Ada Tabrakan Taksi dengan Pikap di Setiabudi Jaksel

Ada Tabrakan Taksi dengan Pikap di Setiabudi Jaksel

Kecelakaan melibatkan dua mobil terjadi di Jalan Jenderal Sudirman, Setiabudi, Jakarta Selatan. Peristiwa ini melibatkan satu mobil taksi dan satu pikap. “Kecelakaan Taxi B 1438 SUA dan Pick Up A 8681 FC di depan Indocement Jl. Jend. Sudirman,” dikutip detikcom dari cuitan @TMCPoldaMetro, Jumat (2/3/2018). Menurut informasi dalam cuitan tersebut, petugas kepolisian saat ini berada di tempat kejadian perkara (TKP) untuk menangani kejadian ini. “Masih penanganan Polri,” masih dikutip dari @TMCPoldaMetro. Berdasarkan foto yang diunggah bersamaan dengan cuitan itu, nampak taksi biru mengalami ringsek parah di bagian kanan, depan kursi pengemudi. Sementara itu kondisi pikap terlihat tak rusak parah.

Kecelakaan melibatkan dua mobil terjadi di Jalan Jenderal Sudirman, Setiabudi, Jakarta Selatan. Peristiwa ini melibatkan satu mobil taksi dan satu pikap. “Kecelakaan Taxi B 1438 SUA dan Pick Up A 8681 FC di depan Indocement Jl. Jend. Sudirman,” dikutip detikcom dari cuitan @TMCPoldaMetro, Jumat (2/3/2018). Menurut informasi dalam cuitan tersebut, petugas kepolisian saat ini berada di tempat kejadian perkara (TKP) untuk menangani kejadian ini. “Masih penanganan Polri,” masih dikutip dari @TMCPoldaMetro. Berdasarkan foto yang diunggah bersamaan dengan cuitan itu, nampak taksi biru mengalami ringsek parah di bagian kanan, depan kursi pengemudi. Sementara itu kondisi pikap terlihat tak rusak parah.

Kecelakaan melibatkan dua mobil terjadi di Jalan Jenderal Sudirman, Setiabudi, Jakarta Selatan. Peristiwa ini melibatkan satu mobil taksi dan satu pikap. “Kecelakaan Taxi B 1438 SUA dan Pick Up A 8681 FC di depan Indocement Jl. Jend. Sudirman,” dikutip detikcom dari cuitan @TMCPoldaMetro, Jumat (2/3/2018). Menurut informasi dalam cuitan tersebut, petugas kepolisian saat ini berada di tempat kejadian perkara (TKP) untuk menangani kejadian ini. “Masih penanganan Polri,” masih dikutip dari @TMCPoldaMetro. Berdasarkan foto yang diunggah bersamaan dengan cuitan itu, nampak taksi biru mengalami ringsek parah di bagian kanan, depan kursi pengemudi. Sementara itu kondisi pikap terlihat tak rusak parah.

Seperti itulah yang melintas dalam benak saya ketika akhir-akhir ini kembali ramai diperbicangkan tentang tindakan premanisme beberapa oknum yang disinyalir supir angkutan kota konvensional terhadap supir roda empat yang diduga seorang pengemudi angkutan berbasis aplikasi. Tanpa ada bukti, oknum-oknum tersebut sudah berani melakukan pengeroyokan. Pun kalau memang benar pengemudi tersebut merupakan pengemudi angkutan online berbasis aplikasi, tindakan barbar seperti itu juga tidak dibenarkan. Kita hidup di negara hukum, kan?

seperti di kutip dari https://rideralit.wordpress.com

Dengan menjamurnya layanan ride sharing berbasis aplikasi, pengguna transportasi umum seperti dimanjakan. Pesan kapan saja, dari mana saja, dengan tujuan kemana saja bisa dilakukan. Mudah. Dengan tarif yang kompetitif, tidak harus menunggu di halte atau pinggir jalan, bisa dari ruang ber-AC tidak perlu berpanas-panasan dibawah terik matahari pinggir jalan yang berdebu, diperlakukan dengan ramah. Sudah tidak ada cerita lagi penumpang menunggu angkot ‘ngetem’ puluhan menit. Tidak ada cerita lagi penumpang diturunkan ditengah perjalanan dengan alasan ‘tidak ada sewa’ karena penumpangnya cuma satu dua orang saja. Tidak ada cerita lagi ‘ditembak’ tukang ojek dengan tarif yang irasional. Blaassss… semua kebobrokan masa lalu hanya tinggal kenangan dengan kemajuan teknologi.

seperti di kutip dari https://rideralit.wordpress.com

Majunya teknologi memang membuat beberapa profesi dan bidang keahlian menjadi obsolete . Seberapa tenar bintang sandiwara radio dibandingkan dengan artis sinetron atau bintang Hollywood saat ini? Zip! Beruntunglah loper koran atau tukang pos tidak menggerebek kantor berita online dan layanan e-commerce atau penyedia layanan surat elektronik karena teknologi yang mereka terapkan membuat jasa tukang pos dan loper koran menjadi kurang berarti. Alhamdulillah, mereka tidak mengalami post-power syndrome saat masa jaya mereka berakhir.

Menggunakan motor, kami diantar ke bukit selong. Kurang lebih tujuh sampai sepuluh menit. Jika diamati, kalau kita jalan di perkampungan Sembalun, maka banyak tanda jalan yang memperlihatkan jalir evakuasi. Ya, di Sembalun rupayanya sering banjir. Terutama jika hari-hari banyak hujan, seperti beberapa waktu di bulan Januari yang jejaknya kami lihat di jalan depan puri yang rusak parah seperti kali asat atau kering. Kata teman yang mengantarku pula, dari bukit-bukit di sekitar Sembalun, kalau sedang hujan besar bisa berubah menjadi air terjun-air terjun. Aku ga percaya seratus persen, karena itu pegunungan man! Tapi ini mereka yang bilang, jadj aku percaya-percaya aja.

seperti di kutip dari https://lisvifadlillah.wordpress.com

Tidak banyak rumah memang, sekitar 10 rumah kalau tidak salah hitung dan sudah termasuk dua lumbung padi di tiap ujung kampung. Menurut teman yang mengantarku juga, katanya rumah-rumah tersebut dijadikan aset sebagai cagar budaya. Adapun penduduknya sesuai perkembangan jaman banyak yang mulai keluar saat berumah tangga atau merantau. Akibatnya rumah-rumah tersebut hanya dijadikan warisan. Tapi sepengamatan Jijah, ada satu rumah yang masih dihuni satu keluarga. Sayangnya, aku tak sempat menengok rumah tersebut karena buru-buru pindah lokasi.

seperti di kutip dari https://lisvifadlillah.wordpress.com

Karena perjalanan cukup singkat, tidak sampai satu setengah jam, akhirnya kita minta diantarkan ke Pusuk Sembalun. Di sana ada sajian view desa Sembalun lebih tinggi lagi. Sebenarnya Pusuk Sembalun akan dilewati setiap kali orang akan masuk desa, akan tetapi karena kami datang tengah malam, tempat tersebut tidak kami kenali. Bahkan, banyaknya monyet pun tidak ada yang kelihatan saat malam hari. Iya, monyet, di Sembalun ternyata habitat salah setu jenis monyet dengan bulu lebat. Mungkin memang karena udara dingin, jadi kelebatan bulunya menjadi keunggulannya.

seperti di kutip dari https://lisvifadlillah.wordpress.com

Pas kami dalam perjalanan naik ke atas, karena menunjukan tampang ndeo ala-ala anak kota yang takjub lihat monyet sedekat itu di jalan raya, mas-mas pengantar kita pun memberhentikan laju motornya. Kami foto-foto dulu. Eh tiba-tiba seekor monyet menyambar kantong plastik hitam di motor yang ditumpangi Gita bersama mas Imran. Sebelum ke Pusuk kami memang membeli sarapan pecel dan gorengan, karena kami tidak melemparkan makanan, akhirnya monyet-monyet tersebut merebut apa saja yang ada di kantong plastik. Alhasil, satu pecel kami relakan untuk dibawa seekor nyemot itu. Karena banyak monyet lainnya yang ingin juga, akhirnya terjadi drama kejar-kejaran antara kami dan monyet yang mengincar makanan kami. Sorry ya nyet, kapan-kapan kalau ada kesempatan ke Sembalun aku janji bawa makanan.

seperti di kutip dari https://lisvifadlillah.wordpress.com

Bukan hanya kami, tapi pengunjung lain pun melempar kalimat yang sama, meminta pelepasan anak monyet. Tapi  bapak tersebut tampak cuek dan senyum-senyum dengan perhatian dari kami. Anak monyet itu disimpan dalam sebuah kardus kecil bekas kopi sachet. Dengan diikat tali rapia, mereka (bapak parkir dan temannya) sama sekali tidak terganggu dengan cecaran kami. Bahkan aku sendiri sempat melayangkan kalimat-kalimat sindiran, “bapak mau dipenjara, dikurung kaya monyetnya gitu?” Dan dia hanya menanggapiku dengan senyum-senyum saja, padahal tau aku sedang memideo wajahnya.

seperti di kutip dari https://lisvifadlillah.wordpress.com

Bukannya beres-beres, kami sempatkan tidur siang. Lumayan saru jam. Jam satu baru kami siap-siap pergi menuju Lombok Tengah, tepatnya ke desa Sade. Setelah berbenah, jam dua kita keluar puri dan perutku belum juga beres. Ada pohon jambu, kumakan dua tiga buah jambu kecil berhqrap menyembuhkan diareku. Kami yang memutuskan ke Sade dengan menumpang mobil pick up harus menunggu ada satu yang lewat dan mau kami tumpangi. Baru pukul 15 WITA ada yang berhasil kami tumpangi. Oh man, serasa jadi traveler beneran.

seperti di kutip dari https://lisvifadlillah.wordpress.com

Pada bagian puncak kampung yang berbukit, kami berhenti di depan ibu-ibu penenun. Jijah sempat coba, tapi aku cuma duduk saja dan sibuk bertanya harga. Jadilah saya bawa satu helai kain. Kalau di desa Sade, harga kain lebih mahal, karena mereka bagi keuntungan dengan tiga orang: dia sendiri, pajak, dan pemandu yang mengantarkan tamu. Tapi versi penenun sendiri pembagian tiga itu dengan saudara-saudara lain, karena banyak kain titipan dari saudara yang tidak tinggal sekampung Sade. Sebelum mengakhiri tur, adzan maghrib berkumandang. Masji di Sade tampak begitu indah dan menenangkan. Sayang tak sempat mampir sembayang apalagi foto satu pun, tapi akan selalu terkenang.

Toyota – Vios – Banten – 2014 – 170.000 Jarak Tempuh – Bensin – Manual vios pemakaian pribadi bukan ex-taxi manual transmisi tahun 2004 mobil jarang dipakai, hanya keluar kandang hari minggu sabtu kaki-kaki empuk blm lama diganti, bensin irit banget untuk sehari2 bs 1 13 dalkot over kredit, sisa 8 x angsuran 2.368 bln lising acc atau mau terima beres jg bisa kalau tdk mau nerusin. kondisi sehat tanpa ada pr. minus hanya pajak tidur 3 thn jalan. over 53 jt 500 nego ga banyak hub ane yg serius, klik tampilkan untuk mengetahui nomor telepon contact person kendaraan ini dijual di carmudi dengan harga yang bersaing dan kondisi yang berkualitas. hubungi langsung penjual melalui detail kontak di sisi kanan laman ini, untuk mengetahui lebih detil kondisi kendaraan saat ini. anda bisa menanyakan sejauh apa jarak tempuh pada odometer kendaraan, seperti apa kondisi mesin, interior jika mobil , bodi, kaki-kaki, riwayat servis dan pemakaian serta kelengkapan surat-surat dan juga apa saja pilihan pembayaran yang ditawarkan. jangan lupa periksa seluruh foto kendaraan dengan baik untuk membuat anda semakin yakin sebelum bertemu dengan penjualnya. carmudi sangat menyarankan anda untuk memastikan kembali kondisi mobil dengan melihat secara langsung dan bertemu si penjual, sebelum anda melakukan transaksi. silakan cek tips beli kendaraan online di tautan berikut www.carmudi.co.id tips-beli-kendaraan-online 7 bulan lalu  » carmudi.co.id Tambahkan ke Favorit Bagikan Spam

Related Posts

Comments are closed.