Anies soal Beda Jabat Menteri dan Gubernur: Jadi Jarang ke Airport

Anies soal Beda Jabat Menteri dan Gubernur: Jadi Jarang ke Airport

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bercerita soal perbedaan menjadi menteri dan Gubernur DKI Jakarta. Salah satu perbedaan yang dirasakan Anies adalah dirinya menjadi jarang ke bandara. Apa maksudnya? Anies menyampaikan itu saat menjawab pertanyaan dari Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) di kajian tauhid di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Minggu (14/1/2018). Anies mengatakan menjadi menteri itu mengurusi warga se-Indonesia namun terfokus kepada satu hal, sedangkan Gubernur DKI sebaliknya. “Jadi Gubernur Jakarta dibandingkan dengan kalau menteri yang diurus se-Indonesia. Jadi Aceh sampai Papua, kalau gubernur satu wilayah semua bidang. Dari mulai gorong-gorong sampai urusan yang sangat elite. Tapi terasa sesudah jadi gubernur saya jarang ke airport, jarang sekali ke airport. Perginya ke Marunda, Kebayoran Lama, Cilincing. Karena memang urusannya Jakarta,” kata Anies. Anies juga menjelaskan dirinya lebih banyak berinteraksi dengan warga saat menjabat sebagai Gubernur DKI. Sedangkan saat di kementerian, Anies lebih banyak berfokus pada tataran kebijakan. “Di Jakarta dengan tugas sebagai gubernur lebih banyak berinteraksi dengan warga. Lebih banyak berkomunikasi dengan masyarakat. Kalau di kementerian, itu berada di tataran pembuatan kebijakan, soal kurikulum, soal sekolah, soal kebijakan-kebijakan semua tapi kalau gubernur, pelaksanaan,” jelasnya. Selain itu, Anies mengatakan tak ada waktu libur saat memimpin Ibu Kota. Baginya, setiap hari harus dijadikan waktu untuk melayani warga. “Karena itu juga di kementerian sibuknya Senin sampai Jumat, kalau gubernur sibuknya Senin sampai Jumat, lalu Jumat pertama, jumat kedua, jumat ketiga. Lalu senin lagi. Jadi nggak ada Sabtu-Minggu. Justru kerja karena warga kegiatan Sabtu-Minggu. Majelis-majelis, dari mulai bersih kampung sampai imunisasi. Itu dilakukan di Sabtu dan Minggu. Jadi dari sisi kesibukan beda,” ucapnya. Terlepas dari perbedaan tersebut, Anies merasakan hal yang sama dari dua jabatan itu. Dia mengaku bisa menjadi lebih bermanfaat terhadap masyarakat. “Tapi satu hal yang saya rasakan sama. Dua-duanya memberikan kesempatan untuk membuat makna kepada lingkungan, dan kita bisa mendekati sebaik-baiknya manusia adalah yang memberikan makna, faedah yang besar bagi lingkungan,” imbuhnya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bercerita soal perbedaan menjadi menteri dan Gubernur DKI Jakarta. Salah satu perbedaan yang dirasakan Anies adalah dirinya menjadi jarang ke bandara. Apa maksudnya? Anies menyampaikan itu saat menjawab pertanyaan dari Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) di kajian tauhid di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Minggu (14/1/2018). Anies mengatakan menjadi menteri itu mengurusi warga se-Indonesia namun terfokus kepada satu hal, sedangkan Gubernur DKI sebaliknya. “Jadi Gubernur Jakarta dibandingkan dengan kalau menteri yang diurus se-Indonesia. Jadi Aceh sampai Papua, kalau gubernur satu wilayah semua bidang. Dari mulai gorong-gorong sampai urusan yang sangat elite. Tapi terasa sesudah jadi gubernur saya jarang ke airport, jarang sekali ke airport. Perginya ke Marunda, Kebayoran Lama, Cilincing. Karena memang urusannya Jakarta,” kata Anies. Anies juga menjelaskan dirinya lebih banyak berinteraksi dengan warga saat menjabat sebagai Gubernur DKI. Sedangkan saat di kementerian, Anies lebih banyak berfokus pada tataran kebijakan. “Di Jakarta dengan tugas sebagai gubernur lebih banyak berinteraksi dengan warga. Lebih banyak berkomunikasi dengan masyarakat. Kalau di kementerian, itu berada di tataran pembuatan kebijakan, soal kurikulum, soal sekolah, soal kebijakan-kebijakan semua tapi kalau gubernur, pelaksanaan,” jelasnya. Selain itu, Anies mengatakan tak ada waktu libur saat memimpin Ibu Kota. Baginya, setiap hari harus dijadikan waktu untuk melayani warga. “Karena itu juga di kementerian sibuknya Senin sampai Jumat, kalau gubernur sibuknya Senin sampai Jumat, lalu Jumat pertama, jumat kedua, jumat ketiga. Lalu senin lagi. Jadi nggak ada Sabtu-Minggu. Justru kerja karena warga kegiatan Sabtu-Minggu. Majelis-majelis, dari mulai bersih kampung sampai imunisasi. Itu dilakukan di Sabtu dan Minggu. Jadi dari sisi kesibukan beda,” ucapnya. Terlepas dari perbedaan tersebut, Anies merasakan hal yang sama dari dua jabatan itu. Dia mengaku bisa menjadi lebih bermanfaat terhadap masyarakat. “Tapi satu hal yang saya rasakan sama. Dua-duanya memberikan kesempatan untuk membuat makna kepada lingkungan, dan kita bisa mendekati sebaik-baiknya manusia adalah yang memberikan makna, faedah yang besar bagi lingkungan,” imbuhnya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri kajian tauhid yang diselenggarakan oleh Yayasan Daarut Tauhid di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat. Anies mengenakan baju koko berwarna putih dan kopiah hitam. Pantauan detikcom di lokasi, Anies tiba sekitar pukul 10.39 WIB, Minggu (14/1/2018). Kedatangan Anies langsung disambut oleh Dai kondang Abdullah Gymnastiar (Aa Gym). Saat naik ke panggung, Anies sempat berbicara dengan Aa Gym soal tempat duduk. Anies akhirnya lebih memilih tempat duduk di samping Aa Gym. “Silakan, Pak Anies,” kata Aa Gym. “Aa Gym di tengah saja lebih stabil,” timpal Anies yang disambut senyum Aa Gym. Aa Gym kemudian melanjutkan kajian tauhidnya. Dia juga berterima kasih kepada Anies yang telah datang. “Terima kasih sudah datang, kemarin Pak Sandi,” tutur Aa Gym. Saat acara berlangsung, Aa Gym kembali menyampaikan pertanyaan kepada Anies. Kali ini, Aa Gym bertanya ke Anies terkait perasaan menjadi Gubernur DKI Jakarta. “Terpikir nggak jadi gubernur?” kata Aa Gym. “Sama sekali tidak,” jawab Anies. Keduanya pun langsung terlibat tanya-jawab. Sampai pada akhirnya Anies mengaku lebih enak menjadi penonton dibanding menjalani jabatan sebagai seorang gubernur. “Memang menonton lebih enak dibanding menjalaninya,” imbuh Anies sambil tersenyum. Anies kemudian menceritakan saat dirinya dicalonkan jadi gubernur. Awalnya dia tak menyangka menjadi gubernur. Bahkan saat menjadi Mendikbud, Anies sempat memprediksi Pilgub DKI Jakarta bakal berjalan ketat. “Ini siapapun calonnya, kompetisinya ketat. Siapapun orangnya masih lecet-ecet. Saya nggak membayangkan. Makanya hati hati dengan kata-kata,” ujarnya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjadi saksi dari Zidane Alfadino (16), yang memeluk agama Islam di Masjid Isqtiqlal. Pembacaan syahadat dipandu oleh dai Abdullah Gymanstiar (Aa Gym). Pantauan detikcom di acara kajian tauhid yang diselenggarakan oleh Daarut Tauhid Jakarta di Masjid Istiqlal, sekitar pukul 11.45 WIB, Minggu (14/1/2018), Aa Gym melafalkan syahadat yang diikuti oleh Zidane. Pelajar asal Cibinong itu datang didampingi oleh ibundanya. Setelah itu, Aa Gym membacakan terjemahan dari syahadat. Jemaah yang hadir tampak seksama menyaksikan momen tersebut. “Asyhadu an laa ilaha illallah wa asyhadu anna muhammadarrosulullah,” ucap Aa Gym. Setelah itu, acara dilanjutkan pembacaan doa. Dalam kajian tauhid itu, Anies juga sempat menyampaikan soal permintaan perpanjangan perizinan Alexis di awal dirinya menjabat. Anies menjelaskan Pemprov DKI menutup Alexis dengan tidak memperpanjang izinnya. “Menutup dengan cara tidak memberikan perpanjangan. Dan begitu, mereka tidak bisa menuntut. Kalau kami membatalkan mereka bisa menuntut,” ucapnya.

Related Posts

Comments are closed.