Air di Kali Sunter Mulai Naik, Petugas PPSU dan SDA Siaga

Air di Kali Sunter Mulai Naik, Petugas PPSU dan SDA Siaga

Akibat hujan deras yang mengguyur Jakarta sore tadi air di Kali Sunter mulai terlihat naik. Hal ini juga diakibatkan kiriman air dari Bogor yang dikabarkan akan sampai ke Jakarta malam ini. Pantauan detikcom , di RT 03/RW 04, Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Pukul 19.30 WIB, terlihat air yang berada di kali sunter mulai naik. Meskipun belum sampai ke jalanan, air terlihat naik sekitar 5 cm. Debit air yang mengalir juga terlihat sangat kencang. “Naik ini mah, 5 cm mungkin,” ujar salah seorang warga Yayan (35) di lokasi, Senin (5/2/2018). Foto: Petugas berjaga di Kali Sunter (Eva-detikcom) Di sekitar lokasi terlihat beberapa warga berdiri di pinggir kali untuk melihat perkembangan air malam ini. Menurut seorang warga lain Nano (35), dirinya penasaran terhadap ketinggian kali ini. “Iya katanya dari Bogor mau dateng nih, lihat saja (tingginya) sudah sampai mana,” ujar Nano. Malam ini juga akan ada empat Petugas Prasarana dan Sarana umum (PPSU) alias pasukan oranye dari keluharan Cipinang Melayu yang bejaga di wilayah ini. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi jika terjadi banjir. “Iya kita jaga malam ini, standby nanti mulai pukul 20.00 WIB, takut takut kalau banjirnya gede,” ujar salah satu petugas PPSU, Ridwan (30), di lokasi. Rencananya jika banjir besar melanda kelurahan Cipinang Melayu maka kelurahan akan menyiapkan tiga posko yang sudah ditentukan. “Ada nanti kalau banjirnya gede, di Masjid Borobudur, posko RW 04, sama kelurahan Cipinang Melayu, biasanya si di situ,” tutur Ridwan. Air kiriman dari Bogor, diprediksi akan tiba malam ini di Pintu Air Manggarai, Jakarta. Beberapa lokasi di Jakarta yang berada di bantaran sungai diperkirakan akan terdampak banjir, seperti di Srengseng Sawah, Rawajati, Kalibata, Pengadegan, Pejaten Timur, Kebon Baru, Bukit Duri, Balekambang, Cililitan, Bidara Cina, dan Kampung Melayu.

Akibat hujan deras yang mengguyur Jakarta sore tadi air di Kali Sunter mulai terlihat naik. Hal ini juga diakibatkan kiriman air dari Bogor yang dikabarkan akan sampai ke Jakarta malam ini. Pantauan detikcom , di RT 03/RW 04, Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Pukul 19.30 WIB, terlihat air yang berada di kali sunter mulai naik. Meskipun belum sampai ke jalanan, air terlihat naik sekitar 5 cm. Debit air yang mengalir juga terlihat sangat kencang. “Naik ini mah, 5 cm mungkin,” ujar salah seorang warga Yayan (35) di lokasi, Senin (5/2/2018). Foto: Petugas berjaga di Kali Sunter (Eva-detikcom) Di sekitar lokasi terlihat beberapa warga berdiri di pinggir kali untuk melihat perkembangan air malam ini. Menurut seorang warga lain Nano (35), dirinya penasaran terhadap ketinggian kali ini. “Iya katanya dari Bogor mau dateng nih, lihat saja (tingginya) sudah sampai mana,” ujar Nano. Malam ini juga akan ada empat Petugas Prasarana dan Sarana umum (PPSU) alias pasukan oranye dari keluharan Cipinang Melayu yang bejaga di wilayah ini. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi jika terjadi banjir. “Iya kita jaga malam ini, standby nanti mulai pukul 20.00 WIB, takut takut kalau banjirnya gede,” ujar salah satu petugas PPSU, Ridwan (30), di lokasi. Rencananya jika banjir besar melanda kelurahan Cipinang Melayu maka kelurahan akan menyiapkan tiga posko yang sudah ditentukan. “Ada nanti kalau banjirnya gede, di Masjid Borobudur, posko RW 04, sama kelurahan Cipinang Melayu, biasanya si di situ,” tutur Ridwan. Air kiriman dari Bogor, diprediksi akan tiba malam ini di Pintu Air Manggarai, Jakarta. Beberapa lokasi di Jakarta yang berada di bantaran sungai diperkirakan akan terdampak banjir, seperti di Srengseng Sawah, Rawajati, Kalibata, Pengadegan, Pejaten Timur, Kebon Baru, Bukit Duri, Balekambang, Cililitan, Bidara Cina, dan Kampung Melayu.

Jalur Pantura di Kabupaten Kudus terendam banjir. Akibatnya, arus lalu lintas menjadi tersendat. Pantauan detikcom pukul 20.03 WIB, Senin (5/2/2018), jalur yang terendam banjir, di antaranya di jalur Ngembal, di depan PT Jambu Bol dan Tenggeles. Banjir merendam dengan ketinggian sekitar 5 cm hingga 10 cm di tengah jalan. Sedangkan di tepi jalan, banjir mencapai 15 cm-20 cm. Tampak di jalur Pantura Ngembal, ratusan kendaraan sepeda motor mogok akibat menerjang derasnya air. Sementara kendaraan roda empat melintas perlahan dengan kecepatan rata-rata sekitar 5 km/jam. Kendaraan melintas lambat dari timur maupun sebaliknya mengingat air banjir yang merendam permukaan jalan. “Saya pakai mobil patroli tadi lewat jalan dari depan PLN Tenggeles. Sampai ke Ngembal. Mobil sedan ini sampai susah jalan,” kata salah satu petugas polisi pengatur lalu lintas di pantura Ngembal kepada detikcom. Menurutnya, air banjir yang merendam Pantura tidak terlalu dalam. Hanya saja, arus akibat kendaraan menerjang banjir, berakibat pada kendaraan lain sulit melintas. Banjir di Pantura Kudus. Foto: Akrom Hazami/detikcom Kasat Lantas Polres Kudus AKP Eko Rubiyanto mengatakan, air sungai meluap karena hujan dari tadi. “Sementara perempatan Kerawang airnya tinggi. Personel sudah merapat di lokasi,” katanya. Sejauh ini, kata dia, tidak sampai ada kemacetan. Hanya sementara kendaraan berjalan merayap. Sejumlah petugas di Pantura Ngembal mengumumkan melalui pengeras suara. “Sepeda motor yang hendak ke timur bisa melintas STAIN, Honggosoco, dan tembus Klaling,” ucap petugas Lantas melalui pengeras suara. Salah seorang pengguna jalan, Andi, tampak kebingungan karena jalan menuju Pati dari Kudus banjir. “Saya mau ke Pati. Malah banjir,” katanya.

JAKARTA – Puluhan warga di RT 006, 007, dan 012, RW 013, Jalan Cipinang Bali IV, Kelurahan Cipinang Muara, Jatinegara, Jakarta Timur terendam banjir setinggi 1,5 meter. Akibat banjir tersebut, puluhan warga terutama wanita dan anak-anak terpaksa mengungsi. Banjir di Cipinang Muara ini disebabkan oleh meluapnya aliran Kali Sunter yang melintas di pemukiman warga tersebut. Ketua RT 006 Cipinang Muara, Medi (59) menyampaikan, banjir sudah merendam pemukiman warga sejak Senin 20 Februari 2017 malam. Meski begitu, banjir sempat surut sebelum akhirnya air kembali naik pada Selasa dinihari sekitar pukul 01.00 WIB. “Dari tengah malem sampai pukul 07.00 WIB tadi air terus naik sampai sekitar dada orang dewasa,” kata Medi kepada wartawan di lokasi, Selasa (21/2/2017). Medi melanjutkan, akibat banjir tersebut, sedikitnya sekitar 50 warga yang berada di RT 006 mengungsi di bekas tempat pencoblosan suara yang berada di depan Jalan Cipinang Bali IV. “Ini kita sejak tengah malam sudah mulai evakuasi warga dan kita tempatkan di bekas tempat yang kemarin buat pencoblosan,” tambahnya. Sementara itu, warga yang mengungsi  sudah mendapatkan sejumlah bantuan dari pihak kelurahan maupun kecamatan setempat berupa bahan makanan dan kebutuhan lainnya. “Ini udah dapat bantuan, ada nasi boks, nasi bungkus, air minum,” kata salah satu pengungsi, Rahmah (31). (ysw)

Normalisasi sungai untuk menghindari Jakarta dari banjir. – Pemprovdki Bisnis.com, JAKARTA –  Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengumpulkan sejumlah SKPD terkait masalah penanganan banjir selama musim hujan di Jakarta pada Kamis (19/10/2017). Gubernur mengatakan banjir merupakan masalah rutin yang dihadapi oleh warga Jakarta, tetapi  masalah yang sama tidak boleh terulang. “Tadi disampaikan ada 5.000 laporan, tapi yang terverifikasi 10%, kalau begitu bagaimana kita bisa bertindak dengan laporan yang seperti itu?” ujarnya di Balai Kota, Kamis (19/10/2017). Untuk itu, dirinya akan membentuk suatu program pengaduan yang menggabungkan empat instansi berbeda yakni Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Sumber Daya Air, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, dan Dinas Sosial. Ke depannya, Anies berencana setiap laporan yang diterima akan terverifikasi secara otomatis dari pelapor dan petugas. Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menambahkan sistem kerja program tersebut nantinya akan melibatkan anggota PPSU dan perwakilan dari masyarakat yang ditunjuk khusus agar manajemen laporannya lebih teratur. “Kalau tidak ada proses verifikasi, semua orang mengirim, nanti yang repot adalah kita sendiri bagaimana verifikasi ini semua,” ujarnya. Berdasarkan laporan yang diterima oleh Sandiaga selama rapat berlangsung, 50% dari laporan yang diterima tidak dapat diverifikasi kebenaran datanya. Teguh Hendrawan, Kepala Dinas Tata Air DKI Jakarta, mengatakan pihaknya sudah menyiapkan program-program strategis nasional baik dari skala mikro maupun makro untuk mengantisipasi bencana banjir di ruas-ruas jalan Ibukota. “Tadi Pak Gubernur juga minta partisipasi masyarakat dalam keterlibatan masyarakat banjir dan genangan,” ujarnya. Partisipasi yang dapat dilakukan oleh masyarakat untuk mengantisipasi banjir dan genangan antara lain pengelolaan sampah di pemukiman melalui program Gerakan Bersih Jakarta yang dicanangkan oleh Gubernur Anies Baswedan. Program tersebut rencananya akan mulai disosialisasikan pekan depan di beberapa titik wilayah di pemukiman di DKI. “Gerakan Bersih Jakarta di rumahnya dulu, kemudian berkembang ke RT, RW, kelurahan, dan kecamatan. Diharapkan masyarakat peduli terhadap lingkungan. Rencana satu titik dulu per wilayah kota, nanti dikembangkan semuanya,” katanya. Teguh mengakui gerakan ini akan dilakukan secara bertahap meskipun musim hujan diperkirakan akan masuk dalam beberapa hari ke depan, namun dia menegaskan program normalisasi akan terus berjalan. “Di Dinas Tata Air kita punta 3.000 lebih pasukan biru, kemudian kita punya sarana dan prasarananya 145 rumah pompa se-DKI dengan kapasitas semua kesiapannya 95%. Semua dalam keadaan baik,” ujarnya. Teguh menuturkan untuk saat ini normalisasi kali perkembangannya baru mencapai 61% yang meliputi kawasan Ciliwung, Pesanggerahan, dan Sunter. Dia menambahkan untuk titik rawan banjir, pihaknya fokus di wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Selatan dan hingga saat ini sudah dilakukan beberapa langkah antisipasi melalui normalisasi sederhana. “Tadi saya sampaikan, kalau di Kemang [akan] kita bebaskan berapa triliun rupiah harus kita keluarkan sementara sebagian besar warga sudah memiliki sertifikat hak milik?” katanya. Oleh karena itu, Teguh mengajukan pemanfaatan sumber daya dengan memprioritaskan operasional alat berat di wilayah hulu untuk mengoptimalkan normalisasi kali.

Related Posts

Comments are closed.