3 Pejabat Pemkab Diperiksa di Mapolres Terkait OTT Bupati Jombang

3 Pejabat Pemkab Diperiksa di Mapolres Terkait OTT Bupati Jombang

KPK memeriksa sejumlah pejabat Pemkab Jombang terkait OTT Bupati Nyono Suharli Wihandoko. Pemeriksaan dilakukan di Mapolres Jombang. Pantauan di Mapolres Jombang, Jawa Timur, Sabtu (3/2/2018) sekitar pukul 21.00 WIB, satu per satu pejabat yang diperiksa keluar dari ruangan Unit PPA. Antara lain pejabat berinisial OI, D dan seorang dokter berinisial SJ. “Saya hanya dimintai keterangan, tanya petugas di dalam,” kata OI sembari berlalu meninggalkan ruangan pemeriksaan. Pemeriksaan berlangsung tertutup di ruangan Unit Perlayanan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Jombang. Informasi yang dihimpun detikcom, pemeriksaan ini berlangsung sejak siang tadi. Usai melakukan pemeriksaan, penyidik KPK yang berjumlah 5 orang, meninggalkan Mapolres Jombang. “Saat ini kita masih melakukan penyidikan, nanti juru bicara kami yang akan memberikan keterangan,” ujar salah satu penyidik KPK kepada wartawan. Pemeriksaan ketiga pejabat Pemkab Jombang ini diduga terkait OTT Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko oleh KPK. Sebelumnya penyidik KPK menggeledah di rumah dinas Nyono di Jalan RA Soeroadiningrat, Jombang. Penyidik berjumlah 4 orang ini keluar hanya membawa sebuah map. Anggota Satpol PP penjaga Rumdin Bupati Jombang Hendra Setya mengatakan, tim dari KPK yang mengendarai mobil silver nopol L 1658 AB tiba di rumdin Bupati Jombang sekitar pukul 21.30 WIB. “Jumlahnya berapa orang saya kurang tahu,” ujarnya kepada detikcom di lokasi, Sabtu (3/2).

KPK memeriksa sejumlah pejabat Pemkab Jombang terkait OTT Bupati Nyono Suharli Wihandoko. Pemeriksaan dilakukan di Mapolres Jombang. Pantauan di Mapolres Jombang, Jawa Timur, Sabtu (3/2/2018) sekitar pukul 21.00 WIB, satu per satu pejabat yang diperiksa keluar dari ruangan Unit PPA. Antara lain pejabat berinisial OI, D dan seorang dokter berinisial SJ. “Saya hanya dimintai keterangan, tanya petugas di dalam,” kata OI sembari berlalu meninggalkan ruangan pemeriksaan. Pemeriksaan berlangsung tertutup di ruangan Unit Perlayanan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Jombang. Informasi yang dihimpun detikcom, pemeriksaan ini berlangsung sejak siang tadi. Usai melakukan pemeriksaan, penyidik KPK yang berjumlah 5 orang, meninggalkan Mapolres Jombang. “Saat ini kita masih melakukan penyidikan, nanti juru bicara kami yang akan memberikan keterangan,” ujar salah satu penyidik KPK kepada wartawan. Pemeriksaan ketiga pejabat Pemkab Jombang ini diduga terkait OTT Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko oleh KPK. Sebelumnya penyidik KPK menggeledah di rumah dinas Nyono di Jalan RA Soeroadiningrat, Jombang. Penyidik berjumlah 4 orang ini keluar hanya membawa sebuah map. Anggota Satpol PP penjaga Rumdin Bupati Jombang Hendra Setya mengatakan, tim dari KPK yang mengendarai mobil silver nopol L 1658 AB tiba di rumdin Bupati Jombang sekitar pukul 21.30 WIB. “Jumlahnya berapa orang saya kurang tahu,” ujarnya kepada detikcom di lokasi, Sabtu (3/2).

KPK memeriksa sejumlah pejabat Pemkab Jombang terkait OTT Bupati Nyono Suharli Wihandoko. Pemeriksaan dilakukan di Mapolres Jombang. Pantauan di Mapolres Jombang, Jawa Timur, Sabtu (3/2/2018) sekitar pukul 21.00 WIB, satu per satu pejabat yang diperiksa keluar dari ruangan Unit PPA. Antara lain pejabat berinisial OI, D dan seorang dokter berinisial SJ. “Saya hanya dimintai keterangan, tanya petugas di dalam,” kata OI sembari berlalu meninggalkan ruangan pemeriksaan. Pemeriksaan berlangsung tertutup di ruangan Unit Perlayanan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Jombang. Informasi yang dihimpun detikcom, pemeriksaan ini berlangsung sejak siang tadi. Usai melakukan pemeriksaan, penyidik KPK yang berjumlah 5 orang, meninggalkan Mapolres Jombang. “Saat ini kita masih melakukan penyidikan, nanti juru bicara kami yang akan memberikan keterangan,” ujar salah satu penyidik KPK kepada wartawan. Pemeriksaan ketiga pejabat Pemkab Jombang ini diduga terkait OTT Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko oleh KPK. Sebelumnya penyidik KPK menggeledah di rumah dinas Nyono di Jalan RA Soeroadiningrat, Jombang. Penyidik berjumlah 4 orang ini keluar hanya membawa sebuah map. Anggota Satpol PP penjaga Rumdin Bupati Jombang Hendra Setya mengatakan, tim dari KPK yang mengendarai mobil silver nopol L 1658 AB tiba di rumdin Bupati Jombang sekitar pukul 21.30 WIB. “Jumlahnya berapa orang saya kurang tahu,” ujarnya kepada detikcom di lokasi, Sabtu (3/2).

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

KPK memeriksa sejumlah pejabat Pemkab Jombang terkait OTT Bupati Nyono Suharli Wihandoko. Pemeriksaan dilakukan di Mapolres Jombang. Pantauan di Mapolres Jombang, Jawa Timur, Sabtu (3/2/2018) sekitar pukul 21.00 WIB, satu per satu pejabat yang diperiksa keluar dari ruangan Unit PPA. Antara lain pejabat berinisial OI, D dan seorang dokter berinisial SJ. “Saya hanya dimintai keterangan, tanya petugas di dalam,” kata OI sembari berlalu meninggalkan ruangan pemeriksaan. Pemeriksaan berlangsung tertutup di ruangan Unit Perlayanan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Jombang. Informasi yang dihimpun detikcom, pemeriksaan ini berlangsung sejak siang tadi. Usai melakukan pemeriksaan, penyidik KPK yang berjumlah 5 orang, meninggalkan Mapolres Jombang. “Saat ini kita masih melakukan penyidikan, nanti juru bicara kami yang akan memberikan keterangan,” ujar salah satu penyidik KPK kepada wartawan. Pemeriksaan ketiga pejabat Pemkab Jombang ini diduga terkait OTT Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko oleh KPK. Sebelumnya penyidik KPK menggeledah di rumah dinas Nyono di Jalan RA Soeroadiningrat, Jombang. Penyidik berjumlah 4 orang ini keluar hanya membawa sebuah map. Anggota Satpol PP penjaga Rumdin Bupati Jombang Hendra Setya mengatakan, tim dari KPK yang mengendarai mobil silver nopol L 1658 AB tiba di rumdin Bupati Jombang sekitar pukul 21.30 WIB. “Jumlahnya berapa orang saya kurang tahu,” ujarnya kepada detikcom di lokasi, Sabtu (3/2).

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

KPK mengamankan Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko dalam sebuah operasi tangkap tangan (OTT). Selain Nyono, KPK juga mengamankan seorang ajudan. “Tim membawa 2 orang. Kepala daerah dan 1 ajudan,” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Sabtu (3/2/2018). Febri mengatakan Nyono dan ajudannya sedang diperiksa oleh penyidik KPK. Status hukum keduanya akan ditentukan setelah pemeriksaan penyidik. “Nanti maksimal dalam waktu 24 jam akan diinformasikan statusnya,” ucap Febri. Nyono tiba di Kantor KPK di Jalan Kuningan Persada, Jakarta, sekitar pukul 21.15 WIB tadi. Nyono langsung diarahkan penyidik KPK ke lantai 2 gedung KPK. Febri menyebut ada dugaan penerimaan uang oleh Nyono terkait jabatannya sebagai Bupati Jombang. KPK akan menggelar konfrensi pers mengenai OTT tersebut pada Minggu (4/2/2018) besok. [Gambas:Video 20detik]

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Bupati Nganjuk Taufiqurrahman Dikabarkan Ditangkap KPK Rabu, 25 Oktober 2017 – 17:35 WIB Ilustrasi KPK. Foto/SINDOphoto NGANJUK – Bupati Nganjuk Taufiqurrahman dikabarkan ditangkap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam sebuah operasi tangkap tangan (OTT). Meski belum ada keterangan resmi dari KPK, namun sejumlah pejabat di Kabupaten Nganjuk membenarkan informasi ini. Pantauan di lapangan Rabu (25/10/2017), petugas KPK tampak melakukan pemeriksaan terhadap delapan pejabat Pemkab Nganjuk. Belum diketahui secara pasti siapa saja yang dimintai keterangan oleh penyidik KPK lantaran pemeriksaan dilakukan secara tertutup. Namun dikabarkan jika dari delapan pegawai negeri sipil (PNS) yang diamankan, salah satu di antaranya adalah Oki, salah satu Ajudan Bupati. Dikabarkan pula, setelah menjalani pemeriksaan di Polres Nganjuk, Taufiqurrahman dikirim ke Gedung KPK di Jakarta. Penjemputan terhadap sejumlah PNS Pemkab Nganjuk dan diperiksa di Polres Nganjuk dilakukan secara diam-diam. Tak terlihat petugas KPK menggunakan rompi khasnya. Namun di salah satu mobil penjemput PNS itu terlihat berkas sprindik berlogo KPK. Kabar penangkapan Bupati Nganjuk dan sejumlah PNS ini beredar luas pula di kalangan PNS Pemkab Nganjuk. Meski tak mengetahui pasti, namun mereka mengetahui adanya penjemputan paksa sejumlah pejabat terkait kasus OTT bupati. ”Iya, ada beberapa pejabat yang dipanggil terkait OTT KPK,” terang salah satu PNS yang meminta namanya tak disebut. Aparat Polres Nganjuk juga masih menutup rapat informasi ini. Tak ada pernyataan resmi dari Kapolres Nganjuk maupun jajarannya. Namun beberapa anggota polisi di Mapolres Nganjuk membenarkan adanya penggunaan satu ruang khusus oleh petugas KPK untuk pemeriksaan bupati dan sejumlah bawahannya. Namun kabar yang beredar, sejak siang Bupati Nganjuk Taufiqurrahman sudah dikirim ke Gedung KPK di Jakarta. Sementara pemeriksaan terhadap sejumlah pejabat tetap dilakukan di Polres Nganjuk. Salah satu Anggota DPRD Kabupaten Nganjuk Raditya Haria Yuangga mengatakan, kabar ditangkapnya Bupati Nganjuk Taufiqurrahman telah beredar luas baik di kalangan PNS maupun anggota Dewan. Ia meyakini jika kabar tersebut benar adanya. ”Saya juga mendapatkan informasi dia (bupati) diperiksa di Mapolres Nganjuk bersama delapan orang PNS lainnya. Dan itu memang benar,” terang Raditya Haria Yuangga. Politisi Hanura yang akrab dipanggil Angga ini mengaku tak kaget dengan penangkapan tersebut. Karena menurutnya, bupati yang sudah dua periode menjabat itu memang dikenal sering melakukan pungutan liar. Selain dalam proyek-proyek fisik, juga setiap mutasi pejabat. ”Parah. Mutasi selalu bayar. Kalau proyek, harus setor 7 persen. Itu khusus untuk bupati lho,” tandasnya. Soal kasus OTT ini, Angga meyakini jika hal itu terkait dengan suap mutasi. Dan menurutnya, uang tersebut bakal digunakan untuk pembelian rekomendasi partai dalam pencalonan Ita Triwibawati, istri Taufiqurrahman yang kini menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jombang. Sejak dua tahun belakangan memang santer jika Ita Triwibawati bakal maju dalam pemilihan Bupati Nganjuk tahun depan. ”Dugaan saya untuk bayar rekomendasi (partai) pilbup,” tambahnya. halaman ke-1 dari 2

JOMBANG – Rumah dinas Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko digeledah petugas dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Selain menggeledah rumah dinas Bupati, tim KPK juga menyegel ruangan milik Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang Inna Sulistyowati.  Pantauan MNC Media, terkait operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko, sejumlah pejabat di lingkungan Dinas Kesehatan Pemkab Jombang sempat menjalani pemeriksaan secara marathon oleh penyidik KPK di Mapolres Jombang. ( Baca: KPK Benarkan Telah Tangkap Tangan Bupati Jombang ) Mereka di antaranya yakni, Kepala Puskesmas Perak berinisial OI, Kepala Puskesmas Plumbon Gambang  yakni, D dan dr S dari Puskesmas Mojoagung. Setelah menjalani pemeriksaan beberapa jam, sejumlah pejabat tersebut diizinkan pulang.   Selain memeriksa sejumlah pejabat, tim dari KPK juga menggeledah rumah dinas Bupati Jombang. Selama penggeledahan berlangsung pendopo ini dijaga ketat oleh Satpol PP.( Baca: Soal Status Hukum Bupati Jombang, KPK Akan Umumkan Besok )  Tak itu saja, tim KPK juga menyegel ruang kerja Plt Kepala Dinas Kesehatan Inna Sulistyowati. Penjaga Kantor Dinas Kesehatan, Didik mengatakan, KPK datang hanya melakukan penyegelan saja dan tidak mengambil barang apapun dari dalam ruangan tersebut.  (whb)

Related Posts

Comments are closed.