2 Orang Teriak-teriak di DPP PKB, Ada Apa?

2 Orang Teriak-teriak di DPP PKB, Ada Apa?

Dua orang hadir di DPP PKB secara tiba-tiba. Dua orang tersebut berteriak minta beberapa pengurus DPP PKB diganti agar PKB menjadi stabil. “Hari ini juga nama-nama ini harus diganti! Diganti! Diganti diganti! Supaya negara bisa jadi stabil! Bacakan ini! orang-orang ini harus ganti semuanya agar PKB jadi stabil! PKB jadi stabil! PKB jadi stabil! Orang-orang ini harus ganti!” teriak salah satu orang yang tidak diketahui identitasnya di Kantor DPP PKB, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (9/1/2018). Orang tersebut kemudian menyinggung nama Muhaimin Iskandar (Cak Imin) yang disebut-sebut akan maju pada Pilpres 2019. “Mana tadi yang mau pukul aku? Kau mau tahu masalah politik? Kau mau bunuh Muhaimin jadi capres di Indonesia ini?” lanjutnya. Kemudian, satu orang lainnya membacakan nama-nama yang mereka harapkan untuk diganti dari posisi pengurus DPP PKB. Di antaranya terdapat nama Sekjen PKB Abdul Kadir Karding. “Nama-nama di bawah ini harus diganti dari PKB! 1. Bowo dari DPD PKB Papua, 2. Kirana, 3. Rasta Wiguna, 4. Sekjen PKB Abdul Kadir Karding,” ujarnya. Mereka menyebut nama-nama tersebut melakukan korupsi sehingga membuat PKB tidak lagi baik. “Ini nama-namanya yang korupsinya ganjar uang sekarang ini. Diganti! Diganti! Diganti! Supaya negara bisa jadi stabil!” lanjutnya. Kemudian kedua orang tersebut pun digiring untuk keluar oleh petugas keamanan DPP PKB. Setelah itupun tidak terlihat lagi keberadaan kedua orang tersebut.

Dua orang hadir di DPP PKB secara tiba-tiba. Dua orang tersebut berteriak minta beberapa pengurus DPP PKB diganti agar PKB menjadi stabil. “Hari ini juga nama-nama ini harus diganti! Diganti! Diganti diganti! Supaya negara bisa jadi stabil! Bacakan ini! orang-orang ini harus ganti semuanya agar PKB jadi stabil! PKB jadi stabil! PKB jadi stabil! Orang-orang ini harus ganti!” teriak salah satu orang yang tidak diketahui identitasnya di Kantor DPP PKB, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (9/1/2018). Orang tersebut kemudian menyinggung nama Muhaimin Iskandar (Cak Imin) yang disebut-sebut akan maju pada Pilpres 2019. “Mana tadi yang mau pukul aku? Kau mau tahu masalah politik? Kau mau bunuh Muhaimin jadi capres di Indonesia ini?” lanjutnya. Kemudian, satu orang lainnya membacakan nama-nama yang mereka harapkan untuk diganti dari posisi pengurus DPP PKB. Di antaranya terdapat nama Sekjen PKB Abdul Kadir Karding. “Nama-nama di bawah ini harus diganti dari PKB! 1. Bowo dari DPD PKB Papua, 2. Kirana, 3. Rasta Wiguna, 4. Sekjen PKB Abdul Kadir Karding,” ujarnya. Mereka menyebut nama-nama tersebut melakukan korupsi sehingga membuat PKB tidak lagi baik. “Ini nama-namanya yang korupsinya ganjar uang sekarang ini. Diganti! Diganti! Diganti! Supaya negara bisa jadi stabil!” lanjutnya. Kemudian kedua orang tersebut pun digiring untuk keluar oleh petugas keamanan DPP PKB. Setelah itupun tidak terlihat lagi keberadaan kedua orang tersebut.

UNGARAN, KOMPAS.com – Kemelut politik terjadi di tubuh Partai Kebangkitan Bangsa ( PKB ) Kabupaten Semarang . Gara-garanya adalah kepengurusan baru yang ditunjuk dan ditetapkan oleh Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB menghilangkan struktur Dewan Syuro (Penasehat) yang biasanya menempatkan ulama atau kiai sepuh di dalamnya. Penolakan ini salah satunya diwujudkan dengan memboikot rapat konsolidasi yang digelar oleh DPC PKB Kabupaten Semarang di Tuntang, Sabtu (21/10/2017) kemarin. Pertemuan tersebut sedianya digelar dalam rangka sosialisasi kepengurusan partai yang baru di bawah ketua Muh Asrofi dan Sekretaris Nur Fuadi. “Ada 16 DPAC (Dewan Pengurus Anak Cabang) dari total 19 PAC kecamatan yang memboikot pertemuan tersebut,” kata Sekretaris Forum DPAC PKB se-Kabupaten Semarang, Nur Hidayat, Kamis (26/10/2017).

seperti di kutip dari http://regional.kompas.com

Muscablub digelar menyikapi pengunduran diri Masud Ridwan sebagai Ketua DPC PKB Kabupaten Semarang usai kekalahannya di Pilkada 2014. Saat Muscablub tersebut muncul tiga kandidat ketua DPC, yakni Wan Asof, Basari, dan Badarudin. Namun lantaran tidak ada kata sepakat di antara tiga kandidat tersebut, kegiatan Muscablub dibatalkan pengurus DPP PKB yang hadir di acara tersebut dan akan dilakukan MUscablub ulang. “Karena pembatalan Muscablub tersebut sepihak oleh DPP PKB, maka 14 DPAC mengadakan pertemuan pada tanggal 18 Januari 2017 di Ambarawa dengan hasil bulat menolak Muscablub Ulang,” jelasnya. Ke 14 DPAC tersebut sepakat untuk menyerahkan sepenuhnya penetapan susunan kepengurusan DPC PKB Kabupaten Semarang periode 2017-2022 kepada DPP PKB dengan sejumlah catatan.

seperti di kutip dari http://regional.kompas.com

Baru pada 7 Oktober, menjelang pendaftaran partai di KPU, DPP PKB menerbitkan SK kepengurusan DPC Kabupaten Semarang dengan ketua MUh Asrofi, mantan Sekretaris DPW PKB Jawa Tengah. “Komposisi kepengurusan DPC PKB yang ditetapkan DPP tidak sesuai dengan mayoritas aspirasi yang berkembang di kalangan DPAC,” tuntasnya. Terkait pemboikotan tersebut, Rabu (25/10/2017) kemarin 16 DPAC PKB se Kabupaten Semarang berkumpul di Tuntang untuk merumuskan tuntutan ke DPP PKB. “Kami akan boikot kepengurusan DPC, sampai DPP menetapkan kepengurusan sesuai dengan aspirasi mayoritas DPAC,” tuntasnya.

SURABAYA, KOMPAS.com – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menitipkan Pulau Madura kepada Saifullah Yusuf ( Gus Ipul ) jika ditakdirkan menang di Pilkada Jatim 2018 . “Ketum PKB menitipkan pembangunan Madura agar lebih diperhatikan,” kata Wakil Gubernur Jatim ini usai menerima surat rekomendasi dari PKB di Surabaya, Rabu (11/10/2017). Gus Ipul mengatakan, Madura selama ini dipandang sebagai daerah yang tertinggal dengan angka kemiskinan yang tinggi, meski pulau garam itu berlokasi tidak jauh dari Kota Surabaya sebagai ibu kota Jawa Timur. “PKB minta rencana pembangunan Pulau Madura yang terintegrasi dengan tidak meninggalkan budaya lokal, kalau bisa perencanaan pembangunan melibatkan pakar-pakar yang handal,” ucapnya.

Merdeka.com – Usai ‘sowan’ ke Partai Demokrat, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) langsung menemui petinggi DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Jawa Timur, di Jalan Kendangsari Industri, Surabaya , Kamis (1/6). Gus Ipul yang masih diantar Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Timur, Abdul Halim Iskandar (Gus Halim) mendaftar diri sebagai bakal calon gubernur (bacagub) di Pilgub 2018. Sehingga, di hari lahir Pancasila ini, Gus Ipul yang masih menjabat sebagai wagub Jawa Timur itu, mendaftar ke dua partai sekaligus: Demokrat dan PDIP. PKB sendiri, selaku partai pengusung pertama, mengaku akan menyerahkan sepenuhnya pilihan bacawagubnya kepada PDIP. Santer kabar, partai besutan Megawati Soekarnoputri ini akan memasangkan Gus Ipul dengan Ketua DPD PDIP Jawa Timur, Kusnadi. Gus Halim yang mewakili Gus Ipul bahkan, terang-terangan memdeklarasikan ‘Holopis Kuntul Baris’ yang menjadi tagline saat kampanye maju Pilgub Jawa Timur (sebelum digeser kiai sepuh dan ketum DPP PKB ke Gus Ipul) di markas PDIP. “Saya deklarasikan salam PKB di kantor PDIP: Salam Holopis Kuntul Baris,” pekik Gus Halim yang disambut teriak: Merdeka oleh para kader PDIP. “Saya resmikan. Kalau tidak di Jawa Timur tidak ada. Meresmikan salam partai di kantor partai lain, kalau tidak di Jawa Timur tidak ada,” seloroh Gus Halim. “Pertama saya sampaikan terima kasih atas sambutan PDIP. Saya sowan ke sini bukan pribadi, tapi atas nama DPW (PKB) dengan membawa Gus Ipul,” kata dia. Tujuan pertama adalah silaturahim, lanjut Gus Halim, dan yang kedua, sebagai dimaklumi, pada pertemuan beberapa waktu lalu, Ketum DPP PKB Muhaimin Iskandar bertemu dengan para kiai sepuh NU. “Dan atas mandat para kiai, menerima dan menindaklanjuti mengusung Gus Ipul. Karena sudah perintah kiai, saya yang sudah ‘jual diri’ (kampanye) ke mana-mana, tapi karena ini perintah kiai dan ketum, walaupun ketum lebih muda dari saya, maka saya akan melaksanakan perintah itu (mengusung) Gus Ipul,” paparnya setengah curhat. Gus Halim juga menegaskan, partai telah resmi mengusung Gus Ipul, sebagai satu-satunya calon dari PKB. “Menindaklanjuti perintah kiai dan organiasasi, saya mengajak Gus Ipul sowan ke PDIP, mohon dukungan dan kerja samanya. Dan mohon PDIP mendampingi Gus Ipul.” Dan agar Pilgub Jawa Timur segera tuntas, Gus Ipul mengungkap, kuncinya ada di tangan partai kepala banteng moncong putih. “Mohon wakilnya (cawagub) dari PDIP, supaya Jawa Timur selesai. Jawa Timur tampil beda dan ini kuncinya ada di PDIP.” “Insya Allah (Pilgub Jatim) akan selesai dengan musyawarah mufakat. Semua tahu, kekuatan politik di Jawa Timur itu PKB dan PDIP (PKB: 20 kursi, PDIP: 19 kursi di DPRD Jatim), hari ini kita bersama-sama, dan akan mengajak partai-partai lain bergabung,” sambungnya yakin. Sementara Ketua DPD PDIP Jawa Timur, Kusnadi mengatakan, tanggal 1 Juni menjadi hari istimewa bagi partainya. Sebab, selain bertepatan dengan bulan Ramadan, juga menjadi hari lahir Pancasila. “Ada lagi hal spesial di sini (kantor PDIP), sekarang Holopis Kuntul Baris ini kok membawa Gus Ipul. Karena kita tahu dan kami, bahwa kami partai-partai politik sudah melakukan penjajakan dan survei, kami tahu ada satu tokoh di Jawa Timur,” terang Kusnadi. Tokoh di Jawa Timur yang dimaksud Kusnadi, adalah Gus Ipul sendiri. “Masak ya jadi wakil terus. Pilihannya maju terus atau mundur? Ternyata maju terus. Maka kemudian kita akan membantu terus maju, pantang mundur,” tegas Kusnadi. [rnd]

Related Posts

Comments are closed.