Anggota Densus 88 Tewas Kecelakaan Motor di Lenteng Agung

Anggota Densus 88 Tewas Kecelakaan Motor di Lenteng Agung

Seorang anggota Densus 88 Polri, Bripda Indra Wahyudi (24), mengalami kecelakaan lalu lintas di Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Indra tewas akibat kecelakaan tersebut. Kecelakaan ini terjadi tepatnya di Jalan Raya Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Minggu (21/1) sekitar pukul 14.45 WIB. Saat itu Indra melaju dari arah Pasar Minggu ke arah Depok dan bersenggolan dengan pengendara motor lain. “Di depan tukang sate kiloan, di situ karena satu arah, korban ini sempat serempet dari belakang ke motor tadi,” kata Kasat Lantas Polres Jakarta Selatan AKBP Edy Surasa saat dimintai konfirmasi, Senin (22/1/2018). Indra pun kehilangan keseimbangan. Setelah itu, motor yang dikendarainya menabrak mobil Daihatsu Gran Max bernopol B-9741-WAC yang sedang diparkir di pinggir jalan. “Akhirnya oleng dia, karena kecepatan 50-60 km, oleng dia. Akhirnya dia nabrak mobil yang sedang diparkir di pinggir jalan,” tutur Edy. Indra mengalami benturan keras di kepalanya yang menyebabkannya tewas di lokasi. Selanjutnya, korban dibawa ke RS Fatmawati.

Baca juga :

Anggota Densus 88 Tewas di Jalan Lenteng Agung Sketsanews.com, Jakarta  – Seorang anggota Densus 88 Anti Teror bernama Indra Wahyudi ditemukan meninggal dunia setelah motornya menabrak mobil pick up. Mobil yang ditabrak anggota Densus 88 dalam posisi terparkir di Jalan Raya Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Minggu (21/1/2018). Kepala Satuan Lalu Lintas Jakarta Selatan AKBP Edi Suroso menjelaskan, insiden kecelakaan terjadi saat anggota Densus 88 Anti Teror berpangkat Bripda tersebut mengendarai motor Honda Beat Nopol B 4554 TFO. Korban melaju dengan kecepatan tinggi melaju hingga menabrak motor di depannya. “Jalan disitu kan satu arah, karena motor dalam kecepatan tinggi menabrak motor didepannya. Karena kehilangan keseimbangan, motor yang dikendarai korban oleng ke kiri dan menabrak mobil pick up Grand Max yang sedang parkir,” kata Edi seperti dilansir poskotanews.com , Minggu (21/1) malam. Akibat kecelakaan tersebut korban mengalami luka dibagian kepala belakang dan meninggal di tempat. Pengendara motor yang ditabrak korban melarikan diri. “Korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Fatmawati,” kata Edi. Atas insiden tersebut anggota Satlantas Jakarta Selatan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dengan meminta keterangan sejumlah saksi. “Beberapa orang sudah kami mintai keterangan termasuk pemilik kendaraan pikup,” pungkas Edi. (Sh) TAGS: Densus 88 tewas

Seorang anggota Densus 88 Polri, Bripda Indra Wahyudi (24), mengalami kecelakaan lalu lintas di Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Indra tewas akibat kecelakaan tersebut. Kecelakaan ini terjadi tepatnya di Jalan Raya Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Minggu (21/1) sekitar pukul 14.45 WIB. Saat itu Indra melaju dari arah Pasar Minggu ke arah Depok dan bersenggolan dengan pengendara motor lain. “Di depan tukang sate kiloan, di situ karena satu arah, korban ini sempat serempet dari belakang ke motor tadi,” kata Kasat Lantas Polres Jakarta Selatan AKBP Edy Surasa saat dimintai konfirmasi, Senin (22/1/2018). Indra pun kehilangan keseimbangan. Setelah itu, motor yang dikendarainya menabrak mobil Daihatsu Gran Max bernopol B-9741-WAC yang sedang diparkir di pinggir jalan. “Akhirnya oleng dia, karena kecepatan 50-60 km, oleng dia. Akhirnya dia nabrak mobil yang sedang diparkir di pinggir jalan,” tutur Edy. Indra mengalami benturan keras di kepalanya yang menyebabkannya tewas di lokasi. Selanjutnya, korban dibawa ke RS Fatmawati.

TEMPO.CO, Jakarta – Anggota Detasemen Khusus Antiteror atau Densus 88 bernama Indra Wahyudi tewas jadi korban tabrak lari dalam kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Pria 24 tahun yang berpangkat brigadir dua tersebut terkena benturan keras di kepalanya. Kecelakaan lalu lintas pada Minggu, 21 Januari 2018, pukul 14.45 itu terjadi di dekat warung sate PSK, Jagakarsa. Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Mardiaz Kusin mengatakan korban saat itu mengendarai sepeda motor Honda BeAT bernomor polisi B-4554-TFO melaju dari arah utara ke arah selatan di Jalan Raya Lenteng Agung. “Di dekat warung sate PSK, korban berserempetan dengan sepeda motor pelaku,” ucap Mardiaz, Senin, 22 Januari 2018.

Ilustrasi kecelakaan motor (Foto: Muhammad Faisal/kumparan) Seorang anggota Polri Bripda Indra Wahyudi (24) tewas karena kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Minggu (21/1) pukul 14.45 WIB. Indra tewas ditempat setelah mengalami benturan yang cukup keras di bagian kepala. Kasat Lantas Polres Jakarta Selatan AKBP Edi Surasa mengatakan korban, yang juga anggota Densus 88, bersenggolan dengan kendaraan bermotor lainnya sebelum terjauh dan terbentur dengan mobil yang terparkir di pinggir jalan. “Korban melaju dari arah Utara kearah Selatan, di dekat Sate PSK, korban berserempetan dengan kendaraan sepeda motor yang nopolnya tidak diketahui yang melaju searah, sehingga oleng ke kiri dan mengenai kendaraan Daihatsu Grand Max nopol B 9741 WAC yang diparkir di pinggir jalan,” Kata Kasat Lantas Polres Jakarta Selatan AKBP Edi Surasa dalam keterangan tertulisnya yang diterima kumparan ( Kumparan.com ), Senin (22/1). Polisi sudah memeriksa dua orang saksi terkait kecelakaan tersebut yaitu Bakhtiar (43) dan Subhan (36). Selain memeriksa saksi-saksi, polisi juga telah mengamankan barang bukti berupa satu buah motor Honda Beat dengan nopol B 4554 TFO, satu unit mobil Daihatsu Grand Max nopol B 9741 WAC, dan STNK dari dua kendaraan tersebut, serta SIM atas nama korban. Sementara untuk korban, sudah di bawa ke RS Fatnawati untuk menjalani visum. Polisi masih melakukan penyelidikan dan mencari pelaku penabrakan yang melarikan diri. “Kami sudah selesai lakukan olah TKP dan kami akan mencari pengemudi motor yang melarikan diri tersebut,” pungkas Edi.

JAKARTA – Anggota Densus 88 Anti Teror bernama Bripda Indra Wahyudi meninggal seketika saat motor yang ditumpanginya bersenggolan dengan sepeda motor lain. Korban meninggal dunia di lokasi setelah mengalami luka parah di kepala. Kasat Lantas Polres Jakarta Selatan AKBP Edi Suroso mengatakan, dalam kecelakaan itu, korban meninggal dunia usai motor yang dikendarainya menabrak mobil pikup yang terparkir. Diduga, korban melaju dengan cepat sehingga menabrak motor yang berada di depannya. “Itu kan satu arah, mungkin motor dalam kecepatan tinggi lalu bersenggolan dengan motor lain. Dia kehilangan kendali dan oleng ke kiri lantas menabrak mobil pikup jenis Grand Max,” ujarnya pada wartawan, Senin (22/1/2018). Bripda Indra, tambahnya, mengalami luka di bagian kepala belakang dan meninggal dunia di lokasi tanpa sempat dilarikan ke rumah sakit. “Kejadiannya itu kemarin ya,” katanya. Polisi sudah melakukan olah TKP dan meminta keterangan saksi-saksi. “Sejumlah saksi sudah kami mintai keterangan, termasuk pemilik kendaraan pikup,” katanya. (ysw)

jpnn.com , JAKARTA – Anggota Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri Bripda Indra Wahyudi meninggal dunia akibat kecelakaan di Jalan Lenteng Agung Raya, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Minggu (21/1) sekitar pukul 14.45. Indra menabrak mobil pikap yang tengah terparkir di pinggir Jalan Lenteng Agung Raya. Kepala Satuan Lalu Lintas Jakarta Selatan AKBP Edi Suroso menjelaskan, insiden itu bermula saat Indra menabrak pengendara motor di jalan tersebut. Saat itu, Indra diduga melaju kencang sehingga setelah menabrak motor lantas menghantam mobil pikap. “Karena kehilangan keseimbangan, motor yang dikendarai korban oleng ke kiri dan menabrak mobil pikap jenis Grand Max yang sedang diparkir,” kata Edi. Akibat kecelakaan itu, korban mengalami luka di bagian kepala belakang. Korban meninggal di tempat. Sedangkan pengendara motor yang ditabrak korban melarikan diri. “Korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Fatmawati,” kata Edi. Anggota Satlantas Polres Metro Jakarta Selatan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dengan meminta keterangan sejumlah saksi dan mengamankan beberapa barang bukti. “Beberapa orang sudah kami mintai keterangan termasuk pemilik kendaraan pikap,” tandas Edi. (tan/jpnn)

Related Posts

Comments are closed.