Bantah Hoax soal Deklarasi Pilpres, Ini Penjelasan Luhut

Bantah Hoax soal Deklarasi Pilpres, Ini Penjelasan Luhut

Menko Bidang Kemaritiman Luhut B Panjaitan memberikan klarifikasi terkait beredarnya undangan deklarasi pencalonan dirinya sebagai pasangan capres-cawapres bersama Hendropriyono. Dalam undangan yang beredar di media sosial tersebut, Luhut dipasangkan sebagai cawapres. “Perlu saya tegaskan bahwa informasi tersebut sama sekali tidak benar dan merupakan fitnah yang keji yang ditujukan kepada Bapak AM Hendropriyono dan saya pribadi,” kata Luhut lewat keterangan tertulis yang diterima detikcom , Rabu (24/1/2018). Undangan yang tersebar itu menyebutkan Hendro dan Luhut akan mendeklarasikan diri di Bundaran HI pada Senin (29/1) nanti. Luhut menyatakan akan fokus pada tanggung jawab yang telah diberikan Presiden Joko Widodo. “Sejak saya masuk ke dalam pemerintahan Joko Widodo pada 31 Desember 2014, saya hanya fokus pada tugas dan kewajiban saya selaku pembantu Presiden dan sebagai prajurit TNI loyalitas saya tegak lurus kepada pimpinan,” tuturnya. “Tidak pernah saya berpikir di luar tugas dan tidak pernah saya mempunyai ambisi atau keinginan politik/jabatan lain,” sambungnya menegaskan. Luhut mengaku telah berkawan baik dengan Hendro sejak masih menjadi prajurit Kopassus puluhan tahun lalu. Dia mengatakan tak pernah membahas pencalonan diri sebagai capres-cawapres. “Perlu saya tegaskan bahwa saya dan Bapak Hendropriyono telah berkawan baik sejak puluhan tahun lalu sama-sama sebagai prajurit Kopassus, tetapi tidak pernah kami berdua berbicara mengenai masalah pencalonan kami untuk pangkat atau jabatan seperti ditulis dalam informasi fitnah tersebut,” ungkap dia. Foto: Undangan hoax duet capres Hendro-Luhut Dia mengimbau masyarakat tidak percaya dan menyebarkan informasi bohong tersebut. Luhut juga meminta penyebar informasi itu berhenti menyebarkan hoax tersebut. “Marilah kita bersatu-padu membangun NKRI tercinta dan jauhkan sifat-sifat adu domba dan fitnah,” tuturnya. Sebelumnya, Hendropriyono juga sudah menyatakan undangan deklarasi tersebut sebagai informasi bohong. Mantan Kepala BIN ini menduga fitnah tersebut disebar bukan oleh pihak sembarangan. “Ini jelas fitnah,” kata Hendro dalam pernyataannya, Senin (22/1). “Fitnah yang viral begini pasti dibuat oleh institusi atau orang yang kuat. Terlalu hebat viralnya,” kata Hendro.

Baca juga : p30m6o330 luhut kabar saya maju di pilpres hoax

“Perlu saya tegaskan bahwa informasi tersebut sama sekali tidak benar dan merupakan fitnah yang keji,” ujar Luhut dalam keterangan klarifikasinya di Jakarta, Selasa (23/1). Sebelumnya beredar sebuah undangan bertajuk Deklarasi Pasangan Kebangsaan Menuju Pilpres 2019 yang menyebutkan bahwa nama AM Hendropriyono dan Luhut Pandjaitan akan berpasangan sebagai Capres dan Cawapres 2019. Dalam undangan itu tertulis bahwa deklarasi akan dilaksanakan pada Senin, 29 Januari 2018. Luhut menegaskan hal tesebut fitnah yang ditujukan kepada AM Hendropriyono dan dirinya pribadi. Menurutnya, sejak ia masuk ke dalam pemerintahan Joko Widodo pada 31 Desember 2014 ia hanya fokus pada tugas dan kewajiban selaku pembantu Presiden. “Sebagai seorang prajurit TNI loyalitas saya tegak lurus kepada pimpinan. Tidak pernah saya berpikir di luar tugas dan tidak pernah saya mempunyai ambisi atau keinginan politik/jabatan lain,” kata Luhut. Luhut menegaskan ia dan Hendropriyono telah berkawan baik sejak puluhan tahun lalu. Meski keduanya sama-sama sebagai prajurit Kopassus, tetapi ia mengaku tidak pernah berbicara mengenai masalah pencalonan dalam Pilpres. “Saya imbau kepada masyarakat untuk tidak percaya atau menyebarkan informasi bohong tersebut dan kepada penyebar atau penggagas fitnah tersebut saya minta untuk menghentikan tindakan yang jahat itu. Marilah kita bersatu-padu membangun NKRI tercinta dan jauhkan sifat-sifat adu domba dan fitnah,” ujar Luhut.


Baca juga : watch

Jokowi hingga Duterte akan Hadiri ASEAN-India Summit . Selamat menyaksikan! Jika anda berkenan silahkan klik SUBSCRIBE, like dan komen di video ini yah… Subscribe : New Delhi – ASEAN dan India telah menjajaki kerja sama selama 25 tahun. Peringatan kerja sama itu akan dihelat di ibu kota India, New Delhi.”Sebenarnya dokumen ini yang akan dihasilkan, sekarang belum bisa dirilis karena kan itu harus diketok palu oleh para kepala negara,” kata Dirjen Kerja Sama ASEAN Kemlu Jose Tavares di kantor KBRI New Delhi, India, Rabu (24/1/2018).Jokowi dijadwalkan tiba di New Delhi Kamis (25/1) setelah kunjungannya dari Sri Lanka. Jokowi dan para kepala negara ASEAN lainnya akan dijamu oleh Presiden India.Area ASEAN-India Summit Foto: Bagus Prihantoro Nugroho/ detikcomPertemuan tingkat kepala negara dijadwalkan berlangsung pada sore harinya. Selain Jokowi, akan hadir pula Presiden Filipina Rodrigo Duterte, Sultan Brunei Darussalam Hasanal Bolkiah, dan lainnya. Foto-foto mereka pun terpampang pada sejumlah spanduk yang dipasang di New Delhi.”Ada isu berkaitan ekonomi isu kerja sama kemaritiman itu akan diangkat, dari aspek mana akan dielaborasi,” ujar Jose.Ada pun deklarasi yang nantinya disepakati oleh para kepala negara ASEAN dan India berjudul Delhi Declaration of ASEAN-India Commemorative Summit to Mark 25 Anniversary of ASEAN-India Relationship.Foto: Bagus Prihantoro Nugroho/ detikcom (bpn/fdn) india

Menko Bidang Kemaritiman Luhut B Panjaitan memberikan klarifikasi terkait beredarnya undangan deklarasi pencalonan dirinya sebagai pasangan capres-cawapres bersama Hendropriyono. Dalam undangan yang beredar di media sosial tersebut, Luhut dipasangkan sebagai cawapres. “Perlu saya tegaskan bahwa informasi tersebut sama sekali tidak benar dan merupakan fitnah yang keji yang ditujukan kepada Bapak AM Hendropriyono dan saya pribadi,” kata Luhut lewat keterangan tertulis yang diterima detikcom , Rabu (24/1/2018). Undangan yang tersebar itu menyebutkan Hendro dan Luhut akan mendeklarasikan diri di Bundaran HI pada Senin (29/1) nanti. Luhut menyatakan akan fokus pada tanggung jawab yang telah diberikan Presiden Joko Widodo. “Sejak saya masuk ke dalam pemerintahan Joko Widodo pada 31 Desember 2014, saya hanya fokus pada tugas dan kewajiban saya selaku pembantu Presiden dan sebagai prajurit TNI loyalitas saya tegak lurus kepada pimpinan,” tuturnya. “Tidak pernah saya berpikir di luar tugas dan tidak pernah saya mempunyai ambisi atau keinginan politik/jabatan lain,” sambungnya menegaskan. Luhut mengaku telah berkawan baik dengan Hendro sejak masih menjadi prajurit Kopassus puluhan tahun lalu. Dia mengatakan tak pernah membahas pencalonan diri sebagai capres-cawapres. “Perlu saya tegaskan bahwa saya dan Bapak Hendropriyono telah berkawan baik sejak puluhan tahun lalu sama-sama sebagai prajurit Kopassus, tetapi tidak pernah kami berdua berbicara mengenai masalah pencalonan kami untuk pangkat atau jabatan seperti ditulis dalam informasi fitnah tersebut,” ungkap dia. Foto: Undangan hoax duet capres Hendro-Luhut Dia mengimbau masyarakat tidak percaya dan menyebarkan informasi bohong tersebut. Luhut juga meminta penyebar informasi itu berhenti menyebarkan hoax tersebut. “Marilah kita bersatu-padu membangun NKRI tercinta dan jauhkan sifat-sifat adu domba dan fitnah,” tuturnya. Sebelumnya, Hendropriyono juga sudah menyatakan undangan deklarasi tersebut sebagai informasi bohong. Mantan Kepala BIN ini menduga fitnah tersebut disebar bukan oleh pihak sembarangan. “Ini jelas fitnah,” kata Hendro dalam pernyataannya, Senin (22/1). “Fitnah yang viral begini pasti dibuat oleh institusi atau orang yang kuat. Terlalu hebat viralnya,” kata Hendro.

Jakarta – Menko Bidang Kemaritiman Luhut B Panjaitan memberikan klarifikasi terkait beredarnya undangan deklarasi pencalonan dirinya sebagai pasangan capres-cawapres bersama Hendropriyono. Dalam undangan yang beredar di media sosial tersebut, Luhut dipasangkan sebagai cawapres. “Perlu saya tegaskan bahwa informasi tersebut sama sekali tidak benar dan merupakan fitnah yang keji yang ditujukan kepada Bapak AM Hendropriyono dan saya pribadi,” kata Luhut lewat keterangan tertulis yang diterima detikcom , Rabu (24/1/2018). Undangan yang tersebar itu menyebutkan Hendro dan Luhut akan mendeklarasikan diri di Bundaran HI pada Senin (29/1) nanti. Luhut menyatakan akan fokus pada tanggung jawab yang telah diberikan Presiden Joko Widodo. “Sejak saya masuk ke dalam pemerintahan Joko Widodo pada 31 Desember 2014, saya hanya fokus pada tugas dan kewajiban saya selaku pembantu Presiden dan sebagai prajurit TNI loyalitas saya tegak lurus kepada pimpinan,” tuturnya. “Tidak pernah saya berpikir di luar tugas dan tidak pernah saya mempunyai ambisi atau keinginan politik/jabatan lain,” sambungnya menegaskan. Luhut mengaku telah berkawan baik dengan Hendro sejak masih menjadi prajurit Kopassus puluhan tahun lalu. Dia mengatakan tak pernah membahas pencalonan diri sebagai capres-cawapres. “Perlu saya tegaskan bahwa saya dan Bapak Hendropriyono telah berkawan baik sejak puluhan tahun lalu sama-sama sebagai prajurit Kopassus, tetapi tidak pernah kami berdua berbicara mengenai masalah pencalonan kami untuk pangkat atau jabatan seperti ditulis dalam informasi fitnah tersebut,” ungkap dia. Foto: Undangan hoax duet capres Hendro-Luhut Dia mengimbau masyarakat tidak percaya dan menyebarkan informasi bohong tersebut. Luhut juga meminta penyebar informasi itu berhenti menyebarkan hoax tersebut. “Marilah kita bersatu-padu membangun NKRI tercinta dan jauhkan sifat-sifat adu domba dan fitnah,” tuturnya. Sebelumnya, Hendropriyono juga sudah menyatakan undangan deklarasi tersebut sebagai informasi bohong. Mantan Kepala BIN ini menduga fitnah tersebut disebar bukan oleh pihak sembarangan. “Ini jelas fitnah,” kata Hendro dalam pernyataannya, Senin (22/1). “Fitnah yang viral begini pasti dibuat oleh institusi atau orang yang kuat. Terlalu hebat viralnya,” kata Hendro. (jbr/dhn)

Menko Bidang Kemaritiman Luhut B Panjaitan memberikan klarifikasi terkait beredarnya undangan deklarasi pencalonan dirinya sebagai pasangan capres-cawapres bersama Hendropriyono. Dalam undangan yang beredar di media sosial tersebut, Luhut dipasangkan sebagai cawapres. “Perlu saya tegaskan bahwa informasi tersebut sama sekali tidak benar dan merupakan fitnah yang keji yang ditujukan kepada Bapak AM Hendropriyono dan saya pribadi,” kata Luhut lewat keterangan tertulis yang diterima detikcom , Rabu (24/1/2018). Undangan yang tersebar itu menyebutkan Hendro dan Luhut akan mendeklarasikan diri di Bundaran HI pada Senin (29/1) nanti. Luhut menyatakan akan fokus pada tanggung jawab yang telah diberikan Presiden Joko Widodo. “Sejak saya masuk ke dalam pemerintahan Joko Widodo pada 31 Desember 2014, saya hanya fokus pada tugas dan kewajiban saya selaku pembantu Presiden dan sebagai prajurit TNI loyalitas saya tegak lurus kepada pimpinan,” tuturnya. “Tidak pernah saya berpikir di luar tugas dan tidak pernah saya mempunyai ambisi atau keinginan politik/jabatan lain,” sambungnya menegaskan. Luhut mengaku telah berkawan baik dengan Hendro sejak masih menjadi prajurit Kopassus puluhan tahun lalu. Dia mengatakan tak pernah membahas pencalonan diri sebagai capres-cawapres. “Perlu saya tegaskan bahwa saya dan Bapak Hendropriyono telah berkawan baik sejak puluhan tahun lalu sama-sama sebagai prajurit Kopassus, tetapi tidak pernah kami berdua berbicara mengenai masalah pencalonan kami untuk pangkat atau jabatan seperti ditulis dalam informasi fitnah tersebut,” ungkap dia. Foto: Undangan hoax duet capres Hendro-Luhut Dia mengimbau masyarakat tidak percaya dan menyebarkan informasi bohong tersebut. Luhut juga meminta penyebar informasi itu berhenti menyebarkan hoax tersebut. “Marilah kita bersatu-padu membangun NKRI tercinta dan jauhkan sifat-sifat adu domba dan fitnah,” tuturnya. Sebelumnya, Hendropriyono juga sudah menyatakan undangan deklarasi tersebut sebagai informasi bohong. Mantan Kepala BIN ini menduga fitnah tersebut disebar bukan oleh pihak sembarangan. “Ini jelas fitnah,” kata Hendro dalam pernyataannya, Senin (22/1). “Fitnah yang viral begini pasti dibuat oleh institusi atau orang yang kuat. Terlalu hebat viralnya,” kata Hendro.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Menko Bidang Kemaritiman Luhut B Panjaitan memberikan klarifikasi terkait beredarnya undangan deklarasi pencalonan dirinya sebagai pasangan capres-cawapres bersama Hendropriyono. Dalam undangan yang beredar di media sosial tersebut, Luhut dipasangkan sebagai cawapres. “Perlu saya tegaskan bahwa informasi tersebut sama sekali tidak benar dan merupakan fitnah yang keji yang ditujukan kepada Bapak AM Hendropriyono dan saya pribadi,” kata Luhut lewat keterangan tertulis yang diterima detikcom , Rabu (24/1/2018). Undangan yang tersebar itu menyebutkan Hendro dan Luhut akan mendeklarasikan diri di Bundaran HI pada Senin (29/1) nanti. Luhut menyatakan akan fokus pada tanggung jawab yang telah diberikan Presiden Joko Widodo. “Sejak saya masuk ke dalam pemerintahan Joko Widodo pada 31 Desember 2014, saya hanya fokus pada tugas dan kewajiban saya selaku pembantu Presiden dan sebagai prajurit TNI loyalitas saya tegak lurus kepada pimpinan,” tuturnya. “Tidak pernah saya berpikir di luar tugas dan tidak pernah saya mempunyai ambisi atau keinginan politik/jabatan lain,” sambungnya menegaskan. Luhut mengaku telah berkawan baik dengan Hendro sejak masih menjadi prajurit Kopassus puluhan tahun lalu. Dia mengatakan tak pernah membahas pencalonan diri sebagai capres-cawapres. “Perlu saya tegaskan bahwa saya dan Bapak Hendropriyono telah berkawan baik sejak puluhan tahun lalu sama-sama sebagai prajurit Kopassus, tetapi tidak pernah kami berdua berbicara mengenai masalah pencalonan kami untuk pangkat atau jabatan seperti ditulis dalam informasi fitnah tersebut,” ungkap dia. Foto: Undangan hoax duet capres Hendro-Luhut Dia mengimbau masyarakat tidak percaya dan menyebarkan informasi bohong tersebut. Luhut juga meminta penyebar informasi itu berhenti menyebarkan hoax tersebut. “Marilah kita bersatu-padu membangun NKRI tercinta dan jauhkan sifat-sifat adu domba dan fitnah,” tuturnya. Sebelumnya, Hendropriyono juga sudah menyatakan undangan deklarasi tersebut sebagai informasi bohong. Mantan Kepala BIN ini menduga fitnah tersebut disebar bukan oleh pihak sembarangan. “Ini jelas fitnah,” kata Hendro dalam pernyataannya, Senin (22/1). “Fitnah yang viral begini pasti dibuat oleh institusi atau orang yang kuat. Terlalu hebat viralnya,” kata Hendro.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

“Perlu saya tegaskan bahwa informasi tersebut sama sekali tidak benar dan merupakan fitnah yang keji,” ujar Luhut dalam keterangan klarifikasinya di Jakarta, Selasa (23/1). Sebelumnya beredar sebuah undangan bertajuk Deklarasi Pasangan Kebangsaan Menuju Pilpres 2019 yang menyebutkan bahwa nama AM Hendropriyono dan Luhut Pandjaitan akan berpasangan sebagai Capres dan Cawapres 2019. Dalam undangan itu tertulis bahwa deklarasi akan dilaksanakan pada Senin, 29 Januari 2018. Luhut menegaskan hal tesebut fitnah yang ditujukan kepada AM Hendropriyono dan dirinya pribadi. Menurutnya, sejak ia masuk ke dalam pemerintahan Joko Widodo pada 31 Desember 2014 ia hanya fokus pada tugas dan kewajiban selaku pembantu Presiden. “Sebagai seorang prajurit TNI loyalitas saya tegak lurus kepada pimpinan. Tidak pernah saya berpikir di luar tugas dan tidak pernah saya mempunyai ambisi atau keinginan politik/jabatan lain,” kata Luhut. Luhut menegaskan ia dan Hendropriyono telah berkawan baik sejak puluhan tahun lalu. Meski keduanya sama-sama sebagai prajurit Kopassus, tetapi ia mengaku tidak pernah berbicara mengenai masalah pencalonan dalam Pilpres. “Saya imbau kepada masyarakat untuk tidak percaya atau menyebarkan informasi bohong tersebut dan kepada penyebar atau penggagas fitnah tersebut saya minta untuk menghentikan tindakan yang jahat itu. Marilah kita bersatu-padu membangun NKRI tercinta dan jauhkan sifat-sifat adu domba dan fitnah,” ujar Luhut.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

JAKARTA – Reza Rahadian nampaknya selalu sukses dalam memerankan tokoh setiap film yang ia mainkan. Terbukti dengan kentalnya sosok Presiden ketiga Indonesia, BJ Habibie, kala ia bermain dalam film berjudul Habibie dan Ainun. Kali ini pria 30 tahun ini diketahui kembali bermain dan memerankan tokoh Almarhum Benyamin Sueb dalam Benyamin: Biang Kerok produksi Falcon Pictures. Namun tidak seperti biasanya, Reza Rahadian diketahui tak hanya dituntut untuk bisa berakting, tetapi juga bernyanyi, dan menari, mengikuti karakter Benyamin Sueb.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Baca Juga: Setelah Biang Kerok , Reza Rahadian Kembali Bintangi Sekuel Benyamin Hal tersebut dinyatakan Reza sebagai sesuatu ya cukup sulit bagi dirinya. Belum lagi ditambah dengan kesamaan karakter hingga aksen suara, yang ia anggap bisa semakin menambah kemampuan aktingnya. “Ya, senang banget lah bisa menjadi karakter yang membuat saya bisa kembali mengulik kembali proses kreatif saya sebagai seorang aktor, dengan segala tantangan yang ada lewat film ini,” ungkap Reza Rahadian yang ditemui di Karnos Studio, Cibubur, Jakarta Timur, Rabu (24/1/2018). “Harus nyanyi dengan karakter suara yang harus sesuai dengan karakter yang saya perankan, aksen yang berbeda. Itu suatu yang sulit tapi menyenangkan untuk dikerjakan, jadi saya sih beyond happy, senang banget, bisa akhirnya hari ini menjadi hari terakhir (syuting),” tambahnya.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Isu agama, baik yang positif atau negatif, kencang menjadi sorotan belakangan ini. Namun tak ada partai agamis yang terdongkrak naik ke papan atas. Setidaknya terlihat di hasil suara responden Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, tiga partai papan atas bukanlah partai agamis. Tiga partai berelektabilitas unggul itu adalah PDIP, Partai Golkar, dan Partai Gerindra. Survei dirilis di Graha Dua Rajawali, Jl Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (24/1/2018). Elektabilitas PDIP sebesar 22,2%, Partai Golkar mendapat 15,5%, sementara Partai Gerindra 11,4%. Di urutan nomor 4 ada Partai Demokrat dengan 6,2%. Baru di urutan nomor 5 ada PKB dengan raupan 6,2% suara responden. Sebagaimana diketahui, PKB memang partai yang identik dengan Agama Islam, khususnya Ormas Nahdlatul Ulama. “PKB diuntungkan dari isu Islam yang sedang seksi. Semenjak Pilkada DKI kemarin, isu Islam sangat seksi sekali. Ini bisa diambil keuntungan oleh PKB yang basis pemilihnya muslim, terutama di NU,” tutur peneliti LSI Denny JA, Rully Akbar, selaku pemapar survei. Tentu tak butuh seorang ahli untuk menilai bahwa isu agama belakangan ini menjadi isu yang ‘sangat seksi sekali’. Tapi mentok-mentoknya, cuma PKB sebagai partai Islam yang mampu berada di urutan ke-5. Survei dilakukan pada 7 sampai 14 Januari 2018. dengan metode multistage random sampling. Jumlah responden pada penelitian ini sebanyak 1.200 orang. Wawancara dilakukan secara tatap muka menggunakan kuesioner, dilengapi diskusi kelompok terarah (FGD) dan analisis media massa. Margin of error survei adalah 2,9 persen. Dikotomi parpol agamis dan parpol nasionalis memang tak selalu simpel. Kenyataannya tak ada parpol yang menolak nasionalisme, tak ada pula parpol yang menolak agama. Namun kategorisasi itulah yang kerap dipakai untuk mempermudah orang awam memahami peta parpol di Indonesia. Muncul dugaan sebenarnya isu agama tak terlalu kuat untuk mendongkrak elektabilitas partai agamis. Rully Akbar mencoba menjawab soal kenapa partai-partai agamis tak terdongkrak oleh derasnya isu agama. Sebabnya, tak ada partai yang benar-benar agamis. “Karena tidak ada satupun partai yang berasaskan agama. Rata-rata basisnya juga nasionalis,” kata Rully. Yang ada, menurutnya, yakni partai yang mengidentikkan diri dengan agama. Itupun juga, isu agama tak ada pengaruhnya karena basis pemilihnya rata-rata juga massa nasionalis. “Paling hanya PKB yang masih bisa meng-grab (meraup) itu. Tapi dia scoop (lingkup pemilih)-nya di NU saja, dan rata-rata di Jawa Timur,” ujar Rully. Selain NU, ada Ormas Islam besar dan tertua di Indonesia, yakni Muhammadiyah. PAN adalah partai berlambang matahari yang sedikit banyak punya identitas Muhammadiyah. Namun menurutnya, massa Muhammadiyah cenderung cair sehingga tidak bisa dibatasi perilaku elektoralnya ke satu partai tertentu. PAN ada di urutan nomor 10 dengan raupan 2,0% suara responden. PDIP, Golkar, dan Gerindra adalah tiga partai papan atas menurut survei ini. Adakah dari ketiga partai ini yang diuntungkan oleh derasnya isu agama belakangan ini? “Isu SARA (suku agama ras dan antargolongan) tidak ada pengaruhnya di tiga wilayah (parpol) ini. Tapi biasanya nanti berpengaruh ke tahap pencapresan. Kalau ke partai, nggak ada pengaruhnya,” jawab Rully Akbar. Isu agama juga dimasukkan sebagai salah satu dari isu SARA. Isu SARA memang bisa bermakna positif, seperti penghargaan terhadap kebhinnekaan dan saling memahami antargolongan. Isu SARA bisa bermakna negatif bila bermuatan kebencian antarkelompok, baik suku, agama, ras, atau golongan. Pertanyaan dari survei ini untuk responden berbunyi, ‘Jika Pileg dilakukan hari ini, partai mana yang Anda pilih?’. Berikut adalah hasilnya: 1. PDIP 22,2% 2. Golkar 15,5% 3. Gerindra 11,4% 4. Demokrat 6,2% 5. PKB 6,0% 6. NasDem 4,2% 7. PKS 3,8% 8. PPP 3,5% 9. Perindo 3,0% 10. PAN 2,0% 11. Hanura 0,7% 12. PSI 0,3% 13. PBB 0,3% 14. PKPI 0,2% Tidak tahu/tidak jawab/belum memutuskan/rahasia 20,7 %

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Ilustrasi rupiah. Foto: Jawa Pos/JPNN jpnn.com , TEGAL – Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Tegal menemukan ribuan lembar uang palsu sepanjang 2017. Parahnya, jumlah peredaran uang palsu di kawasan pantai utara (pantura) Pullau Jawa khususnya Tegal meningkat dari tahun sebelumnya. Kepala KPw BI Tegal Joni Marsius mengatakan, pihaknya memiliki perhatian serius terhadap pencegahan tindak kejahatan pemalsuan rupiah . Sepanjang 2017, KPw BI Tegal telah mengklarifikasi banyak uang yang keasliannya diragukan oleh masyarakat maupun perbankan. “Persoalan ini menjadi perhatian kita bersama. Hasilnya, kami berhasil menemukan sejumlah uang yang diragukan keasliannya,” kata seperti diberitakan radartegal.com . Menurut Joni, jumlah uang palsu yang ditemukan selama 2017 mencapai 4.457 lembar. Jumlah itu meningkat sebanyak 32 persen dari tahun 2016 yang hanya 3.382 lembar. Karena itu, kata Joni, diperlukan kerja sama sejumlah pihak agar peredaran uang palsu bisa ditekan. Dia juga mengimbau masyarakat lebih waspada agar terhindar dari uang palsu . (muj/zul/jpg)

Menko Bidang Kemaritiman Luhut B Panjaitan memberikan klarifikasi terkait beredarnya undangan deklarasi pencalonan dirinya sebagai pasangan capres-cawapres bersama Hendropriyono. Dalam undangan yang beredar di media sosial tersebut, Luhut dipasangkan sebagai cawapres. “Perlu saya tegaskan bahwa informasi tersebut sama sekali tidak benar dan merupakan fitnah yang keji yang ditujukan kepada Bapak AM Hendropriyono dan saya pribadi,” kata Luhut lewat keterangan tertulis yang diterima detikcom , Rabu (24/1/2018). Undangan yang tersebar itu menyebutkan Hendro dan Luhut akan mendeklarasikan diri di Bundaran HI pada Senin (29/1) nanti. Luhut menyatakan akan fokus pada tanggung jawab yang telah diberikan Presiden Joko Widodo. “Sejak saya masuk ke dalam pemerintahan Joko Widodo pada 31 Desember 2014, saya hanya fokus pada tugas dan kewajiban saya selaku pembantu Presiden dan sebagai prajurit TNI loyalitas saya tegak lurus kepada pimpinan,” tuturnya. “Tidak pernah saya berpikir di luar tugas dan tidak pernah saya mempunyai ambisi atau keinginan politik/jabatan lain,” sambungnya menegaskan. Luhut mengaku telah berkawan baik dengan Hendro sejak masih menjadi prajurit Kopassus puluhan tahun lalu. Dia mengatakan tak pernah membahas pencalonan diri sebagai capres-cawapres. “Perlu saya tegaskan bahwa saya dan Bapak Hendropriyono telah berkawan baik sejak puluhan tahun lalu sama-sama sebagai prajurit Kopassus, tetapi tidak pernah kami berdua berbicara mengenai masalah pencalonan kami untuk pangkat atau jabatan seperti ditulis dalam informasi fitnah tersebut,” ungkap dia. Foto: Undangan hoax duet capres Hendro-Luhut Dia mengimbau masyarakat tidak percaya dan menyebarkan informasi bohong tersebut. Luhut juga meminta penyebar informasi itu berhenti menyebarkan hoax tersebut. “Marilah kita bersatu-padu membangun NKRI tercinta dan jauhkan sifat-sifat adu domba dan fitnah,” tuturnya. Sebelumnya, Hendropriyono juga sudah menyatakan undangan deklarasi tersebut sebagai informasi bohong. Mantan Kepala BIN ini menduga fitnah tersebut disebar bukan oleh pihak sembarangan. “Ini jelas fitnah,” kata Hendro dalam pernyataannya, Senin (22/1). “Fitnah yang viral begini pasti dibuat oleh institusi atau orang yang kuat. Terlalu hebat viralnya,” kata Hendro.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Bantah Hoax Soal Deklarasi Pilpres, Ini Penjelasan Luhut . Selamat menyaksikan! Jika anda berkenan silahkan klik SUBSCRIBE, like dan komen di video ini yah… Subscribe : Jakarta – Menko Bidang Kemaritiman Luhut B Panjaitan memberikan klarifikasi terkait beredarnya undangan deklarasi pencalonan dirinya sebagai pasangan capres-cawapres bersama Hendropriyono. Dalam undangan yang beredar di media sosial tersebut, Luhut dipasangkan sebagai cawapres.”Perlu saya tegaskan bahwa informasi tersebut sama sekali tidak benar dan merupakan fitnah yang keji yang ditujukan kepada Bapak AM Hendropriyono dan saya pribadi,” kata Luhut lewat keterangan tertulis yang diterima detikcom, Rabu (24/1/2018).Undangan yang tersebar tersebut menyebutkan Hendro dan Luhut akan mendeklarasikan diri di Bundaran HI pada Senin (29/1) nanti. Luhut menyatakan akan fokus pada tanggung jawab yang telah diberikan Presiden Joko Widodo.”Sejak saya masuk ke dalam pemerintahan Joko Widodo pada 31 Desember 2014 saya hanya fokus pada tugas dan kewajiban saya selaku pembantu Presiden dan sebagai prajurit TNI loyalitas saya tegak lurus kepada pimpinan,” tuturnya.”Tidak pernah saya berpikir di luar tugas dan tidak pernah saya mempunyai ambisi atau keinginan politik/jabatan lain,” sambungnya menegaskan.Luhut mengaku telah berkawan baik dengan Hendro sejak masih menjadi prajurit Kopassus puluhan tahun lalu. Dia mengatakan tak pernah membahas soal pencalonan diri sebagai capres-cawapres.”Perlu saya tegaskan bahwa saya dan Bapak Hendropriyono telah berkawan baik sejak puluhan tahun lalu sama-sama sebagai prajurit Kopassus, tetapi tidak pernah kami berdua berbicara mengenai masalah pencalonan kami untuk pangkat atau jabatan seperti ditulis dalam informasi fitnah tersebut,” ungkap dia.Foto: Undangan hoax duet capres Hendro-LuhutDia mengimbau masyarakat untuk tidak percaya dan menyebarkan informasi bohong tersebut. Luhut juga meminta penyebar informasi tersebut untuk berhenti menyebarkan hoax tersebut.”Marilah kita bersatu-padu membangun NKRI tercinta dan jauhkan sifat-sifat adu domba dan fitnah,” tuturnya.Sebelumnya, Hendropriyono juga sudah menyatakan undangan deklarasi tersebut sebagai informasi bohong. Mantan Kepala BIN ini menduga fitnah tersebut disebar bukan oleh pihak sembarangan.”Ini jelas fitnah,” kata Hendro dalam pernyataannya, Senin (22/1).”Fitnah yang viral begini pasti dibuat oleh institusi atau orang yang kuat. Terlalu hebat viralnya,” kata Hendro. (jbr/dhn) luhut binsar pandjaitan

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Menko Bidang Kemaritiman Luhut B Panjaitan memberikan klarifikasi terkait beredarnya undangan deklarasi pencalonan dirinya sebagai pasangan capres-cawapres bersama Hendropriyono. Dalam undangan yang beredar di media sosial tersebut, Luhut dipasangkan sebagai cawapres. “Perlu saya tegaskan bahwa informasi tersebut sama sekali tidak benar dan merupakan fitnah yang keji yang ditujukan kepada Bapak AM Hendropriyono dan saya pribadi,” kata Luhut lewat keterangan tertulis yang diterima detikcom , Rabu (24/1/2018). Undangan yang tersebar itu menyebutkan Hendro dan Luhut akan mendeklarasikan diri di Bundaran HI pada Senin (29/1) nanti. Luhut menyatakan akan fokus pada tanggung jawab yang telah diberikan Presiden Joko Widodo. “Sejak saya masuk ke dalam pemerintahan Joko Widodo pada 31 Desember 2014, saya hanya fokus pada tugas dan kewajiban saya selaku pembantu Presiden dan sebagai prajurit TNI loyalitas saya tegak lurus kepada pimpinan,” tuturnya. “Tidak pernah saya berpikir di luar tugas dan tidak pernah saya mempunyai ambisi atau keinginan politik/jabatan lain,” sambungnya menegaskan. Luhut mengaku telah berkawan baik dengan Hendro sejak masih menjadi prajurit Kopassus puluhan tahun lalu. Dia mengatakan tak pernah membahas pencalonan diri sebagai capres-cawapres. “Perlu saya tegaskan bahwa saya dan Bapak Hendropriyono telah berkawan baik sejak puluhan tahun lalu sama-sama sebagai prajurit Kopassus, tetapi tidak pernah kami berdua berbicara mengenai masalah pencalonan kami untuk pangkat atau jabatan seperti ditulis dalam informasi fitnah tersebut,” ungkap dia. Foto: Undangan hoax duet capres Hendro-Luhut Dia mengimbau masyarakat tidak percaya dan menyebarkan informasi bohong tersebut. Luhut juga meminta penyebar informasi itu berhenti menyebarkan hoax tersebut. “Marilah kita bersatu-padu membangun NKRI tercinta dan jauhkan sifat-sifat adu domba dan fitnah,” tuturnya. Sebelumnya, Hendropriyono juga sudah menyatakan undangan deklarasi tersebut sebagai informasi bohong. Mantan Kepala BIN ini menduga fitnah tersebut disebar bukan oleh pihak sembarangan. “Ini jelas fitnah,” kata Hendro dalam pernyataannya, Senin (22/1). “Fitnah yang viral begini pasti dibuat oleh institusi atau orang yang kuat. Terlalu hebat viralnya,” kata Hendro.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Menko Bidang Kemaritiman Luhut B Panjaitan memberikan klarifikasi terkait beredarnya undangan deklarasi pencalonan dirinya sebagai pasangan capres-cawapres bersama Hendropriyono. Dalam undangan yang beredar di media sosial tersebut, Luhut dipasangkan sebagai cawapres. “Perlu saya tegaskan bahwa informasi tersebut sama sekali tidak benar dan merupakan fitnah yang keji yang ditujukan kepada Bapak AM Hendropriyono dan saya pribadi,” kata Luhut lewat keterangan tertulis yang diterima detikcom , Rabu (24/1/2018). Undangan yang tersebar itu menyebutkan Hendro dan Luhut akan mendeklarasikan diri di Bundaran HI pada Senin (29/1) nanti. Luhut menyatakan akan fokus pada tanggung jawab yang telah diberikan Presiden Joko Widodo. “Sejak saya masuk ke dalam pemerintahan Joko Widodo pada 31 Desember 2014, saya hanya fokus pada tugas dan kewajiban saya selaku pembantu Presiden dan sebagai prajurit TNI loyalitas saya tegak lurus kepada pimpinan,” tuturnya. “Tidak pernah saya berpikir di luar tugas dan tidak pernah saya mempunyai ambisi atau keinginan politik/jabatan lain,” sambungnya menegaskan. Luhut mengaku telah berkawan baik dengan Hendro sejak masih menjadi prajurit Kopassus puluhan tahun lalu. Dia mengatakan tak pernah membahas pencalonan diri sebagai capres-cawapres. “Perlu saya tegaskan bahwa saya dan Bapak Hendropriyono telah berkawan baik sejak puluhan tahun lalu sama-sama sebagai prajurit Kopassus, tetapi tidak pernah kami berdua berbicara mengenai masalah pencalonan kami untuk pangkat atau jabatan seperti ditulis dalam informasi fitnah tersebut,” ungkap dia. Foto: Undangan hoax duet capres Hendro-Luhut Dia mengimbau masyarakat tidak percaya dan menyebarkan informasi bohong tersebut. Luhut juga meminta penyebar informasi itu berhenti menyebarkan hoax tersebut. “Marilah kita bersatu-padu membangun NKRI tercinta dan jauhkan sifat-sifat adu domba dan fitnah,” tuturnya. Sebelumnya, Hendropriyono juga sudah menyatakan undangan deklarasi tersebut sebagai informasi bohong. Mantan Kepala BIN ini menduga fitnah tersebut disebar bukan oleh pihak sembarangan. “Ini jelas fitnah,” kata Hendro dalam pernyataannya, Senin (22/1). “Fitnah yang viral begini pasti dibuat oleh institusi atau orang yang kuat. Terlalu hebat viralnya,” kata Hendro.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

“Perlu saya tegaskan bahwa informasi tersebut sama sekali tidak benar dan merupakan fitnah yang keji,” ujar Luhut dalam keterangan klarifikasinya di Jakarta, Selasa (23/1). Sebelumnya beredar sebuah undangan bertajuk Deklarasi Pasangan Kebangsaan Menuju Pilpres 2019 yang menyebutkan bahwa nama AM Hendropriyono dan Luhut Pandjaitan akan berpasangan sebagai Capres dan Cawapres 2019. Dalam undangan itu tertulis bahwa deklarasi akan dilaksanakan pada Senin, 29 Januari 2018. Luhut menegaskan hal tesebut fitnah yang ditujukan kepada AM Hendropriyono dan dirinya pribadi. Menurutnya, sejak ia masuk ke dalam pemerintahan Joko Widodo pada 31 Desember 2014 ia hanya fokus pada tugas dan kewajiban selaku pembantu Presiden. “Sebagai seorang prajurit TNI loyalitas saya tegak lurus kepada pimpinan. Tidak pernah saya berpikir di luar tugas dan tidak pernah saya mempunyai ambisi atau keinginan politik/jabatan lain,” kata Luhut. Luhut menegaskan ia dan Hendropriyono telah berkawan baik sejak puluhan tahun lalu. Meski keduanya sama-sama sebagai prajurit Kopassus, tetapi ia mengaku tidak pernah berbicara mengenai masalah pencalonan dalam Pilpres. “Saya imbau kepada masyarakat untuk tidak percaya atau menyebarkan informasi bohong tersebut dan kepada penyebar atau penggagas fitnah tersebut saya minta untuk menghentikan tindakan yang jahat itu. Marilah kita bersatu-padu membangun NKRI tercinta dan jauhkan sifat-sifat adu domba dan fitnah,” ujar Luhut.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

JAKARTA – Reza Rahadian nampaknya selalu sukses dalam memerankan tokoh setiap film yang ia mainkan. Terbukti dengan kentalnya sosok Presiden ketiga Indonesia, BJ Habibie, kala ia bermain dalam film berjudul Habibie dan Ainun. Kali ini pria 30 tahun ini diketahui kembali bermain dan memerankan tokoh Almarhum Benyamin Sueb dalam Benyamin: Biang Kerok produksi Falcon Pictures. Namun tidak seperti biasanya, Reza Rahadian diketahui tak hanya dituntut untuk bisa berakting, tetapi juga bernyanyi, dan menari, mengikuti karakter Benyamin Sueb.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Baca Juga: Setelah Biang Kerok , Reza Rahadian Kembali Bintangi Sekuel Benyamin Hal tersebut dinyatakan Reza sebagai sesuatu ya cukup sulit bagi dirinya. Belum lagi ditambah dengan kesamaan karakter hingga aksen suara, yang ia anggap bisa semakin menambah kemampuan aktingnya. “Ya, senang banget lah bisa menjadi karakter yang membuat saya bisa kembali mengulik kembali proses kreatif saya sebagai seorang aktor, dengan segala tantangan yang ada lewat film ini,” ungkap Reza Rahadian yang ditemui di Karnos Studio, Cibubur, Jakarta Timur, Rabu (24/1/2018). “Harus nyanyi dengan karakter suara yang harus sesuai dengan karakter yang saya perankan, aksen yang berbeda. Itu suatu yang sulit tapi menyenangkan untuk dikerjakan, jadi saya sih beyond happy, senang banget, bisa akhirnya hari ini menjadi hari terakhir (syuting),” tambahnya.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Isu agama, baik yang positif atau negatif, kencang menjadi sorotan belakangan ini. Namun tak ada partai agamis yang terdongkrak naik ke papan atas. Setidaknya terlihat di hasil suara responden Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, tiga partai papan atas bukanlah partai agamis. Tiga partai berelektabilitas unggul itu adalah PDIP, Partai Golkar, dan Partai Gerindra. Survei dirilis di Graha Dua Rajawali, Jl Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (24/1/2018). Elektabilitas PDIP sebesar 22,2%, Partai Golkar mendapat 15,5%, sementara Partai Gerindra 11,4%. Di urutan nomor 4 ada Partai Demokrat dengan 6,2%. Baru di urutan nomor 5 ada PKB dengan raupan 6,2% suara responden. Sebagaimana diketahui, PKB memang partai yang identik dengan Agama Islam, khususnya Ormas Nahdlatul Ulama. “PKB diuntungkan dari isu Islam yang sedang seksi. Semenjak Pilkada DKI kemarin, isu Islam sangat seksi sekali. Ini bisa diambil keuntungan oleh PKB yang basis pemilihnya muslim, terutama di NU,” tutur peneliti LSI Denny JA, Rully Akbar, selaku pemapar survei. Tentu tak butuh seorang ahli untuk menilai bahwa isu agama belakangan ini menjadi isu yang ‘sangat seksi sekali’. Tapi mentok-mentoknya, cuma PKB sebagai partai Islam yang mampu berada di urutan ke-5. Survei dilakukan pada 7 sampai 14 Januari 2018. dengan metode multistage random sampling. Jumlah responden pada penelitian ini sebanyak 1.200 orang. Wawancara dilakukan secara tatap muka menggunakan kuesioner, dilengapi diskusi kelompok terarah (FGD) dan analisis media massa. Margin of error survei adalah 2,9 persen. Dikotomi parpol agamis dan parpol nasionalis memang tak selalu simpel. Kenyataannya tak ada parpol yang menolak nasionalisme, tak ada pula parpol yang menolak agama. Namun kategorisasi itulah yang kerap dipakai untuk mempermudah orang awam memahami peta parpol di Indonesia. Muncul dugaan sebenarnya isu agama tak terlalu kuat untuk mendongkrak elektabilitas partai agamis. Rully Akbar mencoba menjawab soal kenapa partai-partai agamis tak terdongkrak oleh derasnya isu agama. Sebabnya, tak ada partai yang benar-benar agamis. “Karena tidak ada satupun partai yang berasaskan agama. Rata-rata basisnya juga nasionalis,” kata Rully. Yang ada, menurutnya, yakni partai yang mengidentikkan diri dengan agama. Itupun juga, isu agama tak ada pengaruhnya karena basis pemilihnya rata-rata juga massa nasionalis. “Paling hanya PKB yang masih bisa meng-grab (meraup) itu. Tapi dia scoop (lingkup pemilih)-nya di NU saja, dan rata-rata di Jawa Timur,” ujar Rully. Selain NU, ada Ormas Islam besar dan tertua di Indonesia, yakni Muhammadiyah. PAN adalah partai berlambang matahari yang sedikit banyak punya identitas Muhammadiyah. Namun menurutnya, massa Muhammadiyah cenderung cair sehingga tidak bisa dibatasi perilaku elektoralnya ke satu partai tertentu. PAN ada di urutan nomor 10 dengan raupan 2,0% suara responden. PDIP, Golkar, dan Gerindra adalah tiga partai papan atas menurut survei ini. Adakah dari ketiga partai ini yang diuntungkan oleh derasnya isu agama belakangan ini? “Isu SARA (suku agama ras dan antargolongan) tidak ada pengaruhnya di tiga wilayah (parpol) ini. Tapi biasanya nanti berpengaruh ke tahap pencapresan. Kalau ke partai, nggak ada pengaruhnya,” jawab Rully Akbar. Isu agama juga dimasukkan sebagai salah satu dari isu SARA. Isu SARA memang bisa bermakna positif, seperti penghargaan terhadap kebhinnekaan dan saling memahami antargolongan. Isu SARA bisa bermakna negatif bila bermuatan kebencian antarkelompok, baik suku, agama, ras, atau golongan. Pertanyaan dari survei ini untuk responden berbunyi, ‘Jika Pileg dilakukan hari ini, partai mana yang Anda pilih?’. Berikut adalah hasilnya: 1. PDIP 22,2% 2. Golkar 15,5% 3. Gerindra 11,4% 4. Demokrat 6,2% 5. PKB 6,0% 6. NasDem 4,2% 7. PKS 3,8% 8. PPP 3,5% 9. Perindo 3,0% 10. PAN 2,0% 11. Hanura 0,7% 12. PSI 0,3% 13. PBB 0,3% 14. PKPI 0,2% Tidak tahu/tidak jawab/belum memutuskan/rahasia 20,7 %

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Ilustrasi rupiah. Foto: Jawa Pos/JPNN jpnn.com , TEGAL – Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Tegal menemukan ribuan lembar uang palsu sepanjang 2017. Parahnya, jumlah peredaran uang palsu di kawasan pantai utara (pantura) Pullau Jawa khususnya Tegal meningkat dari tahun sebelumnya. Kepala KPw BI Tegal Joni Marsius mengatakan, pihaknya memiliki perhatian serius terhadap pencegahan tindak kejahatan pemalsuan rupiah . Sepanjang 2017, KPw BI Tegal telah mengklarifikasi banyak uang yang keasliannya diragukan oleh masyarakat maupun perbankan. “Persoalan ini menjadi perhatian kita bersama. Hasilnya, kami berhasil menemukan sejumlah uang yang diragukan keasliannya,” kata seperti diberitakan radartegal.com . Menurut Joni, jumlah uang palsu yang ditemukan selama 2017 mencapai 4.457 lembar. Jumlah itu meningkat sebanyak 32 persen dari tahun 2016 yang hanya 3.382 lembar. Karena itu, kata Joni, diperlukan kerja sama sejumlah pihak agar peredaran uang palsu bisa ditekan. Dia juga mengimbau masyarakat lebih waspada agar terhindar dari uang palsu . (muj/zul/jpg)

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

“Perlu saya tegaskan bahwa informasi tersebut sama sekali tidak benar dan merupakan fitnah yang keji,” ujar Luhut dalam keterangan klarifikasinya di Jakarta, Selasa (23/1). Sebelumnya beredar sebuah undangan bertajuk Deklarasi Pasangan Kebangsaan Menuju Pilpres 2019 yang menyebutkan bahwa nama AM Hendropriyono dan Luhut Pandjaitan akan berpasangan sebagai Capres dan Cawapres 2019. Dalam undangan itu tertulis bahwa deklarasi akan dilaksanakan pada Senin, 29 Januari 2018. Luhut menegaskan hal tesebut fitnah yang ditujukan kepada AM Hendropriyono dan dirinya pribadi. Menurutnya, sejak ia masuk ke dalam pemerintahan Joko Widodo pada 31 Desember 2014 ia hanya fokus pada tugas dan kewajiban selaku pembantu Presiden. “Sebagai seorang prajurit TNI loyalitas saya tegak lurus kepada pimpinan. Tidak pernah saya berpikir di luar tugas dan tidak pernah saya mempunyai ambisi atau keinginan politik/jabatan lain,” kata Luhut. Luhut menegaskan ia dan Hendropriyono telah berkawan baik sejak puluhan tahun lalu. Meski keduanya sama-sama sebagai prajurit Kopassus, tetapi ia mengaku tidak pernah berbicara mengenai masalah pencalonan dalam Pilpres. “Saya imbau kepada masyarakat untuk tidak percaya atau menyebarkan informasi bohong tersebut dan kepada penyebar atau penggagas fitnah tersebut saya minta untuk menghentikan tindakan yang jahat itu. Marilah kita bersatu-padu membangun NKRI tercinta dan jauhkan sifat-sifat adu domba dan fitnah,” ujar Luhut.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan merasa kaget atas anggaran renovasi Rp 2,4 miliar untuk pengadaan lift di rumah dinasnya. Dia sama sekali tidak tahu dan baru mengetahui hal tersebut hari ini dari pemberitaan di media. “Iya (baru tahu hari ini) dari berita,” kata Anies dengan nada terkejut di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (24/1/2018). Anies merasa bersyukur anggaran yang dinilai seharusnya tidak diperlukan akhirnya ditemukan. Dia merasa tidak membutuhkan renovasi di rumah dinasnya, termasuk pengadaan lift. “Untung ketemu, kita jadi tahu jadi. Kemudian saya bilang ke Pak Sekda, ‘Pak Sekda ini apa?’ Dan dia bilang, ‘Ini udah kedua kalinya Pak, tahun lalu juga pernah kejadian seperti ini.’ Setahu saya tidak ada renovasi besar sama sekali, nggak ada diperuntukkan itu,” ucap Anies. Anies juga sudah memerintahkan Sekda DKI Saefullah mengecek siapa yang memasukkan anggaran tersebut. Dia juga meminta anggaran renovasi untuk rumah dinas dicoret. “Itu saya bilang siapa itu yang masukin cek itu ada apa. Pak Sekda bilang tahun lalu mau ada renovasi besar mengganti marmer, jadi udahlah jangan coba-coba masukin anggaran,” ucap Anies. Menurut Anies, dari temuan itu, tidak ada renovasi rumah dinas secara menyeluruh. Anggaran tersebut, menurutnya, sempat tercantum tapi tidak dilaksanakan. “Tidak ada. Kita tidak butuh renovasi sama sekali,” tegasnya. Dalam kesempatan berbeda, Sekda Saefullah juga ikut menjelaskan rencana renovasi rumah dinas. Videonya bisa disaksikan di bawah: [Gambas:Video 20detik]

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Tim Bareskrim Polri menyita sejumlah dokumen dari kediaman tersangka kasus dugaan korupsi kondensat, Honggo Wendratno. Dokumen, termasuk nomor handphone, yang didapat dari penggeledahan akan digunakan sebagai petunjuk perburuan Honggo. “Kami berupaya mencari mungkin alat bukti, dokumen, atau petunjuk yang lain maupun saksi untuk mencari keberadaan tersangka. Kami mencari petunjuk dokumen atau surat yang bisa jadi petunjuk,” kata Kasubdit III TPPU/Money Laundry Bareskrim Polri Kombes Djamaluddin di kediaman Honggo, Jl Martimbang III Nomor 3, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan , Rabu (24/1/2018). “(Yang disita) dokumen dan nomor HP,” sambung Djamaluddin. Djamaluddin mengatakan penggeledahan rumah dilakukan setelah Honggo tiga kali mangkir dari panggilan penyidik. Penyidik memanggil Honggo untuk pelimpahan perkara tahap II, yakni penyerahan barang bukti dan tersangka, dari Bareskrim ke Kejaksaan Agung. “Kami selaku penyidik telah memanggil sejumlah 3 kali terhadap tersangka Saudara HW, dalam rangka penyerahan tahap II untuk ke kejaksaan. Malam ini yang bersangkutan kita tunggu sampai pukul 18.00 tadi, tidak datang,” jelas Djamaluddin. “Maka kami melakukan upaya paksa, yaitu melakukan perintah membawa lalu pengecekan di rumah yang bersangkutan,” imbuh dia. Terkait hilangnya Honggo, Djamaluddin menyebut informasi terakhir yang diterima polisi adalah tersangka berada di Singapura. Pada 2016, penyidik sempat bertemu Honggo, yang sedang sakit. “Keberadaan yang bersangkutan terakhir 2016 ada di Singapura, saat itu sakit. Kita sempat lakukan pemeriksaan di sana. Sekarang kita tetap mencari,” terang Djamaluddin.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Ketum PPP Romahurmuziy menegaskan hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA akan dijadikan pelecut partai untuk bekerja keras menghadapi Pemilu 2019. Dari survei LSI Denny JA, PPP bersama 4 parpol lain diperkirakan sulit menembus ambang batas parlemen ( parliamentary threshold ). “Survei itu adalah potret dia ibarat termometer mengukur pada saat survei itu dilakukan. Karena itu, kami tidak ingin hanya berpatokan pada survei, tapi survei kita jadikan sebagai cambuk untuk bekerja lebih keras lagi,” ujar Romi kepada wartawan di Hotel Millennium, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (24/1/2018). Namun Romi tetap optimistis partainya mendapat perolehan suara yang bisa menembus parliamentary threshold . Sebab, merujuk pada hasil survei, Romi menyebut masih ada responden yang belum menjatuhkan pilihan. “Kedua, kita lihat bahwa di setiap survei masih ada yang belum memutuskan berapa banyak yang belum memutuskan, itulah nanti yang merupakan penyeimbang perolehan suara sesungguhnya,” ujarnya. Romi juga menuturkan strategi partainya untuk merebut suara. Sejumlah figur, seperti tokoh masyarakat, akan digandeng terkait pemilu legislatif. “Ketiga bahwa struktur serta figur PPP di setiap daerah akan digerakkan secara simultan untuk memenangkan secara bersama. Elemen kader maupun elemen nonkader yang akan kita rekrut di dalam pencalegan yang akan datang,” tutur dia. LSI Denny JA dalam hasil surveinya menunjukkan hasil yang mengkhawatirkan bagi PPP, NasDem, PKS, PAN, dan Hanura. NasDem mendapat 4,2%, PKS 3,8%, PPP 3,5%, Perindo 3,0%, PAN 2,0%, dan Partai Hanura 0,7%.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Tessa Granitsa Satari (34) mengaku panik saat ditilang karena menerobos busway hingga menyeret polantas. Dia mengaku khilaf. “Saya khilaf. Alasannya saya panik, tidak punya SIM, dan itu mobil pinjaman,” kata Tessa saat rilis di Mapolres Jakarta Timur, Rabu (24/1/2018). Karena diseret oleh Tessa, polantas bernama Bripda Dimas Prianggoro terluka di bagian tangan dan harus dirawat rumah sakit. Tessa lalu minta maaf. “Saya belum ketemu korban, saya minta maaf kepada korban dan seluruh institusi Polri,” ucapnya. Tessa ditangkap di Hotel Crown, Tamansari, Jakarta Barat, Senin (22/1) sekitar pukul 21.00 WIB. Setelah dilakukan pemeriksaan, pelaku positif menggunakan narkoba jenis sabu dan ekstasi. Akibat perbuatannya, polisi menerapkan Pasal 351 KUHP atau Pasal 212 KUHP dan Pasal 213 KUHP tentang penganiayaan. Sedangkan polisi masih mengembangkan keterlibatan tersangka terkait tes urine yang hasilnya positif narkoba. Mobil Cadillac Escalade berwarna putih bernopol B-19-SNC yang dikendarai pelaku merupakan mobil pinjaman. Saat ini, mobil tersebut disita sebagai barang bukti.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Ketua GP Ansor Jakarta Selatan Sulton Mu’minah bicara soal laporan terkait dugaan ujaran kebencian terhadap Ketua MUI Jagakarsa KH Sulaiman Rohimin. Sulton menceritakan dari awal mula Sulaiman membagikan foto Banser hingga proses pemeriksaan di Polres Jaksel. GP Ansor Jaksel merasa sangat keberatan. Sulton mengatakan pelaporan bermula dari foto yang disebar di grup MUI Jaksel pada November 2017. Foto itu berisi tulisan Banser yang dipelesetkan menjadi Bandit Serba Guna. “Bapak atas nama Sulaiman Rohimin itu menyebarkan konten atau fotolah kita sebut, dengan tulisan ‘Banser, Bandit Serba Guna, spesialis membubarkan pengajian dan menjaga gereja’. Nah berawal dari situ, kita dapat laporan. Itu ada di WA grup MUI Jaksel, bukan NU Jaksel,” kata Sulton kepada wartawan, Rabu (24/1/2018). Sulton mendapat laporan terkait foto itu dari salah satu pengurus NU yang berada di grup tersebut. Menurutnya, GP Ansor sangat dirugikan karena anggota grup itu terdiri dari sejumlah elemen lintas ormas. “Pertama, itu ada di grup WA MUI Jaksel. Di mana MUI itu lintas ormas. Jadi dari Muhammadiyah, dari NU, persis, dari ormas lainnya ada di grup MUI Jaksel. Beliau mengirimkan konten tersebut,” kata Sulton. “Itu dikirim ke MUI yang notabene itu lintas ormas, sedangkan Banser, bukan Bandit Serba Guna, tapi Barisan Ansor Serbaguna, itu dipelesetkan disebarkan di grup MUI Jaksel. Di mana kita merasa dirugikan karena itu grup lintas ormas,” sambungnya. Sulton juga menyatakan sempat meminta klarifikasi kepada Sulaiman. Dia meminta klarifikasi ke Ketua MUI Jagakarsa itu tapi tak direspons. “Nah saya coba japri-lah. Jaringan pribadi. As kiai. Itu ada screenshot- nya. Itu dijawab ‘waalaikumsalam’. Lalu saya tanya. ‘Benar Bapak menyebarkan ini di grup MUI Jaksel.’ Nah itu tidak dibalas. Selama kurang-lebih enam hari,” tuturnya. Karena tak kunjung mendapat balasan, Sulton lalu berkomunikasi dengan sejumlah tokoh NU. Dia akhirnya sepakat melaporkan kasus tersebut ke polisi. “Akhirnya kami coba tanyakan kepada pihak kepolisian ternyata itu termasuk dalam UU ITE. Bahwa menyebarkan kebencian dan segala macam,” imbuhnya. Setelah itu, Sulton dipanggil polisi ada 22 Desember 2017. Dia dimintai keterangan sebagai pelapor dalam kasus dugaan ujaran kebencian tersebut. “Setelah saya dipanggil 22 Desember hampir 39 dari pelaporan. Baru tadi dia dipanggil,” ucap Sulton. Kasus ini, kata Sulton, baru muncul lagi saat Sulaiman diperiksa polisi pagi tadi. Dia menyerahkan sepenuhnya proses hukum kasus tersebut kepada LBH Ansor. “Kalau soal itu, saya sudah memberikan kuasa ke LBH Ansor. Jadi kuasa hukum proses negosiasi atau bahkan diteruskan, itu peluangnya sudah kuasa di LBH Ansor,” tuturnya. Selain itu, Sulton menanggapi perihal pernyataan Sulaiman bahwa foto tersebut tak dimaksudkan untuk menyebarkan kebencian. Dia lantas menanyakan balik alasan Sulaiman tidak langsung berbicara kepada GP Ansor jika ingin mengingatkan kader muda NU tersebut. “Tanggapannya harusnya dibalas ketika kami mencoba klarifikasi namun tidak ada respons. Kedua, kalaupun coba untuk menasihati atau mengajari atau menggurui sebagai senior, tidak di grup ormas,” ujar Sulton. Selain itu, Sulton menegaskan Sulaiman bukanlah orang yang menduduki jabatan di struktur pengurus NU. Dia justru mengingat Sulaiman sebagai pengurus FPI DKI. “Orang NU kan kita semua bisa klaim orang NU. Namun malah kita punya data, punya broadcast dari teman-teman FPI bahwa beliau Dewan Syariat FPI DKI,” tutupnya. Sulaiman diperiksa penyidik Polres Jaksel pagi tadi. Dia didampingi sejumlah warga dan mengaku ditanya soal gambar yang disebarkannya di grup WhatsApp MUI Jaksel. Sulaiman membantah apa yang disebarkannya itu merupakan ujaran kebencian. Menurutnya, itu adalah wejangan kepada kader NU yang masih muda.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Usul pengadaan lift dan anggaran renovasi rumah dinas Gubernur DKI Anies Baswedan senilai Rp 2,43 miliar bikin heboh. Sekda DKI Saefullah pun menjelaskan asal-muasal adanya usul pengadaan lift tersebut. “Tahun 2017 rencana rehab rumah dimas gubernur itu ada, angkanya Rp 2,8 miliar, itu tahun 2017. Tapi waktu itu ada fungsi tupoksi dari dinas yang masih tarik-tarikan sehingga tidak dilaksanakan,” katanya di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (24/1/2018). [Gambas:Video 20detik] Rencana renovasi rumah dinas gubernur pada 2017 tersebut tidak dilaksanakan. Pada saat itu, yang akan direhab adalah marmer pada rumah dinas gubernur. Ukuran marmer yang semula 60×60 cm berencana diganti menjadi 40×40 cm. “Terus saya tanya mau diganti ukuran berapa, katanya 40×40 cm, itu berarti perencanaannya tidak mempertimbangkan estetika dan waktu itu memang tidak lapor ke Pak Gubernur,” paparnya. Rehabilitasi rumah dinas pada 2017 meliputi atap dan jendela. Namun rencana itu disetop karena dirinya tidak mengetahui adanya perencanaan rehabilitasi tersebut. “Saya bilang setop dulu karena waktu itu kita tidak tahu perencanaannya, tahunya ketika mau dilelang ada item seperti itu,” jelas Saefullah. Lebih lanjut Saefullah menyebutkan bahwa pengerjaan lift rumah dinas gubernur berada di bawah Dinas Cipta Karya. Dia membenarkan bahwa anggarannya Rp 2,4 miliar untuk rumah dinas gubernur dan Rp 750 juta untuk rumah dinas wakil gubernur. Namun Saefullah menegaskan hal itu terjadi hanya kesalahan input. “Jadi ini hanya kesalahan input perencanaan dari Dinas Cipta karya,” ucapnya.

“Perlu saya tegaskan bahwa informasi tersebut sama sekali tidak benar dan merupakan fitnah yang keji,” ujar Luhut dalam keterangan klarifikasinya di Jakarta, Selasa (23/1). Sebelumnya beredar sebuah undangan bertajuk Deklarasi Pasangan Kebangsaan Menuju Pilpres 2019 yang menyebutkan bahwa nama AM Hendropriyono dan Luhut Pandjaitan akan berpasangan sebagai Capres dan Cawapres 2019. Dalam undangan itu tertulis bahwa deklarasi akan dilaksanakan pada Senin, 29 Januari 2018. Luhut menegaskan hal tesebut fitnah yang ditujukan kepada AM Hendropriyono dan dirinya pribadi. Menurutnya, sejak ia masuk ke dalam pemerintahan Joko Widodo pada 31 Desember 2014 ia hanya fokus pada tugas dan kewajiban selaku pembantu Presiden. “Sebagai seorang prajurit TNI loyalitas saya tegak lurus kepada pimpinan. Tidak pernah saya berpikir di luar tugas dan tidak pernah saya mempunyai ambisi atau keinginan politik/jabatan lain,” kata Luhut. Luhut menegaskan ia dan Hendropriyono telah berkawan baik sejak puluhan tahun lalu. Meski keduanya sama-sama sebagai prajurit Kopassus, tetapi ia mengaku tidak pernah berbicara mengenai masalah pencalonan dalam Pilpres. “Saya imbau kepada masyarakat untuk tidak percaya atau menyebarkan informasi bohong tersebut dan kepada penyebar atau penggagas fitnah tersebut saya minta untuk menghentikan tindakan yang jahat itu. Marilah kita bersatu-padu membangun NKRI tercinta dan jauhkan sifat-sifat adu domba dan fitnah,” ujar Luhut.

Jakarta (ANTARA News) – Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa kabar yang menyebut dirinya akan maju sebagai calon wakil presiden pada Pilpres 2019 adalah tidak benar atau hoax. “Perlu saya tegaskan bahwa informasi tersebut sama sekali tidak benar dan merupakan fitnah yang keji,” ujar Luhut dalam keterangan klarifikasinya di Jakarta, Selasa. Sebelumnya beredar sebuat undangan bertajuk Deklarasi Pasangan Kebangsaan Menuju Pilpres 2019 yang menyebutkan bahwa nama AM Hendropriyono dan Luhut Pandjaitan akan berpasangan sebagai capres dan cawapres 2019. Dalam undangan itu tertulis bahwa deklarasi akan dilaksanakan Senin 29 Januari 2018.

Related Posts

Comments are closed.