460 Mobil Mewah di Jaksel Tunggak Pajak, Total Rp 15 Miliar

460 Mobil Mewah di Jaksel Tunggak Pajak, Total Rp 15 Miliar

Tunggakan pajak mobil mewah dengan nilai jual kendaraan di atas harga Rp 1 miliar sebesar Rp 15 Miliar di Samsat Pajak Jakarta Selatan. Dari Rp 15 miliar itu, baru Rp 241 juta yang masuk ke kantong pajak Jaksel. “Potensi tunggakan dengan NJKB (Nilai Jual Kendaraan Bermotor) di atas Rp 1 Milyar untuk Samsat Selatan Rp 15.976.273.400 dari 460 kendaraan bermotor,” kata Kepala Unit Pelayanan Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (PKB-BBNKB) Samsat Selatan, Khairil Anwar kepada detikcom, Minggu (21/1/2018). Khairil mengatakan pajak mobil mewah yang dibayar senilai Rp 241 juta itu berasal dari 6 mobil mewah. “Sampai saat ini yang melakukan pembayaran sebanyak 6 kendaraan bermotor dengan pajak sebesar Rp 241 juta,” ujarnya. Khairil menambahkan, pihaknya terus melakukan upaya imbauan secara ‘door to door ‘ bagi para pemilik kendaran yang belum membayar pajak. Ia berharap para pemilik mobil mewah itu segera membayarkan pajak. “Kami terus melakukan imbauan dan door to door ke rumah para pemilik Kendaraan yang belum bayar pajak,” imbuh Khairil.

Baca juga : setelah ada ultimatum 6 mobil mewah di jaksel lunasi pajaknya

Namun, sejak Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengultimatum akan mempermalukan para penunggak pajak pada pekan lalu, baru enam pemilik mobil di Jakarta Selatan yang tergerak untuk melunasi tunggakannya. “Sudah ada enam pemilik mobil mewah yang bayar pajak dengan nilai Rp 241.725.000. Terdiri dari Lexus 2014, Ferrary 2000, Cadilac 2011, Ferrary 2012, Mercy 2015, dan Jaguar 2011,” kata Kepala Unit Pajak Kendaraan Bermotor Samsat Jakarta Selatan Khairil Anwar, Jumat (19/1/2018). Angka itu masih jauh dari jumlah unit kendaraan mewah atau yang nilai jualnya di atas Rp 1 miliar. Di Jakarta Selatan tercatat ada 460 mobil mewah. Tunggakan pajaknya mencapai Rp 15,9 miliar.

seperti di kutip dari http://megapolitan.kompas.com

Untuk mobil mewah atas nama pribadi, nilai tunggakan pajak yang belum dibayarkan Rp 26,1 miliar. Sementara itu, nilai tunggakan pajak mobil mewah atas nama badan Rp 18,8 miliar. Total tunggakan pajak mobil mewah senilai Rp 44,9 miliar. Mobil mewah yang pajaknya belum dibayarkan itu terdiri dari berbagai merek, seperti Lamborghini, Ferrari, Rolls Royce, Aston Martin, Mclaren, Bentley, Mercedes-Benz, BMW, Porsche, Audi, Maserati, Cadillac, dan Land Rover. Anies mengancam akan mengumumkan daftar penunggak pajak jika tunggakan pajak tak juga dilunasi.


Baca juga :

Sebanyak 141 mobil mewah masih menunggak pajak di Samsat Jakarta Barat. Total tunggakan pajak mobil mewah tersebut mencapai Rp 5,7 miliar. “Atas nama badan, 46 kendaraan bermotor, pajak Rp 1,9 miliar. Dan pribadi 95 kendaraan bermotor, pajak Rp 3,8 miliar,” kata Kepala Unit Pelayanan Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (PKB BBNKB) Jakarta Barat, Elling Hartono melalui pesan singkat, Sabtu (20/1/2018). Elling mengatakan data tersebut merupakan laporan per tanggal 19 Januari 2018. Dirinya menuturkan mobil mewah yang menunggak berharga di atas Rp 1 miliar. “Yang belum bayar pajak supercar nilai jual kendaraan bermotor di atas Rp 1 miliar,” sebutnya. Sebelumnya, Elling mengatakan terdapat 11 mobil mewah yang membayar pajak di Samsat Jakarta Barat, usai diumukan oleh Anies pada Jumat (12/1) lalu. Samsat Jakarta Barat berhasil mengumpulkan pajak sebesar Rp 500 juta. “Ada 11 kendaraan dengan total setengah miliar rupiah. Jadi ampuh juga yang disampaikan oleh Pak Gubernur ya mobil mewah tetapi tidak mau bayar pajak akhirnya bayar,” ujar Elling, Sabtu (20/1). Elling mengatakan akan terus menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat yang menunggak pajak. Dia juga akan menggiatkan razia ke alamat wajib pajak yang tercatat di Samsat Jakarta Barat. “Kita mengimbau kepada masyarakat untuk segera melunasi, kita mengirimkan surat daftar ulang ke masyarakat, dan kita melakukan razia bersama unsur terkait,” sebut Elling.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

“Unpaid supercar tax is the selling value of motor vehicles above Rp 1 billion,” he said. Previously, Elling said there were 11 luxury cars that pay taxes in Samsat West Jakarta, after announced by Anies on Friday (12/1) then. Samsat West Jakarta managed to collect a tax of Rp 500 million. “There are 11 vehicles with a total of half a billion rupiahs, so it is also effective that the Governor delivered the luxury car but did not want to pay the tax finally paid,” said Elling, Saturday (20/1). Elling says will continue to intensify socialization to the society in tax arrears. He will also intensify raids to address taxpayers recorded in Samsat West Jakarta. “We appeal to the community to immediately pay off, we send a re-registration letter to the public, and we do raids with related elements,” said Elling. Source : LABEL : [tax, luxury car tax arrears, luxury car tax, samsat jakbar]

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Kecelakaan yang terjadi di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan menyebabkan satu korban tewas. Korban tersebut adalah pemotor yang tertabrak oleh kendaraan truk. “Semula kendaraan truk yang dikemudikan Wiwid (45) melaju di Jalan TB Simatupang. Sesampainya di depan Jalan Cilandak Dalam, karena kurang hati-hati sehingga menabrak kendaraan sepeda motor yang dikendarai Kartika Bhakti (30),” kata Kanit Laka Lantas Polres Jaksel, AKP Sunar lewat keterangannya, Rabu (9/8/2017). Akibat tertabrak truk bernomor polisi B 9231 KDC tersebut, Kartika Bhakti terlindas dan mengalami luka. Akibatnya Kartika yang mengendarai sepeda motor Honda Beat bernopol B 6819 SVZ tewas di lokasi. “Korban bernama Kartika Bhakti mengalami luka di kepala dan meninggal dunia di tempat kejadian perkara,” ujarnya. Kecelakaan tersebut terjadi pada hari ini sekitar pukul 15.30 WIB. Korban yang berdomisili di Jalan H Nomor 14 RT 09/09 Kebon Baru, Jaksel ini lalu dibawa ke RS Fatmawati.

Namun, sejak Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengultimatum akan mempermalukan para penunggak pajak pada pekan lalu, baru enam pemilik mobil di Jakarta Selatan yang tergerak untuk melunasi tunggakannya. “Sudah ada enam pemilik mobil mewah yang bayar pajak dengan nilai Rp 241.725.000. Terdiri dari Lexus 2014, Ferrary 2000, Cadilac 2011, Ferrary 2012, Mercy 2015, dan Jaguar 2011,” kata Kepala Unit Pajak Kendaraan Bermotor Samsat Jakarta Selatan Khairil Anwar, Jumat (19/1/2018). Angka itu masih jauh dari jumlah unit kendaraan mewah atau yang nilai jualnya di atas Rp 1 miliar. Di Jakarta Selatan tercatat ada 460 mobil mewah. Tunggakan pajaknya mencapai Rp 15,9 miliar.

seperti di kutip dari http://megapolitan.kompas.com

Untuk mobil mewah atas nama pribadi, nilai tunggakan pajak yang belum dibayarkan Rp 26,1 miliar. Sementara itu, nilai tunggakan pajak mobil mewah atas nama badan Rp 18,8 miliar. Total tunggakan pajak mobil mewah senilai Rp 44,9 miliar. Mobil mewah yang pajaknya belum dibayarkan itu terdiri dari berbagai merek, seperti Lamborghini, Ferrari, Rolls Royce, Aston Martin, Mclaren, Bentley, Mercedes-Benz, BMW, Porsche, Audi, Maserati, Cadillac, dan Land Rover. Anies mengancam akan mengumumkan daftar penunggak pajak jika tunggakan pajak tak juga dilunasi.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pernah menyampaikan ada 744 mobil mewah milik pribadi di Jakarta yang belum membayar pajak untuk tahun 2017. Di Jakarta Barat misalnya, per tanggal 15 Januari 2018 tercatat 185 mobil mewah milik perorangan masih menunggak pajak. Samsat Jakbar kemudian melakukan razia ke alamat pemilik mobil yang tercatat pada Sabtu (20/1/2018), di antaranya di kawasan Kembangan dan Pal Merah, Jakarta Barat. Menariknya, pihak Samsat Jakbar tidak melihat mobil mewah terparkir di dua alamat yang didatangi. Dari data yang dimiliki, di Kembangan misalnya, ada salah satu warga yang tinggal di perumahan yang berada di Jalan Pulau Laki memiliki Lamborghini dengan pelat nomor B-451-LOW. Namun, penghuni rumah mengaku tak pernah memiliki mobil Lamborghini, bahkan menyebut ada dugaan maladministrasi. “Nggak pernah beli, maladministrasi itu, Pak,” kata anak pemilik rumah yang tidak ingin disebutkan namanya kepada petugas Samsat Jakbar. Sedangkan di Jalan Kebon Jeruk Raya, Pal Merah, merupakan alamat mobil Ferrari bernomor polisi B-1-RED dengan nama pemilik Andi Firmansyah. Tapi, menurut keterangan Ketua RT 06/15 M Nur, Andi sudah tidak tinggal di sana sejak tiga tahun lalu. “Memang dulu warga kami, cukup lama di sini. Sudah lama pindah juga. Pindah alamat sudah ada tiga atau empat tahun,” ujar Nur saat ditemui petugas Samsat Jakbar. Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno sebelumnya mengatakan mobil mewah yang menunggak pajak itu dimiliki oleh pengusaha kelas kakap. Namun, lokasi rumah pemilik mobil Ferrari bukan berada di real estate, melainkan di sebuah gang, ukuran rumahnya tak besar juga tidak bertingkat. Andi, ternyata tak hanya memiliki mobil Ferrari. Berdasarkan data Samsat Jakbar, dia juga memiliki dua mobil lain, bermerek Mazda dan Toyota Rush. Pajak dua mobil itu pun masih menunggak. “(Pajak tiga mobil Andi) itu nuggaknya kalau informasi dari kami sebesar Rp 364 juta,” kata Kepala Unit Pelayanan Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor Jakarta Barat Elling Hartono di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Sabtu (20/1/2018). Meski perjalanan Samsat Jakbar tidak membuahkan hasil, Elling tetap berpikir positif dari kegiatan itu. Aspek positifnya mengenai akurasi data. Elling juga mengimbau kepada warga yang berpindah alamat atau menjual kendaraan mewahnya untuk melapor ke kantor Samsat. Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan kepolisian untuk menindak hal tersebut. “Alhamdulillah hari ini dua wajib pajak yang kita datangi, ya. Hasilnya menurut kami negatif, tetapi bukan menurut kami hasilnya jelek. Tetapi bagus untuk akurasi data kita,” ujar Elling. “Nanti kita akan tindak lanjuti dengan kepolisian bahwa data nomor tersebut dilaporkan untuk ditindaklanjuti pada saat razia untuk ditindak atau ditilang,” imbuh ida. Kepala Badan Retribusi dan Pajak Daerah (BPRD) Pemprov DKI Edi Sumantri sebelumnya mengatakan pemilik diberikan waktu untuk melunasi pajak mobil mewahnya sampai 31 Januari 2018. Jika tak juga melunasi, pihak BPRD mempertimbangkan untuk merilisnya ke publik. “Kami punya target sampai dengan akhir bulan yang belum (bayar pajak tahun 2017). Yang belum melakukan pembayaran akan kita ekspose satu per satu melalui media,” tutur Edi, di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (17/1).

Ilustrasi nilai pajak kendaraan bermotor di STNK. (Foto: Toriq/detikcom) Jakarta – Tunggakan pajak mobil mewah dengan nilai jual kendaraan di atas harga Rp 1 miliar sebesar Rp 15 Miliar di Samsat Pajak Jakarta Selatan. Dari Rp 15 miliar itu, baru Rp 241 juta yang masuk ke kantong pajak Jaksel. “Potensi tunggakan dengan NJKB (Nilai Jual Kendaraan Bermotor) di atas Rp 1 Milyar untuk Samsat Selatan Rp 15.976.273.400 dari 460 kendaraan bermotor,” kata Kepala Unit Pelayanan Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (PKB-BBNKB) Samsat Selatan, Khairil Anwar kepada detikcom, Minggu (21/1/2018). Khairil mengatakan pajak mobil mewah yang dibayar senilai Rp 241 juta itu berasal dari 6 mobil mewah. “Sampai saat ini yang melakukan pembayaran sebanyak 6 kendaraan bermotor dengan pajak sebesar Rp 241 juta,” ujarnya. Khairil menambahkan, pihaknya terus melakukan upaya imbauan secara ‘door to door ‘ bagi para pemilik kendaran yang belum membayar pajak. Ia berharap para pemilik mobil mewah itu segera membayarkan pajak. “Kami terus melakukan imbauan dan door to door ke rumah para pemilik Kendaraan yang belum bayar pajak,” imbuh Khairil. (jor/jor) pajak kendaraan mobil mewah jakarta selatan samsat jakarta selatan

Related Posts

Comments are closed.