaroba

Peristiwa puting beliung dan hujan es terjadi di sekitar Danau Tempe Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Puting beliung itu digolongkan sebagai belalai air alias waterspout. Kepala BPBD Kabupaten Wajo, Andi Alamsyah, yang dikonfirmasi detikcom mengungkapkan ada tiga kecamatan yang merasakan dinginnya butiran hujan es tersebut, yaitu Kecamatan Tempe, Sabbangparu, dan Tanasitolo meski titik yang paling ekstrem berada di Kecamatan Tempe. Dari fenomena alam tersebut, sejumlah asumsi bermunculan dari masyarakat, hingga ramai di perbincangkan di media sosial. Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar, Rizky Yudha, saat dihubungi detikcom menjelaskan soal fenomena alam ini. “Fenomena tersebut dinamakan waterspout, yaitu angin puting beliung yang dasarnya mencapai permukaan air,” kata Yudha, Selasa (27/2/2018). Waterspout dalam Bahasa Indonesia disebut sebagai ‘belalai air’. Selanjutnya Yudha memaparkan, fenomena ini berasal dari awan Cumulonimbus (Cb) yaitu sebuah awan vertikal yang menjulang tinggi hingga dapat mencapai ketinggian tropopause yaitu lapisan awan bagian paling atas. Kemudian awan (Cb) yang tumbuh secara intens dapat menimbulkan hujan deras, kilat/ petir, angin kencang, puting beliung dan hujan es. Pembentukan awan ini dapat disebabkan oleh faktor lokal yaitu pengaruh orografik (hujan pegunungan), proses konveksi (pemberian panas ke atas), dan faktor regional yakni angin Monsoon. Yudha juga menjelaskan cuaca untuk wilayah Wajo diperkirakan akan berganti musim pada bulan antara Maret-April. Waktu sekarang ini merupakan masa peralihan atau pancaroba yang berpeluang untuk tumbuhnya awan-awan Cb besar. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 16.30 WITA sore tadi, yang kemudian menjadi perbincangan hangat di sejumlah media sosial. Tampak indah dari kejauhan, pusaran angin ini berbentuk awan yang memutar dan menjulur dari langit. Ternyata belalai air ini merusak bangunan di sekitar Danau Tempe.

Baca juga :

adi : cantik, indah; ngadi-adi : rewel, nakal, banyak tingkah; adibusana : pakaian yang indah; adidaya : lebih berkuasa; adigang : menyombongkan kekuatan; adiguna : menyombongkan kepandaian; adigung : menyombongkan kebesaran; adikara : berwibawa, berkuasa; adilaga : perang; adiluhung : agung, anggun, bernilai lebih; adiluwih : lebih; adimuka : penguasa, pembesar; adinegara : negara yang lebih baik; adipati : bupati, vatsal; adiraga : bersolek, berhias; adiraja : pemaaf, pemurah; adiwarna : jenis yang lebih baik; adiwignya : orang pandai

seperti di kutip dari https://ariefgembiz.wordpress.com

kala : 1 waktu, zaman; 2 kala (binatang); 3 nama dewa (Batara Kala); kala bénjing : besuk pagi; kala jengking : kalajengking; kalabendu : jaman yang buruk; kalabusana : seperangkat pakaian kebesaran; kalacakra : jenis jimat; kaladésa : perangkat desa; kaladuta : alamat buruk; kalakatha : ketam, kepiting; kalamangga : laba-laba; kala mangsa : kadang-kadang; kalamenjé : sejenis kala; kalamenjing : jakun; kalamenta : nama rumput; kalamudheng : nama perhitungan pencuri; kalanjana : nama rumput; kalan-kalan : kadang-kadang; kalandara : matahari; kalantara : sejenis buah petai; kalasangka : terompet sangkakala; kalawasana: akhir zaman; kalawija : abdi di istana; kalayuga, kaliyuga : zaman kaliyuga, zaman kesengsaraan

seperti di kutip dari https://ariefgembiz.wordpress.com

kami : kami; kamibocahen : kekanak-kanakan; kamigilan : sangat jijik; kamijara : serai; kamijijèn : jijik sekali; kamikakon : kejang, kaku; kamikekelen : tertawa terpingkal-pingkal; kamilurusen : bertambah sedih lalu mati; kamipurun : sangat mau; kamirahan : kemurahan; kamirurusen : bertambah sedih lalu mati; kamisandhanen : sakit pada payudara; kamisasaten : terbeliak matanya; kamisepuh : kepala desa; kamisesegan : tersedan-sedan (menangis); kamitégan : tega, sampai hati; kamitenggengen : melihat tertegun; kamitigan : masak belum waktunya; kamitontonen : tertegun, heran melihat; kamituwa : kepala dusun; kamiwelasen : kasih sayang, perhatian

seperti di kutip dari https://ariefgembiz.wordpress.com

maha : maha, tinggi; maha agung : maha agung; maha bala : kuat, perkasa sekali; maha bara : tidak lazim, mustahil; mahabaya : bahaya besar; mahaguru : mahaguru, guru besar; maha kuwasa : maha kuasa; maha luhur : maha luhur; maha mulya : maha mulia; mahamuni : pendita; maha pawitra: suci, luhur; maha prana : huruf besar pada huruf Jawa; maharaja: raja besar; maharatna : manikam; maharesmi : bulan; maharja : selamat; maharsi : maharesi; mahasiswa : siswa di perguruan tinggi; maha suci: maha suci; mahasura: pemberani, pahlawan; maha atma, mahatma : jiwa besar; maha wikan : maha mengetahui

seperti di kutip dari https://ariefgembiz.wordpress.com

pari : 1 padi; 2 hal, mengenai; paribasan : peribahasa; paribawa : wibawa, pengaruh; paributa : dihina, dihinakan; paricara : abdi, hamba (laki-laki); paricari : abdi perempuan; parigraha : 1 rumah; 2 istri, suami; 3 menyentuh; parihasa : penghinaan, celaan; parikena : cocok, berkenan; parikrama : sambutan, penghormatan; parikudu : mau sekali, seharusnya; parimaha : besar; parimarma, parimirma : kemurahan, belas kasih; paripadu : seharusnya, mau sekali; paripaos: peribahasa, ungkapan; paripeksa : terpaksa, seharusnya; paripolah : bertingkah polah; paripuja: penghormatan; paripurna : paripurna, sempurna, pensiun; paritrana : pertolongan, perlindungan; paritustha : senang, girang, puas; pariwanda : penghinaan, celaan; pariwara : berita, warta; paripasa : paksa

seperti di kutip dari https://ariefgembiz.wordpress.com

pasang : 1 pasang, memasang; 2 pasang surut; pasang aliman tabé : mohon ijin, permisi; pasangan : 1 pasangan, jodoh; 2 pasangan dalam huruf Jawa untuk mematikan huruf di depannya; pasang angkuh : sombong, congkak; pasang gendéra : mengibarkan bendera ; pasang giri : sayembara; pasangliring : mengerling, menjeling; pasang grahita (-cipta) : menggunakan indra; pasang rakit : susunan, struktur, pengaturan; pasang ulat : menggunakan bahasa simbol; pasang semu : menggunakan bahasa simbol; pasang walat : mengenakan tulaknya

seperti di kutip dari https://ariefgembiz.wordpress.com

salah : salah; salah cipta : salah cipta; salah deleng : salah lihat; salah éndah : salah tingkah, berbuat yang tidak perlu; salah gawé : salah kerja; salah gemèn : suka mencampuri urusan orang lain; salah graita : salah rasa; salah ilik: salah lihat; salah kapti : salah niat, salah tujuan; salah kardi : salah kerja; salah karya : salah kerja; salah kedadèn : salah kejadian, keliru; salah mangsa : salah iklim, salah musim; salah pandeleng : salah lihat; salah siji : salah satu; salah surup : salah tahu; salah tampa : salah terima, salah paham; salah ton(en) : salah lihat; salah urat : salah urat, kesleo; salah wèwèng : menyeleweng

seperti di kutip dari https://ariefgembiz.wordpress.com

upa : sebutir nasi; upaboga : mencari makan, kelezatan, kenikmatan; upadamel: pekerjaan, kegiatan; upadana: pemberian; upadrawa: kesusahan kesengsaraan; upagawé : pekerjaan, kegiatan; upajati : nama tembang gedhe; upajiwa: penghasilan, penghidupan, nafkah, rezeki; upajiwana : nafkah, rezeki; upakara : merawat, memelihara; upakarti : 1 hasil kerja, karya; 2 penghargaan; upakarya : hasil kerja, karya; upakawis (dipun-) : (ing.) dipelihara, dirawat; upaksama: ampun, maaf; upalabi: pendapat, pengertian, pemilikan; upalamba : pendapat, pengertian, pemilikan; uparengga: perhiasan, hiasan; uparukti: pasang rakit, merakit; upasadana : penghormatan, penghargaan; upasaka: calon pendita; upasama : sabar, rendah hati; upasanta: sabar, rendah hati; upasantwa: penghibur; upasraya: minta pertolongan, bantuan; upasuba: hiasan untuk penghormatan; upawada: kemarahan, celaan


Baca juga :

adi : cantik, indah; ngadi-adi : rewel, nakal, banyak tingkah; adibusana : pakaian yang indah; adidaya : lebih berkuasa; adigang : menyombongkan kekuatan; adiguna : menyombongkan kepandaian; adigung : menyombongkan kebesaran; adikara : berwibawa, berkuasa; adilaga : perang; adiluhung : agung, anggun, bernilai lebih; adiluwih : lebih; adimuka : penguasa, pembesar; adinegara : negara yang lebih baik; adipati : bupati, vatsal; adiraga : bersolek, berhias; adiraja : pemaaf, pemurah; adiwarna : jenis yang lebih baik; adiwignya : orang pandai

seperti di kutip dari https://arifiantz.wordpress.com

kala : 1 waktu, zaman; 2 kala (binatang); 3 nama dewa (Batara Kala); kala bénjing : besuk pagi; kala jengking : kalajengking; kalabendu : jaman yang buruk; kalabusana : seperangkat pakaian kebesaran; kalacakra : jenis jimat; kaladésa : perangkat desa; kaladuta : alamat buruk; kalakatha : ketam, kepiting; kalamangga : laba-laba; kala mangsa : kadang-kadang; kalamenjé : sejenis kala; kalamenjing : jakun; kalamenta : nama rumput; kalamudheng : nama perhitungan pencuri; kalanjana : nama rumput; kalan-kalan : kadang-kadang; kalandara : matahari; kalantara : sejenis buah petai; kalasangka : terompet sangkakala; kalawasana: akhir zaman; kalawija : abdi di istana; kalayuga, kaliyuga : zaman kaliyuga, zaman kesengsaraan

seperti di kutip dari https://arifiantz.wordpress.com

kami : kami; kamibocahen : kekanak-kanakan; kamigilan : sangat jijik; kamijara : serai; kamijijèn : jijik sekali; kamikakon : kejang, kaku; kamikekelen : tertawa terpingkal-pingkal; kamilurusen : bertambah sedih lalu mati; kamipurun : sangat mau; kamirahan : kemurahan; kamirurusen : bertambah sedih lalu mati; kamisandhanen : sakit pada payudara; kamisasaten : terbeliak matanya; kamisepuh : kepala desa; kamisesegan : tersedan-sedan (menangis); kamitégan : tega, sampai hati; kamitenggengen : melihat tertegun; kamitigan : masak belum waktunya; kamitontonen : tertegun, heran melihat; kamituwa : kepala dusun; kamiwelasen : kasih sayang, perhatian

seperti di kutip dari https://arifiantz.wordpress.com

maha : maha, tinggi; maha agung : maha agung; maha bala : kuat, perkasa sekali; maha bara : tidak lazim, mustahil; mahabaya : bahaya besar; mahaguru : mahaguru, guru besar; maha kuwasa : maha kuasa; maha luhur : maha luhur; maha mulya : maha mulia; mahamuni : pendita; maha pawitra: suci, luhur; maha prana : huruf besar pada huruf Jawa; maharaja: raja besar; maharatna : manikam; maharesmi : bulan; maharja : selamat; maharsi : maharesi; mahasiswa : siswa di perguruan tinggi; maha suci: maha suci; mahasura: pemberani, pahlawan; maha atma, mahatma : jiwa besar; maha wikan : maha mengetahui

seperti di kutip dari https://arifiantz.wordpress.com

pari : 1 padi; 2 hal, mengenai; paribasan : peribahasa; paribawa : wibawa, pengaruh; paributa : dihina, dihinakan; paricara : abdi, hamba (laki-laki); paricari : abdi perempuan; parigraha : 1 rumah; 2 istri, suami; 3 menyentuh; parihasa : penghinaan, celaan; parikena : cocok, berkenan; parikrama : sambutan, penghormatan; parikudu : mau sekali, seharusnya; parimaha : besar; parimarma, parimirma : kemurahan, belas kasih; paripadu : seharusnya, mau sekali; paripaos: peribahasa, ungkapan; paripeksa : terpaksa, seharusnya; paripolah : bertingkah polah; paripuja: penghormatan; paripurna : paripurna, sempurna, pensiun; paritrana : pertolongan, perlindungan; paritustha : senang, girang, puas; pariwanda : penghinaan, celaan; pariwara : berita, warta; paripasa : paksa

seperti di kutip dari https://arifiantz.wordpress.com

pasang : 1 pasang, memasang; 2 pasang surut; pasang aliman tabé : mohon ijin, permisi; pasangan : 1 pasangan, jodoh; 2 pasangan dalam huruf Jawa untuk mematikan huruf di depannya; pasang angkuh : sombong, congkak; pasang gendéra : mengibarkan bendera ; pasang giri : sayembara; pasangliring : mengerling, menjeling; pasang grahita (-cipta) : menggunakan indra; pasang rakit : susunan, struktur, pengaturan; pasang ulat : menggunakan bahasa simbol; pasang semu : menggunakan bahasa simbol; pasang walat : mengenakan tulaknya

seperti di kutip dari https://arifiantz.wordpress.com

salah : salah; salah cipta : salah cipta; salah deleng : salah lihat; salah éndah : salah tingkah, berbuat yang tidak perlu; salah gawé : salah kerja; salah gemèn : suka mencampuri urusan orang lain; salah graita : salah rasa; salah ilik: salah lihat; salah kapti : salah niat, salah tujuan; salah kardi : salah kerja; salah karya : salah kerja; salah kedadèn : salah kejadian, keliru; salah mangsa : salah iklim, salah musim; salah pandeleng : salah lihat; salah siji : salah satu; salah surup : salah tahu; salah tampa : salah terima, salah paham; salah ton(en) : salah lihat; salah urat : salah urat, kesleo; salah wèwèng : menyeleweng

seperti di kutip dari https://arifiantz.wordpress.com

upa : sebutir nasi; upaboga : mencari makan, kelezatan, kenikmatan; upadamel: pekerjaan, kegiatan; upadana: pemberian; upadrawa: kesusahan kesengsaraan; upagawé : pekerjaan, kegiatan; upajati : nama tembang gedhe; upajiwa: penghasilan, penghidupan, nafkah, rezeki; upajiwana : nafkah, rezeki; upakara : merawat, memelihara; upakarti : 1 hasil kerja, karya; 2 penghargaan; upakarya : hasil kerja, karya; upakawis (dipun-) : (ing.) dipelihara, dirawat; upaksama: ampun, maaf; upalabi: pendapat, pengertian, pemilikan; upalamba : pendapat, pengertian, pemilikan; uparengga: perhiasan, hiasan; uparukti: pasang rakit, merakit; upasadana : penghormatan, penghargaan; upasaka: calon pendita; upasama : sabar, rendah hati; upasanta: sabar, rendah hati; upasantwa: penghibur; upasraya: minta pertolongan, bantuan; upasuba: hiasan untuk penghormatan; upawada: kemarahan, celaan


Baca juga :

adi : cantik, indah; ngadi-adi : rewel, nakal, banyak tingkah; adibusana : pakaian yang indah; adidaya : lebih berkuasa; adigang : menyombongkan kekuatan; adiguna : menyombongkan kepandaian; adigung : menyombongkan kebesaran; adikara : berwibawa, berkuasa; adilaga : perang; adiluhung : agung, anggun, bernilai lebih; adiluwih : lebih; adimuka : penguasa, pembesar; adinegara : negara yang lebih baik; adipati : bupati, vatsal; adiraga : bersolek, berhias; adiraja : pemaaf, pemurah; adiwarna : jenis yang lebih baik; adiwignya : orang pandai

seperti di kutip dari https://kepalsemesta.wordpress.com

kala : 1 waktu, zaman; 2 kala (binatang); 3 nama dewa (Batara Kala); kala bénjing : besuk pagi; kala jengking : kalajengking; kalabendu : jaman yang buruk; kalabusana : seperangkat pakaian kebesaran; kalacakra : jenis jimat; kaladésa : perangkat desa; kaladuta : alamat buruk; kalakatha : ketam, kepiting; kalamangga : laba-laba; kala mangsa : kadang-kadang; kalamenjé : sejenis kala; kalamenjing : jakun; kalamenta : nama rumput; kalamudheng : nama perhitungan pencuri; kalanjana : nama rumput; kalan-kalan : kadang-kadang; kalandara : matahari; kalantara : sejenis buah petai; kalasangka : terompet sangkakala; kalawasana: akhir zaman; kalawija : abdi di istana; kalayuga, kaliyuga : zaman kaliyuga, zaman kesengsaraan

seperti di kutip dari https://kepalsemesta.wordpress.com

kami : kami; kamibocahen : kekanak-kanakan; kamigilan : sangat jijik; kamijara : serai; kamijijèn : jijik sekali; kamikakon : kejang, kaku; kamikekelen : tertawa terpingkal-pingkal; kamilurusen : bertambah sedih lalu mati; kamipurun : sangat mau; kamirahan : kemurahan; kamirurusen : bertambah sedih lalu mati; kamisandhanen : sakit pada payudara; kamisasaten : terbeliak matanya; kamisepuh : kepala desa; kamisesegan : tersedan-sedan (menangis); kamitégan : tega, sampai hati; kamitenggengen : melihat tertegun; kamitigan : masak belum waktunya; kamitontonen : tertegun, heran melihat; kamituwa : kepala dusun; kamiwelasen : kasih sayang, perhatian

seperti di kutip dari https://kepalsemesta.wordpress.com

maha : maha, tinggi; maha agung : maha agung; maha bala : kuat, perkasa sekali; maha bara : tidak lazim, mustahil; mahabaya : bahaya besar; mahaguru : mahaguru, guru besar; maha kuwasa : maha kuasa; maha luhur : maha luhur; maha mulya : maha mulia; mahamuni : pendita; maha pawitra: suci, luhur; maha prana : huruf besar pada huruf Jawa; maharaja: raja besar; maharatna : manikam; maharesmi : bulan; maharja : selamat; maharsi : maharesi; mahasiswa : siswa di perguruan tinggi; maha suci: maha suci; mahasura: pemberani,

seperti di kutip dari https://kepalsemesta.wordpress.com

pari : 1 padi; 2 hal, mengenai; paribasan : peribahasa; paribawa : wibawa, pengaruh; paributa : dihina, dihinakan; paricara : abdi, hamba (laki-laki); paricari : abdi perempuan; parigraha : 1 rumah; 2 istri, suami; 3 menyentuh; parihasa : penghinaan, celaan; parikena : cocok, berkenan; parikrama : sambutan, penghormatan; parikudu : mau sekali, seharusnya; parimaha : besar; parimarma, parimirma : kemurahan, belas kasih; paripadu : seharusnya, mau sekali; paripaos: peribahasa, ungkapan; paripeksa : terpaksa, seharusnya; paripolah : bertingkah polah; paripuja: penghormatan; paripurna : paripurna, sempurna, pensiun; paritrana : pertolongan, perlindungan; paritustha : senang, girang, puas; pariwanda : penghinaan, celaan; pariwara : berita, warta; paripasa : paksa

seperti di kutip dari https://kepalsemesta.wordpress.com

pasang : 1 pasang, memasang; 2 pasang surut; pasang aliman tabé : mohon ijin, permisi; pasangan : 1 pasangan, jodoh; 2 pasangan dalam huruf Jawa untuk mematikan huruf di depannya; pasang angkuh : sombong, congkak; pasang gendéra : mengibarkan bendera ; pasang giri : sayembara; pasangliring : mengerling, menjeling; pasang grahita (-cipta) : menggunakan indra; pasang rakit : susunan, struktur, pengaturan; pasang ulat : menggunakan bahasa simbol; pasang semu : menggunakan bahasa simbol; pasang walat : mengenakan tulaknya

seperti di kutip dari https://kepalsemesta.wordpress.com

salah : salah; salah cipta : salah cipta; salah deleng : salah lihat; salah éndah : salah tingkah, berbuat yang tidak perlu; salah gawé : salah kerja; salah gemèn : suka mencampuri urusan orang lain; salah graita : salah rasa; salah ilik: salah lihat; salah kapti : salah niat, salah tujuan; salah kardi : salah kerja; salah karya : salah kerja; salah kedadèn : salah kejadian, keliru; salah mangsa : salah iklim, salah musim; salah pandeleng : salah lihat; salah siji : salah satu; salah surup : salah tahu; salah tampa : salah terima, salah paham; salah ton(en) : salah lihat; salah urat : salah urat, kesleo; salah wèwèng : menyeleweng

seperti di kutip dari https://kepalsemesta.wordpress.com

upa : sebutir nasi; upaboga : mencari makan, kelezatan, kenikmatan; upadamel: pekerjaan, kegiatan; upadana: pemberian; upadrawa: kesusahan kesengsaraan; upagawé : pekerjaan, kegiatan; upajati : nama tembang gedhe; upajiwa: penghasilan, penghidupan, nafkah, rezeki; upajiwana : nafkah, rezeki; upakara : merawat, memelihara; upakarti : 1 hasil kerja, karya; 2 penghargaan; upakarya : hasil kerja, karya; upakawis (dipun-) : (ing.) dipelihara, dirawat; upaksama: ampun, maaf; upalabi: pendapat, pengertian, pemilikan; upalamba : pendapat, pengertian, pemilikan; uparengga: perhiasan, hiasan; uparukti: pasang rakit, merakit; upasadana : penghormatan, penghargaan; upasaka: calon pendita; upasama : sabar, rendah hati; upasanta: sabar, rendah hati; upasantwa: penghibur; upasraya: minta pertolongan, bantuan; upasuba: hiasan untuk penghormatan; upawada: kemarahan, celaan


Baca juga :

adi : cantik, indah; ngadi-adi : rewel, nakal, banyak tingkah; adibusana : pakaian yang indah; adidaya : lebih berkuasa; adigang : menyombongkan kekuatan; adiguna : menyombongkan kepandaian; adigung : menyombongkan kebesaran; adikara : berwibawa, berkuasa; adilaga : perang; adiluhung : agung, anggun, bernilai lebih; adiluwih : lebih; adimuka : penguasa, pembesar; adinegara : negara yang lebih baik; adipati : bupati, vatsal; adiraga : bersolek, berhias; adiraja : pemaaf, pemurah; adiwarna : jenis yang lebih baik; adiwignya : orang pandai

seperti di kutip dari https://kepalsemesta.wordpress.com

kala : 1 waktu, zaman; 2 kala (binatang); 3 nama dewa (Batara Kala); kala bénjing : besuk pagi; kala jengking : kalajengking; kalabendu : jaman yang buruk; kalabusana : seperangkat pakaian kebesaran; kalacakra : jenis jimat; kaladésa : perangkat desa; kaladuta : alamat buruk; kalakatha : ketam, kepiting; kalamangga : laba-laba; kala mangsa : kadang-kadang; kalamenjé : sejenis kala; kalamenjing : jakun; kalamenta : nama rumput; kalamudheng : nama perhitungan pencuri; kalanjana : nama rumput; kalan-kalan : kadang-kadang; kalandara : matahari; kalantara : sejenis buah petai; kalasangka : terompet sangkakala; kalawasana: akhir zaman; kalawija : abdi di istana; kalayuga, kaliyuga : zaman kaliyuga, zaman kesengsaraan

seperti di kutip dari https://kepalsemesta.wordpress.com

kami : kami; kamibocahen : kekanak-kanakan; kamigilan : sangat jijik; kamijara : serai; kamijijèn : jijik sekali; kamikakon : kejang, kaku; kamikekelen : tertawa terpingkal-pingkal; kamilurusen : bertambah sedih lalu mati; kamipurun : sangat mau; kamirahan : kemurahan; kamirurusen : bertambah sedih lalu mati; kamisandhanen : sakit pada payudara; kamisasaten : terbeliak matanya; kamisepuh : kepala desa; kamisesegan : tersedan-sedan (menangis); kamitégan : tega, sampai hati; kamitenggengen : melihat tertegun; kamitigan : masak belum waktunya; kamitontonen : tertegun, heran melihat; kamituwa : kepala dusun; kamiwelasen : kasih sayang, perhatian

seperti di kutip dari https://kepalsemesta.wordpress.com

maha : maha, tinggi; maha agung : maha agung; maha bala : kuat, perkasa sekali; maha bara : tidak lazim, mustahil; mahabaya : bahaya besar; mahaguru : mahaguru, guru besar; maha kuwasa : maha kuasa; maha luhur : maha luhur; maha mulya : maha mulia; mahamuni : pendita; maha pawitra: suci, luhur; maha prana : huruf besar pada huruf Jawa; maharaja: raja besar; maharatna : manikam; maharesmi : bulan; maharja : selamat; maharsi : maharesi; mahasiswa : siswa di perguruan tinggi; maha suci: maha suci; mahasura: pemberani,

seperti di kutip dari https://kepalsemesta.wordpress.com

pari : 1 padi; 2 hal, mengenai; paribasan : peribahasa; paribawa : wibawa, pengaruh; paributa : dihina, dihinakan; paricara : abdi, hamba (laki-laki); paricari : abdi perempuan; parigraha : 1 rumah; 2 istri, suami; 3 menyentuh; parihasa : penghinaan, celaan; parikena : cocok, berkenan; parikrama : sambutan, penghormatan; parikudu : mau sekali, seharusnya; parimaha : besar; parimarma, parimirma : kemurahan, belas kasih; paripadu : seharusnya, mau sekali; paripaos: peribahasa, ungkapan; paripeksa : terpaksa, seharusnya; paripolah : bertingkah polah; paripuja: penghormatan; paripurna : paripurna, sempurna, pensiun; paritrana : pertolongan, perlindungan; paritustha : senang, girang, puas; pariwanda : penghinaan, celaan; pariwara : berita, warta; paripasa : paksa

seperti di kutip dari https://kepalsemesta.wordpress.com

pasang : 1 pasang, memasang; 2 pasang surut; pasang aliman tabé : mohon ijin, permisi; pasangan : 1 pasangan, jodoh; 2 pasangan dalam huruf Jawa untuk mematikan huruf di depannya; pasang angkuh : sombong, congkak; pasang gendéra : mengibarkan bendera ; pasang giri : sayembara; pasangliring : mengerling, menjeling; pasang grahita (-cipta) : menggunakan indra; pasang rakit : susunan, struktur, pengaturan; pasang ulat : menggunakan bahasa simbol; pasang semu : menggunakan bahasa simbol; pasang walat : mengenakan tulaknya

seperti di kutip dari https://kepalsemesta.wordpress.com

salah : salah; salah cipta : salah cipta; salah deleng : salah lihat; salah éndah : salah tingkah, berbuat yang tidak perlu; salah gawé : salah kerja; salah gemèn : suka mencampuri urusan orang lain; salah graita : salah rasa; salah ilik: salah lihat; salah kapti : salah niat, salah tujuan; salah kardi : salah kerja; salah karya : salah kerja; salah kedadèn : salah kejadian, keliru; salah mangsa : salah iklim, salah musim; salah pandeleng : salah lihat; salah siji : salah satu; salah surup : salah tahu; salah tampa : salah terima, salah paham; salah ton(en) : salah lihat; salah urat : salah urat, kesleo; salah wèwèng : menyeleweng

seperti di kutip dari https://kepalsemesta.wordpress.com

upa : sebutir nasi; upaboga : mencari makan, kelezatan, kenikmatan; upadamel: pekerjaan, kegiatan; upadana: pemberian; upadrawa: kesusahan kesengsaraan; upagawé : pekerjaan, kegiatan; upajati : nama tembang gedhe; upajiwa: penghasilan, penghidupan, nafkah, rezeki; upajiwana : nafkah, rezeki; upakara : merawat, memelihara; upakarti : 1 hasil kerja, karya; 2 penghargaan; upakarya : hasil kerja, karya; upakawis (dipun-) : (ing.) dipelihara, dirawat; upaksama: ampun, maaf; upalabi: pendapat, pengertian, pemilikan; upalamba : pendapat, pengertian, pemilikan; uparengga: perhiasan, hiasan; uparukti: pasang rakit, merakit; upasadana : penghormatan, penghargaan; upasaka: calon pendita; upasama : sabar, rendah hati; upasanta: sabar, rendah hati; upasantwa: penghibur; upasraya: minta pertolongan, bantuan; upasuba: hiasan untuk penghormatan; upawada: kemarahan, celaan


Baca juga :

Posisinya dalam kebudayaan Asia Selatan dan Asia Tenggara mirip dengan posisi bahasa Latin dan Yunani di Eropa. Bahasa Sanskerta berkembang menjadi banyak bahasa-bahasa modern di anakbenua India. Bahasa ini muncul dalam bentuk pra-klasik sebagai bahasa Weda. Yang terkandung dalam kitab Rgweda merupakan fase yang tertua dan paling arkhais. Teks ini ditarikhkan berasal dari kurang lebih 1700 SM dan bahasa Sanskerta Weda adalah bahasa Indo-Arya yang paling tua ditemui dan salah satu anggota rumpun bahasa Indo-Eropa yang tertua.

seperti di kutip dari https://lombokmusic.wordpress.com

Ketika istilah bahasa Sanskerta muncul di India, bahasa ini tidaklah dipandang sebagai sebuah bahasa yang berbeda dari bahasa-bahasa lainnya, namun terutama sebagai bentuk halus atau berbudaya dalam berbicara. Pengetahuan akan bahasa Sanskerta merupakan sebuah penanda kelas social dan bahasa ini terutama diajarkan kepada anggota kasta-kasta tinggi, melalui analisis saksama para tatabahasawan Sanskerta seperti Pāṇini. Bahasa Sanskerta sebagai bahasa terpelajar di India berada di samping bahasa-bahasa Prakreta yang merupakan bahasa rakyat dan akhirnya berkembang menjadi bahasa-bahasa Indo-Arya modern (bahasa Hindi, bahasa Assam, bahasa Urdu, Bengali dan seterusnya). Kebanyakan bahasa Dravida dari India, meski merupakan bagian rumpun bahasa yang berbeda, mereka sangat dipengaruhi bahasa Sanskerta, terutama dalam bentuk kata-kata pinjaman.

seperti di kutip dari https://lombokmusic.wordpress.com

adi : cantik, indah; ngadi-adi : rewel, nakal, banyak tingkah; adibusana : pakaian yang indah; adidaya : lebih berkuasa; adigang : menyombongkan kekuatan; adiguna : menyombongkan kepandaian; adigung : menyombongkan kebesaran; adikara : berwibawa, berkuasa; adilaga : perang; adiluhung : agung, anggun, bernilai lebih; adiluwih : lebih; adimuka : penguasa, pembesar; adinegara : negara yang lebih baik; adipati : bupati, vatsal; adiraga : bersolek, berhias; adiraja : pemaaf, pemurah; adiwarna : jenis yang lebih baik; adiwignya : orang pandai

seperti di kutip dari https://lombokmusic.wordpress.com

kala : 1 waktu, zaman; 2 kala (binatang); 3 nama dewa (Batara Kala); kala bénjing : besuk pagi; kala jengking : kalajengking; kalabendu : jaman yang buruk; kalabusana : seperangkat pakaian kebesaran; kalacakra : jenis jimat; kaladésa : perangkat desa; kaladuta : alamat buruk; kalakatha : ketam, kepiting; kalamangga : laba-laba; kala mangsa : kadang-kadang; kalamenjé : sejenis kala; kalamenjing : jakun; kalamenta : nama rumput; kalamudheng : nama perhitungan pencuri; kalanjana : nama rumput; kalan-kalan : kadang-kadang; kalandara : matahari; kalantara : sejenis buah petai; kalasangka : terompet sangkakala; kalawasana: akhir zaman; kalawija : abdi di istana; kalayuga, kaliyuga : zaman kaliyuga, zaman kesengsaraan

seperti di kutip dari https://lombokmusic.wordpress.com

kami : kami; kamibocahen : kekanak-kanakan; kamigilan : sangat jijik; kamijara : serai; kamijijèn : jijik sekali; kamikakon : kejang, kaku; kamikekelen : tertawa terpingkal-pingkal; kamilurusen : bertambah sedih lalu mati; kamipurun : sangat mau; kamirahan : kemurahan; kamirurusen : bertambah sedih lalu mati; kamisandhanen : sakit pada payudara; kamisasaten : terbeliak matanya; kamisepuh : kepala desa; kamisesegan : tersedan-sedan (menangis); kamitégan : tega, sampai hati; kamitenggengen : melihat tertegun; kamitigan : masak belum waktunya; kamitontonen : tertegun, heran melihat; kamituwa : kepala dusun; kamiwelasen : kasih sayang, perhatian

seperti di kutip dari https://lombokmusic.wordpress.com

maha : maha, tinggi; maha agung : maha agung; maha bala : kuat, perkasa sekali; maha bara : tidak lazim, mustahil; mahabaya : bahaya besar; mahaguru : mahaguru, guru besar; maha kuwasa : maha kuasa; maha luhur : maha luhur; maha mulya : maha mulia; mahamuni : pendita; maha pawitra: suci, luhur; maha prana : huruf besar pada huruf Jawa; maharaja: raja besar; maharatna : manikam; maharesmi : bulan; maharja : selamat; maharsi : maharesi; mahasiswa : siswa di perguruan tinggi; maha suci: maha suci; mahasura: pemberani, pahlawan; maha atma, mahatma : jiwa besar; maha wikan : maha mengetahui

seperti di kutip dari https://lombokmusic.wordpress.com

mata : mata, netra; mata deruk: jenis rumah adat tradisional; mata dhuwiten : mata duitan; mata éra : bolongan keranjang; mata itik : jenis rumah adat tradisional; mata iwak : nama tumbuhan; mata kucing : sebangsa damar; mata lélé : tumbuh daun (tembakau); mata loro : membela musuh, intelijen; mata-mata, mata pita, mata pitaya : intelijen; mata sapi : telur ceplok; mata walangen : silau sebab terlalu lama memandang; mata walikan : nama anyaman; mata yuyu : selalu ingin menangis

seperti di kutip dari https://lombokmusic.wordpress.com

nir : tidak, bebas; niradara: tidak dengan sopan, kurang ajar; nirantara: tidak berapa lama lewat, sebentar; nirasa : tidak enak, tak ada rasanya; nirsraya : melajang, tidak kawin, membujang; nirbawa: tak berwibawa; nirbaya: tidak bahagia; nirbaya, nirbita : lepas dari mara bahaya; nirdaya : hilang tenaga; nirdon : tiada hasilnya, gagal, urung, tak berguna; nirmala : selamat, lepas dari kecelakaan; nirwèsthi: tidak takut bahaya; nirwikara: tak berubah, tabah, berani

seperti di kutip dari https://lombokmusic.wordpress.com

para : 1 bagi; 2 para; paracampah: suka mencela, menghina; paracidra : pengkhianat, pendusta; paradata : jaksa; parahita : berguru, mengabdi; parajaya : salah, kalah; parakarta : selamat, sehat; parakasak: pemberian, hadiah; parakirna : buah-buahan pohon; parakrama : kawin, menikah; paranyai : abdi wanita di istana; parapadu : sengketa, berselisih; parasama : pilih kasih; parasatya : teman; paratantang : suka menantang, suka berkelahi; parawadulan : juru sandi; parawanten : sesajian

seperti di kutip dari https://lombokmusic.wordpress.com

pari : 1 padi; 2 hal, mengenai; paribasan : peribahasa; paribawa : wibawa, pengaruh; paributa : dihina, dihinakan; paricara : abdi, hamba (laki-laki); paricari : abdi perempuan; parigraha : 1 rumah; 2 istri, suami; 3 menyentuh; parihasa : penghinaan, celaan; parikena : cocok, berkenan; parikrama : sambutan, penghormatan; parikudu : mau sekali, seharusnya; parimaha : besar; parimarma, parimirma : kemurahan, belas kasih; paripadu : seharusnya, mau sekali; paripaos: peribahasa, ungkapan; paripeksa : terpaksa, seharusnya; paripolah : bertingkah polah; paripuja: penghormatan; paripurna : paripurna, sempurna, pensiun; paritrana : pertolongan, perlindungan; paritustha : senang, girang, puas; pariwanda : penghinaan, celaan; pariwara : berita, warta; paripasa : paksa

seperti di kutip dari https://lombokmusic.wordpress.com

pasang : 1 pasang, memasang; 2 pasang surut; pasang aliman tabé : mohon ijin, permisi; pasangan : 1 pasangan, jodoh; 2 pasangan dalam huruf Jawa untuk mematikan huruf di depannya; pasang angkuh : sombong, congkak; pasang gendéra : mengibarkan bendera ; pasang giri : sayembara; pasangliring : mengerling, menjeling; pasang grahita (-cipta) : menggunakan indra; pasang rakit : susunan, struktur, pengaturan; pasang ulat : menggunakan bahasa simbol; pasang semu : menggunakan bahasa simbol; pasang walat : mengenakan tulaknya

seperti di kutip dari https://lombokmusic.wordpress.com

salah : salah; salah cipta : salah cipta; salah deleng : salah lihat; salah éndah : salah tingkah, berbuat yang tidak perlu; salah gawé : salah kerja; salah gemèn : suka mencampuri urusan orang lain; salah graita : salah rasa; salah ilik: salah lihat; salah kapti : salah niat, salah tujuan; salah kardi : salah kerja; salah karya : salah kerja; salah kedadèn : salah kejadian, keliru; salah mangsa : salah iklim, salah musim; salah pandeleng : salah lihat; salah siji : salah satu; salah surup : salah tahu; salah tampa : salah terima, salah paham; salah ton(en) : salah lihat; salah urat : salah urat, kesleo; salah wèwèng : menyeleweng

seperti di kutip dari https://lombokmusic.wordpress.com

upa : sebutir nasi; upaboga : mencari makan, kelezatan, kenikmatan; upadamel: pekerjaan, kegiatan; upadana: pemberian; upadrawa: kesusahan kesengsaraan; upagawé : pekerjaan, kegiatan; upajati : nama tembang gedhe; upajiwa: penghasilan, penghidupan, nafkah, rezeki; upajiwana : nafkah, rezeki; upakara : merawat, memelihara; upakarti : 1 hasil kerja, karya; 2 penghargaan; upakarya : hasil kerja, karya; upakawis (dipun-) : (ing.) dipelihara, dirawat; upaksama: ampun, maaf; upalabi: pendapat, pengertian, pemilikan; upalamba : pendapat, pengertian, pemilikan; uparengga: perhiasan, hiasan; uparukti: pasang rakit, merakit; upasadana : penghormatan, penghargaan; upasaka: calon pendita; upasama : sabar, rendah hati; upasanta: sabar, rendah hati; upasantwa: penghibur; upasraya: minta pertolongan, bantuan; upasuba: hiasan untuk penghormatan; upawada: kemarahan, celaan

Peristiwa puting beliung dan hujan es terjadi di sekitar Danau Tempe Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Puting beliung itu digolongkan sebagai belalai air alias waterspout. Kepala BPBD Kabupaten Wajo, Andi Alamsyah, yang dikonfirmasi detikcom mengungkapkan ada tiga kecamatan yang merasakan dinginnya butiran hujan es tersebut, yaitu Kecamatan Tempe, Sabbangparu, dan Tanasitolo meski titik yang paling ekstrem berada di Kecamatan Tempe. Dari fenomena alam tersebut, sejumlah asumsi bermunculan dari masyarakat, hingga ramai di perbincangkan di media sosial. Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar, Rizky Yudha, saat dihubungi detikcom menjelaskan soal fenomena alam ini. “Fenomena tersebut dinamakan waterspout, yaitu angin puting beliung yang dasarnya mencapai permukaan air,” kata Yudha, Selasa (27/2/2018). Waterspout dalam Bahasa Indonesia disebut sebagai ‘belalai air’. Selanjutnya Yudha memaparkan, fenomena ini berasal dari awan Cumulonimbus (Cb) yaitu sebuah awan vertikal yang menjulang tinggi hingga dapat mencapai ketinggian tropopause yaitu lapisan awan bagian paling atas. Kemudian awan (Cb) yang tumbuh secara intens dapat menimbulkan hujan deras, kilat/ petir, angin kencang, puting beliung dan hujan es. Pembentukan awan ini dapat disebabkan oleh faktor lokal yaitu pengaruh orografik (hujan pegunungan), proses konveksi (pemberian panas ke atas), dan faktor regional yakni angin Monsoon. Yudha juga menjelaskan cuaca untuk wilayah Wajo diperkirakan akan berganti musim pada bulan antara Maret-April. Waktu sekarang ini merupakan masa peralihan atau pancaroba yang berpeluang untuk tumbuhnya awan-awan Cb besar. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 16.30 WITA sore tadi, yang kemudian menjadi perbincangan hangat di sejumlah media sosial. Tampak indah dari kejauhan, pusaran angin ini berbentuk awan yang memutar dan menjulur dari langit. Ternyata belalai air ini merusak bangunan di sekitar Danau Tempe.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan Jakarta membutuhkan banyak Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan Ruang Terbuka Biru (RTB). Ia juga ingin danau maupun sungai di Ibu Kota bersih dari sampah. “Jadi di Jakarta memang harus memperbanyak RTH dan RTB, ruang terbuka hijau dan ruang terbuka biru karena keduanya dibutuhkan di Jakarta dan kami akan terus, bukan saja di danaunya tapi juga pembersihan di sungainya,” kata Anies di halaman Sekolah Exiss ABATA, Srengseng, Jakarta Barat, Rabu (27/2/2018). Menurutnya, danau yang bersih harus selaras dengan sungai atau waduk yang berada di aliran danau. “Pada akhirnya kalau mau memastikan bahwa danau bersih, bisa dipakai maka aliran air menuju danau kemudian situ waduk harus bersih dan mulai dari mana? Ya dari tempat aliran itu baik di hulu, di tengah maupun menjelang sampai ke danau,” paparnya. Terkait anggaran, Anies mengatakan sudah masuk dalam APBD 2018. “Ada (Anggarannya) di LK (Laporan Keuangan), itu yang nanti akan kami gunakan,” ujar Anies. Dilihat di situs apbd.jakarta.id, anggaran untuk pemeliharan sungai atau kali tercatat di sana. Jumlah anggarannya mencapai Rp 78 miliar.

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin meminta Presiden Joko Widodo membolehkan Ustaz Abu Bakar Ba’asyir mendapatkan perawatan kesehatan di RS Cipto Mangunkusumo. Presiden Jokowi pun disebut setuju terkait rencana tersebut. Hal ini dikatakan oleh Wasekjen MUI Tengku Zulkarnain. Tengku mengatakan permintaan itu direspons cepat Jokowi dengan memanggil Wakil Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). “Langsung direspons segera, saat itu juga Presiden langsung memanggil Wakil Kepala BNPT untuk menyelesaikan hal itu dengan segera,” kata Tengku saat dihubungi, Selasa (27/2/2018). Tengku mengetahui hal ini karena Ma’ruf Amin bercerita kepadanya. Selain itu, Ma’ruf Amin bercerita juga soal Jokowi yang meminta Ba’asyir diangkut menggunakan helikopter dari Lapas Gunung Sindur ke RSCM. Tengku memandang respons yang ditunjukkan Jokowi sebagai wujud kepedulian terhadap HAM. Dia berharap rencana pengobatan Ba’asyir tak terbentur birokrasi. “(Waktunya) Harusnya segera. Bahkan harus disediakan helikopter kalau perlu untuk mengangkut beliau. Sebegitu Presiden Jokowi ngomong begitu. Hebat juga ya kalau presiden sepeduli itu dengan HAM, saya harap ya anak buah di bawah kalau benar ini perintah Pak Jokowi, harusnya lincah. Mengimbangi gerakan presiden ini. Presiden lincah, yang di bawah juga harus lincah,” ungkapnya. Tengku berharap Ba’asyir dapat diperbolehkan berobat dan pulang ke rumah. Dia mengambil contoh mantan Bupati Kutai Kertanegara Syaukani Hasan Rais yang mendapatkan grasi pada masa Presiden ke-5 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Syaukani diberikan grasi pada 17 Agustus 2010 atas dasar sudah sakit parah. “Saya pikir kalau Ustaz Abu Bakar Ba’asyir, yang tahu tentu dokter ya. Kalau dokter mengatakan sudah parah, demi hukum semestinya Ustaz Abu Bakar Ba’asyir ya harus pulang. Itu kan demi hukum karena kemanusiaan. Itu sudah tertulis dalam konstitusi kita jadi tidak mungkin dilanggar. Kita kan negara hukum. Tapi dokter yang tahu hal ini,” ungkapnya. Anak ketiga Ba’asyir, Abdul Rohim Baasyir, menceritakan kondisi ayahnya yang mengalami pembengkakan di kaki. Pihak dokter yang merawat terpidana kasus terorisme itu memberikan kaos kaki khusus agar pembengkakan kaki dapat diminimalisir. “Kemudian oleh dokter, karena ada penumpukan air di kaki, diberi kaos kaki khusus. Agar kakinya tak bengkak. Sekarang kakinya sudah tak terlalu bengkak karena kaos kaki itu. Memang butuh perawatan intensif,” ucap Abdul.

Beberapa orang berseragam dinas Pemprov DKI Jakarta mengecek lokasi PKL berspanduk OK OCE di Jalan Adityawarman I dan Jalan Sunan Ampel, Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Mereka terlihat berbicara dengan beberapa PKL. Mereka tampak memantau kegiatan pencopotan spanduk OK OCE yang terpasang di puluhan lapak PKL. Setelah berbincang dengan para PKL, beberapa orang berpakaian dinas itu langsung menuju dua mobil minibus yang terparkir di pinggir jalan dan meninggalkan lokasi. [Gambas:Video 20detik] Salah satu perempuan berpakaian dinas Pemprov DKI Jakarta enggan memberi pernyataan ketika dihampiri detikcom . “Tanya ke Kasudin UKM Jakarta Selatan saja,” kata perempuan itu di Jl Adityawarman, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (27/2/2018). PKL Berspanduk OK OCE Buka Lapak di Trotoar Jaksel (Dyah Paramita Saraswati/detikcom) Setelah orang-orang yang berpakaian dinas Pemprov DKI Jakarta itu pergi, para PKL kembali melanjutkan aktivitasnya berjualan di trotoar. Mereka tidak lagi memasang spanduk OK OCE. “(Penertiban, red) nggak ada, katanya mau dibina,” imbuh Bahsan. Dimintai konfirmasi detikcom , Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan DKI Jakarta Irwandi menyebut jajarannya datang meninjau PKL di lokasi tersebut. Dialah yang menginstruksikan agar spanduk OK OCE itu diturunkan. “Bukan itu, jadi ini bukan kita. Itu kita lagi akan turunin itu. Sepertinya preman, supaya dapat legalitas supaya dilegalkan dia pakai OK OCE. Nggak bilang, bukan saya,” kata Irwandi saat dihubungi detikcom , Selasa (27/2). “Banyak sekarang pemain PKL, pakai OK OCE buat camat dan lurah takut. Kalau kita, ditertibin aja ,” sambungnya.

Wasekjen Partai Gerindra Andre Rosiade menantang Presiden Joko Widodo adu lari dengan sang Ketua Umum, Prabowo Subianto. Tantangan itu untuk menepis isu yang menyebut Prabowo merasa tua untuk maju dalam kontestasi Pilpres 2019. “Pak Prabowo sehat sekali. Masih kuat lari. Kalau mau tes, kita bikin tantangan adu lari antara Jokowi dan Prabowo,” kata Andre kepada wartawan, Selasa (27/2/2018). Menurutnya, Prabowo tak memiliki kekhawatiran soal usia atau kesehatan. Hingga kini, belum adanya deklarasi Prabowo maju sebagai capres semata-mata untuk melihat keinginan masyarakat terlebih dahulu. “Pak Prabowo menyatakan bahwa beliau ingin melihat keinginan masyarakat dulu. Bukan hanya sebatas polling-polling -an,” ujar Andre. Yang jelas, lanjutnya, seluruh kader Partai Gerindra sudah bulat memajukan Prabowo sebagai capres. Andre menyebut Gerindra menginginkan ada rematch Jokowi vs Prabowo. “Seluruh kader menginginkan beliau untuk maju kembali di Pilpres 2019. Pak Prabowo akan maju sebagai capres. Kita ingin ada rematch ,” sambungnya. Soal Prabowo merasa tua ini sebelumnya disampaikan Ketua DPD Gerindra Banten Desmond Junaidi Mahesa saat mendeklarasikan pengusungan kembali Prabowo Subianto sebagai calon presiden di Pilpres 2019. Meski mendapat mandat, Prabowo disebut-sebut masih mempertimbangkan sejumlah hal sebelum memutuskan maju. Desmond mengatakan salah satu faktor yang dipertimbangkan Prabowo sebelum memutuskan kembali maju di Pilpres 2019 ialah usia. Prabowo disebut merasa terlalu tua untuk kontestasi pemilihan presiden mendatang. “Beliau terima kasih tapi merasa sudah tua, tapi akan memikirkan. Bahasa yang kami pahami adalah kesehatan kurang, memaksakan diri, itu yang kami pahami di DPP,” kata Desmond di Serang, Banten, Sabtu (24/2).

Lokasi Rian Riana (35) yang mengaku diserang dan disetrum orang misterius cukup sepi. Pada saat malam kejadian itu lampu penerangan jalan umum tidak menyala. Jarak tempat kejadian dengan Masjid Nurul Iman sekitar 20 meter. Rian waktu itu selesai mengajar ngaji di masjid tersebut. Area pemukiman warga tidak begitu jauh. “Biasanya terang, tapi sekarang lampunya mati belum diperbaiki jadi kondisinya gelap,” ujar, Lia warga setempat, saat ditemui di sekitar tempat kejadian, Dusun Cimarongmong, Desa Darmacaang, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Selasa (27/2/2018). Rian mengaku dianiaya orang tak dikenal pada Senin (26/2) malam, sekitar pukul 20.30 WIB. Menurut Lia, orang yang kali pertama melihat Rian sudah tergeletak yakni Kuryaman, ketua RT setempat. “Katanya sebelum pulang, setelah dari masjid, Rian ke rumah saudaranya untuk mengajak piket ke kantor desa,” ujar Lia. Ketua RT Kuryaman menceritakan soal yang diketahuinya pada malam kemarin. “Tiba-tiba terdengar suara merintih seperti kesakitan. Ternyata Rian sudah tergeletak,” ujar Kuryaman saat ditemui di lokasi kejadian. Di tempat inilah seorang guru ngaji, Rian Riana (35), mengaku disetrum dan dianiaya orang tak dikenal. (Foto: Dadang Hermansyah/detikcom) Menurut Kuryaman, tempat kejadian memang cukup gelap. Namun tubuh Rian masih terlihat karena memakai baju putih. Dia langsung memeluk dan membangunkan Rian yang terkapar. “Saya bangunkan sambil meminta tolong, Rian masih bisa berdiri cuma tubuhnya seperti kaku. Dia mengaku ada yang memukul dari belakang, sampai tidak bisa bergerak,” tutur Kuryaman. “Setelah kejadian tidak terdengar ada suara motor atau kendaraan lain. Pelaku diduga melarikan diri ke area sawah,” katanya menambahkan. Setelah kejadian, warga setempat sempat akan memburu sosok misterius itu. Namun tidak ada warga yang menemukan jejaknya. “Kami akan meningkatkan siskamling agar kejadian seperti ini tidak terluang,” ujar Kuryaman.

Ketua DPRD Lampung Tengah Achmad Junaidi Sunardi dipanggil penyidik KPK berkaitan dengan kasus suap dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Tengah ke DPRD Lampung Tengah. Achmad bakal dimintai keterangan sebagai saksi. “Dipanggil sebagai saksi untuk tersangka JNS (J Natalis Sinaga)” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Senin (26/2/2018). Selain itu, ada 3 anggota DPRD lainnya yang dipanggil sebagai saksi, antara lain Riagus Ria, Joni Hardito, dan Raden Zugiri. Riagus dan Joni merupakan Wakil Ketua DPRD Lampung Tengah, sedangkan Raden adalah anggota DPRD Lampung Tengah. “Ketiganya juga dipanggil sebagai saksi untuk tersangka JNS,” imbuh Febri. Kasus ini berawal dari rangkaian operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK berkaitan dengan pinjaman daerah APBD Lampung Tengah 2018. Bermula dari kebutuhan Pemkab Lampung akan pinjaman daerah berupa surat pernyataan yang harus ditandatangani dengan DPRD Lampung Tengah. Namun, DPRD Lampung Tengah disebut meminta adanya fee yang diduga KPK sebesar Rp 1 miliar untuk mendapatkan persetujuan atau tanda tangan surat pernyataan tersebut. Atas perkara tersebut, KPK pun menetapkan 3 orang tersangka yaitu Wakil Ketua DPRD Lampung Tengah J Natalis Sinaga, anggota DPRD Lampung Tengah Rusliyanto, dan Kepala Dinas Bina Marga Lampung Tengah Taufik Rahman. Menyusul kemudian KPK menangkap Bupati Lampung Tengah Mustafa yang–setelah diperiksa 1×24 jam– juga ditetapkan sebagai tersangka. Mustafa diduga memberikan arahan pada Taufik untuk memberikan suap ke Natalis dan Rusliyanto.

Wali Kota Bogor Bima Arya langsung mengunjungi Mapolsek Citeureup sepulang menunaikan ibadah umrah di Tanah Suci Mekah. Bima Arya hendak mengunjungi pelempar rombongan bus yang ditumpanginya saat hendak berangkat umrah. Bima Arya bersama istri, Yane Ardian, tiba di Mapolsek Citeureup, Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (27/2/2018). Dia langsung diterima Kapolsek Citeureup Kompol Darwan. “Untuk proses hukum (terhadap kelima pelaku), saya serahkan sepenuhnya kepada kepolisian sesuai dengan aturan berlaku. Ini kewenangan kepolisian. Tentunya kepolisian punya prosedur hukum yang harus dijalani. Kita hormati hukum, kita tegakkan hukum. Kalau soal maaf, kami sudah memaafkan,” katanya. Bima Arya mengatakan perbuatan penyerangan bus rombongannya tidak dapat dibenarkan. Perbuatan tersebut membahayakan orang lain. “Mereka menyesal, mereka tahu itu salah. Ini bukan tentang Bima Arya, bukan tentang keluarga, bukan tentang orang per orang. Ini untuk ketertiban umum dan penegakan hukum,” ujarnya. “Mudah-mudahan ini menjadi pelajaran untuk semua suporter apa pun. Kalau bola ya bola, olahraga ya olahraga. Harus menyehatkan, membanggakan, dan mempersatukan serta jangan anarkistis,” imbuhnya. Sementara itu, Kapolsek Citeureup Kompol Darwan menyatakan proses hukum terhadap pelaku tetap berjalan sesuai dengan aturan berlaku meski sudah ada perdamaian antara pelaku dan pelapor. “Tapi kami harus lihat dulu perubahan para pelaku ini seperti apa. Karena memang kasus ini bukan delik aduan. Kami juga harus mempertimbangkan musyawarah perdamaian yang mereka sudah buat,” jelas Kompol Darwan. Kepada Bima, para pelaku mengaku menyesali perbuatannya dan meminta maaf. Mereka mengaku menyerang bus rombongan umrah Bima Arya karena dikira rombongan Jak Mania. “Kami menyesal, kami minta maaf. Kemarin kami balas dendam karena waktu itu pernah diserang. Kami berjanji tidak akan mengulangi lagi,” ujar YS, salah satu pelaku. Sebelumnya, bus rombongan umrah yang ditumpangi Bima Arya dan keluarga dilempari batu oleh sekelompok pria saat melintas di Tol Jagorawi Km 27 Citeureup, Bogor, pada Sabtu (17/2). Polisi, yang bergerak setelah mendapat laporan, kemudian berhasil mengamankan lima pelaku penyerangan di beberapa lokasi.

Related Posts

Comments are closed.