Bahas Pilgub Sumut di Rumah Mega, Sihar: Masih Harus Sabar

Bahas Pilgub Sumut di Rumah Mega, Sihar: Masih Harus Sabar

Bakal cawagub Sumut dari PDIP bertemu dengan jajaran PPP di rumah Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri. Apa yang dibahas? Malam ini Sihar bertandang ke rumah Mega di Jl Teuku Umar, Jakarta Pusat, Selasa (9/1/2017). Datang pula politikus senior PPP Suharso Monoarfa. “Ya kita masih harus bersabar dulu,” ujar Sihar usai pertemuan. Sihar dan Suharso datang tak berselang lama. Namun keduanya tidak lama berada di rumah Megawati. Suharso pergi dari rumah Mega satu mobil dengan seorang pria yang mirip dengan Ketum PPP Romahurmuziy. Hanya saja Sihar tak mau banyak bicara mengenai hal ini. Di dalam rumah Megawati juga ada Menkum HAM yang juga kader PDIP Yasonna Laoly dan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Saat ditanya apa yang dibahas dalam pertemuan di dalam rumah Megawati, Sihar memilih tidak berkomentar. Menurutnya sudah ada kemajuan soal pembahasan Pilgub Sumut antara PPP dan PDIP. “Sekarang no comment dulu,” ujarnya. Tapi sudah setuju ya, masih progressing,” jelas Sihar. Nasib Sihar memang seperti di ujung tanduk. Pasalnya PPP disebut tak bersedia mengusung cagub Djarot Saiful Hidayat di Pilgub Sumut karena ingin wakilnya dari kader mereka. Sementara PDIP tak bisa mengusung pasangan calon di Sumut apabila tak berkoalisi dengan PPP. Sebab partai-partai lain sudah menyatakan dukungannya untuk dua pasangan lainnya yang bertarung di Pilgub Sumut. “Masih belum tahu,” tutur Sihar. Djrarot saat bertemu jajaran PPP. (Foto: Rengga Sancaya/detikcom). Djarot sendiri saat ini sudah berada di Medan untuk mempersiapkan pendaftarannya ke KPUD Sumut. Pertemuan antara mantan Gubernur DKI itu dengan PPP semalam, Senin (8/1), belum menemukan kata sepakat. Seperti diketahui, pasangan Djarot-Sihar, yang baru diusung PDIP, masih butuh empat kursi dari 20 kursi DPRD yang dipersyaratkan untuk pendaftaran calon ke KPU. Ada dua pasangan calon yang sudah mengantongi dukungan cukup. Pasangan Letjen Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah diusung PKS, PAN, Gerindra, NasDem, Hanura, dan Golkar. Sedangkan pasangan JR Saragih-Ance Selian didukung Demokrat, PKB, dan PKPI.

Bakal cawagub Sumut dari PDIP bertemu dengan jajaran PPP di rumah Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri. Apa yang dibahas? Malam ini Sihar bertandang ke rumah Mega di Jl Teuku Umar, Jakarta Pusat, Selasa (9/1/2017). Datang pula politikus senior PPP Suharso Monoarfa. “Ya kita masih harus bersabar dulu,” ujar Sihar usai pertemuan. Sihar dan Suharso datang tak berselang lama. Namun keduanya tidak lama berada di rumah Megawati. Suharso pergi dari rumah Mega satu mobil dengan seorang pria yang mirip dengan Ketum PPP Romahurmuziy. Hanya saja Sihar tak mau banyak bicara mengenai hal ini. Di dalam rumah Megawati juga ada Menkum HAM yang juga kader PDIP Yasonna Laoly dan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Saat ditanya apa yang dibahas dalam pertemuan di dalam rumah Megawati, Sihar memilih tidak berkomentar. Menurutnya sudah ada kemajuan soal pembahasan Pilgub Sumut antara PPP dan PDIP. “Sekarang no comment dulu,” ujarnya. Tapi sudah setuju ya, masih progressing,” jelas Sihar. Nasib Sihar memang seperti di ujung tanduk. Pasalnya PPP disebut tak bersedia mengusung cagub Djarot Saiful Hidayat di Pilgub Sumut karena ingin wakilnya dari kader mereka. Sementara PDIP tak bisa mengusung pasangan calon di Sumut apabila tak berkoalisi dengan PPP. Sebab partai-partai lain sudah menyatakan dukungannya untuk dua pasangan lainnya yang bertarung di Pilgub Sumut. “Masih belum tahu,” tutur Sihar. Djrarot saat bertemu jajaran PPP. (Foto: Rengga Sancaya/detikcom). Djarot sendiri saat ini sudah berada di Medan untuk mempersiapkan pendaftarannya ke KPUD Sumut. Pertemuan antara mantan Gubernur DKI itu dengan PPP semalam, Senin (8/1), belum menemukan kata sepakat. Seperti diketahui, pasangan Djarot-Sihar, yang baru diusung PDIP, masih butuh empat kursi dari 20 kursi DPRD yang dipersyaratkan untuk pendaftaran calon ke KPU. Ada dua pasangan calon yang sudah mengantongi dukungan cukup. Pasangan Letjen Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah diusung PKS, PAN, Gerindra, NasDem, Hanura, dan Golkar. Sedangkan pasangan JR Saragih-Ance Selian didukung Demokrat, PKB, dan PKPI.

Almarhumah Andi Siti Aisyah Baharm yang biasa dipanggil Ica, gadis cantik yang meninggal saat sujud di depan ibunya ternyata memiliki bakat akting. Karena wajahnya yang cantik, Ica pernah mengikuti casting pencarian bakat film religi. Ica pernah mengirimkan videonya ke Jakarta. Hal ini disampaikan Kakak Ica saat ditemui di rumah dukanya, di Jalan Berua Raya Komplek Kamaseang, Kecamatan Biringkanaya Makassar, Senin (09/1/2018). Menurutnya, Ica pernah meminta izin mengikuti casting pencarian bakat film religi di Jakarta. Ia pun meminta agar niatnya ini tak disampaikan ke orang tuanya karena alasan sakit. “Ia pernah menyampaikan untuk ikut casting karena ada pencarian bakat untuk film religi. Seriusnya, adek saya buat video dan kirim sebagai persyataran,” ujar kakak Ica, Andi. Ica dikenal temanya sebagai sosok tenang, penyabar. Ica bahkan dikenal aktif dan tak menyusahkan orang. “Ini anak cantik, rapi cara pakaianya. Makanya banyak yang lirik. Kalau dia punya bakat akting saya kurang tahu,” jelasnya. Almarhumah Aisyah Bahar (23) merupakan mahasiswi terbaik Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin 2016. Ica merupakan anak ke-5 dari 8 bersaudara pasangan H Andi Bahar dan Hj Andi Ratna. Ia meninggal sepulang dari salat subuh pada Kamis (4/1). Setiba di rumah, Aisyah bersujud kepada orang tuanya, kemudian meninggal dunia.

Ahmad Basarah berbicara soal peluang menjadi cawagub untuk Saifullah Yusuf (Gus Ipul) di Pilgub Jatim 2018. Basarah menerangkan siap apabila diberi tugas oleh Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri. “Ketika Bu Mega sudah menugaskan, tanpa terkecuali. Ketika Bu Mega sudah menugaskan, tak elok kita menolak. Petugas partai harus menjiwai sebagai kader PDI Perjuangan,” ujar Basarah saat jumpa pers di kantor DPP PDIP, Jl Pangeran Diponegoro, Menteng, Jakpus, Selasa (9/1/2018). Basarah membenarkan namanya muncul sebagai cawagub pendamping Gus Ipul. Nama Basarah muncul berdasarkan aspirasi dari sejumlah kalangan. “Nama saya disebut sebagai calon wakil gubernur. Saya memahami bahwa munculnya nama saya aspirasi muncul dan berkembang,” ucap Basarah. Basarah mengakui Megawati akan menempatkan seorang kader sesuai dengan kapasitasnya. Basarah juga berbicara saat dia ditunjuk sebagai Ketua Fraksi PDIP di MPR. “Sebagai kader, saya memahami betul Bu Mega serius dari beliau tahu persis dalam proses pengkaderan anggota. Ada yang dipersiapkan sebagai seorang ideolog,” paparnya.

Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat mengatakan dirinya belum jadi diumumkan Megawati Soekarnoputri sebagai cagub Sumut 2018 hari ini. Apa alasannya? “Iyalah (masih dicari). Dicari formula yang terbaik. Tujuan kita untuk bangun Sumut agar lebih baik. Jadi harus dicari formula terbaik,” ujar Djarot saat ditemui di kantor DPP PDIP, Jl Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (4/1/2018). Soal calon pasangannya dalam Pilgub Sumut 2018, Djarot masih enggan menjawab. Ia hanya menyatakan diperkirakan ada 4 nama yang saat ini sedang diproses, salah satunya Sihar Sitorus. “Sekarang masih diproses semua. Kemungkinan ada salah satunya ya itu (Sihar Sitorus). Ada 3 atau 4 nama,” imbuhnya. Ia pun sama sekali tidak mempermasalahkan penundaan pengumuman itu. Djarot kemudian menerangkan daerah mana saja yang hari ini diumumkan oleh PDIP. “Nggak (masalah). Yang pasti hari ini adalah Lampung, Papua, dan beberapa daerah lain. Salah satunya Maluku Utara dan NTB. Jadi tunggulah yang sabar,” sambungnya. Sebelumnya Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dijadwalkan mengumumkan cagub/cawagub 4 provinsi untuk Pilkada 2018 hari ini. Keempat provinsi itu adalah Papua, Lampung, Maluku Utara, dan NTB. “Hari ini Papua, Lampung, Nusa Tenggara Barat, Maluku Utara,” ujar Ketua Bidang Kehormatan PDIP Komarudin Watubun.

Di tengah kabar tak sedap soal pencegahan yang diajukan KPK terhadap dirinya, Fredrich Yunadi mendapat rezeki tak terduga. Pengacara nyentrik itu memenangkan undian berhadiah mobil mewah Porsche Panamera. Informasi mengenai hal tersebut disampaikan oleh akun Porsche Indonesia lewat Instastory-nya. Tampak Fredrich bersama sejumlah orang dengan memegang tanda dia memenangkan satu unit Porsche Panamera. “Congratulations to the lucky winner of our Porsche Panamera!” tulis akun tersebut, seperti dilihat detikcom, Selasa (9/1/2018). Fredrich pun bersyukur atas hadiah yang dia diterima. Dia mendapat hadiah tersebut karena sering berbelanja di Pacific Place. “Saya sebagai gold member pacific place, diikut sertakan atas sering belanja di PP, kebetulan rejeki mampir ke saya, bersyukur aja diberi rejeki,” kata Fredrich saat dimintai konfirmasi.

Koalisi PKS-Gerindra menawarkan Bupati Bojonegoro Suyoto (Kang Yoto) untuk mendampingi Saifullah Yusuf (Gus Ipul). PDIP menilai hal itu wajar karena Gus Ipul sosok pemimpin yang memiliki daya tarik untuk Jatim. “Ya wajar, setiap partai tentu saja menginginkan. Apalagi Gus Ipul, itu kan terbukti, dari seluruh dinamika ini merupakan sosok pemimpin yang dicari, sosok pemimpin yang ternyata diterima di hampir sebagian besar partai politik di Jatim,” ujar Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di depan kediaman Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri, Jl Teuku Umar, Jakarta Pusat, Selasa (9/1/2018). “Dengan demikian, dukungan itu menunjukkan bahwa Gus Ipul menjadi daya tarik yang penting untuk masa depan Jatim. Jadi partai-partai mengusulkan itu hal yang wajar dan kami mengharapkan Gus Ipul juga membuka komunikasi itu,” sambungnya. Koalisi PKS-Gerindra mengusulkan Kang Yoto sebagai pengganti Abdullah Azwar Anas, yang mundur sebagai pendamping Gus Ipul. Sebelumnya, Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyebut PKS dan Gerindra menyodorkan nama Kang Yoto sebagai cawagub Gus Ipul di Pilgub Jatim 2018. Namun, usulan ini masih dalam tahap finalisasi. “Jatim masih finalisasi, tapi kemungkinan kita mengajukan Kang Yoto ya untuk Gus Ipul,” kata Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (9/1).

Taj Yasin atau yang akrab disapa Gus Yasin mengaku mengantongi pesan khusus dari ayahandanya, KH Maimoen Zubair. Pesan itu diterimanya saat berpamitan saat hendak berangkat ke Semarang mendaftar ke KPU Jateng. Gus Yasin mengatakan, dia memang selalu menyempatkan diri untuk berpamitan dan meminta doa kepada orang tuanya jika akan berpergian atau menjalankan tugas. “Saya kalau ke kantor DPRD pamit sama orang tua,” kata Gus Yasin sebelum melakukan pendaftaran ke KPU Jateng, Selasa (9/1/2018). Saat ini Gus Yasin memang merupakan anggota DPRD Jateng dari Fraksi PPP. Ketika menjelang berangkat mendaftar ke KPU Jateng, berpamitan dan meminta doa juga dilakukannya kepada orang tuanya. KH Maimoen atau akrab disapa Mbah Moen, sang ayah, memberikan pesan khusus terkait pencalonannya itu. “Pesannya untuk menyejahterakan masyarakat Jawa Tengah biar aman dan tentram,” kata Gus Yasin. Taj Yasin berdampingan dengan Ganjar berjalan menuju kantor KPU Jateng. (Foto: Angling AP/detikcom) Saat mendatangi kantor KPU Jateng, Gus Yasin memakai pakaian khas santri pondok dengan menngenakan sarung dan bersandal. Sedangkan pasangannya, Ganjar Pranowo, memakai batik merah bermotif hitam. Gus Yasin terlihat santai dengan peci hitam, kemeja putih dan sarungnya. Senyum terus tersungging hingga ia naik ke bendi hias untuk diarak ke Jalan Pahlawan Semarang. Pasangan tersebut tiba di kantor KPU Jateng pukul 15.15 WIB dan saat ini masih berlangsung proses verifikasi data.

PAN baru akan mengumumkan cagub yang diusungnya di Pilgub Jatim 2018 jelang tengah malam nanti. Pengumuman dilakukan bersama Gerindra dan PKS? “Jawa timur itu jam 22.00 WIB nanti diumumkan. Kita sudah mengantongi nama, tapi diumumkannya jam 22.00 WIB,” ujar Ketum PAN Zulkifli Hasan di Kantor DPP PAN, Jl Senopati, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (9/1/2018). PAN sudah mengumumkan dukungannya di Pilgub Jabar dan Pilgub Jateng. Untuk Pilgub Jabar, PAN mengusung Sudrajat-Ahmad Syaikhu dan Pilgub Jateng mengusung Sudirman Said-Ida Fauziyah. Pada dua pilgub ini, PAN berkoalisi bersama Gerindra dan PKS. “Sementara Jawa Timur itu jam 22.00 nanti diumumkan. Ya kita sudah memutuskan dan SK sudah ditandatangan tapi diminta mengumumkan jam 22.00 nanti,” jelas Zulkifli. Hal senada juga disampaikan oleh Sekjen PAN Eddy Soeparno. Dia membantah ada permintaan penundaan soal pengumuman yang rencananya digelar sore tadi. “Jadi begini, Jatim itu kita sudah ada kesepakatan secara prinsip tetapi kita ingin memastikan jika kesepakatan kita itu bulat. Kesepakatan itu bulat di antara kesepakatan teman-teman partai koalisi yang sudah ada,” terang Eddy di lokasi yang sama. Menurut dia, PAN telah berkonsolidasi dengan partai-partai koalisi pasangan calon yang akan diusungnya. Eddy menyebut sudah ada pembicaraan terbaru antara Zulkifli Hasan dengan Ketum Gerindra Prabowo Subianto terkait Pilgub Jatim. “Tadi sore sudah ada pembicaraan antara Pak Zul selaku ketua umum dengan Pak Prabowo. Nanti juga ada pembicaraan juga dari teman-teman PKS, makanya kita perlu waktu itu,” sebutnya. “Pokoknya nanti kita umumkan jam 22.00 WIB,” imbuh Eddy. Eddy Soeparno. (Foto: Samsdhuha Wildansyah/detikcom). Belum ada keterangan pengumuman akan digelar di mana. Zulkifli sendiri pagi tadi menyebut PAN lebih condong ke Khofifah Indar Parawansa di Pilgub Jatim. Namun PKS sendiri sudah memutuskan mengusung Saifullah Yusuf (Gus Ipul) di Pilgub Jatim meski belum ada cawagubnya menyusul pengunduran diri Abdullah Azwar Anas. Partai pimpinan Sohibul Iman itu tidak menyetor nama wakil untuk disandingkan dengan Gus Ipul. “Kita tidak menyetorkan cawagub. Kita serahkan ke Gus Ipul dan partai yang sudah berkomitmen (PKB dan PDI Perjuangan),” ujar Ketua DPW PKS Jatim Arif HS di sela acara Deklarasi usulan dukungan untuk Gus Ipul di Surabaya, Selasa (9/1).

Bunda. Itu sebutan akrabnya dari wanita bernama lengkap Tri Anna Ariati Kepala Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Pekanbaru. Dalam tugasnya, dia menempatkan diri sebagai ibu dari wargaan binaannya. Inilah kisahnya ngurusi wanita yang tersandung hukum. Tri Anna adalah orang pertama menjadi Kepala LPP Pekanbaru setelah secara administrasi berpisah dari Lembaga Pemasyarakat Anak (LPA). Walau saat ini wilayah tugasnya masih menyatu dengan LPA di Pekanbaru. Wanita kelahiran Jombang, Jawa Timur 18 Januari 1965 ini, kesehariannya sebagai pimpinan harus menyelesaikan semua persoalan napi dan tahanan yang terjadi. Jumlahnya saat ini, ada 293 napi dan tahanan di bawah tampuk kepemimpinannya. Tri harus bisa berperan ganda selama bertugas. Dia harus bisa menjadi ibu bagi warga binaannya termasuk ibu dalam rumah tangganya sendiri. Selaku wanita, nalurinya juga tidak bisa dibohongi kalau dia juga turut prihatin atas apa yang menimpa napi tersebut. Dan satu sisi, dia juga harus menegakan aturan yang berlaku di penjara. “Saya dalam bertugas selalu melakukan pendekatan dari hati ke hati. Pendekatan itu jauh lebih efektif ketimbang dengan cara-cara baku. Pendekatan emosional membuat mereka lebih bisa menerima,” cerita alumni Akademi Ilmu Pemasyarakatan (AKIP) itu. Pendekatan emosional itulah, yang membuat saban hari Tri menjadi tempat curhatan para napi. Mulai dari persoalan rumah tangga, persoalan dengan pacar, sampai persoalan internal sesama napi. Foto: Chaidir Anwar Tanjung/detikcom “Semua saya tampung, semuanya harus saya dengarkan. Dan kadang mereka meminta solusinya. Pendekatan kekeluargaan yang kita terapkan membuat kita yang ada di LPP menjadi satu rumah tangga yang besar. Mereka adalah anak-anak saya, walau kadang usianya ada yang di atas saya,” kata Tri. Tidak hanya di LPP Pekanbaru yang dia terapkan pendekatan keluarga ini. Semasa menjadi Kepala Rutan di Pemalang, juga diterapkan yang sama. Pernah suatu hari, kata Tri, di hari yang sama, dia harus mengurusi anaknya yang sakit dirujuk ke rumah sakit. Satu sisi, di saat yang sama juga ada tahanan yang masuk rumah sakit. Tri bingung, harus yang mana didahulukan dalam pengurusannya. “Waktu itu saya bingung, anak sakit, tahanan juga sakit. Tapi saat itu saya memilih mengurus tahanan yang di rumah sakit. Saya pastikan dulu, tahanan ini harus dalam kondisi diborgol, segala adminitrasinya diurus terlebih dahulu agar segera ditangani medis. Setelah semuanya selesai, baru saya bisa tenang, dan baru saya urusi anak yang juga di rumah sakit,” cerita Tri. Dengan pendekatan kekeluargaan, kata Tri, nantinya akan lebih mudah dalam menerapkan aturan di LPP. Misalkan saja, aturan yang berlaku tidak boleh napi memiliki HP. Satu sisi, napi perempuan ini memiliki HP lebih pada komunikasi pada keluarganya. Tapi aturan tetap harus ditegakkan. “Saya melakukan pendekatan dari hati ke hati. Setelah mereka percaya dengan kita, pelan-pelan kita tegakkan aturan. Kalau mau berkomunikasi kita sediakan semacam wartel di LPP ini. Akhirnya mereka mau, ya walau satu sisi tetap saja ada yang memiliki HP. Dan kita selalu razia,” kata Tri. Menurut Tri, kesabaran paling adalah hal paling terpenting dalam mengurusi para napi. Tanpa sabar yang lebih, akan sulit dalam membina para napi yang memang dulunya adalah orang-orang yang punya karakter keras. Foto: Chaidir Anwar Tanjung/detikcom Apa lagi, dengan kondisi LPP Pekanbaru yang over kapasitas, paling gampang menyulut persoalan. Paling gampang napi emosi karena tidur berdesakan. LPP Pekanbaru seharusnya hanya mampu menampung 155 orang dengan 11 kamar. Tapi faktanya kini dihuni 293 orang. “Idealnya satu kamar rata-rata hanya 24 orang, tapi sekarang bisa sampai 50 orang. Ini tentu persoalan mendasar yang gampang disulut menjadi keributan sesama napi atau dengan petugas kita. Tapi karena kita sudah seperti keluarga besar, kita kasih pengertian, bahwa kami juga tidak menginginkan kondisi seperti ini. Alhamdululillah, mereka mengerti,” kata Tri. Ibu dari dua orang anak ini juga berpesan pada stafnya untuk memiliki rasa sabar yang lebih untuk menghadapi para napi. Dia menganjurkan para stafnya yang juga wanita, harus bisa menjadi ibu bagi warga binaannya. “Banyak hikmah yang kita dapat dari warga binaan ini. Paling tidak, kita bisa menimbang diri, bahwa persoalan yang kita hadapi apakah di rumah tangga, atau kerjaan, ternyata tidak sebanding dengan persoalan para napi itu. Inilah hikmah yang saya dapatkan. Kepada anak-anak pribadi saya, saya sampaikan hal itu, bahwa masih banyak orang lain lebih menderita dari kita,” kata Tri.

Related Posts

Comments are closed.