‘Batman’ Karung Goni Penerobos Satbrimob Sulteng Akan Dites Kejiwaan

‘Batman’ Karung Goni Penerobos Satbrimob Sulteng Akan Dites Kejiwaan

Pria berinisial J alias Jams alias Acong menerobos ke dalam Markas Komando Satbrimob Polda Sulteng dengan memakai kostum ‘Batman’ karung goni. Acong akan menjalani tes kejiwaan. Plt Kabid Humas Polda Sulteng AKBP Hery Murwono mengatakan Acong kini menjalani pemeriksaan di Polres Palu. “Yang bersangkutan diserahkan ke Polres Palu untuk diperiksa lebih lanjut,” kata Hery saat dihubungi, Rabu (28/2/2018) malam. Menurut Hery, pihak keluarga menyatakan Acong mengalami gangguan kejiwaan karena masalah warisan. “Cuma dilatarbelakangi cekcok dengan keluarganya di Manado. Cuma memang hasil pemeriksaan dari keluarganya, yang bersangkutan kurang waras,” ujarnya. Namun, kata Hery, hal tersebut harus dibuktikan melalui tes kejiwaan. Hasil pemeriksaan kesehatan mental dari dokter tersebut akan menjadi rujukan utama untuk pemberian sanksi pidana kepada Acong. “Ya kalau orangnya masuk ngumpet-ngumpet, bagaimana? Tapi kan kalau orang begitu, bagaimana pidananya tapi kan harus dicek kejiwaannya dulu, diminta keterangan dari dokter benar atau tidak,” tutur Hery. Hery juga tidak mengetahui alasan Acong mengenakan kostum ‘Batman’ karung goni. Dari gambar yang didapat detikcom, Acong mengenakan karung goni yang dibentuk rapi pada bagian baju dan celana. Di bagian tengah baju, tampak ada tali yang berfungsi seperti kancing. Di bagian dada kiri juga ada rajutan yang dibentuk menjadi tulisan “BRIMOB”. Sementara dada kanan terdapat tulisan “NURUL”. Tak hanya itu, Acong juga mengenakan tutup kepala dari goni di mana pada bagian atasnya ada semacam tanduk. “Dari hasil pengakuan yang bersangkutan, dia ingin masuk ke sana (Mako Satbrimob Polda Sulteng). Dia terobos penjagaan anggota pakai pakaian ‘Batman’ itu,” kata dia. “Ya iya, itu istilahnya mungkin punya talenta, keinginan, bakat, siapa yang tahu? Jadi sekarang sedang diminta keterangan dokter tentang tes kejiwaannya,” ungkap Hery. Acong hendak menerobos Mako Satbrimob Polda Sulteng pada Senin (26/2) lalu sekitar pukul 11.45 Wita. Warga Kota Palu ini mengaku mendapat bisikan untuk masuk ke Mako Satbrimob. Setelah itu, Acong sempat masuk ke kompleks asrama Brimob. Acong mengaku hanya ingin berteman dengan polisi dan mencari sensasi. Saat ini, Acong tengah jalani pemeriksaan intensif di Polres Palu.

Pria berinisial J alias Jams alias Acong menerobos ke dalam Markas Komando Satbrimob Polda Sulteng dengan memakai kostum ‘Batman’ karung goni. Acong akan menjalani tes kejiwaan. Plt Kabid Humas Polda Sulteng AKBP Hery Murwono mengatakan Acong kini menjalani pemeriksaan di Polres Palu. “Yang bersangkutan diserahkan ke Polres Palu untuk diperiksa lebih lanjut,” kata Hery saat dihubungi, Rabu (28/2/2018) malam. Menurut Hery, pihak keluarga menyatakan Acong mengalami gangguan kejiwaan karena masalah warisan. “Cuma dilatarbelakangi cekcok dengan keluarganya di Manado. Cuma memang hasil pemeriksaan dari keluarganya, yang bersangkutan kurang waras,” ujarnya. Namun, kata Hery, hal tersebut harus dibuktikan melalui tes kejiwaan. Hasil pemeriksaan kesehatan mental dari dokter tersebut akan menjadi rujukan utama untuk pemberian sanksi pidana kepada Acong. “Ya kalau orangnya masuk ngumpet-ngumpet, bagaimana? Tapi kan kalau orang begitu, bagaimana pidananya tapi kan harus dicek kejiwaannya dulu, diminta keterangan dari dokter benar atau tidak,” tutur Hery. Hery juga tidak mengetahui alasan Acong mengenakan kostum ‘Batman’ karung goni. Dari gambar yang didapat detikcom, Acong mengenakan karung goni yang dibentuk rapi pada bagian baju dan celana. Di bagian tengah baju, tampak ada tali yang berfungsi seperti kancing. Di bagian dada kiri juga ada rajutan yang dibentuk menjadi tulisan “BRIMOB”. Sementara dada kanan terdapat tulisan “NURUL”. Tak hanya itu, Acong juga mengenakan tutup kepala dari goni di mana pada bagian atasnya ada semacam tanduk. “Dari hasil pengakuan yang bersangkutan, dia ingin masuk ke sana (Mako Satbrimob Polda Sulteng). Dia terobos penjagaan anggota pakai pakaian ‘Batman’ itu,” kata dia. “Ya iya, itu istilahnya mungkin punya talenta, keinginan, bakat, siapa yang tahu? Jadi sekarang sedang diminta keterangan dokter tentang tes kejiwaannya,” ungkap Hery. Acong hendak menerobos Mako Satbrimob Polda Sulteng pada Senin (26/2) lalu sekitar pukul 11.45 Wita. Warga Kota Palu ini mengaku mendapat bisikan untuk masuk ke Mako Satbrimob. Setelah itu, Acong sempat masuk ke kompleks asrama Brimob. Acong mengaku hanya ingin berteman dengan polisi dan mencari sensasi. Saat ini, Acong tengah jalani pemeriksaan intensif di Polres Palu.

Bareskrim Polri bersama penyidik dari FBI merampungkan penggeledahan kapal super yacht Equanimity. Sayangnya, pada saat digeledah penyidik, pemilik kapal yang juga terdakwa korupsi USD 1 miliar asal Malaysia, Jho Low, tak ditemukan. “(Jho Low) Belum kita temukan,” kata Wadir Tipideksus Bareskrim Polri Kombes Daniel Silitonga saat dihubungi detikcom, Rabu (28/2/2018). Saat ditanya perihal negara mana yang sempat disinggahi oleh kapal Yacht sebelum ke Bali, Daniel menuturkan pihaknya akan perlu mengkaji log book-nya terlebih dahulu. Ia menuturkan, terkait hal itu pihaknya tidak bisa menyampaikan dalam waktu dekat. “Itu kita belum baca (log book) karena kita baru turun dari kapal. Jadi nanti biarkan anak-anak membaca dulu karena tebal sekali. Jadi tidak bisa dijelaskan dalam waktu dekat sebelum kita baca,” tuturnya. Seperti diketahui, kapal Yacht Rp 3,5 triliun itu diamankan di Pelabuhan Benoa, Bali, diketahui masuk sejak November 2017 lalu. Kapal ini telah mengunjungi 5 destinasi wisata di Indonesia. “(Kapal yacht sudah) ke wilayah perairan di Sorong, Raja Ampat, di NTT, NTB, Bali, dan Maluku,” ujar Agung di Bareskrim Polri, Gedung KKP, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (28/2). Yacht ini ditangkap pada Rabu (28/2) di perairan Tanjung Benoa, Bali. Di atas kapal tersebut ada sebanyak 34 orang yang turut diamankan. Yacht itu disebut terkait investigasi skandal korupsi lembaga investasi negara 1Malaysia Development Berhad (1MDB). 1MDB Malaysia tengah diselidiki terkait dugaan tindak pidana pencucian uang di sedikitnya 6 negara termasuk Amerika Serikat, Swiss, dan Singapura.

Related Posts

Comments are closed.