Anies Ajak Pemkot Depok Bangun Jembatan Gantung Jagakarsa

Anies Ajak Pemkot Depok Bangun Jembatan Gantung Jagakarsa

Dua jembatan gantung yang mengerikan di Jagakarsa menghubungkan antara Jakarta Selatan dan Depok. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan mengajak Pemerintah Kota Depok berkoordinasi dalam pembangunan jembatan itu. “Kita koordinasi dengan Depok, ini kan menyambungkan dua wilayah secara administratif,” kata Anies Baswedan di lokasi jembatan gantung Jalan Gardu, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Minggu (21/1/2018). Anies mengatakan koordinasi tersebut akan dilakukan segera mungkin. Sebab menurut Anies pembangunan jembatan tersebut merupakan kepentingan bersama. “kita ini proyek yang jadi kepentingan bersama karena warga Depok dan Jakarta sama-sama memakai,” ucapnya. Selain itu, menurutnya dalam dua bulan ke depan tim dari Dinas Bina Marga akan melakukan kajian secara teknis terkait pembangunan jembatan. Dengan demikian pembangunan jembatan baru segara dilakukan. “Mungkin tidak (jembatan beton) lihat bentangan seperti ini, biar tim teknis yang lihat tapi rencananya jembatan gantung,” tambahnya.

Dua jembatan gantung yang mengerikan di Jagakarsa menghubungkan antara Jakarta Selatan dan Depok. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan mengajak Pemerintah Kota Depok berkoordinasi dalam pembangunan jembatan itu. “Kita koordinasi dengan Depok, ini kan menyambungkan dua wilayah secara administratif,” kata Anies Baswedan di lokasi jembatan gantung Jalan Gardu, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Minggu (21/1/2018). Anies mengatakan koordinasi tersebut akan dilakukan segera mungkin. Sebab menurut Anies pembangunan jembatan tersebut merupakan kepentingan bersama. “kita ini proyek yang jadi kepentingan bersama karena warga Depok dan Jakarta sama-sama memakai,” ucapnya. Selain itu, menurutnya dalam dua bulan ke depan tim dari Dinas Bina Marga akan melakukan kajian secara teknis terkait pembangunan jembatan. Dengan demikian pembangunan jembatan baru segara dilakukan. “Mungkin tidak (jembatan beton) lihat bentangan seperti ini, biar tim teknis yang lihat tapi rencananya jembatan gantung,” tambahnya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengecek langsung kondisi jembatan gantung di Jagakarsa yang menghubungkan Jakarta Selatan dengan Depok. Kondisi jembatan itu memprihatinkan. Dari pantauan pukul 17.55 WIB, Minggu (21/1/2018), Anies tampak menyusuri jembatan tersebut. Dia tampak ditemani Lurah Srengseng Sawah Tubagus Mazruri dan Ketua RW 02 Srengseng Sawah Nedi. Saat menyusuri jembatan itu, kedua tangan Anies tampak berpegangan pada sling yang menahan jembatan tersebut. Alas jembatan tampak memprihatinkan lantaran hanya berlapis pelat. Anies berjalan cukup pelan sembari memperhatikan setiap sudut jembatan. Beberapa kali dia tampak berhenti. Di ujung jembatan, Anies terlihat berbincang dengan Tubagus dan Nedi. Tampak pula warga yang melihat kedatangan Anies dan mengajak bersalaman. Sebelumnya, detikcom berkunjung ke jembatan gantung tersebut pada Mei 2017 dan pada Jumat (19/1/2018). Ada dua jembatan gantung yang terletak di Jalan Gardu RT 12 RW 02 dan RT 11 Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Jembatan gantung itu beralaskan seng dan ditopang kayu. Pegangan jembatan itu sebatas sling, semacam tali baja yang disambungkan ke pohon. Beberapa tali pun terlihat rusak dan menjuntai tak teratur.

Anies Ajak Pemkot Depok Bangun Jembatan Gantung Jagakarsa . Selamat menyaksikan! Jika anda berkenan silahkan klik SUBSCRIBE, like dan komen di video ini yah… Subscribe : Jakarta – Dua jembatan gantung yang mengerikan di Jagakarsa menghubungkan antara Jakarta Selatan dan Depok. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan mengajak Pemerintah Kota Depok berkoordinasi dalam pembangunan jembatan itu.”Kita koordinasi dengan Depok, ini kan menyambungkan dua wilayah secara administratif,” kata Anies Baswedan di lokasi jembatan gantung Jalan Gardu, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Minggu (21/1/2018).Anies mengatakan koordinasi tersebut akan dilakukan segera mungkin. Sebab menurut Anies pembangunan jembatan tersebut merupakan kepentingan bersama.”kita ini proyek yang jadi kepentingan bersama karena warga Depok dan Jakarta sama-sama memakai,” ucapnya.Selain itu, menurutnya dalam dua bulan ke depan tim dari Dinas Bina Marga akan melakukan kajian secara teknis terkait pembangunan jembatan. Dengan demikian pembangunan jembatan baru segara dilakukan.”Mungkin tidak (jembatan beton) lihat bentangan seperti ini, biar tim teknis yang lihat tapi rencananya jembatan gantung,” tambahnya. (ibh/jor) pemprov dki jakarta depok

VIVA  – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, memeriksa langsung kondisi jembatan gantung di kawasan Srengseng Sawah, Jakarta Selatan, Minggu sore 21 Januari 2018. Kondisi jembatan gantung tersebut sangat memprihatinkan dan akan segera diperbaiki dalam waktu dekat. Diketahui bahwa ada dua jembatan gantung yang melewati Kali Ciliwung. Yakni jembatan di RT 11 dan RW 12 Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Jembatan itu hanya beralaskan seng dan ditopang blok kayu. Pegangan jembatan juga hanya sebatas sling baja yang disambungkan ke pohon. Beberapa tali pun terlihat rusak dan menjuntai tak teratur. Jembatan itu juga tidak rata sepenuhnya. Bagian tengahnya bahkan miring beberapa derajat. Padahal jembatan itu menjadi akses warga baik dilewati pelajar maupun warga perbatasan Jakarta-Depok.

seperti di kutip dari https://www.viva.co.id

Didampingi Kepala Dinas Bina Marga Yusmada Faizal, Lurah Srengseng Sawah Tubagus Mazruri dan Ketua RW 02 Nedi, Gubernur Anies mencoba berjalan dari ujung ke ujung melewati jembatan sepanjang 45 meter tersebut. Usai melihat langsung kondisinya, Gubernur Anies memastikan kalau jembatan itu pasti akan diperbaiki. “Ini seperti di (film) Indiana Jones. Akan kami siapkan jembatan baru,” ujarnya. Dia sudah meminta kepada Dinas Bina Marga untuk segera membuat perhitungan detail mengenai jembatan gantung. “Dalam waktu dekat,” tambahnya. Gubernur Anies juga akan segera berkoordinasi dengan Pemkot Depok. Sebab jembatan tersebut berada di perbatasan antara Jakarta dan Depok. Gubernur Anies yakin Pemkot Depok akan dengan senang hati bekerja sama. “Ini kan untuk masyarakat juga. Apalagi di sini sering dipakai untuk lalu lalang,” katanya. (ren)

Related Posts

Comments are closed.