Bamsoet Didukung Dewan Pembina Partai Golkar Jadi Ketua DPR

Bamsoet Didukung Dewan Pembina Partai Golkar Jadi Ketua DPR

Dewan Pembina Partai Golkar mendukung Bambang Soesatyo (Bamsoet) sebagai Ketua DPR menggantikan Setya Novanto. Keputusan itu diambil setelah Dewan Pembina Partai Golkar menggelar rapat bersama petinggi partai Golkar. “Berdasarkan konsultasi dan pertimbangan-pertimbangan yang saya sampaikan tadi maka Dewan Pembina Partai Golkar dapat menyetujui dan mendukung penetapan saudara Bambang Soesatyo sebagai Ketua DPR RI,” kata Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie, di Bakrie Tower, Rasuna Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (14/1/2018). Ical, sapaan akrab Aburizal mengatakan telah menyampaikan sejumlah pesan kepada Bamsoet. Ia berharap Bamsoet dapat menjalankan tugas dan kewajibannya dengan penuh intergritas. “Melalui Ketua Umum DPP Partai Golkar bahwa Dewan Pembina menyampaikan pertimbangan dan nasihat kepada saudara Bambang Soesatyo agar dalam menjalankan tugas dan kewajiban kenegaraannya dapat menjaga selalu integritas dan kehormatannya sebagai ketua DPR RI. Sekaligus sebagai kader partai Golkar, agar selalu dapat menjaga dan menaikan citra Partai Golkar,” ujarnya. Sebelumnya, Ketua DPP Partai Golkar Zainudin Amali menyatakan rapat Dewan Pembina tersebut bersifat terbatas, dirinya tidak ikut rapat. Rapat diikuti oleh Ketua Umum Airlangga Hartarto, Sekretaris Jenderal Idrus Marham, Bendahara Umum Robert Kardinal, dan para koordinator bidang partai. Dia menyatakan Bambang Soesatyo adalah nama yang berpotensi ditasbihkan jadi Ketua DPR. “Hampir pasti,” kata Zainudin.

Dewan Pembina Partai Golkar mendukung Bambang Soesatyo (Bamsoet) sebagai Ketua DPR menggantikan Setya Novanto. Keputusan itu diambil setelah Dewan Pembina Partai Golkar menggelar rapat bersama petinggi partai Golkar. “Berdasarkan konsultasi dan pertimbangan-pertimbangan yang saya sampaikan tadi maka Dewan Pembina Partai Golkar dapat menyetujui dan mendukung penetapan saudara Bambang Soesatyo sebagai Ketua DPR RI,” kata Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie, di Bakrie Tower, Rasuna Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (14/1/2018). Ical, sapaan akrab Aburizal mengatakan telah menyampaikan sejumlah pesan kepada Bamsoet. Ia berharap Bamsoet dapat menjalankan tugas dan kewajibannya dengan penuh intergritas. “Melalui Ketua Umum DPP Partai Golkar bahwa Dewan Pembina menyampaikan pertimbangan dan nasihat kepada saudara Bambang Soesatyo agar dalam menjalankan tugas dan kewajiban kenegaraannya dapat menjaga selalu integritas dan kehormatannya sebagai ketua DPR RI. Sekaligus sebagai kader partai Golkar, agar selalu dapat menjaga dan menaikan citra Partai Golkar,” ujarnya. Sebelumnya, Ketua DPP Partai Golkar Zainudin Amali menyatakan rapat Dewan Pembina tersebut bersifat terbatas, dirinya tidak ikut rapat. Rapat diikuti oleh Ketua Umum Airlangga Hartarto, Sekretaris Jenderal Idrus Marham, Bendahara Umum Robert Kardinal, dan para koordinator bidang partai. Dia menyatakan Bambang Soesatyo adalah nama yang berpotensi ditasbihkan jadi Ketua DPR. “Hampir pasti,” kata Zainudin.

Belakangan beredar kabar Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo bakal menjadi Ketua DPR pengganti Setya Novanto. Dilantiknya Bambang Soesatyo seolah tinggal menunggu waktu saja. “Hampir pasti,” kata anggota Fraksi Partai Golkar Zainudin Amali kepada detikcom, Minggu (14/1/2017). Amali sebelumnya juga menjadi salah satu nama yang diisukan bakal menjadi Ketua DPR. Namun, kini dia bisa menerima keputusan bila Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menunjuk Bambang Soesatyo. “Kita harus menerima dan harus menyukseskan beliau, Pak Bamsoet (sapaan Bambang Soesatyo),” kata Amali yang juga Ketua Komisi II DPR ini. Amali mendukung penuh keputusan Airlangga yang menunjuk Bambang Soesatyo sebagai Ketua DPR. Kini Amali lebih memilih berkonsentrasi mengawal Pilkada Serentak 2018 hingga Pileg dan Pilpres 2019 dari sisi legislatif. Pekerjaan mengawal Pemilu kata dia membutuhkan konsentrasi yang luar biasa. “Kepastian Bambang Soesatyo menjadi Ketua DPR tinggal menunggu pengumuman Ketua Umum. Malam ini ada rapat harian terbatas di DPP Partai Golkar kemudian besok pagi diumumkan,” kata Amali yang juga Ketua DPP Bidang Pembangunan Daerah dan Pertanahan Partai Golkar ini.

Pengganti Setya Novanto di kursi Ketua DPR sedang dibahas oleh Partai Golkar. Kabarnya, Bambang Soesatyo adalah nama yang bakal duduk di kursi itu. Rapat Dewan Pembina Partai Golkar digelar di Bakrie Tower Lantai 46, Rasuna Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (14/1/2018) malam. Rapat ini mengagendakan pembahasan surat Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto soal calon Ketua DPR. Rapat diagendakan dimulai pukul 19.30 WIB. Pantauan detikcom, suasana lobi gedung sepi-sepi saja. Semua wartawan diarahkan untuk menunggu di lobi ini. Namun sekuriti menjelaskan rapat berlangsung di lantai atas. Dihubungi terpisah, Ketua DPP Partai Golkar Zainudin Amali menyatakan rapat ini bersifat terbatas, dirinya tidak ikut rapat. Rapat ini diikuti oleh Ketua Umum Airlangga Hartarto, Sekretaris Jenderal Idrus Marham, Bendahara Umum Robert Kardinal, dan para koordinator bidang partai. Dia menyatakan Bambang Soesatyo adalah nama yang berpotensi ditasbihkan jadi Ketua DPR. “Hampir pasti,” kata Zainudin.

Dewan Pembina Partai Golkar mendukung Bambang Soesatyo (Bamsoet) sebagai Ketua DPR menggantikan Setya Novanto. Keputusan itu diambil setelah Dewan Pembina Partai Golkar menggelar rapat bersama petinggi partai Golkar. “Berdasarkan konsultasi dan pertimbangan-pertimbangan yang saya sampaikan tadi maka Dewan Pembina Partai Golkar dapat menyetujui dan mendukung penetapan saudara Bambang Soesatyo sebagai Ketua DPR RI,” kata Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie, di Bakrie Tower, Rasuna Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (14/1/2018). Ical, sapaan akrab Aburizal mengatakan telah menyampaikan sejumlah pesan kepada Bamsoet. Ia berharap Bamsoet dapat menjalankan tugas dan kewajibannya dengan penuh intergritas. “Melalui Ketua Umum DPP Partai Golkar bahwa Dewan Pembina menyampaikan pertimbangan dan nasihat kepada saudara Bambang Soesatyo agar dalam menjalankan tugas dan kewajiban kenegaraannya dapat menjaga selalu integritas dan kehormatannya sebagai ketua DPR RI. Sekaligus sebagai kader partai Golkar, agar selalu dapat menjaga dan menaikan citra Partai Golkar,” ujarnya. Sebelumnya, Ketua DPP Partai Golkar Zainudin Amali menyatakan rapat Dewan Pembina tersebut bersifat terbatas, dirinya tidak ikut rapat. Rapat diikuti oleh Ketua Umum Airlangga Hartarto, Sekretaris Jenderal Idrus Marham, Bendahara Umum Robert Kardinal, dan para koordinator bidang partai. Dia menyatakan Bambang Soesatyo adalah nama yang berpotensi ditasbihkan jadi Ketua DPR. “Hampir pasti,” kata Zainudin.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Dewan Pembina Partai Golkar mendukung Bambang Soesatyo (Bamsoet) sebagai Ketua DPR menggantikan Setya Novanto. Keputusan itu diambil setelah Dewan Pembina Partai Golkar menggelar rapat bersama petinggi partai Golkar. “Berdasarkan konsultasi dan pertimbangan-pertimbangan yang saya sampaikan tadi maka Dewan Pembina Partai Golkar dapat menyetujui dan mendukung penetapan saudara Bambang Soesatyo sebagai Ketua DPR RI,” kata Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie, di Bakrie Tower, Rasuna Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (14/1/2018). Ical, sapaan akrab Aburizal mengatakan telah menyampaikan sejumlah pesan kepada Bamsoet. Ia berharap Bamsoet dapat menjalankan tugas dan kewajibannya dengan penuh intergritas. “Melalui Ketua Umum DPP Partai Golkar bahwa Dewan Pembina menyampaikan pertimbangan dan nasihat kepada saudara Bambang Soesatyo agar dalam menjalankan tugas dan kewajiban kenegaraannya dapat menjaga selalu integritas dan kehormatannya sebagai ketua DPR RI. Sekaligus sebagai kader partai Golkar, agar selalu dapat menjaga dan menaikan citra Partai Golkar,” ujarnya. Sebelumnya, Ketua DPP Partai Golkar Zainudin Amali menyatakan rapat Dewan Pembina tersebut bersifat terbatas, dirinya tidak ikut rapat. Rapat diikuti oleh Ketua Umum Airlangga Hartarto, Sekretaris Jenderal Idrus Marham, Bendahara Umum Robert Kardinal, dan para koordinator bidang partai. Dia menyatakan Bambang Soesatyo adalah nama yang berpotensi ditasbihkan jadi Ketua DPR. “Hampir pasti,” kata Zainudin.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Belakangan beredar kabar Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo bakal menjadi Ketua DPR pengganti Setya Novanto. Dilantiknya Bambang Soesatyo seolah tinggal menunggu waktu saja. “Hampir pasti,” kata anggota Fraksi Partai Golkar Zainudin Amali kepada detikcom, Minggu (14/1/2017). Amali sebelumnya juga menjadi salah satu nama yang diisukan bakal menjadi Ketua DPR. Namun, kini dia bisa menerima keputusan bila Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menunjuk Bambang Soesatyo. “Kita harus menerima dan harus menyukseskan beliau, Pak Bamsoet (sapaan Bambang Soesatyo),” kata Amali yang juga Ketua Komisi II DPR ini. Amali mendukung penuh keputusan Airlangga yang menunjuk Bambang Soesatyo sebagai Ketua DPR. Kini Amali lebih memilih berkonsentrasi mengawal Pilkada Serentak 2018 hingga Pileg dan Pilpres 2019 dari sisi legislatif. Pekerjaan mengawal Pemilu kata dia membutuhkan konsentrasi yang luar biasa. “Kepastian Bambang Soesatyo menjadi Ketua DPR tinggal menunggu pengumuman Ketua Umum. Malam ini ada rapat harian terbatas di DPP Partai Golkar kemudian besok pagi diumumkan,” kata Amali yang juga Ketua DPP Bidang Pembangunan Daerah dan Pertanahan Partai Golkar ini.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Dewan Pembina Partai Golkar mendukung Bambang Soesatyo (Bamsoet) sebagai Ketua DPR menggantikan Setya Novanto. Keputusan itu diambil setelah Dewan Pembina Partai Golkar menggelar rapat bersama petinggi partai Golkar. “Berdasarkan konsultasi dan pertimbangan-pertimbangan yang saya sampaikan tadi maka Dewan Pembina Partai Golkar dapat menyetujui dan mendukung penetapan saudara Bambang Soesatyo sebagai Ketua DPR RI,” kata Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie, di Bakrie Tower, Rasuna Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (14/1/2018). Ical, sapaan akrab Aburizal mengatakan telah menyampaikan sejumlah pesan kepada Bamsoet. Ia berharap Bamsoet dapat menjalankan tugas dan kewajibannya dengan penuh intergritas. “Melalui Ketua Umum DPP Partai Golkar bahwa Dewan Pembina menyampaikan pertimbangan dan nasihat kepada saudara Bambang Soesatyo agar dalam menjalankan tugas dan kewajiban kenegaraannya dapat menjaga selalu integritas dan kehormatannya sebagai ketua DPR RI. Sekaligus sebagai kader partai Golkar, agar selalu dapat menjaga dan menaikan citra Partai Golkar,” ujarnya. Sebelumnya, Ketua DPP Partai Golkar Zainudin Amali menyatakan rapat Dewan Pembina tersebut bersifat terbatas, dirinya tidak ikut rapat. Rapat diikuti oleh Ketua Umum Airlangga Hartarto, Sekretaris Jenderal Idrus Marham, Bendahara Umum Robert Kardinal, dan para koordinator bidang partai. Dia menyatakan Bambang Soesatyo adalah nama yang berpotensi ditasbihkan jadi Ketua DPR. “Hampir pasti,” kata Zainudin.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Dewan Pembina Partai Golkar mendukung Bambang Soesatyo (Bamsoet) sebagai Ketua DPR menggantikan Setya Novanto. Keputusan itu diambil setelah Dewan Pembina Partai Golkar menggelar rapat bersama petinggi partai Golkar. “Berdasarkan konsultasi dan pertimbangan-pertimbangan yang saya sampaikan tadi maka Dewan Pembina Partai Golkar dapat menyetujui dan mendukung penetapan saudara Bambang Soesatyo sebagai Ketua DPR RI,” kata Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie, di Bakrie Tower, Rasuna Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (14/1/2018). Ical, sapaan akrab Aburizal mengatakan telah menyampaikan sejumlah pesan kepada Bamsoet. Ia berharap Bamsoet dapat menjalankan tugas dan kewajibannya dengan penuh intergritas. “Melalui Ketua Umum DPP Partai Golkar bahwa Dewan Pembina menyampaikan pertimbangan dan nasihat kepada saudara Bambang Soesatyo agar dalam menjalankan tugas dan kewajiban kenegaraannya dapat menjaga selalu integritas dan kehormatannya sebagai ketua DPR RI. Sekaligus sebagai kader partai Golkar, agar selalu dapat menjaga dan menaikan citra Partai Golkar,” ujarnya. Sebelumnya, Ketua DPP Partai Golkar Zainudin Amali menyatakan rapat Dewan Pembina tersebut bersifat terbatas, dirinya tidak ikut rapat. Rapat diikuti oleh Ketua Umum Airlangga Hartarto, Sekretaris Jenderal Idrus Marham, Bendahara Umum Robert Kardinal, dan para koordinator bidang partai. Dia menyatakan Bambang Soesatyo adalah nama yang berpotensi ditasbihkan jadi Ketua DPR. “Hampir pasti,” kata Zainudin.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Pengganti Setya Novanto di kursi Ketua DPR sedang dibahas oleh Partai Golkar. Kabarnya, Bambang Soesatyo adalah nama yang bakal duduk di kursi itu. Rapat Dewan Pembina Partai Golkar digelar di Bakrie Tower Lantai 46, Rasuna Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (14/1/2018) malam. Rapat ini mengagendakan pembahasan surat Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto soal calon Ketua DPR. Rapat diagendakan dimulai pukul 19.30 WIB. Pantauan detikcom, suasana lobi gedung sepi-sepi saja. Semua wartawan diarahkan untuk menunggu di lobi ini. Namun sekuriti menjelaskan rapat berlangsung di lantai atas. Dihubungi terpisah, Ketua DPP Partai Golkar Zainudin Amali menyatakan rapat ini bersifat terbatas, dirinya tidak ikut rapat. Rapat ini diikuti oleh Ketua Umum Airlangga Hartarto, Sekretaris Jenderal Idrus Marham, Bendahara Umum Robert Kardinal, dan para koordinator bidang partai. Dia menyatakan Bambang Soesatyo adalah nama yang berpotensi ditasbihkan jadi Ketua DPR. “Hampir pasti,” kata Zainudin.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Belakangan beredar kabar Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo bakal menjadi Ketua DPR pengganti Setya Novanto. Dilantiknya Bambang Soesatyo seolah tinggal menunggu waktu saja. “Hampir pasti,” kata anggota Fraksi Partai Golkar Zainudin Amali kepada detikcom, Minggu (14/1/2017). Amali sebelumnya juga menjadi salah satu nama yang diisukan bakal menjadi Ketua DPR. Namun, kini dia bisa menerima keputusan bila Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menunjuk Bambang Soesatyo. “Kita harus menerima dan harus menyukseskan beliau, Pak Bamsoet (sapaan Bambang Soesatyo),” kata Amali yang juga Ketua Komisi II DPR ini. Amali mendukung penuh keputusan Airlangga yang menunjuk Bambang Soesatyo sebagai Ketua DPR. Kini Amali lebih memilih berkonsentrasi mengawal Pilkada Serentak 2018 hingga Pileg dan Pilpres 2019 dari sisi legislatif. Pekerjaan mengawal Pemilu kata dia membutuhkan konsentrasi yang luar biasa. “Kepastian Bambang Soesatyo menjadi Ketua DPR tinggal menunggu pengumuman Ketua Umum. Malam ini ada rapat harian terbatas di DPP Partai Golkar kemudian besok pagi diumumkan,” kata Amali yang juga Ketua DPP Bidang Pembangunan Daerah dan Pertanahan Partai Golkar ini.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Menurut Mahyudin, hal itu sudah diketahui sejak lama. Bahkan sebelum Munaslub pergantian Ketua Umum Partwi Golkar, nama Bamsoet sudah diplot untuk menjadi Ketua DPR. Meski sudah mengetahui arah kebijakan partai, namun Mahyudin tetap menyerahkan seluruhnya kepada Airlangga Hartarto selaku Ketua Umum Partai. “Kami tidak boleh mendahului apa kebijakan ketua umum namun kemarin sudah banyak yang bicara padahal saya tidak tahu kapan dirapatkannnya dan kami memang mengakui Pak Bambang,” ujar Mahyudin kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (12/1). Lebih lanjut Mahyudin menjelaskan internal partai tidak ada yang keberatan jika Bamsoet dipilih menjadi Ketua DPR. Hal ini diketahui pada saat Rapat Pleno Fraksi Partai Golkar pada Kamis (11/1). Saat itu tidak ada yang menolak pencalonan Bambang sebagai Ketua DPR. Bahkan, sambung Mahyudin Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie tidak berkomentar saat nama Bamsoet direkomendasikan sebagai pengganti Setya Novanto di DPR. “Yang saya tahu termasuk Pak ARB, sudah tahu nama itu, dari awal sudah tahu semua,” ujarnya. [nes]

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

JAKARTA – Dewan Pakar Partai Golkar merekomendasikan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) untuk menggelar musyawarah nasional luar biasa (munaslub) pada Jumat 15 Desember hingga Minggu 17 Desember 2017. Rekomendasi itu disampaikan Ketua Dewan Pakar Golkar Agung Laksono, setelah Dewan Pakar menerima perwakilan pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar seluruh Indonesia. “Dewan Pakar bersama DPD Golkar se-Indonesia memahami dan merekomendasikan ke DPP Partai Golkar dan memberikan penguatan kepada DPP Partai Golkar untuk menyelenggarakan Munaslub tanggal 15-17 Desember ini, yang jelas dalam wakru dekat ini,” kata Agung Laksono di Kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Jumat (8/12/2017). Di samping itu, DPP Golkar direkomendasikan untuk segera menggelar rapat pleno pada Senin 11 Desember 2017 guna membahas terkait pelaksanaan munaslub. Lebih lanjut dia mengatakan, munaslub harus digelar sebelum 20 Desember 2017 jika DPP Partai Golkar tidak menyanggupinya pada tanggal 15-17 Desember 2017. Sebab, hal demikian agar memudahkan peserta dari daerah untuk datang ke arena Munaslub dan tidak berbenturan dengan agenda liburan. “Karena agendanya tunggal hanya memilih ketua umum,” ujarnya. Sedangkan agenda yang lain, dia mempercayakan ke DPP. “Karena ada juga yang lebih penting soal Ketua DPR, Pilkada, semua banyak dan berhubungan dengan negara,” katanya. Adapun lokasi munaslub, Agung menyarankan agar digelar di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta. Sementara Ketua Forum Silaturahmi DPD Golkar se-Indonesia Ridwan Bae memaparkan bahwa kedatangannya bersama pengurus DPD lainnya ke Dewan Pakar adalah tindaklanjut dari kedatangan mereka ke DPP pada 5 Desember lalu. “Dalam surat kami secara tegas antara lain meminta agar pelaksananan Munaslub antara 15-17 Desember. Kehadiran kami di sini memohon pemahamaman dan dukungan Dewan Pakar dan semalam juga sudah ke Dewan Pembina, dan setelah itu ke Dewan Kehormatan ini,” ujar Ridwan Bae dalam kesempatan sama. Lebih lanjut Ridwan menuturkan, kunjungan mereka ke Dewan Pakar dan Dewan Kehormatan itu merupakan permintaan dukungan untuk mengingatkan DPP Partai  Golkar agar roda organisasi berjalan dengan baik. (maf)

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

JAKARTA – Partai Golkar diyakini kompak mengusung Bambang Soesatyo (Bamsoet) sebagai ketua DPR pengganti Setya Novanto. Pasalnya, tidak ada penolakan di internal partai berlambang pohon beringin itu untuk menyodorkan Bamsoet sebagai calon ketua DPR. “Sepertinya tidak ada (penolakan, red). Tidak ada juga alasan untuk menolak,” ujar Ketua Dewan Pimpinan Pusat DPP Partai Golkar Andi Harianto Sinulingga dihubungi wartawan, Sabtu (13/1/2018). Dia pun menilai Bamsoet layak menjadi ketua DPR hingga tahun 2019 mendatang. Adapun Bamsoet kini menjabat sebagai ketua Komisi III DPR. Maka itu, Bamsoet diyakini memiliki jam terbang tinggi untuk menjadi ketua DPR. “Bambang punya kapasitas yang cukup untuk dengan pengalaman cukup panjang di DPR,” katanya. Diketahui sebelumnya, Anggota Fraksi Partai Golkar Ahmadi Noor Supit mengklaim bahwa Ketua Umum Partainya Airlangga Hartarto sudah memutuskan Bamsoet untuk menjadi ketua DPR.  “Sudah fixed. Namanya BS,” ujar Ahmadi usai rapat pleno Fraksi Partai Golkar yang dihadiri oleh Airlangga Hartarto di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (11/1/2018). Wakil Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Mahyudin juga memperkuat pernyataan Supit. Mahyudin yang juga wakil ketua MPR itu memastikan tak ada penolakan atas keputusan partainya mengusung Bamsoet sebagai ketua DPR hingga 2019. “Sampai kemarin kami di rapat pleno fraksi enggak ada yang menolak tuh. Karena menurut yang saya tahu termasuk Pak ARB (Aburizal Bakrie, red), selaku ketua dewan pembina sudah tahu nama itu. Dari awal sudah tahu semua,” bebernya. (pur)

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Mahyudin (Foto: Aria Pradana/kumparan) Kisruh internal Partai Golkar kembali muncul. Kali ini soal Bambang Soesatyo yang disebut telah dipilih Airlangga Hartarto menjadi Ketum Golkar. Sejumlah tokoh senior dan DPP Golkar menyebut pemilihan Bamsoet, sapaan Bambang, belum final. Pendapat berbeda keluar disampaikan Wakil Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Mahyudin. Menurut dia, Airlangga sudah memilih Bamsoet dan tidak ada penolakan dari internal. Ketua Dewan Pembina Aburizal Bakrie, kata dia, juga telah sepakat dengan penunjukan Bamsoet.. “Sampai kemarin kita di rapat pleno fraksi enggak ada yang menolak tuh. Karena menurut yang saya tahu termasuk Pak ARB (Aburizal Bakrie), selaku ketua dewan pembina sudah tahu nama itu. Dari awal sudah tahu semua,” kata Mahyudin di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (12/1). Dia menjelaskan nama Bamsoet juga pernah dibahas dalam rapat antara DPP dengan Dewan Pembina, Dewan Pakar hingga tokoh senior Golkar. Bahkan, Mahyudin menjelaskan sejak awal nama Bamsoetlah yang dipilih. “Tidak pernah mengerucut tapi disampaikan rapat konsultasi antara pimpinan partai pimpinan ketua dewan pertimbangan, mungkin disampaikan Pak Airlangga dengan para senior-senior di partai dan sejauh ini, setahu saya tidak ada penolakan,” ujar Wakil Ketua MPR ini. “Tapi memang nama yang ada dari Partai Golkar sendiri memang Pak Bambang Soesatyo yang mungkin akan menduduki Ketua DPR RI,” tambahnya. Namun, Mahyudin menjelaskan, demi mengikuti aturan partai, setelah ditunjuk, maka DPP idealnya harus menggelar pleno untuk mengesahkan keputusan itu. “Tapi bisa jadi juga ketum itu ingin meng- announce dengan internal partai dulu bakal rapat pleno nanti disampaikan di rapat pleno, cukup disampaikan saja saya kira,” pungkasnya.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Menurut Mahyudin, hal itu sudah diketahui sejak lama. Bahkan sebelum Munaslub pergantian Ketua Umum Partwi Golkar, nama Bamsoet sudah diplot untuk menjadi Ketua DPR. Meski sudah mengetahui arah kebijakan partai, namun Mahyudin tetap menyerahkan seluruhnya kepada Airlangga Hartarto selaku Ketua Umum Partai. “Kami tidak boleh mendahului apa kebijakan ketua umum namun kemarin sudah banyak yang bicara padahal saya tidak tahu kapan dirapatkannnya dan kami memang mengakui Pak Bambang,” ujar Mahyudin kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (12/1). Lebih lanjut Mahyudin menjelaskan internal partai tidak ada yang keberatan jika Bamsoet dipilih menjadi Ketua DPR. Hal ini diketahui pada saat Rapat Pleno Fraksi Partai Golkar pada Kamis (11/1). Saat itu tidak ada yang menolak pencalonan Bambang sebagai Ketua DPR. Bahkan, sambung Mahyudin Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie tidak berkomentar saat nama Bamsoet direkomendasikan sebagai pengganti Setya Novanto di DPR. “Yang saya tahu termasuk Pak ARB, sudah tahu nama itu, dari awal sudah tahu semua,” ujarnya. [nes]

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Bambang Soesatyo (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan) Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menunjuk Bambang Soesatyo sebagai Ketua DPR, pengganti Setya Novanto yang ditahan karena kasus korupsi e-KTP. Bambang ditunjuk tanpa kegaduhan dan relatif berlangsung cepat. Anggota Fraksi Golkar, Zainuddin Amali, menyebut Bambang ditunjuk berdasarkan prerogatif Airlangga. Pasalnya, belum ada rapat pleno membahas calon ketua DPR, termasuk tidak dibahas dalam rapat fraksi pada Jumat (12/1). “Itu prerogatif ketua umum, enggak perlu juga (rapat pleno) dan di rapat fraksi kemarin enggak ada pembahasan itu,” ucap Zainuddin kepada kumparan ( kumparan.com ), Minggu (14/1). Elite Golkar di Bali (Foto: Dok. Istimewa) Zainudin menyebut apapun keputusan Airlangga sebagai ketua umum harus didukung, termasuk dalam penentuan ketua DPR. Selain Airlangga, calon lain yang menguat sebetulnya ada Agus Gumiwang dan Aziz Syamsuddin. “Kita mendukung kebijakan ketua umum, kita dukung Pak Bambang dan kita berharap beliau bisa berhasil memimpin lembaga ini. Dan bagi seluruh anggota fraksi harus memberikan dukungan maksimal,” tutur Ketua Komisi II DPR itu. Zainudin menegaskan penunjukkan ketua DPR tidak ada intervensi dari mana pun, termasuk dari Istana yang dikait-kaitkan oleh sebagian orang. Pasalnya, posisi ini adalah kewenangan Partai Golkar. Istana tidak campur tangan, ini urusan internal Golkar. – Zainudin Amali “Ini benar-benar pilihan ketua umum tanpa campur tangan dari pihak mana pun, apalagi eksternal. Kalau ada yang mengaitkan ini ke Jokowi dan sebagainya, saya katakan bahwa itu tidak ada sama sekali,” tegasnnya. “Kita berharap beliau (Bambang) segera dilantik,” imbuh Zainudin. Wasekjen Golkar TB Ace Hasan Syadzily, juga mengonfirmasi Bambang Soesatyo sebagai Ketua DPR yang ditunjuk oleh Airlangga. “Ya Bambang,” ucap TB Ace kepada kumparan, Minggu (14/1). Sementara Ketua DPP Golkar Eni Saragih menyebut Bambang akan dilantik besok. “Senin Bambang Soesatyo dilantik Ketua DPR,” kata Eni Saragih dikonfirmasi kumparan terpisah.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Mahyudin (Foto: Aria Pradana/kumparan) Kisruh internal Partai Golkar kembali muncul. Kali ini soal Bambang Soesatyo yang disebut telah dipilih Airlangga Hartarto menjadi Ketum Golkar. Sejumlah tokoh senior dan DPP Golkar menyebut pemilihan Bamsoet, sapaan Bambang, belum final. Pendapat berbeda keluar disampaikan Wakil Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Mahyudin. Menurut dia, Airlangga sudah memilih Bamsoet dan tidak ada penolakan dari internal. Ketua Dewan Pembina Aburizal Bakrie, kata dia, juga telah sepakat dengan penunjukan Bamsoet.. “Sampai kemarin kita di rapat pleno fraksi enggak ada yang menolak tuh. Karena menurut yang saya tahu termasuk Pak ARB (Aburizal Bakrie), selaku ketua dewan pembina sudah tahu nama itu. Dari awal sudah tahu semua,” kata Mahyudin di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (12/1). Dia menjelaskan nama Bamsoet juga pernah dibahas dalam rapat antara DPP dengan Dewan Pembina, Dewan Pakar hingga tokoh senior Golkar. Bahkan, Mahyudin menjelaskan sejak awal nama Bamsoetlah yang dipilih. “Tidak pernah mengerucut tapi disampaikan rapat konsultasi antara pimpinan partai pimpinan ketua dewan pertimbangan, mungkin disampaikan Pak Airlangga dengan para senior-senior di partai dan sejauh ini, setahu saya tidak ada penolakan,” ujar Wakil Ketua MPR ini. “Tapi memang nama yang ada dari Partai Golkar sendiri memang Pak Bambang Soesatyo yang mungkin akan menduduki Ketua DPR RI,” tambahnya. Namun, Mahyudin menjelaskan, demi mengikuti aturan partai, setelah ditunjuk, maka DPP idealnya harus menggelar pleno untuk mengesahkan keputusan itu. “Tapi bisa jadi juga ketum itu ingin meng- announce dengan internal partai dulu bakal rapat pleno nanti disampaikan di rapat pleno, cukup disampaikan saja saya kira,” pungkasnya.

Menurut Mahyudin, hal itu sudah diketahui sejak lama. Bahkan sebelum Munaslub pergantian Ketua Umum Partwi Golkar, nama Bamsoet sudah diplot untuk menjadi Ketua DPR. Meski sudah mengetahui arah kebijakan partai, namun Mahyudin tetap menyerahkan seluruhnya kepada Airlangga Hartarto selaku Ketua Umum Partai. “Kami tidak boleh mendahului apa kebijakan ketua umum namun kemarin sudah banyak yang bicara padahal saya tidak tahu kapan dirapatkannnya dan kami memang mengakui Pak Bambang,” ujar Mahyudin kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (12/1). Lebih lanjut Mahyudin menjelaskan internal partai tidak ada yang keberatan jika Bamsoet dipilih menjadi Ketua DPR. Hal ini diketahui pada saat Rapat Pleno Fraksi Partai Golkar pada Kamis (11/1). Saat itu tidak ada yang menolak pencalonan Bambang sebagai Ketua DPR. Bahkan, sambung Mahyudin Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie tidak berkomentar saat nama Bamsoet direkomendasikan sebagai pengganti Setya Novanto di DPR. “Yang saya tahu termasuk Pak ARB, sudah tahu nama itu, dari awal sudah tahu semua,” ujarnya. [nes]

JAKARTA – Dewan Pembina (Wanbin) Partai Golkar merestui Bambang Soesatyo menjadi Ketua DPR untuk menggantikan posisi terdakwa kasus e-KTP Setyo Novanto. “Kita mengatakan berdasarkan konsultasi dan pertimbangan-pertimbangan yang saya sampaikan tadi, maka wanbin Partai Golkar dapat menyetujui dan mendukung penetapan Bambang Soesatyo sebagai ketua DPR RI,” kata Ketua Wanbin Partai Golkar Aburizal Bakrie di Bakrie Tower, Jalan Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta Selatan, Minggu Malam (15/1/2018). Ia menambahkan, Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartato, diharapkan dapat memberikan saran dan nasehat kepada Ketua DPR RI yang baru ditunjuk sehingga ke depannya dapat menjalankan dengan baik sebagai ketua DPR. “Kemudian yang terakhir melalui Ketua Umum DPP bahwa Wanbin menyampaikan saran pertimbangan dan nasehat kepada saudara Bambang Soesatyo agar dalam menjalankan tugas dan kewajiban kenegaraannya dapat selalu menjaga integritas dan kehormatannya sebagai ketua DPR RI sekaligus sebagai kader partai agar dapat selalu menjaga dan menaikkan citra Partai Golkar,” ucapnya. ( Baca Juga: Bamsoet Calon Kuat Ketua DPR Aktif di Pansus Angket KPK, Ini Kata JK ) Menurut Ical sapaan akrab Abu Rizal Bakrie, saran dan pertimbangan Partai Golkar tersebut sudah sesuai dengan Anggaran Dasar Rumah Tangga (AD/ART). ( Baca Juga: Kemungkinan Besar Bambang Soesatyo Jadi Ketua DPR Gantikan Setya Novanto ) “Pak Airlangga kemudian dapat membuat keputusan DPP melalui sidang pleno bahwa dewan pembina telah menyatakan persetujuannya dan dukungannya terhadap usulan itu dan kemudian setelah itu dapat mengirimkan suratnya kepada pimpinan DPR RI,” tutupnya. (erh)

Related Posts

Comments are closed.