Ahok Gugat Cerai Vero, Ini Pandangan PGI Soal Cerai di Kristen

Ahok Gugat Cerai Vero, Ini Pandangan PGI Soal Cerai di Kristen

Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) resmi menggugat cerai istrinya Veronica Tan. Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) pun menjelaskan soal cerai dalam Kristen. “Dalam kekristenan, tidak memperkenankan adanya perceraian,” kata Sekretaris Umum PGI pendeta Gomar Gultom kepada detikcom, Senin (8/12/2017). Gomar menjelaskan, karena ajaran Kristen tidak memperkenankan adanya perceraian, karena itu tidak ada tata cara cerai menurut hukum Kristen. “Hukum yang terutama dalam kekristenan adalah kasih. Dengan mengedepankan kasih, segala pertikaian dan ketidakharmonisan dalam hubungan suami isteri dapat diselesaikan. Dengan kasih, hati yang terasing dan terpecah dapat digenggam sehingga utuh kembali,” ujarnya. Secara umum, lanjut Gomar, perceraian dalam Kristen hanya dimungkinkan oleh cerai mati dan zinah. Namun menurutnya, sejumlah gereja makin longgar dan makin realistis menghadapi kenyataan sekarang ini. Namun demikian, tetap saja tidak ada pedoman yang dapat digunakan untuk perceraian. Dalam Alkitab di Matius 19 ayat 6 tegas menyatakan soal hukum pernikahan bagi orang Kristen. Isinya: “Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.” “Gereja-gereja lutheran seperti HKBP, GKPI dan lain-lain hingga kini mempertahankan tidak boleh cerai kecuali oleh perzinahan. Perceraian ini dimungkinkan karena yang berzinah tersebut telah kena hukum siasat gereja dan olehnya boleh diceraikan,” jelas Gomar.

Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) resmi menggugat cerai istrinya Veronica Tan. Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) pun menjelaskan soal cerai dalam Kristen. “Dalam kekristenan, tidak memperkenankan adanya perceraian,” kata Sekretaris Umum PGI pendeta Gomar Gultom kepada detikcom, Senin (8/12/2017). Gomar menjelaskan, karena ajaran Kristen tidak memperkenankan adanya perceraian, karena itu tidak ada tata cara cerai menurut hukum Kristen. “Hukum yang terutama dalam kekristenan adalah kasih. Dengan mengedepankan kasih, segala pertikaian dan ketidakharmonisan dalam hubungan suami isteri dapat diselesaikan. Dengan kasih, hati yang terasing dan terpecah dapat digenggam sehingga utuh kembali,” ujarnya. Secara umum, lanjut Gomar, perceraian dalam Kristen hanya dimungkinkan oleh cerai mati dan zinah. Namun menurutnya, sejumlah gereja makin longgar dan makin realistis menghadapi kenyataan sekarang ini. Namun demikian, tetap saja tidak ada pedoman yang dapat digunakan untuk perceraian. Dalam Alkitab di Matius 19 ayat 6 tegas menyatakan soal hukum pernikahan bagi orang Kristen. Isinya: “Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.” “Gereja-gereja lutheran seperti HKBP, GKPI dan lain-lain hingga kini mempertahankan tidak boleh cerai kecuali oleh perzinahan. Perceraian ini dimungkinkan karena yang berzinah tersebut telah kena hukum siasat gereja dan olehnya boleh diceraikan,” jelas Gomar.

Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) resmi menggugat cerai istrinya, Veronica Tan, lewat Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut). Surat gugatan cerainya sudah ditandatangani Ahok. “Sudah, kok,” kata panitera muda perdata di PN Jakarta Utara Tarmuzi saat dimintai konfirmasi detikcom , Senin (8/1/2018). “Pokoknya (Ahok, red) sudah gugat cerai,” tegasnya. Tarmuzi memastikan surat gugatan cerai tersebut sudah masuk ke PN Jakarta Utara pada Jumat (5/1) dan ditandatangani Ahok. “Kalau belum (ditandatangani Ahok, red) nggak saya terima. Mana ada gugatan nggak ada kuasanya. Salah pengadilan,” ujarnya.

Kabar Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menggugat cerai sang istri, Veronica Tan, dibenarkan oleh PN Jakarta Utara. Surat gugat cerai itu masuk pada Jumat (5/1/2018) lalu. “Jumat suratnya masuk jam 14.30 WIB. Itu dia masukin gugatannya jelang tutup kantor. Jadi belum ada yang tahu. Sekarang humas sudah tahu,” kata panitera muda perdata PN Jakut, Tarmuzi, di kantornya, Senin (8/1). Tarmuzi menyebut surat itu diserahkan oleh kantor pengacara dari Fifi Lety Indra, adik Ahok. Surat itu sudah ditandatangani oleh Ahok. “Ahok tanda tangan di atas meterai 6000, ada juga tanda tangan Lety (adik Ahok),” ucapnya. Meski demikian, Tarmuzi enggan menunjukkan surat gugat cerai tersebut. “Jangan. Pokoknya sudah gugat cerai,” ujarnya. Sebelumnya, kabar Ahok menggugat cerai Vero muncul setelah surat cerai itu jadi viral di media sosial. Pengacara Ahok, Sirra Prayuna, mengaku akan mengecek surat itu saat dimintai konfirmasi pada Minggu (7/1) malam.

Surat gugatan cerai oleh Basuki T Purnama alias Ahok ke Veronica istrinya dipastikan benar. Surat itu masuk di ‘last minute’. “Masuk di hari Jumat, masuk jam 14.30 WIB. Itu dia masukin gugatannya jelang tutup kantor,” kata panitera muda perdata PN Jakut, Tarmuzi kepada wartawan di kantornya, Senin (8/1/2018). Pernyataan Tarmizi ini mengkonfirmasi isu mengenai surat gugatan cerai yang dilayangkan Ahok yang viral sejak semalam. Tarmizi menyebut surat itu diserahkan oleh kantor pengacara dari Fifi Lety Indra, adik Ahok. Surat itu sudah ditandatangani oleh Ahok. “Ahok tanda tangan di atas materai 6000, ada juga tanda tangan Lety (adik Ahok),” ucapnya. Meski demikian, Tarmizi enggan menunjukkan surat gugat cerai tersebut. “Jangan. Pokoknya sudah gugat cerai,” ujarnya. Sebelumnya, kabar Ahok menggugat cerai Vero muncul setelah surat cerai itu viral di media sosial. Pengacara Ahok, Sirra Prayuna mengaku akan mengecek surat itu saat dikonfirmasi pada Minggu (7/1) malam.

Tanya seorang teman waktu kami ngopi bersama. Sore itu kami ngobrol tentang Pilkada, tema yang sedang hangat2nya. “Itu strategi untuk meredam Sumatera Utara..” Kataku sambil mengaduk kopi panasku. “Ahhh, harusnya Maruarar Sirait yang jadi Cagub PDIP. Kok pak Djarot ?? Lihat kan, akhirnya dia diserang isu putra daerah..” Temanku bicara dengan wajah memerah. Bukan karena dia terlalu ngotot, tapi kopinya terlalu panas sehingga waktu lewat lidahnya dia kelojotan. “Gini.. “ Kataku sambil mengambil tahu isi. Enak tahu isinya, dalamnya sayuran bukan bihun seperti biasanya. “Isu sara masih menjadi momok di negeri ini. Belajar dari pilgub dki, isu sara akan digiring ke pusat. Dan dampaknya nanti di pilpres 2019, perbedaan pandangan di masyarakat akan semakin tajam. Bisa bentrok jika tidak mulai diredam..” Kuambil cabe rawit hijau kecil dan kugigit. Uhh enaknya.. “Jabar yang menjadi target utama dari serangan isu sara berhasil di redam. Dengan merangkulnya Golkar ke Demokrat, maka sulit akan membakar pilkada Jabar dengan sara. Yang pendukung Dedi Mizwar mau tidak mau harus menerima Dedi Mulyadi. Yang membenci mantan Kapolda Jabar Anton Charliyan, harus menerima dia karena calon wakil Ridwan Kamil. Dan koalisi Gerindra-PKS pun berjalan sendirian. Suara dipecah karena sengaja, supaya tidak dihadap-hadapkan kelompok agamis dan nasionalis..” Kukunyah tahu isi yang enak itu. Nyam nyam.. hmm masih sisa satu harus buatku.. Kulanjutkan.. “Nah, target selanjutnya adalah Sumatera Utara… Disana juga akan dibangun isu yang sama. Kalau Maruarar dijadikan Cagub, agama dia akan jadi titik serang, persis seperti Ahok. Serangan itu akan ditunggangi untuk membangun kerusuhan disana. Ingat kerusuhan di Tanjung Balai yang diisukan ada orang yang melarang azan kemudian kelenteng dibakar ? Situasi itu akan dibangun persis sama untuk menimbulkan keributan disana.. Dengan Djarot sebagai Cagub, maka potensi sara bisa diredam. Paling isunya putra daerah, gak ngaruh kalau isu gituan disana..” Temanku manggut2 kayak orang mau kentut. Aku lihat bukan karena dia mengerti tapi karena matanya fokus menatap tahu isi yang tinggal satu lagi. “Oh gitu…” Dan sruttt tangannya langsung beraksi memainkan sulap sehingga tahu isi di piring sekejap hilang. “Ahhhh.. sial, telattt..” Aku menggerutu kesal. Sudah kebayang2 tahu isi itu menari di lidahku dengan sejumput cabe rawit yang uh ah uh.. “Terus kalo Jabar, Jatim dan Sumut sudah bisa diredam, kemana lagi ?” Temanku menggoda dengan mengunyah tahu isi kesukaannku. “Jateng.. “ Kataku kesal dan memanggil ibu warkop yang sudah menunggu pembayaran dari tadi karena kami berdua terkenal dengan nama Markoji, Mangan loro ngaku siji. “Bu, bisa ngutang lagi gak ?” Kataku tersipu. “MATAMU PICEK !!” Si ibu siap2 mengambil sapu sebelum kami mengambil langkah seribu. www.dennysiregar.com

Related Posts

Comments are closed.