Anies: Lokasi Kebakaran Tamansari akan Ditata Jadi Permukiman Aman

Anies: Lokasi Kebakaran Tamansari akan Ditata Jadi Permukiman Aman

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau lokasi kebakaran di Krukut, Tamansari, Jakarta Barat. Anies menyebut lokasi tersebut sangat padat permukiman warga. “Permukimannya sangat padat tadi saya datang satu rumah 3×4 ukurannya isinya 6 orang. 3×4 udah kamar mandi. Jadi bisa dibayangkan tempat ini padat sekali dan kebakaran ini terkenal di tepat yang amat padat,” kata Anies di Lokasi, Sabtu (27/1/2018). Anies mengatakan, lokasi itu perlu ditata agar aman dari kebakaran. Namun pihaknya harus terlebih dulu memastikan soal kepemilikan tanah. “Penataan akan kami lihat nanti, karena kami harus melihat status tanah, kepemilikan, tentu kita ingin nanti jika dibangun menjadi permukiman yang aman, bebas potensi kebakaran,” imbuhnya. Saat ini, menurut Anies, Pemprov DKI Jakarta sedang fokus dalam upaya penyelamatan warga. Upaya itu dilakukan agar tak ada bencana lain yang menimpa warga. “Tapi saat ini konsentrasi kita adalah penyelamatan, recovery, sehingga mereka di hari ke depan tak jatuh sakit, tidak muncul masalah yang mengganggu keseharian mereka dan bencana ini tidak membesar,” pungkasnya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau lokasi kebakaran di Krukut, Tamansari, Jakarta Barat. Anies menyebut lokasi tersebut sangat padat permukiman warga. “Permukimannya sangat padat tadi saya datang satu rumah 3×4 ukurannya isinya 6 orang. 3×4 udah kamar mandi. Jadi bisa dibayangkan tempat ini padat sekali dan kebakaran ini terkenal di tepat yang amat padat,” kata Anies di Lokasi, Sabtu (27/1/2018). Anies mengatakan, lokasi itu perlu ditata agar aman dari kebakaran. Namun pihaknya harus terlebih dulu memastikan soal kepemilikan tanah. “Penataan akan kami lihat nanti, karena kami harus melihat status tanah, kepemilikan, tentu kita ingin nanti jika dibangun menjadi permukiman yang aman, bebas potensi kebakaran,” imbuhnya. Saat ini, menurut Anies, Pemprov DKI Jakarta sedang fokus dalam upaya penyelamatan warga. Upaya itu dilakukan agar tak ada bencana lain yang menimpa warga. “Tapi saat ini konsentrasi kita adalah penyelamatan, recovery, sehingga mereka di hari ke depan tak jatuh sakit, tidak muncul masalah yang mengganggu keseharian mereka dan bencana ini tidak membesar,” pungkasnya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta jajarannya membantu korban kebakaran Tamansari, Jakarta Barat. Menurutnya, saat ini warga yang jadi korban membutuhkan banyak bantuan. “Warga saat ini membutuhkan banyak bantuan, karena itu saya menginstruksikan kepadanya seluruh jajaran yang terkait dengan pembinaan warga, baik itu Dukcapil, untuk mulai menyiapkan surat-surat,” kata Anies saat meninjau lokasi kebakaran di Krukut, Tamansari, Jakbar, Sabtu (27/1/2018). Anies mengatakan kebanyakan warga kehilangan surat-surat penting mereka. Warga yang menyelamatkan diri saat kejadian hanya bisa lari dengan pakaian seadanya. “Karena mayoritas mereka pergi hanya membawa baju yang menempel. Kemudian memastikan tidak ada surat-surat yang tidak bisa diperbaharui,” ujarnya. Dia menambahkan saat ini Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan sudah mulai bekerja. Menurutnya, saat ini kebutuhan yang paling penting untuk warga adalah perlengkapan sekolah. “Kemudian Dinas Sosial sudah bekerja, Dinas Kesehatan dan lain-lain. Dan bagi warga Jakarta yang ingin membantu pada saat ini kebutuhan yang paling mendasar adalah terkait dengan anak-anak. Anak-anak diharapkan bisa kembali ke sekolah. Karena itu kebutuhan seragam cukup mendasar, alat tulis, buku-buku, dan lain-lain,” imbuhnya. Selain itu, warga membutuhkan perlengkapan bayi. Vitamin dan pakaian dalam pun dirasa sangat diperlukan. “Selain itu juga dibutuhkan Pampers, makanan bayi juga mendasar. Lalu vitamin untuk warga, pakaian dalam, dan pakaian pada umumnya,” pungkasnya.

Kebakaran hebat yang melanda di Krukut, Tamansari, Jakarta Barat, telah menghanguskan rumah di 10 RT. Meski begitu, ada satu masjid yang selamat dari kebakaran tersebut. “Saat ini warga mengungsi di antara bangunan-bangunan di dalam, ada sebuah masjid yang sama sekali tidak kena, bahkan karpetnya pun tidak terbakar,” kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan usai meninjau korban kebakaran di Jalan Talib II, Krukut, Tamansari, Jakarta Barat, Sabtu (27/1/2018). Anies mengatakan masjid itu menjadi tempat pengungsian warga. “Dan warga sekarang mengungsi di masjid, di musala,” ucapnya. Anies tiba di lokasi kebakaran sekitar pukul 16.40 WIB. Dia datang seorang diri tanpa didampingi wakilnya Sandiaga Uno. Ia sempat berinteraksi dengan warga dan menginstruksikan agar jajarannya responsif. Kebakaran ini menghanguskan permukiman di 10 rukun tetangga (RT), dengan luas wilayah yang terdampak sekitar 3.500 meter persegi. Diperkirakan ada sekitar 200 rumah yang terbakar. Menurut Camat Tamansari Firman Ibrahim, ada 600 KK yang terdampak kebakaran dan 2.000 warga mengungsi.

Merdeka.com – Pedagang Kaki Lima (PKL) kembali berjualan di sekitar trotoar kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Mereka berani berdagang di lokasi itu karena sempat mendengar kebijakan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno yang akan menata pedagang kaki lima kawasan Tanah Abang. Dagangannya beragam, dari pakaian anak anak, kaos remaja, properti muslimah, tukang somay, rujak, pedagang asongan, tukang servis jam, kolektor cincin, serta pedagang buah. Sengatan matahari, tak menurunkan semangat para pedagang kecil itu mempromosikan dagangan asli Indonesia itu. “Ayo Bunda lihat lihat, borong borong borong,” seru para pedagang kepada pejalan kaki. Salah seorang PKL bernama Mulhadi (64) pun turut berdagang di zona tersebut. Pria yang berdagang buah itu mengaku berjualan dari tahun 1998. Dirinya juga sempat mendengar informasi bebas dagang di trotoar itu dari berita di media dan rekan-rekan dagang sekitarnya. Kata pria yang akrab disapa Mul itu, kebijakan tersebut akan direalisasikan antara akhir tahun ini atau awal bulan Januari 2018. “Ya tau informasi dari berita berita itu, katanya informasinya gini gini, di garis kuning itu, katanya pas akhir tahun atau awal bulan,” kata Mul yang berdagang dekat tikungan Pasar Tanah Abang Jaya kepada merdeka.com di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (15/12). Mul mengaku lebih tenang semenjak Anies-Sandi menjabat. Sebab, kewenangan untuk PKL lebih longgar dan asal dagangannya tak melampaui zona garis kuning yang dipisah antara pedagang dan pejalan kaki. Dirinya pun tak perlu main kucing kucingan dengan Satuan Polisi Pramong Praja (Satpol PP). Beda katanya ketika di era Ahok dan Djarot . “Kalo dulu kan harus gak ada (PKL), dulu istilahnya nyolong nyolong,” ucapnya. Di sisi lain, Mul sempat bercerita bahwa dari era Gubernur Ali Sadikin sampai Ahok, PKL tak diperbolehkan berdagang sembarangan. Di era Anies pun juga tak dibebaskan, tapi sejak Mantan Mendikbud tersebut menjabat kelonggaran PKL berdagang lebih leluasa dan diberdayakan. “Sebenernya gak boleh dari dulu, tapi kan namanya masyarakat dilarang, balik (dagang) lagi,” tandas Mul. Sementara, lalu lalang di Tanah Abang juga semakin padat akibat PKL yang berdagang. Sebagian orang melihat kemacetan di ruas jalan disebabkan PKL yang asal gelar dagangannya di pinggiran. Namun, Mul menjelaskan bahwa itu bukan ulah PKL, namun kendaraan angkutan umumnya sendiri karena sering berhenti di pinggir jalan. “Saking banyaknya mobil, itu kan banyak yang ngetem, jadi ganggu,” ujarnya. Mul yang telah berdagang sekitar 15 tahun di kawasan Tanah Abang berharap, dagangannya tak dicecar lagi oleh Satpol PP. Sebab dirinya mengikuti aturan dan tak berdagang di dekat jalan utama. Tambah mul, sebagian pedagang ada yang melebihi garis kuning disebabkan etalasenya yang besar. “Harapannya tidak diganggu lagi oleh Satpol PP, karena saya kan ngikutin aturan dagang di pinggir, kalo yang deket deket jalannya terserah lah,” kata Mul. Pada kesempatan yang sama, PKL asongan bernama Asih juga mendengar informasi penataan pedagang pinggiran itu. Asih yang juga istri Mulhadi berharap Pemprov DKI Jakarta segera memberi kebijakan tentang zona dagang itu. “Ada yang bilang sih akhir tahun, ada juga yang bilang awal tahun, mau di ituin (bebas dagang) mau ditata,” kata Asih yang berdagang asongan di lokasi yang sama. Dulunya Asih berjualan di dalam pasar tanah abang. Namun karena pelanggan sepi, dirinya memilih berjualan di sebrang trotoar sepanjang stasiun tanah abang. “Dulu di dalem, tapi jarang dilewatin orang, sepi, jadi di luar aja lebih lumayan lah pendapatan, orang-orang kan juga sering lewat kalo di luar,” tutur Asih. Asih sempat bercerita, saat Anies Sandi terpilih memimpin Jakarta, para PKL pun bercorak gembira. Mereka pun kembali berdagang di trotoar dan berharap Pemprov memberi keleluasaan dan kebijakan bagi para pelaku Usaha Kecil Mikro Menengah (UMKM). “Hore pak Anies jadi pak gubernur aman, ada ketenangan,” tutup Asih. [ded]

Related Posts

Comments are closed.