AHY Dampingi SBY Jadi Juru Kampanye Partai Demokrat

AHY Dampingi SBY Jadi Juru Kampanye Partai Demokrat

Partai Demokrat menyiapkan tim pemenangan untuk menyukseskan pasangan cagub-cawagub yang diusung pada Pilkada Serentak 2018. Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan putra sulungnya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) akan jadi juru kampanye di tim pemenangan itu. “Demokrat menyiapkan tim yang sangat kuat untuk berkampanye yang disebut Kogas, Komando Satuan Tugas, untuk pemenangan 2018 sekaligus 2019,” kata Sekjen PD Hinca Pandjaitan di kantor DPP PD, Jl Diponegoro, Jakarta Pusat, Minggu (7/1/2018). “Kami akan menyiapkan tokoh muda kami yang bisa tampil bersama temen-temen sekalian. Dalam waktu yang relatif singkat ke depan Mas AHY akan tampil bersama kami, bersama dengan Pak SBY, bersama dengan Sekjen dan semua elit partai,” imbuhnya. Hinca mengatakan AHY adalah energi baru pagi PD. Hal ini berkaca dari antusiasme para kader ketika AHY berkeliling. “Kami yakin mampu karena 6 bulan terakhir setiap kali beliau (AHY) keliling kemana-mana antusias kader juga tinggi sekali. Karena itu kita menyebut dia energi baru bagi kami,” tutur Hinca. “Kami percaya bahwa energi baru harus dibangkitkan. Salah satunya untuk masalah ini,” tambahnya. PD sore tadi mengumumkan 17 pasangan cagub-cawagub yang diusungnya. Mayoritas pasangan yang diusung Demokrat itu merupakan kader mereka. “Ada yang katakan Demokrat sukanya outsourcing, ini komposisinya, dari 17 cagub-cawagub, 14 itu kader, itu sama dengan 82 persen,” kata SBY di Kantor DPP Partai Demokrat.

Baca juga : 987829 demokrat tunjuk ahy jadi juru kampanye pilkada 2018

VIVA  – Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) disiapkan Partai Demokrat untuk turun menjadi juru kampanye dalam Pilkada Serentak 2018 di 171 daerah. Putra sulung Presiden ke – 6 Susilo Bambang Yudhoyono tersebut didorong lantaran popularitasnya yang tinggi di masyarakat. Sekaligus cara tersebut, upaya partai ingin mendongkrak elektabilitas pada Pemilihan Legislatif 2019. “Dia (AHY) kami siapkan juga untuk turun di pilkada 171 daerah dan juga utamanya di 17 Pemilihan Gubernur,” kata Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan  di Kantor KPU, Jakarta, Kamis malam, 14 Desember 2017.

seperti di kutip dari https://www.viva.co.id

Hinca mengatakan, diupayakan AHY hadir di daerah – daerah pemilihan strategis pada waktu pengenalan yang singkat saat kampanye. Ia tak membantah bahwa turunnya AHY ke masyarakat menjadi juru kampanye juga termasuk strategi untuk memposisikan mantan perwira menengah itu menjadi pemimpin nasional.  Jika dalam safari politiknya AHY semakin terus dikenal, bukan tidak mungkin peluang menjadi calon presiden atau wakil presiden bisa dilakukan. “Jadi sebenarnya selama pilkada ini adalah saat-saat yang tepat bagi siapapun yang mau nyapres atau mau nyawapres . Nah Demokrat siapkan diri dengan baik,” ujarnya. Berkaca hasil survei terakhir, menyebut nama AHY berada dalam bursa pencalonan Presiden untuk Pemilu 2019. Jajak pendapat oleh Lembaga survei Indo Barometer, bahkan memunculkan sosok AHY cukup potensial untuk menjadi cawapres Jokowi untuk periode mendatang. Duet Joko Widodo bersama Agus Harimurti Yudhoyono meraih suara tertinggi sebesar 48,6 persen, dibanding jika Jokowi diduetkan dengan tokoh lainnya.

Partai Demokrat menyiapkan tim pemenangan untuk menyukseskan pasangan cagub-cawagub yang diusung pada Pilkada Serentak 2018. Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan putra sulungnya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) akan jadi juru kampanye di tim pemenangan itu. “Demokrat menyiapkan tim yang sangat kuat untuk berkampanye yang disebut Kogas, Komando Satuan Tugas, untuk pemenangan 2018 sekaligus 2019,” kata Sekjen PD Hinca Pandjaitan di kantor DPP PD, Jl Diponegoro, Jakarta Pusat, Minggu (7/1/2018). “Kami akan menyiapkan tokoh muda kami yang bisa tampil bersama temen-temen sekalian. Dalam waktu yang relatif singkat ke depan Mas AHY akan tampil bersama kami, bersama dengan Pak SBY, bersama dengan Sekjen dan semua elit partai,” imbuhnya. Hinca mengatakan AHY adalah energi baru pagi PD. Hal ini berkaca dari antusiasme para kader ketika AHY berkeliling. “Kami yakin mampu karena 6 bulan terakhir setiap kali beliau (AHY) keliling kemana-mana antusias kader juga tinggi sekali. Karena itu kita menyebut dia energi baru bagi kami,” tutur Hinca. “Kami percaya bahwa energi baru harus dibangkitkan. Salah satunya untuk masalah ini,” tambahnya. PD sore tadi mengumumkan 17 pasangan cagub-cawagub yang diusungnya. Mayoritas pasangan yang diusung Demokrat itu merupakan kader mereka. “Ada yang katakan Demokrat sukanya outsourcing, ini komposisinya, dari 17 cagub-cawagub, 14 itu kader, itu sama dengan 82 persen,” kata SBY di Kantor DPP Partai Demokrat.

Partai Demokrat menyiapkan tim pemenangan untuk menyukseskan pasangan cagub-cawagub yang diusung pada Pilkada Serentak 2018. Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan putra sulungnya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) akan jadi juru kampanye di tim pemenangan itu. “Demokrat menyiapkan tim yang sangat kuat untuk berkampanye yang disebut Kogas, Komando Satuan Tugas, untuk pemenangan 2018 sekaligus 2019,” kata Sekjen PD Hinca Pandjaitan di kantor DPP PD, Jl Diponegoro, Jakarta Pusat, Minggu (7/1/2018). “Kami akan menyiapkan tokoh muda kami yang bisa tampil bersama temen-temen sekalian. Dalam waktu yang relatif singkat ke depan Mas AHY akan tampil bersama kami, bersama dengan Pak SBY, bersama dengan Sekjen dan semua elit partai,” imbuhnya. Hinca mengatakan AHY adalah energi baru pagi PD. Hal ini berkaca dari antusiasme para kader ketika AHY berkeliling. “Kami yakin mampu karena 6 bulan terakhir setiap kali beliau (AHY) keliling kemana-mana antusias kader juga tinggi sekali. Karena itu kita menyebut dia energi baru bagi kami,” tutur Hinca. “Kami percaya bahwa energi baru harus dibangkitkan. Salah satunya untuk masalah ini,” tambahnya. PD sore tadi mengumumkan 17 pasangan cagub-cawagub yang diusungnya. Mayoritas pasangan yang diusung Demokrat itu merupakan kader mereka. “Ada yang katakan Demokrat sukanya outsourcing, ini komposisinya, dari 17 cagub-cawagub, 14 itu kader, itu sama dengan 82 persen,” kata SBY di Kantor DPP Partai Demokrat.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Merdeka.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Jawa Timur menegaskan ketua umumnya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak menjadi juru kampanye bagi pasangan Khofifah Indar Parawansa – Emil Dardak dalam rangka Pemilihan Kepala Daerah provinsi setempat pada 2018. Selain Demokrat, Khofifah-Emil juga diusung koalisi sejumlah partai politik, yakni Partai Golkar, Partai Hanura dan Partai NasDem pada Pilkada Jatim yang berlangsung 27 Juni 2018. “Pak SBY tidak jadi jurkam, apalagi beliau selaku mantan Presiden,” ujar Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur Soekarwo ketika dikonfirmasi wartawan di Surabaya , Kamis (23/11). Seperti dilansir Antara. Namun, politikus yang juga anggota majelis tinggi DPP Partai Demokrat tersebut mengatakan, meski tidak menjadi jurkam bukan berarti tak solid memberikan dukungan. “Ini partai politik. Jika ada kader atau mesin partai tidak solid maka ada aturannya. Jadi Demokrat serius dan siap memenangkan Pilkada Jatim,” ucapnya. Meski tidak turun sebagai jurkam, kata dia, SBY kemungkinan besar sesekali waktu berkunjung ke Jatim, bahkan menyiapkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk mengampanyekan pasangan Khofifah-Emil. “Tapi siapa tahu Pak SBY jalan-jalan makan nasi pecel di sini, kemudian tidak sengaja bertemu dengan Bu Khofifah. Itukan bisa saja terjadi,” kata Pakde Karwo, sapaan akrabnya. Sementara itu, ketika disinggung tentang perannya memenangkan Khofifah-Emil, ia mengaku akan bertindak sebagai penyelenggara yan baik dan adil mengingat posisinya sebagai Gubernur Jatim aktif saat ini. “Satu sisi, saya akan menjadi penyelenggara yang baik, tapi di sisi lainnya tetap menggerakkan partai untuk mendukung. Seperti drama Turki, ada aktor dan ada yang berperan di belakang panggung,” katanya. [ded]

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

TEMPO.CO , Jakarta – Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat Jawa Timur Soekarwo mengatakan bahwa Ketua Umum Partai Demokrat  Susilo Bambang Yudhoyono menyiapkan Agus Harimurti untuk mengkampanyekan pasangan Khofifah-Emil di pemilihan kepala derah (Pilkada) Jawa Timur. Presiden ke-6 itu dipastikan tidak menjadi juru kampanye untuk pasangan Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak . “Pak SBY tidak jadi jurkam, apalagi beliau mantan Presiden,” kata Soekarwo di Surabaya, Kamis, 23 November 2017. Meski begitu, kata dia, SBY kemungkinan besar akan sesekali berkunjung ke Jawa Timur. Baca: Dampingi Khofifah, Emil Dardak Akan Dipecat PDIP “Siapa tahu Pak SBY jalan-jalan makan nasi pecel di sini, kemudian tidak sengaja bertemu dengan Bu Khofifah. Itukan bisa saja terjadi,” ujar Pakde Karwo, sapaan akrabnya.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

VIVA  – Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) disiapkan Partai Demokrat untuk turun menjadi juru kampanye dalam Pilkada Serentak 2018 di 171 daerah. Putra sulung Presiden ke – 6 Susilo Bambang Yudhoyono tersebut didorong lantaran popularitasnya yang tinggi di masyarakat. Sekaligus cara tersebut, upaya partai ingin mendongkrak elektabilitas pada Pemilihan Legislatif 2019. “Dia (AHY) kami siapkan juga untuk turun di pilkada 171 daerah dan juga utamanya di 17 Pemilihan Gubernur,” kata Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan  di Kantor KPU, Jakarta, Kamis malam, 14 Desember 2017.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Hinca mengatakan, diupayakan AHY hadir di daerah – daerah pemilihan strategis pada waktu pengenalan yang singkat saat kampanye. Ia tak membantah bahwa turunnya AHY ke masyarakat menjadi juru kampanye juga termasuk strategi untuk memposisikan mantan perwira menengah itu menjadi pemimpin nasional.  Jika dalam safari politiknya AHY semakin terus dikenal, bukan tidak mungkin peluang menjadi calon presiden atau wakil presiden bisa dilakukan. “Jadi sebenarnya selama pilkada ini adalah saat-saat yang tepat bagi siapapun yang mau nyapres atau mau nyawapres . Nah Demokrat siapkan diri dengan baik,” ujarnya. Berkaca hasil survei terakhir, menyebut nama AHY berada dalam bursa pencalonan Presiden untuk Pemilu 2019. Jajak pendapat oleh Lembaga survei Indo Barometer, bahkan memunculkan sosok AHY cukup potensial untuk menjadi cawapres Jokowi untuk periode mendatang. Duet Joko Widodo bersama Agus Harimurti Yudhoyono meraih suara tertinggi sebesar 48,6 persen, dibanding jika Jokowi diduetkan dengan tokoh lainnya.

TEMPO.CO , Jakarta – Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat Jawa Timur Soekarwo mengatakan bahwa Ketua Umum Partai Demokrat  Susilo Bambang Yudhoyono menyiapkan Agus Harimurti untuk mengkampanyekan pasangan Khofifah-Emil di pemilihan kepala derah (Pilkada) Jawa Timur. Presiden ke-6 itu dipastikan tidak menjadi juru kampanye untuk pasangan Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak . “Pak SBY tidak jadi jurkam, apalagi beliau mantan Presiden,” kata Soekarwo di Surabaya, Kamis, 23 November 2017. Meski begitu, kata dia, SBY kemungkinan besar akan sesekali berkunjung ke Jawa Timur. Baca: Dampingi Khofifah, Emil Dardak Akan Dipecat PDIP “Siapa tahu Pak SBY jalan-jalan makan nasi pecel di sini, kemudian tidak sengaja bertemu dengan Bu Khofifah. Itukan bisa saja terjadi,” ujar Pakde Karwo, sapaan akrabnya.

Merdeka.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Jawa Timur menegaskan ketua umumnya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak menjadi juru kampanye bagi pasangan Khofifah Indar Parawansa – Emil Dardak dalam rangka Pemilihan Kepala Daerah provinsi setempat pada 2018. Selain Demokrat, Khofifah-Emil juga diusung koalisi sejumlah partai politik, yakni Partai Golkar, Partai Hanura dan Partai NasDem pada Pilkada Jatim yang berlangsung 27 Juni 2018. “Pak SBY tidak jadi jurkam, apalagi beliau selaku mantan Presiden,” ujar Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur Soekarwo ketika dikonfirmasi wartawan di Surabaya , Kamis (23/11). Seperti dilansir Antara. Namun, politikus yang juga anggota majelis tinggi DPP Partai Demokrat tersebut mengatakan, meski tidak menjadi jurkam bukan berarti tak solid memberikan dukungan. “Ini partai politik. Jika ada kader atau mesin partai tidak solid maka ada aturannya. Jadi Demokrat serius dan siap memenangkan Pilkada Jatim,” ucapnya. Meski tidak turun sebagai jurkam, kata dia, SBY kemungkinan besar sesekali waktu berkunjung ke Jatim, bahkan menyiapkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk mengampanyekan pasangan Khofifah-Emil. “Tapi siapa tahu Pak SBY jalan-jalan makan nasi pecel di sini, kemudian tidak sengaja bertemu dengan Bu Khofifah. Itukan bisa saja terjadi,” kata Pakde Karwo, sapaan akrabnya. Sementara itu, ketika disinggung tentang perannya memenangkan Khofifah-Emil, ia mengaku akan bertindak sebagai penyelenggara yan baik dan adil mengingat posisinya sebagai Gubernur Jatim aktif saat ini. “Satu sisi, saya akan menjadi penyelenggara yang baik, tapi di sisi lainnya tetap menggerakkan partai untuk mendukung. Seperti drama Turki, ada aktor dan ada yang berperan di belakang panggung,” katanya. [ded]

VIVA  – Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) disiapkan Partai Demokrat untuk turun menjadi juru kampanye dalam Pilkada Serentak 2018 di 171 daerah. Putra sulung Presiden ke – 6 Susilo Bambang Yudhoyono tersebut didorong lantaran popularitasnya yang tinggi di masyarakat. Sekaligus cara tersebut, upaya partai ingin mendongkrak elektabilitas pada Pemilihan Legislatif 2019. “Dia (AHY) kami siapkan juga untuk turun di pilkada 171 daerah dan juga utamanya di 17 Pemilihan Gubernur,” kata Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan  di Kantor KPU, Jakarta, Kamis malam, 14 Desember 2017.

seperti di kutip dari https://www.viva.co.id

Hinca mengatakan, diupayakan AHY hadir di daerah – daerah pemilihan strategis pada waktu pengenalan yang singkat saat kampanye. Ia tak membantah bahwa turunnya AHY ke masyarakat menjadi juru kampanye juga termasuk strategi untuk memposisikan mantan perwira menengah itu menjadi pemimpin nasional.  Jika dalam safari politiknya AHY semakin terus dikenal, bukan tidak mungkin peluang menjadi calon presiden atau wakil presiden bisa dilakukan. “Jadi sebenarnya selama pilkada ini adalah saat-saat yang tepat bagi siapapun yang mau nyapres atau mau nyawapres . Nah Demokrat siapkan diri dengan baik,” ujarnya. Berkaca hasil survei terakhir, menyebut nama AHY berada dalam bursa pencalonan Presiden untuk Pemilu 2019. Jajak pendapat oleh Lembaga survei Indo Barometer, bahkan memunculkan sosok AHY cukup potensial untuk menjadi cawapres Jokowi untuk periode mendatang. Duet Joko Widodo bersama Agus Harimurti Yudhoyono meraih suara tertinggi sebesar 48,6 persen, dibanding jika Jokowi diduetkan dengan tokoh lainnya.

Related Posts

Comments are closed.