Banjir Sepinggang di Kebon Manggis Matraman, Warga Dievakuasi ke SD

Banjir Sepinggang di Kebon Manggis Matraman, Warga Dievakuasi ke SD

Luapan Sungai Ciliwung membuat permukiman warga tergenang. Salah satu yang terdampak ialah warga di Jalan Slamet Riyadi, Kebon Manggis, Matraman, Jakarta Timur. Salah seorang warga, Luqman Hakim, mengatakan luapan dari Sungai Ciliwung mulai naik ke permukiman warga sejak pukul 18.00 WIB tadi. Saat ini banjir semakin tinggi. Petugas mengevakuasi warga menggunakan perahu karet (Foto: Dok. Istimewa) “Air mulai naik sekitar 18.00 WIB. Sampai 20.00 WIB tinggi air sudah sampai betis. Sekarang air sampai sepinggang orang dewasa,” kata Luqman saat dihubungi, Senin (5/2/2018) pukul 23.00 WIB. Air yang terus naik ini membuat sejumlah warga dievakuasi dari tempat tinggal mereka. Saat ini warga dibawa ke SD Negeri 01 Kebon Manggis yang berada jauh dari tepi Sungai Ciliwung. Kendaraan milik warga juga ikut dievakuasi. Kondisi air terus meningkat sejak sore hari tadi (Foto: Dok. Istimewa) “Warga sudah dievakuasi pihak Kelurahan Kebon Manggis ke SD di dekat jalan raya. Itu yang dievakuasi warga yang di Jalan Slamet Riyadi 4,” ucap dia. Meski air terus meninggi, saat ini masih ada beberapa warga yang bertahan di rumah mereka. Petugas dari Kelurahan Kebon Manggis sudah mengeluarkan perahu karet untuk membantu evakuasi warga.

Luapan Sungai Ciliwung membuat permukiman warga tergenang. Salah satu yang terdampak ialah warga di Jalan Slamet Riyadi, Kebon Manggis, Matraman, Jakarta Timur. Salah seorang warga, Luqman Hakim, mengatakan luapan dari Sungai Ciliwung mulai naik ke permukiman warga sejak pukul 18.00 WIB tadi. Saat ini banjir semakin tinggi. Petugas mengevakuasi warga menggunakan perahu karet (Foto: Dok. Istimewa) “Air mulai naik sekitar 18.00 WIB. Sampai 20.00 WIB tinggi air sudah sampai betis. Sekarang air sampai sepinggang orang dewasa,” kata Luqman saat dihubungi, Senin (5/2/2018) pukul 23.00 WIB. Air yang terus naik ini membuat sejumlah warga dievakuasi dari tempat tinggal mereka. Saat ini warga dibawa ke SD Negeri 01 Kebon Manggis yang berada jauh dari tepi Sungai Ciliwung. Kendaraan milik warga juga ikut dievakuasi. Kondisi air terus meningkat sejak sore hari tadi (Foto: Dok. Istimewa) “Warga sudah dievakuasi pihak Kelurahan Kebon Manggis ke SD di dekat jalan raya. Itu yang dievakuasi warga yang di Jalan Slamet Riyadi 4,” ucap dia. Meski air terus meninggi, saat ini masih ada beberapa warga yang bertahan di rumah mereka. Petugas dari Kelurahan Kebon Manggis sudah mengeluarkan perahu karet untuk membantu evakuasi warga.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar menganalisis potensi banjir di Jakarta. Menurutnya, air kiriman dari Bogor, Jawa Barat, hanya menyumbang sekitar 20 persen banjir, sisanya dari kali yang ada di Jakarta. “Saya coba analisis dari penelitian para pihak lain. Banjir Jakarta yang datang dari sini (Puncak) paling 20 persen, 27 persen dari Kali Pesanggrahan, Angke, Krukut, jadi ini simultan. Oleh karena itu, kawan-kawan di KLHK sedang turun dan awasi ini,” kata Siti saat ditemui di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (5/2/2018). Siti mengatakan, jika melihat situasi terkini, memang potensi banjir di Jakarta harus sudah diwaspadai. Sebab, sungai-sungai yang ada di Jakarta sudah masuk tahapan yang rawan. “Kalau lihat gambarnya memang sudah harus diwaspadai, sebab sudah masuk ke wilayah warning- nya sudah agak rawan, warning- nya sudah sampai ke hampir siaga, bahaya. Saya kan punya stasiun pengamatan air sungai. Jadi situasinya seperti itu,” kata Siti. Dikatakan Siti, dari tahun ke tahun, wilayah permukiman di Jakarta meningkat pesat, terutama di kawasan dekat daerah aliran sungai. “Dari 1998 ke 2008 saja, kenaikan permukiman di wilayah DAS Ciliwung 3,5 kali lipat. Apalagi sekarang. Jadi memang situasinya harus kita ikuti,” kata Siti. “Kalau lihat gambar yang dikeluarkan media, sudah sampai sini lo, sampai di bibir merah (batas atas tinggi air di Pintu Air Katulampa). Jadi mesti dilihatin terus,” imbuh Siti. Sementara itu, terkait dengan tanah longsor di kawasan Puncak, Bogor, Siti mengatakan hal tersebut juga disebabkan oleh tingginya curah hujan di empat titik kawasan Puncak. Sehingga tekanan air sangat tinggi. “Curah hujan di empat titik itu tinggi, di Gunung Mas 151 milimeter per hari, 151 itu bayangkan kalau NTT saja paling tinggi cuma 700 atau 900 mm setahun, ini sehari,” kata Siti. “Ingat nggak banjir waktu zaman Pak Ahok itu, itu sampai 300 milimeter (per hari),” tambahnya. Untuk itu, perlu adanya daerah resapan air yang sangat baik. Siti pun menyarankan kepada pemerintah daerah Bogor agar membuat banyak biopori daripada membuat dam. “Daerah kami sarankan lebih banyak bangun biopori daripada bikin dam. Dam di atas itu kurang pengaruhnya, tidak sebesar biopori. Jadi lebih bagus biopori dibanyakin ,” katanya. “Kalau Jakarta jangan lihat dari atas, lihat dari Depok-nya. Kan ada kali-kali lain,” tambah Siti.

Sopir angkot Cisarua-Cipanas, Agus Suherman (41), merupakan salah satu korban selamat saat longsor di kawasan Riung Gunung, Jalan Raya Puncak, Kabupaten Bogor. Agus yang saat itu mengemudikan angkot bersama temannya, hendak turun arah Masjid At-ta’awun menuju Cisarua. “Saya bawa angkot sama temen, memang nggak ada penumpang, mau turun ke Cisarua. Nah di belakang saya itu ada 2 motor, penumpangnya 3 orang. Ada perempuan satu orang,” kata Agus ditemui di lokasi. [Gambas:Video 20detik] Agus sempat menceritakan detik-detik bagaimana ia melewati terjangan longsor dan pohon tumbang yang menimpa mobilnya. “Jadi pas saya lewat itu ada longsor di sebelah kiri. Saya ambil jalur kanan, saya lewati. Pas ambil kiri lagi ada pohon tumbang, mobil saya ketimpa. Kaca mobil semua pecah, saya jalan terus, kaca ke muka saya, tapi alhamdulillah saya selamat,” cerita Agus. Sopir angkot Cisarua-Cipanas, Agus Suherman (41) Foto: Farhan Namun, kata Agus, ada dua motor di belakangnya yang tidak bisa melintasi longsor. Bahkan diduga, mereka tertimbun. Agus sempat mendengar ada teriakan seorang perempuan. “Pokoknya yang saya dengar itu ada yang minta tolong terus. Suaranya perempuan, enggak bisa saya pastikan itu siapa, tapi saya engga lihat ada yang lewat lagi setelah saya,” kata Agus. [Gambas:Video 20detik] Hingga saat ini pukul 16:00 WIB, petugas gabungan masih berupaya mengevakuasi material longsor yang masih menutup badan Jalan Raya Puncak tepatnya di Riung Gunung, Kecamatan Cisarua, Bogor menggunakan satu unit alat berat. Diduga, masih ada warga yang tertimbun di lokasi longsor Riung Gunung.

Related Posts

Comments are closed.