Akan Umumkan Cagub di 4 Daerah, Megawati Tiba di DPP PDIP

Akan Umumkan Cagub di 4 Daerah, Megawati Tiba di DPP PDIP

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri tiba di kantor DPP PDIP. Ia akan mengumumkan nama pasangan cagub-cawagub yang diusung PDIP untuk Pilkada 2018 di empat daerah. Pantauan di lokasi, Megawati tiba di Kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Minggu (17/12/2017) pukul 09.18 WIB. Ia mengenakan baju berwarna merah. Mega masuk ke ruangan acara bersama Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dan mantan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat. Mereka langsung menuju ke kursi yang ada di atas panggung. Suasana pedesaan terlihat menghiasi ruangan yang akan digunakan untuk pengumuman pasangan cagub-cawagub di empat daerah usungan PDIP ini. Dekorasi berupa pepohonan, seperti pohon bambu, hingga manekin dengan kostum petani berpadu kain berwarna merah putih berada di dalam ruangan. Sebelumnya, Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira mengatakan partainya akan mendeklarasikan pasangan cagub-cawagub yang akan diusung di empat daerah pada Pilkada 2018. Keempat daerah itu adalah Riau, Sulawesi Tenggara, NTT, dan Maluku. “Riau, Sultra, NTT, sama Maluku, pukul 09.00 WIB nanti diumumkan di DPP. Dari DPP diminta supaya ada perwakilan 20 orang-20 orang dari tiap provinsi untuk hadir,” ucap Hugo di sela acara Rakornas 3 Pilar PDIP di ICE-BSD City, Tangerang, Sabtu (16/12).

Baca juga : megawati umumkan cagub jawa timur yang diusung pdip hari ini

TEMPO.CO , Jakarta – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan pagi ini akan mengumumkan pasangan calon yang akan diusung di pemilihan gubernur Jawa Timur 2018 ( pilgub Jatim ) mendatang. Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristianto mengatakan deklarasi itu akan dipimpin langsung oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri . “Mohon sabar, besok Minggu Pon tanggal 15 Oktober 2017 akan diumumkan di kantor DPP PDI Perjuangan pukul 09.30,” kata Hasto di kediaman Megawati, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat pada Sabtu malam, 14 Oktober 2017. Baca: Usai Temui Megawati, Ini Komentar Said Aqil Soal Pilgub Jatim Sehari menjelang pengumuman ini, Megawati mengundang sejumlah kader PDIP ke rumahnya. Orang nomor satu di PDIP itu tak henti menerima tamu sejak pagi. Hingga malam hari, ada enam tamu berkunjung ke kediaman Ketua Umum PDIP.

seperti di kutip dari https://nasional.tempo.co

Mantan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat tiba pertama bersama dengan Wakil Sekjen PDIP Eriko Sortadurga. Djarot mengaku diminta Ketua Umum PDIP memberikan pendapat terkait pilgub Jawa Timur. “Dimintai pendapat karena saya lama di Jawa Timur,” kata Djarot yang pernah menjadi Wali Kota Blitar selama dua periode dan Wakil Ketua Bidang Kaderisasi Dewan Pengurus Daerah PDIP Jawa Timur ini. Baca: Ini Kata Djarot Saat Ditanya Soal Pilgub Jawa Timur Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak tiba setelah Djarot. Suami artis Arumi Bachsin ini tampak sumringah. Emil mengaku baru pertama kali itu diundang ke rumah Megawati. Bupati termuda yang diusung PDIP ini mengatakan dirinya berdiskusi dengan Megawati terkait pembangunan di kawasan Jawa Timur bagian selatan. “Ibu punya harapan besar, bagaimana supaya pembangunan Jawa Timur ke depan juga jangan sampai meninggalkan pemerataan pembangunan,” ujarnya. Setelah Emil, menyusul Bupati Ngawi Budi Kanang Soelistyono dan Ketua DPD PDIP Jawa Timur Kusnadi datang bersamaan. Disambut oleh Hasto, keduanya langsung masuk ke dalam rumah Megawati. Kanang dan Kusnadi diterima Megawati secara bersamaan. “Kami diminta untuk jelaskan peta politik Jawa Timur dan kondisi partai,” kata Kanang. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menjadi tamu kelima Megawati hari itu. Datang menjelang petang, Anas bercerita dirinya intens berkomunikasi dengan Megawati terkait kondisi di Banyuwangi. “Saya melaporkan perkembangan ekonomi di Banyuwangi. Beliau (Megawati) selalu berpesan supaya punya perhatian ke pasar tradisional,” ujar Anas. Selain mengundang lima orang tersebut, Megawati juga menggelar teleconference dengan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang sedang berada di Tokyo, Jepang. Hasto mengundang anak Risma, Fuad Bernardi datang ke rumah Megawati untuk membantu proses teleconference itu. Kelima kader yang datang hari itu kompak menghindar saat ditanya ihwal pasangan calon yang akan diusung PDI Perjuangan di pemilihan gubernur 2018. “Saya belum mendapatkan perintah apapun ya, tentu kita tunggu keputusan Ketua Umum besok,” kata Anas. Selain berkomunikasi dengan enam kadernya, Megawati juga bertemu dengan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama Said Aqil Siradj pada Sabtu malam. Sebelumnya, Hasto sempat mengatakan Said akan datang bersama Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf alias Gus Ipul. Namun, hingga pukul 21.30 WIB, Gus Ipul belum juga datang. Gus Ipul disebut-sebut sebagai calon kuat yang akan didukung PDIP. Saat ini, ia sudah resmi diusung oleh Partai Kebangkitan Bangsa. Partai yang diketuai Muhaimin Iskandar ini memiliki 20 kursi elektoral hingga dapat mengajukan Gus Ipul tanpa berkoalisi. Beda halnya dengan PDIP. Partai berlambang kepala banteng ini hanya memiliki 19 kursi, minus satu angka untuk dapat mengusung calon sendiri. Pengumuman pasangan calon yang akan diusung oleh PDIP akan menentukan partai mana yang akan digandeng Megawati untuk pilgub Jawa Timur nanti. Hari ini teka-teki itu akan terjawab.


Baca juga : p1034c328 pdip umumkan cagub jawa tengah usungannya awal 2018

REPUBLIKA.CO.ID, UNGARAN — Spekulasi kapan PDIP bakal mengeluarkan rekomendasi bagi calon gubernur dan wakil gubernur untuk pilgub Jawa Tengah tahun 2018 mulai terang. DPP PDIP mengisyaratkan mengeluarkan rekomendasi ini pada awal tahun 2018 nanti. Sekretaris DPD PDIP Jawa Tengah, Bambang Kusrianto memastikan, rekomendasi DPP PDIP ini baru akan dikeluarkan awal Januari 2018 nanti. “Hasil rapat di DPP PDIP di Jakarta, Kamis (14/12), demikian,” tegas Bambang, di sela kegiatan reses anggota DPRD Kabupaten Semarang, di Kelurahan Susukan, Kecamatan Ungaran Timur, Jawa Tengah, Jumat (14/12). Kepada siapa rekomendasi calon gubernur dan calon wakil gubernur Jawa Tengah tersebut bakal diberikan, politikus yang akrab disapa Bambang Kribo ini mengaku tidak tahu. Sebab rekomendasi yang akan dikeluarkan oleh DPP PDIP tidak hanya calon gubernur saja. Namun satu paket bersama dengan calon wakil gubernur yang bakal diusing PDIP Jawa Tengah. “Siapa yang akan direkomendasikan, saya belum tahu. Keputusan itu ada pada ibu Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (Megawati Soekarnoputri),” tegas Ketua DPRD Kabupaten Semarang ini. Ia juga menjelaskan, pendaftaran ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah akan dilakukan pengurus DPD PDIP Jawa Tengah setelah rekomendasi dari DPP PDIP turun. Untuk itu, DPD PDIP Jawa Tengah akan berkoordinasi dengan pengurus maupun kader partai yang nantinya ikut untuk mendaftarkan pasangan calon yang diusung PDIP ke KPU Jawa Tengah. Disinggung soal koalisi dengan partai politik (parpol) lain, Kribo mengakui peluangnya ada. Sebab, selama ini PDIP Jawa Tengah sudah sering berkomunikasi dengan partai pendukung. Kendati demikian, ia belum bisa menyebut nama parpol yang dimaksud. Karena belum ada MoU yang jelas terkait dengan komunikasi tersebut. “Kami memang punya keinginan bisa berkoalisi dengan partai politik lain, pada pilgub Jawa Tengah 2018 nanti,” katanya. Menanggapi koalisi Partai Gerindra dengan PAN dan rencananya bergabungnya PKS Jawa Tengah  untuk mengusung Sudirman Said sebagai calon gubernur, Kribo menegaskan koalisi itu dibangun karena Partai Gerindra tidak bisa mengusung calon sendiri. Hal ini berbeda dengan PDIP yang bisa mengusung sendiri calon gubernur di Jawa Tengah. Menurutnya, yang sudah muncul saat ini baru bakal calon gubernur yang akan diusung Partai Gerindra.  Sedangkan siapa calon wakilnya juga belum diketahui. “Tetapi nanti, kalau mereka sudah mendeklarasikan, kita baru tahu Pak Sudirman Said dicalonkan oleh partai apa saja dan calon wakilnya siapa,” katanya.

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri tiba di kantor DPP PDIP. Ia akan mengumumkan nama pasangan cagub-cawagub yang diusung PDIP untuk Pilkada 2018 di empat daerah. Pantauan di lokasi, Megawati tiba di Kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Minggu (17/12/2017) pukul 09.18 WIB. Ia mengenakan baju berwarna merah. Mega masuk ke ruangan acara bersama Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dan mantan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat. Mereka langsung menuju ke kursi yang ada di atas panggung. Suasana pedesaan terlihat menghiasi ruangan yang akan digunakan untuk pengumuman pasangan cagub-cawagub di empat daerah usungan PDIP ini. Dekorasi berupa pepohonan, seperti pohon bambu, hingga manekin dengan kostum petani berpadu kain berwarna merah putih berada di dalam ruangan. Sebelumnya, Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira mengatakan partainya akan mendeklarasikan pasangan cagub-cawagub yang akan diusung di empat daerah pada Pilkada 2018. Keempat daerah itu adalah Riau, Sulawesi Tenggara, NTT, dan Maluku. “Riau, Sultra, NTT, sama Maluku, pukul 09.00 WIB nanti diumumkan di DPP. Dari DPP diminta supaya ada perwakilan 20 orang-20 orang dari tiap provinsi untuk hadir,” ucap Hugo di sela acara Rakornas 3 Pilar PDIP di ICE-BSD City, Tangerang, Sabtu (16/12).

Pagi ini Ketum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri akan mengumumkan nama calon gubernur dan wakil gubernur untuk dua daerah. Dua daerah itu yakni Jawa Timur dan Sulawesi Selatan. Pantauan detikcom, Megawati tiba di Kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Minggu (15/10/2017) sekitar pukul 09.11 WIB. Dia langsung disambut Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Hasto langsung mencium tangan Mega saat menyambutnya turun dari mobil. Hasto menyebut hari ini sebagai waktu yang tepat untuk mengumumkan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Pilkada Sulsel dan Jatim 2018. “Pada hari ini momentum yang tepat Minggu Pon tanggal 15 Oktober 2017, Ibu Megawati akan mengumummkan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur provinsi Sulsel dan Jatim sehingga mencerminkan betul-betul ke-Indonesiakan kita,” kata Hasto. Ia mengatakan PDIP telah menyiapkan beberapa mekanisme untuk menentukan calon pemimpin. Nama yang dipilih PDIP telah berdasarkan masukan dari beberapa tokoh, rakyat maupun pimpinan yang kemarin datang ke kediaman Megawati. “PDIP menyiapkan pemimpin dengan mekanisme kelembagaan kepartaian dengan mendengarkan suara rakyat dan pmimpin yang telah diterima oleh Ibu Mega kemarin sehingga bisa mengemban amanah,” ujarnya. Seperti diketahui beberapa nama-nama politisi dan kepala daerah silih berganti menemui Megawati di kediamannya, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, pada Sabtu (14/10/2017) kemarin. Sebut saja nama-nama mulai dari Djarot Saiful Hidayat yang baru saja menyelesaikan jabatan Gubernur DKI-nya itu, ada Bupati Ngawi Budi Sulistyono alias Mas Kanang, dan Bupati Trenggalek Emil Dardak. Semua nama itu menemui Megawati kemarin. Bahkan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj juga menemui Megawati. Untuk Pilkada Jatim sendiri beberapa nama santer beredar. Diantaranya Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, bahkan Djarot Saiful Hidayat juga sempat dikabarkan akan diajukan ke Pilgub Jatim 2018. Ada pula nama Saifullah Yusuf atau Gus Ipul yang santer disebut.

TEMPO.CO , Jakarta – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan pagi ini akan mengumumkan pasangan calon yang akan diusung di pemilihan gubernur Jawa Timur 2018 ( pilgub Jatim ) mendatang. Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristianto mengatakan deklarasi itu akan dipimpin langsung oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri . “Mohon sabar, besok Minggu Pon tanggal 15 Oktober 2017 akan diumumkan di kantor DPP PDI Perjuangan pukul 09.30,” kata Hasto di kediaman Megawati, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat pada Sabtu malam, 14 Oktober 2017. Baca: Usai Temui Megawati, Ini Komentar Said Aqil Soal Pilgub Jatim Sehari menjelang pengumuman ini, Megawati mengundang sejumlah kader PDIP ke rumahnya. Orang nomor satu di PDIP itu tak henti menerima tamu sejak pagi. Hingga malam hari, ada enam tamu berkunjung ke kediaman Ketua Umum PDIP.

seperti di kutip dari https://nasional.tempo.co

Mantan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat tiba pertama bersama dengan Wakil Sekjen PDIP Eriko Sortadurga. Djarot mengaku diminta Ketua Umum PDIP memberikan pendapat terkait pilgub Jawa Timur. “Dimintai pendapat karena saya lama di Jawa Timur,” kata Djarot yang pernah menjadi Wali Kota Blitar selama dua periode dan Wakil Ketua Bidang Kaderisasi Dewan Pengurus Daerah PDIP Jawa Timur ini. Baca: Ini Kata Djarot Saat Ditanya Soal Pilgub Jawa Timur Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak tiba setelah Djarot. Suami artis Arumi Bachsin ini tampak sumringah. Emil mengaku baru pertama kali itu diundang ke rumah Megawati. Bupati termuda yang diusung PDIP ini mengatakan dirinya berdiskusi dengan Megawati terkait pembangunan di kawasan Jawa Timur bagian selatan. “Ibu punya harapan besar, bagaimana supaya pembangunan Jawa Timur ke depan juga jangan sampai meninggalkan pemerataan pembangunan,” ujarnya. Setelah Emil, menyusul Bupati Ngawi Budi Kanang Soelistyono dan Ketua DPD PDIP Jawa Timur Kusnadi datang bersamaan. Disambut oleh Hasto, keduanya langsung masuk ke dalam rumah Megawati. Kanang dan Kusnadi diterima Megawati secara bersamaan. “Kami diminta untuk jelaskan peta politik Jawa Timur dan kondisi partai,” kata Kanang. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menjadi tamu kelima Megawati hari itu. Datang menjelang petang, Anas bercerita dirinya intens berkomunikasi dengan Megawati terkait kondisi di Banyuwangi. “Saya melaporkan perkembangan ekonomi di Banyuwangi. Beliau (Megawati) selalu berpesan supaya punya perhatian ke pasar tradisional,” ujar Anas. Selain mengundang lima orang tersebut, Megawati juga menggelar teleconference dengan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang sedang berada di Tokyo, Jepang. Hasto mengundang anak Risma, Fuad Bernardi datang ke rumah Megawati untuk membantu proses teleconference itu. Kelima kader yang datang hari itu kompak menghindar saat ditanya ihwal pasangan calon yang akan diusung PDI Perjuangan di pemilihan gubernur 2018. “Saya belum mendapatkan perintah apapun ya, tentu kita tunggu keputusan Ketua Umum besok,” kata Anas. Selain berkomunikasi dengan enam kadernya, Megawati juga bertemu dengan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama Said Aqil Siradj pada Sabtu malam. Sebelumnya, Hasto sempat mengatakan Said akan datang bersama Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf alias Gus Ipul. Namun, hingga pukul 21.30 WIB, Gus Ipul belum juga datang. Gus Ipul disebut-sebut sebagai calon kuat yang akan didukung PDIP. Saat ini, ia sudah resmi diusung oleh Partai Kebangkitan Bangsa. Partai yang diketuai Muhaimin Iskandar ini memiliki 20 kursi elektoral hingga dapat mengajukan Gus Ipul tanpa berkoalisi. Beda halnya dengan PDIP. Partai berlambang kepala banteng ini hanya memiliki 19 kursi, minus satu angka untuk dapat mengusung calon sendiri. Pengumuman pasangan calon yang akan diusung oleh PDIP akan menentukan partai mana yang akan digandeng Megawati untuk pilgub Jawa Timur nanti. Hari ini teka-teki itu akan terjawab.

Merdeka.com – Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuagan (PDIP) Andreas Parerira memastikan, partainya akan segera mengumumkan empat pasangan bakal calon kepala daerah untuk empat provinsi yang berbeda. Provinsi tersebut adalah Riau, Sulawesi Utara (Sultra), Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Maluku. Rencananya, acara deklarasi dukungan itu akan dilakukan besok (17/12) di DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat pukul 09.00 WIB. Pengumuman dilakukan langsung oleh Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.

seperti di kutip dari https://www.merdeka.com

“Riau, Sultra, NTT, sama Maluku, jam 09.00 pagi nanti diumumkan di DPP. Dari DPP diminta supaya ada perwakilan 20 orang, 20 orang dari tiap provinsi untuk hadir,” kata Andreas di Hotel Santika, BSD, Tangerang, Sabtu (16/12). Deret Pasangan calon itu diusung, kata Andreas, juga diusung melalui beberapa komunikasi dengan partai lainnya. Komunikasi itu sudah dilakukan sejak lama. “Ya beda-beda, tiap daerah kan beda-beda, dia punya karakter dan dia punya komposisi tetap gitu, di daerah kan beda-beda. Tapi hampir semua ada koalisi atau kerja sama dengan partai-partai lain,” ungkapnya. Andreas juga masih enggan memberikan bocoran siapa nama-nama yang akan diusung nanti. Dia pun hanya meminta nama-nama itu menjadi kejutan saja. “Tunggu dulu besok. Ada elemen surprise-nya,” tandasnya. [rnd]

Merdeka.com – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDIP ) hingga kini belum mengumumkan siapa bakal calon gubernur yang akan diusung dalam pemilihan gubernur pada 2018 mendatang. Sebagai kader yang dinilai berprestasi, Tri Rismaharini disebut-sebut akan menjadi kandidat kuat. Bahkan, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto pun sampai datang ke Surabaya untuk berkonsultasi dengan sang wali kota. Hasto bertemu Risma yang didampingi pengurus DPD I PDIP Jawa Timur di rumah dinas wali kota, Jalan Sedap Malam, Surabaya, Senin (9/10). Namun dia berkelit kedatangannya khusus membahas Pilgub Jatim. “Ada persoalan tata kota, ada persoalan dengan taman, rencana kunjungan ibu (Megawati), terus kemudian persoalan Pilgub. Kami juga bahas persoalan Pilgub dengan Bu Risma,” ujarnya. Hadir mendampingi Hasto, Ketua DPD PDIP Jawa Timur, Kusnadi, Wakil Wali Kota Surabaya juga Ketua DPD PDIP Surabaya, Whisnu Sakti Buana, serta Ketua Bapilu Surabaya juga Wakil Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Adi Sutarwijono. Hasto mengatakan alasan bertemu Risma karena Wali Kota Surabaya itu dinilai memahami dinamika politik di Jawa Timur. “Karena beliau (Risma) kan sangat memahami dinamika politik dan konfigurasi politik di Jawa Timur, maka kami minta masukan Bu Risma. Itu cara PDIP seperti itu. Tidak asal deklarasi. Kami dialog, kami komunikasikan dulu,” paparnya. Hasto mengungkapkan, PDIP akan mengumumkan para calon yang akan diusung dalam pilkada serentak tahun 2018 pada tanggal 15 Oktober nanti, termasuk bakal cagub Jatim. “Tanggal 15 Oktober itu baru pengumuman pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur, dan kemudian, setelah itu baru dilakukan deklarasi. Yang diundang nanti, terutama adalah struktur partai, ketua, sekretaris, dan bendahara,” katanya lagi. “Nanti kita tampilkan di tempat tersembunyi. Kemudian kita tampilkan saat pengumuman itu. Tentu saja ibu ketua umum (Megawati) yang akan mengambil keputusan,” ucap Hasto. Soal peluang Risma diusung PDIP, Hasto enggan bicara terbuka. “Ya (rekomendasi) akan kita keluarkan tanggal itu (15 Oktober), yang pasti politik itu juga penuh kejutan. Kalau sekarang nama belum pasti, rekom turun saat ya akan ditandatangani saat itu. Karena harinya kan bagus, Minggu Wage,” timpal Hasto santai. Apakah Risma juga punya peluang diusung? Hasto menjawab, “Ya ini kan Pemilunya rakyat. Rakyat kan mengapresiasi terhadap kepemimpinan Bu Risma yang berhasil, maka Bu Risma menerima penghargaan di mana-mana, itu kan rakyat memberikan apresiasi. Ketika rakyat memberikan apresiasi, tentu saja setiap pemimpin itu punya peluang untuk terus diperjuangkan rakyat untuk menjadi pemimpin,” papar Hasto. Risma sendiri seolah berteka-teki saat ditanya peluangnya maju Pilgub Jawa Timur, “Tunggu tanggal mainnya,” tukasnya. Meski dicecar berbagai pertanyaan, siapkah menjadi gubernur, Risma bergeming. “Tunggu tanggal mainnya. Tadi Pak Hasto ngasih tahu enggak? Kalau aku jawab nanti keliru,” elaknya. “Saya tidak ngomong siap. Saya tidak boleh ngomong siap. Saya sudah dapat rekom ituloh, saya gak boleh ngomong siap. Karena berat. Aku ngomong siap, tibae gak iso ngerjakno, kan ciloko (Saya bilang siap, ternyata gak bisa, kan celaka),” sambungnya. Yang menarik, selain berkali-kali mengatakan ‘Tunggu tanggal mainnya’ soal peluangnya maju Pilgub Jatim, Risma memberi kode ’30’ kepada Ketua DPD PDIP Jawa Timur, Kusnadi. Kode kepada Kusnadi yang juga Wakil Ketua DPRD Jawa Timur itu disampaikan Risma di sela pertemuannya dengan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto. Risma tidak hanya sekali memberikan kode ’30’ pada Kusnadi. Bahkan, ketika mengantar Kusnadi masuk mobil saat hendak pulang, wali kota perempuan pertama di Kota Pahlawan ini kembali menegaskan, “Pokoknya 30 ya Pak Kus. Nanti saya akan selesaikan semuanya,” ucapnya. Wartawanpun spontan nyeletuk bertanya, “Bu Risma, itu kode apa?”, yang kemudian hanya dijawab dengan senyum oleh wali kota yang kerap menerima penghargaan internasional tersebut. Risma sendiri memastikan tidak akan hadir saat DPP PDIP mengumumkan para bakal calon kepala daerah yang akan diusung. Sebab dia akan terbang ke Jepang pada 12 Oktober mendatang karena diundang oleh salah satu asosiasi di bawah Perserikatan Bangsa Bangsa yang berkompeten tentang kota-kota dan berafiliasi pada lingkungan. Di Negeri Sakura itu, Risma diminta menjadi pembicara sekaligus akan menerima penghargaan terkait masalah tata ruang kota. “Aku ke Tokyo. Nanti tanggal 12 (Oktober) aku diminta presentasi soal kota, innovation for happines. Aku bicara soal kebijakan kota untuk menyenangkan warga kota,” pungkas Risma. [bal]

Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (kiri) berbincang dengan Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Sumsel Giri Ramanda N Kiemas (kanan) saat menghadiri Konsolidasi Organisasi Partai PDI Perjuangan Provinsi Sumatera Selatan di Palembang, Rabu (13/9). – ANTARA/Nova Wahyudi Kabar24.com , JAKARTA – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan pagi ini akan mengumumkan pasangan calon yang akan diusung di pemilihan gubernur Jawa Timur 2018 (Pilgub Jatim) mendatang. Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristianto mengatakan deklarasi itu akan dipimpin langsung oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. “Mohon sabar, besok Minggu Pon tanggal 15 Oktober 2017 akan diumumkan di kantor DPP PDI Perjuangan pukul 09.30,” kata Hasto di kediaman Megawati, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat pada Sabtu malam, 14 Oktober 2017. Sehari menjelang pengumuman ini, Megawati mengundang sejumlah kader PDIP ke rumahnya. Orang nomor satu di PDIP itu tak henti menerima tamu sejak pagi. Hingga malam hari, ada enam tamu berkunjung ke kediaman Ketua Umum PDIP. Mantan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat tiba pertama bersama dengan Wakil Sekjen PDIP Eriko Sortadurga. Djarot mengaku diminta Ketua Umum PDIP memberikan pendapat terkait pilgub Jawa Timur. “Dimintai pendapat karena saya lama di Jawa Timur,” kata Djarot yang pernah menjadi Wali Kota Blitar selama dua periode dan Wakil Ketua Bidang Kaderisasi Dewan Pengurus Daerah PDIP Jawa Timur ini. Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak tiba setelah Djarot. Suami artis Arumi Bachsin ini tampak sumringah. Emil mengaku baru pertama kali itu diundang ke rumah Megawati. Bupati termuda yang diusung PDIP ini mengatakan dirinya berdiskusi dengan Megawati terkait pembangunan di kawasan Jawa Timur bagian selatan. “Ibu punya harapan besar, bagaimana supaya pembangunan Jawa Timur ke depan juga jangan sampai meninggalkan pemerataan pembangunan,” ujarnya. Setelah Emil, menyusul Bupati Ngawi Budi Kanang Soelistyono dan Ketua DPD PDIP Jawa Timur Kusnadi datang bersamaan. Disambut oleh Hasto, keduanya langsung masuk ke dalam rumah Megawati. Kanang dan Kusnadi diterima Megawati secara bersamaan. “Kami diminta untuk jelaskan peta politik Jawa Timur dan kondisi partai,” kata Kanang. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menjadi tamu kelima Megawati hari itu. Datang menjelang petang, Anas bercerita dirinya intens berkomunikasi dengan Megawati terkait kondisi di Banyuwangi. “Saya melaporkan perkembangan ekonomi di Banyuwangi. Beliau (Megawati) selalu berpesan supaya punya perhatian ke pasar tradisional,” ujar Anas. Selain mengundang lima orang tersebut, Megawati juga menggelar teleconference dengan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang sedang berada di Tokyo, Jepang. Hasto mengundang anak Risma, Fuad Bernardi datang ke rumah Megawati untuk membantu proses teleconference itu. Kelima kader yang datang hari itu kompak menghindar saat ditanya ihwal pasangan calon yang akan diusung PDI Perjuangan di pemilihan gubernur 2018. “Saya belum mendapatkan perintah apapun ya, tentu kita tunggu keputusan Ketua Umum besok,” kata Anas. Selain berkomunikasi dengan enam kadernya, Megawati juga bertemu dengan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama Said Aqil Siradj pada Sabtu malam. Sebelumnya, Hasto sempat mengatakan Said akan datang bersama Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf alias Gus Ipul. Namun, hingga pukul 21.30 WIB, Gus Ipul belum juga datang. Gus Ipul disebut-sebut sebagai calon kuat yang akan didukung PDIP. Saat ini, ia sudah resmi diusung oleh Partai Kebangkitan Bangsa. Partai yang diketuai Muhaimin Iskandar ini memiliki 20 kursi elektoral hingga dapat mengajukan Gus Ipul tanpa berkoalisi. Beda halnya dengan PDIP. Partai berlambang kepala banteng ini hanya memiliki 19 kursi, minus satu angka untuk dapat mengusung calon sendiri. Pengumuman pasangan calon yang akan diusung oleh PDIP akan menentukan partai mana yang akan digandeng Megawati untuk pilgub Jawa Timur nanti. Hari ini teka-teki itu akan terjawab. Sumber : Tempo.co

Related Posts

Comments are closed.