Baru Keluar Penjara, Suami di Aceh Ajak Istrinya Pesta Sabu

Baru Keluar Penjara, Suami di Aceh Ajak Istrinya Pesta Sabu

Polres Aceh Utara meringkus Id yang pesta sabu bersama istrinya, SS di rumahnya di Desa Matang Raya Barat, Kecamatan Baktiya, Aceh Utara, Aceh. Id yang diduga bandar sabu melarikan diri saat digerebek. “Petugas mendapat informasi jika suami dari SS itu mulai mengedarkan sabu. Padahal, suaminya berinisial Id itu baru keluar dari penjara setelah dua tahun divonis hakim kasus narkoba,” kata Kasat Narkoba Polres Aceh Utara, AKP Ildani Ilyas dalam keterangannya, Kamis (1/3/2018). Setelah adanya informasi demikian, Ildani bersama anggotanya langsung menyasar rumah pasangan tersebut. Saat diintai, ternyata pasangan itu sedang memakai sabu sambil membuat paket-paket barang haram itu untuk diedarkan. “Saat kita gerebek Senin malam lalu. Ibu muda itu berhasil ditangkap sedangkan suaminya Id lolos dari sergapan dengan melarikan diri dari pintu belakang diduga dengan membawa sabu. Petugas juga menyita barang bukti dua paket sabu, kaca pirek dan alat hisapnya,” sebut Ildani. Ildani menambahkan dari pengakuan tersangka SS. Dia mengaku tahu kalau suaminya berprofesi sebagai pengedar sabu. Dia pun awalnya dipaksa suami untuk menyicipi hingga ketagihan. “Kata tersangka, dia bersama suami kerap makai sabu sedikit-sedikit. Awalnya ia mengaku dipaksa suami untuk mencicipi sabu terus ketagihan, dan akhirnya nurut,” tambah Ildani sesuai pengakuan tersangka. Ildani menyebutkan ibu satu anak itu kini meringkuk di tahanan Rutan Lhoksukon sementara suaminya masuk DPO Polres Aceh Utara. Mereka akan dijerat UU Narkotika dengan ancaman di atas 5 tahun penjara.

Polres Aceh Utara meringkus Id yang pesta sabu bersama istrinya, SS di rumahnya di Desa Matang Raya Barat, Kecamatan Baktiya, Aceh Utara, Aceh. Id yang diduga bandar sabu melarikan diri saat digerebek. “Petugas mendapat informasi jika suami dari SS itu mulai mengedarkan sabu. Padahal, suaminya berinisial Id itu baru keluar dari penjara setelah dua tahun divonis hakim kasus narkoba,” kata Kasat Narkoba Polres Aceh Utara, AKP Ildani Ilyas dalam keterangannya, Kamis (1/3/2018). Setelah adanya informasi demikian, Ildani bersama anggotanya langsung menyasar rumah pasangan tersebut. Saat diintai, ternyata pasangan itu sedang memakai sabu sambil membuat paket-paket barang haram itu untuk diedarkan. “Saat kita gerebek Senin malam lalu. Ibu muda itu berhasil ditangkap sedangkan suaminya Id lolos dari sergapan dengan melarikan diri dari pintu belakang diduga dengan membawa sabu. Petugas juga menyita barang bukti dua paket sabu, kaca pirek dan alat hisapnya,” sebut Ildani. Ildani menambahkan dari pengakuan tersangka SS. Dia mengaku tahu kalau suaminya berprofesi sebagai pengedar sabu. Dia pun awalnya dipaksa suami untuk menyicipi hingga ketagihan. “Kata tersangka, dia bersama suami kerap makai sabu sedikit-sedikit. Awalnya ia mengaku dipaksa suami untuk mencicipi sabu terus ketagihan, dan akhirnya nurut,” tambah Ildani sesuai pengakuan tersangka. Ildani menyebutkan ibu satu anak itu kini meringkuk di tahanan Rutan Lhoksukon sementara suaminya masuk DPO Polres Aceh Utara. Mereka akan dijerat UU Narkotika dengan ancaman di atas 5 tahun penjara.

Polisi menangkap 3 orang pengedar narkoba, KA, SL, dan GS yang beroperasi di wilayah Kota Tangerang. Tersangka SL tewas karena menceburkan diri ke sungai saat hendak ditangkap. “Saat penangkapan tersangka melarikan diri sehingga petugas melakukan pengejaran dan memberikan peringatan. Akan tatapi tersangka lari menceburkan diri ke kali dan terbentur benda tumpul di kepala sehingga kehabisan darah dan sampai di rumah sakit meninggal dunia,” kata Kasat Narkoba Polres Metro Tangerang, di Polrestro Tangerang, Jalan Daan Mogot, Tangerang, Rabu (31/1/2018). Penangkapan itu terjadi pada Senin (29/1) lalu di Jalan Maulana Hasanuddin, Batu Ceper, Tangerang. Saat itu polisi menyamar dengan berpura-pura membeli sabu kepada tersangka SL dan KA. Rilis penangkapan bandar narkoba di Tangerang Foto: Ahmad Bil Wahid/detikcom Selain menceburkan diri ke sungai, SL juga membuang barang bukti sabu sempat dipegangnya. Sedangkan KA berhasil dibekuk tanpa perlawanan. Polisi lalu menggeledah kontrakan KA di daerah Jakarta Pusat. Di lokasi itu polisi mendapati 4 gram sabu, 150 butir ekstasi dan alat isap atau bong. Rilis penangkapan bandar narkoba di Tangerang Foto: Ahmad Bil Wahid/detikcom “Dari hasil interogasi tersangka KA menerangkan barang bukti didapat dari tersangka GS dan berhasil diamankan di rumah kos di Tamansari, Jakarta Barat,” ujarnya. Saat dilakukan penggeledahan, polisi mendapati 0,40 gram sabu, 40 butir ekstasi dan 5 alat isap sabu. Polisi juga masih mengejar tersangka lain berinisial BD yang jadi pemasok kepada GS. Para tersangka dikenakan pasal 144 Undang-undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkoba dengan hukuman maksimal 20 tahun penjara atau hukuman mati.

Polisi menangkap pelaku pelecehan seksual berinisial MI (26) di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Saat ini pelaku masih diperiksa terkait kasus pelecehan yang dilakukannya. “Sudah ditangkap. Pelaku kebetulan sedang melakukan kegiatan di Pintu 9 Pelabuhan. Sekarang kita periksa pelaku,” kata Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok AKP M Faruq saat dihubungi, Jumat (23/2/2018). MI ditangkap hari ini sekitar pukul 15.00 WIB. Dia disangkakan kasus pelecehan seksual, dan percobaan pemerkosaan kepada korban. Kasus ini bermula ketika pelaku menawarkan jasa untuk mengantarkan korban pulang ke rumahnya. Pelaku MI menghampiri korban di Terminal Pelabuhan Tanjung Priok. Saat itu korban baru saja pulang bekerja. Faruq mengatakan antara pelaku dan korban saling kenal. Setelah korban bersedia diantar pulang, pelaku beralasan ingin menemui saudaranya di sebuah apartemen di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara. “Antara korban dan pelaku saling kenal. Kemudian korban diajak pulang. Tapi pelaku bilang ingin bertemu saudaranya, lalu dibawa ke apartemen di Kelapa Gading,” ucap dia. Pelaku meminta korban masuk ke dalam kamar apartemen tersebut. Kemudian pelaku mengunci pintu apartemen. Pelecehan seksual dan percobaan pemerkosaan dilakukan pelaku MI. Korban mengalami luka memar di tubuhnya karena pelaku MI memaksa berhubungan badan dan sempat membanting badan korban ke tanah. Pakaian korban pun robek karena pemaksaan tersebut. “Jadi terhadap memar yang diderita korban kita laksanakan visum, terhadap pakaian yang robek kita sita sebagai barang bukti. Perkosaan tidak terjadi, karena korban saat itu sedang menstruasi,” ujar Faruq. Peristiwa ini terjadi pada Rabu (7/2) pukul 19.30 WIB. Akibat kejadian itu, korban merasa tak terima dan mempolisikan Farhan. Barang bukti yang disita petugas di antaranya satu unit sepeda motor, pakaian dalam wanita, dan pakaian korban yang sobek. Pelaku MI disangkakan Pasal 289 KUHP dengan ancaman pidana penjara maksimal sembilan tahun.

Tingkat fatalitas kecelakaan lalu lintas setiap tahun menunjukkan angka yang cukup tinggi. Meski ada penurunan dibanding 2016, kecelakaan lalu lintas di tahun 2017 merenggut korban jiwa hingga puluhan ribu orang. “Korban meninggal pada tahun 2016 mencapai 25.859 orang dan di tahun 2017 ada 24.213 orang atau turun 6 persen,” ujar Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Purwadi Arianto di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (1/3/2018). Sementara korban luka berat pada tahun 2016 mencapai 22.939 orang dan di tahun 2017 mencapai 16.410 orang. Kerugian materi akibat kecelakaan pada tahun 2016 mencapai Rp 225 miliar dan di tahun 2017 mencapai Rp 212 miliar. “Jumlah kecelakaan lalu lintas tahun 2016 ada 105.374 kejadian dan pada tahun 2017 ada 98.414 kejadian atau turun 7 persen,” imbuhnya. Dengan digelarnya Operasi Keselamatan Jaya 2018, diharapkan angka kecelakaan lalu lintas semakin menurun. Tingkat fatalitas kecelakan lalu lintas yang mengakibatkan korban tewas juga diharapkan semakin menurun. Operasi itu digelar sesuai amanat Undang-Undang No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pemerintah bertanggung jawab dalam memelihara keamanan dan ketertiban lalu lintas. “Salah satunya meningkatkan keselamatan dan menurunkan tingkat fatalitas korban kecelakaan, membangun budaya tertib lalu lintas dan meningkatkan pelayanan kepada publik,” tuturnya.

Ada-ada saja cara pengedar obat keras berbahaya (okerbaya) agar ulahnya tak ketahuan polisi. Andri Wiranata (26), warga Desa Karang Harjo, Kecamatan Silo, menyembunyikan ribuan pil trex di dalam termos nasi. Namun upaya pemuda itu terungkap saat polisi melakukan penggeledahan di rumahnya. “Kemarin kami menangkap seorang pengedar dengan barang bukti ribuan pil trihexyphenidyl atau yang biasa disebut pil trex. Ribuan butir pil itu disembunyikan dalam termos nasi,” kata Kapolsek Silo AKP Heri Wahyono saat dikonfirmasi, Kamis (1/3/2018). Menurut Heri, penangkapan tersangka pengedar itu bermula dari keluhan masyarakat yang menyampaikan bahwa banyak pemuda yang keluar masuk rumah Andri. Apalagi pemuda yang keluar masuk itu, juga banyak yang tidak dikenal karena bukan warga setempat. Menindaklanjuti keluhan warga ini, anggota Polsek Silo melakukan pengintaian. Hasilnya, ada dugaan pemuda yang datang ke rumah Andri merupakan pengguna okerbaya. Polisi lalu menggerebek rumah Andri. Awalnya petugas kesulitan menemukan barang bukti okerbaya yang diduga dijual Andri kepada para konsumennya. Hingga akhirnya petugas curiga dengan keberadaan sebuah termos nasi di kamar pemuda itu. “Termos itu ada di kamar, bukan di dapur. Selain itu, di dekat termos juga tidak ada colokan kabel listrik. Inilah yang membuat kami curiga,” terang Heri. Ketika tutup termos dibuka, petugas menemukan ribuan butir Pil Trihexypenidyl di dalamnya. Andri pun tak bisa mengelak dari sangkaan sebagai pengedar. “Kami dapati barang bukti 5.232 butir trihexyphenidyl yang terbungkus dalam 5 bungkus besar dan 3 bungkus kecil, serta satu kantong plastik flip kosong yang semuanya disembunyikan dalam termos tempat nasi itu,” jelas Heri. Heri manambahkan, barang tersebut didapat tersangka dari seseorang yang tinggal di wilayah Kecamatan Panti. Sedangkan tersangka dan barang bukti langsung diamankan di Mapolsek Silo. “Kami masih melakukan pengembangan dengan melakukan pengejaran terhadap pemasok barang tersebut. Kepada tersangka kami jerat dengan pasal 196 sub pasal 197 UU RI No.36 tahun 2009 tentang kesehatan, dengan ancaman maksimal 10 tahun dan denda paling banyak satu miliar,” pungkas Heri.

Kepolisian mengimbau masyarakat memperhatikan etika dalam menggunakan internet. Salah satunya tidak membuat akun anonim. “Saya keliling SMA di Jakarta, saya tanya apakah kamu punya akun abal-abal, mereka bilang punya. Ini tantangan buat kita semua. Saat ditanya buat apa, untuk memata-matai pacarnya. Nggak usah stalker-stalker , mudah-mudahan nggak ada di sini, ya. Sebenarnya cyber etiquette itu ada,” kata Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Fadil Imran dalam diskusi publik ‘Melawan Hoax’ di kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Jumat (9/2/2018). Ia menjelaskan etika di internet itu antara lain tidak membuat posting yang menyakiti hati orang lain. Teknologi juga tak boleh digunakan untuk mencuri data milik orang lain. “Misalnya penggunaan komputer tidak boleh menyakiti orang lain. Tidak boleh untuk mencuri atau akses data orang lain, tidak boleh mengintip file milik orang lain. Tidak boleh untuk hal-hal yang sembunyi-sembunyi dan lain-lain. Kita banyak nggak sadar posting- an kita melukai, bukan fisik, tapi perasaan, bahkan persatuan,” ucap Fadil. Saat ini, Fadil menyebut, Polri mengimbau agar politik identitas tidak digunakan dalam pilkada 2018. Hal itu agar proses pemilihan kepala daerah bisa berjalan dengan lancar. “Ada Satgas Nusantara, cara Polri mengeliminasi politik identitas dalam kontestasi pilkada 2018. Penggunaan politik identitas di pilkada 2018 supaya tidak dilakukan agar seluruh rangkaian pesta pemilihan gubernur, bupati, wali kota ini bisa dijalankan secara fair ,” ujarnya. Ia pun berharap ada aturan soal pembuatan meme yang bersifat provokatif. Menurutnya, kebebasan berpendapat tidak boleh disalahgunakan. “Meski ada perbuatan yang dapat dipidana, belum ada di UU ITE. Misalnya meme orang nobar , ada truk terbalik di Nigeria menewaskan banyak orang. Terus dibuat meme , ‘Inilah kekejaman rezim Myanmar terhadap etnis Rohingya. Ini kan provokasi,” ucapnya. “Kebebasan berpendapat jangan sampai kelewatan batas,” imbuhnya.

Wakil Presiden Jusuf Kalla JK diwacanakan maju kembali mendampingi Presiden Joko Widodo di Pilpres 2019. JK disebut bersedia maju jika diminta kembali Jokowi. “Pak JK memang dua hari lalu sudah menyatakan kesediaannya bila diajak kembali,” ujar Wakil Ketua Dewan Kehormatan Golkar Akbar Tandjung di kantor DPP Partai Golkar, Jalan Anggrek Neli Murni, Jakarta Barat, Rabu (28/2/2018). “Dengan catatan bisa mendapat dukungan dari masyarakat, dari publik, kepentingan negara, dan sejalan dengan konstitusi,” tambahnya. Namun Golkar sadar keinginan JK itu tersandung urusan konstitusi. Sebab, berdasarkan UUD 1945, presiden dan wakil presiden tidak diperbolehkan menjabat lebih dari dua kali. Saat ini merupakan periode kedua JK menjabat sebagai wapres. “Dengan demikian, kita bisa simpulkan bahwa memang kelihatannya tidak mungkin (maju). Karena itu yang dirumuskan dalam amendemen UUD 1945,” ucap Akbar. Wacana JK kembali berduet dengan Jokowi dalam Pilpres 2019 mencuat setelah PDIP mengumumkan dukungan terhadap Jokowi sebagai capres. Wacana itu pertama kali dilontarkan Ketua DPP PDIP nonaktif Puan Maharani saat ditanya soal kemungkinan duet Jokowi-JK di Pilpres 2019. “Ya, ini kan juga menjadi satu kajian. Karena kan kalau kita lihat UU Pemilu, bahkan apa yang menjadi pembahasan di KPU sekarang saja, walaupun sudah ada secara hitam-putihnya, implementasi konkret di lapangan juga ini kan masih diubah-ubah,” kata Puan kepada wartawan di arena Rakernas PDIP di Hotel Grand Inna Bali Beach, Denpasar, Bali, Minggu (25/2).

Bali Nusra 21 Des 2017 23:05 Puluhan paket narkoba jenis sabu-sabu itu disebut oleh tersangka berinisial KW dipasarkan untuk pesta malam pergantian tahun Peristiwa 02 Nov 2017 19:17 Wakapolda Metro Jaya Brigjen Purwadi menyampaikan, kasus itu terungkap pada 27 Oktober 2017. Internasional 17 Okt 2017 18:20 Saat menjalani pemeriksaan, pelaku diketahui berasal dari Kota San Pablo yang terletak di Provinsi Laguna. Drugs & Diseases 26 Sep 2017 12:00 BNN menangkap lima tersangka di Tarakan, Kalimantan Utara, yang membawa sabu-sabu menggunakan kapal cepat. Sulawesi 05 Agu 2017 21:05 Wanita itu mengkonsumsi sabu-sabu karena ajakan suaminya. Peristiwa 31 Jul 2017 15:15 Polres Metro Jakarta Pusat menangkap pasangan suami istri pengedar sabu 2 kilogram di Jembatan Lima, Jakarta Barat Hits 15 Jun 2017 09:00 Video itu diambil oleh pacar dari ibu bocah tersebut. Liputan6 Pagi 17 Apr 2017 06:40 GNPF MUI dan FPI tuntut polisi usut tuntas insiden pembakaran mobil. Sementara itu, penyanyi lokal Surabaya ditangkap edarkan sabu-sabu. Liputan6 Pagi 03 Feb 2017 06:57 Polisi tangkap pelaku begal di Lampung. Sementara itu, polisi gagalkan pengiriman sabu seberat 2,5 kilogram. Hits 09 Jan 2017 14:30 Sialnya, Polisi menganggap apa yang ia temukan merupakan obat-obatan berbahaya jenis sabu seberat 1 kg. Liputan6 Pagi 01 Jan 2017 06:55 Aksi perampokan kembali terjadi, dan dialami warga di Lumajang, Jawa Timur. Sementara itu Polisi Tangkap Pengedar Sabu di Makassar. Histori 21 Des 2016 06:27 Para sejarawan telah lama mengetahui bahwa tentara Nazi menggunakan narkoba. Namun jenis apa yang digunakan tentara pimpinan Hitler itu? Sumatera 22 Okt 2016 22:43 Rina mengaku hanya diupah Rp 70 ribu membawa barang itu.

Related Posts

Comments are closed.