9 Fakta Soal Asmat yang Sulit Diakses: Tak Ada Sinyal, Jalan Tanpa Aspal

9 Fakta Soal Asmat yang Sulit Diakses: Tak Ada Sinyal, Jalan Tanpa Aspal

Ustaz Abdul Somad menyampaikan ceramah dalam kuliah dhuha. Ada berbagai persoalan yang dia sampaikan, salah satunya soal citra dirinya yang sering disalahpahami. “Di internet itu, katanya saya ustaz keras,” kata Somad dari mimbar Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (4/2/2018). Acara ini dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) selaku Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI), Wakil Ketua Majelis Pakar Dewan Masjid Indonesia (DMI) Budi Gunawan (Kepala BIN), dan Komjen Pol H Syafruddin (Wakapolri) selaku Wakil Ketua Umum DMI. Somad melantunkan doa dengan dua gaya, yakni gaya Sumatra yang keras memekik, dan juga gaya Jawa yang cenderung lembut melodius. Somad menduga publik menilai dirinya sebagai ustaz keras karena menyaksikan saat dia melantunkan doa dengan gaya Sumatra. “Pasti dia nontonnya (saat saya menyeru) ‘abaikallah humma labbaik!’,” kata Somad disambut tawa para jemaah yang memenuhi masjid ini sampai ke teras. Maka dia kemudian melantunkan doa dengan cara lembut supaya warganet bisa menyaksikannya di video internet, supaya dia tak lagi dianggap ustaz keras. “Yang jadi masalah, dia nggak bisa nonton. Nggak ada paket data,” kata Somad disambut tawa jemaah. Ceramah berlangsung santai dan penuh humor. Sebelum ceramah ini, Somad telah bersama JK sejak subuh tadi. [Gambas:Video 20detik]

Crane proyek double-double track kereta api di Jatinegara, Jakarta Timur ambruk saat petugas tengah menaikkan bantalan rel. Bantalan rel seketika jatuh saat sudah berada di atas dan menimpa pekerja yang berada di bawah. Lokasi kejadian berada di pinggir rel kereta api RT014/RW07 Kelurahan Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (4/2/2018) sekitar pukul 05.00 WIB. “Pada saat jam tersebut (pukul 05.00 WIB) kelima orang pekerja sedang menaikkan bantalan rel dengan menggunakan alat berat jenis crane, kemudian ketika bantalan rel sudah berada di atas, namun dudukannya tidak pas sehingga bantalan rel jatuh menimpa korban tersebut di atas yang mengakibatkan keempat korban meninggal dunia,” ujar Kapolsek Jatinegara Kompol Supadi dalam keterangan tertulisnya, Minggu (4/2/2018). 2 korban langsung meninggal di lokasi kejadian, sementara 2 korban lainnya meninggal di Rumah Sakit Premiere, Jatinegara dan Rumah Sakit Herimina. Sebelumnya seorang saksi mata Muhammad Alwi sempat mendengar suara dentuman keras sesaat sebelum crane di lokasi pengerjaan proyek double-double track kereta api di Jatinegara, Jakarta Timur ambruk. Saat tiba di lokasi dia melihat 2 korban tewas dan beberapa orang lainnya meminta tolong. “Setelah salat subuh tadi saya mendengar suara dentuman yang besar. Saya langsung berlari ke lokasi karena khawatir ini berhubungan dengan rumah warga,” ujar Alwi di lokasi kejadian, Minggu (4/2).

Ada 90 paket batu bersusun yang berjejer rapi di aliran sungai Kampung Cibojong, Desa Jayabakti, Cidahu, Sukabumi, Jawa Barat. Peristiwa itu kemudian viral di media sosial sejak 1 Februari 2018 lalu karena ada pihak tak bertanggungjawab yang menyangkutpautkannya dengan fenomena alam hingga hal mistis. Kehebohan di media sosial mengenai isu liar soal mistis itu pun diketahui oleh Camat Cidahu, Ading Ismail. Ia langsung mendatangi lokasi batu bersusun tersebut karena merasa khawatir serta untuk mencegah isu mistis berkembang, Ading memilih menghancurkan batu bersusun tersebut. Menurut Ading, warga jadi resah karena adanya isu mistis itu. “Setelah mendapat informasi, saya langsung ke lokasi. Saya serap informasi dari warga yang mengaku melihat sejumlah orang yang membuat batu-batu itu menjadi bersusun. Dan Alhamdulillah, hari itu juga saya bersama aparat MUI dan Muspika Kecamatan Cikidang langsung menghancurkan batu-batu itu,” kata Ading melalui sambungan telepon dengan detikcom, Sabtu (3/2) kemarin. “Dikaitkan dengan hal-hal mistis dan tentu tidak mendidik, kalau saja dibuat kreatif masih bisa bisa kita terima tapi postingan mengarah kemana-mana,” sambungnya. Ading menyebut keputusan yang diambilnya mendapat respon positif dari warga. Mereka bersama-sama menghancurkan batu-batu itu. Namun, usai batu bersusun itu dihancurkan malah muncul isu mistis lainnya, yaitu ada 9 warga yang kesurupan setelah batu bersusun itu dihancurkan. Ading pun melakukan pengecekan atas informasi tersebut dan menyatakan kabar itu adalah berita bohong alias hoax yang tidak bisa diterima. “Siang saya hancurkan malamnya muncul lagi postingan, menyebut ada 9 warga kesurupan. Saya langsung minta tolong ke aparat desa untuk melakukan pengecekan dan ternyata itu hoax,” ujarnya. Ading juga mengakui warga awalnya sempat tidak berani merusak batu-batu itu, ketika aparat kecamatan dan MUI kecamatan Cidahu datang ke lokasi barulah satu persatu batu bersusun itu dihancurkan bersama warga. Ia sendiri tak masalah dengan kreatifitas membuat batu bersusun di atas sungai, ia hanya tidak bisa menerima peristiwa itu dikaitkan dengan hal mistis. “Warga akhirnya satu persatu ikut nendang-nendangin setelah kita beri contoh. Merusak akidah, karena sudah dikaitkan dengan hal-hal yang berbau mistis,” ucap Ading. Lantas, apa sebenarnya yang membuat batu-batu tersebut bersusun secara rapi di atas aliran sungai? Setelah diselidiki, ternyata ada sekelompok anak muda yang sengaja menyusun batu-batu tersebut. Kejadian serupa pun disebut pernah terjadi di lokasi lain sebagai bentuk ajakan menjaga kelestarian lingkungan. “Saya dapat informasi jika susunan itu sengaja dibuat sejumlah anak muda dengan maksud mengajak warga untuk menjaga lingkungan. Yang salahnya itu oleh yang pertama kali melihat mungkin kaget informasinya jadi liar hingga dikaitkan dengan fenomena alam dan mistis,” kata Sekretaris Desa (Sekdes) Jayabakti, Agus Muzamil ketika dihubungi detikcom. Agus juga mengaku telah melakukan riset dan melihat kejadian serupa di beberapa lokasi. Menurutnya aksi para anak muda yang belum diketahui identitasnya tersebut kreatif, namun malah disalahgunakan pihak yang tidak bertanggung jawab dengan menyebar isu-isu mistis hingga meresahkan warga. “Ada yang buat dan saya pikir itu aksi positif hanya saja karena di kasih keterangan yang aneh jadi ramai dan berkesan kurang baik,” ucap Agus. Kini, batu bersusun tersebut sudah tak ada lagi. Pihak Muspika bersama warga sekitar sungai Cidahu memilih menghancurkan karya para anak muda itu agar tidak dimanfaatkan pihak tak bertanggungjawab untuk menebar keresahan bagi warga lewat isu liar seperti hal-hal berbau mistis.

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) baru saja turut menyimak ceramah Ustaz Abdul Somad. JK punya kesan positif tentang Somad. “Baik. Tapi refernsinya kuat, itu yang membedakan dengan ustaz lainnya,” kata JK di pinggir Jalan Taman Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (4/2/2018). JK yang juga Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) baru saja keluar dari Masjid Sunda Kelapa membuka dan mengikuti acara kuliah dhuha Somad. Sebelumnya, dia sudah berdama Somad sejak subuh dan dilanjut sarapan. Menurutnya, Somad punya sisi keilmuan yang mendalam. “Jangkauannya dalam,” kata JK. Meski punya kadar keilmuan yang mumpuni, namun itu tak lantas menjadi jarak dengan publik umum yang dia beri ceramah. Soalnya Somad menyampaikan materi ceramahnya dengan pintar. “Tapi cara membawakannya juga gampang dipahami oleh masyarakat tingkat apa saja,” kata JK. [Gambas:Video 20detik]

Konsorsium pelaksana proyek double-double track jalur kereta api mengecek ulang semua peralatan yang digunakan. Pengecekan dilakukan menyusul ambruknya crane di Jatinegara, Jakarta Timur. “Sejak kejadian hingga saat ini kami terus bekerja-sama dengan pihak kepolisian yaitu dengan membuat pengamanan radius 300 meter di seputar lokasi kejadian, serta memastikan semua peralatan dalam kondisi stabil, dalam rangka memastikan keamanan bagi masyarakat sekitar lokasi pasca kejadian,” ujar Sekretaris Perusahaan PT. Hutama Karya (Persero) Adjib Al Hakim dalam keterangannya, Minggu (4/2/2018). Proyek double-double track jalur KA Manggarai-Jatinegara ini dikerjakan konsorsium Hutama-Modern-Mitra. Ambruknya crane menyebabkan 4 orang tewas dan 1 orang luka. “Kami menyampaikan belasungkawa dan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga korban atas kejadian ini. Kami pastikan keluarga korban mendapatkan segala kompensasi dan santunan yang sudah menjadi haknya,” sambung Adjib. Pihaknya mengimbau warga tidak mendekat ke lokasi agar proses penanganan berjalan lancar dan aman. Pihak kontraktor juga akan bekerja sama dengan Komite Keselamatan Konstruksi (KKK) dari Kementerian PUPR untuk investigasi. Terkait kejadian ini, polisi memeriksa tiga orang yakni 2 orang pekerja dan 1 orang sopir crane. Diduga jatuhnya crane karena dudukan bantalan rel tidak pas.

Jemaah memadati Masjid Sunda Kelapa, Jakarta. Mereka hendak menyimak ceramah Ustaz Abdul Somad. Gerimis turun saat Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Ustaz Somad datang ke Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (4/2/2018) pukul 06.26 WIB. Ribuan warga memadati Masjid Sunda Kelapa untuk menyimak ceramah Ustaz Abdul Somad. (Foto: Danu Damarjati/detikcom) Somad akan menyampaikan Kuliah Dhuha. Meski gerimis, jemaah tetap banyak yang hadir, sampai ke teras Masjid yang diberi tenda. Ada pula yang berdiri memegang payung. JK dan Somad nampak berbaju koko putih. Nampak pula Wakil Ketua Majelis Pakar Dewan Masjid Indonesia (DMI) Budi Gunawan (Kepala BIN) dan Komjen Pol H Syafruddin (Wakapolri) selaku Wakil Ketua Umum DMI. Salawat berkumandang saat mereka memasuki masjid. Jusuf Kalla adalah Ketua Umum DMI. Sebelumnya JK melaksanakan salat subuh berjemaah bareng Ustaz Abdul Somad. Keduanya sempat sarapan bersama usai salat subuh bareng. “Setelahnya Wapres dan ustad Somad berjalan menuju kediaman Wapres untuk sarapan pagi bersama,” kata Jubir Wapres RI Husain Abdullah dalam rilis yang diterima detikcom, Minggu (4/2/2018). [Gambas:Video 20detik]

Tim Polresta Depok menyelidiki dugaan penembakan di rumah eks Deputi Basarnas Mayjen TNI (Purn) Tatang Zaenudin di Jl Bukit Pasir, Cimanggis, Kota Depok. “Betul. Kasusnya masih dalam penyelidikan, kami juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara,” ujar Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Putu Kholis Aryana kepada detikcom, Minggu (4/2/2018). Kejadian dilaporkan terjadi pada Selasa (30/1) sekitar pukul 14.45 WIB. Para saksi yang ada di rumah tersebut tidak ada yang mengetahui persis kronologi peristiwa tersebut. “Saksi yang sedang berada di dalam rumah, tiba-tiba mendengar suara seperti kaca pecah yang berasal dari depan rumah,” kata Putu. Saksi kemudian keluar rumah dan mendapati kaca rumah retak. Ada bekas lubang pada kaca tersebut. “Pada saat kejadian, situasi di depan sepi,” ujarnya.

Related Posts

Comments are closed.