Ba’asyir akan Cek Kesehatan di RSCM Pagi Ini

Ba’asyir akan Cek Kesehatan di RSCM Pagi Ini

Anak kandung Abu Bakar Ba’asyir, Abdul Rohim Ba’asyir mengatakan ayahnya telah mendapatkan izin menjalani pemeriksaan kesehatan di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM). Pemeriksaan akan dilakukan pada hari ini. “Untuk perawatan ke RSCM, alhamdulillah setelah isu ini terangkat, para pejabat terkait untuk memberikan izin beliau (Ba’asyir) ini juga sudah keluar. Besok beliau rencana akan pemeriksaan di RSCM,” kata Abdul saat dihubungi detikcom , Rabu (28/2/2018) malam. Abdul mengaku masih berada di Solo, Jawa Tengah. Sehingga dirinya tak dapat menemani secara langsung pemeriksaan yang akan dilakukan terhadap Ba’asyir. Dia mengatakan Ba’asyir akan didampingi Tim Pembela Muslim yang merupakan penasihat hukum. Abdul mengharapkan Ba’asyir tak hanya menjalani pemeriksaan kesehatan melainkan juga perawatan intensif. “Cuma memang harapan kami lebih dari itu. Kondisi beliau itu kan tidak cukup hanya check up bulanan ke RS seperti itu. Ini kan bulanan, dan orang tua yang sudah seumuran itu kan memang perlu dirawat. Orang tua sehat saja harus dirawat,” ujarnya. Dikonfirmasi terpisah, Koordinator TPM Achmad Michdan mengatakan Ba’asyir akan menajalani pemeriksaan kesehatan pada pagi hari. “Rencananya pemeriksaan kesehatan di RSCM nanti jam 10.00 WIB,” tutur Michdan. Sebelumnya diberitakan, Abu Bakar Ba’asyir diizinkan meninggalkan Lapas Gunung Sindur. Direktorat Jenderal Permasyarakatan (Ditjenpas) Kemenkumham mengabulkan permohonan pihak Ba’asyir untuk berobat sementara waktu di luar lapas. “Hasil telaah medis, maka pelaksanaan rujukan Ustaz Abu Bakar Ba’asyir bin Abud Ba’asyir dapat dilaksanakan dengan ketentuan berlaku dan terlebih dahulu berkoordinasi dengan BNPT dan Densus 88 Antiteror dan pihak-pihak lain,” kata Direktur Perawatan Kesehatan dan Rehabilitasi Asminan Mirza Zulkarnain dalam keterangan tertulis, Rabu (28/2/2018). Tim medis menyatakan Ba’asyir mengalami sakit chronic venous insufficiency bilateral atau disebut kelainan pembuluh darah vena berkelanjutan. Tim medis juga menyarankan agar Ba’asyir mendapat perawatan di luar lapas. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin meminta agar Abu Bakar Ba’asyir mendapat perawatan di RSCM. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyetujui permintaan tersebut. Selain itu, Ma’ruf Amin berharap jika bisa Abu Bakar Ba’asyir juga diberi grasi alias pengurangan hukuman oleh Presiden Jokowi.

Anak kandung Abu Bakar Ba’asyir, Abdul Rohim Ba’asyir mengatakan ayahnya telah mendapatkan izin menjalani pemeriksaan kesehatan di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM). Pemeriksaan akan dilakukan pada hari ini. “Untuk perawatan ke RSCM, alhamdulillah setelah isu ini terangkat, para pejabat terkait untuk memberikan izin beliau (Ba’asyir) ini juga sudah keluar. Besok beliau rencana akan pemeriksaan di RSCM,” kata Abdul saat dihubungi detikcom , Rabu (28/2/2018) malam. Abdul mengaku masih berada di Solo, Jawa Tengah. Sehingga dirinya tak dapat menemani secara langsung pemeriksaan yang akan dilakukan terhadap Ba’asyir. Dia mengatakan Ba’asyir akan didampingi Tim Pembela Muslim yang merupakan penasihat hukum. Abdul mengharapkan Ba’asyir tak hanya menjalani pemeriksaan kesehatan melainkan juga perawatan intensif. “Cuma memang harapan kami lebih dari itu. Kondisi beliau itu kan tidak cukup hanya check up bulanan ke RS seperti itu. Ini kan bulanan, dan orang tua yang sudah seumuran itu kan memang perlu dirawat. Orang tua sehat saja harus dirawat,” ujarnya. Dikonfirmasi terpisah, Koordinator TPM Achmad Michdan mengatakan Ba’asyir akan menajalani pemeriksaan kesehatan pada pagi hari. “Rencananya pemeriksaan kesehatan di RSCM nanti jam 10.00 WIB,” tutur Michdan. Sebelumnya diberitakan, Abu Bakar Ba’asyir diizinkan meninggalkan Lapas Gunung Sindur. Direktorat Jenderal Permasyarakatan (Ditjenpas) Kemenkumham mengabulkan permohonan pihak Ba’asyir untuk berobat sementara waktu di luar lapas. “Hasil telaah medis, maka pelaksanaan rujukan Ustaz Abu Bakar Ba’asyir bin Abud Ba’asyir dapat dilaksanakan dengan ketentuan berlaku dan terlebih dahulu berkoordinasi dengan BNPT dan Densus 88 Antiteror dan pihak-pihak lain,” kata Direktur Perawatan Kesehatan dan Rehabilitasi Asminan Mirza Zulkarnain dalam keterangan tertulis, Rabu (28/2/2018). Tim medis menyatakan Ba’asyir mengalami sakit chronic venous insufficiency bilateral atau disebut kelainan pembuluh darah vena berkelanjutan. Tim medis juga menyarankan agar Ba’asyir mendapat perawatan di luar lapas. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin meminta agar Abu Bakar Ba’asyir mendapat perawatan di RSCM. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyetujui permintaan tersebut. Selain itu, Ma’ruf Amin berharap jika bisa Abu Bakar Ba’asyir juga diberi grasi alias pengurangan hukuman oleh Presiden Jokowi.

Terpidana Abu Bakar Ba’asyir membacakan kesimpulannya pada sidang peninjauan kembali (PK) di Pengadilan Negeri Cilacap, Jawa Tengah, Selasa (9/2). Sidang ketiga ini mengagendakan pembacaan kesimpulan dan penandatanganan berkas acara pemeriksaan yang kemudian akan dikirim ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. ANTARA FOTO/Idhad Zakaria/foc/16. Jakarta ( Bisnis Jakarta ) – Kepala Bagian Humas dan Protokol Ditjen PAS Kementerian Hukum dan HAM Ade Kusmanto mengatakan Dirjen Pemasyarakan (PAS) telah menyetujui permohonan berobat Ustad Abu Bakar Baasyir ke Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM). “Rujukan berobat ke RSCM Ustadz Abu Bakar Baasyir disetujui oleh Dirjen PAS dan untuk pelaksanaanya berkoordinasi dengan BNPT dan Densus 88,” kata Ade Kusmanto kepada Antara di Jakarta, Rabu. Dia mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil telaah medis bahwa Ustadz Baasyir di diagnossa menderita sakit “CVI” (chronic venous insufienci), yaitu keadaan kelainan pada pembuluh darah vena. “Dan tindak lanjut perawatannya dapat dilaksanakan di RSCM dengan berkoordinasi dengan BNPT dan Densus 88,” ujarnya. Dia menjelaskan bahwa sesuai dengan PP 32 tahun 1999 tentang syarat dan tatacara pelaksanaan hak warga binaan pemasyarakatan pasal 14 ayat (1) bahwa setiap narapidana dan anak didik pemasyarakatan berhak memperoleh pelayanan kesehatan yang layak. Sedangkan pada Pasal 15 ayat (1) menyebutkan pelayanan kesehatan dilakukan oleh dokter lapas dan Pasal 16 ayat (3) menyebut apabila hasil pemeriksaan kesehatan ditemukan adanya penyakit menular atau membahayakan maka penderita dirawat secara khusus. Sementara untuk Pasal 17 ayat (1) disebutkan dalam hal penderita memerlukan perawatan lebih lanjut maka dokter lapas memberikan rekomendasi kepada kepala Lapas agar pelayanan kesehatan dilakukan di RSU pemerintah di luar Lapas. “Karena Ustad Baasyir berada di wilayah Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat maka sesuai surat edaran Dirjenpas no.Pas.25.8.pk.01.07.01 tahun 2017 bahwa pelaksanaan rujukan terenncana bagi Ustadz Baasyir wajib meminta persetujuan Dirjenpas melalui Kakanwil Kemenkumham Jabar,” ungkapnya. Untuk itu, lanjutnya, Dirjen PAS sudah menyetujui pelaksanaan rujukan terencana berobat Ustad Baasyir ke RSCM. (ant) Related

JAKARTA, KOMPAS.com – Direktorat Jenderal Pemasyarakatan menyetujui ijin berobat narapidana kasus terorisme, Abu Bakar Baasyir , ke luar lembaga pemasyarakatan Gunung Sindur. Baasyir yang harus menjalani hukuman 15 tahun penjara itu menderita sakit saat menjalani hukumannya. Kepala Bagian Humas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Adek Kusmanto mengatakan, berdasarkan hasil diagnosa tim medis Lapas Gunung Sindur dan RS Cipto Mangunkusumo, Baasyir menderita CVI Bilateral atau disebut kelainan pembuluh darah vena berkelanjutan . “Pertimbangannya memberikan ijin untuk melakukan berobat dengan rujukan terencana karena Ustadz Abu Bakar Baasyir menderita sakit yang harus dirujuk ke rumah sakit umum di luar lapas,” ujar Adek melalui pesan singkat, Rabu (28/2/2018) malam.

Related Posts

Comments are closed.