Akibat Cuaca Ekstrem, 4 Rumah di Serang Roboh

Akibat Cuaca Ekstrem, 4 Rumah di Serang Roboh

Cuaca ekstrem dan angin kencang di Serang mengakibatkan rumah roboh. Pekan ini 4 rumah nonpermanen milik warga yang rusak diterjang angin kencang. Kepal BPBD Kabupaten Serang Nana Sukma Kusuma mengatakan, akibat cuaca ekstrim pada Kamis (11/1), rumah milik Jahidin (36) warga Desa Bolang, Kecamatan Lebak Wangin roboh. Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut, namun sementara pemilik rumah dan keluarganya diungsikan. Selain itu, pada Sabtu (13/1) angin kencang juga menyebabkan pohon tumbang dan menimpa rumah warga di Ciomas, Serang. Dua rumah rusak yaitu milik Ruli (28) dan Rasiman warga Kampung Babakan, Desa Pondok Kahuru. Akibatnya, Ruli sebagai pemilik rumah dan anaknya yang berusia 4 tahun mengalami luka ringan. Pada Minggu (14/1) kemarin, rumah permanen milik Suhendi warga Desa Ujung Tebu, Ciomas juga rusak parah. Tak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut namun korban mengungsi ke rumah saudaranya. “Cuaca ekstim tidak terduga, kita tidak bisa memprediksi, selama ini BPDB sudah memberikan peringatan ke warga,” kata Nana kepada wartawan di Serang, Banten, Selasa (16/1/2018). Sementara itu, Nana mengatakan bahwa tim BPBD Serang sudah memberikan peringatan dini terkait adanya cuaca ekstrim dan angin kencang. Khususnya kepada warga yang tinggal di rumah non permanen. Selain itu, kepada warga yang mengalami musibah, Nana mengaku sudah mengirimkan bantuan berupa bantuan logistik.

Cuaca ekstrem dan angin kencang di Serang mengakibatkan rumah roboh. Pekan ini 4 rumah nonpermanen milik warga yang rusak diterjang angin kencang. Kepal BPBD Kabupaten Serang Nana Sukma Kusuma mengatakan, akibat cuaca ekstrim pada Kamis (11/1), rumah milik Jahidin (36) warga Desa Bolang, Kecamatan Lebak Wangin roboh. Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut, namun sementara pemilik rumah dan keluarganya diungsikan. Selain itu, pada Sabtu (13/1) angin kencang juga menyebabkan pohon tumbang dan menimpa rumah warga di Ciomas, Serang. Dua rumah rusak yaitu milik Ruli (28) dan Rasiman warga Kampung Babakan, Desa Pondok Kahuru. Akibatnya, Ruli sebagai pemilik rumah dan anaknya yang berusia 4 tahun mengalami luka ringan. Pada Minggu (14/1) kemarin, rumah permanen milik Suhendi warga Desa Ujung Tebu, Ciomas juga rusak parah. Tak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut namun korban mengungsi ke rumah saudaranya. “Cuaca ekstim tidak terduga, kita tidak bisa memprediksi, selama ini BPDB sudah memberikan peringatan ke warga,” kata Nana kepada wartawan di Serang, Banten, Selasa (16/1/2018). Sementara itu, Nana mengatakan bahwa tim BPBD Serang sudah memberikan peringatan dini terkait adanya cuaca ekstrim dan angin kencang. Khususnya kepada warga yang tinggal di rumah non permanen. Selain itu, kepada warga yang mengalami musibah, Nana mengaku sudah mengirimkan bantuan berupa bantuan logistik.

Selasar Tower II Bursa Efek Indonesia (BEI) Senayan, Jakarta Selatan ambruk. Akibat peristiwa itu puluhan mahasiswa yang ada di atas selasar jatuh dan orang yang berada di bawahnya pun tertimpa puing. Kejadian itu terjadi pada pukul 11.56 WIB Senin (15/1) kemarin ada 75 orang yang terluka. Kebanyakan korban luka merupakan mahasiswa Universitas Bina Darma, Palembang, yang sedang melakukan kunjungan industri ke BEI. Korban luka yang dirawat di RSAL Mintohardjo sebanyak 17 orang, di RS MRCCC Siloam 31 orang, di RSPP 7 orang, dan di RS Jakarta 20 orang. Dilaporkan, sejumlah korban mengalami patah tulang. Direktur Utama BEI, Tito Sulistio sempat membantu proses evakuasi korban. Setelah kejadian dia langsung memanggil pengurus gedung terkait hal ini. Pihak pengelola gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebut Tower II lokasi ambruknya selasar belum pernah direnovasi. Tower II dibangun pada 1997-1998. “Untuk daerah sana (Tower II) nggak ada,” kata Director of Cushman & Wakefield Indonesia Farida Riyadi di gedung BEI, Senin (15/1/2018). Namun pemeriksaan bangunan dipastikan Farida dilakukan berkala setiap tahunnya. Pemeriksaan terakhir dilakukan pada Mei 2017. Ada 20 penyewa (tenant) pada Tower II. Sementara itu pasca keajadian polisi langsung melakukan penyelidikan dengan melibatkan Puslabfor. Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan kejadian tersebut terasa aneh karena gedung BEI secara kasat mata masih sangat bagus. “Kalau orang Barat biasa sebut freak accident, kejadian aneh, ‘nggak mungkin ah, tapi kejadian’. Kalau ini bangunan tua, ya iyalah. Tapi bangunan sebagus itu, ini menurut saya aneh tapi nyata,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (15/1/2018). Setyo mengatakan kepolisian akan memeriksa blueprint gedung dan kontraktor. Ia menjelaskan dalam blueprint akan terlihat gedung BEI dibangun dengan kekuatan yang bisa bertahan berapa tahun. Jika bagian gedung roboh lebih cepat daripada batasan usia yang ditentukan, wajar bila ada kemungkinan kecerobohan pemeliharaan gedung. “Bangunan punya blueprint. Pasti ada kekuatannya untuk berapa tahun. Misalnya kekuatannya dibangun untuk 25 tahun. Nah ini belum sampai 25 tahun (sudah roboh), lah ini ada apa. Pertanyaannya seperti itu,” ujar Setyo. “Gedung tinggi ada waktu tertentu dicek. Nggak mungkin nggak dicek. Memang ini mungkin lolos pengamatan. Freak accident tadi,” tandas dia. Hari ini Puslabfor Mabes Polri akan kembali melanjutkan penyelidikan untuk mengusut kasus ini. Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin juga berencana ke Jakarta untuk menengok kondisi mahasiswa asal Palembang yang jadi korban dari peristiwa ini.

REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat setidaknya ada tiga rumah roboh di daerah ini karena terdampak hujan deras disertai angin pada Selasa (28/11). “Terjadi tiga titik kejadian rumah roboh di beberapa desa wilayah Bantul akibat hujan disertai angin kencang yang melanda Bantul pada Selasa kemarin,” kata Kepala Pelaksana BPBD Bantul Dwi Daryanto di Bantul, Rabu (29/11). Berdasarkan data yang dihimpun Pusat Pengendali dan operasional (Pusdalpops) BPBD Bantul tiga rumah roboh tersebut terdapat di Desa Selopamioro Imogiri dua rumah, Desa Wukirsari Imogiri satu rumah roboh. Laporan kejadian rumah roboh itu terdata hingga Selasa (28/11) sore, sehingga masih bersifat sementara, dan kemungkinan masih ada perubahan data di lapangan. Meski hujan disertai angin kencang karena dampak Siklon Tropis Cempaka di wilayah DIY itu menyebabkan rumah roboh, namun tidak dilaporkan ada korban jiwa, karena saat kejadian penghuni sedang tidak ada di rumah. Selain rumah roboh, hujan deras pada Selasa (28/11) sebabkan pohon tumbang di puluhan lokasi dan banjir genangan air di beberapa desa wilayah Bantul, serta tanah longsor yang menimpa sejumlah bangunan dan fasilitas. Dwi Daryanto menjelaskan, atas kejadian tersebut tindakan yang dilakukan oleh relawan, warga dan komponen penanggulangan bencana melakukan pengkondisian lokasi kejadian dengan pembersihan, pemotongan, evakuasi korban dan pembukaan jalan.

Hujan disertai petir. – Istimewa Kabar24.com , JAKARTA – BMKG memprakirakan hujan bakal turun di sejumlah wilayah di Tanah Air pada hari ini, Selasa (28/11/2017) antara pagi, siang dan malam hari. Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, di pagi hari ini hujan bakal turun di beberapa wilayah antara lain Makassar, Pontianak, Serang Banten, Yogyakarta. Pada siang hari, sebagian besar wilayah bakal diguyur hujan antara lain Banjarmasin, Batam, Makassar, Medan, Semarang, Yogyakarta. Hujan petir bakal melanda Pontianak, Serang Banten, Surabaya. Di malam hari, hujan kembali akan mengguyur beberapa wilayah antara lain Batam, Medan, Pontianak, Surabaya, Yogyakarta. Berikut prakiraan cuaca untuk beberapa wilayah di Tanah Air pada hari ini: Ambon: Pagi Hujan Lokal, Siang Hujan Lokal, Malam Hujan Ringan, Dinihari Hujan Ringan Banjarmasin: Pagi Cerah Berawan, Siang Hujan Lokal, Malam Hujan Ringan, Dinihari Cerah Berawan Batam: Pagi Berawan, Siang Hujan Lokal, Malam Hujan Ringan, Dinihari Berawan Denpasar: Pagi Berawan Tebal, Siang Hujan Ringan, Malam Berawan, Dinihari Hujan Ringan Makassar: Pagi Hujan Ringan, Siang Hujan Ringan, Malam Berawan, Dinihari Berawan Medan: Pagi Cerah Berawan, Siang Hujan Sedang, Malam Hujan Ringan, Dinihari Berawan Pangkal Pinang: Pagi Udara Kabur, Siang Hujan Ringan, Malam Berawan, Dinihari Cerah Berawan Pontianak: Pagi Hujan Ringan, Siang Hujan Petir, Malam Hujan Sedang, Dinihari Udara Kabur Semarang: Pagi Berawan, Siang Hujan Sedang, Malam Hujan Ringan, Dinihari Berawan Serang: Pagi Hujan Sedang, Siang Hujan Petir, Malam Hujan Lokal, Dinihari Hujan Lokal Surabaya: Pagi Cerah Berawan, Siang Hujan Petir, Malam Hujan Lokal, Dinihari Berawan Yogyakarta: Pagi Hujan Ringan, Siang Hujan Sedang, Malam Hujan Ringan, Dinihari Hujan Ringan

MATARAM -Cuaca ekstrem kembali terjadi di Kota Mataram. Akibatnya, sejumlah pohon bertumbangan tak kuat menahan hantaman angin yang berhembus kencang sejak pagi hingga siang, kemarin. Pohon tumbang itu kemudian menimpa bangunan dan kendaraan milik warga. Tercatat, puluhan motor dan beberapa bangunan rusak. Untungnya,  tak ada korban jiwa akibat kejadian ini. “Kejadiannya sekitar pukul 12.00 Wita, dan terjadi sangat cepat,” kata I Komang Aditya Yudistira, salah satu mahasiswa Universitas Mataram (Unram) pada Lombok Post, kemarin. Baca Juga : Di Unram sendiri, ada dua pohon berukuran besar yang tumbang. Kedua pohon itu kemudian menimpa motor mahasiswa yang terparkir di lokasi. “Total ada sepuluh motor yang tertimpa. Semuanya rusak. Tiga diantaranya rusak berat,” kata Komang. Mahasiswa Fakultas Teknik Informatika itu menuturkan, butuh waktu satu jam untuk mengevakuasi sejumlah kendaraan yang tertimpa pohon tersebut. “Baru bisa dievakuasi setelah tim BPBD Kota Mataram turun dengan membawa alat pemotong,” ungkapnya. Selain pohon, sejumlah perkantoran milik swasta dan pemerintah juga menjadi korban cuaca ekstrem, kemarin. Salah satunya, atap bagian depan milik Kantor Lurah Pagutan Timur di jalan Panji Anom. “Kejadiannya (robohnya atap kantor lurah) terjadi tadi pagi,” kata Lurah Pagutan Timur, Irfan Syahindra , kemarin. Kejadian tersebut membuat pelayanan kepada masyarakat di kantor tersebut menjadi terhambat. “Kita akan segera perbaiki,” katanya singkat. Tak hanya kantor lurah, Kantor PDAM Giri Menang juga menjadi korban. Salah satu ruang rapatnya rusak berat terkena reruntuhan atap. Akibatnya, beberapa fasilitas di dalamnya pecah. Terkait kondisi ini, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Dedy Supriadi mengaku sudah melakukan penanganan sesuai prosedur. “Kami telah menurunkan anggota kami di sejumlah titik,” kata Dedy . Menurutnya, tumbangnya beberapa pohon membuat beberapa anggotanya harus bergerak secara cepat. “Begitu dapat informasi pohon tumbang, kami akan langsung meluncur,” terangnya. Sementara Kabid Darurat dan Logistik BPBD Kota Mataram, Made Gede Yasa mengimbau masyarakat di Kota Mataram agar tetap waspada. Menghindari pohon-pohon besar. Baik untuk berteduh maupun memarkir kendaraan. “Jangan bepergian jika cuaca ekstrem,” kata Yasa. (cr-tea) Komentar Komentar

Related Posts

Comments are closed.