Abu Bakar Ba’asyir Bersedia Jadi Tahanan Rumah

Abu Bakar Ba’asyir Bersedia Jadi Tahanan Rumah

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengusulkan Ustaz Abu Bakar Ba’asyir dipindahkan dari Lapas Gunung Sindur menjadi tahanan rumah. Pihak pengacara mengatakan, Ba’asyir bersedia menjadi tahanan rumah. “Tadi disampaiakan, saya sempat mendengar ada berita di mana Pak Menhan akan memindahkan Ustaz Abu Bakar Ba’asyir ditahan di sekitar wilayah Solo, dan saya konfirmasi ke Ustaz Abu dan beliau bilang ‘Saya nggak mau dipindahkan ke Solo (jika dijadikan tahanan kota), tapi kalau saya dipindahkan menjadi tahanan rumah, saya mau’,” kata Pengacara Ba’asyir, Guntur Fattahillah di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jl Pangeran Diponegoro, Salemba, Jakarta Pusat, Kamis (1/3/2018). Guntur mengatakan, Ba’asyir sudah beberapa kali mengajukan permohonan menjadi tahanan rumah. Usulan itu sudah diajukan sejak kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). “Melihat ada pertimbangan dari WHO juga orang yang usia sudah 80 tahun itu sepatutnya dirawat oleh keluarga,” kata Guntur. Sebelumnya, Ryamizard menjelaskan pilihan tahanan rumah untuk Ba’asyir menjadi hal tepat karena persoalan keamanan. Ia menyebut, Presiden Jokowi setuju usulan itu. “Tahanan rumah saja bagus. Beliau (Jokowi) setuju. Tahanan rumah kan ketemu anak-cucu. Bukan apa-apa. Keamanan dia biar kita tanggung juga. (Misalkan) Beliau kita bebaskan nanti kalau ada apa-apa pemerintah lagi,” kata Ryamizard kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (1/3).

Baca juga :

Sidang pembaca, Assalamu’alikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Apa khabar ? Kembali alfakir hadir, kali ini dakwah saya (lewat tulisan) berjudul tersebut diatas. Menyeramkan bukan? Ya! Menyeramkan sekali. Apalagi kalau antum membaca artikel ini dari awal sampai akhir tulisan, pasti antum menjadi gemetar, ketakutan dan spontan untuk berkeinginan (memohon) agar tidak sampai masuk ke dalam tempat yang namanya An-Nar itu. Dan itu, manusiawi sekali. Siapa yang mau masuk neraka? Tidak ada! Tidak seorang pun (siapapun dia) yang mau (berani) masuk neraka. Mimpi pun dia tidak mau (tidak berani) masuk neraka. Asal didada masih ada iman meskipun setipis daun bawang. biarpun di dunia dia begitu jagoan, pemberani, atau jahat dan sangat durhaka sekalipun. (Yakni tidak akan mau (tidak akan berani) dia masuk neraka). Jangan lewatkan tulisan ini, baca artikel religius ini sampai selesai. Insya Allah yang sudah kuat agamanya akan bertambah kuat. Yang masih jarang-jarang shalatnya akan menjadi rajin dan yang puasa (ramadhan) nya kadang-kadang menjadi rajin puasanya. Atau yang tidak pernah membayar zakat menjadi selalu ingat membayar zakat (setelah nisab dan haul) sampai, serta menjadi rajin berinfak dan bersodaqoh. Yang tidak berdzikir, menjadi selalu basah lidahnya dan bibirnya dengan dzikrullah.Yg belum Islam akan menjadi muallaf Insya Allah!.

seperti di kutip dari https://kesalahanquran.wordpress.com

Sidang pembaca, kita semua telah memaklumi bahwa di akhirat itu ada dua macam tempat yang jauh berbeda keadaan dan sifatnya. Yang sebuah berupa tempat yang penuh kesenangan dan menggembirakan hati, sedang yang sebuah lagi merupakan tempat yang penuh siksa dan menyedihkan. Tempat kesenangan itu dinamakan syurga (Al-Jannah) yakni yang merupakan tempat pembalasan bagi semua manusia yang baik-baik amal perbuatannya, sangat berbakti serta taatnya kepada Allah SWT. Adapun tempat penuh siksa, kesusahan dan kesengsaraan itu dinamakan neraka (Annar) yang berwujud api yang menyala-nyala dahsyat sekali dan inilah yang akan merupakan tempat pembalasan bagi semua manusia yang buruk amal perbuatan, durhaka dan tidak mau mentaati serta tidak berbakti kepada Allah SWT, enggan mengikuti perintah-perintahNya, malahan menerjang apa-apa yang dilarang oleh-Nya. Kedua macam pembalasan itu kiranya sudah patut dan sudah semestinya, karena yang segolongan berlelah-lelah dan membanting tulang untuk mencari keridhoan dan pengampunan Allah SWT yaitu golongan kaum mukminin, sedang yang segolongan lainnya tidak henti-hentinya menumpuk dan menambah-nambah dosa serta keburukan amal, yaitu golongan selain kaum mukminin. Jadi apabila segolongan dibalas dengan keselamatan, kebahagiaan dan kesenangan, sedang yang segolongan lainnya dibalas dengan kesengsaraan hidup di akhirat, kesusahan dan penderitaan maka kedua hal

seperti di kutip dari https://kesalahanquran.wordpress.com

Dengan meyakini akan pedihnya siksa api neraka itu, bagi seorang mukmin yang masih menyeleweng dari ajaran dan aturan Islam, Insya Allah akan menghentikan penyelewengannya, jikalau ia mendengarkan yang sedemikian itu. Adapun bagi orang mukmin yang baik amal perbuatannya, akan berusaha menetapkan hatinya sebagaimana yang sudah-sudah dan malahan akan berdaya upaya menambahkan amalannya itu. Dalam hal kepedihan dan keamat sangatnya kepedihan siksa neraka itu dapatlah dikutipkan nash-nash atau keterangan – keterangan agama yang terdapat di dalam kitab suci Al-Qur’an dan Hadist-hadist Rasulullah SAW seperti berikut ini :

seperti di kutip dari https://kesalahanquran.wordpress.com

Sidang pembaca, dalam ayat tersebut, Allah SWT menjelaskan bahwa bahan-bahan yang dinyalakan dalam neraka itu adalah manusia-manusia yang kafir lagi durhaka serta batu dan yang menjaganya adalah malaikat-malaikat yang keras-keras tindakannya, tetapi senantiasa mengikuti apa saja yang diperintahkan Allah SWT. Dan neraka itu tidak pernah merasa puas dan tidak pernah merasa kenyang dengan apa saja yang dilemparkan kedalamnya, bahkan senantiasa meminta untuk di tambah, sehingga tiada terdapat tempat kosong sedikitpun disana.

seperti di kutip dari https://kesalahanquran.wordpress.com

”Manakah sajian yang terbaik, yang merupakan kebahagiaan ataukah pohon zaqum? Sesungguhnya Kami membuat kayu zakum itu untuk menjadi fitnah (maksudnya siksa) bagi orang-orang yang menganiaya dirinya sendiri (karena enggan beriman) zaqum adalah pohon yang tumbuh didasar neraka jahim, buahnya bagaikan kepala-kepala syaithan besarnya. Sesungguhnya orang-orang ahli neraka itu akan terpaksa memakan kayu zaqum itu sehingga padat benar perutnya, kemudian oleh sebab makan zaqum tadi mereka lalu disiram dengan minuman nanah yang dicampur air panas.” (QS. Ash-Shaffat : 62-67)

seperti di kutip dari https://kesalahanquran.wordpress.com

“Itulah dua orang yang berlawanan sama-sama memperselisihkan tentang Tuhannya, maka orang-orang yang tidak beriman, untuk mereka itu dipotongkanlah (dibuatkanlah) pakaian dari api dan di siramkanlah ke atas kepala mereka itu air yang mendidih. Apa yang ada didalam perut dan kulit mereka itu menjadi hancur karenanya. Untuk hukuman merekapun disediakan cemeti besi. Setiap mereka hendak keluar dari dalamnya karena kesedihan, lalu mereka dikembalikan lagi kedalamnya dan dikatakan : Rasakan olehmu semua siksaan yang membakar.” (QS. Al-hajj : 19-22)

seperti di kutip dari https://kesalahanquran.wordpress.com

“Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan keterangan-keterangan Kami dan memandang rendah kepada-Nya, tidak akan di bukakan kepada mereka pintu-pintu langit dan tidak akan masuk mereka itu kedalam syurga, sehingga ada unta yang dapat masuk kedalam lubang jarum. Demikian Kami memberikan pembalasan-pembalasan kepada orang-orang yang bersalah. Mereka akan memperoleh tempat tidur dari api Jahannam, sedang dari atas mereka ada tutupnya dan begitulah Kami memberikan kepada orang-orang yang menganiaya. (QS. A’Araf : 40-41)

seperti di kutip dari https://kesalahanquran.wordpress.com

Sidang pembaca, yang sangat menakutkan dan membuat merinding bulu roma kita adalah keterangan yang terdapat di dalam kitab suci Al-Qur’an bahwa semua ahli neraka itu tidak akan mati, karena jikalau dapat mati maka berarti mereka (para ahli neraka) dapat melepaskan lelah (letihnya, pedihnya, sakitnya dan kesengsaraannya) atau dapat beristirahat dari penderitaan serta siksa yang pedih itu dan dengan demikian habis pulallah penetapan siksa kepada mereka. Tidak! Para ahli neraka tidak akan mati walaupun bagaimana kesengsaraan demi kesengsaraan yang setiap saat dan detik dirasakan. Selain itu para ahli neraka tadi keadaan hidupnya bukanlah hidup yang enak dan nyaman.

seperti di kutip dari https://kesalahanquran.wordpress.com

Pada ahli neraka setiap kali sudah hangus-hangus dan matang kulitnya, lalu oleh Allah SWT di ganti dengan kulit baru yang lain lagi,untuk lebih membuat sangat siksaan secara terus menerus. Sidang pembaca, mungkin antum akan berfikir mengapa hanya kulitnya saja yang dihanguskan, dimatangkan lalu kulit itu saja yang digantikan? Mengapa tidak sama sekali dihanguskan dan dimatangkan dagingnya, kemudian daging diganti pula yang baru? Untuk menjawab ini, kita lebih dulu harus mengerti bahwa lapisan kulitlah yang merasakan sangat sakit jikalau dibandingkan dengan lapisan daging atau lain-lainnya. Jadi andai kata terbakar dan hanya mengenai kulit, maka sakitnya adalah lipat berkali-kali daripada lapisan dagingnya, sekalipun tentang bahayanya adalah lebih sangat mengenai dagingnya daripada hanya kulitnya belaka. Jadi maksudnya ialah menunjukkan bahwa siksa neraka tadi amat pedih sekali dan secara terus berlangsung tanpa berhenti sedikitpun. Cobalah bayangkan kalau ahli neraka itu setiap matang kulitnya diganti lagi yang baru sebelum mengenai lapisan dagingnya, matang ganti baru lagi dan demikian seterusnya. Karena (para ahli neraka) itu sudah tidak kuat dan tidak tertahannya akan siksa-siksa yang mereka rasakan, maka sampai dapat ditamsilkan andaikata di suruh menebus siksa itu dengan apa saja yang dimiliki, sekalipun yang dimiliki itu adalah apa-apa yang dicintainya, kekasih atau istri atau suaminya, sudah barang tentu (pasti) mereka rela mengorbankan segala-galanya, demi untuk keselamatan dirinya sendiri. Tetapi pada hari itu sudah tidak ada lagi kemanfaatannya tebusan, sekalipun betapa pun juga besarnya dan tidak ada pula gunanya harapan-harapan yang tidak karuan ujung pangkalnya itu.

seperti di kutip dari https://kesalahanquran.wordpress.com

“Apimu sekalian ini yang engkau sekalian nyalakan di dunia ini adalah sebagian dari tujuh puluh bagian bila dibandingkan dengan panasnya api neraka jahannam. Para sahabat bertanya : Demi Allah, yang ini saja (yang didunia) kiranya sudah mencukupi untuk menghancurkan manusia, Ya Rasulullah. Beliau SAW lalu meneruskan sabdanya : Sesungguhnya panasnya itu masih lebih enam puluh sembilan bagian lagi (dari api dunia ini) yang masing-masing panasnya setiap bagian itu adalah sedemikian itu. Yaitu sebagaimana yang kita rasakan di dunia.” (HR. Bukhari dan Muslim)

seperti di kutip dari https://kesalahanquran.wordpress.com

“Seringan-ringan manusia prihal siksanya (dalam neraka) ialah orang yang mengenakan sepasang alas kaki dan dua buah ikatnya dari neraka dan oleh sebab alas kaki serta ikatnya itu maka mendidihlah otaknya sebagaimana mendidihnya kuali (yang airnya panas). Tidak dimaklumi orang yang yang lebih sangat dari itu tentang siksanya (yakni itu saja sudah dianggap sangat sekali), namun demikian sesungguhnya orang itulah yang seringan-ringan siksanya (diantara seluruh ahli neraka).” (HR. Bukhari dan Muslim)

seperti di kutip dari https://kesalahanquran.wordpress.com

Jawabnya: “Ya. Ketika Allah SWT menjadikan Jahannam, maka dinyalakan selama 1,000 tahun, sehingga merah, kemudian dilanjutkan 1,000 tahun sehingga putih, kemudian 1,000 tahun sehingga hitam, maka ia hitam gelap, tidak pernah padam nyala dan baranya. Demi Allah SWT yg mengutus engkau dengan hak, andaikan terbuka sebesar lubang jarum nescaya akan dapat membakar penduduk dunia semuanya kerana panasnya. Demi Allah SWT yg mengutus engkau dengan hak, andaikan satu baju ahli neraka itu digantung di antara langit dan bumi nescaya akan mati penduduk bumi kerana panas dan basinya. Demi Allah SWT yg mengutus engkau dengan hak, andaikan satu pergelangan dari rantai yg disebut dalam Al-Qur’an itu diletakkan di atas bukit, nescaya akan cair sampai ke bawah bumi yg ke 7. Demi Allah SWT yg mengutus engkau dengan hak, andaikan seorang di hujung barat tersiksa, nescaya akan terbakar orang-orang yang di hujung timur kerana sangat panasnya, Jahannam itu sangat dalam dan perhiasannya besi, dan minumannya air panas campur nanah, dan pakaiannya potongan-potongan api. Api neraka itu ada 7 pintu, tiap-tiap pintu ada bahagiannya yang tertentu dari orang laki-laki dan perempuan.”

seperti di kutip dari https://kesalahanquran.wordpress.com

Dari Hadith Qudsi: “Bagaimana kamu masih boleh melakukan maksiat sedangkan kamu tak dapat bertahan dengan panasnya terik matahari Ku. Tahukah kamu bahawa neraka jahanamKu itu, Neraka Jahanam itu mempunyai 7 tingkat. Setiap tingkat mempunyai 70,000 daerah, setiap daerah mempunyai 70,000 kampung, setiap kampung mempunyai 70,000 rumah, setiap rumah mempunyai 70,000 bilik, setiap bilik mempunyai 70,000 kotak, setiap kotak mempunyai 70,000 batang pokok zarqum, di bawah setiap pokok zarqum mempunyai 70,000 ekor ular, di dalam mulut setiap ular yang panjang 70 hasta mengandungi lautan racun yang hitam pekat. Juga di bawah setiap pokok zarqum mempunyai 70,000 rantai, setiap rantai diseret oleh 70,000 malaikat.”


Baca juga :

Diskursus gerakan Islam radikal, fundamentalisme Islam, dan terrorisme Islam dalam ruang public internasional menjadi sangat mengemuka pasca munculnya tragedy kemanusiaan 11 September 2001. Tepatnya, pasca terjadinya peristiwa ledakan WTC, gedung pentagon, dan gedugn capitol di Amerika Serikat. Ketiga entitas tersebut dipahami oleh bayak kalangan –terlebih kalangan Barat- sebagai aksi jaringan kelompok internasional Islam radikal fundamentalisme.[1] Menurut David Zaidan dalam artikelnya, The Islamic fundamentalist view of life as a perennial battle, tragedy tersebut diyakini pelaku utamanya adalah Oesama bin Laden dan jaringan teroris yang dibetuknya (Alqaeda).[2]

seperti di kutip dari https://indonesiapoliticalreviews.wordpress.com

Gerakan Islam dimaksudkan segala aktifitas rakyat yang bersifat bersama (jama’ah) dan terorganisasi, yang berupa mengembalikan Islam agar kembali memimpin masyarakat dan mengarahkan kehidupan mereka dalam segala aspeknya.[3] Berdirinya negara Islam barangkali merupakan tujuan paling penting bagi para tokoh pergerakan kebangkitan Islam, namun, ini tidaklah berarti bahwa semua tokoh kebangkitan berpandangan sama mengenai apa itu negara Islam dan bagaimana menjalankannya.[4] Namun, Kelompok Islam radikal, dalam konteks Indonesia, meyakini adanya relasi integral antara Islam dengan negara, dengan argumen bahwa Islam adalah agama yang mengatur seluruh aspek kehidupan manusia, termasuk politik.[5]

seperti di kutip dari https://indonesiapoliticalreviews.wordpress.com

Dalam konteks Indonesia, ditengah berjalannya proses penyidikan yang dipimpin Indonesia, serangan yang terjadi di Bali pada tanggal 12 Oktober 2002 kian menampakkan diri sebagi hasil karya Jama’ah Islamiyah(JI). Mekipun demikian, banyak kalangan[6] yang meragukan keberadaan JI di Indonesia termasuk Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah atau Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia KH A. Aziz Masyhuri. Ia belum pernah mendengar tentang JI di Indonesia, dan sepengetahuannya hanya ada di Pakistan yang kemunculannya karena tekanan umat lain (Yahudi), sedangkan di Indonesia tekanan semacam itu tidak dijumpai[7] Namun apa itu Jama’ah Islamiyah,bagaimana cara organisasi ini beroperasi serta apa sasaran atau targetnya? Inilah fokus permasalahan yang akan dikaji.

seperti di kutip dari https://indonesiapoliticalreviews.wordpress.com

Salah satu konsep untuk memahami fenomena fundamentalisme Jama’ah Islamiyah adalah dengan memposisikannya sebagai bagian dari gerakan sosial ( social movement ). Fokus konsep ini bertitik tolak dari dari paradigma gerakan sosial lama ( old social movement paradigm ) yang tidak menyertakan agama sebagai satu-satunya faktor pendorong konflik, melainkan juga kelas ( class ) sebagai faktor utama munculnya gerakan sosial. Cara pemahaman seperti inilah yang kemudian disebut dengan class interpretation. [9]

seperti di kutip dari https://indonesiapoliticalreviews.wordpress.com

Untuk melihat gerakan fundamentalisme JI, juga dapat dilihat dari teori perlawanan (oppositionalism) atau teori perjuangan (fight) yang melihat fundamentalisme dari lima cirri perlawanan. Pertama, fight back; perlawanan dilakukan terhadap kelompok yang mengancam keberadaan atau identitas yang menjadi taruhan hidupnya. Kedua, figh for; berjuang untuk menegakkan cita-cita yang mencakup persoalan hidup secara umum, seperti keluarga dan istitusi lainnya. Ketiga, fight with;berjuang dengan kerangka nilai atau identitas tertentu yang diambil dari warisan masa lalu maupun konstruksi baru. Keempat, faight against; berjuang melawan musuh-musuh tertentu yang muncul dalam bentuk komunitas atau tata sosial keagamaan yang dipandang menyimpang. Kelima, fight under; berjuang atas nama tuhan atau ide-ide yang lain.[10]

seperti di kutip dari https://indonesiapoliticalreviews.wordpress.com

Ada problem terminologi yang perlu ditegaskan terlebih dahulu, yaitu antara Jama’ati Islam dan Jama’ah Islamiyah.[11] Adapun Jama’ati Islami[12] didirikan oleh Abul A’la Al-Maududi pada tahun 1940 sekaligus ia dipilih sebagai ketuanya hingga tahun 1972. Pada tahun 1947 , waktu dua negara anak benua India itu didirikan-Pakistan dan India-Jama’at juga terbagi dua Jama’at-I Islam India dan Jama’at-I Islam Pakistan, ia memusatkan perhatiannya untuk mendirikan suatu negara Islam dan masyarakat Islam yang sebenarnya dinegeri itu.[13]

seperti di kutip dari https://indonesiapoliticalreviews.wordpress.com

Sedangkan Jama’ah Islamiyah (JI) adalah organisasi yang dibentuk oleh Abdullah Sungkar di Malaysia pada 1994 atau 1995, tidak untuk dirancukan dengan istilah umum Jama’ah Islamiyah yang artinya hanya “komunitas Islami”. Organisasi tersebut secara resmi dimasukkan dalam daftar organisasi teroris di PBB pada 23 Oktober 2002.[15] Menurut Mustofa Alsayyid, disinilah nampak sisi pandang yang berbeda tentang definisi terorisme yang dipahami oleh barat (AS) dan orang Islam.[16] Orang arab (Islam), sudah mempelajari bahwa terorisme itu tidak bisa dikalahkan denganbersandar pada kekuatan militer.[17] Konversi, pemaksaan dari bangsa lain adalah asing bagi Islam. Bahkan perkembangan dukungan masa depan terhadap perlawanan terorisme itu sendiri akan menjadi sulit.[18]

seperti di kutip dari https://indonesiapoliticalreviews.wordpress.com

Serangan tanggal 12 Oktober 2002 di Bali yang menewaskan hampir 200 orang merupakan rangkaian peristiwa peledakan bom di Indonesia dan Filipina yang paling dahsyat yang diduga dilakukan Jama’ah Islamiyah(JI). JI, sebuah organisasi yang didirikan di Malaysia oleh warga Indonesia yang terkait al-Qaeda. JI memiliki jaringan pendukung diseluruh Indonesia, Malaysia, Singapura dan Filipina Selatan. JI juga diduga telah mengadakan kontak dengan organisasi Muslim di Thailand dan Burma. Pun negara kaya minyak Brunei boleh jadi sudah diliriknya sebagai sumber dukungan atau tempat pelarian. Laporan ini merupakan lanjutan dari laporan ICG bulan Agustus 2002, yang mengkaji asal-usul sejarah dan intelektual dari orang-orang yang terkait JI.[20]

seperti di kutip dari https://indonesiapoliticalreviews.wordpress.com

Melihat luasnya jaringan JI seperti itu, maka pertemuan antara kecenderungan terorisme internasional dan domestik, menurut Bruce Hoffman merupakan alasan yang mendorong pertumbuhan teroris sangat variatif dan komplek. Disamping faktor secara umum adalah; termotifasi oleh bentuk perintah agama, meningkatnya kemampuan dan wewenang teroris itu sendiri ikut mendorong pada bentuk professional. Terorisme karena motivasi agama lebih besar volumenya daripada motivasi etnis, nasionalisme, sparatisme ataupun idiologi. Implikasi motivasi seperti ini sebagaimana ditunjukkan oleh gerakan kaum syi’ah.[21]

seperti di kutip dari https://indonesiapoliticalreviews.wordpress.com

Menurut pemerintah Singapura, JI: Merupakan organisasi teroris regional yang bekerja secara rahasia, dibentuk oleh mendiang ulama warga Indonesia Abdullah Sungkar. Setelah kematiannya, kedudukan amir JI dipegang oleh seorang warga Indonesia, yaitu Abu Bakar Ba’asyir. JI bertujuan mendirikan negara Islam diseantero Asia Tenggara, dengan menggunakan cara-cara teroris dan revolusi. Organisasi JI terdiri dari empat distrik atau wilayah (mantiqi) yang masing-masing terdiri dari beberapa ranting (wakalah). JI Singapura merupakan jaringan tingkat wakalah dibawah mantiqi JI Malaysia yang pernah diketuai Hambali (alias Riduan Isamuddin) hingga paruh kedua tahun 2001. Kepemimpinan mantiqi Malaysia kemudian dialihkan setelah Hambali dicari oleh pihak berwajib Malaysia sehubungan dengan tindak kekerasan yang dilakukan Kumpulan Militant Malaysia (KMM). Selanjutnya kepemimpinan mantiqi Malaysia diambil alih oleh seorang ustaz bernama Mukhlas.[24]

seperti di kutip dari https://indonesiapoliticalreviews.wordpress.com

Sejak tahun 1970an, Abdullah Sungkar sudah mengisyaratkan perlunya organisasi baru yang dapat bekerja lebih efektif guna mencapai sebuah negara Islam, dan organisasi tersebut ia namakan Jamaah Islamiyah. Unsur-unsur kuncinya adalah perekrutan, pendidikan, ketaatan, dan jihad. Namun terjadi perselisihan dan debat didalam gerakan Darul Islam (DI) mengenai siapa yang layak memimpin organisasi tersebut dan tempatnya didalam gerakan secara lebih umum. JI yang dibentuk di Malaysia mengikuti perselisihan didalam kepemimpinan Darul Islam ketika Sungkar berpisah dengan seorang pemimpin DI yang berkedudukan di Indonesia bernama Ajengan Masduki. Tampaknya, organisasi JI yang baru, memiliki struktur jauh lebih rapat ketimbang yang lain dimana ia pernah terlibat di masa lalu. [25]

seperti di kutip dari https://indonesiapoliticalreviews.wordpress.com

Organisasi JI tersebut merupakan jelmaan sebuah hibrida ideologi. Ada pengaruh kuat dari kelompok Islam radikal di Mesir, dalam arti struktur organisasi, kerahasiaan, dan misi jihadnya. Gerakan Darul Islam pada yang didirikan tahun 1950an masih tetap menjadi ilham yang kuat, akan tetapi ada warna anti-Kristen yang menonjol pada ajaran-ajaran JI yang bukan ciri Darul Islam. Menurut orang-orang yang dekat dengan Abdullah Sungkar, hal itu akibat hubungan masa lalunya dengan Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), yang oleh seorang ilmuwan disebut “memiliki obsesi hampir paranoid, yang melihat upaya-upaya misionaris Kristen sebagai ancaman terhadap Islam, serta orientasi yang kian kuat kepada Timur Tengah, terutama Arab Saudi”.[26]

seperti di kutip dari https://indonesiapoliticalreviews.wordpress.com

Seorang murid Sungkar menuturkan bahwa ia kerap membandingkan perjuangan kaum Muslimin di Indonesia dengan perjuangan Rasul di Mekkah. Seperti Rasul, yang harus menganut strategi perjuangan diam-diam, maka setiap upaya untuk berjuang secara terbuka menegakan sebuah negara Islam bakal ditumpas oleh musuh-musuh Islam.[27] Ajaran Sungkar disebarkan tidak saja melalui JI tetapi juga pada pesantren yang turut didirikannya di Malaysia bernama Pondok Pesantren Luqmanul Hakiem di Johor. Amrozi, pelaku pada kasus bom Bali, pernah menjadi siswa pada sekolah ini.[28]

seperti di kutip dari https://indonesiapoliticalreviews.wordpress.com

Dalam berita acara pemeriksaannya, Abu Bakar Ba’asyir berkata bahwa pihak berwajib di Malaysia menuduh persantren tersebut memiliki orientasi Wahabi.[29] Ketika Abdullah Sungkar wafat pada November 1999, tak lama setelah ia kembali ke Indonesia, Ba’asyir menggantikannya sebagai ketua JI. Akan tetapi banyak anak buah Sungkar yang direkrut di Indonesia, terutama kaum pemuda yang lebih militan, sangat tidak puas dengan peralihan kepemimpinan ke tangan Ba’asyir. Kelompok yang lebih muda tersebut diantaranya termasuk Riduan Isamuddin alias Hambali; Abdul Aziz alias Imam Samudra, yang ditangkap di Jawa Barat pada 21 November 2002; Ali Gufron alias Muchlas (kakak Amrozi, seorang pelaku kunci dalam kasus bom Bali, yang tertangkap pada 3 December); dan Abdullah Anshori, alias Abu Fatih. Mereka menganggap Ba’asyir terlalu lemah, terlalu bersikap akomodatif, serta terlalu mudah dipengaruhi orang lain.[30] Menurut Magnus Rastorp, disininah terlihat betapa pentingnya peran dari pemimpin rohani dalam organisasi teroris Islam, sebagaimana ditunjukkan oleh peran Syekh Umar Abdurrahman Mesir dalam fatwanya untuk membantai Anwar Sadat dan memusuhi orang barat yang berada di Mesir.[31]

seperti di kutip dari https://indonesiapoliticalreviews.wordpress.com

Perpecahan tersebut kian memburuk ketika Ba’asyir bersama Irfan Awwas Suryahardy dan Mursalin Dahlan, keduanya aktivis Muslim dan mantan tahanan politik, mendirikan Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) pada Agustus 2000.[32] Menurut kaum radikal, konsep MMI telah menyimpang dari ajaran-ajaran Abdullah Sungkar. Misalnya, mereka menganggap hal itu merupakan pengkhianatan terhadap ijtihad politik atau analisa politik Sungkar agar JI tetap bekerja di bawah tanah hingga muncul saat yang tepat untuk menegakkan negara Islam. Tapi, Abu Bakar Ba’asyir berdalih bahwa keterbukaan yang terjadi pasca Soeharto membuka peluang-peluang baru; jika peluang tersebut tidak diraih, maka hal itu bukan saja langkah yang salah, bahkan sebuah dosa. Kaum radikal membantah bahwa sistim politik mungkin saja lebih terbuka saat ini, namun masih dikuasai kaumkafir. Mereka gundah karena MMI menyambut baik wakil-wakil dari partai politik Muslim yang berupaya mendirikan syariah Islam, karena menurut ajaran Sungkar, setiap akomodasi yang diberikan terhadap sistim politik yang non Islam dapat mencemari umat yang taat, dan hal itu dilarang. Bagi para pengikut Sungkar, adalah hal yang haram ketika Fuad Amsyari, sekretaris MMI mengusulkan perjuangan menegakan syariat Islam sebaiknya melalui jalur parlemen seperti DPR serta pemilihan calon dari partai Islam ketimbang menjadi golput pada pemilihan umum. Kemarahan kaum radikal bertambah ketika Ba’asyir menggugat pemerintah Singapura pada awal tahun ini, karena hal itu berarti seolah-olah mengakui legitimasi dari sebuah sistim hukum yang non Islam.[33]

seperti di kutip dari https://indonesiapoliticalreviews.wordpress.com

Falsafah yang dianut kaum radikal tersebut dapat di peroleh dari situs internet yang disampaikan Imam Samudra kepada para wartawan. Situs ini mencerminkan gagasan-gagasan dibalik perjuangan JI.[34] Pasca pengakuan Omar Al-Faruq yang kemudian dimuat Timeedisi September 2002, terjadi pertemuan antara MMI dengan JI. MMI menyampaikan pandangan Abu Bakar Ba’asir yang melihat aksi perjuangan bersenjata seperti peledakan bom sebaiknya ditunda. Pasalnya, itu akan memberikan dampak negatif bagi gerakan Islam.[35]

seperti di kutip dari https://indonesiapoliticalreviews.wordpress.com

Kaitan-kaitan serta afiliasi JI di seluruh Sumatera boleh jadi lebih rumit daripada di daerah lain di Indonesia. Di Aceh terjadi persilangan kepentingan dengan oknum-oknum dan organisasi yang sudah lama dihubungkan dengan intelijen Indonesia. Cukup memandang peta untuk melihat bagaimana Sumatera menjadi persimpangan jalan bagi orang-orang yang berlalu lalang dari dan menuju semenanjung Malaysia.[36] Posisi strategis Aceh seperti itu menurut Samantha dijadikan barometer bagi Indonesia masa sekarang maupun dekade berikutnya. Reformasi Indonesia dapat meminta kembali posisinya sebagai pemimpin bagian Asia tenggara.[37] Karenanya, Indonesia harus bisa menyediakan suatu contoh bahwa demokrasi dan Islam tidak berselisih.[38]

seperti di kutip dari https://indonesiapoliticalreviews.wordpress.com

Pulau Batam dilepas pantai Singapura merupakan tempat berlindung yang aman bagi kegiatan penyelundup. Disana juga banyak orang Aceh menjual ganja dengan imbalan berbagai barang, termasuk senjata. Lampung, teleh jadi basis gerakan Darul Islam yang kuat sejak 1970an. Gerakan ini sempat dipimpin Abdul Qadir Baraja, seorang guru Pondok Ngruki dan rekan dekat Abu BakarBa’asyir, yang ikut hadir pada kongres pendirian Majelis Mujahidin Indonesia. Way Jepara di Lampung juga merupakan lokasi dari apa yang disebut sekolah satelit Pondok Ngruki, yang pada tahun 1989 menjadi titik pusat sebuah benturan berdarah antara warga pesantren dengan TNI.[39]

seperti di kutip dari https://indonesiapoliticalreviews.wordpress.com

Secara historis, kaitan JI dengan Aceh ini dapat dilihat dari anggapa JI terhadap aksi pemberontakan Darul Islam yang terjadi di daerah itu (1953-1962) dan melalui pemimpinnya Teungku Daud Beureueh dan rekan-rekannya. [41] Tak seperti pemimpin gerakan Darul Islam di Jawa Barat dan Sulawesi Selatan, Beureueh diizinkan menjalani kembali kehidupan sipil setelah penyerahannya dan hingga wafatnya pada tahun 1987 masih tetap merupakan tokoh yang dihormati di Aceh. Semua orang Aceh sama memandang Beureueh sebagai pahlawan. Akan tetapi jika GAM melihatnya sebagai perintis gerakan kemerdekaan Aceh, maka pemimpin JI menganggapnya sebagai pembela negara Islam. Anggota gerakan Darul Islam menganggap pemimpin gerakan di Jawa Barat, Sekarmadji Kartosuwirjo, sebagai imam pertama dari Negara Islam Indonesia (NII).

seperti di kutip dari https://indonesiapoliticalreviews.wordpress.com

Menjelang kematiannya pada 1962, Kartosuwirjo dilaporkan menunjuk Daud Beureueh sebagai imam kedua NII. Belakangan, Daud Beureueh disebut-sebut menunjuk Abu Hasbi Geudong, seorang Aceh yang bertempur disampingnya sebagai penggantinya. Putera Abi Hasbi Geudong, Teungku Fauzi Hasbi, seorang pembelot dari GAM yang dianggap pengkhianat oleh pimpinan GAM saat ini, membagi waktunya antara Medan, Jakarta, dan Kuala Lumpur dan secara reguler bertemu dengan pimpinan Jama’ah Islamiyah di Malaysia. Menurut penuturannya, ia menganggap Hambali bagaikan puteranya sendiri. Yang lebih aneh lagi bagi seseorang yang memiliki kaitan dengan pimpinan JI, ia pun pernah dekat dengan Kopassus sejak ia pertama kali menyerahkan diri di tahun 1977 kepada perwira Kopassus saat itu, Letnan Satu Syafrie Sjamsuddin – kini Mayor Jenderal Syafrie Syamsuddin, Kapuspen Mabes TNI.[42]

seperti di kutip dari https://indonesiapoliticalreviews.wordpress.com

Menurut salah seorang yang dekat dengan orang-orang yang mengambil bagian dalam kamp pelatihan di Pandeglang, yang dikelola pelaku bom Bali Imam Samudra di Banten pada 2001, perekrutan untuk mujahid Poso dan Ambon berlangsung sebagai berikut; Seorang anggota kelompok Samudra memulai pembicaraan dengan siswa-siswa dari madrasah aliyah negeri. Madrasah tersebut lokasinya bisa didalam pesantren atau bisa juga terpisah. Siswa-siswa diundang hadir pada pertemuan dimana si pembahas memperlihatkan CD video tentang perang di Ambon dan Poso yang dibuat KOMPAK, organisasi yang berafiliasi dengan para mujahidin. Biasanya video tersebut berhasil memancing kemarahan besar pada orang yang melihatnya karena kebrutalan dan tindakan tidak berperikemanusiaan yang diperlihatkan pihak Kristen.[43]

seperti di kutip dari https://indonesiapoliticalreviews.wordpress.com

Meskipun JI belum pada tingkatan sebagaimana gambaran tersebut, aksi bom malam natal dengan tingkat profesionalisme yang lebih kecil dibandingka aksi bom Bali, namun peristiwa bom malam Natal pada Desember 2000 itu penting untuk dikaji sebagai contoh tentang luasnya aksi jangkauan jaringan JI.[48] Polisi juga menyimpulkan dan bahwa motivasinya adalah untuk menimbulkan teror diantara umat Kristen. Namun demikian, dalam penyelidikan yang dilakukan jurnalis dari majalah mingguan Tempo, diisyaratkan bahwa motivasinya adalah membalas umat Kristen atas pembunuhan terhadap umat Muslim.[49] Keduanya ada benarnya, akan tetapi pada saat itu tidak terbersit di benak orang, kaitan antara peledakan bom malam Natal dengan Jama’ah Islamiyah atau jaringan disekitar Pondok Ngruki.

seperti di kutip dari https://indonesiapoliticalreviews.wordpress.com

JI diyakini didirikan oleh Abdullah Sungkar di Malaysia pada sekitar tahun 1994/ 1995 untuk tujuan mendirikan sebuah negara Islam. JI merupakan jelmaan sebuah hibrida ideology, diilhami oleh berbagai gerakan lainnya semisal kelompok Islam radikal mesir, gerakan Darul Islam (DI), Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) dimana gerakan-gerakan ini memandang upaya misionaris Kristen sebagai ancaman terhadap Islam. Ajaran Sungkar tidak saja disebarkan melalui JI, tetapi juga pada pesantrennya yang bernama Luqmanul Hakim di Johor Malaysia.

seperti di kutip dari https://indonesiapoliticalreviews.wordpress.com

Abdullah Sungkar ikut mendirikan Pondok Ngruki (pesantren Almukmin) pimpinan Abu Bakar Ba’asyir. Setelah Sungkar wafat, maka Ba’asyir menggantikan posisinya sebagai ketua JI. Reaksi kaum muda JI yang militan semisal Hambali dan Imam Samudra, Ali Ghufron, Abu Fatih dll menilai Ba’asyir terlalu lemah, terlalu akomodatip dan mudah dipengaruhi orang lain, tidak setuju dengan aksi bersenjata serta peledakkan bom. Akibatnya mereka sering tidak memperdulikan Ba’syir dan pada puncak perselisihannya, ketika Ba’syir mendirikan Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) yang mereka nilai sebagai pengkhianatan ijtihad politik dimana JI seharusnya bekerja dan beroperasi “dibawah tanah” hingga muncul saat yang tepat untuk menegakkan negara Islam.

seperti di kutip dari https://indonesiapoliticalreviews.wordpress.com

JI tampaknya beroperasi dengan menggunakan system sel dengan struktur organisasi yang khusus dan longgar. Para pemikir utamanya adalah pengikut setia almarhum Abdullah Sungkar. Sebagian besar dari mereka warganegara Indonesia yang menetap di Malaysia, serta para veteran perang Afganistan dan alumni latihan militer di Afganistan pasca Soviet jatuh. Lapis keduanya adalah orang-orang yang memiliki sifat-sifat yang sama. Mereka ditugaskan jadi koordinator di lapangan, dan bertanggungjawab atas pengiriman uang dan bahan peledak, serta merekrut orang-orang setempat untuk dibawahinya selaku pemimpin tim dari para operator lapangan. Lapis paling bawah, yaitu orang-orang yang mengendarai mobil, mengintai sasaran, menempatkan bom. Merekalah yang paling sering menghadapi bahaya penangkapan, cidera fisik, atau kematian. Umumnya mereka dipilih beberapa saat sebelum serangan dilakukan. Kebanyakan orang-orang ini adalah pemuda dari pesantren atau madrasah. Sekolah-sekolah yang menyediakan orang tersebut seringkali dipimpin oleh guru agama yang terkait gerakan Darul Islam tahun 1950an, atau dengan Pondok Ngruki.

seperti di kutip dari https://indonesiapoliticalreviews.wordpress.com

Seringkali proses perekrutan didahului diskusi soal Maluku dan Poso. Diskusi itu biasanya disertai tayangan video tentang pembunuhan-pembunuhan yang terjadi di daerah-daerah itu. Konflik-konflik tersebut tidak saja memberi arti yang kongkret terhadap konsep jihad, yang merupakan unsur kunci dalam ideologi JI, namun juga merupakan tempat yang mudah dicapai bagi orang-orang yang direkrut untuk menimba pengalaman praktis dalam berperang. Perang terhadap terorisme yang dipimpin AS kini tampaknya menggantikan Maluku dan Poso sebagai obyek kemarahan JI. Apalagi setelah konflik disana mulai mereda. Orang-orang Barat di Bali dijadikan sasaran baru serangan JI. Peristiwa ini bisa jadi petunjuk adanya pergeseran serangan dari orang Kristen kepada orang Barat.


Baca juga :

Yang bertanda tangan dibawah ini, Hotma Timbul H, S.H., Niko Adrian, S.H.; SonnyWarsito, S.H.; Ester I. Jusuf, S.H.; Deni Ardiansyah, S.H. M.H.; Erick S. Paat, S.H.; Erick Asmansyah, S.H.; Sondang Frishka, S.H., LL.M.; Lamria Siagian, S.H.;  Saor Siagian, S.H.; Muhammad Ichsan, S.H.; Jon B. Sipayung, S.H.; Lies  Astutiningrum, S.H.; Para Advokat dan Pembela Umum ( Public Defenders ) dari kantor  APHI (Asosiasi Penasehat Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia), yang berdomisili hukum  di Jalan Raya Pasar Minggu 1 B Km.17,7, Lt. 3, Pasar Minggu Jakarta Selatan, dalam hal ini  secara bersama-sama maupun sendiri-sendiri berdasarkan Surat Kuasa Khusus (terlampir)  bertindak untuk dan atas nama dan atau mewakili :

seperti di kutip dari https://masalahukum.wordpress.com

2.       Bahwa PARA PEMOHON merupakan pihak ketiga yang berkepentingan dalam pengajuan praperadilan terhadap TERMOHON berkaitan dengan penghentian penuntutan, berupa Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan Perkara (SKPPP), yang tidak sah dalam kasus dugaan korupsi yang dilakukan oleh Soeharto, mantan Presiden RI, di 7 yayasan yang didirikan dan dikuasainya, yaitu : Dharmais, Dakab, Supersemar, Amal Bhakti Muslim Pancasila, Dana Mandiri, Gotong Royong dan Trikora, berdasarkan alasan-alasan sebagai  berikut :

seperti di kutip dari https://masalahukum.wordpress.com

2.2.    Bahwa pada tahun 1998, sewaktu masih menjadi mahasiswa, PARA PEMOHON adalah  aktifis mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang turut berperan dalam upaya “menurunkan” Soeharto dari “singgasana” Presiden RI pada 20 Mei 1998, dengan berbagai aksi demonstrasi yang diikuti dan atau dipelopori oleh mereka, tanpa mempedulikan kepentingan pribadi mereka, dengan satu tujuan mengakhiri kepemimpinan Soeharto sebagai presiden, yang selama sekitar 32 tahun telah memimpin  dengan otoriter, yang ditandai dengan pelbagai pelanggaran HAM yang terjadi, seperti  Tanjung Priok, Talangsari, penculikan aktifis, dll., maupun tindak korupsi yang merugikan  kepentingan bangsa dan negara ini, sehingga menjadi salah satu sebab Indonesia terpuruk  dalam krisis moneter dan ekonomi pada tahun 1997-1998.

seperti di kutip dari https://masalahukum.wordpress.com

1.       Bahwa masa-masa pemerintahan orde baru, di bawah pemerintahan Soeharto, sekitar tahun 1966-1998, merupakan salah satu “masa kegelapan bagi bangsa Indonesia, yang mana selama masa pemerintahannya, secara otoriter dan tiran, ia memberangus lawan-lawan politiknya atau orang-orang yang dianggap sebagai lawannya, baik denganpembunuhan, penangkapan dan penahanan secara sewenang-wenang maupunbentuk-bentuk pelanggaran hak asasi manusia (HAM) lainnya serta melakukantindakan-tindakan yang memperkaya diri, keluarga dan kroni-kroninya.

seperti di kutip dari https://masalahukum.wordpress.com

6.       Pada masa Presiden Abdurrahman Wahid, Jaksa Agung Marzuki Darusman, membuka kembali kasus Soeharto tersebut dan mencabut SP3 yang telah dikeluarkan pada 6 Desember 1999, yang mana selanjutnya menetapkan Soeharto sebagai tersangka kasus penyalahgunaan dana 7 yayasan pada 31 Maret 2000, dan kemudian berkas perkaranya dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta dengan status terdakwa pada 3 Agustus 2000, untuk selanjutnya Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta melimpahkan berkasnya kepengadilan negeri Jakarta Selatan pada 8 Agustus 2000.

seperti di kutip dari https://masalahukum.wordpress.com

13.   Atas permintaan tersebut, MA mengeluarkan pendapat hukum (fatwa) dalam suratnya kepada Jaksa Agung, dengan tembusan kepada Jampidsus, Kajati DKI jakarta, Ketua PN Jaksel dan Kajari Jaksel, melalui surat bernomor KMA/865/XII/2001, yang pada intinya menyatakan bahwa Terdakwa Soeharto tidak dapat diajukan ke pengadilan, yang mana pendapat tersebut didasarkan pada laporan hasil pemeriksaan Tim dokter RSCMNo.:249/TU.K/Rhs/VII/2001, yang menyatakan bahwa HM Soeharto tidak dapat diharapkan sembuh dengan metode pengobatan saat ini.

seperti di kutip dari https://masalahukum.wordpress.com

15.   Landasan hukum yang mendasari dikeluarkannya SKPPP tersebut adalah ketentuan yang diatur dalam pasal 140 ayat (2) huruf a dan d serta pasal 46 ayat (1) huruf b UU No. 8 Tahun 1981 Tentang Hukum Acara Pidana (KUHAP), yang berbunyi sebagai berikut :Pasal 140 ayat (2) huruf a KUHAP berbunyi : “Dalam hal penuntut umum memutuskan untuk menghentikan penuntutan karena tidak terdapat cukup bukti atau peristiwa tersebut ternyata bukan merupakan tindak pidana atau perkara ditutup demi hukum,  penuntut umum menuangkan hal tersebut dalam surat ketetapan.” Pasal 140 ayat (2) huruf d KUHAP berbunyi : “Apabila kemudian ternyata ada alasan  baru, penuntut umum dapat melakukan penuntutan terhadap tersangka.” Pasal 46 ayat (1) huruf b KUHAP berbunyi : “Benda yang dikenakan penyitaan dikembalikan kepada orang atau kepada mereka dari siapa benda itu disita atau kepada  orang atau kepada mereka yang paling berhak apabila : b. perkara tersebut tidak jadi dituntut karena tidak cukup bukti atau ternyata tidak merupakan tindak pidana.”

seperti di kutip dari https://masalahukum.wordpress.com

Alasan medis dari Tim RSCM tersebut tidak secara otomatis memberi kewenangan kepada kejaksaan untuk mengeluarkan SKPPP sebelum terlebih dahulu meminta second opinion kepada (tim) dokter yang lebih ahli dari tim dokter RSCM tersebut, sebagaimana ditentukan dalam pasal 51 huruf b UU No. 29/2004 tentang Praktek Kedokteran, yang menyatakan : Dokter dalam melaksanakan praktik kedokteranmempunyai kewajiban : b. merujuk pasien ke dokter lain yang mempunyai keahlian atau kemampuan yang lebih baik, apabila tidak mampu melakukan suatu pemeriksaan atau pengobatan.; dan pasal 52 huruf b, yang menyatakan : Pasien, dalam menerima pelayanan pada praktek kedokteran mempunyai hak : b. meminta pendapat dokter lain.

seperti di kutip dari https://masalahukum.wordpress.com

Oleh karena Tim Dokter RSCM maupun metode pengobatan yang dimilikinya tidak dapat menyembuhkan Soeharto, maka seharusnya Tim Dokter tersebut merujuk pemeriksaan dan pengobatannya ke dokter yang lebih baik, sekaligus merupakankewajiban Kejaksaan untuk merujuk ke dokter yang lebih baik, yang mana dengan adanya status tersangka atau terdakwa, maka hak tersangka atau terdakwa tersebut dalam pasal 52 huruf b aquo diambil alih atau direpresentasikan atau dilaksanakan oleh negara dalam hal ini adalah Kejaksaan.

seperti di kutip dari https://masalahukum.wordpress.com

Kewajiban hukum kejaksaan tersebut juga ditentukan dalam pasal 36 UU No.18/2004 Tentang Kejaksaan, yang menyatakan kewenangan Jaksa Agung untukmemberikan izin kepada tersangka atau terdakwa berobat atau menjalani perawatandi rumah sakit dalam negeri, kecuali dalam keadaan tertentu dapat dilakukanperawatan di luar negeri.. Mengingat RSCM merupakan rumah sakit rujukan pusat atau nasional, maka sulit diharapkan adanya (tim) dokter di dalam negeri yang lebih baik dari Tim Dokter RSCM yang dapat menyembuhkan Soeharto, sehinggasewajarnya pengobatan dapat dilakukan di luar negeri, seperti Singapura, Malaysia atau Australia, kecuali dapat dibuktikan adanya (tim) dokter dalam negeri lainnya yang dapat lebih baik dari Tim Dokter RSCM.

seperti di kutip dari https://masalahukum.wordpress.com

Bahwa tindakan Termohon menerbitkan SKPPP di atas jelas sangat merugikankepentingan umum, khususnya kepentingan kepastian hukum di Indonesia, sehinggadapat menyebabkan timbulnya perasaan di masyarakat bahwa penegakan hukum diIndonesia tidak serius dan atau tidak berlaku untuk “kalangan atas” atau hanya berlaku bagi “masyarakat bawah, yang pada akhirnya menyebabkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap hukum, serta menyebabkan terlegalisasinya praktek KKN yang selama ini terjadi, baik yang dilakukan oleh terdakwa, maupun keluarga atau kroni-kroninya, yang menyebabkan hilangnya kerugian negara tersebut. Dengan demikian termohon telah melanggar Tap MPR No. VI/MPR/2000 khususnya Bab II Pasal 6 ayat (1) dimanaTermohon sebagai alat negara penegak hukum harus dapat menegakkan hukum danmemberikan pengayoman kepada para masyarakat;

seperti di kutip dari https://masalahukum.wordpress.com

Bahwa tindakan Termohon di atas dan telah menimbulkan kerugian sebagaimana diungkapkan di atas juga menimbulkan kerugian bagi PEMOHON selaku organisasi non pemerintah (LSM), yang secara terus menerus telah melakukan ikhtiar dan upaya untuk melakukan advokasi dan penyadaran hukum dan HAM kepada masyarakat, termasuk di dalamnya penegakan pemberantasan korupsi di Indonesia,yang antara ikhtiar dan upaya itudilakukan oleh PEMOHON melalui kegiatan-kegiatan sebagai telah disebut di atas mengenai Kedudukan Hukum dan Kepentingan Penggugat dalam gugatan ini.

seperti di kutip dari https://masalahukum.wordpress.com

2.       Menyatakan bahwa Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan Perkara (SKPPP) terhadap Terdakwa Soeharto atas dugaan melakukan tindak pidana korupsi dan ataupenyalahgunaan dana di 7 yayasan yang didirikan dan dikuasainya, yaitu : Dharmais,Dakab, Supersemar, Amal Bhakti Muslim Pancasila, Dana Mandiri, Gotong Royong dan  Trikora, yang diterbitkan oleh TERMOHON, adalah tidak sah dan bertentangan KUHAP jo UU No. 31 Tahun 1939 jo UU No. 18 Tahun 2004 jo UU No.29 Tahun 2004 jo TAP MPR No.XI/MPR/1998 Jo TAP MPR No.VI/MPR/2000.

seperti di kutip dari https://masalahukum.wordpress.com

Untuk dan atas nama Pemohon dalam perkara praperadilan No. 09/Pid/Prap/2006/PN.Jaksel (untuk selanjutnya disingkat dengan Pemohon) dan Para Pemohon  dalam perkara praperadilan No. 11/Pid/Prap/2006/PN.Jaksel (untuk selanjutnya disingkat  dengan Para Pemohon), bersama ini kami hendak menyampaikan kehadapan forum persidangan  yang terhormat KESIMPULAN PEMOHON dan PARA PEMOHON, yang disusun berdasarkan  hasil proses persidangan perkara ini, yaitu Permohonan Praperadilan PARA PEMOHON; Jawaban TERMOHON; Replik PARA PEMOHON; Duplik TERMOHON; Alat Bukti Surat, baik  dari PEMOHON dan PARA PEMOHON maupun TERMOHON; Alat Bukti Ahli; maupun  berkas-berkas persidangan lainnya, sebagai berikut : Sebelum menguraikan kesimpulan ini lebih lanjut, dengan ini Pemohon dan Para Pemohon menyatakan dengan amat tegas dan jelas untuk tetap berpegang pada dalil-dalil  sebagaimana telah dikemukakan dalam permohonan praperadilan tertanggal 19 Mei 2006 dan  tertanggal 29 Mei 2006 maupun replik tertanggal 7 Juni 2006, dan menolak seluruh dalil-dalil  Termohon dalam Jawabannya tertanggal 6 Juni 2006 dan Duplik tertanggal 8 Juni 2006 maupun  kecuali yang diakui secara tegas kebenarannya.

seperti di kutip dari https://masalahukum.wordpress.com

b.       Bahwa tugas dan peranan PEMOHON dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan penegakan, perlindungan dan pembelaan hak-hak asasi manusia, , termasuk di dalamnya  penegakan pemberantasan korupsi di Indonesia, serta dalam mendayagunakanlembaganya sebagai sarana untuk mengikutsertakan sebanyak mungkin anggotamasyarakat dalam memperjuangkan penghargaan dan penghormatan nilai-nilai hak-hak asasi manusia, termasuk di dalamnya penegakan pemberantasan korupsi di Indonesia, terhadap siapapun juga tanpa mengenal jenis kelamin, suku bangsa, ras, agama, dll, tercermin dan atau ditentukan dalam Anggaran Dasar PEMOHON (Bukti P-1)

seperti di kutip dari https://masalahukum.wordpress.com

Pada Tahun 2002, Pemohon, bersama-sama dengan Yayasan 324, pernah mengajukan permohonan Praperadilan terhadap Kejaksaan Agung di Pengadilan Negeri ini (PN Jaksel) berkaitan dengan penghentian penyidikan dalam kasus dugaan korupsi di PLTU Paiton I, yang dugaan pelakunya diantaranya adalah juga Soeharto, dengan Nomor perkara No.:21//Pid/Prap/2002/PN.Jak.Sel. Dengan argumentasi yang tidak jauh berbeda dengan argumentasi dalampermohonan ini, Pemohon (APHI) dan juga Yayasan 324 diakui dan diputuskan oleh Hakim PN Jaksel mempunyai kewenangan untuk mengajukan permohonan praperadilan mewakili kepentingan pemberantasan korupsi dan masyarakat banyak, sebagai pihak ketiga yang berkepentingan, sebagaimana ditentukan dalam pasal 80 KUHAP. (Bukti P-4)

seperti di kutip dari https://masalahukum.wordpress.com

Dalam kasus lainnya, yaitu permohonan praperadilan yang diajukan oleh Ikatan Keluarga Besar Laskar Ampera (IKBLA) berkaitan dengan SP3 yang dikeluarkan oleh Kejaksaan Negeri Samarinda dalam kasus dugaan tindak pidanapenyalahgunaan dana PBB dan Pembagian Hasil Penerimaan PBB di sektor Migas oleh Drs. H.S. Sjafran dkk., dengan nomor perkara No.:02/Pid/Pra/1998, yang mana PN Samarinda mengakui hak IKBLA untuk mengajukan permohonanpraperadilan sebagai pihak yang berkepentingan, yang mana putusan tersebut diperkuat oleh MA dalam putusannya tertanggal 28 November 2001. (Bukti P-5)

seperti di kutip dari https://masalahukum.wordpress.com

1.3.     Bahwa berdasarkan dalil-dalil yang telah dibuktikan secara tertulis dan pengakuan tersebut di atas, maka telah terbukti dan diakui kebenarannya secara hukum bahwa PEMOHON merupakan pihak ketiga yang berkepentingan dalam mengajukan permohonan praperadilan terhadap TERMOHON berkaitan dengan penghentian penyidikan dalam kasus dugaankorupsi di 7 yayasan yang didirikan dan dikuasainya, yaitu : Dharmais, Dakab, Supersemar, Amal Bhakti Muslim Pancasila, Dana Mandiri, Gotong Royong dan Trikora.

seperti di kutip dari https://masalahukum.wordpress.com

b.       Bahwa pada tahun 1998, sewaktu masih menjadi mahasiswa, PARA PEMOHON adalah aktifis mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang turut berperan dalam upaya“menurunkan” Soeharto dari “singgasana” Presiden RI pada 20 Mei 1998, denganberbagai aksi demonstrasi yang diikuti dan atau dipelopori oleh mereka, tanpamempedulikan kepentingan pribadi mereka, dengan satu tujuan mengakhirikepemimpinan Soeharto sebagai presiden, yang selama sekitar 32 tahun telah memimpin dengan otoriter, yang ditandai dengan pelbagai pelanggaran HAM yang terjadi, seperti Tanjung Priok, Talangsari, penculikan aktifis, dll., maupun tindak korupsi yangmerugikan kepentingan bangsa dan negara ini, sehingga menjadi salah satu sebabIndonesia terpuruk dalam krisis moneter dan ekonomi pada tahun 1997-1998.

seperti di kutip dari https://masalahukum.wordpress.com

2.2.     Bahwa selama proses persidangan, Termohon, baik melalui jawaban, duplik maupunpembuktian, tidak pernah mengeluarkan penolakan, bantahan atau keberatan sedikitpun mengenai dalil-dalil Para Pemohon di atas, sehingga hal tersebut tidak bisa tidak/harus diartikan sebagai pengakuan terhadap kebenaran dalili-dalil pemohon mengenai Hak Para Pemohon untuk mengajukan permohonan praperadilan dengan menggunakan prosedur Hak Gugat Warganegara/Masyarakat, sebagai pihak ketiga yang berkepentingan dalam perkara praperadilan ini.

seperti di kutip dari https://masalahukum.wordpress.com

2.3.     Bahwa dalil Para Pemohon tersebut dikuatkan oleh kesaksian ahli hukum pidanaUniversitas Indonesia, DR. Rudi Satriyo M., S.H., M.H., sewaktu didengar kesaksiannya pada persidangan praperadilan ini hari Kamis, 8 Juni 2006, yang menyatakan bahwa Praperadilan dapat dimohonkan oleh pihak sebagaimana yang diatur dalam KUHAP akan tetapi dalam perkembangannya pihak ketiga yang berkepentingan dapat diartikan siapa saja (masyarakat) yang merasa dirugikan sebagaimana contoh: kasus korupsi, kecuali untuk delik-delik aduan.

seperti di kutip dari https://masalahukum.wordpress.com

2.4.     Bahwa berdasarkan dalil-dalil yang telah dibuktikan secara tertulis dan keterangan ahli tersebut di atas, maka telah terbukti dan diakui kebenarannya secara hukum bahwa PARA PEMOHON merupakan pihak ketiga yang berkepentingan dalam mengajukan permohonan praperadilan terhadap TERMOHON berkaitan dengan penghentian penyidikan dalam kasus dugaan korupsi di 7 yayasan yang didirikan dan dikuasainya, yaitu : Dharmais, Dakab, Supersemar, Amal Bhakti Muslim Pancasila, Dana Mandiri, Gotong Royong dan Trikora.

seperti di kutip dari https://masalahukum.wordpress.com

b.    belum melakukan pengobatan kepada dokter atau tim dokter yang memiliki keahlian atau kemampuan lebih baik atau mempunyai metode, tehnik, sarana/alat dan proses pengobatan yang lebih baik dari tim dokter RSCM, sebagai rumah sakit rujukan utama di Indonesia, yang ternyata menyatakan tidak mampu mengobati dengan metodepengobatan yang dimilikinya saat ini, sebagaimana ditentukan dalam pasal 51 huruf b dan pasal 52 huruf b UU No. 29 Tahun 2004 Tentang Prektek Kedokteran jo Pasal 36 UU No. 18 Tahun 2004 Tentang Kejaksaan.

seperti di kutip dari https://masalahukum.wordpress.com

a.                    Bahwa pengakuan Termohon dalil yang menyatakan telah melakukan pengobatanterhadap Terdakwa hanya sebanyak 4 kali dalam kurun waktu 5 tahun lebih justru menunjukkan ketidakprofesionalan dan ketidakbertanggungjawaban Termohon.Perintah MA jelas dan tegas bahwa termohon diperintahkan mengobati terdakwahingga sembuh (sekali lagi hingga sembuh) dengan tanggungan Negara. Bagaimana mungkin untuk seseorang yang menderita penyakit yang tidak ringan, yaitu yang didiagnosis menderita “… kelainan infark multiple di otak yang berfambah luas dan kelainan jantung …”, itu hanya menjalani 4 kali pengobatan (1 kali pengobatanmenyeluruh dan 3 kali pemeriksaan). Suatu tindakan tidak manusiawi dan kurang bertanggung jawab. Kami yakin, bila hal yang sama menimpa kami, apalagi termohon, pasti tidaklah mungkin hanya berobat selama 4 kali selama 5 tahun, bahkan bisa berpuluh kali tergantung biaya yang dimiliki. Padahal perintah itu datang dari pemegang kekuasaan kehakiman tertinggi dan tidak ada masalah dengan biaya, karena di tanggung Negara

seperti di kutip dari https://masalahukum.wordpress.com

b.                   Sungguh manipulatif dalil Termohon yang menyatakan telah melakukan pengobatan sekurangnya satu kali dalam satu tahun. Karena kata yang digunakan sekurangnya berarti tidak mungkin kurang akan tetapi bias lebih, tang bias diartikan dua atau tiga kali setahun. Kami bertanya apakah kami yang bodoh dalam berhitung ataukahsebaliknya. Untuk itu kami mengajak Termohon untuk sama-sama belajar berhitung, yaitu pengobatan pada tahun 2001, berarti satu kali pengobatan; pengobatan pada tahun 2002, berarti dua kali pengobatan; pengobatan pada tahun 2003, berarti tiga kali pengobatan; pengobatan pada tahun 2004, berarti empat kali pengobatan; pengobatan pada tahun 2005, berarti lima kali pengobatan; pengobatan pada tahun 2005, berarti enam kali pengobatan. Dari belajar hitung-hitungan sederhana secara bersama tersebut berarti dari tahun 2001 hingga 2006, dengan sekurangnya satu kali pengobatan setahun, maka pengobatan terhadap terdakwa seharusnya sudah enam kali dilakukan, bila dua kali setahun (mengikuti dalil termohon sekurangnya satu kali), maka pengobatanterhadap terdakwa seharusnya sudah dua belas kali dilakukan, bila tiga kali setahun (mengikuti dalil termohon sekurangnya satu kali), maka pengobatan terhadap terdakwa seharusnya sudah delapan belas kali dilakukan, dst.nya, sedangkan menurut pengakuan termohon sendiri ia baru empat kali melakukan pengobatan terhadap terdakwa. Dari dalil dan fakta di atas, terbukti bahwa termohon telah tidak optimal, maksimal, berkesinambungan dan konsisten.

seperti di kutip dari https://masalahukum.wordpress.com

c.                    Selain itu pernyataan Termohon bahwa Terdakwa sendiri atau keluarganya niscaya akan melakukan pengobatan sendiri menunjukkan sikap tidak professional, lepastangan dan tidak bertanggung jawab dari Termohon, karena yang diperintahkan oleh Mahkamah Agung untuk melakukan pengobatan bukanlah terdakwa atau keluarganya melainkan Termohon (sekali lagi Termohon). Apakah sedemikian miskinnya Negara ini atau sedemikian bangkrutnya Negara ini, hingga untuk melakukan pengobatan, yang justru diperintahkan oleh hukum, dilepaskan kepada terdakwa, sebagai orang yang justru diduga telah mengambil uang Negara dan rakyat.

seperti di kutip dari https://masalahukum.wordpress.com

d.                   Bahwa ternyata juga dalam rangka menilai kesehatan terdakwa, termohon tidakmemiliki criteria dan batasan sakit seperti apakah yang menyebabkan terdakwa tidak dapat menghadiri persidangan dengan alasan sakit, yang mana criteria dan batasan tersebut merupakan acuan dalam menilai hasil pemeriksaan dokter. Selain itu juga tidak terdapat batasan dokter-dokter spesialis apakah yang diperlukan untukmemeriksa dan mengobati terdakwa. Oleh karena ternyata Soeharto yang mempunyai prognosis dan diagnosis kerusakan otak dan atau kelainan jantung, ternyata diperiksa oleh tim dokter yang diketuai oleh seorang dokter kebidanan dan kandungan. Fakta dan dalil tersebut diperkuat tidak adanya bantahan dari Termohon, baik dalamjawaban, duplik maupun pembuktian, bahwa sebelum melakukan pemeriksaan sudah dibuat TOR (term of reference) atau criteria atau batasan untuk melakukan pemeriksaan dan pengobatan, yang dijadikan sebagai bahan acuan dan evaluasi,

seperti di kutip dari https://masalahukum.wordpress.com

e.                    Hal lainnya adalah bahwa ketidakoptimalan dan ketidakmaksimalan pengobatan oleh termohon juga tampak dari tindakan termohon yang tidak menempatkan terdakwa dalam tahanan rutan, yang karena terdakwa sedang sakit dan dalam prosespenyembuhan, maka rumah sakit tempat pengobatan yang ditunjuk dapat menjadi rutan (rumah tahanan) bagi terdakwa. Dalam banyak kasus, seperti kasus Abu Bakar Baasir, Muchtar Pakpahan, yang menderita sakit pada saat persidangan, terhadapnya dikenakan tahanan di rumah sakit untuk menjalani pengobatan hingga sembuh untuk dapatmenghadiri persidangan. Dengan ditahan di rutan di rumah sakit, maka prosespemeriksaan dan pengobatan terdakwa dapat terpantau, dilakukan secara maksimal. Akan tetapi ternyata Termohon memberikan pemberlakuan berbeda dan ataumelakukan diskriminasi terhadap Soeharto, yang mana ia tidak dikenakan tahanan rutan di rumah sakit, akan tetapi hanya tahanan kota Adalah mengada-ada dalil termohon yang menyatakan bahwa tidak mungkinmenempatkan terdakwa dalam tahanan rutan, dengan dasar adanya putusan MA yang memerintahkan melepaskan terdakwa dari tahanan kota, yang dengan sengaja berusaha melihat putusan MA secara terpisah-pisah hanya untuk membenarkankepentingannya saja, tanpa mencoba melihat dan mengungkap kebenaran materiildidalamnya. Untuk itu kami meminta Termohon untuk belajar melihat putusan MA secara utuh, oleh karena dictum melepaskan terdakwa dari tahanan kota (no.3 diktum) merupakan konsekuensi logi dari dinyatakannya dakwaan jaksa tidak diterima, oleh karena tidak mungkin MA menyatakan dakwaan termohon tidak dapat diterima akan tetapi tidak melepaskan hak-hak terdakwa. Dilepaskannya terdakwa dari tahanan kota sebagai konsekuensi dari tidak diterimanya dakwaan, oleh karena kewenangan kembali kepada Termohon untuk melakukan penuntutan, apakah akan meneruskan kembali ke pengadilan (apabila menggunakan alternative mekanisme proses peradilan Soeharto butir b dan c pada permohonan praperadilan hal. 14), melakukan pengobatan terlebih dahulu atau memperbaiki dakwaan untuk kemudian dilteruskan kembali dengandilimpahkan ke pengadilan (apabila menggunakan alternative mekanisme prosesperadilan Soeharto butir e pada permohonan praperadilan hal. 15). Apabila mekanisme pengobatan lebih dahulu yang dilakukan (jika ingin merujuk putusan MA aquo), maka Termohon dapat melakukan penahanan terhadap terdakwa di rutan pada rumah sakit yang dipilih termohon untuk melakukan pengobatan, sehingga pengobatannya dapat dilakukan secara terfokus dan efektif.

seperti di kutip dari https://masalahukum.wordpress.com

a.        Bahwa tindakan merujuk kepada dokter yang lebih ahli atau lebih mampu adalah kewajiban dokter dan hak pasien, sedangkan hak orang untuk mewakili orang lain secara hukum melalui perjanjian kuasa, padahal termohon tidak pernah mendapatkuasa dari Soeharto untuk merujuk kepada dokter yang lebih ahli dan lebih mampu. Demikian juga wewenang Termohon untuk memberikan izin berobat ke luar negeri jo pasal 36 UU No. 16 Yahun 2004 hanya dapat diberikan jika ada permohonan dari terdakwa atau keluarganya. (Butir 5-7 hal. 12 duplik jo jawaban bab IV butir 2 dan 3 hal.22-23)

seperti di kutip dari https://masalahukum.wordpress.com

a.        Bahwa memang menurut pasal 51 huruf b UU No. 29 Tahun 2004, kewajiban merujuk pasien ke dokter yang lebih ahli atau lebih mampu jika tidak mampu melakukanpengobatan adalah menjadi kewajiban dokter. Akan tetapi apabila ternyata doktertidak mau menjalankan kewajibannya untuk merujuk ke dokter yang lebih ahli atau mampu padahal ia sudah menyatakan tidak mampu untuk mengobati, apakah dengan demikian termohon akan diam berpangku tangan dan mengabaikan perintah MA untuk mengobati hingga sembuh (seperti yang selama ini dilakukan) ataukah termohondengan inisiatifnya mengambil alih kewajiban dokter dengan merujuk ke dokter yang lebih ahli atau lebih mampu. Apalagi kewajiban untuk menyembuhkan terdakwabukanlah merupakan kewajiban dokter atau tersangka melainkan kewajiban termohon. Mungkin agar lebih mudah dipahami oleh Termohon kami memberikan perumpamaan tentang seorang kakak beradik (misalnya kakak berusia 17 tahun dan adik berusia 10 tahun) yang ditinggalkan dan ditelantarkan oleh orangtuanya, yang sebenarnya berkewajiban untuk mengasuh dan merawat anak-anaknya, yang mana keadaantersebut memaksa sang kakak untuk harus memilih apakah ia hanya akan mengurus dirinya sendiri dan meninggalkan adiknya hidup sendiri ataukah ia juga mengurus dan mengasuh adiknya dengan mengambil tanggung jawab dan kewajiban orangtuanya. Hati nurani termohonlah yang hanya dapat menjawabnya.Sebaliknya memang benar bahwa ketentuan pasal 52 huruf b UU No. 29 tahun 2004 merupakan hak pasien, akan tetapi termohon lupa, yaitu apabila terhadap terdakwa dikenakan upaya paksa, seperti penahanan, maka pelaksanaan hak-haknya, termasuk hak untuk merujuk ke dokter yang lebih ahli atau lebih mampu dilakukan olehTermohon berdasarkan perintah MA tadi, karena kesembuhan terdakwa semata-mata bukan hanya kehendak terdakwa tetapi merupakan tanggung jawab termohonsebagaimana perintah MA.Penggunaan ketentuan pasal 36 UU No. 16 Tahun 2004 adalah dalam rangka membuka wawasan termohon bahwa UU Kejaksaan memungkinkan seorang tersangka atauterdakwa untuk berobat ke luar negeri dengan kondisi tertentu, yaitu apabila memang pengobatan penyakitnya tidak dapat lagi dilakukan di dalam negeri. Dengan merujuk pada ketentuan pasal 51 huruf b dan 52 huruf b, jika memang dokter dalam negeri sudah tidak mampu lagi melakukan pengobatan, maka termohon dapat meminta izin kepada Jaksa Agung untuk melakukan pengobatan terhadap terdakwa di luar negari.

seperti di kutip dari https://masalahukum.wordpress.com

b.       Dengan tetap menyatakan hormat dan penghargaannya terhadap bidang-bidang keahlian yang dimiliki oleh dokter-dokter pemeriksa terdakwa, permasalahannyaadalah bukan lagi masalah wajar-atau tidak wajar untuk mempercayai hasilkerja/pemeriksaan mereka, akan tetapi adalah bahwa mereka sudah menyatakan tidak mampu mengobati terdakwa dengan metode yang mereka miliki saat ini. Pada saat dokter (tim) menyatakan tidak mampu mengobati lagi, apakah tetap harus dipaksakan pengobatannya oleh mereka, apakah termohon bersedia mengambil risiko untuk tetap berobat kepada dokter jika dokter tersebut menyatakan tidak sanggup mengobati lagi?. Sudah tentu jawabannya bukan lagi wajar atau tidak untuk mempercayai akan tetapi jawabannya harus segera mengalihkannya kepada dokter yang lebih ahli atau lebih mampu untuk mengobati dan menyembuhkan. Sehingga dengan mengingatketidaksanggupan atau ketidakmampuan tim dokter untuk mengobati terdakwa maka merupakan keharusan bagi termohon untuk meminta “second opinion” kepada dokter yang lebih ahli atau lebih mampu.

seperti di kutip dari https://masalahukum.wordpress.com

1.       Undang-undang, yaitu pertama dasarnya adalah pasal 140 ayat (2) KUHAP yang menyatakan bahwa “Penuntut umum dapat menghentikan penuntutan karena tidak terdapat cukup bukti atau peristiwa tersebut bukan merupakan tindak pidana atau perkara ditutup demi hukum, dan kedua dasarnya adalah pasal 44 ayat (1) KUHP bahwa “seseorang yang melakukan perbuatan tidak dapat dipertanggungjawabkan kepadanya karenanya jiwanya cacat pertumbuhan atau terganggu karena penyakit”, yang dengan penafsiran ekstensif menjadi dasar penerbitan SKPPP. (Jawaban hal.12-13 butir 1) Bahkan pakar hukum lainnya memasukkan juga pasal 44 ayat (1) KUHP sebagai alasan penghapus tuntutan. (Jawaban hal. 112-13 butir 1 dan duplik hal.2-3 butir 1)

seperti di kutip dari https://masalahukum.wordpress.com

3.       Doktrin, yang dengan mengacu kepada ketiga pandangan hukum, yaitu legalistic, fungsional dan kritis, maka tindakan menggantungkan perkara terdakwa, sedangkan landasan pijak jelas, maka tindakan tersebut dipandang sebagai ketidakadilanberdasarkan asas “delayed justice is denied hustice”. Selain itu sebagian besar ahli hukum baik di Negara-negara yang menganut paham common law dan paham civil law telah bergeser ke paham sociological yurisprudence, memandang hukum tidak lagi hanya bertumpu kepada kepastian hukum semata-mata, tetapi sudah bergeser kepada sisi keadilan sebagai pandangan fungsional dan kepada kemanfaatan hukum sebagai pandangan kritis (Sudarto, 1986: 3-11) (Jawaban hal. 14 butir 3 dan Duplik butir 3 hal.4-5)

seperti di kutip dari https://masalahukum.wordpress.com

5.       Moralitas, yaitu bahwa dalam persidangan yang hendak dicari adalah upayamenentukan kebenaran materiil dan tujuan tersebut sesuai dengan tujuan dhukum acara pidana, maka jika terdakwa dihadapkan ke persidangan dalam kondisi jiwanya terganggu, mustahil suatu kebenaran materiil dapat diperoleh. Tindakan penegak hukum yang tidak bermoral yang melanggar asas moralitas, mengingat di dalam hukum acara pidana dikenal semboyan in dubio prorio yang tidak diartikan secara sempit yaitu apabila terdapat keragu-raguan tentang hal seseorang terdakwa dapat tidaknya diadili maka yang diambil adalah keputusan yang menguntungkanterdakwa.. (Jawaban hal. 15-16 butir 5 dan Duplik butir 5 hal.5)

seperti di kutip dari https://masalahukum.wordpress.com

a.        Undang-Undang, Bahwa pemohon dan para pemohon sama sekali tidak pernahmemasukkan dalam permohonan praperadilan No.09 dan 011 mengenai pasal 44KUHP sebagai salah satu alasan penghentian penuntutan. Menurut pemohon dan para pemohon jelas bahwa dasar dan alasan penghentian penuntutan adalah : terdakwa meninggal dunia, nebis in idem, kadaluarsa, sebagaimana dinyatakan dalam Pedoman Pelaksanaan KUHAP (Keputusan Menteri Kehakiman RI Mo.:M.01.PW.07.03 TH.1982 tertanggal 4 Februari 1982, yang menyatakan : “Perkara ditutup demi hukum (Pasal 140 ayat (2) huruf a), yaitu : Hal itu terjadi bilamana tersangka meninggal dunia, perkaranya tergolong nebis in idem atau daluarsa. Hendaknya keadaan ini dikaitkan dengan buku I KUHP Bab VII tentang hapusnya hak menuntut yakni pasal 76, 77 dan 78 KUHP”, yang diperkuat oleh Yahya Harahap (1993 : 471-472). Ketentuan dalam Pedoman Pelaksanaan KUHAP jelas bersifat limitative yang hanya membatasi hapusnya hak menuntut pada ketentuan dalam pasal 76, 77 dan 78 KUHP. Dengan demikian Pasal 44 bukan merupakan dasar untuk menghapus atau menghentikan penuntutan, karena ia merupakan alasan penghapus pidana/alasan pemaaf. Baik Barda Nawawi maupun Sudarto, sebagaimana dikutip sendiri oleh Termohon tidak memasukkan Pasal 44 sebagai alasan penghentian penuntutan. (lihat hal.3 Duplik Termohon). Selanjutnya Termohon menyatakan bahwa Pemohon memberi pengertian hanyamengacu pada Wirjono Projodikoro dan Andi Hamzah, sedangkan pakar hukumlainnya memasukkan Pasal 44 ayat (1) KUHP sebagai alasan penghapus tuntutan. Dalil Termohon amat menggelikan, walau tidak lucu, karena Termohon justru yang tidak punya referensi sama sekali yang dapat mendukung dalilnya bahwa pasal 44 ayat (1) KUHP sebagai alasan penghapus tuntutan, yaitu hanya dengan menyebutkan pakarlainnya tanpa menyebut siapa orangnya apa nama bukunya, kapan dan dimanaditerbitkan, pada halaman berapa, dll., sedangkan pendapat Pemohon dan ParaPemohon justru didasarkan pada Pedoman pelaksanaan KUHAP di atas, didukung oleh Yahya Harahap, Wirjono Projodikoro, Andi Hamzah, atau kalau memang termohon memerlukan referensi lainnya dapat di baca pada : Lamintang, Dasar-Dasar Hukum Pidana, Bandung : Citra Aditya Bakti, 1997, hal.387-389; atau Satochid Kartanegara, Hukum Pidana Kumpulan Kuliah Bagian II, Balai Lektur Mahasiswa, hal.195. Dalil Pemohon dan Para Pemohon itu diperkuat … dan lebih diperkuat lagi oleh keterangan ahli hukum pidana UI, DR. Rudi Satriyo M., S.H., M.H., yang menyatakan bahwa :

seperti di kutip dari https://masalahukum.wordpress.com

–           Berdasarkan pasal 140 KUHAP bahwa Sakit Permanen tidak bisa dijadikan alasan untuk penghentian penuntutan karena dalam pasal 140 KUHAP tidak ada yang memuat alasan tersebut dan hanya memuat; kurangnya alat bukti, bukan tindak pidana dan demi hukum. Jadi apabila jaksa penuntut umum menjadikan sakitpermanen sebagai alasan penghentian penuntutan harus melalui mekanismepersidangan karena untuk mengisi kekosongan hukum merupakan bagiankewenangan majelis hakim sebagaimana diatur dalam UU tentang Pokok Kekuasaan Kehakiman.Dalil Pemohon dan Para Pemohon diperkuat… lebih diperkuat dan lebih … lebih … diperkuat lagi oleh SKPPP Termohon yang dalam konsiderannya justru tidakmencantumkan dalil termohon dalam praperadilan ini, yaitu pasal 44 ayat (1) KUHP, akan tetapi justru malah mencantumkan dalil pemohon dan para pemohon, yaitu pasal 76, 77 dan 78 KUHP, sebagai dasar dihentikannya penuntutan, Sungguh mengherankan.Oleh karena pasal 44 ayat (1) tidak termasuk alasan penuntutan, maka menjadi tidak relevan sama sekali jika termohon mencoba menafsirkan secara ekstensive pasal 44 ayat (1) KUHP dengan mengaitkan pada pasal 140 KUHP.

seperti di kutip dari https://masalahukum.wordpress.com

Sungguh amat mengherankan dalil Termohon yang menyatakan putusan MA aquo diperkuat Surat MA aquo ditambah Surat Ketua PN Jakarta Selatan sebagai putusan yang berkekuatan hukum tetap, yang nilainya setara dengan yurisprudensi, yangmerupakan hukum selain UU. Sungguh suatu teori hukum atau penafsiran yang baru sama sekali kami kenal, yang mungkin menjadi teori hukum atau penafsiran di “negeri langitan”.Sudah jelas putusan hukum yang berkekuatan tetap bukanlah yurisprudensi, dan surat MA atau surat Ketua PN Jakarta Selatan bukanlah merupakan putusan hukum apalagi merupakan putusan hukum yang berkekuatan hukum tetap lebih apalagi merupakan yurisprudensi, karena surat-surat itu tidak dilahirkan oleh suatu proses peradilan. Yurisprudensi adalah keputusan hakim yang dijadikan pedoman (diikuti) oleh hakim lain dalam memutuskan kasus-kasus yang sama (R. Soeroso, Pengantar Ilmu Hukum: Jakarta, Sinar Grafika, 1996, hal.160). Dengan demikian terbukti bahwa putusan MA aquo belum merupakan yurisprudensi, apalagi surat MA atau surat Ketua PN Jaksel.Walaupun begitu ada yang kami sepakati dari dalil termohon di atas, yaitu hanya bahwa yurisprudensi merupakan hukum selain UU.

seperti di kutip dari https://masalahukum.wordpress.com

Pemohon dan Para pemohon amat setuju jika aparat penegak hukum, baik antara lain jaksa maupun pengacara, mencari dan mendorong penemuan hukum, melalui berbagai penafsiran hukum, sehingga penemuan hukum tersebut benar-benar menjadi hukum, melalui putusan hakim untuk selanjutnya diikuti oleh putusan-putusan hakim lainnya sehingga menjadi yurisprudensi. Akan tetapi kami tidak sependapat jika penemuan hukum yang diajukan hanyalah sekedar menafsirkan sepenggal pasal tertentu dikaitkan dengan sepenggal pasal lainnya, tanpa memahami maksud, tujuan, arti dan konteks pasal-pasal tersebut. Apalagi jika tidak didukung oleh doktrin-doktrin dari ahli-ahli yang diakui kemashurannya dan bukan hanya pendapat sendiri, apalagi terbukti tidak ada doktrin yang dapat mendukung upaya termohon untuk menjustifikasi SKPPP yang dibuatnya.

seperti di kutip dari https://masalahukum.wordpress.com

d.       Kebiasaan yang berlaku universal. Termohon mendalilkan kebiasaan sebagai alasan mengeluarkan SKPPP, akan tetapi termohon, baik dalam jawaban maupun duplik, tidak pernah menguraikan contoh-contoh kebiasaan yang dapat mendukung bahwa terdakwa yang sakit akan diterbitkan SKPPP. Di Indonesia yang terjadi justru sebaliknya, kebiasaan yang terjadi justruterdakwa yang sakit dipaksa untuk hadir dipersidangan, seperti dalam kasus A.M. Fatwa, Muchtar Pakpahan, Abu Bakar Basiir, dll. Dalam kasus AM Fatwa, ia bahkan sampai sempat dipaksa dan digotong kepengadilan menggunakan tandu, walaupun ia sakit dan sulit bangun, begitu juga Abu Bakar Baasyir justru duambil paksa dari rumah sakit dengan cara kekerasan. Terlepas dari setuju atau tidak setuju tapi fakta kebiasaan itulah yang terjadi. Berbeda justru yang dilakukan termohon dalam kasus Soeharto, yaitu justru terjadi ketidaksamaan atau perbedaan perlakuan dengan kebiasaan yang berlaku, yang mana Soeharto justru tidak dipaksakan hadir, sehingga justru Termohon yang melanggar penjelasan umum KUHAP pada poin 3 butir a yang menyatakan “Perlakuan yang sama atas diri setiap orang di muka hukum dengan tidak mengadakan perbedaan perlakuan”.

seperti di kutip dari https://masalahukum.wordpress.com

4.3.2. Bahwa Termohon tidak sependapat dengan dalil Pemohon yang menyatakan bahwa surat MA dan surat Ketua PN Jaksel tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat. Selanjutnya Dengan menggunakan kalimat tanya Termohon bertanya : “… lalu apa yang harusdilakukan kejaksaan dalam menjalankan kewajibannya untuk melaksanakan putusanpengadilan di dalam perkara pidana, seperti yang ditentukan oleh pasal 1 angka 6 huruf b dan 270 KUHAP? Sungguh suatu pertanyaan yang jujur akan tetapi sekaligus menggelikan, sehingga apabila pertanyaan tersebut membutuhkan jawaban, maka jawabannya adalah tanyakan saja pada rumput-rumput dan bunga cendana yang bergoyang di Taman Mini. Yang sebenarnya jawaban jujur terhadap pertanyaan jujur tersebut adalah Termohon harus melakukan tindakan-tindakan yang dapat menghilangkan hambatan-hambatan yangtimbul untuk dapat melakukan penuntutan, dengan mendorong lahirnya penemuan-penemuan hukum baru yang dapat dijadikan dasar bagi hakim dalam mengadili. Seperti dalam kasus Soeharto, Termohon seharusnya mempunyai kreatifitas hukum untukmelahirkan penemuan-penemuan hukum baru yang dapat mendorong penyelesaian hukum kasus Soeharto, seperti melakukan pengobatan secara berkesinambungan dan konsisten, mengobati ke dokter yang lebih ahli dan lebih mampu di luar negeri, mengadili terdakwa yang sakit di rumah sakit terdakwa dirawat (lihat permohonan praperadilan No.:09, butir 11 huruf b hal.14), atau modifikasi terhadap alternative mengadili terdakwa yang sakit di rumah sakit (lihat permohonan praperadilan No.:09, butir 11 huruf c hal.14) atau berkas Soeharto tidak dengan satu terdakwa melainkan dua atau lebih (lihat permohonanpraperadilan No.:09, butir 11 huruf e hal.15)

seperti di kutip dari https://masalahukum.wordpress.com

4.4.1. Bahwa berkali-kali dalam jawaban dan dupliknya, termohon mendalilkan kesahan SKPPP yang diterbitkannya, dengan menggunakan berbagai penafsiran yang dipaksakan untuk memberi dasar terhadap penghentian hukum yang dilakukannya, dan terlihat bertindak seakan-akan sebagai kuasa terdakwa. Hal ini sungguh ironi karena sekali lagi ditegaskan kepada Termohon bahwa satu tugas utama termohon bukanlah melakukan penghentian penuntutan akan tetapi sebaliknya tugas utamanya adalah melakukan penuntutanterhadap setiap tindak pidana yang terjadi jo pasal 30 ayat (1) huruf a UU Kejaksaan. Oleh karena tugas utamanya adalah melakukan penuntutan, maka kewajiban termohon bukanlah mencari penemuan hukum agar tidak perlu dilakukan penuntutan, akan tetapi sebaliknya termohon berkewajiban untuk melakukan tindakan-tindakan yang dapatmenghilangkan hambatan-hambatan yang timbul untuk dapat melakukan penuntutan, dengan melahirkan penemuan-penemuan hukum baru yang dapat dijadikan dasar bagi hakim dalam mengadili. Seperti dalam kasus Soeharto, Termohon seharusnya mempunyai kreatifitas hukum untuk melahirkan penemuan-penemuan hukum baru yang dapat mendorong penyelesaian hukum kasus Soeharto, seperti telah diuraikan dalam butir 4.3.2. di atas, yang ternyata lahir justru lahir dari masyarakat dan bukan dari kreatifitas hukum termohon, sedangkan yang dihasilkan oleh termohon malah kreatifitas untuk menghentikan penuntutan, yang bukan merupakan tugas utama termohon, karena penghentian penuntutan merupakan pengecualian dari peneuntutan yang dilakukan atas dasar ketentuan hukum.

seperti di kutip dari https://masalahukum.wordpress.com

4.5.1. Dalam dupliknya (hal.7 butir c) Termohon menyatakan : “Jika tim dokter tersebut diketuai oleh seorang dokter ahli kandungan tidak dengan sendirinya berarti bahwa yang diperiksa hanyalah (huruf tebal oleh pemohon) kandungan atau alat reproduksi terdakwa. Perlu dicatat bahwa para anggota dari tim dokter termaksud terdiri dari dokter-dokter yang bidang keahliannya bermacam-macam, termasuk dokter yang memiliki keahlianotak/syaraf dan jantung. Pengangkatan seorang dokter ahlikandungan/kebidanan sebagai ketua tim dokter disebabkan karena dokter ini adalah dokter yang paling senior di antara para dokter lainnya di dalam tim termaksud”.

seperti di kutip dari https://masalahukum.wordpress.com

4.5.2. Dalil termohon di atas menunjukkan ketidakseriusan, ketidakprofesionalan danketidakbertanggungjawaban termohon, karena seharusnya hanya ahli-ahli yangkompeten dibidangnyalah yang dapat diberi wewenang untuk melakukan pengobatan terhadap terdakwa. Apabila memang dokter spesialis yang bersangkutan tidakberwenang dan tidak sesuai dengan spesialisasi yang berkaitan dengan penyakitterdakwa, maka yang bersangkutan tidak patut dan tidak layak untuk diikutsertakan dalam tim pengobatan, apalagi menjadi ketua tim, kecuali apabila memang terdakwa Soeharto memang juga menghadapi masalah pada alat reproduksi. Peristiwa inimembuktikan bahwa termohon tidakserius, tidakprofesional, sehingga dengandiketuainya tim dokter oleh dokter kebidanan dan kandungan, pertanyaan yang mungkin muncul adalah : 1. Apakah yang diperiksa dan diobati adalah benar-benar otak dan jantung (yang tidak besar kemungkinannya karena dipimpin yang bukan ahli otak/syaraf dan jantung tetapi oleh dokter kandungan dan juga terbukti tidak dapat disembuhkan); atau apakah mungkin terjadi “aborsi” terhadap otak terdakwa atau apakah “aborsi” terhadap alat reproduksi?, atau mungkin alasan-alasan lainnya yang tidak penting dibahas kecuali yang telah diuraikan di atas sebelumnya.

seperti di kutip dari https://masalahukum.wordpress.com

4.5.3. Bahwa ukuran senioritas tidak dapat menjadi penentu mengenai siapa yang memimpin tim, karena senioritas tidak menjamin seseorang lebih baik, lebih mampu atau lebih ahli dari yang lainnya. Yang harusnya menjadi patokan adalah keahlian, spesifikasi tehnis yang dimiliki dan prestasinya berkaitan dengan keahlian, spesifikasi tehnis yang dimilikinya, sehingga penentuan senioritas sebagai ketua tim dokter menunjukkanketidakprofesionalan termohon, mengingat termohonlah yang menjadi penentu dalam pemilihan dokter yang akan mengobati terdakwa.

seperti di kutip dari https://masalahukum.wordpress.com

2.       Menyatakan bahwa Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan Perkara (SKPPP) terhadap Terdakwa Soeharto atas dugaan melakukan tindak pidana korupsi dan ataupenyalahgunaan dana di 7 yayasan yang didirikan dan dikuasainya, yaitu : Dharmais, Dakab, Supersemar, Amal Bhakti Muslim Pancasila, Dana Mandiri, Gotong Royong dan Trikora, yang diterbitkan oleh TERMOHON, adalah tidak sah dan bertentangan UU No. 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan Kitab Undang-undang Hukum Acara (KUHAP)


Baca juga :

Tidak ada orang yang dianggap paling bedebah dalam sejarah politik modern Amerika selain Harvey LeRoy ‘Lee’ Atwater. Dia adalah ahli strategi, tukang plintir  (spin doctor)  nomor wahid, jagoan dalam hal intrik, jenius dalam memanipulasi. Lee Atwater adalah seorang operator politik. Dia bukan politisi. Tapi dia mampu mendudukkan politisi pada satu jabatan tertentu. Atwater adalah ‘Darth Vader’-nya politik Amerika. Orang yang sangat tega dan ganas, yang mampu melakukan apa saja agar klien-nya terpilih.

seperti di kutip dari https://indonesiapoliticalreviews.wordpress.com

Lee Atwater memulai karirnya sebagai konsultan politik di selatan Amerika. Ini adalah daerah yang dalam sejarah perang saudara Amerika dikenal sebagai wilayah ‘Confederate.’ Penduduk wilayah ini anti-penghapusan perbudakan. Ini karena sebagian besar wilayahnya adalah wilayah pertanian. Salah satu warisan dari perbudakan ini adalah politik ras. Namun, sekalipun daerah-daerah ini sangat tersegregasi menurut warna kulit, politik ras tidak muncul ke permukaan hingga tahun 1960an. Sebelum itu, daerah-daerah ini adalah wilayah partai Demokrat. Karena orang kulit hitam tidak bisa memilih, maka pemilih kulit putih lebih mengutamakan kelas. Demokrat, yang progresif dan berorientasi pada kelas pekerja, selalu menjadi mayoritas di situ. Namun itu tidak berlaku di akhir tahun 1960an.

seperti di kutip dari https://indonesiapoliticalreviews.wordpress.com

Adalah Richard Nixon yang mengubah peta politik di wilayah tersebut. Setelah UU Hak-hak Sipil  (Civil Rights Act)  disahkan Presiden Lyndon B. Johnson (Demokrat) tahun 1964, diskriminasi terhadap orang kulit hitam dihapuskan. Yang paling penting dari UU ini, selain penghapusan diskriminasi atas dasar ras, warna kulit, agama, jenis kelamin, atau kebangsaan, adalah pemberian hak memilih untuk orang kulit hitam. UU ini mengubah semua dimensi politik di wilayah Selatan. Nixon memperhatikan ini dengan cermat. Dia memanipulasi politik di wilayah itu untuk menarik suara kaum kulit putih. Dan itu berhasil dengan baik.

seperti di kutip dari https://indonesiapoliticalreviews.wordpress.com

Strategi untuk menggalang suara berdasarkan ras ini dikenal dengan nama ‘the Southern strategy.’ Karena diskriminasi atas nama apapun dilarang secara hukum, maka para operator politik bekerja dengan bahasa ‘kode.’ Mereka tidak mengungkapkan secara terbuka kebenciannya kepada orang kulit hitam, tetapi lewat kode-kode, seperti, misalnya, kerawanan sosial (artinya: orang kulit hitam itu kriminal); kupon makanan (orang kulit hitam itu pemalas dan jadi beban karena pajak yang Anda bayar dipakai untuk mensubsidi makanan mereka); rumah bersubsidi; jaminan sosial, dan lain sebagainya. Politik ini juga dikenal dengan nama politik ‘siulan anjing’  (dog whistle politics) . Karena ada siulan anjing yang frekuensi suaranya hanya bisa didengar oleh anjing tapi tidak oleh manusia.

seperti di kutip dari https://indonesiapoliticalreviews.wordpress.com

Inilah keahlian Lee Atwater. Dia memulai karirnya dengan menjadi operator politik senator Strom Thurmond dari negara bagian South Carolina. Senator ini terkenal sebagai pendukung politik segregasi dan penentang pemberian hak-hak sipil untuk kaum kulit hitam. Namun, beberapa bulan setelah dia meninggal, terungkap bahwa dia memiliki seorang putri dari seorang perempuan kulit hitam yang bekerja di rumahnya (sangat khas Amerika!). Saat bekerja untuk Senator Thurmond inilah Lee Atwater mengembangkan bakatnya sebagai bedebah politik. Dia membikin konferensi pers dengan menanam beberapa orang reporter palsu di antara reporter betulan. Reporter palsu ini mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang memojokkan lawan politiknya. Dia juga mengirim surat-surat langsung ke pemilih  (direct mail)  yang memberikan informasi palsu tentang lawan politiknya. Lee juga ahli dalam memanipulasi media. Dia akan memberikan informasi  off the record  tentang lawan politiknya kepada media – dan karena dia memiliki kualitas kepribadian yang demikian meyakinkan maka si wartawan merasa tidak perlu melakukan  cross-checking . Dia juga membikin survey-survey palsu yang menunjukkan keunggulan calonnya. Survey-survey ini diharapkan akan memunculkan  ‘band-wagon effect’  yaitu efek seperti gerbong yang menarik gerbong lainnya.

seperti di kutip dari https://indonesiapoliticalreviews.wordpress.com

Lee Atwater berjasa membantu kemenangan Ronald Reagan di wilayah Selatan, yang kemudian membawa Reagan ke tampuk kepresidenan pada 1980. Lee kemudian ikut ke Washington dan menjadi wakil direktur urusan politik Gedung Putih. Dia juga wakil manajer kampanye pemilihan kembali Reagan tahun 1984. Manajer kampanye Reagan saat itu, Ed Rollins, menyebut Atwater menjalankan ‘taktik-taktik kotor’ khususnya terhadap calon wakil presiden Geraldine Ferraro (perempuan pertama yang menjadi calon wakil presiden Amerika!). Atwater mengampanyekan bahwa orangtua Geraldin Ferraro pernah ditahan karena berjualan togel (toto gelap).

seperti di kutip dari https://indonesiapoliticalreviews.wordpress.com

Prestasi utama Atwater adalah pada 1988 ketika dia menjalankan kampanye George H.W. Bush Sr. Ketika itu, kampanye Bush hancur berantakan. Opini publik pada musim panas menunjukkan posisi Bush pada angka -17 persen. Namun saat pemilihan bulan November, Lee Atwater menjungkirbalikkan keadaan itu. Lawan Bush, Gubernur negara bagian Massachusetts, Michael Dukakis, diserang dengan taktik paling kotor yang pernah dipakai dalam pemilu AS. Lee Atwater memproduksi sebuah  video kampanye  yang menggambarkan seorang terpidana yang bernama Willie Horton. Di sana digambarkan Bush sebagai orang yang pro hukuman mati; sementara Dukakis adalah anti-hukuman mati. Tidak itu saja, Dukakis disebutkan mendukung program yang membolehkan tahanan keluar penjara saat akhir pekan. Di sinilah Willie Horton mengambil peranan. Pria kulit hitam ini dihukum seumur hidup, tetapi boleh menikmati ‘liburan’ akhir pekan keluar penjara. Semasa ‘liburan’ itulah Horton menyerang dua orang yang berpasangan, membacok, dan memperkosa yang perempuan.

seperti di kutip dari https://indonesiapoliticalreviews.wordpress.com

Kampanye model ini tidak terjadi sekali dua kali saja. Hampir setiap periode pemilihan pasti diwarnai oleh kampanye hitam ini. Ada yang ditempuh dengan bisik-bisik, ada juga lewat bombardir iklan TV yang menyesatkan. Ambillah contoh kampanye Senator John McCain pada tahun 2000. Saat kampanye penyisihan ( primary campaign ) untuk menjadi calon Partai Republik, McCain harus menghadapi tuduhan bahwa dia memiliki anak kulit hitam hasil hubungan gelapnya. McCain memang memiliki putri angkat yang berasal dari Bangladesh. Pahlawan perang Vietnam ini memang sedang memperoleh momentum karena kemenangannya di New Hampsire. Lawannya adalah George W. Bush Jr, yang kemudian menjadi presiden. Ketika pemilihan di South Carolina, McCain harus menghadapi tuduhan ini, yang disebarkan lewat selebaran dari rumah ke rumah. Inilah yang membuatnya terjungkal dan George Bush menjadi calon presiden dari Partai Republik.

seperti di kutip dari https://indonesiapoliticalreviews.wordpress.com

Hal yang sama juga dialami John Kerry pada tahun 2004. Kerry, seorang veteran perang Vietnam, menerima medali  the purple heart  karena terluka di Vietnam. Pada kampanye pemilihan presiden melawan George Bush, Kerry diserang lewat iklan kampanye oleh kelompok yang menamakan dirinya  Swift Boat Veterans for Truth . Kelompok ini mempertanyakan medali yang diterima Kerry, terutama karena Kerry pernah bersaksi di depan Kongres tentang kekejaman tentara Amerika di Vietnam. Para veteran, yang terluka atau yang pernah ditawan itu bertanya, ‘Jika Kerry tidak loyal terhadap kawan seperjuangannya, bagaimana dia bisa loyal terhadap negara?’

seperti di kutip dari https://indonesiapoliticalreviews.wordpress.com

Ada satu hal yang juga penting digarisbawahi baik pada kampanye hitam ataupun kampanye negatif. Yang diserang bukan bagian yang lemah dari lawan politiknya. Namun, justru yang paling kuat. Dukakis diserang karena kebijakannya yang ingin memperbaiki sistem ‘pemasyarakatan.’ Dia justru ingin sistem yang lebih manusiawi. McCain diserang karena integritasnya, baik sebagai mantan tawanan perang Vietnam, maupun karena sikapnya yang terus terang. Tuduhan memiliki anak dari hasil hubungan gelap adalah serangan yang paling fatal atas integritas dan kejujurannya. Kerry diserang, persis karena statusnya sebagai penerima medali  purple heart . Dia menjadi pengritik perang Vietnam. Posisi ini sebenarnya sangat populer di kalangan masyarakat Amerika. Namun, para ahli strategi di pihak Bush dengan buas mengeskploitasinya menjadi titik lemah Kerry, yakni dengan menghubungkannya dengan loyalitas terhadap kawan seperjuangan. Bush berhasil mengeksploitasi sentimen nasionalisme.

seperti di kutip dari https://indonesiapoliticalreviews.wordpress.com

“Jokowi! Jokowi! Orangnya belum sunat!” Demikianlah celoteh anak-anak kecil yang didengar oleh sastrawan AS Laksana di dekat rumahnya. Tentu saja ini diucapkan sambil bermain. Namun ada sesuatu yang serius di sini. Permainan anak-anak itu menjadi sebuah pertanda bahwa  smear campaign  (kampanye fitnah) yang dilancarkan oleh kubu lawan Jokowi itu bekerja dengan baik. Dia sudah sampai ke tingkat anak-anak. Jika para orangtua hanya mendengarnya lewat bisik-bisik, anak-anak meneruskannya menjadi pengumuman.

seperti di kutip dari https://indonesiapoliticalreviews.wordpress.com

Yang jelas, kampanye hitam hadir dalam pemilihan presiden Indonesia 2014. Bahkan, dia hadir dalam skala yang tidak pernah terlihat sebelumnya. Kampanye hitam lebih banyak ditujukan kepada kandidat Joko Widodo (Jokowi) ketimbang Prabowo Subianto. Mengapa? Ini karena problem berbeda yang dihadapi oleh kedua calon. Masalah utama yang harus dihadapi oleh Prabowo Subianto adalah data, terutama data sejarah yang berupa rekam jejaknya pada masa lalu. Sementara, tantangan utama Joko Widodo adalah kampanye hitam baik dalam bentuk disinformasi, tuduhan rasial dan agama, maupun rekam jejak dalam kehidupan publiknya sebagai politisi.

seperti di kutip dari https://indonesiapoliticalreviews.wordpress.com

Prabowo Subianto memiliki beban ‘data masa lalu’ yang cukup berat, yang mungkin tidak akan berhenti dipertanyakan, bahkan kalau dia terpilih menjadi presiden. Namun, di balik semua itu, Prabowo jelas figur yang lebih dikenal oleh publik Indonesia ketimbang Jokowi. Jika Prabowo bagaikan sebuah buku novel, maka Jokowi bagaikan buku kosong yang perlu ditulis. Semua orang tahu akan sepak terjang Prabowo, mulai dari kakeknya, ayahnya, dan mertuanya (Suharto). Juga rekam jejaknya sebagai perwira militer, tingkah lakunya dalam banyak kasus pelanggaran HAM, dan kehidupannya sesudah dipecat dari dinas militer. Terlebih lagi, setelah ‘dipecat dengan hormat’ dari dinas militer, Prabowo menghabiskan hampir seluruh karirnya untuk berkampanye menjadi Presiden Republik Indonesia.

seperti di kutip dari https://indonesiapoliticalreviews.wordpress.com

Sebaliknya, Jokowi adalah figur yang baru melejit ke publik selama dua tahun terakhir ini. Sebelum itu dia hanya dikenal di lingkup Surakarta, Jawa Tengah, di mana dia menjadi walikota. Dia mulai mendapat perhatian luas dari publik saat dia mencalonkan diri untuk gubernur DKI Jakarta. Sejak saat itu, karir politiknya menanjak tajam. Namun, tidak banyak orang kenal siapa dia. Pengetahuan publik hanya terbatas pada apa yang dia kerjakan sebagai walikota Surakarta dan sebentar menjadi gubernur DKI Jakarta. Itulah sebabnya, Jokowi itu bagaikan buku kosong yang butuh untuk diisi tulisan. Di sinilah lawan dan sekutu politiknya berusaha untuk mengisi halaman-halaman buku itu. Lawan dan kawan politik Jokowi berusaha memberikan definisi tentang siapa Jokowi sebenarnya.

seperti di kutip dari https://indonesiapoliticalreviews.wordpress.com

Hal yang sama berlaku untuk Jokowi. Lawan-lawan politiknya berusaha mendefinisikan Jokowi sebagai Kristen dan keturunan Cina. Dia dituduh menyembunyikan identitas kekeristenan dan kecinaannya. Dalam kampanye fitnah tersebut, nama asli Jokowi adalah Herbertus Handoko Joko Widodo bin Oey Hong Liong (Noto Mihardjo). Foto Jokowi saat menikah beredar yang mengungkapkan bahwa dia adalah keturunan Cina yang menyembunyikan identitas sukunya  (a closet Chinese) . Sementara itu juga beredar iklan dukacita, lengkap dengan aksara Cina. Iklan itu juga menginsinuasi bahwa Jokowi adalah Kristen keturunan Cina.

seperti di kutip dari https://indonesiapoliticalreviews.wordpress.com

Kampanye hitam ini adalah fitnah  (smear campaign)  secara membabi buta. Jika kampanye hitam di Amerika pada umumnya ditujukan kepada orang kulit putih dan memainkan ketakutan rasial mereka, maka di Indonesia kampanye ini secara khusus ditujukan kepada kalangan Muslim. Kampanye ini memainkan perasaan kalangan Muslim Indonesia, terutama ketakutan akan dikuasai oleh Kristen. Setelah Suharto tumbang, sektarianisme berdasarkan agama memang menguat di Indonesia. Ini menyumbang pada ketakutan bahwa umat Islam akan diperintah oleh orang beragama Kristen. Sementara, sentimen anti-Cina pun masih kuat di bawah permukaan. Sekalipun setelah Suharto jatuh kerusuhan rasial anti-Cina sangat berkurang drastis namun prasangka rasial terhadap orang Cina masih sangat kuat. Prasangka rasial ini memang tidak muncul ke permukaan. Tapi dia menjadi semacam ‘ hidden transcript ’ di kalangan masyarakat Indonesia. Dia dibicarakan di ruang-ruang keluarga, di dalam suasana yang akrab, dan jarang muncul ke publik. Namun ia ada.

seperti di kutip dari https://indonesiapoliticalreviews.wordpress.com

Seiring dengan berjalannya kampanye pemilihan presiden, tekanan kampanye hitam ini makin menghebat. Serangan terhadap Jokowi tidak saja berlangsung dari mulut ke mulut dan lewat media sosial. Ia kemudian ditingkatkan ke dalam bentuk tabloid yakni  Obor Rakyat . Tabloid ini secara samar-samar memiliki kaitan dengan kampanye Prabowo-Hatta. Tabloid ini pun diedarkan dengan target yang jelas, yakni kalangan Islam khususnya basis-basis Islam tradisional, Nahdlatul Ulama (NU). Isinya sebagian besar memperkuat apa yang sudah didengar sebelumnya.  Obor Rakyat  agaknya akan menjadi cara baru kampanye di Indonesia. Dia menyamarkan diri sebagai karya jurnalistik, walaupun sesungguhnya dia  menunggangi  dunia jurnalisme untuk melancarkan kampanye hitam.

seperti di kutip dari https://indonesiapoliticalreviews.wordpress.com

Di atas permukaan, serangan paling awal terhadap Jokowi adalah sebagai presiden ‘boneka.’ Uniknya, dia tidak dituduh sebagai boneka asing (baru kemudian tuduhan itu muncul) tetapi sebagai boneka Megawati Sukarnoputri, ketua PDIP, partai yang mencalonkan Jokowi. Kubu Prabowo-Hatta tahu persis bahwa kekuatan Jokowi bukan karena dukungan PDIP terhadap dirinya. Kekuatan utamanya adalah populisme yang melintasi garis partai. Jokowi maju bertarung untuk kursi kepresidenan karena ‘diwajibkan’  (conscripted)  oleh kalangan independen.

seperti di kutip dari https://indonesiapoliticalreviews.wordpress.com

Namun serangan yang paling berhasil adalah dalam bentuk kampanye hitam (atau lebih tepatnya  smear campaign  – kampanye fitnah). Kampanye ini dilakukan oleh kelompok-kelompok di luar tim kampanye resmi. Serangannya pun sangat frontal dan mematikan. Dia menusuk langsung ke  psyche  masyarakat Indonesia, memainkan ketakutan-ketakutan sektarian dan rasial. Kampanye model ini dipakai karena hasilnya luar biasa bagus. Kampanye hitam, selain memberikan definisi tentang siapa Jokowi itu juga berfungsi untuk mobilisasi. 1  Orang-orang yang ketakutan akan berbondong-bondong memenuhi bilik-bilik suara.

seperti di kutip dari https://indonesiapoliticalreviews.wordpress.com

Sedemikian miripnya serangan-serangan dan organisasi kampanye Prabowo-Hatta dengan pola-pola kampanye di Amerika, tentu membuat kita bertanya-tanya: Adakah campur tangan operator politik yang berpengalaman dalam politik Amerika dalam mengelola kampanye Prabowo? Selama ini, pers Indonesia meributkan bahwa kubu Prabowo Subianto mendapatkan bantuan dari konsultan politik Amerika dari Partai Republik yang bernama, Rob Allyn. Kubu Prabowo membantah bahwa Allyn memberikan konsultasi. Namun mereka tidak membantah kalau Allyn bekerja untuk perusahan yang dikontrak oleh tim kampanye kubu Prabowo. 2

seperti di kutip dari https://indonesiapoliticalreviews.wordpress.com

Rob Allyn mungkin bukan figur yang penting dalam politik Amerika. Satu-satunya prestasi paling penting Allyn adalah membuat Gubernur George W. Bush terpilih kembali di Texas tahun 1994. Allyn lebih banyak menangani politisi lokal di AS. Namun, Allyn dan perusahan konsultannya memiliki nama besar di luar AS. Dia berhasil menaikkan Vincente Fox menjadi presiden Meksiko tahun 2000. 3  Sejak itu, Allyn mengembangkan usahanya di luar AS. Dia mulai bergerak di Indonesia diperkirakan sekitar tahun 2004, dengan menjadi konsultan politik untuk Partai Golkar. 4  Saat ini, Allyn mengaku kepada  Dallas Observer bahwa dia hidup selama sembilan bulan dalam setahun di Indonesia.

seperti di kutip dari https://indonesiapoliticalreviews.wordpress.com

Pertama,  terhadap lawan politiknya. Seorang politisi yang terpilih menduduki satu jabatan, tetap memerlukan lawannya ketika dia memerintah. Jika kampanye adalah persoalan memecah-belah dan berusaha mencari suara yang terbanyak, memerintah ( governing ) adalah persoalan mempersatukan. Politisi yang dikalahkan dengan kampanye hitam akan sulit menghilangkan ‘rasa getir’ kekalahannya itu. Demikian pula pendukung-pendukungnya. Jika ini terjadi, persoalan memerintah menjadi makin sulit; oposisi semakin sulit untuk diajak bekerja sama; dan pada akhirnya akan menentukan berhasil tidaknya pemerintah yang berkuasa.

seperti di kutip dari https://indonesiapoliticalreviews.wordpress.com

Kedua,  adalah ke dalam koalisi pihak yang memerintah itu sendiri. Kebanyakan kampanye hitam dilakukan secara rahasia, oleh kelompok rahasia, dan disokong oleh dana-dana gelap. Setelah berkuasa, maka penguasa harus berurusan dengan kelompok-kelompok rahasia yang membantunya menaikkan dirinya ke kekuasaan. Sangat lumrah kelompok-kelompok ini tidak puas, dan akhirnya membuka semua aib pihak yang berkuasa dan menjadikannya skandal. Kerahasian ( secretiveness ) selalu memiliki harga mahal yang harus dibayar.

seperti di kutip dari https://indonesiapoliticalreviews.wordpress.com

Pemerintahan yang dihasilkan lewat kampanye hitam berlebihan akan terus menerus berada dalam  mode  kampanye dan tidak sempat memerintah. Untuk itu, presiden terpilih harus tetap dikelilingi oleh konsultan-konsultan politik. Jika dia menang dalam pemilihan 9 Juli nanti, Presiden Prabowo Subianto mungkin juga harus mencari konsultan politik yang baru, yakni konsultan yang menangani cara memerintah. Kali ini, mungkin konsultan tersebut harus datang dari Russia, mengingat betapa kuatnya Presiden Putin berkuasa di sana.***


Baca juga :

K.H. BAHAUDIN MUDHARY: Perhatikan di ayat ini ada tersusun kata “Aku didalam mereka”. Kata mereka di ayat ini adalah sahabat Yesus. Sedang yang dimaksudkan dengan “Aku” ialah Tuhan. Jadi kata “Aku” beserta “mereka” artinya Tuhan beserta sahabat-sahabat Yesus. Kalau saudara percaya hal kesatuan Yesus dengan Bapa, maka saudarapun harus percaya tentang kesatuan Bapa itu dengan sekalian sahabat Yesus 12 orang jumlahnya. Jadi bukan Yesus dan Roh suci saja yang menjadi satu dengan Tuhan, melainkan harus ditambah 12 orang lagi. Ini namanya persatuan Tuhan atau Tuhan Persatuan bukan hanya Tri Tunggal tetapi 15 tunggal. Jadi berdasarkan perselisihan ayat-ayat tersebut yang manakah yang benar. Tiga menjadi tunggal atau 15 menjadi Tunggal. Ayat yang manakah yang akan saudara yakinkan, yang tiga menjadi tunggalkah atau yang 15 itu?

seperti di kutip dari https://cokiehti.wordpress.com

K.H. BAHAUDIN MUDHARY: Di ayat ini menyebutkan Tuhan adalah Esa. Dalam Kamus bahasa Indonesia oleh E. St. Harahap cetakan ke II, disebutkan bahwa Esa itu berarti satu, pertama (tunggal), dan di ayat itu juga disebutkan bahwa Yesus Kristus adalah pesuruh Allah (Utusan/Rasul). Kalau demikian manakah yang benar. Bibel yang diakui kitab suci oleh saudara, tetapi isinya bertentangan antara yang satu dengan yang lain. Disatu ayat menyebutkan Tuhan dan Yesus menjadi satu, dilain ayat lima belas menjadi satu dan yang lain lagi Tuhan itu tunggal, sedangkan di ayat itu pula menyebutkan bahwa Yesus itu Pesuruh Allah bukan Tuhan. Menurut pengakuan saudara suatu kitab suci yang kandungan ayat-ayatnya bertentangan antara yang satu dengan yang lain tentu sulit sekali dipercaya kesuciannya, karena yang disebut suci itu bersih dari kekeliruan dan perselisihan.

seperti di kutip dari https://cokiehti.wordpress.com

K.H. BAHAUDIN MUDHARY: Adakah belum jelas bahwa Bibel sendiri yang menjadi kitab sucinya orang Kristen menyebutkan seterang-terangnya bahwa Tuhan itu Tunggal, bukan tiga menjadi satu atau satu menjadi tiga. Taruh kata di Bibel ada ayat yang menyebutkan Tuhan itu Tiga menjadi satu, saya ingin bertanya yang manakah di antara kedua ayat itu yang benar, yang tunggalkah atau yang tiga menjadi tunggal. Jadi salah satu dari dua ayat tersebut pasti ada yang benar, karena sudah jelas dua ayat itu tidak sama, Kalau salah satu atau dua-duanya salah, maka kandungan kitab suci yang salah; jadi bukan kitab suci namanya.

seperti di kutip dari https://cokiehti.wordpress.com

K.H. BAHAUDIN MUDHARY: Mestinya tidak dilaknat, malah Yesus harus berterima kasih kepada mereka yang menyalibkan dia, bahkan mereka itu seharusnya mendapat ganjaran., oleh karena menurut keterangan saudara, hidupnya Yesus itu harus disalib untuk menebus dosa-dosa manusia. Andaikan tidak ada manusia yang bersedia menyalibkan Yesus maka dosa-dosa manusia tentu tidak ada yang menebusnya. Jadi manusia-manusia yang telah menyalibkan Yesus itu berjasa kepada Yesus dan penganut-penganut Kristen. Akan tetapi mereka yang sudah terbukti berjasa itu malah dilaknat. Mestinya mereka itu masuk Sorga dan dipuji-puji atas jasanya.

seperti di kutip dari https://cokiehti.wordpress.com

ANTONIUS WIDURI: tetapi dalam Matius pasal 1 ayat 18 menyebutkan sebagai berikut: “Adapun kelahiran Yesus Kristus demikian adanya : Tatkala Maria, yaitu ibunya, bertunangan dengan Yusuf, sebelum keduanya bersetubuh, maka nyatalah Maria itu hamil dari pada Rohulkudus”. Roh Kudus artinya Roh Tuhan. Oleh karenanya maka Yesus itu adalah anak tuhan, sebagaimana juga di Matius pasal 1 ayat 20 menyebutkan: “Yusuf bermimpi seorang Malaikat, Tuhan berkata : “Hai Yusuf, anak Daud janganlah engkau kuatir menerima Maria itu menjadi istrimu karena kandungannya itu terbitnya dari pada Rohulkudus”

seperti di kutip dari https://cokiehti.wordpress.com

K.H. BAHAUDIN MUDHARY: Di sini menyebutkan malah tulang-tulang Ilyas (Elisa) dapat menghidupkan orang mati. Jadi bukan Yesus saja dapat menghidupkan orang mati, bahkan tulang-tulang Ilyas dapat menghidupkan orang mati. Yang berarti Tulang-tulang Ilyas adalah tulang-tulang Ketuhanan. Kalau Yesus diwaktu hidupnya dapat menghidupkan orang mati, akan tetapi Elisa diwaktu tidak bernyawa, malah hanya dengan tulang-tulangnya yang didalam kubur dapat menghidupkan orang mati. Kalau perbuatan Yesus dikatakan ajaib, maka Elisa lebih ajaib dari pada Yesus. Jadi seharusnya Ilyas-pun dianggap Tuhan juga. Periksa lagi di Kitab raja-raja yang pertama pasal 17 ayat 22.

seperti di kutip dari https://cokiehti.wordpress.com

K.H. BAHAUDIN MUDHARY: Cukup, saudara telah membaca di kitab suci saudara sendiri, bahwa Malkisedik seorang raja di Salem tanpa Bapak dan Ibu, malah tiada silsilahnya. Sesuai dengan pendapat saudara, apakah cerita yang disebutkan dalam kitab suci saudara ini berupa dongengan atau cerita-cerita khayalan. Kalau dikatakan dongeng atau cerita khayalan, maka apakah saudara akan terima kalau ada yang mengatakan bahwa kitab suci saudara ada mengandung cerita-cerita khayalan atau dongengan yang dibuat-buat. Dan kalau saudara masih mempertahankan kesucian kitab saudara itu mengapakah saudara tidak mengangkat Malkisedik menjabat tuhan juga, malah jabatan ketuhanannya tentunya lebih tinggi daripada Yesus. Dan berpegang dengan pendirian saudara sendiri bahwa kelahiran Malkisedik itu lebih ajaib dari Yesus, oleh karena Yesus dilahirkan tanpa Bapak sedangkan Malkisedik dilahirkan tanpa Bapak dan Ibu. Selain itu Malkisedik masih mempunyai kelebihan lagi daripada Yesus, oleh karena Yesus dilahirkan dengan bersilsilah, yaitu dari Maria, sedangkan menurut Bibel sendiri Malkisedik dilahirkan tanpa silsilah sama sekali. Apakah saudara masih akan mempertahankan ketuhanan Yesus…?

seperti di kutip dari https://cokiehti.wordpress.com

Kalau ada orang berkata “Si Salim dengan si Amin” maka susunan kalimat ini semua orang dapat mengerti bahwa si Salim tetap si Salim bukan si Amin jadi berdasarkan ayat Bibel yang Saudara baca dengan susunan “Ia” (Yesus) beserta Allah, langsung dapat dimengerti bahwa Yesus bukan Allah, dan Allah bukan Yesus. Jelaslah bahwa Yesus tidak sama dengan Allah: dengan kata lain kata Yesus bukan Tuhan. Dan di ayat itu juga disebutkan bahwa Kalam itu Allah. Padahal Kalam itu bukan Allah dan Allah bukan Kalam. Jadi Allah dan Kalam-pun lain.


Baca juga :

Selain itu mereka tidak meyakini melihat Allah di Akhirat, berdasarkan ayat: “لا تدركه الأبصار”. Beberapa masalah yang berkaitan dengan akhirat, mereka ta’wilkan secara majazi, arti kiasan, seperti mizan dan shirat.  Mereka berkeyakinan bahwa perbuatan manusia adalah ciptaan Allah dan hasil usaha manusia. Dalam hal ini mereka mengambil j alan tengah antara Qadariyyah dan Jabariyyah. Sifat Allah, bagi orang-orang Ibadhiyyah bukanlah tambahan atas Dzat-Nya, tetapi sifat tersebut adalah Dzat itu sendiri. Tentang al-Qur’an mereka meyakininya sebagai makhluq.

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

Bagi mereka keluar dari Imam zhalim tidak wajib, tetapi juga tidak dilarang. Mereka hanya membolehkan. Tetapi jika kondisinya mendesak dan berbahaya, pembolehan termaksud bisa jadi berubah menjadi wajib. Apabila kondisinya tidak mendesak dan tidak akan berakibat fatal, maka pembolehan (jawaz) akan lebih bersifat pencegahan (al-Man’u). Meski demikian, dalam kondisi bagaimanapun, keluar dari Imam zhalim tidak dilarang. Sedangkan merahasiakan pembatalan bai’at (keluar dari Imam zhalim), dalam semua keadaan, adalah lebih baik, selama Imam atau penguasa tersebut zhalim. Mereka juga berpendapat bahwa kakek dari ayah lebih berhak merawat anak daripada nenek atau ibu. Ini sangat berbeda dengan umumnya madzhab-madzhab yang ada.

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

Oktober 1951 konflik antara Mesir dan Inggris semakin memuncak. Ikhwan melancarkan perang urat saraf melawan Inggris di Terusan Suez. Peristiwa ini telah direkam oleh Kamil Syarif dalam bukunya ‘AI Mugawamat al-Sirriyyah ftQanat Suwes’  Tanggal 23 Juli 1952, pasukan Mesir di bawah pimpinan Muhammad Najib, bekerja sama dengan Ikhwan melancarkan Revolusi Juli. Tetapi kemudian Ikhwan menolak kerja sama dalam pemerintahan, karena mereka rnempunyai pendapat dan pandangan yang jelas tentang metode revolusi.

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

Jamal Abdunnashir menganggap penolakan tersebut sebagai penolakan terhadap mandat revolusi. Kemudian kedua belah pihak terlibat serangkaian konflik dan permusuhan yang semakin hari semakin tajam. Akibatnya, pada tahun 1954, pihak pemerintah melakukan penangkapan besar-besaran terhadap anggota Ikhwan dan beribu-ribu orang dijebloskan ke dalam penjara. Alasan pemerintah, karena orangIkhwan telah berupaya memusuhi dan mengancam kehidupan Jamal Abdunnashr di lapangan Mansyiyyah, Iskandariyyah. Bahkan pemerintah Mesir telah menghukum mati 6 anggota Ikhwan :

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

Sayyid Quthb (1324—1387 H/1906—1966 M). Ia termasuk pemikir Ikhwan nomor dua setelah Hasan al-Banna dan termasuk salah seorang tokoh Islam dizaman modern sekarang ini. Ditangkap pada tahun 1954 M dan disekap dalam penjara selama 10 tahun. Tahun 1964, ia dikeluarkan dari penjara atas desakan Presiden Iraq, Abdussalam Arif. Namun tidak lama kemudian, ia diciduk kembali untuk menghadapi hukuman mati. Karya-karyanya sangat terkenal di bidang sastra dan pemikiran Karya-karyanya yang paling monumental antara lain: Tafsir fi Zhilal al-Qur’an dan ma’alim fi al-Thariq, Buku ‘Adalat al-Ijtima’iyyah fi al-Islam dan Khasha’ish al-Tashawwur al-Islami wa Muqawwimatuhu, juga merupakan karyanya yang paling menonjol.

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

Sejak itu Ikhwan bergerak secara rahasia sampai Jamal Abdunnashr meninggal dunia 28 September 1970.  Ketika Anwar Sadat berkuasa, orang-orang Ikhwan mulai dilepas secara bertahap.  Sepeninggal Hudhaibi, Umar Tilmisani (1904—1986 M) terpilih menjadi Mursyid ‘Am Ikhwan. Di bawah pimpinannya Ikhwan menuntut hak-hak jama’ah secara utuh dan mengembalikan hak milik jama’ah yang dibekukan oleh Jamal Abdunnashr. Tilmisani menempuh jalan tidak konfrontatif dengan penguasa dan berkali-kali beliau menyerukan, “Bergeraklah dengan bijak dan hindarilah kekerasan dan extremisme.”  Muhammad Hamid Abu Nashr, terpilih menjadi Mursyid ‘Am setelah Tilmisani. Jalan dan metode yang ditempuhnya sama dengan pendahulunya. Di luar Mesir banyak terdapat tokoh-tokoh Ikhwan yang muncul, antara lain :

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

2. Dr. Mushthafa al-Siba’i (1334—1384 H/1915—1964 M), pengawas umum pertama Ikhwan di Suriah. Gelar doktornya diperoleh dari Fakulstas Syari’ah Universitas al-Azhar, tahun 1949. Memimpin beberapa divisi pasukan Ikhwan ke Palestina tahun 1948. Pernah dicalonkan sebagai wakil Ikhwan di Damaskus, tahun 1949. Selain itu ia terkenal sebagai khatib dan orator ulung. Tahun 1954, ia mendirikan Fakultas Syari’ah di Damaskus dan ia menjadi dekan pertamanya. Karya-karyanya antara lain Sunnah wa Makanatuha fi al-Tasyri’ al-Islami, Al-Mar’ah baina al-Fiqh wa al-Qanun, Al-Qanun al-Ahwal al-Syakhshiyyah.

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

2. Ensiklopedia Islam, cetakan pertama terbit dalam bahasa Inggris, Perancis dan Jerman, antara tahun 1913—1938 M. Sedangkan cetakan berikutnya diterbitkan dalam bahasa Inggris dan Perancis saja, 1945—1977 M. 3. Mu jam Mufahras li Alfazhi al-Hadits, sebuah kamus untuk mencari lafaz-lafaz hadits. Mu jam ini mencakup Kutub al Sittah, kumpulan hadits yang terhimpun dalam kitab yang enam, ditambah dengan Musnad Darimi, Muwaththa’ Imam Malik, Musnad Ahmad bin Hanbal. Mu jam ini terdiri atas tujuh jilid dan beredar sejak tahun 1936 M sampai sekarang.

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

Saledon Amous berkata,’bahwa’Ajaran Muhammad hanyalah merupakan perundang-undangan Romawi bagi sebuah kerajaan Timur, terutama dalam soal politik dan peraturan hak milik.” Ia berkata lebih lanjut, “Perundangundangan Muhammad tidak lain hanyalah perundang-undangan Justinianus yang berbaju Arab.’  Filosof Perancis Ernest Renan berkata, “Filsafat Arab adalah filsafat Yunani yang ditulis dengan huruf Arab.”  Sedangkan Louis Massignon, tokoh perusak ini, menganjurkan agar bahasa Arab ditulis dengan huruf latin dan menggunakan bahasa ‘Amiyyah.

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

Pemerintah, lembaga-lembaga ekonomi, yayasan dan bahkan gereja tidak segan-segan menguras dana untuk kepentingan orientalisme. Selain mengeluarkan dana keuangan dan dukungan, mereka juga menyediakan fasilitas untuk pengkajian keislaman di universitas-universitas, sampai jumlahorientalis menjadi ribuan orang.  Gerakan orientalisme diciptakan untuk mengabdi kepada penjajahan dan gerakan Kristenisasi. Terakhir gerakan ini dimanfaatkan kaum Yahudi dan Zionisme untuk kepentingannya dalam rangka melumpuhkan Timur yang Islami dan menancapkan dominasinya, baik langsung ataupun tidak langsung.

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

3. Periode kemunculan Periode ini dimulai dengan tampilnya ‘Ubaidillah al-Mandi yang telah bermukim di Salmiyyah, Suriah dan melarikan diri ke Afrika Utara. Ia minta perlindungan kepada pendukungnya dari suku Kutama. Pada perkembangan selanjutnya ‘Ubaidillah membunuh dua orang pendukung.setianya Abu Abdillah al-Syi’i al-Shun’ani dan saudaranya yang bernama Abu al-‘Abbas dengan alasan karena keduanya meragukan kepribadian ‘Ubaidillah sebagai orang yang pernah dilihatnya ketika di Salmiyyah. Selanjutnya ‘Ubaidillah mendirikan negara Isma – iliyyah Fathimiyyah pertama di Mandiyyah Afrika (Tunisia) dan menguasai Raqadah tahun 297 H.

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

Dengan mangkatnya Abu Tamim, Isma’iliyyah Fathimiyyah terpecah menjadi Nizariyyah Timur dan Musta’liyyah Barat.  Perpecahan ini terjadi karena Imam Mustanshir telah mewasiatkan (dengan dokumen tertulis), bahwa Imam berikutnya adalah putera tertuanya yang bernama Nizzar. Tetapi Perdana Menteri Ibnu Badr Jamali menghalangi Nizzar agar tidak naik tahta. Kemudian ia memaklumkan keimamanMusta’li, putera bungsu ImamMustanshir yang kebetulan juga sebagai kemenakan Perdana Menteri. Nizzar ditangkap dan dijebloskan ke dalam penjara sampai menemui ajalnya.  Isma’iliyyah Fathimiyyah dinasti Musta’li terus memerintah Mesir, Hijaz dan Yaman dengan bantuan orang Shulaih.

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

Mereka adalah Isma’iliyyah keturunan Nizzar di Syam, Persia dan negara-negara sebelah Timurnya.  Ketika Nizzar dilarang naik tahta di Mesir, seorang Persia yang bernama Hasan bin Shabah memprotes Imam Mustanshir. Karena kecewa melihat perpecahan tersebut, lalu ia kembali ke Persia menyeru kepada Imam yang tersembunyi. Kemudian ia menguasai benteng ‘maut’ tahun 483 H dan mendirikan negara Isma’iliyyah dinasti Nizzari bagian Timur. Mereka inilah yang kemudian dikenal dengan kelompok Assasin dikarenakan mereka terkenal pengisap hasis.

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

Penganjur-penganjur Assasin yang terkenal antara lain : Hasan bin Shabah (meninggal 1124 M), Kyabzark Amid (W 1138 M), Muhammad bin Kyabzark Amir (W 1162 M), Hasan II bin Muhammad (W 1166); Muhammad II bin Hasan II (W 1210 M), Hasan III bin Muhammad II (W 1221 M), Muhammad III bin Hasan III (W 1255 M) dan Ruknuddin Khaursyah, dari tahun 1255 sampai berakhirnya kekuasaan mereka yang telah dihancurkan tentara Hulako dari Mongol. Ruknuddin sendiri terbunuh di tangan tentara Hulako. Sepeninggal Ruknuddin para pengikutnya bertebaran ke berbagai pelosok negeri. Sampai hari ini mereka masih punya pengikut.

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

Mereka adalah Isma’iliyyah Nizzari. Dalam waktu lama mereka tetap berpegang teguh kepada keyakinannya. Di dalam benteng pertahanan mereka akan terlihat keteguhan mereka dalam mempertahankan keyakinan dan mengamalkannya secara terangterangan. Tetapi mereka tetap menjadi kelompok agama yang tidak memiliki negara meski mereka masih tetap memegang peranan penting dalam urusan keagamaan mereka, terutama di Salmiyyah, Qadmus, Mishyaf, Banyas, Khawabi dan Kahfi.  Di antara tokohnya yang terkenal adalah Rasyidin Sinan yang dijuluki dengan Syaikh al-Jabal. Prilakunya mirip dengan Hasan bin Shabah. Ia telah mendirikan madzhab Sinaniyyah yang penganut-penganutnya meyakini adanya reinkarnasi, di samping ‘aqidah Isma’iliyahnya.

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

Isma’iliyah Bahrah adalah Isma’iliyyah musta’liyyah. Mereka mengakui Imam Musta’li dan penggantinya Imam Amir, kemudian putranya Thayyib. Karena itu mereka menyebutnya dengan Thayyibiyyah. Juga dikatakan sebagai Isma’iliyyah India dan Yaman. Pada mulanya mereka meninggalkan politik dan berusaha sebagai pedagang sampai mereka tiba di India dan berbaur dengan orang-orang Hindu. yang masuk Islam. Di sana akhirnya mereka dikenal dengan istilah Bahrah. Bahrah berasal dari bahasa India kuno yang berarti pedagang.

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

Mereka meyakini adanya reinkarnasi. Imam, menurut mereka, adalah pewaris para Nabi dan imam-imam terdahulu.  Sebaliknya, mereka mengingkari sifat-sifat Allah. Sebab, menurut mereka, tidak ‘ada’ dan juga bukan ‘tidak ada’ ; tidak alim dan tidak jahil; tidak berkuasa dan tidak pula lemah. Mereka itu tidak menisbatkan Allah secara muthlaq dan juga tidak menafikannya secara muthlaq. Dia adalah Ilah dua orang yang saling bertolak belakang, Pencipta dua orang yang saling berseteru dan Pemutus hukum dua orang yang saling berlawanan. Dia tidak qadim dan tidak hadits. Yang qadim adalah perintah dan kalimat-Nya. Sedangkan yang hadits adalah penciptaan dan fithrah-Nya.

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

Orang-orang Fathimiyyah pernah mendirikan sebuah negara yang terbentang luas dari Lautan Atlantik sampai Afrika utara, menguasai Mesir dan Syam. Madzhabnya pernah dipeluk penduduk Iraq. Tahun 540 H para orator Isma’iliyyah pernah menjadi jago-jago podium Baghdad. Namun negara mereka bertekuk lutut di hadapan Shalahuddin al-Ayyubi.  Sedangkan kaum Agha Khaniyyah banyak berdiam di Nairobi, Darussalam, Zanzibar, Madagaskar, Congo, Belgia, India, Pakistan dan Suriah. Kepemimpinan tertinggi mereka berpusat di Karachi.  Pemeluk Bahrah, umumnya tinggal di Yaman, India dan dataran-dataran sekitarnya.

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

Isma’iliyyah Syam pernah memiliki benteng pertahanan yang kokoh di sepanjang negara mereka. Sisanya masih terlihat di Salmiyyah, Khawabi, Qadmus, Mishyaf, Banjas dan Kahfi.  Sedangkan kaum Assasin tersebar di Iran. Mereka menguasai benteng ‘al-Maut’ sebelah selatan laut Qazwin dan kekuasaannya terbentang luas. Dalam pemerintahan Abbasiyah yang Sunni mereka memiliki wilayah merdeka yang luas. Malah benteng pertahanan mereka sampai ke Halb dan Mausil. Ketika Perang Salib berlangsung, salah seorang dari Imam mereka pernah menguasai Damaskus yang telah dihancurkan Hulako dari Mongolia.

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

Kekuatannya terpusat di Spanyol dan Italia. Bahkan Italia merupakan pusat pengendalian organisasi secara internasional. Di jalan Virla Bruno, Roma terletak kantor pusatnya yang mengatur urusan manajemen dan organisasi. Untuk kawasan Asia Timur, pengendalian organisasi dilakukan di Filipina.” Sedangkan untuk kawasan Amerika Latin dipusatkan di Mexico. Selanjutnya organisasi ini telah merembes ke dalam kehidupan urnum di Columbia, Chili, Argentina dan Kenya di Afrika, meski kadar perembesan nya tidak sama.

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

Sekte ini didirikan oleh Ahmad Ridha Khan bin Taqli Ali Khan (1272—1340 H/1865—1921 M) yang menamakan dirinya sebagai Abdulmushthafa. Ia dilahirkan di kampung Bareili, daerah Atrabardish. Belajar kepada Mirza Ghulam Qadir Bey, saudara tua Mirza Ghulam Ahmad Qadiyani.  Tahun 1295 ia mengunjungi Makkah dan belajar kepada Syaikh-syaikh di sana. Badannya kurus ceking, pengidap penyakit akut dan berlidah kotor. Ia terkenal orang yang bertemperamen tinggi dan cepat marah. Buku-bukunya yang paling menonjol ialah Anba’ al-Mushthafa, Khalish al-l’tiqad, Dawam al A’isyah, Al-amn wa al-‘Ula li Na ati al Mushthafa, Marja’ al-Ghaib, al-Malfuzhat dan kumpulan sajaknya yang berjudul Hada’iq Bahsyisy.

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

Tokoh lainnya ialah Amjad bin Jamaluddin bin Khadabakhsyi. Lahir di Kahusi dan menamatkan sekolah Hanifiyyah di Janbur tahun 1320 H. la meninggal pada tahun 1367 H/1948 M. Bukunya yang terkenal adalah Bahar Syari’at.  Hasymat Ali Khan adalah tokoh Bareilawisme lain yang tidak boleh ditinggalkan. Ia lahir di Luknow dan menyelesaikan studi formalnya tahun 1340 H. Dengan rasa bangga ia menyebut dirinya sebagai ‘anjing’ Ahmad Ridha Khan. Buku karangannya berjudul Menjauhi Ahli Sunnah. Dia bergelar Ghaizh al-Munafiqun dan meninggal dunia tahun 1380 H.

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

Pengikut Bareilawisme berkeyakinan bahwa Rasulullah SAW berkemampuan mengatur alam semesta. Amjad AIi berkata, “Rasulullah SAW adalah wakil mutlak Allah SWT. Seluruh alam semesta berada dalam pengaturannya. Karena itu dia dapat berbuat apa saja menurut kehendaknya, memberi apa saja kepada yang dikehendakinya dan dapat mengambil apa yang dikehendakinya. Tidak ada seorang pun yang mengatur kebijaksanaannya di jagat raya ini. Dia adalah penghulu keturunan Adam. Barangsiapa tidak menjadikannya sebagai raja, maka baginya haram mendapatkan manisnya sunnah.”

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

Mereka berkeyakinan bahwa Nabi Muhammad SAW dan Waliwali mengetahui apa yang diketahui Allah. Dalam bukunya ‘Kemurnian ‘Aqidah’ halaman 53-54, Ahmad Ridha Khan berkata, “Sesungguhnya Rasulullah SAW tidak ada rahasia lagi baginya lima hal yang disebutkan dalam al-Qur’an. Bagaimana beliau tidak mengetahui hal itu, sedangkan tujuh orang tokoh wali dari ummatnya saja mengetahuinya, misalnya Abdul Qadir Jaelani. Apatah lagi penghulu orang-orang dahulu dan orang-orang terakhir, yang karenanyalah alam semesta dengan segala isinya ini diciptakan dan dari dialah semua itu tercipta.”

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

Mereka memiliki ‘aqidah yang disebut dengan ‘Aqidah Kesaksian’. Yaitu bahwa Rasulullah SAW, menurut pandangan mereka, kapan dan di mana saja selalu hadir dan menyaksikan segala perbuatan makhluk. Dalam bukunya ‘Kebenaran Telah Datang’ jilid I halaman I60, Ahmad Yar Khan berkata, “Pengertian Syar’i dari hadir dan nazhir ialah bahwa pemilik kekuatan suci (sakral) mampu melihat alam semesta yang baginya hanya seluas telapak tangannya, mendengar suara yang dekat dan yang jauh, mampu mengelilingi j agat raya dalam tempo sekejap mata, menolong orang-orang tertindas dan mengabulkan permohonan orang-orang yang meminta.”

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

Hari besar yang paling dirayakan kaum Bareilawisme ialah hari peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Pada hari itu mereka mengeluarkan harta secara besar-besaran. Sebab, bagi mereka, hari itu merupakan hari suci. Dialunkannya lagu-lagu yang mengagungkan Rasulullah SAW dalam lirik dan bait-bait syair yang sarat dengan khurafat dan mithologi.  Pada hari itu juga dibacakan buku ‘Surur al-Qulub fi Dzikri al-Maulud al-Mahbud , karangan Ahmad Ridha Khan. Dalam buku ini sarat dengan cerita mithos dan khurafat.

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

Di dalam buku-buku mereka, jika seseorang telah dicap sebagai kafir oleh mereka, sering disebutkan, “Barangsiapa yang tidak mengkafirkannya (mengkafirkan orang yang telah dikafirkan kaum Bareilawisme, pen.) maka ia adalah kafir.” Sedangkan orang yang termasuk dituduh kafir oleh mereka antara lain pengikut Diyabandi, anggota Nadwah al-‘Ulama (Nadawiyyin), tokoh-tokoh pendidikan, gerakan ishlah dan tokoh-tokoh kemerdekaan India. Termasuk di dalamnya Syaikh Isma’il Dahlawi, salah seorang ulama terkenal di India yang gigih memberantas bid’ah dan khurafat, Dr. Muhammad Iqbal, Presiden Ziaul Haq dan sejumlah menteri-menterinya.

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

Di antara khurafat yang menjadi amalan utama mereka ialah perbuatan bid’ah mencium kedua buah ibu jari tangan ketika adzan kemudian diusapkan ke bawah kedua alis mata. Perbuatan ini dianggap sebagai amalan paling pokok yang sama sekali tidak boleh ditinggalkan. Orang yang tidak melakukan amalan tersebut dicap sebagai musuh Rasulullah SAW. Mereka berkeyakinan bahwa perbuatannya itu akan menjadikan mata mereka sehat selama-lamanya. Untuk lebih jelasnya, lihat buku mereka berjudul ‘Munir al-‘Ainain fi Taqbil allbhamain’, Penerang Mata dalam Mencium Kedua Ibu Jari Tangan.

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

Ajaran ini pertama kali muncul di Bareili, Uttar Pradesh, India. Kemudian disiarkan ke seluruh anak benua India dan Pakistan.  Para pengikutnya ada yang tinggal di Inggris. Di Inggris mereka mendirikan perkumpulan yang disebut Perkumpulan Ahli Sunnah dan Perkumpulan Tabligh lslami. Kegiatannya lebih-banyak bersifat pengrusakan terhadap kegiatan-kegiatan organisasi Islam, menyebarkan kegaduhan dan kekacauan di tengah-tengah ummat Islam. Akibatnya pernah terjadi bentrokan berdarah antar ummat Islam di Inggris pada tahun I980 (Lihat, Guardian, Agustus I980).

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

Gerakan ini pertama kali didirikan oleh Wallace D. Fard, seorang kulit hitam yang tidak jelas keturunannya. Secara tiba-tiba ia muncul di Detroit tahun I930, menyeru orang-orang kulit hitam mengikuti madzhabnya. Juni I934 ia menghilang secara misterius. Setelah Elijah Pool atau Elijah Muhammad (I898—1975) masuk ke pergerakan ini, kegiatannya semakin meningkat, berkembang pesat dan populer. Sehingga ia menduduki beberapa posisi penting, malah menggantikan kedudukan Wallace D. Fard, sebagai ketua pergerakan. Tahun I959 ia mengunjungi Saudi Arabia. Kemudian mengelilingi Turki, Ethiopia, Sudan dan Pakistan. Dalam kunjungannya itu ia didampingi puteranya, Wallace Muhammad yang sekaligus menjadi penerjemahnya.

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

Malcolm X (Malik Syabbaz), salah seorang tokoh Bilalians. yang pernah menjabat ‘Menteri’ (istilah yang digunakan untuk seorang imam di tempat peribadatannya) untuk kuil No. 7 di New York. Ia dikenal sebagai seorang orator dan pemikir. Pernah melakukan tour ke negara-negara Timur Tengah dan beribadah hajji tahun I963. Setelah kembali, ia tidak mengakui prinsipprinsip gerakan rasialisme dan menyatakan keluar dari gerakan. Kemudian ia membentuk sebuah kelompok yang disebut ‘Jama’ah Ahli Sunnah’. Tetapi akhirnya dia sendiri diculik dan dibunuh pada tanggal 2I Februari 1965.

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

Pertama : fase Wallace D. Fard Pertama kali berdiri organisasi ini dikenal dengan sebutan ‘Ummat Islam’ (Nation of Islam). Sering pula disebut sebagai ‘Kembalinya Ummat Islam yang Hilang’. Dalam fase ini ide yang sangat menonjol ialah menekankan kepada seruan kebebasan, persamaan, keadilan dan berjuang meningkatkan nasib anggota. Arah semuanya terfokus kepada ketinggian ras kulit hitam dan keasliannya, menekankan kepada keterikatan mereka dengan kemurnian bangsa Afrika dan menyerang orang-orang kulit putih sebagai syetan-syetan.

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

Dia menyusun beberapa buku yang menggambarkan ide dan fikirannya. Antara lain, Massage to the Blackman, Our Saviour has Arrived, Supreme Wisdom, The Fall of Amerika dan How to Eat to Life?. Untuk melengkapi publikasinya mereka menerbitkan sebuah buletin, ‘Muhammad Speaks’, dalam bahasa mereka.  Ketiga: fase Waritsuddin Muhammad Tanggal 24 November 1975, nama organisasi diubah menjadi ‘Bilalians’, dinisbatkan kepada Bilal al-Habsyi, mu adzdzin Rasulullah SAW.  Tanggal 19 Juni I975 Waritsuddin menghapus peraturan yang melarang orang kulit putih bergabung ke dalam organisasi.

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

Tanggal I3 Oktober I843, seorang Yahudi Jerman asal Hamburg, Henry Jones, memimpin sepuluh orang Yahudi berimigrasi ke New York. Mereka memperoleh izin mendirikan sebuah perkumpulan. Sejak tahun I865 perkumpulannya itu berupaya keras agar dapat wujud di Palestina. Maka tahun 1888 didirikanlah perkumpulan Yahudi pertama, B.Nai B’rith dengan menggunakan bahasa rasmi Ibrani. Di antara tokoh-tokohnya ialah, Nahum Socolov,Dasnicov, Chaim Nachman, David Yellin, Meir Berlin, Chaim Weizmann dan Jad Framkin.

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

John Foster Dulles, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat tahun I958, adalah seorang Kristen Protestan yang turut hadir dalam pertemuan yang diselenggarakan oleh organisasi ini pada tanggal 8 Mei 1956. Dalam pertemuan tersebut dia berkata, “Peradaban Barat, pada dasarnya, tegak di atas landasan keyakinan Yahudi mengenai tabiat ruhani manusia. Karena itu negara-negara Barat harus mengerti akan kewajiban membela peradaban yang berpusat di Israel ini dengan sungguh-sungguh.”  Para Presiden Amerika Serikat sering memuji segala kegiatan dan aktivitas organisasi ini.

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

Budhisme adalah sebuah agama yang muncul di India, sesudah Brahmaisme, pada abad kelima sebelum Masehi. Pada mulanya agama ini cenderung memperhatikan manusia, di samping kepada pembersihan dan kehalusan jiwa, hidup sederhana, cinta kasih, toleransi dan perbuatan baik Akan tetapi tidak lama kemudian, setelah pendirinya meninggal, agama ini berubah menjadi kepercayaan – bathil yang penuh dengan nilai-nilai berhalaisme. Bahkan para pengikutnya sangat mengkultuskan pendirinya sampai ke tingkat menuhankannya.

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

Budhisme didirikan oleh Sidharta Gautama (560—480 SM) yang bergelar Budha, orang yang berpengetahuan luas. Selain itu ia digelari ‘Sakiya Muni’, yang bersemedi. Sidharta Gautama dibesarkan di sebuah kampung di perbatasan Nepal. Ia adalah seorang Pangeian yang hidup dalam kemewahan. Menikah pada usia I9 tahun. Kemudian pada umur 26 tahun ia pergi meninggalkan isterinya, bertapa meninggalkan segala keni’matan duniawi. Selanjutnya ia menjalani kehidupan yang sangat sederhana, merenungi alam, melatih jiwa dan bercita-cita ingin menyelamatkan manusia dari penderitaan yang bersumber dari hawa nafsu. Kemudian ia menyeru manusia agar mengikuti arah pemikirannya. Akhirnya ia mendapit banyak pengikut.

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

Jama’ah Tabligh adalah sebuah jama’ah Islamiyyah yang da’wahnya berpijak kepada penyampaian (tabligh) tentang keutamaan-keutamaan ajaran Islam kepada setiap orang yang dapat dijangkau. Jama’ah ini menekankan kepada setiap pengikutnya agar meluangkan sebagian waktunya untuk menyampaikan dan menyebarkan da’wah dengan menjauhi bentuk-bentuk kepartaian dan masalah-masalah politik. Barangkali cara demikian lebih cocok mengingat kondisi ummat Islam di India yang merupakan minoritas dalam sebuah masyarakat besar.

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

Syaikh Rasyid Ahmad Kankuhi (I829—I905) yang dibaiat menjadi anggota jama’ah pada.tahun I3I5 H oleh Syaikh Muhammad Ilyas. Kemudian ia memperbaharui baiatnya kepada Syaikh Khalil Ahmad Saharnapuri. Syaikh ini mempunyai hubungan dekat dengan Syaikh Abdurrahim Ra’i Fauri dan banyak menimba ilmu dan pendidikan darinya. Ia juga berguru kepada Syaikh Asraf Ali al-Tahanawi (1280—I364 H/ I863—1943 M) yang bergelar Hakim Ummat dan kepada Syaikh Muhammad Hasan (I268—1339 H/I851—I920 M), salah seorang tokoh ulama Madrasah Deoband dan pemimpin Jama’ah Tabligh.

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

Tijaniyyah adalah sebuah aliran tashawwuf yang selain meyakini sejumlah pemikiran dan kepercayaan tashawwuf, juga memiliki keyakinan khusus yang menjadi cirinya. Seperti tampak dalam keyakinannya bahwa orang sekarang dapat bertatap muka dengan Rasulullah SAW secara fisik dan menjumpainya di dunia ini dalam alam perasaan. Mereka juga meyakini bahwa Rasulullah SAW telah memberikan ajaran khusus kepada pengikut Tijaniyyah berupa ‘Shalawat Fatih’, yang menurut mereka dengan shalawat tersebut akan mendapatkan kedudukan tinggi.

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

Ahmad Tijani sendiri pernah mengaku telah berjumpa dengan Rasulullah SAW secara fisik dan intuisi, berdialog dengan beliau secara langsung serta belajar Shalawat Fatih dari beliau. Shalawat itu berbunyi : “Ya Allah! Curahkan rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, pembuka yang tertutup, penutup para Nabi dan Rasul terdahulu, pembela kebenaran dengan yang benar, pemberi petunjuk ke jalan Mu yang lurus. Curahkan rahmat-Mu kepada keluarga beliau yang mulia, dan agung. ”  Tentang shalawat ini mereka berkeyakinan:

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

Mereka membuat-buat tuduhan palsu bahwa Rasulullah r telah menyembunyikan sebagian wahyu kepada ummat Islam. Wahyu yang disembunyikan tersebut disimpannya sampai tiba saatnya untuk dibuka. Hal ini diberitahukan hanya kepada Syaikh Ahmad Tijani. Wahyu yang disimpan tersebut antara lain shalawat fatih. Ini jelas bertentangan dengan firman Allah: “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Kucukupkan kepadamu ni’mat-Ku dan telah Kuridhai Islam itu jadi agama bagimu. ” (Q.S, al Ma’idah: 3).

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

Bulan Agustus 1984, 32 orang aktifis Hizb al-Tahrir Mesir diajukan ke meja hijau dengan tuduhan merencanakan kudeta. Disebutkan orang-orang yang dituduh sebagai pimpinan kudeta ialah, Ir Abdulghani Jabir Sulaiman, Dr. Shalahuddin Muhammad Hasan (keduanya tinggal di Austria), seorang doktor elektro keturunan Palestina yang dijuluki Abu Lihyah (sekarang bermukim di Jerman Barat) dan ‘Alauddin Abdulwahhab Hajjaj (mahasiswa Universitas Kairo).  Tokoh Hizb al-Tahrir lainnya ialah Abdurrahman Maliki dari Suriah, salah seorang tokoh Dewan Pimpinan Partai dan penulis buku al-‘Uqubat.

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

Dalam mencapai tujuannya Hizb berfilsafat, manusia yang hidup di tengah-tengah masyarakat tertentu, pada hakikatnya berada di antara dua buah tembok yang kokoh; tembok aqidah dan pemikiran, dan tembok sistem yang mengatur hubungan serta cara hidup manusia. Jika ingin melakukan perubahan total terhadap anggota masyarakat, maka serangan harus dilancarkan kepada tembok luar (menyerang pola fikirnya). Tindakan ini akan menimbulkan konflik pemikiran yang akan melahirkan perubahan pemikiran secara mendasar. Kemudian disusul perubahan politik”

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

Hizb al-Tahrir melalaikan aspek ruhani. Ruhani dipandang hanya sebagai ide. Hizb berpendapat, “Di dalam diri manusia tidak ada gejolak ruhani dan kecenderungan jasadi. Di dalam diri manusia hanya ada kebutuhan dan instink yang harus dipenuhi. Apabila kebutuhan fisik dan instink ini terpenuhi oleh sistem dari Allah SWT, ia akan otomatis berjalan dengan ruh. Apabila kebutuhan tersebut dipenuhi dengan sistem yang bukan dari Allah, berarti pemenuhannya bersifat materialistik. Ini jelas akan membawa penderitaan kepada manusia.”

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

Tokoh-tokoh Hizb memandang tidak. perlu adanya usaha amar ma’ruf dan nahi munkar. Menurut mereka, usaha tersebut pada saat ini merupakan salah satu kendala tahapan pergerakan. Sebab kewajiban amar ma’ruf dan nahi munkar merupakan salah satu tugas negara Islam, jika telah berdiri.  Dustur Hizb al-Tahrir terdiri atas 187 fasal yang dipersiapkan untuk sebuah negara Islam yang diperjuangkannya. Undangundang Dasar tersebut telah ditafsirkan secara rinci. Tetapi kenyataannya perjuangan tersebut tidak lebih daripada pemborosan ide yang jauh dari kenyataan.

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

4. Mushthafa Thallas, seorang Muslim Sunni kelahiran tahun I932. Ia belajar pada Akademi Militer di Himsh. Tahun I947 ia bergabung menjadi anggota Partai. Kemudian sejak tahun 1963 ia diangkat menjadi Pimpinan Pengadilan Keamanan Negara untuk Propinsi Tengah. Selain itu ia juga pernah menjabat Kepala Staf Barisan Lapis Baja ke-5, I964—1966. Februari I967 ia diangkat sebagai Kepala Staf Angkatan Bersenjata Suriah. Tahun I968—1972 ia diangkat menjadi wakil Menteri Pertahanan. Maret I973 sampai sekarang ia menjabat Menteri Pertahanan.

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

16. Hafizh Asad, kelahiran Qardahah, sebuah desa di kawasan Ladzaki’yah tahun 1930. Tahun 1955 ia menamatkan studinya di Akademi Militer Himsh. Tahun 1963 ia menjadi Komandan Angkatan Udara. Pada tahun 1964 ia mengepalai Pasukan Penerbang Militer. Kemudian pada tahun 1965 ia mulai bergabung dengan Dewan Nasional Komando Revolusi dan tahun berikutnya, 1966, ia bergabung bersama Shalah Sayyid dalam melakukan kudeta. Ia kemudian diangkat menjadi Menteri Pertahanan (1966-1967). November 1970 ia diangkat menjadi Presiden Suriah. Setelah itu ia terus melejit namanya dengan gerakan reformasinya yang mengantarkan dia ke puncak kekuasaan.

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

Mengenai persatuan, mereka berkata, “Persatuan Arab tidak hanya sekedar ikatan dan bahan perekat, tetapi ia merupakan peleburan dari berbagai bagian yang menyatu. Karena itu, persatuan adalah sebuah revolusi segala segi, arti dan tingkatannya. Ia adalah revolusi, sebab persatuan merupakan penggusuran total terhadap kepentingan-kepentingan kedaerahan yang telah hidup, timbul dan tenggelam sepanjang sejarah. Persatuan adalah revolusi, karena ia akan menjadi front terhadap berbagai kepentingan dan kelas-kelas penentang dan penghalang persatuan (Dasar-dasar teoritis Mu’tamar Nasional ke-VI).

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

Pada akhir abad ke-18 dan awal abad ke-19 orang-orang yang berpandangan Timur, di dunia Islam, mulai memodernisasi dan memperkuat tentara mereka dengan cara mengirim kader-kadernya ke negara-negara Eropa, atau dengan mendatangkan para ahli dari Barat untuk mengajar dan membuat perencanaan bagi kebangkitan modern. Hal ini dilakukan dalam rangka menghadapi usaha keras orang-orang Barat dalam memperluas pengaruh kolonialisme mereka sesudah masa kebangkitan Eropa.  Sultan Mahmud II telah menguasai janizari (prajurit Turki pada masa khilafah) Osmaniyah tahun 1826 M dan menginstruksikan kepada orang-orang militer dan sipil supaya memakai pakaian Eropa.

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

Perjalanan westernisasi dapat ditelusuri sejak tahun 1860 M ketika gerakan ini memulai aktifitasnya di Libanon melalui para zending Kristen. Dari sanalah kemudian merambat ke Mesir di bawah naungan Khudaiwi Ismail yang akan menjadikan Mesir sebagai bagian dari Eropa.  Selanjutnya pada tahun 1284 H/1867 M, Khudaiwi Ismail menemui Sultan Utsmani Abdul Aziz di Perancis ketika memenuhi undangan Raja Napoleon III menghadiri acara Festival Perancis. Mereka berdua berjalan mengikuti arus peradaban Barat.

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

Sejak tahun 1830 M para sarjana lulusan Eropa yang telah kembali ke negeri masing-masing mulai menerjemahkan buku-buku Voltaire, Rousseau, Montesquieu dan lain-lain. Penerjemahan ini bertujuan menyebarkan pemikiran Eropa yang memberontak menentang agama, yang muncul pada abad ke-18.  Cromer mendirikan Akademi Victoria di Iskandariyah. Tujuannya ialah untuk mendidik generasi anak-anak para pejabat, tokoh dan pembesar dengan pola Inggris agar mereka bisa menjadi alat transformasi dan penyebaran peradaban Barat di masa mendatang.

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

Butrus Bustani (1819—1883 M) pada tahun 1863 M.mendirikan sebuah sekolah bahasa Arab dan science modern. Dengan demikian ia adalah orang -Masehi pertama yang menyeru kepada Arabisme dan nasionalisme. Slogan yang didengungkannya ialah, “Cinta tanah air sebagian dari iman.” Ia menerbitkan sebuah harian berbahasa Arab Al-Janan pada tahun 1870 M. Harian ini sempat hidup selama 16 tahun. Resminya ia menjadi penerjemah pada Konsulat Amerika di Beirut. Bersama dua orang Amerika, Smith dan Van Dyck, ia menerjemahkan Protestanisme bagi Taurat.

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

Buku Al-Islam wa Ushul al-Hukmi telah dilarang terbit dan pengarangnya dinyatakan harus dihukum oleh ulama Al-Azhar pada tanggal 12/8—1925. Fikirannya mendapat tantangan keras dari kelompok ulama.  Ia pernah memimpin majalah Rabithah Syarqiyyah dan mengadakan upacara penganugerahan penghargaan untuk Ernest Renan di Universitas Mesir. Upacara ini diselenggarakan dalam rangka memperingati seratus tahun meninggalnya oerientalis tersebut. Ernest Renan adalah orientalis yang gigih menyerang orang-orang Arab dan kaum Muslimin.

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

Pendukung Westernisasi lain ialah Manshur Fahmi (1886—1959 M). Ia pernah mengajukan disertasi doktornya kepada Levy Bruhl yang berisi serangan terhadap sistem perkawinan dalam Islam. Temanya ialah tentang keadaan wanita dalam tradisi Islam. Di dalam disertasinya itu ia berkata, “Muhammad telah membuat undang-undang untuk semua manusia. Tetapi untuk dirinya sendiri banyak perkecualiannya. “Lebih lanjut dia menyatakan, “Hanya saja ia (Muhammad) telah meringankan mahar dan saksi untuk dirinya sendiri.”

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

Meningkatnya perhatian orang dalam membangkitkan peradaban klasik, H.A.R. Gibb berkata, “Di antara fenomena penting politik westernisasi di dunia Islam ialah tumbuhnya perhatian untuk membangkitkan kembali peradaban-peradaban klasik yang berkembang pesat di berbagai negara, yang dewasa ini cukup menyibukkan kaum Muslimin. Perhatian dunia Islam sekarang ini masih terbatas pada kuatnya permusuhan terhadap Eropa. Tetapi di masa mendatang tidak mustahil hal itu akan memegang peranan penting di dalam memperkuat nasionalisme-nasionalisme lokal dan memperkokoh sendi-sendinya.”

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

Selain itu tumbuh kecenderungan berkembangnya ide pemisahan antara agama dan negara, upaya pendangkalan agama, penyerangan terhadap Islam, wahyu, Rasul dan sejarah Islam. Kemudian lahir pula sikap ragu terhadap nilai-nilai Islam dan seruan membebaskan orisinalistas dan keunikan Islam serta menumbuhkan takut mati dan kemiskinan. Semua itu bertujuan mencabut fikrah jihad dari akal dan kalbu kaum Muslimin. Berbarengan dengan itu disebarkan pula isu bahwa penyebab kemunduran bangsa Arab dan ummat Islam adalah Islam.

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

Pasukan Salib telah menderita kekalahan berulang kali setelah perang Hiththin. Orang-orang Turki Osmani menaklukkan ibu kota Bizantium dan pusat gereja mereka pada tahun 1453 M. Kemudian kota tersebut dijadikan ibu kota Turki dan namanya diubah menjadi lstambul, yakni Dar al-lslam (Negara Islam).  Selain itu pasukan lslam Turki dapat sampai ke Eropa dan menggempur Wina pada tahun 1529 M. Penggempuran ini berlangsung sampai tahun 1683 M. Semua itu diawali dengan jatuhnya Andalusia yang dijadikan pusat pemerintahan dinasti Umawiyah.

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

Louis Massignon, penasihat gerakan kristenisasi di Mesir. Ia termasuk anggota Lembaga Bahasa Arab di Mesir. Pernah menjadi penasihat Departmen Kolonialisme Perancis untuk Urusan Afrika Selatan.  Daniel Bills berkata, “Perguruan Tinggi Robert di lstambul (sekarang Universitas Amerika) tidak lagi menjadi perguruan tinggi yang exclusive, baik pengajaran ataupun fasilitas kemahasiswaan yang disediakannya. Sekarang telah menjadi perguruan tinggi Kristen yang benar-benar terbuka. Pendirinya adalah seorang missionaris Kristen. Malah sampai sekarang pimpinannya harus seorang missionaris.”

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

Don Huk Crey, tokoh terbesar dalam konferensi Kristen Louzon th. 1974 M, adalah seorang penganut Protestan. Menjadi missionaris di Pakistan selama 20 tahun. Pernah menjadi mahasiswa Fuller School of International Mission. Setelah konferensi Kristen di Colorado th. 1978 M, ia menjadi direktur Lembaga Samuel Zwemer. Lembaga ini juga bergerak dalam bidang penerbitan untuk menyebarkan kajian-kajian khusus tentang masalah-masalah kristenisasi terhadap Ummat Islam. Kantornya berpusat di California. Berbagai penataran dan pengkaderan dipersiapkan untuk mencetak para missionaris dengan segala keahliannya.

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

4. Tentang Ajaran lslam Missionaris Henry Jesups berkata, “Islam lebih banyak berpijak pada landasan hadits daripada al-Qur’an. Jika haditshadits yang palsu itu dibuang, maka Islam tak akan tersisa sedikitpun. Ia juga menyatakan, “Islam itu sangat dangkal. Wanita menurut lslam adalah budak.”  Sedangkan missionaris John Takly berkata, “Kita harus memperlihatkan kepada orang bahwa yang benar di dalam al-Qur’an bukanlah sesuatu yang baru. Sedangkan yang baru di dalam Islam juga bukan sesuatu yang benar.”

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

Samuel Zwemer dalam Mu’tamar Kristen di Quds th. 1935 M juga berkata: “…..tetapi tugas missionaris Kristen di negara-negara lslam yang telah didukung oleh negara-negara Kristen bukanlah berupaya untuk mengkristenkan ummat lslam, sebab hal ini merupakan suatu petunjuk dan penghormatan bagi mereka. Tetapi tugas kalian yang teipenting ialah memurtadkan orang lslam dari agama mereka agar menjadi orang yang sama sekali tidak mempunyai hubungan dengan Allah. Kemudian tidak mempunyai hubungan dengan moral yang telah menjadi landasan hidup seluruh bangsa:”

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

Kemudian di bagian lain dia mengatakan, “Kalian telah mempersiapkan suatu generasi yang tidak mengenal hubungan dengan Allah dan tidak mau tahu tentang itu. Kalian harus mengeluarkan seorang Muslim dari agamanya. Dia tidak usah dimasukkan ke dalam agama Kristen. Kelak akan datang suatu generasi yang mentalnya persis yang dikehendaki penjajah. Generasi tersebut tak perduli terhadap masalah-masalah besar, tetapi suka bersantai-santai dan malas. Dengan demikian apabila ia melakukan sesuatu, hanya karena ingin popularitas. Jika belajar, hanya karena ingin popularitas. Jika menduduki posisi tinggi, hanya karena popularitas. Ia akan mengerahkan apa saja demi popularitas.”

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

Konferensi Colorado 15 Oktober 1978 tergolong konferensi paling berbahaya. Tema konferensi ialah Konferensi Amerika Selatan untuk Mengkristenkan Ummat Islam. Pesertanya sekitar 50 orang mewakili organisasi-organisasi Kristen paling aktif di dunia. Konferensi ini berlangsung secara tertutup selama dua pekan. Dalam konferensi ini berhasil dibuat satu strategi yang dirahasiakan karena dipandang sangat berbahaya. Antara lain diputuskan anggaran biaya sebesar satu miliar dolar AS untuk program kristenisasi. Dana sebesar itu benar-benar terkumpul dan didepositokan di salah satu bank terbesar di Amerika Serikat.

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

Kumpulan kertas kerja Konferensi Kairo tahun 1906 M yang berjudul “Sarana Kristenisasi di Kalangan Ummat Islam “. Zwemer menyusun sebuah buku yang merupakan kumpulan dari beberapa laporan tentang missi. Buku tersebut diberi judul Dunia Islam Dewasa ini. Buku ini membicarakan sarana-sarana praktis untuk bersentuhan dengan bangsa-bangsa non Masehi dalam rangka menarik mereka ke pangkuan Masehi. Di dalamnya ditulis pula penjelasan mengenai langkah-langkah yang harus diikuti setiap missionaris.  Sejarah Missionarisme karya Edwin Bulls seorang missionaris protestan.

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

S.A. Morisson redaktur majalah MUSLlM WORLD berkata, “Waktu itu kesempatan sangat terbuka lebar. Para dokter Kristen membawa missinya di tengah-tengah mayoritas ummat lslam di desa-desa seluas negara Mesir”. Seorang missionaris wanita, Eide Harris mengatakan, “Dokter Kristen harus memanfaatkan kesempatan dalam prakteknya untuk memasukkan missi Kristiani ke telinga dan hati ummat lslam”.  Mr. Harber menyatakan perlunya diperbanyak missi kesehatan. Sebab, kata dia, para tenaga medis berhadapan langsung dengan massa. Mereka berpengaruh besar terhadap ummat Islam. Pengaruh mereka lebih besar daripada tenaga missi (zending) lain”. (Konferensi Kairo 1906 M).

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

Pendeta Kristen Mibez berkata, “Perang salib yang telah dimulai missionaris-missionaris kita pada abad ke 17 M masih berlangsung sampai hari ini. Pastur-pastur pria dan wanita Perancis masih banyak bertebaran di Timur.”  Becker seorang orientalis Jerman berpendapat, “Terdapat sikap permusuhan yang tajam antara Kristen dan lslam. Sebab ketika Islam tersebar pada abad pertengahan, agama ini telah membangun sebuah benteng pertahanan yang kokoh di tengahtengah upaya penyebaran Kristen. Kemudian lslam tersebar ke berbagai negara yang sebelumnya pernah bertekuk lutut di bawah kekuasaan Kristeh.”

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

1. Di Pakistan Miyan Thufail Muhammad, lahir pada tahun 1914 M. Sebagai salah seorang anggota pendiri Jama’at, Thufail menjadi Sekjen pada masa Maududi sejak tahun 1968 M. Sejak tahun 1972 M beliau menduduki jabatan Amir (imam) jama’at.  Tahun 1977 ia terpilih kembali menjadi Amir. Ia pernah dijeboloskan ke dalam penjara bersama Maududi. Sering mengikuti konferensi-konferensi dan berbagai pertemuan, baik di dalam ataupun di luar Pakistan. Beliau memiliki ijazah dan penghargaan tinggi di bidang fisika, matematika dan hukum.

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

Abu A’la al-Maududi mendasarkan da’wahnya kepada al-Qur’an dan al-Sunnah. Dalam da’wahnya tampak jelas pengaruh da’wah yang dibawakan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab. Syaikh ini sangat terkenal dalam kekerasan dan kegencarannya membersihkan aqidah dari debu-debu kemusyrikan dan perlunya kembali kepada sumber Islam yang murni. Dalam segala masalah harus dikembalikan kepada dalil yang benar. Berbarengan dengan itu pula harus dibasmi segala macam bentuk bid’ah dalam agama yang telah berkarat di dalam kehidupan kaum Muslimin.

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

Agama, menurut keyakinan mereka, tumbuh dari rasa takut. Mahmud berkata, “Ketika manusia pertama menemukan dirinya dalam lingkungan alam yang diciptakan Allah, makhluk ini dikurung oleh musuh dan lawan-lawannya dari berbagai penjuru. Lalu ditempuh beberapa jalan pemikiran dan amal untuk memelihara kehidupannya. Dengan akal dan kalbunya Allah memberinya petunjuk untuk membagi kekuatan yang mengelilinginya itu menjadi kawan dan lawan. Lawan ini ada yang menjadi musuh yang memberi potensi dan kemampuannya. Ada pula yang menjadi lawan yang berpotensi luar biasa dan melemahkan kekuatannya.

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

Di dalam buku Risalah Tsaniyah halaman 164—165 pemimpin partai ini mengomentari dua kalimah syahadat, “Ketika memasuki pintu kesaksian dua kalimah syahadat (Sesungguhnya tidak ada Ilah ygng berhak disembah kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah), ia berjuang meningkatkan tradisi itu dengan tekun, sehingga dengan kesaksian tauhidnya itu ia benar-benar meningkat sampai ke martabat lepas sama sekali dari syahadat. ia tak melihat kecuali yang bersaksi itu adalah yang dipersaksikannya. Ketika itu ia berdiri diambang pintu dan berbicara sebagai perjuangan tanpa hijab. Katakanlah Allah, kemudian biarkanlah mereka bermain-main dalam ketenggelamannya.”

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

Zakat, hijab dan poligami mereka pandang sebagai ajaran yang bukan dari Islam.  Mereka mempunyai pemahaman tentang insan kamil yang akan menghisab manusia menggantTcan Allah pada hari qiyamat. Karena qiyamat, menurut mereka, adalah ruang dan waktu. Sedangkan Allah SWT maha suci dari ruang dan waktu.  Pemahaman Hizb tentang sunnah yang bersifat falsafi menyebutkan, “Di antara karangan manusia ialah bahwa sunnah Nabi itu meliputi ucapan, keputusan dan amal perbuatannya. Padahal pemahaman seperti itu salah. Sebab ucapan dan perbuatan Nabi itu bukan sunnah tetapi syari’ah. Sunnah adalah perbuatan Nabi yang khusus untuk dirinya sendiri.”

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

Secara terang-terangan penganut ajaran al-Hizb al-Jumhuri menyatakan, “Al-Qur’an adalah sebuah syair yang konsisten. Yang dibuang al-Qur’an hanyalah ketidakjujuran dan ketidakkonsistenan.” Karena itu mereka berkata, “Apa yang dibuang Allah dari al-Qur’an bukanlah karena kesyairan kitab itu, akan tetapi karena kerancuan syiar dalam ketidakkonsistenan dan ketidakjujurannya”. Kemudian berkata lebih lanjut, “Jika Anda meneliti rahasia al-Qur’an, maka Anda akan yakin bahwa ia adalah syair.”  Partai ini mempunyai pemahaman tersendiri tentang syirik dan tauhid.

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

Inilah yang mengantarkan dia menjadi pendiri agama ini.  Mahawhira menghabiskan waktunya untuk bermeditasi, menjadi pendeta dan berkontemplasi sambil telanjang bulat selama 13 bulan. Berbarengan dengan itu ia terus-menerus mengontrol dirinya dengan berdiam diri. Ia hidup dengan sedekah dari orangorang yang memberinya. Setelah melewati proses ini, ia langsung mencapai peringkat ke-4. Sebelumnya ia telah dibekali dengan tiga peringkat dasar sebagaimana mereka katakan.  Kemudian ia melakukan perjalanan tanpa perasaan yang dapat memastikan dirinya mencapai peringkat ke-5, yaitu peringkat ilmu mutlak, yang berarti ia sampai ke tahap kemenangan.

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

Setahun setelah menjalani tahap konflik dan pembersihan jiwa, ia berhasil mencapai peringkat guru. Dengan demikian dimulailah tahap menyerukan keyakinannya. Kemudian ia menyeru kepada keluarga, teman-teman dekat dan masyarakat sekotanya. Seterusnya seruannya diarahkan kepada para raja dan pemimpin. Seruannya mendapat sambutan luas dari kalangan rakyat dan dipandang sebagai revolusi terhadap kaum Brahmana.  Mahawhira terus melancarkan seruannya sampai berusia 72 tahun. Ia meninggal pada tahun 527 SM. Dia mewariskan berbagai khutbah, pengikut dan aliran-aliran.

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

2. Suitambra, yakni orang-orang yang berpakaian putih. Mereka adalah kasta orang-orang awam yang moderat yang menjadikan awal kehidupan Mahawhira di bawah asuhan kedua orang tuanya sebagai landasan hidup mereka. Yaitu pada saat Mahawhira meni’mati kehidupan yang penuh pelayanan dan kesenangan. Karena itu mereka melakukan apa saja yang mengandung nilai kebaikan dan meninggalkan apa saja yang mengandung nilai keburukan atau perbuatan yang inembinasakan ruh makhluq yang bernyawa. Mereka memakai pakaian dan menerapkan prinsip-prinsip umum Jinisme pada diri mereka.

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

Kelompok pertama adalah orang-orang yang menyeru kepada kepemimpinan Muhammad Syah dan sekaligus mengakui kepemimpinannya. Kemudian menyusul imam-imam dari keturunan mereka sampai berakhir pada pertengahan abad ke-I0 hijriyah. Sebagai iman terakhir adalah imam Zhahir Syah III yang dikenal dengan sebutan Dikny. Ia hijrah ke India sampai meninggal di negeri itu pada tahun 950 H. Secara praktis kelompok ini berakhir dengan kematian Dikny meskipun pengikutnya masih ada sampai sekarang, terutama di Masyraf, Qadmus dan Suriah.

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

7. Sarana yang mereka tempuh adalah penculikan yang terorganisasi, yaitu dengan cara melatih anak-anak untuk taat membuta dan percaya kepada apa saja yang dikemukakan kepada mereka. Ketika lengan tangan mereka semakin kuat, mereka dilatih menggunakan senjata-senjata populer terutama pisau. Mereka juga diajari ilmu sekuriti dan intelijen. Seorang yang berjiwa berani mati (pejuang) harus membunuh diri jika ia dipaksa untuk membongkar rahasia mereka. Dengan demikian, mereka telah mempersiapkan satu pasukan berani mati yang pernah mengejutkan Dunia Islam.

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

8. Mereka sangat kuat berada dalam rangkaian benteng-benteng pertahanan. Mereka tidak bakal meninggalkan satu tempat yang terang kecuali di tempat itu sudah dipersiapkan sebuah benteng. Mereka juga pantang meninggalkan sebuah benteng kecuali telah diletakkannya sebuah tonggak di depan mata mereka untuk dikuasainya. Seorang sejarawan, Kamaluddin bin ‘Adim berkata tentang Assassin, “Pada tahun 572 H/1176 M penduduk gunung Sammaq tenggelam dalam perbuatan dosa dan kefasiqan.  Mereka menamakan dirinya orang-orang suci.

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

Charles Darwin, pencetus teori darwinisme, adalah seorang pemikir Inggris. Pada tahun 1859 ia menulis sebuah buku The Origin. Dalam buku ini diketengahkan sebuah teori perkembangan dan pertumbuhan (evolusi) yang mengatakan bahwa kehidupan itu berasal dari satu sel yang berada di dalam rawa sejak berjutajuta tahun lalu. Kemudian sel ini berkembang dan berproses melewati beberapa fase. Antara lain fase kera yang berakhir menjadi manusia. Dengan teorinya itu Darwin menggusur pemikiran agama yang menisbatkan kejadian manusia kepada Adam dan Hawa sebagai manusia pertama:

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

Arthur Keith, penganut darwinisme yang fanatik ini mengakui bahwa teori darwin sampai sekarang tidak terbukti kebenarannya. Karena itu, kata dia, teori itu harus ditulis kembali. Ia berkata, “Sesungguhnya teori perkembangan dan pertumbuhan sampai kapanpun tidak akan mempunyai bukti dan akan terus demikian. Sebab satu-satunya yang membuat kita percaya kepada teori ini ialah alternatif satu-satunya yang mungkin dapat menggantikan teori ini yaitu kepercayaan kepada penciptaan langsung. Sedangkan ini sama sekali tidak diketemukan.”

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

Protokolat Hakhom-hakhom zionisme menyatakan, “Janganlah kalian beranggapan bahwa pernyataan-pernyataan kami sebagai kata-kata kosong. Perhatikanlah, keberhasilan Darwin, Marx, Nitze telah kami persiapkan sebelumnya. Pengaruh tidak bermoral bagi orientasi ilmu-ilmu ini di dalam pemikiran bangsa-bangsa pasti akan semakin jelas bagi kita.” Kecepatan penerapan teori ini merupakan satu bukti adanya tangan-tangan tersembunyi yang memanfaatkan penyebarannya. Padahal teori evolusi merupakan satu teori yang tak pernah memiliki bukti-bukti kebenaran.

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

Muhammad bin Ismail al-Druzi, terkenal dengan Nasytakin bersama-sama dengan Hamzah meletakkan dasar-dasar keyakinan Droze. Hanya saja Nasytakin terlalu cepat memproklamirkan ketuhanan al-Hakim (tahun 407 H) yang menyebabkan Hamzah marah dan massa memberontak kepadanya. Akibatnya ia lari ke Syam. Di negeri itu.lah ia menyerukan alirannya sehingga lahir sekte Droze yang dikaitkan dengan namanya, kendati sebagian pengikutnya mengutuk dia karena ia keluar dari ajaran Hamzah, perekayasa pembunuhan dia pada tahun 41I H.

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

1. Francois Quesnay (1694-1774). Ia lahir di Versailes Perancis dan bekerja sebagai dokter di istana Louis XV. Tetapi ia lebih mengutamakan bidang ekonomi dan mendirikan aliran les phisiocrates. Pada tahun 1756 ia menerbitkan dua buah makalah tentang para petani dari Selatan. Pada tahun 1758 ia menerbitkan tabel ekonomi yang disebut La Tableau Economique yang di dalamnya digambarkan peredaran uang di dalam masyarakat sebagai peredaran darah. Tentang tabel tersebut Mirabeau berkata di dunia ini terdapat 3 penemuan besar, yaitu tulisan, mata uang dan tabel ekonomi.”

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

Jacob Barzef adalah ketua Rotary Club Israel pada tahun 1974. Pada tanggal 14 Maret 1973 ia bertolak menuju ke kota Taormina di Sisilia untuk menghadiri sebuah konferensi yang diselenggarakan Rotary Club Italia. Dalam konferensi itu ia menyatakan akan terjadinya sebuah konferensi Arab-Israel. Sebab di dalam konferensi itu telah hadir delegasi berbagai negara Arab dan delegasi Israel.  Pembicara pertama dalam konferensi itu ialah Mukhtar Aziz, utusan Rotary Club Tunisia. Kemudian disusul dengan utusan Israel, Jacob Barzef, seorang Yahudi militan.

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

• Agama tidak dijadikan standar dalam pemilihan anggota atau dalam hubungan sesama anggota. Juga tidak dipermasalahkan tentang kewarganegaraan seseorang.  Rotary Club mencekoki anggotanya agar mengikuti agama yang diakui atas dasar persamaan sesuai urutan abjad, seperti Budha, Islam, Yahudi, Masehi, dan seterusnya. Dalam urutan terakhir tersebut Taoisme, sebuah keyakinan orang-orang Tionghowa yang muncul pada abad ke-6 SM. Agama ini meyakini bahwa kebahagiaan dapat terpenuhi dengan tercapainya kebutuhan instink manusia dan kemudahan hubungan sosial dan politik sesama manusia.

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

• Pemahaman tentang nilai dan semangat yang membentuk jiwa seseorang antara Free Masonry dan Rotary Club sama. Seperti ide egaliti, fraterniti, semangat humanisme dan kerja sama internasional. Ini adalah semangat yang sangat berbahaya yang diarahkan untuk mengikis karakteristik bangsa-bangsa dan menguburkan segala bentuk loyalitas. Sehingga pribadi-pribadi akan kehilangan identitas dan harga diri serta hidup dalam kebingungan. Akibatnya tak ada lagi kekuatan yang dominan kecuali orang-orang Yahudi yang terus menerus berambisi mendominasi dunia.

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

• Sedangkan motivasi Rotary yang sebenarnya ialah membaurkan orang-orang Yahudi dengan bangsa lain dengan mengatasnamakan kasih dan persaudaraan. Melalui jalan ini mereka mampu mengumpulkan berbagai ma’lumat yang dapat membantu mereka dalam membantu tujuan mereka yang bersifat ekonomis dan politis. Juga membantu mereka dalam menyebarkan tradisi tertentu yang akan memastikan timbulnya kemerosotan (degenerate) sosial. Ini dapat kita lihat melalui persyaratan keanggotaan yang hanya diberikan kepada orang-orang penting dan menonjol di masyarakat.

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

Penduduk Kufah mendorongnya untuk memimpin revolusi tersebut. Tak lama kemudian, setelah ia maju memimpin pemberontakan, ia ditinggalkan dan dihinakan oleh penduduk Syi’ah Kufah karena diketahui Zainal Abidin menghormati dan meridhai Abu Bakar dan Umar RA serta tidak mengutuk keduanya. Maka ia terpaksa berhadapan dengan tentara Umawiyah, padahal pasukannya hanya sekitar 5 orang terdiri dari pasukan berkuda. Dalam pertempuran yang sama sekali tidak seimbang tersebut ia terkena panah di pelipisnya yang menyebabkan kematiannya.

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

Selain itu partai ini berusaha menumbuhkan rasa kebanggaan dengan komitmen mereka kepada ummat Islam.  Sikap Hizbus Salamah tentang istilah kiri, kanan dan tengah tetap mereka anggap sebagai perangkap musuh Islam. Istilah tersebut hanya merupakan wajah lain bagi agen sekularisme yang bersatu padu membendung arus Islamiyah. Hizbus Salamah menegaskan bahwa ide Partai Keadilan sama rusaknya dengan Partai Rakyat dan sama bobot tantangannya terhadap Islam dalam sikap dan posisinya yang memusuhi Islam.

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

Hizbus Salamah berjuang mengubah konstusi dan undang-undang warisan Kemal Attaturk.  Januari 1975 partai mengusulkan kepada Parlemen supaya mengeluarkan undang-undang diizinkannya keluarga Ustmani kembali ke negeri Turki, setelah diusir oleh Ataturk melalui surat keputusannya tanggal 3 Maret 1924.  Melly Gazette dan Uni Daur adalah dua suratkabar yang merupakan corong ide-ide Hizbus Salamah.  Berkaitan dengan masalah pendidikan, partai telah menghimpun dana besar untuk membiayai aktifitas pendidikan dan semacamnya.

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

Pemikiran dan keyakinan Hizbus Salamah adalah Islami yang dibangun dari al-Qur’an dan al-Sunnah. Mereka adalah pengikut Ahli Sunnah wal Jama’ah dalam menetapkan wawasan keagamaan.  Hizbus Salamah memanfaatkan rasa keagamaan yang tumbuh subur hasil da’wah Jama’ah a1-Nnur. Partai berusaha memperkuat dan memeliharanya di Turki, kendati tidak semua anggota al-Nour menjadi anggota Hizbus Salamah.  Hizbus Salamah dipandang sebagail kelanjutan Hizbun Nizham al-Wathani. Partai Kemakmuran sekarang dipandang perpanjangan dari Hizbus Salamah.

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

Lenin, nama sebenarnya ialah Vladimir llich Ulyanov. Dialah pemimpin revolusi berdarah, Bolsheviks di Rusia tahun 1917 M., dan seorang diktator yang ditakuti. Tokoh ini berhati kejam, diktator dalam memaksakan pendapatnya, dan dendam terhadap ummat manusia. Ia lahir pada tahun 1870 M., dan wafat tahun 1924 M. Ada beberapa study yang mengatakan, bahwa Lenin asal usulnya adalah orang Yahudi, pernah membawa nama Yahudi, kemudian digantinya dengan nama Rusia yang dikenal sampai sekarang. Ia hampir mirip dengan Trotsky.

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

– Tidak melarang perbuatan apapun, betapapun kejamnya, demi tercapainya tujuan mereka. Yaitu agar dunia ini menjadi Komunis di bawah dominasi mereka. Lenin berkata : “Hancurnya tiga perempat dunia tidak menjadi persoalan, sebab yang penting ialah agar sisanya yang seperempat lagi menjadi komunis”. Rumus ini diterapkannya di Rusia pada masa revolusi. Sesudah itu, diterapkan pula di Cina, dan di negara-negara lain, di mana berjuta-juta manusia dipunahkan. Intervensinya ke Afghanistan, juga dilakukan setelah melakukanintervensi ke negara-negara Islam lainnya, seperti Bukhara dan Samarkand. Jelas semuanya terangkum dalam rumusan yang ganas tersebut di atas.

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

Adalah maklum, bahwa komunisme masuk ke negara-negara tersebut dengan tangan besi, kekuatan dan penjajahan. Oleh sebab itu, negara-negara tersebut, sebagian besar menjadi gelisah setelah mengenal komunis yang sebenarnya. Karena komunis bukanlah sorga seperti yang digambarkan sebelumnya. Kemudian mulailah pemberontakan-pemberontakan dan revolusi di mana-mana. Seperti yang terjadi di Polandia, Hongaria dan Cekoslovakia. Sebagaimana anda juga tak pernah menyaksikan dua buah negara komunis yang selalu damai.

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

Sikhisme adalah sebuah kelompok keagamaan orang-orang India yang muncul pada penghujung abad ke-15 dan awal abad ke-16 M. Kelompok ini mengumandangkan sebuah agama baru yang sedikit mengandung ajaran Islam dan Hindu, di bawah semboyan “Bukan Hindu dan bukan Muslim”. Sepanjang sejarahnya mereka telah memusuhi ummat Islam dan orang-orang Hindu dengan cara kekerasan, dalam upaya mendapatkan sebuah neg;,ri yang khusus untuk mereka. Untuk mencapai hal itu, mereka memberikan loyalitas yang tinggi terhadap orang Inggris ketika menjajah India.

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

Pendirinya adalah Nanak, yang nama panggilannya “Guru’. Dilahirkan pada tahun 1469 M. di kampung Ribuidi, Talvandi, yang jaraknya 40 mil dari kota Lahore. Ia dibesarkan dalam agama Hindu Tradisional.  Ketika menjadi pemuda, ia bekerja sebagai kasir pada pemimpin Afghanistan di Sultanbur. Di kota itu ia berkenalan dengan sebuah keluarga Muslim “Mardana’, yang waktu itu mejadi pembantu pemimpin Afghanistan tersebut. Pada saat itu, Nanak sudah mulai menyusun lagu-lagu keagamaan, disamping membuat sebuah tempat pesta untuk orangorang Islam dan Hindu yang menyelenggarakan jamuan makan.

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

Menyeru kepada tauhid, dan sejalan dengan orang Islam dalam mengharamkan penyembahan terhadap berhala.  Dikukuhkan kemahaesaan Allah, Maha Pencipta, Maha Hidup, Tidak Mati, Yang tidak mempunyai bentuk, dan diserangnya pemahamanpemahaman manusia selain tersebut di atas, dan dipergunakannya pula nama-nama Hinduistis dan Islam tentang Tuhan, antara lain : “Wah Guru”, “Al-Jab”. Di antara nama paling mulia menurut Nanak ialah “Al-Khaliq Al-Haq” (Pencipta yang Haq). Selain itu hanyalah dugaandugaan belaka (maya).

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

1. Kitab “Adi Grant” adalah kumpulan lagu-lagu keagamaan yang dikarang oleh Lima Guru yang pertama. Lagu-lagu itu mencapai 6 judul lagu keagamaan. Ditambah pula oleh guru terakhir, Ghuband Singh sebanyak 115 buah judul yang digubah oleh ayahnya, Tigh Bah Dur. Buku itu memuat pula lagu-lagu yang digubah oleh para Bakhta (orang-orang murni) dan beherapa orang Islam sufi, seperti Ibnu Faridh secara khusus, dan sebagian besar oleh penyair-penyair istana (guru). Kitab ini adalah kitab suci yang dianggap sebagai sumber kekuasaan rohani bagi mereka.

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

“Agung” pernah mempermudah dalam menerima bermacam-macam keyakinan Hindu, dan digabungkannya dengan Islam yang pada dasarnya merupakan rekaman daripada keabadian tauhid, tetapi ia tidak berhasil. Sehingga niadzabnya itu menjadi surut ke belakang setelah ia wafat, dengan meninggalkan sejumlah syair dalam bahasa Punjab yang nampak mensintesakan dua buah keyakinan yarig berbeda, yaitu: Hindu dan Islam, yang diikat dengan tali tashawuf untuk dijadikan satu.  Dasar teori mereka tentang alam diadopsi dari teks-teks Hinduisme. Mereka membakar orang-orang mati, seperti orang Hindu.

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

Saksi Yehova adalah sebuah organisasi Internasional yang berdasarkan kepada prinsip merahasiakan organisasi, dan memunculkan ide ke permukaan, baik yang bersifat agamis ataupun politis. Muncul di Amerika Serikat pada pertengahan kedua abad ke 19. Organisasi ini mengklaim sebagai organisasi Masehi. Tapi dalam kenyataannya adalah organisasi yang terang-terangan di bawah dominasi Yahudi, dan aktif atas biaya mereka. Organisasi ini lebih dikenal sejak tahun 1931 M. Dan secara resmi telah diakui di Amerika Serikat, sebelum kemunculannya dengan nama tersebut pada tahun 1844 M.

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

• Abu Ja’far Al Tusyi, pengarang buku “Tandzib Al Ahkam”; dan Muhammad bin Murtadha yang dipanggil dengan Mala Muhsin Al Kasyi, pengarang buku ‘Al Wafi”; dan Muhammad bin Hasan Hur ‘Amily, pengarang buku “Wasail Syi’ah Ila Ahadist As Syari’ah; dan Muhammad Baqir bin Syeikh Muhammad Taqiy, yang dikenal dengan “Al Majlisi”, pengarang buku “Biharul Anwar Fi Ahadist An Nabi Wal A’immah Al Athhaz”; dan Fathullah Al Kasyani, pengarang buku “Manhaj As Shadiqin”; dan Ibnu Abi Hadid, pengarang buku “Syarah Nahjul Balaghah”.

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

• Roj’ah (muncul kembali): Diyakininya, bahwa Imam Hasan Al Askari akan datang kembali pada akhir zaman, ketika Allah mengutusnya untuk tampil. Oleh sebab itu, setiap malam setelah shalat maghrib, mereka berdiri di depan pintu goa itu, dan mereka telah menyediakan sebuah kendaraan, kemudian mereka pergi, dan mengulanginya Iagi perbuatannya itu pada malam berikutnya. Mereka berkata, bahwa ketika kembali, imam itu akan memenuhi bumi dengan keadilan, sebagaimana bumi sedang dibanjiri oleh kekejaman dan kedzoliman. Dan ia akan melacak lawan-lawan Syi’ah sepenjang sejarah. Syi’ah Imamiah ini benar-benar berkata, bahwa Imam itu pasti akan datang kembali, bahkan sebagian sekte-sekte Syi’ah yang lainnya menyatakan, bahwa sebagian mereka yang matipun akan datang kembali.

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

• Taqiyah: Dianggapnya sebagai salah satu pokok ajaran agama. Barang siapa yang meninggalkan taqiyah, sama hukumnya dengan meninggalkan shalat. Taqiyah adalah suatu kewajiban yang tidak boleh dihapuskan, sampai yang berwenang tampil. Barangsiapa yang meninggalkannya sebelum ia tampil, maka ia telah keluar dari agama Allah dan dari agama Imamiah. Mereka mengambil dalil kepada firman Allah: “Kecuali karena(siasat) memelihara diridari sesuatu yang ditakuti dari mereka ” (Q.S. 3 : 28).  Dihubung-hubungkannya dengan Abu Ja’ far, Imam yang kelima, dengan ucapannya : “Taqiah adalah agamaku dan agama nenek moyangku. Tak ada imannya seseorang yang tidak memiliki taqiah”. Diperluasnya pemahaman taqiah itu sampai kepada batas dusta dan haram.

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

• Mut’ah : Dipandangnya, bahwa memut’ah wanita adalah adat yang terbaik dan pengorbanan yang paling afdhal,berdasarkan kepada ayat : “Maka isteri-isteri yang telah kamu ni’mati (campuri) diantara mereka,berikanlah kepada mereka maharnya(dengan sempurna),sebagai suatu kewajiban. ” (Q.S. 4 : 24).  Padahal Islam telah mengharamkan sistem perkawinan tersebut. Suatu perkawinan yang persyaratannya dibatasi dengan waktu tertentu, yang menurut Ahlussunnah, syaratnya harus menghadirkan niat untuk mengekalkannya (kawin seterusnya). Kawin muth’ ah mempunyai banyak dampak negatif di tengah-tengah masyarakat.

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

• “Lepas Tangan” : Mereka lepas tangan daripada ketiga orang khalifah Rasulullah r. Abu Bakar, Umar, dan Utsman r.a., dan memberi mereka sifat-sifat yang tercela. Sebab, -menurut keyakinan mereka -, ketiga orang khalifah itu telah merampas khalifah dari orang yang paling berhak untuk menerimanya. Mereka juga mela’nat Abu Bakar dan Umar r.a., dalam mengawali segala amal perbuatan yang baik, sebagai ganti daripada membaca “Basmalah”. Mereka juga tidak segansegan untuk melaknat sebagian besar para sahabat Rasulullah SAW. Dan tidak ketinggalan pula untuk melaknat dan menghina Ummul mu’minin ‘Aisyah r.a.

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

• “Berlebihan”: Sebagian mereka sangat berlebihan dalam menokohkan Ali bin Abi Thalib r.a. Bahkan ada yang mengangkatnya sampai pada derajat “Tuhan” seperti sekte Sabaisme. Sebagian mereka ada yang berpendapat, bahwa Jibril telah keliru dalam menyampaikan risalah, lalu diturunkannya kepada Muhammad sebagai ganti daripada Ali r.a. Sebab Ali r.a. itu hampir serupa dengan Rasulullah SAW. seperti serupanya seekor burung beo dengan beo yang lain. Oleh sebab itu, yang berkeyakinan seperti itu disebut Ghurabiah (Beoisme).

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

Baptis ini berlangsung pada hari Ahad, dan dihadiri oleh Tirmidah dan Kazebra . Dilaksanakan dalam 3 kali (babak) dalam air, disertai dengan bacaan-bacaan dari kitab Falstha dengan pakaian khusus, kemudian mereka (pasangan pengantin) itu minum dari sebuah botol yang diisi dengan air sungai yang disebut “ Mambuhat “, kemudian diberi makanan “ Buhtha” , dan dahinya diberi minyak wangi dari pelanduk (kijang). Dan itu dilaksanakan oleh masing-masing pasangan pengantin. Setelah itu mereka tidak saling bersentuhan selama tujuh hari, karena dalam keadaan najis. Setelah tujuh hari dari perkawinannya itu, mereka dibaptis kembali, sekaligus dengan segala perabot rumah tangganya.

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

Dilaksanakan setiap hari raya Panca , setiap tahun kabisat, selama lima hari. Berlaku untuk semua penganut agama ini tanpa kecuali, yaitu dengan cara merendam diri dalam air mengalir sebanyak tiga kali sebelum makan setiap hari selama lima hari dalam pelaksanaan pembaptisan itu berlangsung. Maksudnya untuk menghapuskan dosa dan kesalahan yang dilakukannya selama satu tahun yang lewat. Pembaptisan hari raya “Panca” itu boleh pada malam dan siang hari. Sedangkan pada musim-musim lainnya hanya boleh dilaksanakan pada siang hari dan pagi hari saja.

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

Barangsiapa yang mati tanpa dibaptis, maka ia najis dan haram untuk disentuh. Ketika pembaptisan berlangsung, ia dimandikan dengan menghadap arah bintang kutun utara, kemudian dikembalikan ke rumahnya, didudukkan di atas tempat tidurnya, dimana ia menghadap ke arah bintang kutub utara juga, sampai hembusan nafasnya yang terakhir. Setelah 3 jam dari kematiannya, ia dimandikan, dikafani, dan dikubur di daerah mana ia meninggal. Barangsiapa yang mati mendadak, maka tidak boleh dimandikan dan disentuh. Kanzebralah yang berkewajiban membaptisnya.

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

Tasauf adalah sebuah gerakan keagamaan yang tersebar di dunia Islam setelah semakin luasnya daerah penaklukkan Islam, dan semakin pesatnya kemajuan ekonomi. Gerakan ini merupakan reaksi yang kontradiktif terhadap kehidupan masyarakatnya yang sedang tenggelam dalam suatu peradaban yang serba mewah. Hal itulah yang mendorong masyarakat bersikap zuhud. Lama-kelamaan terbentuklah suatu cara (thareqat) tersendiri, yang kemudian dikenal dengan sufisme. Sebuah thareqat, dimana sengaja mereka dirikan untuk membina dan mendidik jiwa dalam upaya mencapai ma’rifat Allah dengan kasyf (membuka tabir) dan musyahadah (menyaksikan langsung), bukan dengan cara taqlid atau istidlal (menarik kesimpulan). Akan tetapi setelah itu, mereka cenderung mencari jalan sendiri, sehingga thareqat mereka dimasuki oleh filsafat-filsafat India, Persia, Yunani, dan filsafat-filsafat lainnya.

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

–          Abul Qasim Al-Junaid (wafat tahun 297 H) berasal dari Nawahind, dilahirkan dan dibesarkan di Irak. Ia adalah muridnya Harits Al-Muhasibi. Abul Qasim berkata, “Tasauf adalah engkau dimatikan oleh Dia yang Maha Haq dari engkau, dan engkau dihidupkan oleh-Nya dengan-Nya”. Ia pernah ditanya tentang ahli ma’rifat yang shalatnya tidak bergerak sama sekali karena demi kebaikan dan taqarubnya kepada Allah Swt. Ia menjawab, “Ini sebenarnya adalah kata-kata mereka yang tidak berbicara tentang tidak berlakunya amal perbuatan; padahal amal perbuatan itu menurut saya adalah sesuatu yang agung. Orang yang mencuri dan berbuat zina, lebih baik dari pada mereka yang berkata demikian itu”.

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

–          Abu Yazid Al-Busthami wafat antara tahun 234 – 261 H. Kakeknya adalah seorang Majusi, dan ayahnya pengikut Zoroaster. Diriwayatkan, bahwa ia pernah pergi ke seorang yang terkenal zuhud. Kemudian ia menyaksikan orang itu memercikkan ludahnya ke arah kiblat, lalu ia pergi dari orang tersebut tanpa mengucapkan salam, sambil berkata, “Orang ini bukan orang terpercaya dalam menjalankan salah satu tatakrama Rasulullah Saw maka bagaimana mungkin ia akan menjadi orang terpercaya dalam segala yang diakuinya.

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

–          Abu Hamid Al-Ghazali , bergelar “Hujjatul Islam” (450-505 H). Dilahirkan di ‘Ihus, di daerah Khurasan. Ia berkelana ke Jurjan dan Naysabur. Aktif bekerja di Nidzamul Muluk, dan menjadi guru besar di Universitas Nidzamiyah di Baghdad. Beri’tikaf di menara masjid Damaskus, lalu berkelana ke al-Quds, terus ke Hijaz, kemudian kembali ke negeri asalnya. Telah mengarang sejumlah buku antara lain: “Tahafutul Falasifah” (Hancurnya Para Filosof), “Al-Munqidz Min Adholal” (Penyelamat Dari Kesesatan), yang terpenting ialah “Ihya Ulumuddin” (Menghidupkan Kembali Ilmu-ilmu Agama). Al-Ghazali dapat dikatakan sebagai bapak sekolah “Kasyf” dalam ma’rifat.  Di antara karya-karyanya yang terbesar ialah dihancurkannya filsafat Yunani dan dibeberkannya segala skandal kebatinan.

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

–          Abul Futuh Syihabuddin Al-Sahrudi (549-587 H). Dilahirkan di Sahrud, Iran. Ia sering berpindah-pindah. Pendiri ajaran filsafat “Isyraq” yang dasar-dasarnya adalah gabungan antara pemikiran-pemikiran yang diadopsi dari agama-agama di Persia kuno dengan segala madzhabnya tentang Dwi Tuhan, dengan filsafat Yunani dalam bentuk Platoisme Modern bersama alirannya tentang kelahirannya yang terus menerus. Tokoh ini telah diadili dan dihukum mati dengan fatwa seorang ulama di Haleb di Syria. Buku-bukunya antara lain: “Hikmat Al-Isyraq”, “Hayakil Al-Nur” (kerangka cahaya), “Talwihat al-Arsyiyah”, dan Al-Maqomat”.

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

–          Muhidin bin Arabi , yang digelari “Syeikh Akbar” (560-638 H). Ia adalah bapak sekolah “Wihdatul Wujud”, yang menganggap dirinya sebagai nabi terakhir. Dilahirkan di negeri Andalus, berkelana ke Mesir, pergi haji, berkunjung ke Baghdad, dan menetap di Damaskus, sampai ia wafat dan dikebumikan di kota itu. Dialah yang melontarkan teori tentang “Manusia sempurna”. Sebuah teori yang berpijak pada ide, bahwa manusialah satu-satunya makhluk di antara makhluk yang ada, mungkin bisa nampak di dalam dirinya segala keesaan Allah SWT. Tokoh ini mempunyai banyak karangan yang dibukukan, yaitu hampir mencapai 400 buah buku dan risalah. Yang masih dalam bentuk tulisan tangan ada yang tersimpan di perpustakaan Yusuf Agha di Ghouniah dan perpustakaan-perpustakaan lainnya di Turki. Bukunya yang paling terkenal ialah “Ruhul Qudus”, dan  “Turjumah al-Asywaq”. Dan yang paling menonjol adalah “Al-Futuhat Al-Makkiyah” dan “Fushush al-Hikam”.

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

Abu Yazid Al-Busthami berkata, “Jika kalian mendapatkan seseorang dikaruniais satu karamah sehingga ia bisa terbang ke angkasa, maka kalian janganlah merasa bangga terhadap orang tersebut, sehingga kalian melihat atau mengetahui bagaimana ia memerintah terhadap sesuatu dan melarangnya, bagaimana ia memelihara hukum, dan menjalankan syari’at.” Ia juga berkata, “Andaikan ada seserang yang membentangkan tempat shalatnya di atas air, dan duduk bersila di udara, jangan kalian merasa bangga terhadap orang tersebut, sehingga kalian menemukan dia dalam mentaati perintah dan menjauhi larangan.”

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

–          Al-Ghazali berpendapat, bahwa akal saja tidak cukup untuk dijadikan sarana menuju ma’rifat. Tetapi harus ada satu kekuatan lain di balik kekuatan akal yang bias membuka mata hati, dimana manusia bisa melihat sesuatu yang ghaib dan yang akan terjadi di masa mendatang. Itu semua tidak bisa dicapai, kecuali oleh orang yang mempunyai iman seperti imannya orang-orang arif yang bisa menyaksikan dengan cahaya keyakinan. Hal itu berdasarkan pada keajaiban-keajaiban mimpi yang sejati dari Nabi SAW tentang hal-hal yang ghaib dan masalah-masalah mendatang.

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

–          Fana: Abu Yazid Al-Busthami, dikategorikan sebagai penyeru dalam Islam, yang mengumandangkan ide tersebut. Telah dinukil dari syaikhnya, yaitu Abu Ali Sindi, dimana menenggelamkan diri dalam Allah secara  universal; dan ia sama sekali dalam perasaan hamba itu sendiri. Seorang musyahid (penyaksi) itu menjadi fana, sampai ia lupa akan dirinya sendiri dan segala sesuatu selain Allah. Qusyaifi berkata: “Barangsiapa yang didominasi oleh kekuatan hakekat, sampai ia tidak menyaksikan segala sesuatu selain Dia, baik dzat-Nya ataupun bekasnya, tidak gambar-Nya dan tidak pula singgasana-Nya, maka sebenarnya ia telah fana dari makhluk dan tinggal bersama Yang Maha Haq. Tingkatan fana yang tertinggi adalah apa yang mereka sebut dengan “Maqam Jam’il Jam’i” yaitu fananya seseorang dari alam nyata, dengan menenggelamkan dirinya dalam wujud Yang Maha Haq”. Derajat fana adalah sebuah suasana, dimana gambaran seseorang yang sedang melakukannya merasa leluasa di antara dua kutub yang saling berlawanan, yaitu pemurnian dan pembersihan diri di satu sisi, dan hulul (pantheistis) dan tasybih di sisi lainnya.

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

–          Ahwal: “Sebenarnya adalah angin kecil yang berhembus kepada seorang pelaku tasauf, kemudian jiwanya menjadi segar, beberapa saat kemudian meletup-letup, kemudian berlalu meninggalkan parfum yang membuat ruh sangat rindu untuk kembali kepada hembusan angin yang semerbak”. Al-Junaid berkata: “Hal seperti ini adalah sesuatu yang turun bersama kalbu. Oleh karena itu, ia tidak kekal”. Ahwal adalah suatu anugerah, kedudukan, dan keberuntungan. Tentang hal tersebut, digambarkannya dengan kata-kata: Ahwal itu berasal (dating) dari Dzat Yang Maha Pemurah. Sedangkan maqamat, bisa dicapai dengan usaha yang keras.

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

–          Aliran Wihdatul Wujud: Tokohnya adalah Muhyiddin bin Arabi. Di antara pengikutnya pada kurun terakhir ini adalah Jamaluddin Al-Afghani (lihat: Risalah al-Waridat). Aliran ini berpijak pada suatu keyakinan, bahwa Allah itu ada di mana-mana. Dan Dialah segala sesuatu itu. Oleh karena itu, tak ada sesuatu pun di alam raya ini kecuali Ia berhak dianggap suci dan diagungkan. Ibn Arabi berkata: “Telah terbukti dari para peneliti, bahwa dalam wujud ini hanyalah Allah. Dan kita, andaikan kita ini ada, maka keberadaan kita hanyalah dengan Allah. Tidaklah nampak dalam alam ini bersama yang wujud itu, kecuali Yang Haq. Oleh karena itu keberadaan Yang Haq adalah Tunggal. Maka di sana tidak ada yang memiliki sesuatu yang menyerupainya. Sebab, tidak benar bahwa di sana ada dua wujud yang berbeda dan hampir sama.

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

–          Ahmadiyah: Dinisbatkan kepada Ahmad al-Badawi, seorang wali terbesar di Mesir (596-634 H). Dilahirkan di Fez, kemudian menetap di Tantha sampai wafatnya dan di sanalah ia dimakamkan. Makam itu dipuja dan dimintai sesuatu oleh para peziarah. Tokoh ini terkenal ahli berkuda, beri’tikaf dalam ibadah, dan tidak mau kawin. Para pengikutnya tersebar luas di seluruh pelosok Mesir. Mereka mempunyai cabang-cabang seperti Bayuni, Syanawi, putra-putra Nuh, dan Syaibah. Ciri-ciri mereka adalah sorban merah.

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

–          Sebagian mereka yang mempunyai hubungan dengan tasauf melakukan perbuatan-perbuatan yang aneh dan luar biasa. Ibn Taimiyah dalam kitab “Tasauf” halaman 494 mengatakan, “Membuka kepala, menganyam rambut, dan membawa ular bukanlah daripada lambang orang-orang yang shalih; bukan pula dari shahabat, tabi’in dan syaikh-syaikh umat Islam; bukan pula dari para ulama terdahulu atau yang datang kemudian; dan tidak pula dari syaikh Ahmad Rifa’i. tetapi semua itu merupakan suatu bid’ah yang timbul setelah rentang waktu yang lama dari saat wafatnya Syaikh Ahmad Rifa’i itu sendiri.”

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

–          Mengenai tingkatan “Fana” tentang menyaksikan selain tuhan, yaitu fana dari sifat berkehendak, dalam kitab suluk halaman 337, Ibn Taimiyah berkata, “Dalam fana semacam itu, seorang sufi kadang-kadang berkata, ‘Aku adalah Al-Haq” atau ‘Maha suci aku’ atau ‘Di jubahku hanya Allah’. Jika ia fana yang dengan yang diwujudkannya daripada perwujudannya, atau dalam tingkatan fana seperti itu, yaitu suatu tingkatan  dimana terjadinya sakr (mabuk) yang menggugurkan kesadaran disertai dengan adanya kelezatan iman. Orang seperti itu secara hukum dapat divonis; jika akalnya hilang lantaran sesuatu yang tidak haram, maka mereka tidak berdosa dalam melontarkan segala ucapan dan perbuatan-perbuatan yang terlarang. Bahkan mereka dalam hal-hal tertentu adalah seperti orang yang lupa diri dan gila dalam beban-beban (taklif) yang lahir.

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

–          Tingkatan dari “fana” dari “Wujud Yang Lurus”, dalam kitab Suluk halaman 337, Ibn Taimiyah berkata pula: Yang ketiga adalah fana dari wujud yang lurus. Artinya ia melihat bahwa Allah adalah sebuah wujud, dan tidak ada wujud lagi selain Dia, tidak dengan-Nya, dan tidak pula dengan selain Dia. Ucapan dan keberadaan orang-orang Ittihadiyah adalah Qonuwi, dan semacamnya yang membuat hakikat, bahwa Allah adalah sebuah substansi yang ada dan hakikat segala yang wujud ini, dan tidak ada wujud selain Dia.

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

Diyakini bahwa “Qadiyan” seperti Madinah Al-Munawarah dan Makkah, bahkan lebih mulia dari kedua kota tersebut. Dan tanah Qadiyan adalah tanah haram. Itulah kiblat dan tempat haji mereka. Dihapuskannya aqidah jihad, dan mereka taat tanpa reserve kepada pemerintah Inggris. Sebab, menurut mereka pemerintah Inggris itu adalah yang berkuasa menurut nash Al-Qur’an. Setiap orang Islam menurut mereka adalah kafir, sampai mereka masuk kepada Qadiyanisme. Dan yang kawin dengan non Qadiyanisme dianggap kafir.

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

Massonary (Freemasonry) menurut bahasa artinya Himpunan tukang-tukang batu bebas. Sedang menurut istilah ialah sebuah gerakan Yahudi bawah tanah, terorisme yang sulit dilacak, karena memiliki kontrol organisasi yang rapi. Tukuannya mengupayakan Yahudi untuk mendominasi dunia. Menyeru kepada atheisme, permisifisme, dan kerusakan. Semua anggotanya terdiri dari orang-orang terkenal di dunia, dan mereka melakukannya dengan apa yang disebut “Perkumpulan-perkumpulan” untuk bersatu membuat rencana, dan membagi tugas.

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

Mengundang para pemuda dan pemudi untuk ditenggelamkan dalam lumpur kenistaan. Untuk itu disediakan segala sarana yang diperlukan. Hubungan suami istri dilecehkan dan tali kekeluargaan dihancurkan. Dipropagandakan dan digalakkannya KB di kalangan umat Islam. Dikuasainya organisasi-organisasi Internasional, dan dipimpinnya organisasi itu oleh salah seorang anggota Freemasonry, seperti organisasi PBB, Organisasi Peneropong Bintang Intenasional, Organinasi-organisasi Mahasiswa dan organisasi-organisasi Pemuda Internasional. Mereka mempunyai tiga tingkatan:

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

Penerimaan anggota baru, berlangsung dalam suasana yang mengerikan. Dimana ia dihadapkan kepada ketua dengan menutup kedua matanya. Ketika disumpah untuk menjaga rahasia, kedua matanya dibuka, sehingga ia dihadapkan dengan kejutan-kejutan pedang terhunus disekitar lehernya. Dihadapannya ada kitab Perjanjian Lama . Disekelilingnya ada sebuah kamar yang remang-remang, yang berisikan banyak tengkorak manusia dan alat-alat pertukangan yang dibuat dari kayu. Itu semua untuk menanam rasa takut dalam jiwa anggota baru.

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

Madzhab mereka terpengaruh oleh teori Plotinisme Alexander dalam filasafat Plato modern. Padahal mencari kebenaran lewat meditasi sendiri adalah terori usang dalam filsatat Yunani. Filsafat ini muncul kembali di tangan McMiller, Herbert Spencer, Bridgestone, Descrates, E. Gibbon, Augeste Comte dan lain-lain. Filasafat Freud dan teorinya tentang psikoanalisa dan pemikirannya tentang stress dan cara penanggulangannya, mendapat porsi yang besar dalam keyakinan agama ini, dimana mereka mencari kebahagiaan dengan cara memuaskan nafsu seksual dalam segala bentuknya.

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

Kristen adalah agama Masehi yang diturunkan kepada Nabi Isa q untuk menyempurnakan ajaran-ajaran (risalah) Musa q yang dalam Taurat, ditujukan kepada Bani Israel, yang menyerukan kepada upaya menghaluskan perasaan dan mengngatkan (mempertinggi) nurani dan jiwa. Tetapi agama ini cepat sekali kehilangan prinsip-prinsip dasarnya. Hal itu telah membantu meluasnya campur tangan manusia untuk merubahnya, sehingga agama tersebut telah menyimpang jauh dari bentuk aslinya yang samawi, karena sudah dimasuki aneka ragam keyakinan dan filsafat-filsafat berhalaisme.

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

Paulus (Saulus): Yahudi jahat yang masuk kristen ini mempunyai peranan besar dalam menghancurkan wawasan agama masehi yang benar, dengan dimasukkannya ide Trinitas, ketuhanan al-Masih, bangkitnya al-Masih dari orang-orang mati kemudian naik untuk duduk di samping Bapaknya. Paulus juga membuat khurafat “Komuni”, penebusan dosa yang diadopsi dari filsafat-filsafat Yunani dan berhalaisme, menyeru kepada ketuhanan ruhul Qudus, tidak perlunya sunat (khitan) dan membuat kisah juru selamat. Dialah yang telah merubah agama masehi dari agama yang khusus untuk Bani Israel, menjadi agama untuk seluruh dunia. Paulus telah menulis 14 buah kitab ajaran, yang berasal dari 21 risalah yang menjadi kumpulan risalah-risalah yang dianggap sumber hukum bagi kristen.

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

Perlu dicatat, bahwa injil yang empat tersebut bukanlah didikte langsung oleh al-Masih q. Para penulisnya juga bukanlah orang yang telah mencapai taraf berkompeten untuk menjadi ulama agama. Di samping itu, asal usul Injil tersebut telah hilang, dan sedikitpun tidak membawa apa-apa yang selayaknya diperlukan sebagai persyaratan sebuah riwayat yang harus dipenuhi oleh sebuah kitab samawi. Sebaliknya risalah-risalahnya, yang berupa kitab-kitab pengajaran yang menjelaskan tentang “Kristen Kontemporer” justru lebih banyak daripada Injil. Dan risalah tersebut telah ditulis oleh para tokoh yang masyhur. Risalah itu maksudnya adalah tafsir dari perilaku-perilaku nyata dan macam-macam sekramen dalam kehidupan Kristen.

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

–          Aliran Protestan. Gereja mereka disebut “Injilisme”, dimana mereka hanya mengikuti injil saja tanpa yang lainnya. Pemahaman mereka tentang Injil tidak terbatas hanya untuk orang-orang gereja saja. Aliran ini merupakan revolusi dalam pemikiran Kristen yang di masa silam diawali oleh Arius dengan melewati Nasthur dan diakhiri dengan lahirnya banyak tokoh, di antaranya yang paling menonjol adalah Luther King (1482-1529 M). Mereka mengingkari penebusan dosa, komuni, sembahyang untuk orang mati, dan dilarangnya menggunakan bahasa yang tidak bisa dipahami dalam sembahyang.

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

–          Aspek-aspek Ruhani: Agama Kristen pada dasarnya telah datang untuk mendidik nurani dan mempertajam aspek-aspek perasaan, menyeru pada kehidupan zuhud, tidak berupaya membalas dendam serta mengingkari penyimpangan kaum Yahudi yang terhanyut dalam gelombang materiaslime. Injil mereka berkata, “Barangsiapa yang memukul pipi anda yang kanan, maka sodorkanlah pipi anda yang sebelahnya lagi. Dan barangsiapa yang mengambil selendang anda, maka janganlah anda melarang dia  untuk mengambil baju anda.” (Lukas: 6/28). Tetapi sejarah mereka dipenuhi dengan pembunuhan dan pertumpahan darah.

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

–          Pemikiran Trinitas yang telah ditetapkan oleh konsili Nicea tahun 325 M adalah suatu pantulan daripada New Platoisme yang sebagian pemikirannya di diadopsi dari pemikiran filsafat Timur. Plotinus yang wafat tahun 270 M itu mempunyai pengaruh yang menonjol terhadap aqidah-aqidah Kristen. Sebab itu Plotinus yang pernah menjadi murid di Iskandariyah itu pernah pergi ke Persia dan India. Setelah itu ia kembali dengan membawa ide-ide yang merupakan perpaduan dari berbagai kebudayaan. Sejak itulah ia mengatakan bahwa alam semesta ini, pengawasan dan gerakannya tunduk kepada tiga perkara:

seperti di kutip dari https://adeeirawan.wordpress.com

Pada tahun 1881 M, Al-Mahdi mengelurakan sebuah fatwa, yaitu mempermaklumkan jihad melawan orang kafir, penjajah Inggris. Ia aktif meluaskan pengaruhnya ke seluruh penjuru Sudan bagian barat. Ia bersemedi selama 40 hari di sebuah goa di kepulauan Aba. Dan pada awal Sya’ban 1298 H/29 Juni 1881 M., ia mempermaklumkan kepada para fuqaha dan ulama serta masyarakat, bahwa dirinya adalah Mahdi Muntadzar (Juru selamat yang ditunggu), yang akan membajiri bumi dengan keadilan, sebagaimana telah dibanjiri dengan kedzaliman dan penindasan. Dihadangnya tentara pemerintah yang diutus untuk memadamkan gerakannya itu tanggal 16 Ramadhan 1298 H/Agustus 1881 M. Dalam pertempuran itu ia mengalami kemenangan. Kemenangannya itu semakin memperkokoh langkah dan gerakannya. Ia hijrah ke gunung “Masah” dan mengibarkan panji-panji di tempat itu. Ia menentukan empat orang penggantinya. Mereka itu adalah:

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengusulkan Ustaz Abu Bakar Ba’asyir dipindahkan dari Lapas Gunung Sindur menjadi tahanan rumah. Pihak pengacara mengatakan, Ba’asyir bersedia menjadi tahanan rumah. “Tadi disampaiakan, saya sempat mendengar ada berita di mana Pak Menhan akan memindahkan Ustaz Abu Bakar Ba’asyir ditahan di sekitar wilayah Solo, dan saya konfirmasi ke Ustaz Abu dan beliau bilang ‘Saya nggak mau dipindahkan ke Solo (jika dijadikan tahanan kota), tapi kalau saya dipindahkan menjadi tahanan rumah, saya mau’,” kata Pengacara Ba’asyir, Guntur Fattahillah di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jl Pangeran Diponegoro, Salemba, Jakarta Pusat, Kamis (1/3/2018). Guntur mengatakan, Ba’asyir sudah beberapa kali mengajukan permohonan menjadi tahanan rumah. Usulan itu sudah diajukan sejak kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). “Melihat ada pertimbangan dari WHO juga orang yang usia sudah 80 tahun itu sepatutnya dirawat oleh keluarga,” kata Guntur. Sebelumnya, Ryamizard menjelaskan pilihan tahanan rumah untuk Ba’asyir menjadi hal tepat karena persoalan keamanan. Ia menyebut, Presiden Jokowi setuju usulan itu. “Tahanan rumah saja bagus. Beliau (Jokowi) setuju. Tahanan rumah kan ketemu anak-cucu. Bukan apa-apa. Keamanan dia biar kita tanggung juga. (Misalkan) Beliau kita bebaskan nanti kalau ada apa-apa pemerintah lagi,” kata Ryamizard kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (1/3).

Terpidana kasus terorisme Abu Bakar Baasyir (kiri) dengan pengawalan petugas saat tiba untuk menjalani pemeriksaan kesehatan di RSCM Kencana, Jakarta, Kamis (1/3/2018). – ANTARA/Reno Esnir Bisnis.com , JAKARTA—Presiden Joko Widodo memberikan sinyal untuk mengizinkan Abu Bakar Baasyir keluar dari Lembaga Permasyarakatan Gunung Sindur Bogor, menjadi tahanan rumah atas pertimbangan kesehatan narapidana terorisme tersebut. Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengakui Presiden telah memberikan izin terkait status tahanan Abu Bakar Baasyir. Menurutnya, Presiden sangat manusiawi dan mempertimbangkan kesehatan pria berumur 79 tahun tersebut. “Belum tahu [dipindah ke mana], itu urusan polisi lah di mana yang paling bagus, yang penting sudah ada kebijaksanaan sangat baik dari Presiden,” tutur Menhan usai menghadap Presiden di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (1/3/2018). Abu Bakar Baasyir mengidap kista ganglion pada bagian kakinya. Kista berbentuk benjolan berisi cairan itu baru ditemukan dokter yang memeriksanya di RSCM, Kamis (1/3). Menhan menjelaskan dengan melihat kondisi kesehatan pendiri Pondok Pesantren Islam Al Mu’min tersebut, yang paling memungkinkan memang menjadi tahanan rumah. “Iya, paling aman. Sama-sama aman,” ujarnya. Terkait pengawalan keamanan, Ryamizard mengatakan tetap akan ada penjagaan untuk mengantisipi potensi aktivitas yang di luar perkiraan. Dia menambahkan dengan menjadi tahanan rumah, kerabat dapat mengunjungi Baasyir, tetapi dipastikan tetap dikawal keamanannya. Namun, belum dapat diputuskan kapan status tahanan Baasyir berubah. “Belum tahu, bukan urusan saya, yang lain itu urusan polisi, ada Menkumham juga,” tutupnya. Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyetujui pemindahan terpidana kasus terorisme Abu Bakar Baasyir dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat, ke sebuah rumah sakit (RS) di Jakarta. “Ini kan sisi kemanusiaan, yang juga saya kira untuk semuanya. Kalau ada yang sakit tentu saja kepedulian kita untuk membawa ke rumah sakit untuk disembuhkan,” kata Presiden Jokowi kepada wartawan usai acara pelantikan Kepala BNN, di Istana Negara. Terhadap kemungkinan memberikan grasi kepada pengasuh Pondok Pesantren Ngruki, Sukoharjo, Jawa Tengah itu, Presiden Jokowi menyatakan sampai saat ini belum ada surat mengenai masalah tersebut. “Sampai saat ini belum ada surat yang masuk kepada saya,” ujarnya.

SURATKABAR.ID – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma’ruf Amin angkat bicara mengenai hukuman yang diterima oleh narapidana aksi terorisme Abu Bakar Ba’asyir. Ia meminta dua hal kepada Presiden Joko Widodo ( Jokowi ), salah satunya adalah memberikan pengurangan hukuman kepada Abu Bakar. Dilansir dari laman Tempo.co, ditemui di Komplek Istana Negara, Jakarta pada Rabu (28/2), Ma’ruf Amin meminta agar presiden bersedia mengabulkan permintaan grasi kepada Abu Bakar, mengingat narapidana sudah menjalani hukuman selama hampir 7 tahun di balik jeruji besi. “Kalau bisa dikasih grasi. Ya, itu terserah Presiden,” ujar Ma’ruf Amin, dikutip dari laman Tempo.co, Rabu (28/2/2018). Narapidana kasus terorisme yang awalnya menjalani masa hukuman di Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan, Jawa Tengah, harus dipindahkan ke Rumah Tahanan Gunung Sindur, Bogor, karena kondisi kesehatannya semakin menurun. Pria berusia 80 tahun tersebut harus merasakan dinginnya bilik penjara karena terbukti bersalah dalam tindak terorisme dan atas perbuatan tersebut, ia mendapat vonis hukuman penjara selama 15 tahun terhitung sejak tahun 2011 silam. Tak hanya mengajukan grasi untuk Abu Bakar Ba’asyir, Ma’ruf Amin juga meminta agar Jokowi mengeluarkan izin supaya narapidana kasus tersebut mendapatkan perawatan yang lebih layak di rumah sakit. “Saya pernah menyampaikan itu ke Presiden dan Presiden merespon bagus,” tuturnya. Mengenai usulan agar Ba’asyir bisa dirawat di rumah sakit, Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi dan Informasi Johan Budi mengungkapkan dirinya belum bisa memberikan komentar apapun. “Mau saya konfirmasi dulu,” jelas Johan Budi. Seperti yang diketahui, Abu Bakar Ba’asyir mengalami pembengkakan pada kakinya. Dan di tahun 2017 lalu, Ba’asyir pernah diperiksa dan dirawat di Rumah Sakit Pusat Jantung Harapan Kita. Berdasarkan hasil pemeriksaan, terdapat gangguan pada katup pembuluk darah yang menyebabkan pembengkakan. Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, disebutkan bahwa Ba’asyir mengalami gangguan krinok pada pembuluh vena, yakni pembuluh vena pada bagian dalam tak kuat memompa darah ke atas. Meski demikian pembuluh darah arteri Ba’asyir ridak mengalami gangguan sumbatan. Kabar terbaru mengenai kesehatan Abu bakar Ba’asyir adalah adanya kelainan pembuluh darah vena berkelanjutan atau CVI Bilateral. Hal tersebut dusampaikan oleh Kepala Bagian Humas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Adek Kusmanto, dilansir dari Kompas.com. “Pertimbangannya memberikan izin untuk melakukan berobat dengan rujukan terencana karena Ustadz Abu Bakar Ba’asyir menderita sakit yang harus dirujuk ke rumah sakit umum di luar lapas,” jelas Adek yang dihubungi melalui pesan singkat, Rabu (28/2) malam. Keputusan tersebut mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1999 mengenai syarat dan tata cara pelaksanaan hak warga binaan pemasyarakatan. Di dalamnya dijelaskan bahwa setiap narapidana berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak. “Dalam hal penderita memerlukan perawatan lebih lanjut, maka dokter lapas merekomendasikan kepada Kalapas agar pelayanan kesehatan dilakukan di RS umum pemerintah di luar lapas, dalam hal ini RSCM,” kata Adek. Namun meski demikian, Ditjen Pemasyarakatan masih harus berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme dan Densus 88. Hingga Rabu (28/2) malam, Ba’asyir masih bermalam di dalam lapas. “Setelah koordinasi dengan BNPT dan Densus 88 baru akan dibawa ke RSCM,” imbuhnya.

Jakarta, CNN Indonesia — Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang percaya Wiranto, yang kini menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Hanura tak menyetujui keputusan Sarifuddin Sudding Cs, yang mencopot dirinya sebagai pimpinan partai. Oso, biasa dia disapa menceritakan bagaimana Wiranto meminta kesediaannya menjadi ketua umum Hanura. Saat itu, Wiranto terpaksa melepaskan jabatan ketua umum lantaran ditunjuk menjadi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan. Menurut Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) itu, Wiranto sampai tiga kali meminta dirinya bersedia meneruskan kepemimpinan di partai yang berdiri sejak 2006 silam itu. “Dia (Wiranto) meminta saya menjadi ketua, tiga kali, tiga kali dia datang meminta saya jadi ketua umum Partai Hanura. Saya menolak tadinya,” tutur Oso, di Jakarta, Senin (15/1). Menerima Permintaan Setelah tiga kali pertemuan itu, Oso mengaku akhirnya menerima permintaan Wiranto untuk menjadi ketua umum. Oso terpilih secara aklamasi pada gelaran Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Hanura pada Desember 2016 lalu. “Tapi saya terima, karena Wiranto menyampaikannya kepada saya. Menurut hati nurani saya bahwa memang beliau membutuhkan seorang figur yang meneruskan pekerjaannya, karena dia tidak bisa menjadi ketum, karena dia menjadi Menteri Koordinator Polhukam,” kata Oso. Oso mengatakan telah bertemu Wiranto untuk menjelaskan duduk perkara di tubuh internal Hanura. Dalam pertemuan tersebut, Oso menyatakan, Wiranto meminta dirinya untuk terus melanjutkan memimpin Hanura. (asa)

VIVA.co.id  – Terpidana kasus terorisme, Abu Bakar Ba’asyir dikabarkan tengah sakit dan dibawa ke Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta Barat. Ba’asyir sebelumnya ditahan di Lembaga Pemasyarakat (Lapas) Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat. “Sejak kemarin, Abu Bakar Ba’asyir medical check up atau tes kesehatan di Rumah Sakit Harapan Kita,” kata Kepala Lapas Gunung Sindur Bogor Mujiarto melalui sambungan telepon, Kamis, 10 Agustus 2017. Sayangnya, Mujiarto tidak bersedia menjelaskan secara spesifik penyakit yang tengah diderita mantan pimpinan Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) itu.

seperti di kutip dari https://www.viva.co.id

“Kami tidak mengetahui penyakit yang dideritanya, silakan ke Rumah Sakit Harapan Kita, sampai saat ini masih dilakukan pemeriksaan kesehatan,” ujarnya. Pada Mei 2017 lalu, Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon, sempat menginspeksi Lapas Gunung Sindur di Bogor, Jawa Barat. Dalam kesempatan ini Fadli juga turut mengunjungi terpidana terorisme Abu Bakar Ba’asyir dan mendengarkan keluh kesahnya. Menurut Fadli, Ba’asyir berada dalam keadaan yang baik. Hanya saja pemimpin Majelis Mujahiddin Indonesia ini tengah punya masalah di gigi. Dan, salah satu yang dikeluhkan Baasyir adalah fasilitas kesehatan. “Karena memang sebagai tahanan khusus tidak bisa dibawa ke rumah sakit, sehingga hanya mengandalkan dokter maupun perawat yang datang dari rumah sakit pengayoman,” kata Fadli ketika ditemui usai kunjungan. Ba’asyir resmi dipindahkan dari Lembaga Pemasyarakatan Pasir Putih Nusakambangan Jawa Tengah ke Gunung Sindur, Bogor Jawa Barat, Sabtu 16 April 2016. Ba’asyir dipindah guna memecah kelompok terorisme di dalam lapas Nusakambangan.

HOLOT, KOMPAS.com – Israel menempatkan para pencari suaka asal Afrika di sebuah pusat penampungan di Holot, yang berada di gurun pasir Negev, di selatan Israel yang berbatasan dengan Mesir. Di tempat itu mereka menunggu kepastian akan pengajuan suaka mereka sebelum bisa masuk ke Tel Aviv atau Eilat, di mana terdapat komunitas Afrika. Namun belakangan, para migran semakin cemas, setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan batas waktu tiga bulan kepada 38.000 migran Afrika , terbanyak asal Sudan dan Eritrea, untuk secara sukarela keluar dari Israel. Pemerintah Israel menawarkan tiket pesawat dan uang sebesar 2.900 Euro (sekitar Rp 46 juta) untuk migran yang bersedia dikirim kembali ke negara asal atau ke negara tujuan ketiga sebelum akhir Maret 2018.

Related Posts

Comments are closed.