Anies: Kami Ingin Museum Jadi Kegiatan Mainstream Warga Jakarta

Anies: Kami Ingin Museum Jadi Kegiatan Mainstream Warga Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri acara pengukuhan pengurus Asosiasi Museum Indonesia (AMI) DKI Jakarta periode 2017-2022. Dia berharap pengurus yang baru bisa menjadikan ke museum sebagai aktivitas mainstream warga. “Bapak ibu yang dilantik sudah memiliki tanggung jawab sekarang, ditambah untuk urus asosiasinya dan kami di Jakarta ingin sekali museum jadi kegiatan mainstream untuk warga Jakarta,” kata Anies dalam sambutannya di Balai Agung, Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (1/3/2018). Anies akan membuat program agar warga Jakarta mau mengunjungi museum. Salah satu caranya dengan membuat agenda rutin kunjungan ke museum setiap minggu. Pemprov DKI Jakarta akan membantu menarik warga agar mau datang ke museum. Foto: Pengukuhan pengurus AMI DKI Jakarta periode 2017-2022 (Indra Komara/detikcom) “Dukungan itu bentuknya bukan cuma uang, jangan lihat duit aja, saya kira bukan cuma itu. Saya beri contoh di Jakarta ada 44 kecamatan, 267 kelurahan, 2.700 RW di seluruh Jakarta apa yang terjadi kalau kita buat kunjungan rutin museum dikelola pemerintah. Saya akan bantu supply orang datang dan bapak ibu memastikan museumnya menarik,” ujarnya. “Kita gerebek museum di Jakarta rutin Sabtu-Minggu dan dijadwalkan. Pemerintah siapkan busnya, Transportasinya. Dijadwalin aja sehingga busnya datang mau ditambahin kendaraan sendiri boleh,” lanjut Anies. Anies juga menyebut Pemprov DKI Jakarta akan memberikan informasi agenda kunjungan ke museum melalui aplikasi. Diharapkan, aplikasi tersebut bisa diakses warga untuk melihat program kunjungan ke museum itu. “Di Jakarta ini tingkat selfinessnya lumayan, orang datang foto dan kami sedang susun program aplikasi mohon AMI masukan kegiatan itu masuk ke program kita sehingga orang tau kegiatan di museum,” paparnya. Dengan dikukuhnya pengurus AMI yang baru, Anies ingin adanya gerakan ke museum di Jakarta. Sebab dia menilai museum bukan tempat penyimpanan barang, tetapi harus memberikan pengalaman. “Museum itu mengubah dari perjalanan waktu jadi ruang dan ini harus dirasakan kalau Jakarta bisa melaksnakan nanti nasional akan mengikuti,” ucapnya. Pengukuhan pengurus AMI DKI Jakarta yang baru dilakukan oleh Ketua Asosiasi Museum Indonesia Putu Supadma. Ketua AMI DKI yang baru yakni Yiyok T Herlambang, Wakil Ketua Budi Trinovari, Wakil Ketua II Adang Suryana, Sekretaris I Mis Ari, Sekretaris II Karfum Setiawan.

Baca juga :

Belajar filsafat katanya bikin pusing. Bahkan ada yang takut kalo belajar filsafat bisa membuat bingung dan mengacaukan pikiran. Ada yang bilang hati-hati kalau belajar filsafat nanti bisa jadi Atheis. Lucu ya pandangan beberapa orang tentang filsafat. Kalaupun filsafat itu bisa menyesatkan mengapa bisa menjadi salah satu mata kuliah dasar di hampir semua jenjang di perguruan tinggi? Pastilah filsafat ini penting bagi mahasiswa ketika menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Namun tidak sedikit yang bingung ketika mempelajarinya. Kebingungan ini bisa jadi karena cara dosen dalam membawakannya kurang menarik atau mahasiswa sendiri yang kurang giat dalam belajar sehingga tidak mendapatkan pemahaman di ilmu tersebut jadi akhirnya kapok untuk belajar lagi.

seperti di kutip dari https://faisaleffendi04.wordpress.com

Mengapa dinamakan Kaum Prasokratik ? Penyebutan Prasokratik (Sebelum Socrates) untuk menandakan kaum filsuf sebelum Socrates yang kebanyakan memikirkan tentang hakekat alam semesta (di luar manusia). Mereka selalu bertanya dan mencari jawaban mengapa segala sesuatu di alam semesta ini bisa berubah. Dari semua perubahan, apakah ada sesuatu yang tetap yang menjadi inti dari segalanya. Para pemikir ini berusaha keras dengan menggunakan nalar untuk mencari apa yang tetap itu. Sesuatu yang tetap dinamakan phusis . Dalam bahasa latin disebut natura, atau dalam bahasa inggris nature . Phusis adalah esensi atau inti pembentuk alam semesta yang muncul kemudian berkembang. Romo Setyo wibowo lebih senang kaum di era ini sebagai kaum Phusikoi yaitu para pemikir awal yang pusat kajiannya tertuju ke soal-soal phusis (alam semesta, realitas, jiwa, para dewa).

seperti di kutip dari https://faisaleffendi04.wordpress.com

Phusikoi ketiga dari Melitos yaitu Anaximenes murid dari Anaximandros. Hidup tahun 585-525 SM. Ia hanya memodifikasi dari para pendahulunya. Baginya Phusis adalah udara karena udara adalah satu dasar dan tak terbatas. Puncak hidupnya adalah tahun 546 SM. Ia adalah pemimpin terakhir sekolah Miletos (pada tahun 494 SM, Miletos dikuasai Persia dan dihancurleburkan). Menurut Anaximenes proses terjadinya kosmos karena adanya gerakan tanpa henti yang menggunakan prinsip udara yaitu pemampatan dan pemuaian. Jika udara memuai maka menjadi api, jika ia memampat maka menjadi angin, jika lebih besar lagi maka menjadi air, lalu menjadi tanah. Jika dimampatkan secara maksimum udara menjadi batu.

seperti di kutip dari https://faisaleffendi04.wordpress.com

Menurut legenda, Pytagoras dikisahkan melakukan perjalanan ke Mesir, Khaldea, bahkan sampai ke Prancis untuk berguru dengan druids (dukun lokal). Sesampai di Italia Selatan ia mendirikan sekte politico-religius. Sekte ini berjalan dari 530-510 SM dan ia memiliki murid 600 orang. Ia menjadi pemimpin partai politik Pythagorisme. Aktivitasnya hanya bertahan sampai 20 tahun karena warga pulau Kroton tidak menerima. Kejadian ini memicu penindasan dan kekerasan semua bentuk sekte Pythagorisian di seluruh Yunani Raya (Koloni-koloni Yunani). Tahun 400-an SM, sekte ini akan muncul lagi di Italia Selatan.

seperti di kutip dari https://faisaleffendi04.wordpress.com

Berasal dari Kolophon di Ionia, Asia Minor. Ia meninggalkan kotanya pada usia 25 tahun karena diserang Persia tahun 545 SM. Menurutnya phusis adalah Tuhan. Semua terjadi secara mekanis dan dibawah hukum keniscayaan Tuhan. ArtinyaTuhan sudah menciptakan alam semesta ini sesuai dengan aturannya sebagai yang Maha Kuasa. Diskusi yang sangat menarik adalah Tuhan dikatakannya sebagai satu, ia adalah yang paling besar diantara semua Tuhan dan semua manusia. Ia tidak mirip dengan manusia yang nantinya mati, ataupun tidak sama dengan yang manusia pikirkan dan segala wujud yang ada di semesta ini. Phusis Tuhan tidak memiliki awal, tengah , maupun akhir. Pemikiran Xenophanes bertentangan dengan Bangsa Yunani yang menganut banyak dewa. Xenophenes mengkritik tajam bahwa Tuhan disesuaikan dengan citra mereka sendiri. misalnya jika Dewa dari bangsa Yunani dicirikan bermata biru tapi jika Dewa dari Ethiopia dicirikan berkulit hitam dan pesek.

seperti di kutip dari https://faisaleffendi04.wordpress.com

Pandangan Xenophanes tentang Tuhan sungguh menarik karena membedakan pengetahun pada tingkat prinsip dan fenomenal. Pada tingkat prinsip Tuhan itu sesuatu yang lebih tinggi dari apapun. Para tingkat fenomenal, Tuhan tidak bisa dikatakan tak terbatas karena ini menurut tafsiran manusia yang terbatas. Tak terbatas karena manusia tidak mampu menjangkaunya secara inderawi. Padahal Tuhan lebih dari apa yang digambarkan manusia sebagai tak terbatas.Ia juga dijuluki Bapak Skeptisisme karena  mengajak orang untuk memeriksa kembali, apakah itu proyeksi pikiran belaka. Ia menganjurkan setiap pengetahuan yang didapat melalui inderawi harus diperiksa kembali

seperti di kutip dari https://faisaleffendi04.wordpress.com

Empedokles dan Anaxagoras hidup sezaman. Empedokles lahir di Agrigente (482-424 SM). Anaxagoras lahir di Klazomene (500-428 SM). Empedokles mengarang puisi bertema alam yang sesuai dengan tradisi kaum Phusikoi . Puisinya bercerita tentang kosmologi dan zoogoni (munculnya makhluk hidup). Alam semesta menurutnya taat kepada kekuatan cinta (Philotes) dan benci (neikos). Bahan penyusun bahan penyusun alam semesta adalah “akar-akar”. Ia orang pertama yang menyebutkan pembentuk alam semesta berasal dari empat elemen fundamental yaitu air, api, tanah, dan udara. Alam semesta ini bersifat bisa diketahui lewat inderawi maupun menggunakan proses berpikir (intelektual).

seperti di kutip dari https://faisaleffendi04.wordpress.com

Sementara Anaxagoras, dunia ini ada merupakan hasil percampuran dari elemen-elemen yang sudah ada. Dari transformasi substansi-substansi kecil (homemeres) inilah yang menghasilkan alam semesta. Anaxogaras hidup di Athena dan menjadi pembantu dekat Perikles, sampai ia akhirnya diadili dan diusir karena dianggap memberikan “ajaran menyesatkan” tahun 436-437 SM. Ia meninggal dalam pembuangan di Lampsakhos. Ia menjadi simbol filsafat yang dianggap mengancam masyarakat yang established. Kelak Socrates mengalami nasib yang sama dengan Anaxagoras.

seperti di kutip dari https://faisaleffendi04.wordpress.com

Mereka berdua berusaha menerangkan alam semesta melalui secara rasional dengan menggunakan dua prinsip yaitu atom dan kekosongan. Mereka berdua pendiri ajaran atomis. Menurutnya alam semesta ini merupakan hasil dari kumpulan atom-atom (bahan yang sangat kecil dan tak terlihat). Komposisi atom sangat menentukan mengapa sesuatu bisa bergerak dan dan berubah. Komposisinya yaitu bentuk atom, ukuran atom, posisi atom, dan susunannya. Canggih ya 2400 tahun lalu ternyata sudah ada pemikiran tentang atom. Padahal saat itu asumsinya teknologi tidak secanggih sekarang.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri acara pengukuhan pengurus Asosiasi Museum Indonesia (AMI) DKI Jakarta periode 2017-2022. Dia berharap pengurus yang baru bisa menjadikan ke museum sebagai aktivitas mainstream warga. “Bapak ibu yang dilantik sudah memiliki tanggung jawab sekarang, ditambah untuk urus asosiasinya dan kami di Jakarta ingin sekali museum jadi kegiatan mainstream untuk warga Jakarta,” kata Anies dalam sambutannya di Balai Agung, Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (1/3/2018). Anies akan membuat program agar warga Jakarta mau mengunjungi museum. Salah satu caranya dengan membuat agenda rutin kunjungan ke museum setiap minggu. Pemprov DKI Jakarta akan membantu menarik warga agar mau datang ke museum. Foto: Pengukuhan pengurus AMI DKI Jakarta periode 2017-2022 (Indra Komara/detikcom) “Dukungan itu bentuknya bukan cuma uang, jangan lihat duit aja, saya kira bukan cuma itu. Saya beri contoh di Jakarta ada 44 kecamatan, 267 kelurahan, 2.700 RW di seluruh Jakarta apa yang terjadi kalau kita buat kunjungan rutin museum dikelola pemerintah. Saya akan bantu supply orang datang dan bapak ibu memastikan museumnya menarik,” ujarnya. “Kita gerebek museum di Jakarta rutin Sabtu-Minggu dan dijadwalkan. Pemerintah siapkan busnya, Transportasinya. Dijadwalin aja sehingga busnya datang mau ditambahin kendaraan sendiri boleh,” lanjut Anies. Anies juga menyebut Pemprov DKI Jakarta akan memberikan informasi agenda kunjungan ke museum melalui aplikasi. Diharapkan, aplikasi tersebut bisa diakses warga untuk melihat program kunjungan ke museum itu. “Di Jakarta ini tingkat selfinessnya lumayan, orang datang foto dan kami sedang susun program aplikasi mohon AMI masukan kegiatan itu masuk ke program kita sehingga orang tau kegiatan di museum,” paparnya. Dengan dikukuhnya pengurus AMI yang baru, Anies ingin adanya gerakan ke museum di Jakarta. Sebab dia menilai museum bukan tempat penyimpanan barang, tetapi harus memberikan pengalaman. “Museum itu mengubah dari perjalanan waktu jadi ruang dan ini harus dirasakan kalau Jakarta bisa melaksnakan nanti nasional akan mengikuti,” ucapnya. Pengukuhan pengurus AMI DKI Jakarta yang baru dilakukan oleh Ketua Asosiasi Museum Indonesia Putu Supadma. Ketua AMI DKI yang baru yakni Yiyok T Herlambang, Wakil Ketua Budi Trinovari, Wakil Ketua II Adang Suryana, Sekretaris I Mis Ari, Sekretaris II Karfum Setiawan.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berbagi cerita saat dirinya dibopong petugas damkar dalam HUT ke-99 Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta. Anies salut dengan stamina tinggi para petugas itu. [Gambas:Video 20detik] “Saya tadi waktu saat saya menyaksikan petugasnya naik ke atas menggendong korban turun tangga kebetulan mereka itu kuat, tapi itu saya lihat dari jauh. Terus giliran saya digendong, saya pegang pundak mereka pundaknya keras-keras semua. kalau dilihat itu kuat-kuat,” ujar Anies di halaman kantor Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta, Jl KH Zainul Arifin No 71 Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (1/3/2018). Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menilai petugas pemadam kebakaran merupakan salah satu sosok yang dibutuhkan untuk membantu mengamankan Jakarta. Dia berharap para petugas bisa bekerja maksimal dan selalu menjaga stamina. “Saya bilang inilah yang dibutuhkan, orang-orang yang kuat, orang-orang yang staminanya tinggi ikut memastikan bahwa Jakarta aman. Saya salut. Staminanya dijaga, latihannya jangan berkurang dan semangatnya terus tinggi,” katanya. Dalam HUT tersebut, para petugas pemadam kebakaran juga unjuk kebolehan memamerkan aksi penyelamatan korban kebakaran. Para petugas mulai unjuk kebolehan dengan senam perahu karet, aksi penyelamatan korban kecelakaan kendaraan, sampai penyelamatan korban kebakaran yang terjadi di dalam gedung. Pada saat aksi penyelamatan korban kebakaran pada gedung bertingkat, empat petugas damkar menuruni gedung menggunakan tali. Setelah itu, empat petugas tersebut menyerahkan fire jacket dan kampak rescue kepada Anies.

Juru bicara paslon Ahok-Djarot, Raja Juli Antoni membalas komentar Anies Baswedan terkait dengan pembatalan izin operasional proyek reklamasi Pulau F, I, dan K. Toni, begitu sapaannya, menilai bahwa calon kepala daerah nomor urut 3 tersebut hanya memanfaatkan isu reklamasi untuk mendongkrak suara publik demi kepentingan Pilkada DKI Jakarta pada 19 April 2017 mendatang. Menurutnya, Anies hanya menggunakan isu reklamasi tersebut sebagai bagian dari kegiatan kampanye yang dinilai merakyat tanpa memahami duduk persoalan reklamasi secara detail. “Anies tidak istiqomah dalam gagasan, apalagi dalam perbuatan,” ungkapnya melalui pesan singkat kepada awak media.pada Senin (20/3/2017). Pernyataan itu dilontarkan Toni karena Anies mulanya menilai bahwa proyek reklamasi berada di bawah otoritas Gubernur DKI Jakarta. Namun, ketika mantan Menteri Pendidikan tersebut sudah mengetahui bahwa reklamasi adalah urusan pemerintah pusat, Anies menegaskan bahwa pihaknya akan menaati aturan terkait dengan reklamasi. “Coba wartawan tanyakan kepada Anies, apa dia akan berani menerapkan kontribusi tambahan 15% seperti Ahok? Prediksi saya, Anies akan mengatakan, akan menaikan kontribusi tambahan sampai 50%. Apa saja bisa dia katakan untuk menang jadi Gubernur [DKI Jakarta], meskipun tidak realistis dan tidak masuk akal,” kata Toni berspekulasi. Atas dasar ini, Toni menilai bahwa Ahok lebih realistis dalam bersikap. Dengan adanya penetapan kontribusi tambahan sebesar 15%, akan ada dana sekitar Rp120 triliun yang nantinya bisa digunakan untuk kepentingan rakyat Jakarta. Oleh sebab itu, Toni mengimbau masyarakat agar tidak hanya tergiur oleh iming-iming penguasa yang haus kekuasaan. “Saya berharap masyarakat semakin cerdas melihat calon gubernur yang hanya bisa berkata-kata dan retorika,” tutup pesan singkat Toni tersebut. Diberitakan sbelumnya, Anies Baswedan menyatakan keingintahuannya tentang sikap Ahok pada putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTUN) tentang pembatalan izin reklamasi. Menurutnya, Ahok harus jelas berpihak kepada siapa, karena ia menilai Ahok sangat keras kepala untuk meneruskan proyek reklamasi. “Kalau saya Gubernur [DKI], saya akan terima dan tidak akan banding. Karena yang dilanggar adalah sebuah tata kelola. Sekarang bagi warga Jakarta silakan memilih, mau yang jadi bagian dari pemihakan rakyat kecil atau bukan,” tutur Anies pada Sabtu lalu (18/3/2017). Membalas pendapat Anies ini, Djarot Saiful Hidayat selaku calon wakil gubernur pendamping Ahok menyatakan bahwa pihaknya tidak melanggar prosedur ataupun bersikeras terkait proyek reklamasi tersebut. Apabila memang ada prosedur yang dilanggar, Djarot mengaku siap mendengarkan putusan peradilan. “Kalau memang melanggar prosedur ya yang seperti apa yang dilanggar, itu nanti bisa dibuktikan di pengadilan kasus reklamasi itu,” kata Djarot kemudian pada Minggu (19/3/2017) lalu.

Gubernur dan Wakil Gubernur baru DKI, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno menggelar rapat Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Balai Kota, Selasa(17/10). Selain perkenalan, agenda rapat juga menyampaikan program Pemprov DKI. (Liputan6.com/Faizal Fanani) Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan belum genap satu bulan menduduki kursi DKI 1. Setelah dilantik pada 16 Oktober 2017, Anies membuat beberapa kebijakan yang berbeda dari gubernur sebelumnya hingga berbuntut revisi beberapa peraturan gubernur (Pergub). Pergub pertama yang akan direvisi adalah Pergub Pelarangan Motor. Kebijakan larangan sepeda motor melintas di Jalan Sudirman-Thamrin hingga ke Medan Merdeka Barat diatur dalam Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 141/2015 tentang Perubahan atas Pergub 195/2014 tentang Pembatasan Lalu Lintas Sepeda Motor. Pergub tersebut berisi pelarangan perlintasan kendaraan roda dua dari pukul 06.00-23.00 WIB. Pengendara motor diizinkan melintas hanya pada pukul 23.00-05.00 WIB. Menurut Anies, pencabutan larangan motor agar tak ada diskriminasi dan membuka akses seluruh area. “Agar tidak diskriminatif lagi,” kata Anies Baswedan beberapa waktu lalu. Peraturan kedua yang akan direvisi Anies adalah Pergub Nomor 25/2017 tentang Pengendalian Lalu Lintas dengan Pembatasan Kendaraan Bermotor Melalui Sistem Jalan Berbayar atau Electronic Road Pricing. Dalam Pergub itu, tertulis aturan larangan sepeda motor pada ruas jalan yang dikenakan sistem ERP. Anies meminta teknologi ERP tidak hanya digunakan untuk kendaraan roda empat melainkan juga motor. Dengan begitu, motor dapat mengakses jalan mana pun. Revisi Pergub ketiga yang akan dilakukan Anies adalah Pergub 148/2017 tentang Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Reklame. Pergub tersebut mewajibkan agar reklame hanya boleh berupa LED. Pada masa pemerintahan Ahok, reklame LED bertujuan untuk mencegah angka kecelakaan akibat reklame yang rubuh. Konsep penataan kawasan Kota Tua, yang diatur dalam Peraturan Gubernur (Pergub) 36 tahun 2014 juga akan direvisi Anies. Pergub tersebut memuat penataan Kota Tua termasuk di dalamnya penataan Museum Bahari dan Masjid Luar Batang. Anies akan membangun kembali permukiman warga yang terkena penggusuran di Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara. Penggusuran yang dilakukan semasa Ahok menjabat Gubernur DKI disebabkan karena Kampung Akuarium dan Pasar Ikan masuk dalam rencana induk penataan cagar budaya kawasan Kota Tua.   Rencana diperbolehkannya kawasan Monas untuk kegiatan keagamaan oleh Anies-Sandi, juga mau tak mau harus mengubah Surat Keputusan (SK) Gubernur DKI Jakarta Nomor 150 Tahun 1994 tentang Penataan Penyelenggaraan Reklame di Kawasan Taman Medan Merdeka (Monumen Nasional) serta SK Gubernur DKI Jakarta Nomor 14 Tahun 2004 tentang Penyelenggaraan Reklame Dalam Bentuk Baliho, Umbul-Umbul, dan Spanduk di DKI Jakarta. Sebelumnya, Ahok-Djarot hanya mengizinkan Monas untuk kegiatan netral seperti upacara sesuai dengan SOP Pemanfaatan Area Monas Nomor 08 tahun 2015.

Related Posts

Comments are closed.