Anies Ingin Petugas Damkar Maksimal Amankan Asian Games 2018

Anies Ingin Petugas Damkar Maksimal Amankan Asian Games 2018

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berharap petugas pemadam kebakaran bisa maksimal dalam membantu pengamanan ajang Asian Games 2018. Dia ingin Jakarta menjadi penyelenggara event internasional terbaik. “Seperti digariskan bahwa Saudara ikut memastikan event internasional yang akan terjadi di Ibu Kota kita yang akan jadi fokus perhatian dunia benar-benar bisa diamankan dan Saudara berada di garis paling depan atas nama Pemprov DKI Jakarta atas nama pemerintah Indonesia memastikan tidak terjadi kebakaran tidak terjadi hal tidak diingnkan,” kata Anies di halaman Kantor Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta, Jl KH Zainul Arifin No 71 Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (1/3/2018). Anies berharao dengan bantuan petugas pemadam kebakaran penyelenggaraan Asian Games di Jakarta dan Palembang bisa menorehkan sejarah bagi bangsa Indonesia. “Sehingga dunia akan melihat Indonesia sebagai penyelenggara Asian Games yang baik, tuan rumah yang baik dan kita menorehkan catatan sejarah bagi negeri kita dengan baik di Ibu Kota Jakarta ini,” papar dia. Pemprov DKI Jakarta juga akan menempatkan petugas Damkar di titik yang dekat dengan lokasi Asian Games. “Secara umum pemadam memang 24 jam itu siap, di mana pun, kapan pun harus responsif. Itu ciri pemadam kebakaran,” ujar Anies. Anies juga mengucapkan terima kasih atas kerja keras para petugas Damkar. Dia menilai para petugas Damkar memiliki peran penting dalam menyelamatkan manusia. “Izinkan saya atas nama Pemprov mengucapkan terima kasih pada Saudara sekalian, saudara semua di sini hadir paling depan di saat warga menghadapi mara bahaya, Saudara memberikan segala yang dimiliki untuk menyelamatkam orang lain, Saudara garda terdepan untuk meneruskan untuk meneruskan perjuangan kita,” tutur Anies.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berharap petugas pemadam kebakaran bisa maksimal dalam membantu pengamanan ajang Asian Games 2018. Dia ingin Jakarta menjadi penyelenggara event internasional terbaik. “Seperti digariskan bahwa Saudara ikut memastikan event internasional yang akan terjadi di Ibu Kota kita yang akan jadi fokus perhatian dunia benar-benar bisa diamankan dan Saudara berada di garis paling depan atas nama Pemprov DKI Jakarta atas nama pemerintah Indonesia memastikan tidak terjadi kebakaran tidak terjadi hal tidak diingnkan,” kata Anies di halaman Kantor Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta, Jl KH Zainul Arifin No 71 Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (1/3/2018). Anies berharao dengan bantuan petugas pemadam kebakaran penyelenggaraan Asian Games di Jakarta dan Palembang bisa menorehkan sejarah bagi bangsa Indonesia. “Sehingga dunia akan melihat Indonesia sebagai penyelenggara Asian Games yang baik, tuan rumah yang baik dan kita menorehkan catatan sejarah bagi negeri kita dengan baik di Ibu Kota Jakarta ini,” papar dia. Pemprov DKI Jakarta juga akan menempatkan petugas Damkar di titik yang dekat dengan lokasi Asian Games. “Secara umum pemadam memang 24 jam itu siap, di mana pun, kapan pun harus responsif. Itu ciri pemadam kebakaran,” ujar Anies. Anies juga mengucapkan terima kasih atas kerja keras para petugas Damkar. Dia menilai para petugas Damkar memiliki peran penting dalam menyelamatkan manusia. “Izinkan saya atas nama Pemprov mengucapkan terima kasih pada Saudara sekalian, saudara semua di sini hadir paling depan di saat warga menghadapi mara bahaya, Saudara memberikan segala yang dimiliki untuk menyelamatkam orang lain, Saudara garda terdepan untuk meneruskan untuk meneruskan perjuangan kita,” tutur Anies.

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menonton langsung saat Persija Jakarta mengalahkan Tampines Rovers. Anies memuji dua pemain Macan Kemayoran. Siapa? Persija menjamu Tampines di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Rabu (28/2/2018). Tim tuan rumah menang 4-1 berkat hat – trick Marko Simic dan satu gol dari Rezaldi Hehanusa. Usai laga, Gubernur Anies memuji dua pemain Persija yang tampil impresif. Dua pemain itu adalah Simic, sang striker, dan gelandang Riko Simanjuntak. Marko Simic (Akbar Nugroho Gumay/Antara Foto) “Simic? Bagus, Riko juga keren mainnya. Jadi saya rasa kompak timnya dan tentu ada Simic dan coach Teco bikin suasana jadi beda,” Anies mengatakan kepada pewarta. Anies sendiri nonton langsung bersama kedua anaknya. Ia nonton dengan atribut lengkap yakni mengenakan jersey Persija dan membawa syal Persija.

Ada-ada saja cara pengedar obat keras berbahaya (okerbaya) agar ulahnya tak ketahuan polisi. Andri Wiranata (26), warga Desa Karang Harjo, Kecamatan Silo, menyembunyikan ribuan pil trex di dalam termos nasi. Namun upaya pemuda itu terungkap saat polisi melakukan penggeledahan di rumahnya. “Kemarin kami menangkap seorang pengedar dengan barang bukti ribuan pil trihexyphenidyl atau yang biasa disebut pil trex. Ribuan butir pil itu disembunyikan dalam termos nasi,” kata Kapolsek Silo AKP Heri Wahyono saat dikonfirmasi, Kamis (1/3/2018). Menurut Heri, penangkapan tersangka pengedar itu bermula dari keluhan masyarakat yang menyampaikan bahwa banyak pemuda yang keluar masuk rumah Andri. Apalagi pemuda yang keluar masuk itu, juga banyak yang tidak dikenal karena bukan warga setempat. Menindaklanjuti keluhan warga ini, anggota Polsek Silo melakukan pengintaian. Hasilnya, ada dugaan pemuda yang datang ke rumah Andri merupakan pengguna okerbaya. Polisi lalu menggerebek rumah Andri. Awalnya petugas kesulitan menemukan barang bukti okerbaya yang diduga dijual Andri kepada para konsumennya. Hingga akhirnya petugas curiga dengan keberadaan sebuah termos nasi di kamar pemuda itu. “Termos itu ada di kamar, bukan di dapur. Selain itu, di dekat termos juga tidak ada colokan kabel listrik. Inilah yang membuat kami curiga,” terang Heri. Ketika tutup termos dibuka, petugas menemukan ribuan butir Pil Trihexypenidyl di dalamnya. Andri pun tak bisa mengelak dari sangkaan sebagai pengedar. “Kami dapati barang bukti 5.232 butir trihexyphenidyl yang terbungkus dalam 5 bungkus besar dan 3 bungkus kecil, serta satu kantong plastik flip kosong yang semuanya disembunyikan dalam termos tempat nasi itu,” jelas Heri. Heri manambahkan, barang tersebut didapat tersangka dari seseorang yang tinggal di wilayah Kecamatan Panti. Sedangkan tersangka dan barang bukti langsung diamankan di Mapolsek Silo. “Kami masih melakukan pengembangan dengan melakukan pengejaran terhadap pemasok barang tersebut. Kepada tersangka kami jerat dengan pasal 196 sub pasal 197 UU RI No.36 tahun 2009 tentang kesehatan, dengan ancaman maksimal 10 tahun dan denda paling banyak satu miliar,” pungkas Heri.

Pemerintahan di negara bagian Victoria yang dipimpin oleh Daniel Andrews sedang dalam sorotan menyusul terjadi pertengkaran antara dua anggota parlemen dari Partai Buruh di mana sebuah pisau mentega diduga sempat diacungkan. Pada Rabu (21/2/2018) malam, pelobi faksi, Adem Somyurek, dan Menteri Olahraga John Eren mengalami insiden “ketegangan” di bar dan restoran khusus anggota Parlemen. Sejumlah sumber yang dekat dengan Menteri John Eren mengatakan bahwa Menteri Eren merasa terintimidasi saat Adem Somyurek memegang sebuah pisau mentega. Tapi sejumlah saksi lainnya, termasuk menteri Marlene Kairouz, membantah ada pisau yang dipegang oleh rekan faksinya. Ancaman pisau mentega dibantah “Saya menyampaikan pendapat kepada John Eren mengenai masalah di internal partai dan kembali ke ruang makan, dimana saya kemudian melakukan makan malam dengan sejumlah kolega, termasuk Menteri Urusan Konsumen, Permainan dan Minuman dan Pemerintah Lokal,” kata Somyurek dalam sebuah pernyataan. “Saya beranjak untuk kembali ke ruang makan untuk makan malam. Saya terkejut ketika John Eren mengikuti saya ke ruang makan, dan jelas sekali dia marah.” “Saya tengah duduk ketika John Eren menghampiri saya dan berdiri di sisi lain dari meja, berseberangan dengan saya. Kami kemudian terlibat dalam perdebatan sengit, yang itu berlangsung singkat.” “Pada saat itu terjadi saya memang sedang memegang pisau mentega. Saya tidak pernah mengancam siapapun.” Adem Somyurek mengatakan ada sejumlah saksi pada diskusi itu. Menteri permainan Marlene Kairouz mengaku dia tidak melihat kolega faksinya memegang pisau. “Saya hadir di ruang makan itu saat sebuah diskusi sengit terjadi diantara rekan-rekan sesama warga keturunan Turki,” katanya. “Saya tidak melihat pisau di tangan siapapun dan saya tidak melihat ada pertengkaran fisik, mereka seharusnya berjabat tangan dan melupakan hal itu.” John Eren diketahui telah bersiap membuat pernyataan hukum, dengan mengatakan ada sebuah pisau [yang diacungkan kepadanya]. Investigasi harus dilakukan Insiden tersebut telah dilaporkan kepada anggota parlemen Victoria yang mewakili pemerintah, Colin Brooks, dan sebuah penyelidikan telah mulai dilakukan. Pesan teks berisi ucapan yang dikirim dari Adem Somyurek ke John Eren. (ABC News) Perseteruan itu muncul di tengah penyelarasan faksi utama Partai Buruh Australia (ALP) di negara bagian Victoria, di mana Somyurek telah menjadi arsitek utamanya. Insiden itu juga telah mengekspos ketegangan yang mencapai puncak di dalam kaukus Menteri Utama Australia Daniel Andrews sendiri. Di Parlemen, John Eren membantah tudingan dari Pemimpin Oposisi Matthew Guy bahwa dia telah minum (alkohol) terlalu banyak sebelum kejadian tersebut. “Ada kejadian yang terjadi tadi malam dan saya melaporkannya ke pejabat presidium, dan seperti yang dia nyatakan sebelumnya … akan ada investigasi yang sedang berlangsung terhadap insiden tersebut,” kata Eren. “Oleh karena itu, tentu saja sangat tidak tepat jika saya memberi komentar sehubungan dengan penyelidikan itu.” John Eren, anggota parlemen dari daerah pemilihan Lara di Geelong, Victoria, saat ini menjabat sebagai Menteri Pariwisata dan Pagelaran Utama, Olahraga dan Veteran.” Sementara Adem Somyurek, anggota Senat dari wilayah Southeastern Metropolitan, terpaksa mengundurkan diri sebagai Menteri Usaha Kecil pada tahun 2015 setelah sejumlah tuduhan perundungan dari mantan kepala stafnya. Pada saat itu, Adem Somyurek meminta Menteri Utama Victoria memecat kepala stafnya sendiri, dan juga Wakil Menteri Utama James Merlino. Simak beritanya dalam Bahasa Inggris disini.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan sudah mengecek PKL di kawasan Melawai yang sempat memasang spanduk OK OCE. Sandiaga menuturkan kehadiran PKL sudah sesuai dengan aturan. “Saya tadi pagi lari ke daerah melawai, Sunan Ampel yang diberitakan kemarin. Dan ada beberapa masukan, karena saya bicara sama paguyuban di sana. Rupanya mereka sudah tertata bersama lurah, Bu Kurnia Rita,” kata Sandiaga di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (28/2/2018). Sandiaga menuturkan warga sekitar mendukung adanya usaha PKL di lokasi tersebut. Dia menjelaskan banyak karyawan perkantoran yang membutuhkan PKL untuk menyediakan makan siang bagi mereka. PKL di trotoar di kawasan Melawai, Jakarta Selatan Foto: Agung Pambudhy “Jadi tadi saya on the spot langsung memberikan perintah kepada bu Rita. Warga di sana itu mendukung adanya kegiatan itu karena PLN dan beberapa tempat perkantoran di sana. Termasuk teman-teman saya di sana tidak menyediakan lahan untuk makan siang dan untuk berkegiatan usaha,” jelasnya. Sandiaga mengatakan PKL hanya berjualan pada Senin hingga Jumat. Pada akhir pekan, para PKL tersebut tidak berjualan di lokasi. “Jadi mereka Senin sampai Jumat di sana. Sabtu, mereka kosong,” jelasnya. Sandiaga telah menawarkan pada pedagang PKL untuk mendaftarkan diri ke kecamatan Kebayoran Baru untuk mengikuti program OK OCE. Dia ingin membantu PKL agar lebih berdaya. “Sehingga nanti program penataannya itu bisa sinkron dengan apa yang dilakukan di kecamatan Kebayoran Baru. Itu satu, mereka diberikan pelatihan, pendampingan, P1, P2, P3 nya jalan,” terangnya. Sandiaga mengatakan kehadiran PKL sebagai hubungan yang saling menguntungkan. Dia menyebut PKL hadir karena ada yang membutuhkan. “Jadi ini adalah sebuah simbiosis mutualisme. Dan ini untuk pembelajaran bagi kita, bagi gedung termasuk Balai Kota, menyediakan tempat makanan murah yang menampung kebutuhan. Jadi dimana ada kebutuhan pasti ada suplai. Di mana ada demand pasti ada supply,” terangnya. [Gambas:Video 20detik]

Polisi menangkap pelaku pelecehan seksual berinisial MI (26) di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Saat ini pelaku masih diperiksa terkait kasus pelecehan yang dilakukannya. “Sudah ditangkap. Pelaku kebetulan sedang melakukan kegiatan di Pintu 9 Pelabuhan. Sekarang kita periksa pelaku,” kata Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok AKP M Faruq saat dihubungi, Jumat (23/2/2018). MI ditangkap hari ini sekitar pukul 15.00 WIB. Dia disangkakan kasus pelecehan seksual, dan percobaan pemerkosaan kepada korban. Kasus ini bermula ketika pelaku menawarkan jasa untuk mengantarkan korban pulang ke rumahnya. Pelaku MI menghampiri korban di Terminal Pelabuhan Tanjung Priok. Saat itu korban baru saja pulang bekerja. Faruq mengatakan antara pelaku dan korban saling kenal. Setelah korban bersedia diantar pulang, pelaku beralasan ingin menemui saudaranya di sebuah apartemen di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara. “Antara korban dan pelaku saling kenal. Kemudian korban diajak pulang. Tapi pelaku bilang ingin bertemu saudaranya, lalu dibawa ke apartemen di Kelapa Gading,” ucap dia. Pelaku meminta korban masuk ke dalam kamar apartemen tersebut. Kemudian pelaku mengunci pintu apartemen. Pelecehan seksual dan percobaan pemerkosaan dilakukan pelaku MI. Korban mengalami luka memar di tubuhnya karena pelaku MI memaksa berhubungan badan dan sempat membanting badan korban ke tanah. Pakaian korban pun robek karena pemaksaan tersebut. “Jadi terhadap memar yang diderita korban kita laksanakan visum, terhadap pakaian yang robek kita sita sebagai barang bukti. Perkosaan tidak terjadi, karena korban saat itu sedang menstruasi,” ujar Faruq. Peristiwa ini terjadi pada Rabu (7/2) pukul 19.30 WIB. Akibat kejadian itu, korban merasa tak terima dan mempolisikan Farhan. Barang bukti yang disita petugas di antaranya satu unit sepeda motor, pakaian dalam wanita, dan pakaian korban yang sobek. Pelaku MI disangkakan Pasal 289 KUHP dengan ancaman pidana penjara maksimal sembilan tahun.

Kepolisian mengimbau masyarakat memperhatikan etika dalam menggunakan internet. Salah satunya tidak membuat akun anonim. “Saya keliling SMA di Jakarta, saya tanya apakah kamu punya akun abal-abal, mereka bilang punya. Ini tantangan buat kita semua. Saat ditanya buat apa, untuk memata-matai pacarnya. Nggak usah stalker-stalker , mudah-mudahan nggak ada di sini, ya. Sebenarnya cyber etiquette itu ada,” kata Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Fadil Imran dalam diskusi publik ‘Melawan Hoax’ di kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Jumat (9/2/2018). Ia menjelaskan etika di internet itu antara lain tidak membuat posting yang menyakiti hati orang lain. Teknologi juga tak boleh digunakan untuk mencuri data milik orang lain. “Misalnya penggunaan komputer tidak boleh menyakiti orang lain. Tidak boleh untuk mencuri atau akses data orang lain, tidak boleh mengintip file milik orang lain. Tidak boleh untuk hal-hal yang sembunyi-sembunyi dan lain-lain. Kita banyak nggak sadar posting- an kita melukai, bukan fisik, tapi perasaan, bahkan persatuan,” ucap Fadil. Saat ini, Fadil menyebut, Polri mengimbau agar politik identitas tidak digunakan dalam pilkada 2018. Hal itu agar proses pemilihan kepala daerah bisa berjalan dengan lancar. “Ada Satgas Nusantara, cara Polri mengeliminasi politik identitas dalam kontestasi pilkada 2018. Penggunaan politik identitas di pilkada 2018 supaya tidak dilakukan agar seluruh rangkaian pesta pemilihan gubernur, bupati, wali kota ini bisa dijalankan secara fair ,” ujarnya. Ia pun berharap ada aturan soal pembuatan meme yang bersifat provokatif. Menurutnya, kebebasan berpendapat tidak boleh disalahgunakan. “Meski ada perbuatan yang dapat dipidana, belum ada di UU ITE. Misalnya meme orang nobar , ada truk terbalik di Nigeria menewaskan banyak orang. Terus dibuat meme , ‘Inilah kekejaman rezim Myanmar terhadap etnis Rohingya. Ini kan provokasi,” ucapnya. “Kebebasan berpendapat jangan sampai kelewatan batas,” imbuhnya.

loading… JAKARTA – Pembagian sembako oleh kader PDIP di jalan Toar, Koja, Jakarta Utara, pada Rabu (19/4/2017) sekitar Pukul 01.00 WIB digagalkan sejumlah warga. Mereka langsung memboikot dan menolak pendistribusian paket sembako tersebut.‎ “Iya benar. Kejadian dini hari tadi,” ujar Kapolsek Koja, Kompol Supriyanto ketika dikonfirmasi, Rabu (19/4/2017) pagi.‎ Supriyanto menjelaskan, sesaat akan dibagikan, antara warga dan sejumlah kader PDIP, menggunakan kemeja kotak kotak sempat ribut. Namun, aparat Kepolisian Polsek Koja dan anggota Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) yang datang ke lokasi melerainya. ‎ Hingga malam tadi, polisi telah mengamankan ratusan paket sembako dari truk yang ada di lokasi. Paket itu pun sudah di amankan di kantor ‎Panwaslu Jakarta Utara, di Jalan Deli, Kelurahan Koja, Jakarta Utara. Namun, hingga kini tak satupun anggota Panwaslu Jakarta Utara dapat dikonfirmasi.‎ (ysw)

Related Posts

Comments are closed.