Bareskrim-Polda Metro akan Koordinasi soal Posting Ade Armando

Bareskrim-Polda Metro akan Koordinasi soal Posting Ade Armando

Bareskrim dan Polda Metro Jaya akan berkoordinasi dalam memproses lima laporan polisi (LP) dosen UI Ade Armando. Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Mohammad Iqbal mengatakan koordinasi akan dilakukan saat penyidik menemukan bukti-bukti tindak pidana. “Kalau proses penyelidikan sudah berjalan, bukti-bukti pidana sudah dapat, penyidik akan melakukan supervisi. (Laporan) di mana pun akan kita kumpulkan, entah di Bareskrim atau di Metro Jaya,” jelas Iqbal di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (1/1/2018). Iqbal menggambarkan penanganan atas laporan dugaan penistaan agama dapat ditangani Bareskrim, dapat pula ditangani Polda Metro Jaya, mengingat Ade Armando masih berstatus tersangka dari kasus yang sebelumnya di sana. “Jadi bisa saja Bareskrim melimpahkan ke Polda atau bisa saja Bareskrim menarik (penanganan kasusnya). Tunggu, ini ada tim supervisinya. Biarkan kami memproses penyelidikan di Bareskrim sebentar. Nanti, ketika tindak pidana itu dikatakan oleh penyidiknya ada dan sama, kita akan lakukan koordinasi,” terang Iqbal. Iqbal mengatakan kepolisian masih menyelidiki kelima laporan tersebut dan, bila ada bukti tindak pidana, polisi akan menegakkan hukum yang berlaku. “Bila terdapat bukti pidana sesuai laporan, kita akan lakukan proses. Prinsipnya, hukum akan ditegakkan,” tegas Iqbal. Tiga hari berturut-turut polisi menerima lima laporan terkait dugaan ujaran SARA, penistaan agama, dan pendistribusian informasi tidak benar berkaitan dengan agama Islam dan imam besar FPI Habib Rizieq. Laporan pertama disampaikan Ratih Puspa Nusanti, yang mengaku sebagai murid Rizieq. “Saya sebagai umat Islam dan pribadi yang kebetulan jemaah Rizieq. Ada posting seperti ini penghinaan terhadap ulama yang digambarkan pakai atribut Natal pakai topi Sinterklas. Atas posting itu saya tidak terima karena sangat melecehkan ulama,” ujar Ratih di Bareskrim Polri, gedung KKP, Jalan Merdeka Timur, Kamis (28/12/2017). “Saya menemukan posting Ade Armando dari Ustaz Habib Novel ini,” sambung Ratih. Keesokan harinya, Jumat (29/12), Ketua Umum Pimpinan Pusat Front Mahasiswa Islam (FMI) Ali Alatas mengeluarkan keterangan pers yang isinya pengakuan telah melaporkan Ade Armando ke Polda Metro Jaya karena dinilai menghina hadis Nabi Muhammad SAW. Laporan dia diterima Mapolda Metro Jaya dengan nomor polisi TBL/6405/XII/2017/PMJ. “Bahwa pernyataan akun Facebook Ade Armando amat sangat melecehkan hadis Rasulullah SAW. Bahwa Al-hadis atau As-sunnah adalah sumber kedua setelah Alquran, yang menjadi rujukan umat Islam dalam beribadah, sehingga memiliki kedudukan mulia pada keyakinan umat Islam,” ujar Ali. LSM Kebangkitan Jawara dan Pengacara (Bang Japar), FPI DPD DKI Jakarta, dan seorang warga bernama Michael pun ikut melaporkan Ade Armando. Mereka kompak menyambangi Bareskrim Polri untuk membuat laporan terkait dugaan penistaan agama dan pendistribusian informasi bohong. “Jadi kami membuat laporan. Ada tiga, dari pribadi atas nama Michael. Mewakili umat Islam, FPI DPD DKI Jakarta, Bang Japar. Masing-masing kami membawa dua saksi,” kata pengacara dari Bantuan Hukum FPI DKI, Mirza Zulkarnaen, di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (30/12). Laporan Bang Japar tercatat di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Bareskrim dengan nomor LP/1448/XII/2017/BARESKRIM, sementara laporan FPI DKI tercatat dengan nomor LP/1450/XII/2017/BARESKRIM, terakhir laporan Michael tercatat dengan nomor LP/1449/XII/2017/BARESKRIM. Atas laporan itu, Ade Armando angkat bicara. Ade pun memberikan penjelasan. Terkait unggahan gambar mengenai Habib Rizieq yang tampak mengenakan atribut Natal, Ade menyatakan bahwa itu dibuatnya justru untuk menjelaskan bahwa hal tersebut adalah hoax . “Saya tidak pernah menghina agama dan ulama, yang sering jadi sasaran serangan saya adalah orang yang disebut ulama tapi menyebarkan kebencian, seperti Rizieq Shihab. Saya menghormati para ulama, seperti KH Quraisy Shihab, Prof Syafii Maarif, Gus Mus, dan KH Said Aqil,” kata Ade kepada detikcom , Minggu (31/12/2017). “Soal gambar rombongan ulama beratribut Natal, jelas saya tulis ‘ini hoax’,” tegasnya. Ade mengatakan tidak akan berhenti meminta Habib Rizieq pulang ke Indonesia dan menjalani proses hukum sebagai tersangka kasus pidana. Oleh karena itu, dia mempertanyakan sikap FPI yang tidak meminta Rizieq pulang dan menaati hukum yang berlaku di Indonesia. “Jangan lupa, Rizieq Shihab adalah ‘buronan’ yang tidak mau menjalankan kewajibannya sebagai warga negara Indonesia menjalani proses hukum sebagai tersangka kasus pidana. Karena itu, saya akan terus mempermalukan dia. Saya baru akan berhenti kalau dia pulang ke Indonesia. Saya justru mempertanyakan sikap FPI yang tidak meminta Rizieq menjalankan kewajiban sebagai warga yang taat hukum,” paparnya.

Bareskrim dan Polda Metro Jaya akan berkoordinasi dalam memproses lima laporan polisi (LP) dosen UI Ade Armando. Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Mohammad Iqbal mengatakan koordinasi akan dilakukan saat penyidik menemukan bukti-bukti tindak pidana. “Kalau proses penyelidikan sudah berjalan, bukti-bukti pidana sudah dapat, penyidik akan melakukan supervisi. (Laporan) di mana pun akan kita kumpulkan, entah di Bareskrim atau di Metro Jaya,” jelas Iqbal di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (1/1/2018). Iqbal menggambarkan penanganan atas laporan dugaan penistaan agama dapat ditangani Bareskrim, dapat pula ditangani Polda Metro Jaya, mengingat Ade Armando masih berstatus tersangka dari kasus yang sebelumnya di sana. “Jadi bisa saja Bareskrim melimpahkan ke Polda atau bisa saja Bareskrim menarik (penanganan kasusnya). Tunggu, ini ada tim supervisinya. Biarkan kami memproses penyelidikan di Bareskrim sebentar. Nanti, ketika tindak pidana itu dikatakan oleh penyidiknya ada dan sama, kita akan lakukan koordinasi,” terang Iqbal. Iqbal mengatakan kepolisian masih menyelidiki kelima laporan tersebut dan, bila ada bukti tindak pidana, polisi akan menegakkan hukum yang berlaku. “Bila terdapat bukti pidana sesuai laporan, kita akan lakukan proses. Prinsipnya, hukum akan ditegakkan,” tegas Iqbal. Tiga hari berturut-turut polisi menerima lima laporan terkait dugaan ujaran SARA, penistaan agama, dan pendistribusian informasi tidak benar berkaitan dengan agama Islam dan imam besar FPI Habib Rizieq. Laporan pertama disampaikan Ratih Puspa Nusanti, yang mengaku sebagai murid Rizieq. “Saya sebagai umat Islam dan pribadi yang kebetulan jemaah Rizieq. Ada posting seperti ini penghinaan terhadap ulama yang digambarkan pakai atribut Natal pakai topi Sinterklas. Atas posting itu saya tidak terima karena sangat melecehkan ulama,” ujar Ratih di Bareskrim Polri, gedung KKP, Jalan Merdeka Timur, Kamis (28/12/2017). “Saya menemukan posting Ade Armando dari Ustaz Habib Novel ini,” sambung Ratih. Keesokan harinya, Jumat (29/12), Ketua Umum Pimpinan Pusat Front Mahasiswa Islam (FMI) Ali Alatas mengeluarkan keterangan pers yang isinya pengakuan telah melaporkan Ade Armando ke Polda Metro Jaya karena dinilai menghina hadis Nabi Muhammad SAW. Laporan dia diterima Mapolda Metro Jaya dengan nomor polisi TBL/6405/XII/2017/PMJ. “Bahwa pernyataan akun Facebook Ade Armando amat sangat melecehkan hadis Rasulullah SAW. Bahwa Al-hadis atau As-sunnah adalah sumber kedua setelah Alquran, yang menjadi rujukan umat Islam dalam beribadah, sehingga memiliki kedudukan mulia pada keyakinan umat Islam,” ujar Ali. LSM Kebangkitan Jawara dan Pengacara (Bang Japar), FPI DPD DKI Jakarta, dan seorang warga bernama Michael pun ikut melaporkan Ade Armando. Mereka kompak menyambangi Bareskrim Polri untuk membuat laporan terkait dugaan penistaan agama dan pendistribusian informasi bohong. “Jadi kami membuat laporan. Ada tiga, dari pribadi atas nama Michael. Mewakili umat Islam, FPI DPD DKI Jakarta, Bang Japar. Masing-masing kami membawa dua saksi,” kata pengacara dari Bantuan Hukum FPI DKI, Mirza Zulkarnaen, di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (30/12). Laporan Bang Japar tercatat di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Bareskrim dengan nomor LP/1448/XII/2017/BARESKRIM, sementara laporan FPI DKI tercatat dengan nomor LP/1450/XII/2017/BARESKRIM, terakhir laporan Michael tercatat dengan nomor LP/1449/XII/2017/BARESKRIM. Atas laporan itu, Ade Armando angkat bicara. Ade pun memberikan penjelasan. Terkait unggahan gambar mengenai Habib Rizieq yang tampak mengenakan atribut Natal, Ade menyatakan bahwa itu dibuatnya justru untuk menjelaskan bahwa hal tersebut adalah hoax . “Saya tidak pernah menghina agama dan ulama, yang sering jadi sasaran serangan saya adalah orang yang disebut ulama tapi menyebarkan kebencian, seperti Rizieq Shihab. Saya menghormati para ulama, seperti KH Quraisy Shihab, Prof Syafii Maarif, Gus Mus, dan KH Said Aqil,” kata Ade kepada detikcom , Minggu (31/12/2017). “Soal gambar rombongan ulama beratribut Natal, jelas saya tulis ‘ini hoax’,” tegasnya. Ade mengatakan tidak akan berhenti meminta Habib Rizieq pulang ke Indonesia dan menjalani proses hukum sebagai tersangka kasus pidana. Oleh karena itu, dia mempertanyakan sikap FPI yang tidak meminta Rizieq pulang dan menaati hukum yang berlaku di Indonesia. “Jangan lupa, Rizieq Shihab adalah ‘buronan’ yang tidak mau menjalankan kewajibannya sebagai warga negara Indonesia menjalani proses hukum sebagai tersangka kasus pidana. Karena itu, saya akan terus mempermalukan dia. Saya baru akan berhenti kalau dia pulang ke Indonesia. Saya justru mempertanyakan sikap FPI yang tidak meminta Rizieq menjalankan kewajiban sebagai warga yang taat hukum,” paparnya.

Bareskrim dan Polda Metro Jaya akan berkoordinasi dalam memproses 5 laporan polisi (LP) Dosen UI Ade Armando. Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Mohammad Iqbal mengatakan koordinasi akan dilakukan saat penyidik menemukan bukti-bukti tindak pidana. “Kalau proses penyelidikan sudah berjalan, bukti-bukti pidana sudah dapat, penyidik akan melakukan supervisi. (Laporan) di manapun akan kita kumpulkan, entah di Bareskrim atau di Metro Jaya,” jelas Iqbal di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (1/1/2018). Iqbal menggambarkan penanganan atas laporan dugaan penistaan agama dapat ditangani Bareskrim, dapat pula ditangani Polda Metro Jaya mengingat Ade Armando masih berstatus tersangka dari kasus yang sebelumnya di sana. “Jadi bisa saja Bareskrim melimpahkan ke Polda, atau bisa saja Bareskrim menarik (penanganan kasusnya). Tunggu, ini ada tim supervisinya. Biarkan kami memproses penyelidikan di Bareskrim sebentar, nanti ketika tindak pidana itu dikatakan oleh penyidiknya ada dan sama, kita akan lakukan koordinasi,” terang Iqbal. Iqbal mengatakan kepolisian masih menyelidiki kelima laporan tersebut dan bila ada bukti tindak pidana maka polisi akan menegakan hukum yang berlaku. “Bila terdapat bukti pidana sesuai laporan, kita akan lakukan proses. Prinsipnya hukum akan ditegakkan,” tegas Iqbal. Tiga hari berturut-turut polisi menerima 5 laporan terkait dugaan ujaran SARA, penistaan agama dan pendistribusian informasi tidak benar berkaitan dengan agama Islam dan Imam Besar FPI Habib Rizieq. Laporan pertama dilakukan Ratih Puspa Nusanti yang mengaku murid Rizieq. “Saya sebagai umat Islam dan pribadi yang kebetulan jemaah Rizieq. Ada posting seperti ini penghinaan terhadap ulama yang digambarkan pakai atribut Natal pakai topi Sinterklas. Atas posting itu saya tidak terima karena sangat melecehkan ulama,” ujar Ratih di Bareskrim Polri, gedung KKP, Jalan Merdeka Timur, Kamis (28/12/2017). “Saya menemukan posting Ade Armando dari Ustaz Habib Novel ini,” sambung Ratih. Keesokan harinya, Jumat (29/12), Ketua Umum Pimpinan Pusat Front Mahasiswa Islam (FMI) Ali Alatas mengeluarkan keterangan pers yang isinya pengakuan telah melaporkan Ade Armando ke Polda Metro Jaya karena dinilai menghina hadis Nabi Muhamad SAW. Laporan dia diterima Mapolda Metro Jaya dengan nomor polisi TBL/6405/XII/2017/PMJ. “Bahwa pernyataan akun Facebook Ade Armando amat sangat melecehkan hadis Rasulullah SAW. Bahwa al-hadis atau as-sunnah adalah sumber kedua setelah Alquran, yang menjadi rujukan umat Islam dalam beribadah, sehingga memiliki kedudukan mulia pada keyakinan umat Islam,” ujar Ali. LSM Kebangkitan Jawara dan Pengacara (Bang Japar), FPI DPD DKI Jakarta, dan seorang warga bernama Michael pun ikut melaporkan Ade Armando. Mereka kompak menyambangi Bareskrim Polri untuk membuat laporan terkait dugaan penistaan agama dan pendistribusian informasi bohong. “Jadi kami membuat laporan. Ada tiga, dari pribadi atas nama Michael. Mewakili umat Islam, FPI DPD DKI Jakarta, Bang Japar. Masing-masing kami membawa 2 saksi,” kata Pengacara dari Bantuan Hukum FPI DKI, Mirza Zulkarnaen di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (30/12). Laporan Bang Japar tercatat di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Bareskrim dengan nomor LP/1448/XII/2017/BARESKRIM, sementara laporan FPI DKI tercatat dengan nomor LP/1450/XII/2017/BARESKRIM, terakhir laporan Michael tercatat dengan nomor LP/1449/XII/2017/BARESKRIM. Atas laporan itu, Ade Armando, angkat bicara. Ade pun memberikan penjelasan. Terkait unggahan gambar mengenai Habib Rizieq yang tampak mengenakan atribut Natal, Ade menyatakan bahwa itu dibuatnya justru untuk menjelaskan bahwa hal tersebut adalah hoax. “Saya tidak pernah menghina agama dan ulama, yang sering jadi sasaran serangan saya adalah orang yang disebut ulama tapi menyebarkan kebencian, seperti Rizieq Shihab. Saya menghormati para ulama seperti KH Quraisy Shihab, Prof Syafii Maarif, Gus Mus, dan KH Said Aqil,” kata Ade kepada detikcom , Minggu (31/12/2017). “Soal gambar rombongan ulama beratribut Natal, jelas saya tulis ‘ini hoax’,” tegasnya. Ade mengatakan, dia tidak akan berhenti meminta Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu untuk pulang ke Indonesia dan menjalani proses hukum sebagai tersangka kasus pidana. Oleh karena itu dirinya mempertanyakan sikap FPI yang tidak meminta Rizieq untuk pulang dan mentaati hukum yang berlaku di Indonesia. “Jangan lupa, Rizieq Shihab adalah ‘buronan’ yang tidak mau menjalankan kewajibannya sebagai warga negara Indonesia menjalani proses hukum sebagai tersangka kasus pidana. Karena itu saya akan terus mempermalukan dia. Saya baru akan berhenti kalau dia pulang ke Indonesia. Saya justru mempertanyakan sikap FPI yang tidak meminta Rizieq menjalankan kewajiban sebagai warga yang taat hukum,” paparnya.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Bareskrim dan Polda Metro Jaya akan berkoordinasi dalam memproses 5 laporan polisi (LP) Dosen UI Ade Armando. Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Mohammad Iqbal mengatakan koordinasi akan dilakukan saat penyidik menemukan bukti-bukti tindak pidana. “Kalau proses penyelidikan sudah berjalan, bukti-bukti pidana sudah dapat, penyidik akan melakukan supervisi. (Laporan) di manapun akan kita kumpulkan, entah di Bareskrim atau di Metro Jaya,” jelas Iqbal di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (1/1/2018). Iqbal menggambarkan penanganan atas laporan dugaan penistaan agama dapat ditangani Bareskrim, dapat pula ditangani Polda Metro Jaya mengingat Ade Armando masih berstatus tersangka dari kasus yang sebelumnya di sana. “Jadi bisa saja Bareskrim melimpahkan ke Polda, atau bisa saja Bareskrim menarik (penanganan kasusnya). Tunggu, ini ada tim supervisinya. Biarkan kami memproses penyelidikan di Bareskrim sebentar, nanti ketika tindak pidana itu dikatakan oleh penyidiknya ada dan sama, kita akan lakukan koordinasi,” terang Iqbal. Iqbal mengatakan kepolisian masih menyelidiki kelima laporan tersebut dan bila ada bukti tindak pidana maka polisi akan menegakan hukum yang berlaku. “Bila terdapat bukti pidana sesuai laporan, kita akan lakukan proses. Prinsipnya hukum akan ditegakkan,” tegas Iqbal. Tiga hari berturut-turut polisi menerima 5 laporan terkait dugaan ujaran SARA, penistaan agama dan pendistribusian informasi tidak benar berkaitan dengan agama Islam dan Imam Besar FPI Habib Rizieq. Laporan pertama dilakukan Ratih Puspa Nusanti yang mengaku murid Rizieq. “Saya sebagai umat Islam dan pribadi yang kebetulan jemaah Rizieq. Ada posting seperti ini penghinaan terhadap ulama yang digambarkan pakai atribut Natal pakai topi Sinterklas. Atas posting itu saya tidak terima karena sangat melecehkan ulama,” ujar Ratih di Bareskrim Polri, gedung KKP, Jalan Merdeka Timur, Kamis (28/12/2017). “Saya menemukan posting Ade Armando dari Ustaz Habib Novel ini,” sambung Ratih. Keesokan harinya, Jumat (29/12), Ketua Umum Pimpinan Pusat Front Mahasiswa Islam (FMI) Ali Alatas mengeluarkan keterangan pers yang isinya pengakuan telah melaporkan Ade Armando ke Polda Metro Jaya karena dinilai menghina hadis Nabi Muhamad SAW. Laporan dia diterima Mapolda Metro Jaya dengan nomor polisi TBL/6405/XII/2017/PMJ. “Bahwa pernyataan akun Facebook Ade Armando amat sangat melecehkan hadis Rasulullah SAW. Bahwa al-hadis atau as-sunnah adalah sumber kedua setelah Alquran, yang menjadi rujukan umat Islam dalam beribadah, sehingga memiliki kedudukan mulia pada keyakinan umat Islam,” ujar Ali. LSM Kebangkitan Jawara dan Pengacara (Bang Japar), FPI DPD DKI Jakarta, dan seorang warga bernama Michael pun ikut melaporkan Ade Armando. Mereka kompak menyambangi Bareskrim Polri untuk membuat laporan terkait dugaan penistaan agama dan pendistribusian informasi bohong. “Jadi kami membuat laporan. Ada tiga, dari pribadi atas nama Michael. Mewakili umat Islam, FPI DPD DKI Jakarta, Bang Japar. Masing-masing kami membawa 2 saksi,” kata Pengacara dari Bantuan Hukum FPI DKI, Mirza Zulkarnaen di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (30/12). Laporan Bang Japar tercatat di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Bareskrim dengan nomor LP/1448/XII/2017/BARESKRIM, sementara laporan FPI DKI tercatat dengan nomor LP/1450/XII/2017/BARESKRIM, terakhir laporan Michael tercatat dengan nomor LP/1449/XII/2017/BARESKRIM. Atas laporan itu, Ade Armando, angkat bicara. Ade pun memberikan penjelasan. Terkait unggahan gambar mengenai Habib Rizieq yang tampak mengenakan atribut Natal, Ade menyatakan bahwa itu dibuatnya justru untuk menjelaskan bahwa hal tersebut adalah hoax. “Saya tidak pernah menghina agama dan ulama, yang sering jadi sasaran serangan saya adalah orang yang disebut ulama tapi menyebarkan kebencian, seperti Rizieq Shihab. Saya menghormati para ulama seperti KH Quraisy Shihab, Prof Syafii Maarif, Gus Mus, dan KH Said Aqil,” kata Ade kepada detikcom , Minggu (31/12/2017). “Soal gambar rombongan ulama beratribut Natal, jelas saya tulis ‘ini hoax’,” tegasnya. Ade mengatakan, dia tidak akan berhenti meminta Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu untuk pulang ke Indonesia dan menjalani proses hukum sebagai tersangka kasus pidana. Oleh karena itu dirinya mempertanyakan sikap FPI yang tidak meminta Rizieq untuk pulang dan mentaati hukum yang berlaku di Indonesia. “Jangan lupa, Rizieq Shihab adalah ‘buronan’ yang tidak mau menjalankan kewajibannya sebagai warga negara Indonesia menjalani proses hukum sebagai tersangka kasus pidana. Karena itu saya akan terus mempermalukan dia. Saya baru akan berhenti kalau dia pulang ke Indonesia. Saya justru mempertanyakan sikap FPI yang tidak meminta Rizieq menjalankan kewajiban sebagai warga yang taat hukum,” paparnya.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Mobil sport Porsche kuning yang ditilang Satlantas Polres Jakarta Barat telah diamankan di Polda Metro Jaya. Mobil yang diduga terkait dengan kasus korupsi tersebut telah diserahkan kepada Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Metro Jaya. “Ternyata (mobil) ini merupakan blokiran oleh KPK. Makanya kita buat surat ke Kapolda untuk teruskan. Saya laporkan ke beliau, lalu beliau teruskan ke Ditkrimsus,” kata Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya Kombes Halim Pagarra kepada detikcom , Jumat (25/8/2017) malam. Penyerahan ini dilakukan karena mobil tersebut menggunakan pelat nomor yang tidak sesuai dengan STNK. Dimintai konfirmasi secara terpisah, Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Metro Jaya Kombes Adi Deriyan mengatakan akan mengecek penyerahan penanganan mobil tersebut. “Nanti saya cek di kantor. Kalau ada mobil Porsche-nya, kita cek apa kaitannya. Apakah kita hanya mengamankan atau memang itu jadi barang bukti kita,” ujar Ade. Dia mengatakan kasus pemalsuan nomor kendaraan sering dilakukan untuk menutupi identitas kendaraan. Ditkrimsus Polda Metro Jaya akan menyelidiki lebih lanjut di luar penanganan kasus pelanggaran lalu lintas yang dilakukan oleh Ditlantas. “Sementara yang ada di depan kita adalah pemalsuan nomor kendaraan. Kalau seperti itu, biasanya dari Ditlantas akan menilang yang bersangkutan. Kan kadang-kadang ditemui juga hal seperti itu. Misalnya, karena sekarang ada ganjil-genap, dia ubah. Dari nomornya genap, jadi ganjil. Kalau hal seperti itu, pendekatannya tilang,” ucapnya. “Tapi kalau nanti itu merupakan hasil kejahatan dari tindak pidana korupsi, kasus sumdaling (sumber daya lingkungan), dan lain-lain itu nanti ditangani unit kerja lain, seperti Ditkrimsus. Tapi kalau itu barang bukti yang dibawa kabur, lalu ditangkap. Ya, setelah kita amankan, akan kita serahkan ke pihak yang melakukan pencarian barang bukti itu. Apakah KPK atau kejaksaan,” sambungnya. Ade mengatakan, sebagai tindak lanjut, pihaknya akan berkoordinasi dengan KPK. “Ya, nanti kita akan hubungi KPK kalau itu barang bukti KPK. Jadi kita tunggu hasilnya,” tuturnya. Sebelumnya diberitakan, mobil sport Porsche yang ditilang polisi itu disebut berkaitan dengan kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan (alkes) yang menjerat Ratu Atut Chosiyah. Permintaan blokir diajukan KPK ke Korlantas Polri terkait mobil itu. “Untuk mobil ini, kita sudah mengirimkan permintaan blokir ke Korlantas Polri terkait dengan perkara alkes dengan terdakwa Ratu Atut,” ucap Kabiro Humas KPK Febri Diansyah ketika dimintai konfirmasi, Jumat (25/8).

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Dosen Universitas Indonesia (UI) Ade Armando kembali dipolisikan karena unggahan di akun Facebook-nya. Kali ini Ade dilaporkan atas posting- an yang dianggap menghina hadis Nabi Muhammad SAW. “Kami, Pimpinan Pusat Front Mahasiswa Islam, didampingi oleh Pusat Hak Asasi Muslim Indonesia, pada tanggal 29 Desember 2017, melaporkan akun Facebook Ade Armando kepada pihak kepolisian atas tuduhan ujaran kebencian lewat media sosial dengan menghina Hadis Rasulullah SAW serta melecehkan ulama,” kata Ketua Umum Pimpinan Pusat Front Mahasiswa Islam (FMI) Ali Alatas dalam siaran pers, Jumat (29/12/2017). Menurut Ali, sejumlah unggahan Ade di akun Facebook miliknya dapat memicu konflik antarumat beragama, termasuk unggahan gambar Habib Rizieq mengenakan atribut natal. “Bahwa pernyataan akun Facebook Ade Armando amat sangat melecehkan hadis Rasulullah SAW. Bahwa al-hadis atau as-sunnah adalah sumber kedua setelah Alquran, yang menjadi rujukan umat Islam dalam beribadah, sehingga memiliki kedudukan mulia pada keyakinan umat Islam,” ujar Ali Laporan ini diterima Mapolda Metro Jaya dengan nomor polisi TBL/6405/XII/2017/PMJ tertanggal 29 Desember 2017. Ade diduga telah melakukan tindak pidana ujaran kebencian sebagaimana tertuang dalam Pasal 28 ayat 2 jo Pasal 45a ayat 2 UU ITE. Sebelumnya, Ade juga dipolisikan seorang murid Rizieq, Ratih Puspa Nusanti, ke Bareskrim. Ratih tak terima sang guru dihina. Sementara itu, Ade menjelaskan unggahan itu justru menyebut bahwa gambar soal Rizieq tersebut hoax . Ade menyatakan unggahan itu dibuatnya dengan keterangan bahwa itu hoax . “Kan gambar itu saya tulis di atasnya itu hoax . Jelas-jelas itu hoax ,” katanya, Kamis (28/12). Ade mengatakan posting itu dia lakukan beberapa waktu yang lalu. “Saya sudah menjelaskan bahwa itu bukan gambar yang sebenarnya,” ujarnya.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan segera merevisi peraturan gubernur (pergub) mengenai penggunaan Monas terbuka untuk kegiatan agama, kesenian dan kebudayaan. Dia mengaku telah menyiapkan koordinasi dengan pihak istana. “Jadi kita semua mengatur ini menggunakan institusi. Jadi ada nomor peraturannya dan lain-lain nanti saya sampaikan. Intinya kita sedang dalam proses untuk mengoptimalkan pemanfaatan monumen nasional ini,” kata Anies di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (20/11/2017). Anies ingin Monas berfungsi sebagai pusat berkegiatan warga seperti alun-alun kota lainnya yang ada di Indonesia. Dia berjanji akan tetap mempertimbangkan masalah keamanan dalam revisi pergub tersebut. “DKI ingin agar monumen nasional ini menjadi tempat kegiatan warga. Tentu dengan mempertimbangkan faktor keamanan, mempertimbangkan faktor historis yang ada di lingkungan monumen nasional,” jelasnya. Anies dalam waktu dekat akan melakukan tausiah agama dalam rangka peringatan Hari Pahlawan yang diadakan pada hari Minggu (26/11) depan. Ia mengatakan belum akan mengumumkan revisi pergub hingga konsepnya matang. “Nanti urutan acaranya disampaikan, nanti akan ada pawai, ada marching band. Akan ada banyak kegiatan di sekitar mulai dari Dukuh Atas sampai ke Monas. Kemudian dilanjutkan juga malamnya dengan kegiatan tausiah, itu rencananya,” terang Anies. Saat ditanya mengenai koordinasi dengan pihak istana, Anies menegaskan sudah menyiapkan hal tersebut. “Semuanya sudah disiapkan,” imbuhnya.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Merdeka.com – Polda Metro Jaya akan melakukan pengecekan terkait postingan yang diunggah dosen komunikasi Universitas Indonesia (UI) Ade Armando. Melalui akun media sosial Facebook miliknya, Ade menumpahkan kekecewaannya atas terpilihnya pasangan Anies Rasyid Baswedan- Sandiaga Uno dalam Pilgub DKI. “Ya nanti kita cek dulu di patrol polisinya di cyber crime. Karena semuanya itu yang menentukan kan saksi ahli semuanya,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono kepada merdeka.com usai dihubungi, Jumat (21/4). Meski demikian, Argo mengakui penyidik tak lantas serta merta menyelidiki postingan Ade tersebut. Polisi tetap menunggu pelaporan. “Semuanya kan ada laporan. Baru ada penyelidikan gitu. Nah apakah dalam penyelidikan itu ada tindak pidana atau nggak. Seperti itu (tunggu ada laporan dulu?) Iya memang seperti itu. Lebih bagus kan ada laporan,” katanya. “Ya nanti kita tanya penyidiknya. Untuk melihat kasus ini ya,” akhirnya. Sebelumnya, dalam postingan yang diunggahnya di akun Facebook miliknya, dosen komunikasi UI itu menulis status soal Pilgub DKI. Ade menyebut kalahnya Ahok di Pilgub DKI memiliki arti lebih banyak orang bodoh ketimbang orang pintar di DKI. “Orang pintar milih Ahok. Orang bodoh milih Anies. Jadi kalau sekarang Ahok kalah artinya jumlah orang bodoh jauh lebih banyak daripada orang pinter. Simpelkan?,” demikian tulis Ade di akun Facebook miliknya Kamis (20/4) kemarin, dikutip merdeka.com. Status tersebut langsung ramai menuai reaksi dari para netizen. Hingga pukul 7.35 WIB, status itu 258 kali dibagikan dan ada 1.664 netizen yang komentar. Saat dikonfirmasi, Ade Armando membenarkan status Facebook tersebut ditulis olehnya. Dia mengaku memiliki alasan menulis status tersebut. “Benar itu saya yang tulis. Kan selama ini pendukung Ahok dihina kalau dukung Ahok kafir masuk neraka, enggak boleh disalati, itu merendahkan dan parah kan?,” kata Ade saat dikonfirmasi merdeka.com melalui sambungan telepon.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Jakarta, CNN Indonesia — Badan Reserse Kriminal Polri menyatakan total kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi pembangunan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Gedebage, Bandung, Jawa Barat mencapai Rp103 miliar. Kepala Subdirektorat IV Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Komisaris Besar Endar Priantoro mengatakan, angka tersebut diperoleh berdasarkan hasil audit yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan Provinsi (BPKP) Jawa Barat. “Dengan kerugian negara berdasarkan perhitungan ahli, mencapai Rp103 miliar,” kata Endar dalam keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, Selasa (6/6). Menurutnya, hasil pemeriksaan BPKP Jawa Barat ini meyakinkan penyidik bahwa telah terjadi penyimpangan dalam proyek pembangunan Stadion GBLA. Hasil audit ini juga, kata dia, akan melengkapi berkas perkara. “Berkas sudah dikirm ke kejaksaan dan akan dilimpahkan ke pengadilan, sudah lengkap,” kata Endar. Tahan Tersangka Polisi menetapkan untuk menahan Yayat A. Sudrajat, tersangka kasus korupsi pembangunan stadion GLBA. Mantan Sekretaris Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya Kota Bandung itu telah ditetapkan sebagai tersangka pada 2015 silam. Endar mengatakan, penahanan Yayat akan dilakukan selama 20 hari ke depan di Rumah Tahanan Polda Metro Jaya. Yayat dijerat Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 Undang-Undang No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Korupsi sebagaimana diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No. 31 Tahun 199 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. “Hari ini, kami melakukan penahanan YAS pada saat kegiatan pejabat pelaksana teknis dan kuasa pengguna anggaran,” katanya. Penyidik Bareskrim memulai penyidikan terhadap kasus dugaan korupsi pembangunan Stadion GBLA pada 2015 silam. Pembangunan Stadion GLBA dilakukan oleh Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya Kota Bandung, PT Penta Rekayasa (konsultan perencana), PT Adhi Karya (kontraktor pelaksana pekerjaan), PT Indah Karya (konsultan manajemen kontruksi) dengan nilai proyek sebesar Rp545.535.430.000 pada tahun anggaran 2009 hingga 2013. Kabareskrim kala itu, Komisaris Jenderal Budi Waseso sempat meninjau lokasi Stadion GBLA beberapa kali. Bahkan, dia juga sempat menyegel dan melarang penggunaan stadion untuk keperluan apa pun. Namun pada Januari 2016, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heriawan meminta Bareskrim mengizinkan penggunaan stadion untuk Pesta Olahraga Nasional (PON) Jawa Barat pada September 2016. Stadion GLBA pun akhirnya digunakan untuk PON.

Merdeka.com – Polda Metro Jaya akan melakukan pengecekan terkait postingan yang diunggah dosen komunikasi Universitas Indonesia (UI) Ade Armando. Melalui akun media sosial Facebook miliknya, Ade menumpahkan kekecewaannya atas terpilihnya pasangan Anies Rasyid Baswedan- Sandiaga Uno dalam Pilgub DKI. “Ya nanti kita cek dulu di patrol polisinya di cyber crime. Karena semuanya itu yang menentukan kan saksi ahli semuanya,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono kepada merdeka.com usai dihubungi, Jumat (21/4). Meski demikian, Argo mengakui penyidik tak lantas serta merta menyelidiki postingan Ade tersebut. Polisi tetap menunggu pelaporan. “Semuanya kan ada laporan. Baru ada penyelidikan gitu. Nah apakah dalam penyelidikan itu ada tindak pidana atau nggak. Seperti itu (tunggu ada laporan dulu?) Iya memang seperti itu. Lebih bagus kan ada laporan,” katanya. “Ya nanti kita tanya penyidiknya. Untuk melihat kasus ini ya,” akhirnya. Sebelumnya, dalam postingan yang diunggahnya di akun Facebook miliknya, dosen komunikasi UI itu menulis status soal Pilgub DKI. Ade menyebut kalahnya Ahok di Pilgub DKI memiliki arti lebih banyak orang bodoh ketimbang orang pintar di DKI. “Orang pintar milih Ahok. Orang bodoh milih Anies. Jadi kalau sekarang Ahok kalah artinya jumlah orang bodoh jauh lebih banyak daripada orang pinter. Simpelkan?,” demikian tulis Ade di akun Facebook miliknya Kamis (20/4) kemarin, dikutip merdeka.com. Status tersebut langsung ramai menuai reaksi dari para netizen. Hingga pukul 7.35 WIB, status itu 258 kali dibagikan dan ada 1.664 netizen yang komentar. Saat dikonfirmasi, Ade Armando membenarkan status Facebook tersebut ditulis olehnya. Dia mengaku memiliki alasan menulis status tersebut. “Benar itu saya yang tulis. Kan selama ini pendukung Ahok dihina kalau dukung Ahok kafir masuk neraka, enggak boleh disalati, itu merendahkan dan parah kan?,” kata Ade saat dikonfirmasi merdeka.com melalui sambungan telepon.

TEMPO.CO , Jakarta – Kepolisian Daerah Metro Jaya menanggapi santai tindakan mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Antasari Azhar yang mendatangi Badan Reserse Kriminal Kepolisian RI untuk mengadukan kasusnya. Sebelumnya, Antasari melaporkan soal dugaan SMS palsu ke Polda Metro Jaya pada 2011. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, saat ini, pihaknya masih menyelidiki laporan SMS palsu dan saksi palsu Antasari itu. “Kami masih dalam tahap melengkapi bukti dan penyelidikan,” ucap Argo saat dihubungi, Selasa, 14 Februari 2017. Baca : Antasari Azhar: Saatnya SBY Jujur atas Kasus Saya Persoalannya, menurut Argo, bukti-bukti yang dibawa Antasari dalam laporannya terlalu minim. Penyidik pun berencana meminta barang bukti ke kejaksaan.

seperti di kutip dari https://nasional.tempo.co

Meski begitu, penyidik telah memeriksa salah satu pengacara Antasari, yaitu Masayu Donny Kertopati, sebagai saksi pelapor. Argo berujar, pihaknya selanjutnya berencana memeriksa Antasari. “Minggu depan (akan memanggil Antasari),” tuturnya. Hari ini, Antasari mengadu ke Bareskrim Polri terkait dengan kasus pembunuhan terhadap mantan bos PT Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen, yang menjeratnya hingga ke bui. Antasari melaporkan dua saksi yang mengaku mengetahui SMS ancaman kepada Nasrudin, yang diduga dilakukannya. Selain mengadukan kasusnya, Antasari membuka sejumlah nama yang menurutnya menjadi tokoh di balik kasusnya. “Kepada Bapak Susilo Bambang Yudhoyono, jujurlah. Beliau tahu perkara saya ini. Beliau perintahkan siapa untuk merekayasa dan mengkriminalkan saya,” katanya. INGE KLARA SAFITRI | REZKI ALVIONITASARI Simak pula : Ahok Diaktifkan, Hamdan Zoelva: Alasan Mendagri Tjahjo Aneh

JawaPos.com – Dari 141 pria homo yang tertangkap pada Minggu (21/5) malam di Fitnes Atlantis Jaya, Kelapa Gading, Jakarta Utara, empat di antaranya adalah warga negara asing. Namun mereka tidak dijadikan tersangka, karena hanya menjadi pengunjung. Menurut Kapolres Metro Jakarta Utara, Komisaris Besar Polisi Dwiyono untuk empat WNA yang tertangkap itu, mereka telah berkoordinasi dengan pihak imigrasi. Empat WNA itu kata dia juga negatif narkoba ketika menjalani tes urine. “Untuk yang WNI kami sudah koordinasi pihak terkait imigrasi saat ini. Karena dari yang kita lakukan pengamanan kemarin, sudah kita lakukan pemeriksaan, pendataan, dan dilakukan cek masih negatif (narkoba),” ucap dia, Selasa (23/5). Namun dia belum memastikan, apakah nantinya akan dipulangkan atau bagaimana. Yang pasti mereka juga telah mengantongi data dan siap dipanggil lagi bila keterangannya masih diperlukan. Di kesempatan yang sama, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Nasriadi menyebut, pihaknya tak mendapati adanya narkotika di Atlantis Jaya. Tujuh orang yang positif narkoba dalam acara tersebut diduga memakai narkoba bukan di acara pesta seks gay ‘The Wild One’. “Pada saat proses penggeledahan, kita tidak mendapatkan (narkoba). Kan mereka tidak bawa kantong (tanpa busana),” kata dia. Sebelumnya dari 141 orang yang ditangkap, sejumlahnya telah dijadikan tersangka yakni Christian Daniel Kaihatu (40) selaku pemilik tempat usaha, lalu Nandez (27) selaku resepsionis dan kasir, kemudian Dendi Padma Putranta (27), Restu Andri (28) pemberi honor sekaligus sekuriti. Mereka dikenakan Pasal 30 juncto Pasal 4 Ayat (2). Lalu ada Syarif Akbar (29) sebagai penari, Bagas Yudhistira (27), Roni (30), Tommy Timothy (28), Aries Suhandi (41), Steven Handoko (25) yang berperan sebagai tamu. Untuk enam orang ini dikenakan Pasal 36 juncto Pasal 10 Undang-undang no 4 tahun 2008 tentang pornografi. (elf/JPG)

Related Posts

Comments are closed.