Arus Libur Natal, 5 Kendaraan Kecelakaan Beruntun di Tol Cipali

Arus Libur Natal, 5 Kendaraan Kecelakaan Beruntun di Tol Cipali

Kecelakaan terjadi di Tol Cipali dari arah Jakarta menuju Cirebon pagi ini. Peristiwa tersebut melibatkan 5 kendaraan yang mengalami kecelakaan secara beruntun. “Di KM 127 dari arah Jakarta menuju Cirebon. Dugaan sementara bus tidak jaga jarak aman, jadi belakang nabrak,” ujar Panit PJR Tol Cipali, Iptu Heri saat dimintai konfirmasi detikcom, Sabtu (23/12/2017). Ada pun 5 kendaraan yang mengalami kecelakaan adalah bus Hino pelat K 1525 GW, dua mobil Isuzu Panther dengan pelat B 1488 EVH dan A 1844 VZ, Daihatsu Sigra pelat B 2182 SZB, serta Honda Jazz B 1027 AO. “Tidak ada korban jiwa, tidak ada korban luka, hanya materi saja. Sedikit benturan, tapi beruntun. Saat ini ditangani bagian Laka Indramayu,” kata Iptu Heri. Meski ada kecelakaan beruntun, lalu lintas di sekitar lokasi tak mengalami kepadatan. Sebab kendaraan yang terlibat kecelakaan menurut Heri langsung dievakuasi. “Sudah langsung evakuasi, ke rest area 130. Diselesaikan di sana,” ujarnya. Sementara itu, lalu lintas di Tol Cipali saat ini diketahui ramai lancar. Sempat ada sejumlah kendaraan yang berhenti di bahu jalan karena ingin ke toilet namun rest area penuh. “Itu tadi pas waktu rest area penuh, kita berlakukan sistem buka tutup. Ada yang nggak kuat nahan ke toilet, jadi berhenti di depan rest area, terus lari ke rest area,” tutur Heri. “Sebenernya nggak boleh. Tapi gimana, sudah nggak tahan mau ke toilet,” imbuh dia.

Baca juga : tol cipali

Peristiwa 01 Des 2017 07:49 Jumlah kendaraan yang melewati Pantura dan tol di jalur tersebut diprediksi naik pada libur panjang akhir pekan ini, termasuk tol Cipali. Bandung 27 Okt 2017 01:01 Kenaikan tersebut rata-rata 6,4 persen dari tarif sebelumnya dan berlaku di semua gerbang yang ada di Tol Cipali (Cikopo-Palimanan). Bandung 23 Sep 2017 10:02 Selama masa sosialisasi transaksi nontunai, pengelola Tol Cipali masih menyediakan loket pembayaran tunai di dua gerbang tol ini. Bandung 22 Sep 2017 17:19 Terhitung mulai Oktober, pengelola Tol Cipali perlahan-lahan menerapkan sistem pembayaran non-tunai secara total. Bandung 02 Sep 2017 14:30 Jumlah korban tewas akibat kecelakaan maut di Tol Cipali pada Jumat malam bertambah. Bandung 02 Sep 2017 12:38 Terjadi dua kecelakaan di Tol Palikanci dan Tol Cipali dalam kurun 24 jam. Setidaknya tiga orang dikabarkan tewas. Ekonomi 08 Jul 2017 16:00 PT Lintas Marga Sedaya meningkatkan penggunaan uang elektronik di Tol Cipali dengan beri diskon saat musim mudik 2017. Persona 08 Jul 2017 06:00 Sebelum pamit pulang, AKP Arman memberikan pesan-pesan kepada ibu bayi yang lahir di Tol Cipali. Health Info 07 Jul 2017 15:00 Begini kondisi ibu dan bayi yang lahir di Tol Cipali KM 75 setelah pulang dari Rumah Sakit Siloam Purwakarta.


Baca juga : arus balik hari ini tol cipali ramai lancar 1437552907

SUBANG – Memasuki H+5 Lebaran, arus balik kendaraan pemudik menuju Jakarta yang melewati ruas Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) Subang, perlahan mulai berkurang. Padahal, sebelumnya pada Selasa 21 Juli 2015, mulai siang hingga malam hari, lalu lintas kendaraan arus balik di tol ini sempat mengalami antrean panjang hingga 20 kilometer dari Gerbang Tol Cikopo Purwakarta. Para pengendara pun hanya bisa memacu kendaraan dengan kecepatan 20 km per jam, bahkan sempat beberapa kali tersendat. Kapolres Subang, AKBP Agus Nurpatria didampingi Kasat Lantas AKP S Ridwan menyebutkan, saat antrean panjang berlangsung, jumlah rata-rata kendaraan yang melintas tol mencapai lebih 2.000 unit per jam. Bahkan, pada puncak kepadatan arus, jumlah kendaraan menembus 2.600 unit per jam. Untuk memperlancar arus, pihaknya meminta pengelola tol menambah gerbang tol keluar menjadi 15 buah. Menurut Kapolres, selain disebabkan melonjaknya volume kendaraan, antrean panjang terutama dipicu pertemuan arus Tol Cikampek dan Purbaleunyi di KM 66. Akibatnya, ekor antrean menembus hingga KM 96 atau sepanjang 19 kilometer. “Tapi antrean arus berhasil kami cairkan malam hari sekitar pukul 20.00 WIB,” papar AKBP Agus, Rabu (22/7/2015). Dia mengaku, sudah memprediksi bakal terjadi puncak antrean kendaraan di Tol Cipali setelah menghitung volume kendaraan per jam yang dipusatkan di lokasi titik hitung volume di kawasan rest area KM 102 B. Dalam hitungannya, volume rata-rata kendaraan mencapai 2.000 unit per jam. Sehingga masih bisa ditangani secara wajar, karena pengendara masih dapat memacu kecepatan rata-rata 40-60 km per jam. Namun, ketika volume kendaraan yang melintas KM 102 sudah menembus lebih dari 2.000 unit, pihaknya segera bertindak dengan menambah gerbang tol keluar. “Seperti saat terjadi lonjakan kendaraan mencapai 2.600 unit per jam, kami langsung membuka gerbang tol tambahan sebanyak 15 buah, dan mengarahkan sebagian pemudik agar keluar di gerbang tol Kalijati, untuk selanjutnya menempuh jalur tengah Cipeundeuy menuju Sadang,” papar Kapolres Agus. Sementara itu, Kasat Lantas AKP S Ridwan mengatakan, banyaknya pedagang yang berjualan di pinggiran ruas tol mendorong pengendara untuk mampir, dan memperparah situasi kepadatan arus. Pihaknya, sudah menugaskan anggota untuk mengimbau mereka agar tidak berjualan di pinggir tol. “Kemarin itu titik yang terpantau kepadatannya tinggi di KM 84 Cipeundeuy. Di situ banyak orang berjualan di pinggiran tol,” terangnya.


Baca juga : arus balik liburan menuju jakarta tol cipali macet hingga 5 km.html

Merdeka.com – Memasuki masa arus balik libur Natal dan akhir pekan, kemacetan panjang terjadi di ruas jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) dari arah Cirebon menuju Jakarta , Minggu (27/12) siang. Salah satu titik kemacetan terjadi di pintu keluar Tol Cikopo menuju Jakarta. Ribuan kendaraan terjebak macet, hingga menimbulkan antrean lebih dari lima kilometer. Kondisi itu terjadi, selain mulai meningkatnya volume kendaraan arus balik, juga disebabkan adanya penumpukan kendaraan yang akan keluar dari jalan bebas hambatan itu. Tauhid, salah seorang pengguna jalan mengaku, untuk dapat keluar dari pintu Tol Cipali, dia harus menghabiskan waktu lebih dari satu jam. “Macetnya lebih dari lima kilometer, untuk sampai di pintu tol bisa makan waktu lebih dari satu jam,” kata Tauhid saat ditemui di pintu Tol Cipali di Cikopo, Purwakarta. Tauhid juga menyebutkan, jika selama dalam perjalanan pulang dari Jawa Tengah menuju Jakarta, dia beberapa kali terjebak macet, seperti di pasar tumpah di wilayah Brebes. “Di Brebes tadi juga macet parah, pokoknya sudah mulai padat banget sejak pagi,” lanjut Tauhid. Diperkirakan puncak arus balik yang melalui Tol Cipali, akan terjadi pada Minggu malam nanti, seiring dengan kembalinya masyarakat ke Jakarta, usai berlibur di sejumlah daerah di Pulau Jawa. [cob]

Kecelakaan terjadi di Tol Cipali dari arah Jakarta menuju Cirebon pagi ini. Peristiwa tersebut melibatkan 5 kendaraan yang mengalami kecelakaan secara beruntun. “Di KM 127 dari arah Jakarta menuju Cirebon. Dugaan sementara bus tidak jaga jarak aman, jadi belakang nabrak,” ujar Panit PJR Tol Cipali, Iptu Heri saat dimintai konfirmasi detikcom, Sabtu (23/12/2017). Ada pun 5 kendaraan yang mengalami kecelakaan adalah bus Hino pelat K 1525 GW, dua mobil Isuzu Panther dengan pelat B 1488 EVH dan A 1844 VZ, Daihatsu Sigra pelat B 2182 SZB, serta Honda Jazz B 1027 AO. “Tidak ada korban jiwa, tidak ada korban luka, hanya materi saja. Sedikit benturan, tapi beruntun. Saat ini ditangani bagian Laka Indramayu,” kata Iptu Heri. Meski ada kecelakaan beruntun, lalu lintas di sekitar lokasi tak mengalami kepadatan. Sebab kendaraan yang terlibat kecelakaan menurut Heri langsung dievakuasi. “Sudah langsung evakuasi, ke rest area 130. Diselesaikan di sana,” ujarnya. Sementara itu, lalu lintas di Tol Cipali saat ini diketahui ramai lancar. Sempat ada sejumlah kendaraan yang berhenti di bahu jalan karena ingin ke toilet namun rest area penuh. “Itu tadi pas waktu rest area penuh, kita berlakukan sistem buka tutup. Ada yang nggak kuat nahan ke toilet, jadi berhenti di depan rest area, terus lari ke rest area,” tutur Heri. “Sebenernya nggak boleh. Tapi gimana, sudah nggak tahan mau ke toilet,” imbuh dia.

Kecelakaan beruntun terjadi di Jalan Sabuk Alu Kabupaten Wonosobo, Kecelakaan lalu-lintas yang melibatkan enam kendaraan ini mengakibatkan satu korban meninggal dunia. Kapolres Wonosobo AKBP Muhammad Ridwan mengatakan, kecelakaan terjadi Kamis (26/10/2017) sore saat hujan deras. Kecelakaan bermula saat truk tronton melaju menuju luar Wonosobo dan menabrak sepeda motor di Jalan Sabuk Alu. Kondisi jalan yang menurun membuat truk tronton tersebut hilang kendali. Truk kemudian menabrak 4 mobil yang ada di depannya. Truk menabrak dua mobil yang tengah melaju di depannya dan dua mobil yang tengah di parkir di pinggir jalan. Mobil ringsek tertabrak truk tronton Foto: Uje Hartono/detikcom “Salah satunya menabrak truk yang tengah memuat batu yang membuat truk tronton berhenti. Korban tewas pengendara sepeda motor bernama Endro,” kata Ridwan. Akibat kejadian tersebut, seorang pengendara motor meninggal dunia. Sedangkan satu pengendara mobil mengalami luka-luka. Hingga saat ini, polisi masih menyelidiki penyebab kecelakaan tersebut. Sebab, setelah diperiksa rem truk tronton tanpa muatan ini berfungsi atau tidak blong. “Kondisi jalan memang menurun dan dalam kondisi hujan deras. Kemungkinan setelah menabrak pengendara motor lalu truk tronton tersebut hilang kendali,” jelasnya. Hingga saat ini, sopir truk tronton tersebut masih dalam pencarian Polres Wonosobo. Sebab, setelah kejadian, sopir truk tronton tersebut justru melarikan diri. “Kami masih melakukan pengejaran sopir yang melarikan diri itu. Apakah ada penyebab lain kami masih selidiki,” pungkas dia.

Kecelakaan beruntun tiga kendaraan terjadi di Tol Dalam Kota arah Tomang ke Bandara Soekarno-Hatta, tepatnya di Km 18. Akibatnya, arus lalu lintas macet 2 km. “Iya benar, ada kecelakaan beruntun tiga kendaraan sekitar pukul 20.34 WIB,” ujar petugas call center Jasa Marga, Komar, saat dihubungi detikcom , Rabu (15/11/2017) pukul 21.01 WIB. Ketiga kendaraan tersebut adalah mobil Forsa B-1211-DV, Honda CR-V B-8818-LU, dan Avanza B-1383-QW. Belum diketahui penyebab serta ada-tidaknya korban jiwa. “Masih dalam penanganan petugas, belum dapat info lebih lanjut,” kata Komar. Namun kecelakaan berimbas pada arus lalu lintas. “Kepadatan terjadi sekitar 2 km antara arah Angke dan Pluit menuju lokasi kejadian,” lanjutnya.

Empat mobil mengalami tabrakan beruntun di Tol Kampung Rambutan, Jakarta Timur, sore ini. Lalu lintas pun mengalami kemacetan. “Iya benar ada kejadian kecelakaan empat mobil di Tol Kampung Rambutan sekitar pukul 16.38 WIB,” ujar Petugas Call Center NTMC Polri Dimas ketika dikonfirmasi detikcom, Minggu (29/10/2017). Namun kecelakaan tersebut sudah ditangani petugas polisi. Saat ini polisi juga sedang menangani arus lalu lintas akibat kemacetan itu. “Kemacetan sudah ditanggulangi tapi tersendat,” ujar Dimas. Kecelakaan di Tol Kampung Rambutan Foto: Dok. Twitter TMC Polda Metro Jaya Meski begitu, Dimas mengaku belum mengetahui penyebab kecelakaan tersebut. Bahkan tidak ada korban kecelakaan itu. Jenis mobil yang mengalami kecelakaan juga belum diketahui pasti oleh petugas polisi. “Korban belum menerima informasi masih penanganan,” ujar Dimas.

Kecelakaan beruntun terjadi di KM 149 Tol Palimanan menuju Cikopo. Kecelakaan itu melibatkan bus dan mobil. “Iya benar ada kecelakaan beruntun KM 149 Tol Cipali. Informasinya ada bus dan mobil,” kata petugas layanan informasi PT Jasa Marga, Fahmi saat dikonfirmasi, Minggu (9/7/2017). Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (8/7) sekitar pukul 23.30 WIB. Namun belum diketahui penyebab kecelakaan beruntun tersebut. “Belum tahu kejadiannya, belum ada laporan yang masuk,” kata Fahmi. Fahmi juga mengaku belum mengetahui apakah kejadian tersebut ada korban luka atau meninggal dunia. Saat ini, petugas masih melakukan proses evakuasi. “Masih penanganan petugas, petugas masih proses evakuasi,” kata Fahmi. Atas kejadian tersebut, arus lalu lintas Palimanan menuju Cikopo terpantau lancar. Begitu juga sebaliknya Cikopo arah Palimanan terpantau lancar.

Kecelakaan beruntun melibatkan 3 mobil terjadi di Tol Dalam Kota Arah Cawang. Akibatnya, ikan yang diangkut salah satu mobil berserakan di jalan. “Iya betul di KM 2+400 arah Cawang,” kata petugas Jasa Marga, Rina, saat dikonfirmasi detikcom, Minggu (18/6/2017) sekitar pukul 08.30 WIB. Jasa Marga menerima informasi kecelakaan itu pada pukul 08.09 WIB. Belum diketahui ada tidaknya korban termasuk apa penyebab kecelakaan tersebut. Namun, arus lalu lintas terpantau padat. “Lalin padat di Pancoran sampai Tebet,” ujarnya. Seorang pengendara mengatakan, salah satu mobil yang terlibat kecelakaan mengangkut ikan. Salah satu mobil yang terbalik membawa ikan. Ikannya pun berserakan di jalan tol,” kata Akhid memberi informasi ke pasangmata.com.

Kecelakaan beruntun terjadi di Jalan Tol Pelabuhan, Jakarta Utara. Empat kendaraan terlibat dalam kecelakaan ini. “Memang ada informasi kecelakaan melibatkan 4 kendaraan di Tol Pelabuhan KM 16 dari Warakas ke arah Priok. Saat ini dalam penanganan petugas,” kata petugas call center NTMC Polri, Adit, ketika dihubungi, Kamis (16/11/2017). Dia mengatakan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.55 WIB. Keempat kendaraan tersebut adalah 2 minibus, truk trailer, dan truk boks. [Gambas:Twitter] Belum diketahui kronologi dan ada-tidaknya korban dalam kecelakaan tersebut. Kecelakaan ini menyebabkan kepadatan menjelang lokasi kecelakaan. “Kami belum dapat informasi tentang korban. Kami belum dapat terima informasi lebih lanjut. Untuk saat ini padat di kedua arah. Panjang kemacetan belum ada laporan, tapi menjelang TKP,” tutur dia.

12 kendaraan terlibat kecelakaan beruntun di Jalan Raya Puncak, tepatnya di tanjakan Selarong, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Sabtu (22/4/2017) sore. Kecelakaan terjadi akibat rem bus wisata bolong juga jalanan yang licin. “Bus rem blong, Hs Transport menuju arah bawah dari arah Puncak. Rem blong, situasi jalan licin karena hujan akhirnya menabrak kendaraan dari arah berlawanan di depan maupun dari arah berlawanan,” ujar Kapolres Bogor AKBP AM Dicky Pastika kepada detikcom, Sabtu (22/4/2017). Bus itu akhirnya menabrak 11 kendaraan yang terdiri dari 6 mobil dan 5 motor. “Tidak kurang 6 mobil dan 5 motor yg ditabrak,” kata Dicky. Kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 17.30 WIB. Dicky mengimbau kepada pengendara untuk menghindari jalur Puncak untuk mengantisipasi kemacetan akibat kecelakaan itu meski evakuasi korban sudah dilakukan. “Kepada masyarakat agar hindari jalur Puncak untuk hindari kemacetan akibat laka,” ungkapnya.

Kecelakaan beruntun melibatkan dua mobil terjadi di KM 29 Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR). Akibatnya, lalu lintas terpantau macet menuju arah Pondok Indah. “Iya benar ada kecelakaan beruntun melibatkan dua kendaraan,” kata petugas call center Jasa Marga Lutfi saat dihubungi detikcom, Kamis (2/11/2017) sekitar pukul 04.45 WIB. Kecelakaan terjadi sekitar pukul 04.30 WIB. Lutfi mengatakan kemacetan terjadi sekitar 1 kilometer dari arah Taman Mini menuju Pondok Indah. Petugas saat ini telah berada di lokasi untuk melakukan evakuasi. “Masih dalam penanganan kendaraan oleh petugas,” tutur Lutfi. Belum diketahui ada korban atau tidak akibat kecelakan tersebut. “(korban) belum dapat informasi,” sebut Lutfi.

Related Posts

Comments are closed.