Antisipasi Ricuh, Polda Sulsel Gelar Simulasi Pengamanan Tahun Baru

Antisipasi Ricuh, Polda Sulsel Gelar Simulasi Pengamanan Tahun Baru

Jelang hari Raya Natal 2017 dan Tahun Baru 2018, aparat Brimob Polda Sulawesi Selatan, menggelar simulasi pencegahan kericuhan masyarakat. Kegiatan ini diadakan untuk mengantisipasi terjadinya kericuhan dan melatih kesigapan personel. Kegiatan tersebut digelar di Markas Brimob Polda Sulsel, di Jalan Pabaeng Baeng, Makassar, pada Selasa (19/12/2017), pukul 23.00 Wita. Ada sekitar 600 personel Brimob yang ikut kegiatan ini. “Sebanyak 600 personel diturunkan untuk simulasi antisipasi pencegahan kericuhan tahun baru, penangangan teror bom, bencana alam, baik longsor, banjir, dan kecelakaan lalu lintas,” ujar Dansat Brimob Polda, Kombes Adeni Muhan, di Markas Brimob Polda Sulawesi Selatan. Foto: Reinhard Soplantila/detikcom Ratusan personel mulai dari Gegana, Sar, Patmor, dan Anggota lapangan dari Brimob Polda Sulsel itu, melakukan sejumlah aksi dalam simulasi ini, seperti penyelamatan korban dari gedung tinggi, hingga meredam tawuran antara masyarakat. “Beberapa di antaranya yang kami lakukan itu adalah latihan meredam tawuran antar kampung, evakuasi korban bencana, dan sigap terhadap aksi teror,” kata Kombes Adeni. Adeni mengatakan, latihan ini juga melatih kesigapan, kecepatan, dan respons anggota Brimob dilapangan. “Selain itu, simulasi ini dilakukan juga Panggilan Luar Biasa (PLB) atau quick respon anggota mengantisipasi keresahan masyarakat,” lanjutnya. Simulasi ini digelar selama kurang lebih 3 jam di kawasan Brimob Polda Sulawesi Selatan. Rencananya, kegiatan serupa akan digelar kembali, dalam waktu dekat oleh pasukan khusus di Polri tersebut.

Baca juga :

Selesai upacara penyerahan Jenazah dilanjutkan dengan Upacara Perabuan Jenazah yang berlokasi di Kuburan Desa Kediri. Dalam upacara perabuan jenazah ini selaku Inspektur Upacara Kabag Sumda Polres Tabanan Kompol I Nyoman Susila, S.H. selaku Perwira Upacara Iptu I Nyoman Suadi, S.H., Selaku Komandan Upacara Ipda I Made Artana, S.H. yang diikuti peserta upacara diantaranya 1 Pleton Gabungan Perwira, 1 Pleton Pasukan bersenjata, 1 pleton Gabungan Staf Polres Tabanan dan Polsek Jajaran Polres Tabanan,  1 pleton Gabungan PNS Polres Tabanan,  1 Pleton Gabungan Bhayangkari Cabang Tabanan 1 Regu Penembak Salvo, 1 Regu Pengantar Bendera Kehormatan dan 1 Pleton Purnawirawan Polri.

seperti di kutip dari http://tribratanews.polrestabanan.net

Dalam upacara perabuan jenazah ini dibacakan riwayat hidup singkat almarhum Brigadir Purnawirawan I Nyoman Nurja Ambara, Pembacaan Apel Persada oleh Inspektur Upacara, dan penghormatan terakhir kepada Jenazah Almarhum Brigadir Purnawirawan I Nyoman Nurja Ambara diiringi dengan tembakan salvo. Upacara ini juga diisi dengan peletakan karangan bunga yang didahului oleh Inspektur upacara dilanjutkan Perwakilan dari perwakilan Bhayangkari Cabang Tabanan, Peletakan karangan bunga dari perwakilan Purnawirawan dan terakhir dari pihak keluarga.

seperti di kutip dari http://tribratanews.polrestabanan.net

Dalam sambutannya Inspektur Upacara menyampaikan turut berbela sungkawa atas meninggalnya Almarhum Brigadir Purnawirawan I Nyoman Nurja Ambara kepada keluarga almarhum semoga almarhum dapat diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan amal dan ibadahnya dan kepda keluarga yang ditinggalkan diberikan ketegaran dan ketabahan. “kami mewakili seluruh keluarga besar Polri mengucapkan terimakasih atas pengabdian almarhum selama hidupnya yang telah mengabdikan diri kepada negara, kami juga mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada almarhum termasuk keluarga apabila dalam pelaksanaan tugas terjadi kekeliruan maupun kesalahan” Ujar Kabag Sumda Polres Tabanan Selaku Inspektur Upacara.

Jelang hari Raya Natal 2017 dan Tahun Baru 2018, aparat Brimob Polda Sulawesi Selatan, menggelar simulasi pencegahan kericuhan masyarakat. Kegiatan ini diadakan untuk mengantisipasi terjadinya kericuhan dan melatih kesigapan personel. Kegiatan tersebut digelar di Markas Brimob Polda Sulsel, di Jalan Pabaeng Baeng, Makassar, pada Selasa (19/12/2017), pukul 23.00 Wita. Ada sekitar 600 personel Brimob yang ikut kegiatan ini. “Sebanyak 600 personel diturunkan untuk simulasi antisipasi pencegahan kericuhan tahun baru, penangangan teror bom, bencana alam, baik longsor, banjir, dan kecelakaan lalu lintas,” ujar Dansat Brimob Polda, Kombes Adeni Muhan, di Markas Brimob Polda Sulawesi Selatan. Foto: Reinhard Soplantila/detikcom Ratusan personel mulai dari Gegana, Sar, Patmor, dan Anggota lapangan dari Brimob Polda Sulsel itu, melakukan sejumlah aksi dalam simulasi ini, seperti penyelamatan korban dari gedung tinggi, hingga meredam tawuran antara masyarakat. “Beberapa di antaranya yang kami lakukan itu adalah latihan meredam tawuran antar kampung, evakuasi korban bencana, dan sigap terhadap aksi teror,” kata Kombes Adeni. Adeni mengatakan, latihan ini juga melatih kesigapan, kecepatan, dan respons anggota Brimob dilapangan. “Selain itu, simulasi ini dilakukan juga Panggilan Luar Biasa (PLB) atau quick respon anggota mengantisipasi keresahan masyarakat,” lanjutnya. Simulasi ini digelar selama kurang lebih 3 jam di kawasan Brimob Polda Sulawesi Selatan. Rencananya, kegiatan serupa akan digelar kembali, dalam waktu dekat oleh pasukan khusus di Polri tersebut.

Gardu Listrik. Ilustrasi. Foto dok JPG/JPNN.com jpnn.com , JAKARTA – PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) memprediksi terjadi penurunan beban puncak pada periode Natal 2017 dan Tahun Baru 2018. Penurunannya 10-20 persen secara nasional. Hal itu dipengaruhi oleh penurunan aktivitas produksi industri dan perkantoran. Kepala Satuan Komunikasi Korporat PLN I Made Suprateka mengatakan, penurunan terjadi karena konsumsi listrik dari industri maupun perkantoran berkontribusi cukup besar terhadap total konsumsi listrik . ”Umumnya, pemakaian listrik akan mencapai 26 ribu hingga 27 ribu mw. Tetapi, untuk masa Natal dan tahun baru bisa menurun sebesar 10-20 persen,” ujarnya, Senin (18/12). Beban terendah diperkirakan 15 ribu mw. Penurunan beban puncak yang lebih tajam terjadi di Pulau Jawa, yakni 30 persen. Sebab, saat ini mayoritas industri dan perkantoran memang terpusat di pulau dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia tersebut. ”Tetapi, penurunan beban puncak pada Natal dan tahun baru belum sebanyak yang terjadi saat masa Lebaran,” imbuhnya. Meski demikian, PLN tetap menyiapkan antisipasi dengan menambah jumlah pasokan listrik 3-8 ribu mw.

Related Posts

Comments are closed.